Poltek-EJS (Politeknik Katolik Saint Paul Sorong - Jurnal Elektronic System)
Not a member yet
    661 research outputs found

    IMPLEMENTASI SISTEM PEMESANAN MAKANAN BERBASIS QR CODE UNTUK USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH

    Full text link
    This research aims to improve efficiency in providing menu services to customers and efficient use of paper to satisfy cafe customers while saving paper or paperback costs. QR code technology was chosen because it provides a fast, easy, convenient, accurate, and automatic data collection method. Integrating QR code technology into the menu presentation management system allows the cafe to provide food and drinks ordered by customers precisely, effectively, and efficiently. System development using the waterfall method, commonly called linear sequential, starts from analysis, design, coding, testing, and maintenance stages. Based on hypothesis testing, the Sig value is smaller than 0.05, so H0 is rejected, and H1 is accepted. Implementing a QR Code-Based Food Ordering System for Micro, Small, and Medium Enterprises, with a Radio Kopi Cafe case study, increases efficiency. This system shows that the average time before using the system is 7.42 minutes and the average time after using the system is 4 minutes, so the results of the study concluded that the development of this system can be used to speed up the ordering process on the Implementation of QR Code-Based Food Ordering System for Micro, Small and Medium Enterprises with a case study of Radio Kopi Cafe

    DESAIN PELAT CENDAWAN PADA STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG BERDASARKAN SNI

    Full text link
    Selama lebih dari dua dekade ke belakang, perkembangan pembangunan gedung bertingkat di Indonesia cukup signifikan. Beton bertulang merupakan material utama yang digunakan dalam konstruksi pembangunan gedung-gedung tersebut. Konstruksi beton bertulang memiliki elemen struktur pelat lantai, kolom, balok, serta pelat atap. Konstruksi beton bertulang sangat umum, hal ini dikarenakan konstruksi beton bertulang lebih murah dibandingkan dengan konstruksi baja.  Semakin berkembangnya teknologi informasi, semakin berkembang pula desain teknologi flatsalab menggunakan pelat cendawan tanpa adanya elemen balok. Metode flatslab ini mulai menjadi trend di Indonesia sejak sepuluh tahun belakangan ini, terdapat beberapa keuntungan dari pemanfaatan flat slab ini. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui ketebalan dari pelat, dan kolom dengan metode flatslab. Flatslab merupakan teknologi konstruksi bangunan gedung tanpa menggunakan stuktur balok. Dari analisa didapatkan bahwa tebal pelat sebesar 200mm dengan tulangan menggunakan diameter 13 dengan jarak 150mm. Sedangkan pelat cendawan memiliki ketebalan 350mm, dengan dimensi 2800mm x 2800mm dengan tulangan D13-10mm. terdapat dua tipe kolom yang digunakaan k1 800mm x 800mm dan k2 600mm x 600mm. Dapat disimpulkan bahwa desain gedung dengan menggunakan pelat cendawan aman dan dapat digunakan

    EVALUASI KUAT LENTUR BETON BERTULANG BAMBU

    Full text link
    Beton bertulang bambu merupakan alternatif konstruksi yang semakin diperkenalkan di dunia teknik sipil, terutama dalam rangka meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi biaya. Selama sepuluh tahun belakangan telah banyak penelitian yang menggabung berbagai formula guna mendapatkan standar yang pas dan bisa digunakan selutuh manusia di dunia. Penelitian ini mengkaji implikasi kuat lentur beton bertulang bambu, yang menggabungkan dua material berbeda, beton sebagai bahan struktur utama dan bambu sebagai material penguat. Dalam penelitian ini, fokus diberikan pada kekuatan lentur beton bertulang bambu, serta pengaruh bambu terhadap kinerja struktural komposit ini dalam berbagai kondisi beban. Pengujian material dilakukan terlebih dahulu, kemudian job mix design menggunakan metode Standar Nasional Indonesia tahun 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton bertulang bambu memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan daya dukung lentur, dengan keuntungan ekologis dan ekonomis, meskipun memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh bambu terhadap ketahanan jangka panjang dan keawetan material. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beton normal memiliki kekuatan lentur maksimum rat-rata sebesar 3,89 MPa, beton bertulang bambu pada 28 hari memiliki kekuatan lentur maksimum 4,12 MPa

    KETAHANAN KUAT TEKAN BETON SERAT FIBER GLASS SEBAGAI BAHAN TAMBAH

    Full text link
    Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena kekuatannya yang tinggi dan ketahanannya terhadap beban tekan. Namun, beton memiliki sifat rapuh yang dapat menyebabkan keretakan jika terkena beban tarik atau lentur. Penambahan serat fiber glass sebagai bahan tambah pada beton bertujuan untuk meningkatkan ketahanan kuat tekan sekaligus memperbaiki sifat mekanik beton, khususnya dalam menahan retak dan deformasi. Serat fiber glass dipilih karena memiliki karakteristik ringan, tahan terhadap korosi, serta memiliki kekuatan tarik yang tinggi. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi penambahan serat fiber glass dengan persentase tertentu terhadap kuat tekan beton. Hasil uji kuat tekan menunjukkan bahwa beton dengan serat fiber glass memiliki peningkatan signifikan dalam kapasitas beban tekan dibandingkan beton normal. Selain itu, serat fiber glass juga mampu meningkatkan homogenitas beton dan mengurangi keretakan mikro yang sering terjadi pada beton konvensional. Penggunaan serat fiber glass tidak hanya meningkatkan kekuatan mekanik tetapi juga memberikan solusi untuk kebutuhan beton yang lebih tahan lama dan efisien. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan potensi besar dari serat fiber glass sebagai bahan tambah inovatif dalam pengembangan material konstruksi berkelanjutan

    ANALISIS NUMERALIA DALAM BAHASA RAJA AMPAT DIALEK WARDO DI KAMPUNG AREFI KABUPATEN RAJA AMPAT

    Full text link
    The formulation of the problem in this research is how the numeralia of the Raja Ampat language of the Wardo dialect in Arefi village, Raja Ampat district. This research aims to identify the forms of numeralia and types of numeralia in the Wardo dialect in Raja Ampat district. This research is in the form of qualitative research. The subject in this research is the researcher himself and the data source in this research comes from sources who are native speakers of the Wardo dialect. The data collection techniques in this research are free-involved listening, interview techniques, note-taking and documentation techniques. The data analysis techniques in this research are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The numeralia results obtained in this research are based on the types of numeralia, namely; definite basic numerals (20), collective basic numerals (5), distributive basic numerals (3), indefinite basic numerals (6). In this research, it can be concluded that the numeralia in the Raja Ampat language of the Wardo dialect has its own characteristics, namely when the numeralia in an Indonesian sentence is placed at the beginning of the sentence, in the Wardo dialect it will move to the middle or end of the sentence depending on the subject in the sentenc

    Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Dan Sikap Ilmiah Terhadap Hasil Belajar Matematika Dengan Mengontrol Inteligensi

    Full text link
    The purpose of this study was to empirically investigate the effect of cooperative learning model and scientific attitude on mathematics learning outcomes, after controlling for intelligence. The research method used was experimental method with treatment by level 2x2 design. To test the hypothesis, the data were analyzed by analysis of covariance. The results obtained after controlling for intelligence: (1) mathematics learning outcomes in the group of students taught with TGT type cooperative learning model is higher than the group of students taught with Scramble type cooperative learning model, (2) there is an interaction effect of learning model with scientific attitude on students' mathematics learning outcomes, (3) for students who have positive scientific attitude, (3) for students who have positive scientific attitude, mathematics learning outcomes in the group taught with TGT type cooperative learning model are higher than the group taught with Scramble type cooperative learning model, and (4) for students who have negative scientific attitude, mathematics learning outcomes in the group taught with TGT type cooperative learning model are lower than the group taught with Scramble type cooperative learning model. In teaching, teachers must be creative in using learning models in order to create an effective learning atmosphere and can improve mathematics learning outcomes optimally

    PERSEPSI GURU KIMIA TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMA NEGERI 9 MANADO

    Full text link
    The independent curriculum is a new breakthrough program provided by the Ministry of Education and Culture Nadiem Makariem to provide learning freedom to students and teachers in determining the learning process they are interested in. The independent curriculum is a form of improvement from the previous curriculum, namely curriculum 13 (K13). As a new education system, it must have changes in the education process compared to the previous curriculum. This has led to different positive and negative responses from teachers. For this reason, researchers are interested in describing how the perceptions of teachers, especially chemistry teachers, regarding the implementation of the independent curriculum at SMA Negeri 9 Manado. This research was conducted offline by distributing printout questionnaires to 6 chemistry teachers at SMA Negeri 9 Manado. The questionnaire in this study was analyzed using a Likert scale. The results showed that the perception of chemistry teachers regarding the implementation of the independent curriculum was classified as a good category with a percentage of 71%. Teachers agree and even strongly agree on the concept of freedom of learning which focuses on changing student character. The teachers also agree with the concept of freedom of learning offered in the independent curriculum, because students and teachers are free to choose learning media, as well as the concept of independent learning by students with a learning system that can be accessed anywhere and anytime by students. They also disagreed that character surveys for graduation requirements coul

    METODE TIME TOKEN UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR: TINJAUAN LITERATUR PADA MATA PELAJARAN IPS (5 TAHUN TERAKHIR)

    Full text link
    Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran merupakan aspek krusial yang menentukan keberhasilan pendidikan1. Salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan keaktifan siswa adalah metode time token, yang memberikan penghargaan berupa token atas partisipasi siswa2. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur mengenai penerapan metode time token dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) selama lima tahun terakhir3. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa metode time token efektif dalam meningkatkan motivasi, partisipasi, dan hasil belajar siswa4. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai jenis time token yang digunakan, seperti kupon bicara dan media pembelajaran, serta cara implementasinya di kelas. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi guru, siswa, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS.  Keywords :  time token, keaktifan belajar, ilmu pengetahuan sosia

    PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TED (THEMATIC-EXPLORATION-DEMOCRATIC) DALAM BELAJAR FISIKA PADA MATA KULIAH FISIKA LINGKUNGAN

    Full text link
    Thematic-Explorative-Democratic Learning (TED-L) merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada kegiatan belajar mental-personalitas secara utuh dalam mengeksplorasi objek dan informasi untuk merekonstruksi pengalaman empiris individu maupun kelompok. Dalam merekonstruksi pengalaman empiris pada pembelajaran TED, mahasiswa diarahkan untuk mampu merepresentasikan pengalaman dalam bentuk verbal, visual, dan matematis khususnya pada pembelajaran fisika. Dalam pembelajaran fisika dengan strategi pembelajaran TED pada Matakuliah Fisika Lingkungan diperlukan suatu bahan ajar yang memuat petunjuk-petunjuk yang dapat membantu mahasiswa untuk merepresentasikan pengalaman yang diamati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan kepraktisan bahan ajar TED. Proses pengembangan bahan ajar ini menggunakan model 4D jenis penelitian R&D. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Fisika Fakultas Matematika, IPA, dan Kebumian Universitas Negeri Manado terhadap 25 mahasiswa. Hasil penelitian dilihat dari dua aspek yaitu aspek kelayakan dan kepraktisan bahan ajar yang telah dikembangkan. Hasil kelayakan diperoleh melalui penilaian tim ahli media dan materi dimana hasil skor penilaian media sebesar 80,55 dan skor penilaian materi sebesar 93,75 dan untuk data praktikalitas diperoleh menggunakan angket respon siswa dimana 87% siswa menyatakan sangat setuju terhadap penggunaan bahan ajar. Kesimpulan menyatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran

    PENERAPAN METODE DEMONSTRASI BERBANTUAN MEDIA PRESENTASI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA TOPIK FLUIDA STATIS DI SMA NEGERI 1 TOMBATU

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada topik fluida statis dengan penerapan metode demonstrasi berbantuan media presentasi di SMA Negeri 1 Tombatu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan Subjek siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Tombatu. Teknik pengambilan data adalah tes pada setiap siklus. Hasil yang diperoleh adalah terjadi peningkatan ketuntasan siswa siklus I sebesar 73,1% meningkat pada siklus II menjadi 96,15% dengan persentase penilaian kognitif, afektif dan psikomotorik pada masing-masing siklus yaitu siklus I 76,1%,77,1%,72,1% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 94,6%,87,2%,83,2%. Jadi dapat disimpulkan bahwa bahwa penerapan metode demonstrasi berbantuan media presentasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada topik Fluida Statis di SMA Negeri 1 Tombatu

    537

    full texts

    661

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Poltek-EJS (Politeknik Katolik Saint Paul Sorong - Jurnal Elektronic System)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇