Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Pengaruh Suplementasi L-Arginine dalam Pakan terhadap Pertambahan Bobot Badan, Konsumsi Pakan dan Konversi Pakan Ayam Broiler
This study aims to determine the effect of L-arginine supplementation on body weight gain, feed consumption, and feed conversion of broiler chickens. The study was carried out in the farm study program of the Faculty of Agriculture for six weeks from March to May 2021. This study used 96 broiler chickens aged one day or day-old chick (DOC) strain CP 707. The method used in this study was an experiment with a completely randomized design (CRD) with a random pattern consisting of 4 treatments and four replications, so there were 16 experimental units. Each experimental unit was filled with six broiler chickens. The treatments were: T0: 100% feed BR2, T1: 99.5% feed BR2 + 0.5% L-arginine, T2: 99.25% feed BR2 + 0.75 L-arginine, T3:99.00 feed BR2 + 1.00% L-arginine. The variables observed in this study were body weight gain, feed consumption, and feed conversion of broiler chickens. The data obtained were analyzed using analysis of variance and Duncan test. The results of the analysis of variance showed that the treatment had a significant effect on body weight gain and feed conversion (P<0.05), while feed consumption had no significant effect (P>0.05). It was concluded that 0.75% L-arginine supplementation increased body weight gain and feed conversion of broilers.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi L-arginine terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi pakan dan konversi pakan ayam broiler. Penelitian dilaksanakan di kandang program studi peternakan fakultas pertanian selama 6 minggu sejak bulan maret sampai mei 2021. Penelitian ini menggunakan 96 ekor ternak ayam broiler berumur 1 hari atau day old chick (DOC) strain CP 707. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola serarah yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, sehingga terdapat 16 unit percobaan. Setiap unit percobaan diisi 6 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diberikan adalah: T0: 100% pakan BR2, T1: 99,5% pakan BR2 + 0,5% L-arginine, T2: 99,25% pakan BR2 + 0,75 L-arginine, T3:99,00 pakan BR2 + 1,00% L-arginine. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan bobot badan, konsumsi pakan dan konversi pakan ayam broiler. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan uji dancan. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan dan konversi pakan (P<0,05), sedangkan konsumsi pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Disimpulkan bahwa suplementasi L-arginine 0,75% meningkatkan pertambahan bobot badan dan konversi pakan ayam broiler
Rencana Kebijakan dan Program Pembangunan Hortikultura Lahan Kering untuk Provinsi Sumatera Utara: Sudah Tepatkah?
Consumption of fruits and vegetables increases the demand of horticultural commodities but increasing of horticultural production is smaller than increasing of its demand so that imports are necessary to fill in these consumption needs. The government in 2019 plans horticultural commodities for every province in Indonesia. The objectives of this study were (1) to analyze superior horticultural commodities in North Sumatra Province, (2) to analyze the specialist and localization of horticultural commodities in North Sumatra, and (3) to compare priority horticultural commodities from the analysis results with government policy plans. Secondary data used in this study were from 2017 - 2019. The analytical tools used were Location Quotient (LQ), Specialization Quotient (SQ), and Localization Quotient (LoQ). The results showed (1) superior dryland horticultural commodities were dominated by shallots, chilies, mangoes, durian, papaya, and galangal in North Tapanuli, Toba Samosir, and Dairi Regencies, (2) several dryland horticultural commodities have a comparative advantage and its production is not localized, such as mango, durian, and chili in Batubara and Labuhan Batu Selatan Regencies, and (3) fifty percent of dry land horticultural commodities were priority commodities.Konsumsi buah-buahan dan sayuran meningkatkan permintaan komoditas hortikultura tetapi pertambahan produksi komoditas hortikultura lebih kecil dibandingkan dengan pertambahan permintaannya, sehingga perlu dilakukan impor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi tersebut. Pemerintah pada tahun 2019 merencanakan komoditas hortikultura untuk setiap provinsi di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis komoditas hortikultura unggulan lahan kering di Provinsi Sumatera Utara, menganalisis spesialisasi dan lokalisasi komoditas hortikultura lahan kering di Sumatera Utara, dan membandingkan komoditas hortikultura prioritas lahan kering di Provinsi Sumatera Utara. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini mulai dari tahun 2017 – 2019. Analisis data yang digunakan yaitu Location Quotient (LQ), Spesialization Quotient (SQ) dan Localization Quotient (LoQ). Hasil penelitian menunjukkan komoditas hortikultura unggulan lahan kering didominasi oleh bawang merah, cabai, mangga, durian, pepaya, dan lengkuas di Kabupaten Tapanuli Utara, Toba Samosir, dan Dairi. Ada beberapa komoditas hortikultura lahan kering memiliki keunggulan komparatif dan produksinya tidak terlokalisasi seperti komoditas mangga, durian dan cabai di Kabupaten Batu Bara dan Labuhan Batu Selatan, sehingga lima puluh persen komoditas hortikultura lahan kering menjadi komoditas prioritas
Berat Organ Non Karkas Ayam Broiler Setelah Disuplementasi Dl-Methionine dalam Pakan
The purpose of this research was to determine the effect of dl-methionine supplementation in feed on the non-carcass organ performance of broilers. The research was conducted at the Laboratory of Animal Husbandry Study Program, Agricultural Faculty, University of Timor, Kefamenanu from December 2019 to January 2020. The research used 80 fourteen-day broilers. The method used in this research was an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 4 replications. The treatments tested were: T0 (Control feed), T1 (T0 + 0.30% dl-methionine), T2 (T0 + 0.50% dl-methionine), and T3 (T0 + 0.70% dl-methionine). The variables observed were the percentage of non-carcass weight, percentage of blood, percentage of slaughter weight, percentage of the head weight, percentage of neck weight, and the percentage of abdominal fat. The results of the research showed that the treatment significantly affected the weight and percentage of blood, feathers, slaughter weight, and non-carcasses of broilers (P <0.05) while the weight and percentage of the head, neck, and abdominal fat had no significant effect. Average head weight of T0 : 48,58±2,29; T1: 46,07±2,83; T2: 48,48±8,35; and T3: 52,36±4,13 g/head. Neck weight T0: 66,10±11,74; T1: 69,53±4,60; T2: 70,67±19,01; and T3: 82,13±8,45 g/head. Weight of abdominal fat T0: 20,57±2,49; T1: 22,91±8,39; T2: 27,87±11,94; and T3: 26,62±9,56 g/head.. It was concluded that commercial feed supplemented with dl-methionine by 0.70% increased the growth and development of non carcass featherweight, blood weight, head and neck weight, abdominal fat, slaughter weight of broiler chickens.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi dl-methionine dalam pakan terhadap kinerja organ non karkas ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan di Kandang Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini berlangsung selama 39 (1 masa produksi). Penelitian ini menggunakan 80 ekor ternak ayam broiler berumur 1 hari atau Day Old Chick (DOC) Strain CP 707. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah, terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah: T0 (pakan control), T1 (T0 + dl-methionine 0,30%), T2 (T0 + dl-methionine 0,50%), dan T3 (T0 + dl-methionine 0,70%). Variabel yang diamati adalah persentase berat non karkas, persentase darah, persentase bulu, persentase berat potong, persentase berat kepala, persentase berat leher, dan persentase lemak abdominal ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap berat dan persentase darah, bulu, berat potong dan non karkas ayam broiler (P<0,05) sedangkan berat dan persentase kepala, leher, serta lemak abdominal berpengaruh tidak nyata. Rata-rata berat kepala T0:48,58±2,29; T1:46,07±2,83; T2: 48,48±8,35; dan T3: 52,36±4,13 g/ekor. Berat leher T0: 66,10±11,74; T1: 69,53±4,60; T2: 70,67±19,01; dan T3: 82,13±8,45 g/ekor. Berat lemak abdominal T0: 20,57±2,49; T1: 22,91±8,39; T2: 27,87±11,94; dan T3: 26,62 ±9,56 g/ekor. Disimpulkan bahwa pakan komersial yang disuplementasi dengan dl-methionine sebesar 0,70% meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan non karkas berat bulu, berat darah, berat kepala dan leher, lemak abdominal, serta berat potong ayam broiler
Pengaruh Lama Rebusan Daun Sirih terhadap Responsifitas Mastitis Sapi Perah
Mastitis is udder inflammation caused by bacteria that entry through the teat. Economically, mastitis is very detrimental to farmers because it can reduce milk production. The purpose of this study is to provide an alternative teat dipping solution that is safe, inexpensive, and easily found by the farmers. The research was carried out from September to October 2019 at the Claretian Benlutu Monastery Ranch, South Central Timor. The method used in this study is a randomized block design (CRD) consisting of 4 treatments 3 replications so that there are 12 experimental units. The treatments given are as follows R0 = plain water, R1 = commercial antiseptic solution, R2 = betel leaf decoction 45 minutes and R3 = decoction of betel leaf 60 minutes. The variables observed in this study were the result of mastitis detection and milk acidity test (pH test). The results showed that betel leaf stew did not have a significant effect on the results of the California Mastitis Test and the acidity level (pH). It can be concluded that the betel leaf decoction has the same ability as a commercial antiseptic in preventing mastitis in dairy cattle at Claretian Benlutu Ranch.Mastitis merupakan peradangan ambing yang dapat disebabkan oleh masuknya bakteri melalui lubang puting. Secara ekonomi, mastitis sangat merugikan peternak karena dapat menurunkan produksi susu. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan alternatif larutancelup puting yang aman, murah dan mudah ditemukan oleh masyarakat dan peternak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2019 di Peternakan Biara Claretian Benlutu, TimorTengahSelatan.Metode yang digunakan adalah Rancangan AcakLengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 3 ulangan sehingga terdapat 12 unit percobaan.Perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikutR0=Air biasa, R1=Larutan antiseptik komersial, R2=Rebusandaunsirih 45 menit dan R3=Rebusandaunsirih 60 menit. Variabel yang diamatiadalahhasildeteksi mastitis dan uji derajatkeasaman susu (uji pH). Hasil penelitianmenunjukkan pemberian rebusan daun sirihmemberikan pengaruh yangtidak signifikan terhadap hasildeteksi mastitis dan tingkat keasaman (pH). Disimpulkan bahwa rebusan daun sirih mempunyai kemampuan yang sama dengan antisep komersil dalam mencegah terjadinya mastitis pada ternak sapi perah di Peternakan Claretian Benlutu
Kajian terhadap Bobot Badan dan Ukuran Linear Tubuh Induk Kambing Kacang di Lokasi Pengembangan Desa Naas Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka
This study aims to determine the body weight and linear size of the body of the parent bean goats. This research was conducted in September-December 2020. Located in Naas Village, West Malaka district, Malaka Regency. The livestock used were 15 female goats bean, aged 2-3 years. Determination of livestock age is seen from the number of filed incisors. The method used in this research is the field experiment method with descriptive data analysis. The results showed that the average body weight (kg) of the main goat’s bean observed was 21,62 kg ± 4,45. The average body length (cm) of livestock is 40,93 ± 6,47. The average shoulder height (cm) was 64,30 ± 3,3. The average breast circumference (cm) of the main goat of bean was 65,56 ± 7,30. It can be concluded that the body weight and body linear measurements of the parent goat bean meet the requirements for breeding livestock by the standards of the parent goat in Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot badan dan ukuran linear tubuh induk kambing kacang.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September–Desember 2020, bertempat di Desa Naas, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka.Ternak yang digunakan adalah 15 ekor induk kambing Kacang betina, umur 2-3 tahun.Penentuan umur ternak dilihat dari jumlah gigi seri tetap.Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode eksperimen lapangan dengan analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata -rata bobot badan (kg) ternak induk kambing kacang yang diamati sebesar 21,62 kg± 4,45. Rata-rata panjang badan (cm) ternak adalah 40,93±6,47. Rata-rata tinggi pundak (cm) adalah 64,30±3,3. Rata-rata lingkar dada (cm) ternak induk kambing kacang adalah 65,56±7,30. Dapat disimpulkan bahwa bobot badan dan ukuran linear tubuh induk kambing kacang memenuhi syarat sebagai ternak bibit sesuai dengan standar bibit induk kambing kacang di Indonesia
Pengaruh Suplementasi L-Arginin Dalam Pakan Terhadap Organ Pencernaan Ayam Broiler
This research was conducted in the enclosure of the Faculty of Agriculture, University of Timor, Sasi sub-district, Kefamenanu city, North Central Timor district for 42 days from April to May 2021. The aim of the study was to determine the effect of L-arginine supplementation in feed on the digestive organs of broiler chickens. This study used 96 Day Old Chick broilers. The research method used was a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 4 replications. Each experimental unit consisted of 6 broilers. The treatments given consisted of T0: control feed, T1: control + 0.5% L-arginine, T2: control + 0.75% L-arginine, T3: control + 1.00% L-arginine. The variables observed were liver weight, bile weight, pancreatic weight, gizzard weight, intestinal length and small intestine weight. The data obtained were analyzed using statistical package software for the social sciences (SPSS 20). The analysis showed that the addition of L-arginine had no significant effect (P<0.05) on liver weight, bile weight, pancreatic weight, gizzard weight, intestinal length and small intestine weight. Based on these results and discussion, it can be concluded that the supplementation of the amino acid L-arginine 0.75% in broiler chicken feed can affect the weight of the digestive organs of the gizzard, while the weightof the liver, bile, panceas, intestinal weight have on significant effect.Penelitian ini dilaksanakan di kandang Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara selama 42 hari; terhitung sejak bulan April hingga Mei 2021. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh suplementasi L-arginin dalam pakan terhadap organ pencernaan ayam broiler. Penelitian ini menggunakan Day Old Chick broiler sebanyak 96 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari 6 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diberikan terdiri dari T0: sebagai pakan kontrol, T1: kontrol + 0,5% L-arginin, T2: kontrol + 0,75% L-arginin, dan T3: kontrol + 1,00% L-arginin. Variabel yang diamati adalah berat hati, berat empedu, berat pankreas, berat gizzard, panjang usus, dan berat usus halus. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan software statistic packge for the social sciences (SPSS 20). Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan L-arginin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap berat hati, berat empedu, berat pankreas, berat gizzard, panjang usus, dan berat usus halus. Disimpulkan bahwa suplementasi asam amino L-arginin 0,75% dalam pakan ayam broiler dapat mempengaruhi berat pada organ pencernaan gizzard; sedangkan berat hati, empedu, pankreas, panjang usus, dan berat usus tidak berpengaruh nyata
Pengaruh Karakteristik Peternak dan Dukungan Penyuluhan Terhadap Kemampuan Teknis Beternak Sapi Potong di Kecamatan Insana Induk
This research was conducted to determine the characteristics of farmers and the effect of counseling support on the technical ability of raising beef cattle. This research was conducted in October 2019 in Fatoin Village and Manunain B Village, Insana District, North Central Timor Regency. The research was conducted at the Matani Farmer's Group in Manunain B Village with 14 members and the Ataubale Nunusili Farmer's Group in Fatoin Village with 16 members. The total respondents used in this study were 30 people. The types of data used in this study are qualitative data and quantitative data with the data sources used in the form of primary data and secondary data. Data was collected through observation and interviews with respondents. The results showed that the technical ability of the breeder was strongly influenced by the characteristics of the breeder (age, education, and experience) and extension support (method suitability, media suitability, and extension competence).Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui karakteristik peternak dan pengaruh dukungan penyuluhan terhadap kemampuan teknis beternak sapi potong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 di Desa Fatoin dan Desa Manunain B, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian dilaksanakan pada Kelompok Tani Matani di Desa Manunain B dengan jumlah anggota 14 orang dan pada Kelompok Tani Ataubale Nunusili di Desa Fatoin dengan jumlah anggota sebanyak 16 orang. Total responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif dengan sumber data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan teknis peternak sangat dipengaruhi oleh karakteristik peternak (umur, pendidikan, dan pengalaman) serta dukukungan peyuluhan (kesusaian metode, kesesuaian media, dan kompetensi penyuluhan)
Analisis Nilai Tambah Proses Pengolahan Kopi Arabika Gayo pada Kabupaten Centra Produksi di Aceh
Indonesia known as one of the biggest coffee exporter in the world after Brazil, Vietnam, dan Colombia. Aceh is one of the central production areas of Arabica Coffee Comodity in Indonesia. This study aims to determine the difference of Gayo Arabica coffee beans added value based on the processing in Aceh Tengah and Bener Meriah Regency. This research located in two central production of coffee in Aceh. Both Regency ware the main location for coffee production in Aceh. This research used in-depth interviews with decision makers in green been coffee agro-industry which has largest export quantity in Aceh Tengah and Bener Meriah which are Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayyan Cooperative and Permata Gayo Cooperative as data collection method. The Respondents were the Manager of KBQ Baburrayan; Mr. Moch. Charis, S.T. and the Manager of Permata Gayo Cooperative; Mr. Jumhur, S.P. his Research used descriptive quantitative method with Hayami analysis. The result showed that the added value of labui coffee beans to green coffee beans in Aceh Tengah Regency was higher which is Rp. 28,337/kg by 38.40% ratio when compared to green bean coffee in Bener Meriah Regency which is Rp. 26,738 / kg by 37.14% ratio. This result wes caused by: (1) the price of green beans in Aceh Tengah Regency is higher than in Bener Meriah Regency, (2) the green bean production process in Aceh Tengah Regency tends to use more modern technology so that it can reduce labor costs and produce added value which higher than Bener Meriah Regency.Indonesia adalah salah satu negara yang melakukan ekspor kopi terbesar didunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Aceh adalah salah satu daerah sentra komoditi kopi arabika di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai tambah biji kopi Arabika gayo berdasarkan proses pengolahannya. Lokasi penelitian adalah dua daerah sentra produksi kopi di Provinsi Aceh yaitu Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Kedua Kabupaten ini merupakan lokasi utama untuk pengolahan produk kopi arabika di Provinsi Aceh. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan Pengambil keputusan di Pihak agroindustri green been coffee yang memiliki kuota ekspor terbesar di Kabupaten Aceh Tengah yaitu Koperasi Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayyan dan Koperasi Permata Gayo. Responden dari penelitian ini adalah Manajer KBQ Baburrayan yakni Bpk. Moch. Charis, S.T. dan Manajer Koperasi ayo Permata yakni Bpk. Jumhur, Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif dengan alat analisis Hayami Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah pada proses biji labui kopi ke biji green bean kopi di Kabupaten Aceh Tengah lebih tinggi yakni sebesar Rp. 28.337/kg dengan rasio sebesar 38.40% jika dibandingkan dengan biji green bean kopi di Kabupaten Bener Meriah yakni sebesar Rp. 26.738/kg dengan rasio sebesar 37.14%. Hal ini disebabkan oleh (1) Harga green bean di Kabupaten Aceh Tengah lebih besar dari pada di Kabupaten Bener Meriah, (2) proses produksi green bean di Kabupaten Aceh Tengah cenderung menggunakan teknologi yang lebih modern sehingga dapat mengurangi biaya tenaga kerja dan menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan dengan Kabupaten Bener Meriah
Analisis Break Even Point Usaha Peternakan Sapi Perah di Kabupaten Semarang
This research analyzes the Break-Even Point of smallholder dairy Farming and to know the maintenance of dairy cattle in Semarang Regency. A survey method was used in this research. The sampling technique in this study used the Multistage Random Sampling Method. Respondents studied were 80 dairy farmers. The data obtained were analyzed descriptively and quantitatively. The result showed BEP in Semarang regency based on revenue of IDR 31, 916/day and based on the amount of production of 10.57 liters/day. The average revenue volume of production/ day is 24.88 Liters/day and the average revenue is IDR 70,771/day thus the dairy business is already operating above the Break-Even Point. The maintenance of dairy cows consists of feeding (forage and concentrate) and drinking adlibitum, livestock sanitation is carried out twice a day, 12 months of calving interval, the type of pen is conventional and milking is done twice a day, namely in the morning and evening.Tujuan Penelitian untuk menganalisis titik impas (Break Even Point) usaha sapi perah dan mengetahui pemeliharaan sapi perah rakyat di Kabupaten Semarang. Metode penelitian adalah survey. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Metode Multistage Random Sampling. Jumlah responden adalah 80 orang peternak. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan BEP di Kabupaten Semarang berdasarkan penerimaan sebesar Rp 31.916/hari dan jumlah produksi sebesar 10,47 liter/hari. Penerimaan rata-rata volume produksi/hari sebesar 24,88 liter/hari dan penerimaan rata-rata Rp 70.771/hari. Dengan demikian maka usaha sapi perah sudah beroperasi di atas Break Even Point. Pemeliharaan sapi perah terdiri dari pemberian pakan (hijauan dan konsentrat) serta minum secara adlibitum, sanitasi ternak dilakukan dua kali sehari, calving internal 12 bulan, tipe kandang adalah konvensional dan pemerahan sapi dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari
Struktur Pasar Komoditas Kentang Asal Batu di Malang Raya
Potato production in Batu City, East Java has increased but is not balance with the price stability received by farmers, due to market competition. This study purposed to analyze the structure of potato commodity market from Batu in Malang Raya (area includes Kota Malang, Kabupaten Malang, and Kota Batu). The sampling methods used were purposive sampling for determining potato farmers, and snowball sampling to determine traders along the marketing channel to follow the commodity flow of potato. The analysis of market structure includes market share, Concentration Ratio (CR4), and Herfindahl Hirchman Index. The results show that the market structure of potato commodities from Batu in Malang Raya is oligopoly market, which was identified from the market share, concentration ratio (CR) and Herfindahl Hirschman Index. The oligopoly market is known because the obtained CR4 value is between 20% - 80% and the value of IHH > 0.1. In this market structure farmers have a low bargaining position, whose position is as price taker. The recommendation given to increase the bargaining position of farmers is to shorten the marketing channels, for example by guiding farmers to do online marketing, so that they can have direct access to the end consumer. Further research needs to be done is analyzing the complete market structure of potato by using structure-conduct-performance approach and analysis of potato digital marketing.Produksi kentang di Kota Batu, Jawa Timur mengalami peningkatan namun tidak diimbangi dengan stabilitas harga yang diterima oleh petani, akibat dari persaingan pasar yang yang makin ketat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis struktur pasar komoditas kentang asal Batu di wilayah Malang Raya. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling untuk pemilihan petani kentang, dan snowball sampling untuk menentukan pedagang di sepanjang rantai pemasaran untuk mengikuti aliran komoditi kentang. Analisis struktur pasar meliputi pangsa pasar, Concentration Ratio (CR4), dan Index Herfindahl Hirchman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar komoditas kentang asal Batu di Malang Raya diukur dari pangsa pasar, rasio konsentrasi (CR) dan Indeks Herfindahl Hirschman mengarah pada pasar oligopoli. Hal ini diketahui karena diperoleh nilai CR4 yang diperoleh antara 20% - 80% dan nilai IHH > 0,1. Pada struktur pasar ini petani mempunyai posisi tawar yang rendah, dengan posisi sebagai penerima harga. Rekomendasi yang diberikan untuk menaikkan posisi tawar petani adalah dengan memperpendek saluran pemasaran, misalnya dengan pembinaan petani untuk melakukan pemasaran secara online, sehingga dapat mempunyai akses langsung pada konsumen akhir. Penelitian lanjutan yang perlu dilakukan adalah menganalisis struktur pasar secara lengkap dengan pendekatan struktur-perilaku-kinerja pasar kentang dan analisis pemasaran kentang secara digital