Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
    604 research outputs found

    Analisis Pendapatan Usaha Ternak Ayam Ras Petelur di Kota Samarinda

    Full text link
    The R/C ratio of laying chickens and the breeders' earnings from rearing laying hens over a year are being researched in this study. This study was carried out in the Lempauke District of Samarinda. Since the laying hen breeding sector is sufficiently large and contains more animals than other industries, a purposeful sample was utilized for the study. The average profit for laying hen farmers in Samarinda is now known to be Rp. 1,378,263,000 for a single period year with a total of 5,000 chickens raised, and the results of the calculation of the level of enterprise efficiency R/C ratio of 2,68 indicate that the Layer chicken Farming in the city of Samarinda is suitable to operate.Dalam penelitian ini, bertujuan melihat rasio R/C ayam petelur dan pendapatan peternak setahun dari beternak ayam petelur. Tempat penelitian ini adalah Kecamatan Lempauke Samarinda. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah ayam petelur karena usaha ini termasuk usaha yang cukup besar daripada usaha dibidang peternakan lainnya. Dengan pemeliharaan sebanyak 5.000 ayam dalam satu tahun periode, rata-rata keuntungan peternak ayam petelur Samarinda sebesar Rp. 1.378.263.000, selain itu hasil perhitungan tingkat efisiensi usaha R/C 2,68 menunjukkan bahwa peternakan ayam petelur kota Samarinda layak untuk dijalankan

    Isolasi dan Kolonisasi Mikoriza Vesikula Arbuskular (MVA) pada Perakaranan Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering Kabupaten Timor Tengah Utara

    Full text link
    North Central Timor (TTU) Regency has adry land area for agriculture of 184,421 Ha. Unfortunately, the dry land is known to have low soil fertility. One of alternatives to overcome this problem is to utilize a fungus that has mutualism symbiosis with plant roots, namely vesicular arbuscular mycorrhiza (VAM).This study aims to discover spore character and VAM type, as well as discover the percentage level of VAM colonization on maize roots (Zea mays L.). Samples of soil and maize roots were taken from Fatuneno Village and Bitefa Village using the stratified random sampling method. The isolation of VAM spores was conductedthrough stratified screening method. The microscopic characteristics of the spores were matched with the identification guidelines on the INVAM.com website. Root colonization was seen based on the percentage of root infection by the VAM structure. The results showed that the number of VAM spores per 100 grams of soil from Fatuneno Village was 247 spores and from Bitefa Village was 209 spores. Identification results generated three types of VAM genus, namely Glomus, Acaulospora and Gigaspora. The observations of VAM colonization on the maize roots from Fatuneno Village when the maize was 2 weeks old showed the percentage of 50% with medium category, and when the maize was 4 weeks old the percentage of colonization was 73.3% with high category. In Bitefa Village, the percentage of VAM colonization in maize of 2weeks old was 25% with low category, while when it was 4 weeks old, the percentage of VAM colonization was 33% with medium category.Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memiliki luas lahan kering untuk pertanian yaitu 184.421 Ha. Masalahnya, lahan kering diketahui memiliki kesuburan tanah rendah. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah memanfaatkan fungi yang bersimbiosis mutualisme dengan akar tanaman yaitu mikoriza vesikular arbuskular (MVA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter spora dan jenis MVA, serta mengetahui tingkat persentase kolonisasi MVA pada perakaran tanaman jagung (Zea mays L.). Sampel tanah dan akar tanaman jagung diambil dari Desa Fatuneno dan Desa Bitefa dengan metode strata (Stratified random sampling). Isolasi spora MVA dengan metode penyaringan bertingkat. Ciri mikroskopis spora dicocokkan dengan pedoman identifikasi pada website INVAM.com. Kolonisasi perakaran dilihat berdasarkan persentase infeksi perakaran oleh struktur MVA. Hasil penelitian diketahui jumlah spora MVA per 100 gram tanah dari Desa Fatuneno yaitu 247 spora dan Desa Bitefa 209 spora. Hasil identifikasi didapatkan tiga jenis genus MVA yaitu Glomus, Acaulospora dan Gigaspora. Hasil pengamatan kolonisasi MVA pada akar tanaman jagung dari Desa Fatuneno pada saat jagung berumur 2 minggu diketahui persentasenya sebesar 50% dengan kategori sedang, dan saat jagung berumur 4 minggu persentase kolonisasi sebesar 73,3% kategori tinggi. Di Desa Bitefa persentase kolonisasi MVA pada jagung berumur 2 minggu sebesar 25% dengan kategori rendah, sedangkan saat berumur 4 minggu persentase kolonisasi MVA sebesar 33% dengan kategori sedang

    Dampak PDRB pada Sektor Pertanian, Nilai Tukar Petani, Investasi dan Area Lahan Pertanian pada Penyerapan Tenaga Kerja di Sektor Pertanian di Provinsi Jawa Tengah

    Full text link
    One of the important components in measuring the growth and sustainability of a country's economy is the absorption of labor. Central Java Province, which is known as one of the main agricultural centers in Indonesia, has many diverse variables that affect the absorption of labor in agriculture. This study investigates how the GDP of the agricultural sector, farmers' exchange rate, investment, and agricultural land area affect the absorption of labor in the agricultural sector of Central Java Province. This research method uses a quantitative approach with multiple regression analysis of secondary data collected from various sources from 2013-2023. The results of the analysis show that the GDP of the agricultural sector with a significance value of 0.025, the farmer exchange rate with a significance value of 0.000 and the area of agricultural land with a significance value of 0.000 have a significant influence on labor absorption, while investment with a significance value of 0.353 has no significant influence on labor absorption. Although not directly significant, investment also plays an important role in employment dynamics. This study shows that to improve people's welfare and strengthen the regional economy in Central Java Province, there is a need for policies that support agricultural economic growth, price stability of agricultural products, and investment development that focuses on the creation of direct jobs in the agricultural sector.Salah satu komponen penting dalam mengukur pertumbuhan dan keberlanjutan ekonomi suatu negara adalah penyerapan tenaga kerja. Provinsi Jawa Tengah, yang dikenal sebagai salah satu pusat pertanian utama di Indonesia, memiliki banyak variabel yang beragam yang memengaruhi penyerapan tenaga kerja di bidang pertanian. Studi ini menyelidiki bagaimana PDRB sektor pertanian, nilai tukar petani, investasi, dan luas lahan pertanian memengaruhi penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi berganda terhadap data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai sumber dari tahun 2013-2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa PDRB sektor pertanian dengan nilai signifikansi sebesar 0.025, nilai tukar petani dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 dan luas lahan pertanian dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 memiliki pengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, sementara investasi dengan nilai signifikansi sebesar 0.353 tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Meskipun tidak signifikan secara langsung, investasi turut memainkan peran penting dalam dinamika ketenagakerjaan. Studi ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi regional di Provinsi Jawa Tengah, perlu adanya kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi pertanian, stabilitas harga produk pertanian, dan pengembangan investasi yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja langsung di sektor pertanian

    Aplikasi PGPR Akar Bambu dan Akar Putri Malu dalam Mengurangi Intensitas Serangan Aphis gosypii pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.)

    Full text link
    Plant growth promoting rhizobacter (PGPR) contains Rhizobacter which can fix free nitrogen found in nature, the nitrogen is converted into ammonia which is then distributed to plants. The aim of this research was to determine the effect of administering pgpr from two different bioactivator sources on the intensity of aphid attacks on chili plants. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) which consisted of two factors, namely the PGPR concentration of bamboo roots and mimosa roots, namely 0%, 25%, 50%, 75% and 100%. Each treatment was repeated 3 times with each experimental unit consisting of 4 curly chili plants of the Thunder 99 variety. Applications were carried out once a week during the vegetative period. Observations began at 1 WAP and once a week with the observation variables being the type of aphids and the intensity of aphid attacks on each plant during the vegetative period. The results obtained by administering PGPR bamboo roots and putrimalu roots were less effective because they were unable to suppress the intensity of aphid attacks on chili plants. Intensity of aphid attacks not different than control. The level of intensity of aphid attacks is directly proportional to the aphid population. PGPR that can relatively reduce the intensity of aphid attacks is bamboo root treatment with a concentration of 75%. A better PGPR bioactivator comes from bamboo roots rather than mimosa roots.Plant growth promoting rhizobacter (PGPR) mengandung Rhizobacter yang dapat memfiksasi nitrogen bebas yang berada di alam, nitrogen tersebut diubah menjadi amonia yang selanjutnya disalurkan ke tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek pemberian pgpr dari dua sumber bioaktivator yang berbeda terhadap intensitas serangan kutu daun pada tanaman cabai. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor adalah konsentrasi PGPR akar bambu dan akar putri malu yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan satuan percobaan masing-masing terdiri dari 4 tanaman cabai keriting varietas โ„ข Thunder 99. Pengaplikasian dilakukan seminggu sekali selama masa vegetatif. Pengamatan mulai dilakukan pada umur 1 MST dan seminggu sekali dengan variabel pengamatan yang diamati berupa jenis kutu daun dan intensitas serangan kutu daun pada setiap tanaman selama masa vegetatif. Hasil yang diperoleh pemberian PGPR akar bambu dan akar putri malu kurang efektif karena kurang dapat menekan intensitas serangan kutu daun pada tanaman cabai. Intensitas serangan kutu daun masih tidak berbeda jauh dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Tingkat intensitas serangan kutu daun berbanding lurus dengan populasi kutu daun. PGPR yang relatif dapat menekan intensitas serangan kutu daun adalah perlakuan akar bambu dengan konsentrasi 75%. Bioaktivator PGPR yang lebih baik berasal dari akar bambu daripada akar putri malu

    Efektifitas POC Sabut Kelapa Dalam Nutrisi Hidroponik Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica Rapa L.)

    Full text link
    This study aims to determine the effectiveness of coco coir POC in hydroponic nutrition on the growth and yield of mustard greens (Brassica rapa L.) This research was conducted in October 2022 - February 2023, using a single factor randomized block design and repeated 6 times with the following treatments (i) P1 = Without POC + AB Mix Nutrition 100%; (ii) P2 = 25% POC + 75% AB Mix Nutrients; (iii) P3 = 50% POC + 50% AB Mix Nutrition; (iv) P4 = 75% POC + 25% AB Mix Nutrients; (v) P5 = 100% POC + 25% AB Mix Nutrients. The observed variables consisted of plant height, root length, leaf area, fresh weight, dry weight and harvest index. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) then followed by the Honest Significant Difference tukey test at the 5% level. The results of the riset showed a very real response at the age of 21, 28 and 35 HST on the observation of plant height variables, as well as on the wet weight and dry weight variables and the harvest index. However, it showed no significant response to observing root length and leaf area.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas POC sabut kelapa dalam nutrisi hidroponik pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa L.) Penelitian ini dilaksanakan pada bulan bulan Oktober 2022 - Februari 2023, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dan diulang sebanyak 6 kali dengan perlakuan sebagai berikut (i) P1 = Tanpa POC + Nutrisi AB Mix 100%; (ii) P2 = POC 25% + Nutrisi AB Mix 75%; (iii) P3 = POC 50% + Nutrisi AB Mix 50%; (iv) P4 = POC 75% + Nutrisi AB Mix 25%; (v) P5 = POC 100% + Nutrisi AB Mix 25%. Variabel pengamatan terdiri atas tinggi tanaman, panjang akar, luas daun, berat basah, berat kering dan indeks panen. Data dianalis menggunakan analisis varian (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya respon yang sangat nyata pada umur 21, 28 dan 35 hst pada pengamatan variable tinggi tanaman, serta pada variable berat basah dna berat kering serta indeks panen. Namun menunjukkan respon yang tidak nyata terhadap pengamatan panjang akar dan luas daun

    Analisis Sifat Kimia Tanah yang ditanami Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Di Desa Naiola Kecamatan Bikomi Selatan

    Full text link
    Soil is a part of the Earth's crust where living organisms thrive, composed of minerals and organic materials originating from weathering and sedimentation. The soil in Naiola Village is classified as entisol with a very thin soil solum (lithic), characterized by low organic content and a very low cation exchange capacity. Previous research, liquid organic fertilizer (POC) derived from tofu waste was applied to investigate the effects of concentration and application time on the growth and yield of mung beans. The main objective of this research is to determine several soil chemical properties of entisols after applying POC to mung bean plants in Niola Village, Bikomi Selatan Subdistrict, Timor Tengah Utara Regency. The research was conducted using a descriptive method with observational techniques. Soil samples were collected from two plots, namely the control plot (P0) and highest yield plot (P1), at the mung bean plantation and subsequently analyzed in the laboratory to obtain quantitative data. The analyzed parameters are; water content and soil pH. The highest water content was 0.23% and the highest pH was 7.70.Tanah adalah bagian kulit bumi tempat makhluk hidup berkembang biak yang tersusun dari mineral dan bahan organik yang berasal dari hasil pelapukan dan pengendapan. Tanah di Desa Naiola diklasifikasikan sebagai tanah entisol dengan solum tanahnya sangat tipis (lithic), kandungan bahan organik sangat rendah dan kapasitas tukar kation sangat rendah. Penelitian sebelumnya, mengaplikasikan pupuk organik cair (POC) limbah tahu cair untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan waktu aplikasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa sifat kimia tanah tanah entisol yang telah diaplikasikan POC pada tanaman kacang hijau di Desa Niola Kecamatan Bikomi Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode observasi, yaitu pengambilan sampel di lapangan dilakukan di lahan perkebunan kacang hijau dengan mengambil sampel pada 2 petak yaitu petak control (P0) dan petak hasil tertinggi (P1) yang kemudian dianalisis di laboratorium untuk mendapatkan data kuantitatif. Parameter yang dianalisis yaitu: Kadar air dan pH tanah. Kadar air tertinggi 0,23% dan pH tertinggi 7,70

    Membandingkan Pengeluaran dan Preferensi Tanaman Obat dan Obat Kimia di Masyarakat Sekitar Hutan Wilayah Kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan Kulawi

    Full text link
    This study investigated the expenditure patterns and preferences regarding medicinal plants and chemical drugs in communities living around the forest of the Kulawi Forest Management Unit working area. The purpose of this study was to identify the types of medicinal plants used by the community, as well as to compare the expenditure of medicinal plants with chemical drugs. The sampling technique used was Stratified Random Sampling (SRS). The sampling method involved 90 respondents who were sampled in this study. Data analysis used Comparative analysis of paired-Samples T test. The results of the study showed that there are 27 species and 20 families of medicinal plants in the Kulawi Forest Management Unit Working Area that are utilized by the community. These continue to be a major health resource in the region, as evidenced by 70% of the community expressing preference and utilization of these plants over chemical drugs. Notably, expenditure on chemical drugs is only 30% of total health care costs. These findings indicate an increasing recognition within the community of the advantages associated with traditional medicine, It is imperative to maintain the efficacy of herbal medicine to achieve sustainable healthcare in the region. The results of the Paired SampleTest showed that the significant value of the expenditure of medicinal plants and chemical drugs was .000, which means the value is smaller than 0.05. This means that the comparison of expenditure on medicinal plants and chemical drugs is not the same. There is a significant comparison of expenditure on the use of medicinal plants with chemical drugs in the community of the Kulawi Forest Management Unit working area, which occurs due to increased public awareness of the benefits of natural medicinal plants and is affordable or more accessible for some people.Penelitian ini menyelidiki pola pengeluaran dan preferensi tentang tanaman obat dan obat kimia dalam masyarakat yang tinggal di sekitar hutan wilayah kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan Kulawi. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi jenis-jenis tanaman obat yang digunakan masyarakat, serta membandingkan pengeluaran tanaman obat dengan obat kimia. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah Stratified Random Sampling (SRS). Metode pengambilan sampel melibatkan 90 responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Analisis data yang digunakan analisis Komparatif uji t-paired (paired-Samples T test). Hasil penelitian terdapat 27 Jenis dan 20 famili tanaman obat yang ada di Wilayah Kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan Kulawi yang dimanfaatkan masyarakat. Hal ini terus menjadi sumber daya kesehatan utama di wilayah tersebut, sebagaimana dibuktikan oleh 70% masyarakat yang menyatakan preferensi dan pemanfaatan tanaman ini dibandingkan obat-obatan kimia. Khususnya, pengeluaran untuk obat kimia hanya 30% dari total biaya perawatan kesehatan. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pengakuan di dalam masyarakat akan keuntungan terkait dengan pengobatan tradisional, Sangat penting untuk menjaga kemanjuran obat herbal untuk mencapai perawatan kesehatan yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Hasil uji t berupa Paired SampleTest menunjukkan bahwa nilai signifikan dari pengeluaran tanaman obat dan obat kimia sebesar .000 , yang berarti nilainya lebih kecil dari 0.05. Hal ini berarti bahwa perbandingan pengeluaran tanaman obat dan obat kimia, tidak sama. Adanya perbandingan yang signifikan terhadap pengeluaran penggunaan tanaman obat dengan obat kimia di masyarakat wilayah kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan Kulawi, yang terjadi karena adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan manfaat tanaman obat secara alami serta terjangkau atau lebih mudah diakses bagi sebagian masyarakat

    Analisis Sistem Pembayaran Kredit di KSP Kopdit Swasti Sari Cabang Atambua Menggunakan Persamaan Beda Linear Orde Satu

    Full text link
    ABSTRACT Giving credit is a business activity that contains a high risk and affects the sustainability of businesses such as cooperatives and banking. The aims of this research are to: (a) knowing the credit decision making system implemented in KSP Kopdit Swasti Sari, (b) knowing the calculation of the remaining credit payments using the first-order linear difference equation. In this study, the method used to calculate the remaining debt for credit payments is a first-order linear difference equation, namely the remaining debt after the first payment is the same as the remaining debt after payment to t plus interest minus annuity. The results of this study indicate that the credit decision-making process is considered worthy of receiving a credit loan if it meets the requirements that have been set at the KSP Kopdit Swasti Sari. The step to calculate the remaining credit payments using a mathematical model is to find the amount of fixed installments from an ordinary annuity with a different loan size, namely Rp 5.000.000, Rp 10.000.000 and Rp 15.000.000. After getting the results from the ordinary annuity, a mathematical model of the remaining credit payments is formed using equation (2.13). The results of the calculation of the remaining credit payments using a mathematical model are as follows: For the first order linear difference equation with a loan size of Rp 5.000.000 after paying the first installment () the remaining debt is Rp 4.900.081 and the remaining debt () of Rp. 8. For a large loan of Rp. 10.000.000 after paying the first installment () the remaining debt is Rp. 9.800.162 and on payment of () the remaining debt is Rp. 16. For a large loan of Rp 15.000.000 after paying the first installment () the remaining debt is Rp  14.700.243 and on payment of () the remaining debt is Rp 24.ABSTRAK Pemberian kredit merupakan kegiatan usaha yang mengandung resiko tinggi dan berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha seperti koperasi dan perbankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (a) mengetahui sistem pemberian keputusan kredit yang diterapkan di KSP Kopdit Swasti Sari Cabang Atambua, (b) mengetahui perhitungan sisa pembayaran kredit menggunakan persamaan beda linear orde satu. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk menghitung sisa  hutang pembayaran kredit adalah persamaan beda linear orde satu yaitu sisa hutang setelah pembayaran pertama sama dengan sisa hutang setelah pembayaran ke  ditambah bunga dikurangi anuitas. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pemberian keputusan kredit dianggap layak menerima pinjaman kredit jika sudah memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan di KSP Kopdit Swasti Sari. Langkah untuk menghitung sisa pembayaran kredit menggunakan model matematika yaitu mencari besar angsuran tetap dari anuitas biasa dengan besar pinjaman yang berbeda yaitu Rp 5.000.000, Rp 10.000.000 dan Rp 15.000.000. Setelah mendapatkan hasil dari anuitas biasa dibentuk model matematika sisa pembayaran kredit menggunakan persamaan (2.13). Hasil perhitungan sisa pembayaran kredit dengan menggunakan model matematika sebagai berikut: Untuk persamaan beda linear orde satu dengan besar pinjaman Rp 5.000.000 setelah dibayar angsuran pertama () sisa hutangnya sebesar Rp 4.900.081 dan sisa hutang ) sebesar Rp 8. Untuk besar pinjaman Rp 10.000.000 setelah dibayar angsuran pertama ( sisa hutangnya sebesar Rp 9.800.162 dan pada pembayaran ) sisa hutang sebesar Rp 16. Untuk besar pinjaman Rp. 15.000.000 setelah dibayar angsuran pertama ( sisa hutangnya sebesar Rp 14.700.243 dan pada pembayaran ) sisa hutang sebesar Rp 24

    Implementasi Metode RAD dalam Pengembangan SIPERASUK di Bidang Perekonomian SETDA Kabupaten Malaka

    No full text
    A letter is a sort of communication between two people or more. Letters can come in two types, namely personal or public. Letters undeniably contain important information.  There are various kinds of letters, such as invitations, personal and official letters and so on. In an institution, letters must be treated as important documents which play an important role in the institution, given letters are actually official written communication to be kept well.  The Secretariat Department of Economy Malaka District has a huge number of letters. The letters in this department are conventionally typed in papers that makes letter filing complicated. Letters are piled in huge stacks that covers a lot of spaces in the office. On top of that, letters might easily get lost, misplaced those results in uneasiness to find and destroyed. In this research we introduced a computerized filing system to file the incoming and outgoing letters. In developing the system, we employed desktop usage using Rapid Application Development (RAD). The system is designed to manage the flow of in and out letters of the office. We hope that such a newly introduced computerized filing system can help ease the management of the filing of the flow of letters in the Secretariat Department of Economy, in Malaka District.Surat merupakan salah cara berkomunikasi antara dua orang atau lebih, bisa bersifat pribadi atau umum dan di dalam sebuah surat berisi informasi penting. Ada berbagai macam bentuk surat, seperti surat undangan, surat pribadi, dan surat dinas. Di dalam sebuah kantor/instansi surat merupakan bentuk resmi yang formal sehingga memiliki peran yang sangat penting karena merupakan bentuk lain dari komunikasi secara tertulis. Bidang Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Malaka memiliki berbagai jenis surat dan masih menggunakan media kertas, hal ini sangat sulit dalam pengelolaan/pengarsipan surat yang masih konvensional ini. Penumpukan, resiko kehilangan, kerusakan, dan persediaan tempat penyimpanan yang bertambah, merupakan dampak dari bentuk pengarsipan saat ini. Dampak lain dari sistem pengarsipan ini adalah pencarian surat yang lama ketika diperlukan. Dalam penelitian ini dikembangkan sebuah sistem informasi terkomputerisasi untuk pengarsipan surat masuk dan keluar (SIPERASUK) berbasis desktop, dengan Rapid Application Development (RAD) sebagai metode pengembangan sistem ini. Sistem ini mampu mengolah informasi data surat masuk dan keluar. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat membantu dan mempermudah Bidang Perekonomian Sekretariat Daerah Malaka dalam pengarsipan surat

    Analisis Perwilayahan Komoditi Jagung (Zea mays L.) Berbasis Produksi di Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai

    Full text link
    Corn is one of the agricultural commodities that specializes in food crops that are cultivated by the community as one of the staple foods to replace rice. In terms of the economy, corn is a commodity that can generate profits for farmers. So, this study aims to find out the village that is the flagship of corn commodities (Zea mays L) in Bualemo District so that it becomes the input to stakeholders regarding the importance of development in the corn crop base area in supporting economic growth in Bualemo District. This research uses the method of service economics (Base Analysis, Localization Analysis, and Specialization Analysis). The results showed that the analysis of the maize crop base in the Bualemo District of Banggai Regency had obtained 11 villages (77%) which became the base and non-base ones obtained 6 villages (23%). This means that the village that is the base of the corn crop is an area that can meet the needs of its region and other regions. Furthermore, the analysis of the localization of corn crops in the Bualemo District area obtained a small localization efficiency from one (รŽยฑ < 1), which means that corn commodities in the Bualemo District have spread throughout the area of the villages. As well as the analysis of the specialization of corn commodities in the Bualemo District area, the results were obtained, namely (รŽยฒ < 1), which means that the corn crop is not a crop that specializes in the Bualemo Kecamtan area.Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian spesifikasi tanaman pangan yang dibudidayakan masyarakat sebagai salah satu makanan pokok pengganti beras. Disisi ekonomi, jagung merupakan komoditas yang dapat menghasilkan keuntungan bagi petani. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Desa yang menjadi unggulan komoditi jagung (Zea mays L) di Kecamatan Bualemo, sehingga menjadi masukan kepada pemangku kepentingan terkait pentingnya pembangunan di wilayah basis tanaman jagung dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Bualemo. Penelitian ini menggunakan metode ekonomi pewilayaan (Analisis Basis, Analisis Lokalisasi, dan Analisis Spesialisasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis basis tanaman jagung wilayah Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai telah diperoleh 11 Desa (77 %) yang menjadi basis dan yang non-basis diperoleh 6 Desa (23 %). Artinya, Desa yang menjadi basis tanaman jagung merupakan wilayah yang mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri maupun daerah lain. Selanjutnya analisis lokalisasi tanaman jagung wilayah Kecamatan Bualemo diperoleh koefesien lokalisasi kecil dari satu (รŽยฑ < 1), yang berarti komoditas jagung di Kecamatan Bualemo telah menyebar diseluruh wilayah desaรขโ‚ฌโ€œdesa. Serta analisis Spesialisasi komoditas jagung pada wilayah Kecamatan Bualemo, diperoleh hasil yaitu (รŽยฒ < 1), yang berarti tanaman jagung bukan merupakan tanaman yang spesialisasi di wilayah Kecamtan Bualemo

    564

    full texts

    604

    metadata records
    Updated in lastย 30ย days.
    Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! ๐Ÿ‘‡