Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Penggunaan integer linier programming untuk meminimumkan ruang kuliah pada Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) Studi Kasus di Universitas Tribuana Kalabahi
Scheduling courses is one of the problems that are often experienced by a university. The same is true for Tribuana Kalabahi University (UNTRIB). The scheduling of courses at UNTRIB consists of two scheduling schemes, namely scheduling of Study Program courses and scheduling of General Basic Courses. Scheduling of Study Program Courses is arranged by the Study Program while for MKDU it is arranged by a team in the MKDU unit at the beginning of each semester. The scheduling process is done manually, by taking the schedule of courses in each Study Program at UNTRIB, after that MKDU begins to arrange course scheduling by adjusting the scheduling of courses from existing study programs. Integer linear programming (ILP) is a method that can model scheduling problems with various constraints that can be adapted to the needs of the University, and ILP can be used to make MKDU scheduling using Lingo 11.0 software. The purpose of this study is to minimize the lecture hall so that there are no clashes during lectures. From the results of this study, it was stated that initially using 20 lecture rooms, it could be converted into 5 lecture rooms with adjusted time slotsPenjadwalan mata kuliah merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh Suatu Perguruan Tinggi. Begitu juga yang dialami oleh Universitas Tribuana Kalabahi (UNTRIB). Penjadwalan mata kuliah di UNTRIB terdiri dari dua skema penjadwalan yaitu penjadwalan mata kuliah Program Studi dan penjadwalan Mata Kuliah Dasar Umum. Penjawalan Mata Kuliah Program Studi di susun oleh Program Studi sedangkan untuk MKDUdi susun oleh tim di unit MKDU pada setiap awal semester. Proses penjadwalan dilakukan secara manual, dengan mengambil jadwal mata kuliah di setiap Program Studi yang ada di UNTRIB, setelah itu dari MKDU mulai menyusun penjawalan mata kuliah dengan menyesusaikan penjadwalan mata kuliah dari program studi yang sudah ada. Integer linier programming (ILP) adalah metode yang dapat dimodelkan persoalan penjadwalan dengan berbagai kendala yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Universitas, dan ILP bisa digunakan untuk membuat penjadwalan MKDU dengan menggunakan perangkat lunak Lingo 11.0. Tujuan penelitian ini adalah Meminimumkan ruang kuliah agar tidak terjadi bentrokan saat perkuliahan berlangsung. Dari hasil penelitian ini menyatakan bahwa awalnya menggunakan 20 ruang kuliah dapat diminumkan menjadi 5 ruang kuliah dengan slot waktu yang disesuaikan
Pengendalian Kualitas Kaoru Ishikawa pada Produk Sheet Karet di PT Perkebunan Nusantara XII Kotta Blater Jember
Indonesia as a rubber producer has a land area of ​​3,246.13 thousand hectares and production of 3.33 million tons in 2019. Compared to other rubber producing countries, Indonesia still has a low level of productivity. However, Indonesia is still not displaced from the second position in the world market. Indonesia's rubber productivity per year is only 1.08 tons/ha, while Thailand is 1.8 tons/ha and Malaysia 1,5 tons/ha. Rubber as an industrial material requires good quality assurance, so the plantation will try to carry out more intensive quality control in material, processes or final processes. The role of quality control is important to maintain good quality, so that the image of Indonesia will increase and compete in the world market. The research objectives are 1) to analyze the process of controlling products, 2) to analyze the number of defects in sheets that are still acceptable and 3) to analyze the total cost of optimal quality of products. The results showed that the quality control was based on international trade standards and the amount of damage to sheet rubber was 21.10%. Based on the control chart, product rejection caused by imperfect rubber processing resulted in non-standard color and bubbles. Total defective products through Kaoru Ishikawa's quality control is 6,485.50 kg per year, while the Statistical Quality Control has a small difference of 126.50 kg per year, or not significant.Indonesia sebagai produsen karet memiliki luas lahan sebesar 3.246,13 ribu hektar dan produksi sebesar 3,33 juta ton pada tahun 2019. Dibandingkan dengan negara penghasil karet lain, Indonesia masih memiliki level produktivitas yang rendah. Namun demikian, Indonesia masih tidak tergeser dari posisi kedua pasar dunia. Produktivitas karet Indonesia per tahun hanya 1,08 ton/ha, sementara Thailand 1,8 ton/ha dan Malaysia 1,5 ton/ha. Karet sebagai bahan industri memerlukan jaminan mutu yang baik, sehingga perusahaan akan berusaha untuk melakukan pengawasan mutu yang lebih intensif terhadap komponen bahan produk, proses produksi atau proses akhir. Peran quality control penting untuk menjaga kualitas yang baik, sehingga citra Indonesia akan meningkat dan bersaing di pasar dunia. Tujuan penelitian yaitu 1) menganalisis proses pengendalian produk karet di perkebunan, 2) menganalisis jumlah cacat sheet karet yang masih dapat diterima perusahaan dan 3) menganalisis total biaya kualitas produk karet yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan pengendalian mutu perusahaan berdasarkan standar Perdagangan Internasional dan jumlah kerusakan karet lembaran sebesar 21,10%. Berdasarkan peta kendali, rejeksi produk disebabkan pengolahan karet yang tidak sempurna membuat warna dan gelembung lembaran di bawah standar. Total produk cacat melalui proses pengendalian kualitas Kaoru Ishikawa sebesar 6.485,50 kg per tahun, sedangkan metode Statistical Quality Control terdapat selisih yang kecil yaitu 126,50 kg per tahun, atau tidak signifikan, artinya perkebunan sudah cukup baik untuk penanganan dalam pengolahan menjadi karet lembaran
Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine Max (L.) Merr.) Pada Pemberian Pupuk Kandang Kambing Dan Bio-Growth
Soybean is one of the third most essential crops after rice and maize, whose production still needs to be increased. One of the efforts to utilize less fertile land is using organic fertilizers in goat manure and Bio-Growth. This study aimed to obtain the best dose of goat manure and Bio-Growth for soybean growth and yield. This research has been carried out at the experimental garden of the Kubang Research and Assessment of Agricultural Technology (BPTP) Balitbangtan Riau from August to November 2021. The method is practical with a factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of 2 factorials with 3 replications. The first factor is goat manure (K0: 0 tons/ha, K1: 10 tons/ha, and K2: 20 tons/ha); the second factor is Bio-Growth (B0: 0 ml/4 l water, B1: 72.5 ml/4 l water, B2: 145 ml/4 l water, and B3: 217.5 ml/4 l water). The height of the plant, the number of its leaves, the diameter of its stem, the number of its branches, the number of pods produced by each plant, the weight of pods produced by each plant, the total weight of pods, and the weight of one hundred seeds were all measured. The application of goat manure and Bio-Growth influenced the height of the plant, the number of leaves, the number of pods produced by each plant, the weight of each pod, the total weight of the pods, and the weight of one hundred seeds. It was determined that the interaction between the two treatments did not impact all experimental parameters. This study concludes that the best application of goat manure is 10 tons/ha, while the most efficient Bio-Growth dose of 72.5 ml/4 l of water can increase the growth and yield of organic soybeans.Kedelai adalah salah satu tanaman paling penting ketiga setelah padi dan jagung, yang produksinya masih perlu ditingkatkan. Salah satu upaya pemanfaatan lahan kurang subur adalah penggunaan pupuk organik dalam kotoran kambing dan Bio-Growth. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik kotoran kambing dan Bio-Growth untuk pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian ini telah dilakukan di kebun percobaan Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kubang Balitbangtan Riau sejak Agustus hingga November 2021. Cara ini praktis dengan factorial Randomized Block Design (RBD) yang terdiri dari 2 faktorial dengan 3 replikasi. Faktor pertama adalah kotoran kambing (K0: 0 ton/ha, K1: 10 ton/ha, dan K2: 20 ton/ha); faktor kedua adalah Bio-Growth (B0: 0 ml/4 l air, B1: 72,5 ml/4 l air, B2: 145 ml/4 l air, dan B3: 217,5 ml/4 l air). Tinggi tanaman, jumlah daunnya, diameter batangnya, jumlah cabangnya, jumlah polong yang diproduksi oleh setiap tanaman, berat polong yang dihasilkan oleh setiap tanaman, berat total polong, dan berat seratus biji semuanya diukur. Aplikasi kotoran kambing dan Bio-Growth mempengaruhi ketinggian tanaman, jumlah daun, jumlah polong yang diproduksi oleh setiap tanaman, berat masing-masing polong, berat total polong, dan berat seratus biji. Ditentukan bahwa interaksi antara kedua perawatan tidak berdampak pada semua parameter eksperimental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi kotoran kambing terbaik adalah 10 ton/ha, sedangkan dosis Bio-Growth yang paling efisien yaitu 72,5 ml/4 l air dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai organik
Pendugaan Kemunduran Benih dengan Uji Fisiologi dan Biokimiawi
The seed viability test is one of the routine tests carried out in the seed certification process. Decreasing the viability of seeds can be done biochemically and physiologically. This research aimed to study of seeds deterioration through physiological and biochemical tests. This study used two lots of long bean seeds (high and low lot). Physiologically, the seed viability test was carried out by means of germination test and biochemical by means of respiration test using tetrazolium (TTZ) staining technique and titration method. The experiment designed by completely randomized design one factor. Data were analyzed by anova test and Pearson correlation. The results of research showed that the seed lot treatment was significantly on the tetrazolium test and the total dry weight of sprouts, while the vigor index, seed germination, and respiration index measurements did not show significant. There was a high positive correlation in the high respiration rate of high seed lots and low seed lot seeds on total dry weight of germination, germination, vigor index, and tetrazolium test. Therefore, biochemical tests with TTZ and respiration with titration methods can be used as alternatives to predict rapid deterioration of seeds.Pengujian viabilitas benih merupakan salah satu uji rutin yang dilakukan dalam proses sertifikasi benih. Penurunan viabilitas benih dapat dilakukan secara biokimiawi dan secara fisiologi. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mempelajari kemunduran benih melalui pengujian secara biokimiawi dan secara fisiologi. Penelitian menggunakan dua lot benih kacang panjang (lot tinggi dan lot rendah). Uji viabilitas benih secara fisiologi dilakukan melalui uji daya berkecambah dan secara biokimiawi melalui uji respirasi dengan teknik pewarnaan menggunakan tetrazolium (TTZ) dan metode titrasi. Percobaan dirancang menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lot benih beberbeda nyata terhadap tolok ukur uji tetrazolium dan berat kering kecambah total sedangkan untuk tolok ukur indeks vigor, daya berkecambah, dan respirasi tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Terdapat korelasi yang positif tinggi pada tingkat respirasi benih lot tinggi dan benih lot benih rendah terhadap tolok ukur berat kering kecambah total, daya berkecambah, indeks vigor, dan uji tetrazolim. Oleh karena itu, uji biokimiawi dengan TTZ dan respirasi dengan metode titrasi dapat dijadikan alternatif untuk menduga kemunduran benih dengan cepat
Pengaruh Pemberian Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Bonggol Pisang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Putih Lokal Eban (Allium Sativum L.)
This study aims to determine the effect of local microorganism (mol) on the growth and yield of garlic (Allium Sativum L.). The method used is a Randomized Block Design (RAK), namely Concentration (K) which consists of three levels, namely Control (No Treatment), Concentration 1:4 (K1), Concentration 1:5 (K2). The second factor is Watering Frequency (F) which consists of three levels, namely once every three weeks (F1), every five weeks (F2), and once every seven weeks (F3). The results of the study concluded that the 1:4 banana weevil mole concentration treatments were the best treatment in increasing the growth and yield of garlic plants. This can be seen from the highest value of the parameters of the number of leaves, fresh weight of tubers, dry weight of tubers, number of tubers per plantPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mikroorganisme lokal (mol) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang puth (Allium Sativum L.). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial terdiri dari dua faktor. Faktor pertama Konsentrasi (K) yang terdiri dari tiga aras yaitu Kontrol (tanpa pelakuan), Konsentrasi 1:4 (K1), Konsentrasi 1:5 (K2). Faktor yang kedua adalah Frekuensi Penyiraman (F) yang terdiri dari tiga Aras yaitu satu minggu sekali (F1), dua minggu sekali (F2), dan tiga minggu sekali (F3). Hasil penelitian disimpulkan bahwa perlakuan konsentrasi mol bonggol pisang 1:4 merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih. Hal ini di lihat dari nilai tertinggi terhadap parameter jumlah daun, berat segar umbi, berat kering umbi, jumlah umbi per tanaman, panjang akar dan diameter umbi sedangkan frekuensi penyiraman 3 minggu sekali merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih. Hal ini di lihat dari nilai tertinggi terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar umbi, berat kering umbi, jumlah umbi per tanaman, panjang akar dan diameter umbi
Evaluasi Dampak Program Intervensi di Sektor Pertanian
Interventions in the agricultural sector need to be evaluated whether they are really successful and have the expected impact on beneficiaries, such as farmers. However, the definition of impact evaluation has varied considerably in the last two decades. Some empirical studies are also still biased in evaluating the impact, and this is related to the method used. This research has three objectives. First, to review the definition of impact evaluation according to the literature. Second, to identify sources of bias in impact evaluation studies. Third, to review empirical studies on impact evaluation, which have different results, especially from the methodology used. Empirical studies that serve as 'cases' in the agricultural sector are studies on the impact of coffee standards and certification. Thus, this research method is a theoretical literature review supported by empirical research results. The literature review reveals that one of the most common definitions of impact evaluation is that evaluation relates to counterfactual, which is a comparison between what actually happened and what would have happened in the absence of the intervention. Inappropriately designed counterfactuals are a major source of bias in impact evaluation, in addition to validity threats. Based on a review of empirical studies on the impact of coffee standards and certification, it is concluded that some studies have more reliable results than others. Studies with more reliable results use reliable counterfactuals, so as to minimize impact evaluation bias through an ‘apple-to-apple’ comparison between the intervention group and the control group.Intervensi di sektor pertanian perlu dievaluasi apakah benar-benar berhasil dan memberikan dampak yang diharapkan kepada penerima manfaat, misalnya petani. Namun, definisi evaluasi dampak cukup beraneka ragam dalam dua dekade terakhir. Studi-studi empiris sebagian juga masih bias dalam melakukan evaluasi dampak, dan hal ini terkait dengan metode yang digunakan. Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Pertama, meninjau kembali definisi evaluasi dampak menurut literatur. Kedua, mengidentifikasi sumber bias dalam studi evaluasi dampak. Ketiga, meninjau kembali studi-studi empiris tentang evaluasi dampak, yang memiliki hasil berbeda, terutama dari metodologi yang digunakan. Studi-studi empiris yang dijadikan ‘kasus’ di sektor pertanian adalah studi-studi tentang dampak standar dan sertifikasi kopi. Penelitian ini mengkaji literatur, baik literatur yang bersifat teoritis maupun yang bersifat empiris. Berdasarkan literatur, definisi evaluasi dampak yang paling umum adalah evaluasi yang berkaitan dengan penetapan kontra faktual, yaitu perbedaan yang dibuat oleh suatu program intervensi dibandingkan dengan bila program intervensi tersebut tidak ada. Kontra faktual yang tidak didesain dengan tepat merupakan sumber utama bias dalam evaluasi dampak, selain ancaman validitas. Berdasarkan kajian studi-studi empiris tentang dampak standar dan sertifikasi kopi, disimpulkan bahwa sebagian studi hasilnya lebih dapat dipercaya dibandingkan studi-studi yang lain. Studi-studi yang hasilnya dapat lebih dipercaya mempergunakan kontra faktual yang andal, sehingga mampu meminimalkan bias evaluasi dampak melalui perbandingan yang sesuai (apple-to-apple comparison) antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol
ualitas Makro Semen Ayam Kampung yang Disumplementasi L-Arginine dan L-Lysine HCl Dalam Pakan
This study aimed to determine the macro quality of Kampung Chicken semen supplemented with L-Arginine and L-Lysin HCl in the feed. This study used 43 domestic chickens aged 3 months, and data collection was carried out when the chickens were 5 months old. The method used in this study is an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replications so that there are 20 experimental units. The treatments given included treatment T1 (Control Feed + L-Lysine 0,6% + L-Arginine 0,4%), T2 (Control Feed + L-Lysine 0,6% + L-Arginine 0,6%), T3 (Control Feed + L-Lysine 0,8% + L-Arginine 0,4%), and T4 (Control Feed + L-Lysine 0,8% + L-Arginine 0,6%). The data obtained were then analyzed descriptively to obtain qualitative data, and an Analysis of Variance (ANOVA) was performed to obtain quantitative data. Statistical analysis showed that the semen volume of Kampung Chicken supplemented with amino acids L-Lysine and L-Arginine in the feed had a significant effect (P<0,05) on the volume and pH of the semen. Furthermore, the results of the descriptive test of supplementation of amino acids L-Arginine and L-Lysine in the feed had no significant effect on the quality of semen odour, semen colour, and consistency/viscosity of Kampung Chicken semen. Based on the study's results, it can be concluded that adding amino acids L-Lysine and L-Arginine to feed can increase the macro quality of Kampung Chicken semen, including volume, colour, odour, consistency/thickness, and pH.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas makro semen Ayam Kampung yang disuplementasi L-Arginine dan L-Lysin HCl dalam pakan. Penelitian ini menggunakan 43 ekor ternak Ayam Kampung umur 3 bulan dan pengambilan data dilakukan pada saat ayam berumur 5 bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan meliputi perlakuan T1 (Pakan Kontrol + L-Lysine 0,6 % + L-Arginine 0,4%), T2 (Pakan Kontrol + L-Lysine 0,6 % + L-Arginine 0,6%), T3 (Pakan Kontrol + L-Lysine 0,8 % + L-Arginine 0,4%), dan T4 (Pakan Kontrol + L-Lysine 0,8 % + L-Arginine 0,6%). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh data kualitatif dan dilakukan Analisis of Variance (ANOVA) memperoleh data kuantitatif. Analisis statistik menunjukkan bahwa volume semen Ayam Kampung yang disuplementasi asam amino L-Lysin dan L-Arginine pada pakan memberi pengaruh nyata (P<0,05) terhadap volume dan pH semen. Selanjutnya, hasil uji deskriptif suplementasi asam amino L-Arginine dan L-Lysin pada pakan memiliki pengaruh tidak nyata terhadap kualitas bau semen, warna semen, dan konsistensi/kekentalan semen Ayam Kampung. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penambahan asam amino L-Lysin dan L-Arginine pada pakan dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kualitas makro semen Ayam Kampung yang meliputi volume, warna, bau, konsistensi/kekentalan, dan pH
PENGEMBANGAN APLIKASI SISTEM PENCANDRAAN TANAMAN DI KAWASAN LAHAN KERING MENGGUNAKAN QR CODE
Pengenalan atau identifikasi merupakan hal yang penting untuk mempermudah kita dalam mengenali suatu jenis tumbuhan atau komunitas tumbuhan. Setiap jenis memiliki ciri yang telah beradaptasi dengan habitatnya. Tumbuhan yang ada di kawasan lahan kering termasuk di sekitar kampus Universitas Timor perlu diidentifikasi atau dilakukan pencandraan untuk mengenali baik nama, ciri dan manfaat serta statusnya di alam. Pencandraan sering dilakukan secara manual sehingga terkadang kurang efektif dan efisien serta kurang familiar bagi masyarakat awam. Tujuan penelitian ini untuk mengintegrasi metode pencandraan dengan mengoptimalkan media TIK seperti penggunaan aplikasi SIPETA (Sistem Pencandraan Tanaman) dengan QR Code. Metode yang digunakan merupakan gabungan antara metode observasi dan mengidentifikasi khusus growthform pohon dan di-inputÂ-kan ke aplikasi SIPETA yang telah dirancang oleh peneliti. Data taksonomi mulai kingdom sampai spesies, habitus, manfaat dan status IUCN dari setiap pohon yang ada. Lalu dibuatkan QR Code yang dipasangkan di setiap pohon tersebut. Ada 18 jenis pohon yang teridentifikasi dan dibuatkan QR Code untuk identifikasi dalam aplikasi SIPETA. Data yang disimpan berbasis internet sehingga akan banyak data yang dapat disimpan, dapat diedit dengan mudah dan cukup dengan scan barcode untuk mengidentifikasi pohon tersebut. Semoga aplikasi ini dikenal dan digunakan oleh semua civitas akademik di Universitas Timor dan masyarakat luas. Selanjutnya aplikasi SIPETA dapat dikembangkan dengan berbasis smartphone sehingga semakin luwes dan mudah dalam penggunaannya
Model Pengaruh Tingkat Suku Bunga Terhadap Kurs Rupiah
This study examines the effect of interest rates on the rupiah exchange rate. The method used in this research is simple linear regression analysis. This study found that interest rates have a significant positive effect on the rupiah exchange rate of 1.804704 at a 5% level of significance.Penelitian ini mengaji pengaruh tingkat suku bunga terhadap kurs rupiah dan memakai metode analisis regresi linier sederhana. Penelitian ini memeroleh tingkat suku bunga berpengaruh positif secara signifikan serta mendapatkan kurs rupiah sebesar 1.804704 menggunakan taraf nyata 5%
OPTIMASI PEMBAGIAN TUGAS KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE HUNGARIAN
Assignment problem is one part of linear programming that can be found in real life. The Assignment problem includes m workers who have n tasks assuming n=m. The division of work is seriously handled by the company so that each employee gets an equal amount of work hours that are determined. This study aims to optimize employee assignments based on minimum operational costs and minimum job completion times using the Hungarian method. Optimization is a mathematical approach that deals with maximum and minimum problems. From the results of the study, after using the Hungarian method, the work completion time on the Kefamenanu Supermarket Metro was 9: 34: 20 (in hours, minutes, seconds). The total operational costs of work incurred by the company if calculated using the Hungarian method with MATLAB software, the results are Rp. 11,141. Furthermore, the order of minimization of employee assignments is obtained as follows: II, VII, I, IV, VI, V and III. Masalah Penugasan merupakan salah satu bagian program linear yang dapat dijumpai dalam kehidupan nyata. Masalah Penugasan mencakup pekerja yang mempunyai tugas dengan asumsi . Pembagian pekerjaan secara serius ditangani oleh perusahaan agar setiap karyawannya mendapatkan yang sebanding dengan jumlah jam kerja yang ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penugasan karyawan berdasarkan biaya operasional minimum dan waktu penyelesaian pekerjaan minimum dengan menggunakan metode Hungarian. Optimalisasi merupakan pendekatan matematika yang berkaitan dengan masalah maksimum dan minimum. Dari hasil penelitian, setelah menggunakan metode Hungarian diperoleh waktu penyelesaian pekerjaan pada Metro Swalayan Kefamenanu yaitu, 9: 34: 20 (dalam satuan jam, menit, detik). Total biaya operasional pekerjaan yang dikeluarkan oleh perusahaan jika dihitung menggunakan metode Hungarian dengan software MATLAB diperoleh hasil, Rp. 11.141. Selanjutnya diperoleh urutan minimasi penugasan karyawan sebagai berikut: II, VII, I, IV, VI, V dan II