Portal Journal Unimor (PTU - Timor University)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi MOL Bonggol Pisang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris, L.) di Musim Hujan
This research aims to; (i) Determine the correct MOL concentration of banana weevil on the growth and yield of beans in the rainy season; (ii) Determine the correct MOL frequency of banana weevil for growth and yield of beans in the rainy season. This research will be carried out within 3 months from april-june 2020, at km 09, Kecurah Kota, North Central Timor Regency using the experimental method in the field with a factorial randomized block design (RBD). Factor 1 Concentration of MOL banana weevil (K) consisting of 3 levels: Control (K0), 1 liter: 4 liters of water (K1), 1 liter: 5 liters of water, (K2). The second factor is the frequency of watering (F), which consists of 3 levels: 1 week (F1), 2 weeks (F2), 3 weeks (F3). These two factors were combined so that 9 treatment combinations were obtained with 3 replications, 27 treatments were obtained. With the following combination: K0F1, K0F2, D0F3, K1F1, K1F2, K1F3, K2F1, K2F2, K2F3. The results showed that the best MOL concentration of banana weevil for growth and yield of beans in the rainy season was a concentration of 1: 5L and the best MOL weevil frequency for growth and yield of beans in the rainy season was 2 weeks and 3 weeks.Penelitian ini bertujuan untuk; (i) Mengetahui konsentrasi MOL bonggol pisang yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Buncis di musim hujan; (ii) Mengetahui Frekuensi MOL bonggol pisang yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil Buncis pada musim hujan. Penelitian ini akan dilaksanakan dalam waktu 3 bulan terhitung dari bulan april –juni 2020, di km 09, Kecematan Kota, Kabupaten Timor Tengah Utara menggunakan metode eksperimen dilapangan dengan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor 1 Konsentarsi MOL bonggol pisang (K) yang terdiri dari 3 aras: Kontrol (K0), 1 liter : 4 liter air (K1), 1 liter : 5 liter air, (K2). Faktor ke 2 adalah frekunsi penyiraman (F), yang terdiri dari 3 aras: 1 minggu sekali (F1), 2 minggu sekali (F2), 3 minggu sekali (F3). Kedua faktor tersebut dikombinasakan sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan maka diperoleh 27 perlakuan. Dengan kombinasi sebagai berikut: K0F1, K0F2, D0F3, K1F1, K1F2, K1F3, K2F1, K2F2, K2F3. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi MOL bonggol pisang yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman buncis di musim hujan adalah konsentrasi 1:5L dan frekuensi MOL bonggol pisang yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman buncis di musim hujan adalah frekuensi 2 minggu dan 3 minggu
Pengaruh Penggunaan Mikroorganisme Lokal (MOL) Cairan Rumen Sapi Pada Level Inokulum yang Berbeda terhadap Nilai Kandungan Serat Jerami Padi Terfermentasi
Feed is one of the most important factors for livestock productivity. One of the obstacles in the development of the livestock business is the lack of availability of feed ingredients in terms of quantity, quality, and continuity. The need for feed is not constant because forage is very dependent on the season, where in the rainy season, feed is very abundant, and in summer, the availability of feed is very less. One way to overcome this is to use rice straw as an alternative feed for livestock, which is abundantly available during the harvest season. However, rice straw has high ADF, NDF, lignin and cellulose content, so rice straw needs to be processed. This study aims to determine the effect of using local microorganisms (MOL) of cow rumen fluid at different inoculum levels on the quality of fermented rice straw to overcome the lack of feed in certain seasons. The study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications, namely R0: 87% rice straw + 10% rice bran + 3% molasses (without MOL of cow rumen fluid/control); R1: Rice Straw 87% + Rice Bran 10% + molasses 3% + MOL cow rumen fluid 5%; R2: Rice Straw 87% + Rice Bran 10% + molasses 3% + MOL cow rumen fluid 10%; R3: Rice Straw 87% + Rice Bran 10% + molasses 3% + MOL beef rumen fluid 15%. The percentage of molasses and cow's rumen fluid was adjusted to the weight of chopped rice straw and the data were analyzed using analysis of variance (Anova). The results showed that the treatment had a significant effect (P<0,05) on the ADF, NDF, lignin, and cellulose content of rice straw. It can be concluded that the higher the level of MOL use of cow rumen fluid, the lower the content of ADF, NDF, lignin, and cellulose in rice straw.Pakan merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi produktivitas ternak. Salah satu hambatan dalam pengembangan usaha peternakan adalah kurang tersedianya bahan pakan baik dalam jumlah, mutu, maupun kontinuitas. Kebutuhan pakan yang tidak konstan ini disebabkan oleh hijauan yang sangat bergantung pada musim, dimana pada musim hujan pakan sangat berlimpah dan pada musim panas ketersediaan pakan sangat kurang. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memanfaatkan jerami padi sebagai pakan alternatif untuk ternak yang ketersediaannya sangat berlimpah pada musim panen. Namun, jerami padi memiliki kandungan ADF, NDF, lignin dan selulosa yang tinggi sehingga jerami padi perlu diolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mikroorganisme lokal (MOL) cairan rumen sapi pada level inokulum yang berbeda terhadap kualitas jerami padi terfermentasi untuk mengatasi masalah kekurangan pakan pada musim tertentu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yakni R0: Jerami Padi 87% + Dedak Padi 10% + molases 3% (Tanpa MOL cairan rumen sapi/kontrol); R1: Jerami Padi 87% + Dedak Padi 10% + molases 3% + MOL cairan rumen sapi 5%; R2: Jerami Padi 87% + Dedak Padi 10% + molases 3% + MOL cairan rumen sapi 10%; R3: Jerami Padi 87% + Dedak Padi 10% + molases 3% + MOL cairan rumen sapi 15%. Persentase molases dan cairan rumen sapi disesuaikan dengan berat cacahan jerami padi dan data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap terhadap nilai kandungan ADF, NDF, lignin, dan selulosa jerami padi. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi level penggunaan MOL cairan rumen sapi semakin menurun pula kandungan ADF, NDF, lignin, dan selulosa jerami padi
Analisis Pendapatan Usahatani Biofarmaka dan Kontribusinya Terhadap Total Pendapatan Petani di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara
Apart from being an ingredient for medicinal plants, biopharmaceuticals also act as a source of community income. The purpose this study was to analyze the farm income of biopharmaceutical crops and their contribution to income of farmers. Area of study was conducted in Sub-district of Dolok Masagal, from February-May 2021. The population of this study were farmers who managed biopharmaceutical farming with 436 families. The research sample was determined intentionally with 30 respondents, and distributed proportionally to 3 out of 10 villages, namely; Dolok Huluan Village 16 respondents, Bangun Pane 12 respondents and Bintang Mariah 2 respondents. This study uses primary data and secondary data, and analyzed by descriptive method. Based on the results of the study concluded; 1) the average income from biopharmaceutical farming is IDR74,504,744/year, the average income from non-biopharmaceutical farming is IDR5,137,692/year and the average income outside of farming is IDR7,496,667/year; 2) farm income of biopharmaceuticals contributed 84.1% to the total income of family farmers, non-biopharmaceutical farm income contributed 5.9%, non-farm income contributed 10% to the total income of farming families. In increasing the income of biopharmaceutical crop farming, it is recommended; 1) so that farmers join farmer groups so that they can easily access seeds, fertilizers, and pesticides/drugs; 2) so that the Agricultural Extension Center of Subdistrict of Dolok Masagal actively provides counseling to farmers for the development of better biopharmaceutical farming; 3) that local governments partner with medicinal plant processing companies to ensure price stability during the harvest season.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani tanaman biofarmaka dan kontribusinya terhadap total pendapatan keluarga petani. Penelitian dilakukan di Kecamatan Dolok Masagal, Kabupaten Simalungun, pada Pebruari s/d Mei 2021. Populasi penelitian ini adalah masyarakat yang mengelola usahatani biofarmaka pada 3 (tiga) desa dari 10 (sepuluh) desa di Kecamatan Dolok Masagal dengan populasi 436 kk. Sampel pada penelitian ditentukan secara sengaja dengan jumlah 30 respoden, dan didistribusikan secara proporsional pada tiga desa sebagai lokasi pengambilan data yaitu; Desa Dolok Huluan 16 responden, Desa Bangun Pane 12 responden dan Desa Bintang Mariah 2 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, dan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan; 1) rata-rata pendapatan usahatani tanaman biofarmaka adalah Rp74.504.744 per tahun, rata-rata pendapatan dari usahatani non-biofarmaka adalah Rp5.137.692 per tahun dan rata-rata pendapatan diluar usahatani sebesar Rp7.496.667 per tahun; 2) pendapatan usahatani tanaman biofarmaka memberikan kontribusi 84,1% terhadap total pendapatan keluarga petani dan pendapatan usahatani non-biofarmaka berkontribusi 5,9% serta pendapatan diluar usahatani memberikan kontribusi sebesar 10% terhadap total pendapaan keluarga petani. Berdasarkan penelitian disarankan; 1) agar petani membentuk kelompok tani dalam mengembangkan usahatani biofarmaka sehingga terbantu dalam mengakses bibit, pupuk, pestisida/ obat-obatan dengan harga yang relatif lebih murah; 2) agar Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Dolok Masagal aktif memberikan penyuluhan kepada petani dalam pengembangan usahatani biofarmaka; 3) agar pemerintahan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan pengolahan tanaman obat-obatan, untuk menampung produksi usahatani biofarmaka masyarakat sehingga stabilitas harga terjamin terutama pada saat musim panen
Aktivitas Enzim Tanin Asil Hidrolase pada Kondisi Optimum Fermentasi Lactobacillus plantarum Menggunakan Tepung Ganyong (Canna edulis Kerr) sebagai Substrat
This study aimed to determine the activity of tannin acyl hydrolase enzyme produced under the optimum conditions of Lactobacillus plantarum fermentation using canna flour (Canna edulis Kerr) flour as substrate. The research process began with the production of tannin acyl hydrolase enzyme, then proceeded with the isolation of the crude enzyme and then the activity of the tannin acyl hydrolase enzyme were measured. The variations of inoculum volume in this study were 1 mL, 3 mL, and 5 mL, with 2 grams of substrate. The variation of pH used when testing the enzyme activity was pH 4, pH 5, pH 6, and pH 7, the temperature variations used were 35°C, 40°C, 45°C, and 50°C, while the incubation time variations were 12 hours, 24 hours, 36 hours, and 48 hours. The results showed that the highest activity of tannin acyl hydrolase enzyme was obtained at 1.13 U/mL at optimum pH of 6, 0.88 U/mL at optimum temperature of 45°C, and 0.89 U/mL for optimum incubation time of 36 hours.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas enzim tanin asil hidrolase yang dihasilkan pada kondisi optimum fermentasi Lactobacillus plantarum dengan substrat tepung ganyong (Canna edulis Kerr). Prosedur pengujian dimulai dengan produksi enzim tanin asil hidrolase, dilanjutkan dengan isolasi enzim kasar, dan diuji aktivitas tanin asil hidrolase. Variasi volume inokulum pada penelitian ini adalah 1 mL, 3 mL, dan 5 mL pada massa substrat 2 gram. Variasi pH yang digunakan untuk mengukur aktivitas enzim adalah pH 4, pH 5, pH 6, dan pH 7, dan variasi suhu yang digunakan adalah 35°C, 40°C, 45°C, dan 50°C, serta variasi waktu inkubasi adalah 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas enzim tanin asil hidrolase tertinggi diperoleh pada 1.13 U/mL pada pH optimum 6, 0.88 U/mL pada suhu optimum 45°C, dan 0.89 U/mL pada waktu inkubasi optimum 36 jam
Optimalisasi Pemanfaatan Aset Lahan Pertanian Organisasi Muhammadiyah Cabang Rappang
Muhammadiyah Association has attempted to collect data on land assets owned and controlled with the aim of managing and using land assets effectively, which is oriented towards the development of the welfare of the people. This study aims to determine the distribution of land assets with a Geographic Information System (GIS) approach and to analyze the optimal form of utilization of land assets of the Muhammadiyah Regional Board (PDM) Rappang Branch. This research begins by making a reference map to identify the distribution of land assets using the Visual On-Screen Digitizing method. Next is the hierarchical analysis process (AHP) to determine alternative forms of optimal land use. The total land assets owned by PDM Rappang Branch are 171,931.39 m2. Most of the land assets owned are in Rijang Panua village at 67.85%. The alternative priority offered in optimizing land assets of the Rappang branch of PDM is agricultural activities (34.98%). The second alternative is to cooperate with other parties (33.81%). The third alternative is to build a green area (17.68%), and the last alternative is to build public facilities (13.52%).Persyarikatan Muhammadiyah telah berupaya melakukan pendataan aset lahan yang dikuasai dan dimiliki dengan tujuan untuk mengelola dan menggunakan aset lahan secara efektif yang berorientasi kepada pengembangan kesejahteraan umat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran aset lahan dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) serta untuk menganalisis bentuk pemanfaatan yang optimal atas aset lahan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Cabang Rappang. Penelitian ini diawali dengan membuat peta acuan untuk identifikasi sebaran aset lahan dengan metode Visual On-Screen Digitizing. Selanjutnya Analisis hierarki Proses (AHP) untuk menentukan alternatif bentuk pemanfaatan lahan yang optimal. Jumlah keseluruhan aset lahan yang dimiliki oleh PDM Cabang Rappang seluas 171.931,39 m2. Aset lahan yang dimiliki paling banyak berada pada desa Rijang Panua sebesar 67,85%. Prioritas alternatif yang ditawarkan dalam optimalisasi aset lahan PDM cabang Rappang adalah kegiatan pertanian (34,98%). Alternatif kedua melakukan kerjasama pihak lain (33,81%). Alternatif ketiga membangun kawasan hijau (17,68%), dan alternatif terakhir membangun fasilitas umum (13,52%)
Pengaruh Jenis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Kultivar Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) di Lahan Kering
This research is to find out Effects Species Organic Fertilizers for growth and yield of few cultivar sweet potato (Ipomoea batatas, L.) on the arid land. The research was conducted in September 2020-December 2020 in the Faculty of Agriculture experimental garden, University of Timor, at Sasi Village, Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), using 2 factorial Stripe Plot Design (RPD). The first factor is the type of species organic fertilizers be composed of three stage namely: Control= without organic fertilizers, cow manure, goat manure. The second factor is cultivar sweet potato be composed of two level namely: red color sweet potato and purple color sweet potato. Comprise six combination treatment, was repeated 3 times so there are 18 units of research.The results research showed that there was interaction between the tipes of fertilizers treatment and sweet potato cultivar on the observed parameters of soil moisture content 80 HST, soil volume weight 40 HST, net assimilation rate, plant growth rate and harvest index.The application of types of fertilizer and cultivar of sweet potato, tipe of organic fertilizer of goat manure 64 g or equal with 10 t/ha produced the heaviest sweet potato tubers is 4,84 t/ha and cultivar sweet potato red color produced sweet potato tubers heaviest 3,49 t/ha.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa kultivar ubi jalar (Ipomoea batatas L.) di lahan kering. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September-Desember 2020 di Kebun Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kelurahan Sasi Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan rancangan Petak Berjalur (Stripe Plot Design) 2 faktorial. Faktor pertama adalah jenis pupuk organik yang terdiri dari 3 taraf yaitu: tanpa pupuk organik, pupuk kandang sapi dan pupuk kandang kambing. Faktor kedua adalah kultivar ubi jalar yang terdiri dari 2 taraf yaitu ubi jalar warna merah dan ubi jalar warna ungu. Terdapat enam kombinasi perlakuan, diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 18 unit penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan pemberian jenis pupuk dan kultivar ubi jalar terhadap parameter pengamatan kadar lengas tanah 80 HST, berat volume tanah 40 HST, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman dan indeks panen. Pemberian jenis pupuk dan kultivar ubi jalar, jenis pupuk organik kotoran kambing 64 g atau setara dengan 10 t/ha dapat menghasilkan umbi ubi jalar terberat yaitu 4,84 t/ha dan kultivar ubi jalar warna merah menghasilkan berat umbi ubi jalar terberat yaitu 3,49 t/ha
Aplikasi Giberelin (Ga3) dan Perlakuan Vernalisasi Untuk Meningkatkan Produksi Benih Botani (True Shallot Seed) Bawang Merah Asal Kecamatan Miomaffo Barat
One strategy to increase the production and quality of shallots is to encourage the use of planting material through seeds known as true shallot seed (TSS). The purpose of this study is to increase the production of TSS seeds and improve the quality of TSS onion seed from Miomaffo Barat subdistrict. This research used the Randomized Block Design factorial. The first factor was an application of gibberellin (GA3), consisted of three treatments i.e without GA3 (control) applications, GA3 100 ppm applications and GA3 200 ppm applications. The second factor was vernalization treatment at 10 oC temperature with three treatments i.e without vernalization (control), vernalization for 2 weeks and vernalization for 4 weeks. The results showed that the highest number of capsule peracel was found in vernaliazation treatment 2 and 4 weeks that is 60.67 and 59.00. The highest number of sealed pest capsules was found in 2 and 4 weeks vernalization treatment, 42.75 and 54.83. The highest number of seeds was found in 4 weeks' vernalization treatment with the value is 108.14. The number of seed showed that no significantly difference on the all of treatment. The highest of a maximum growth potential was found in 4 weeks of vernalization treatment 70%, germination on 4 week vernalization treatment, 50%, vigor index on 4 week vernalization treatment, 46.00%.Salah satu strategi untuk meningkatkan produksi dan kualitas bawang merah adalah dengan mendorong penggunaan bahan tanam melalui biji yang dikenal dengan nama true shallot seed (TSS). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan produksi benih TSS dan meningkatkan mutu benih TSS bawang merah lokal asal Kecamatan Miomaffo Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama adalah aplikasi giberelin (GA3), terdiri atas tiga perlakuan yaitu tanpa aplikasi GA3 (kontrol), aplikasiGA3 100 ppm dan aplikasi GA3 200 ppm. Faktor kedua adalah perlakuan vernalisasi pada suhu 10 oC yang terdiri atas tiga perlakuan yaitu tanpa vernalisasi (kontrol), vernalisasi selama 2 minggu dan vernalisasi selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kapsul perumbel tertinggi terdapat pada perlakuan vernaliasasi 2 dan 4 minggu yaitu 60,67 dan 59,00. Jumlah kapsul bernas perumbel tertinggi terdapat pada perlakuan vernalisasi 2 dan 4 minggu yaitu 42.75 dan 54.83. Jumlah biji perumbel tertinggi terdapat pada perlakuan vernalisasi 4 minggu yaitu 108.14. Jumlah biji perkapsul tidak terjadi perbedaan yang nyata. Potensi tumbuh maksimum tertinggi terdapat pada perlakuan vernalisasi 4 minggu yaitu 70%, daya berkecambah pada perlakuan vernalisasi 4 minggu 50% dan indeks vigor pada perlakuan vernalisasi 4 minggu yaitu 46.00 %
Pematahan Dormansi Benih Cabai Rawit Lokal (Capsicum Frutescens L.) dengan Perlakuan KNO3
This study aims to determinethe right concentration of KNO3 for breking the dormancy of cayenne pepper seeds and the length of time soaking in the right KNO3 solution for breking the dormancy of cayenne pepper seeds. This research was carriedout in January-February 2022 in the experimental field of the faculty of agriculture, university of Timor sasi village, kefamenanu city district, north central Timor Regency. This study used a completely randomized design (CRD). The first factor is the concentration of KNO3 (K), whit level 3, namely: (K0) KNO3 1%, (K1) KNO3 2%, (K2) KNO3 3% the second factor is the immersion time (C0) 0 hours, (C1) 12 hours, (C2) 24 hours the results showed that KNO3 3% concentration in increasing germination (88,67%), and maximum growth potential (88,17%) and vigor index (60,67%) the 12 hour soaking treatment was the best treatment in increasing the germination and growth of cayenne pepper seeds.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi KNO3 yang tepat terhadap pematahan dormansi benih cabai rawit dan lama waktu perendaman dalam larutan KNO3 yang tepat terhadap pematahan dormansi benih cabai rawit. Penelitian ini di laksanakan pada bulan januari –Februari 2022 dilahan percobaan fakultas pertanian, universitas timor, kelurahan sasi, kecamatan kota kefamenanu, kabupaten timor tengah utara. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi KNO3 (K), dengan taraf 3 yaitu: (K0) KNO3 1 %, (K1) KNO3 2 %, (K2) KNO3 3 %. Faktor kedua adalah lama perendaman (C0) 0 jam, (C1) 12 jam, (C2) 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi KNO3 3 % merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan perkecambahan benih cabai rawit. Di buktikan dengan nilai tertinggi disetiap parameter perkecambahan daya berkecambah (88,67 %), potensi tumbuh maksimal (88,17%) dan indeks vigor (60,67%). Pada perlakuan lama perendaman 12 jam merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan perkecambahan dan pertumbuhan benih cabai rawit
Aplikasi Arang Sekam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Benggala (Panicum maximum).
This study aimed to determine husk charcoal's effect on the growth and production of Bengal Grass (Panicum maximum). The method used in this study is an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The variables measured in this study included plant height, number of leaves, fresh weight, and dry weight. The treatments were A0 (without husk charcoal), A1 (150 gr husk charcoal), A2 (200 gr husk charcoal), and A3 (250 gr husk charcoal). The results showed that the highest average growth was in the cultivation of A2 plants = 61,15 cm (plant height); A2 = 58,22 pieces (number of leaves); A2 = 779,88 g (fresh weight); and A3 = 505,60 g (dry weight). It concluded that all treatments applied with different doses of husk charcoal gave the best results in treatment A2 (husk charcoal 200 g) on the variables of plant height, number of leaves, and plant fresh weight, while on the variable dry weight of plants increased in treatment A3 (husk charcoal 250 g).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arang sekam terhadap pertumbuhan dan produksi Rumput Benggala (Panicum maximum). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang diukur dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, dan berat kering. Perlakuan yang diberikan berupa A0 (tanpa arang sekam), A1 (arang sekam 150 gr), A2 (arang sekam 200 gr), dan A3 (arang sekam 250 gr). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pertumbuhan tertinggi pada pelakukan tanaman A2 = 61,15 cm (tinggi tanaman); A2 = 58,22 lembar (jumlah daun); A2 = 779,88 g (berat segar); dan A3 = 505,60 g (berat kering). Disimpulkan bahwa semua perlakuan yang diaplikasikan dengan takaran arang sekam yang berbeda memberikan hasil terbaik pada perlakuan A2 (arang sekam 200 g) pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman, sedangkan pada variabel berat kering tanaman meningkat pada perlakuan A3 (arang sekam 250 g)
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING PADA MAHASISWA PRODI BIOLOGI, MATEMATIKA DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIMOR DI BENTANG ALAM LAHAN KERING
Pandemic Covid-19 have changed so many aspects in our lives including educational activities. Universitas Timor located in land arid area then influenced by it, in Biology, Information Technology and Maths students in versa. The aims of these research were to study about effecitivity in online learning implementation according to the students and lecturers and to study more what is the barriers and / or supports for the apply in three study program. Data collected using quetionnaires by filling google forms and interview to our respondents. They were students from Biology: 24, Information Technology: 83, Maths: 31 and lecturers: 9. The results performed that our respondents agreed to this implementation while avoiding Covid-19 spread among students and lecturers (Biology: 23, IT: 81, Maths: 30 and lecturers 9 people). Our students spent their own money from their parents to buy intenet debt majority around Rp50.000 - Rp100.000 in a moth (Biology: 12, IT: 47, Maths: 15). The students chosen googleclassroom, googlemeeting, zoommeeing, WAG and combine among them, respectively. Our lecturers and students still could do practices using less resources of laboratory and tools (Biology: 23, IT: 75, Maths: 21). And then the process still gave more progress to the students for their marks and knowledge accoding to them (Biology: 14, IT: 45, Maths: 20). To honest that the students more like to study face to face in class especially Biology and Maths students but neither for IT students.Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak aspek dan aktivitas di masyarakat termasuk pendidikan tinggi seperti di Universitas Timor yang terletak di daerah dengan ciri kawasan lahan kering. Mahasiswa yang ada di Program Studi Biologi, Matematika dan Teknologi Informasi juga mengalami hal tersebut. Tujuan penelitian untuk mempelajari penerapan sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online pada ketiga program studi tersebut dan mengkaji kendala dan /atau keunggulan yang dihadapi baik oleh mahasiswa dan para dosen saat menerapkan pembelajaran daring. Metode untuk mencuplik data adalah dengan penyebaran kuesioner melalui google form dan wawancara baik secara online dan wawancara langsung dengan responden mahasiswa Biologi (24), TI (83), Matematika (31) dan para dosen pengampu mata kuliah (9 orang). Hasil yang diperoleh bahwa hampir semua responden menyetujui pembelajaran daring oleh sebab sebagai bagian dari pencegahan penyebaran Covid-19 (Biologi: 23, TI: 81, Matematika: 30, dosen: 9 orang). Untuk pembelian paket data internet bahwa mayoritas mahasiswa membeli paket seharga Rp50.000 – Rp100.000 (Biologi: 12, TI: 47, Matematika: 15 orang). Mahasiswa dan dosen memilih untuk menggunakan media belajar daring pada ketiga prodi dengan preferensi pada googleclassroom, googlemeeting, zoommeeting, WA grup dan juga gabungan keempatnya. Para dosen dan mahasiswa masih tetap dapat melaksanakan praktikum dengan mengoptimalkan laboratorium dan alat yang ada (Biologi: 23, TI: 75, Matematika: 21 orang). Proses pembelajaran masih tetap memberikan pemahaman atas materi ajar dan masih dengan nilai yang baik yaitu IPK yang masih mengalami peningkatan (Biologi: 14, TI: 45, Matematika: 20 orang). Akan tetapi, untuk pilihan pembelajaran daring ini, mahasiswa Biologi dan Matematika merasa kesulitan dan lebih memilih pembelajaran tatap muka, sedangkan mahasiswa TI masih menyetujui pembelajaran daring