JOS - UNSOED (Jurnal Online Soedirman - Universitas Jenderal Soedirman)
Not a member yet
6212 research outputs found
Sort by
Keanekaragaman dan Identifikasi Terumbu Karang di Lokasi Snorkeling Pulau Pahawang, Lampung
Ekosistem terumbu karang sangat penting di perairan laut tropik, termasuk Indonesia. Terumbu karang di Indonesia sangat beragam. Baik perubahan lingkungan maupun aktivitas manusia, seperti pariwisata, dapat mengubah ekosistem terumbu karang dengan cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan spesies terumbu karang di dua lokasi snorkeling yang berbeda di Pulau Pahawang, Lampung. Penelitian dilakukan melalui metode survei eksploratif dengan pengamatan langsung tanpa sampel yang merusak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Resort Andreas ditemukan 9 famili, 13 genus, dan 17 spesies terumbu karang di spot snorkeling cukuh bedil Pelangi dan Embun. Acropporidae, Famili Poritidae, Faviidae, dan Fungiidae memiliki dua spesies masing-masing. Callyspongiidae, Caryophyllidae, Discosomidae, Faviidae, Millesporidae, dan Pectinidae adalah famili yang hanya memiliki satu spesies. Nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) sebesar 2,83 mengindikasikan tingkat keanekaragaman sedang dengan struktur komunitas yang relatif seimbang, meskipun jumlah spesies yang ditemukan tergolong terbatas. Hasil ini menegaskan bahwa ekosistem terumbu karang di lokasi penelitian masih memiliki variasi spesies yang cukup, namun memerlukan pengelolaan wisata bahari yang berkelanjutan untuk menjaga stabilitas dan mencegah penurunan keanekaragaman di masa mendatang.
Kata kunci: Identifikasi, Keanekaragaman, Lokasi Snorkeling, Pulau Pahawang, Terumbu Karang.Ekosistem terumbu karang sangat penting di perairan laut tropik, termasuk Indonesia. Terumbu karang di Indonesia sangat beragam. Baik perubahan lingkungan maupun aktivitas manusia, seperti pariwisata, dapat mengubah ekosistem terumbu karang dengan cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan spesies terumbu karang di dua lokasi snorkeling yang berbeda di Pulau Pahawang, Lampung. Penelitian dilakukan melalui metode survei eksploratif dengan pengamatan langsung tanpa sampel yang merusak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Resort Andreas ditemukan 9 famili, 13 genus, dan 17 spesies terumbu karang di spot snorkeling cukuh bedil Pelangi dan Embun. Acropporidae, Famili Poritidae, Faviidae, dan Fungiidae memiliki dua spesies masing-masing. Callyspongiidae, Caryophyllidae, Discosomidae, Faviidae, Millesporidae, dan Pectinidae adalah famili yang hanya memiliki satu spesies. Di dua lokasi snorkeling, Spot Pelangi dan Embun, dapat disimpulkan bahwa jumlah spesies terumbu karang di sana tidak banyak atau keanekaragamannya renda
Identifikasi Bryophyta Di Kawasan Air Terjun Kedung Kayang
Bryophyta merupakan tumbuhan tingkat rendah yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya pada lingkungan lembab seperti Kawasan air terjun. Meskipun keanekaragaman Bryophyta di Indinesia tergolong tinggi, data spesies di Kawasan Air Terjun Kedung Kayang, Magelang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan Bryophyta di Kawasan Air Terjun Kedung Kayang, Magelang, serta menganalisis kondisi abiotik yang mendukung pertumbuhannya. Pengambilan data dilakukan pada April 2025 menggunakan metode purposive sampling dengan model line transect sepanjang 10 m pada empat stasiun, masing-masing terdiri dari empat plot berukuran 1×1 meter. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, pengukuran faktor abiotik (suhu udara, suhu tanah, pH tanah, intensitas cahaya, dan kelembapan), serta identifikasi morfologi menggunakan mikroskop stereo dengan mengacu pada buku Tumbuhan Lumut di Kampus UGM serta didukung oleh aplikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 spesies Bryophyta yang tergolong dalam 5 kelas, 7 ordo, 11 famili, dan 13 genus. Kelas Bryopsida merupakan kelas yang paling mendominasi, dengan struktur morfologi yang adaptif terhadap berbagai substrat. Faktor abiotik lokasi penelitian berada pada kisaran optimal untuk pertumbuhan Bryophyta, yakni suhu udara 25℃, suhu tanah 21℃, pH tanah 5,9, intensitas cahaya 718 LUX, dan kelembapan udara 69,2%. Meskipun demikian, tingkat keanekaragaman spesies tergolong relatif terbatas, yang diduga disebabkan oleh keterbatasan luas area pengambilan sampel dan variasi substrat. Penelitian ini menegaskan pentingnya konservasi habitat alami sebagai tempat tumbuhnya tumbuhan Bryophyta.
Kata kunci: Bryophyta, Kedung Kayang, keanekaragaman hayati, faktor abiotikPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan Bryophyta di Kawasan Air Terjun Kedung Kayang, Magelang, serta menganalisis kondisi abiotik yang mendukung pertumbuhannya. Pengambilan data dilakukan pada April 2025 menggunakan metode purposive sampling dengan model line transect sepanjang 10 meter pada empat stasiun, masing-masing terdiri dari empat plot berukuran 1×1 meter. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, pengukuran faktor abiotik (suhu udara, suhu tanah, pH tanah, intensitas cahaya, dan kelembapan), serta identifikasi morfologi menggunakan mikroskop stereo dan bantuan aplikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 spesies Bryophyta yang tergolong dalam 5 kelas, 7 ordo, 11 famili, dan 13 genus. Kelas Bryopsida merupakan kelas yang paling mendominasi, dengan struktur morfologi yang adaptif terhadap berbagai substrat. Faktor abiotik lokasi penelitian berada pada kisaran optimal untuk pertumbuhan Bryophyta, yakni suhu udara 25℃, suhu tanah 21℃, pH tanah 5,9, intensitas cahaya 718 LUX, dan kelembapan udara 69,2%. Meskipun demikian, tingkat keanekaragaman spesies tergolong rendah, yang diduga disebabkan oleh keterbatasan luas area pengambilan sampel dan variasi substrat. Penelitian ini menegaskan pentingnya konservasi habitat alami sebagai tempat tumbuhnya tumbuhan Bryophyta
PENGARUH PENGGUNAAN KONTEN SOSIAL-POLITIK PADA MEDIA SOSIAL TERHADAP PARTISIPASI POLITIK MAHASISWA FISIP UNSOED ANGKATAN 2024
Artikel ini menganalisis pengaruh penggunaan konten sosial-politik terhadap partisipasi politik mahasiswa FISIP Unsoed angkatan 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei eksplanatif untuk melihat pengaruh antara intensitas akses konten sosial-politik dan tingkat partisipasi politik mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear sederhana, serta uji t untuk menguji signifikansi pengaruh antarvariabel. Jumlah sampel yang digunakan 273 mahasiswa untuk mewakili lima jurusan di FISIP Unsoed. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa paling banyak mengakses konten informatif seperti berita dan kebijakan politik, sementara konten edukasi dan advokasi jarang diakses. Bentuk partisipasi politik yang paling dominan dilakukan mahasiswa adalah membagikan pamflet politik dan yang paling rendah adalah membuat konten politik sendiri serta sebagian kecil hanya memberikan komentar pada konten politik di media sosial. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh signifikan, di mana meningkatnya intensitas interaksi dengan konten sosial-politik turut meningkatkan partisipasi politik mahasiswa baik secara daring maupun luring.This article analyzes the influence of socio-political content usage on the political participation of students from the Faculty of Social and Political Sciences, Unsoed, class of 2024. The research method used was quantitative with an explanatory survey approach to examine the influence between the intensity of socio-political content access and the level of student political participation. Data were collected through questionnaires and analyzed using validity tests, reliability tests, simple linear regression, and t-tests to test the significance of the influence between variables. The sample size used was 273 students representing five departments at the Faculty of Social and Political Sciences, Unsoed. The research findings indicate that students mostly access informative content such as news and political policies, while educational and advocacy content is rarely accessed. The most dominant form of political participation carried out by students is distributing political pamphlets, the least is creating their own political content, and a small number only comment on political content on social media. The results of the regression analysis indicate a significant influence, where increasing the intensity of interaction with socio-political content also increases student political participation both online and offline
Penguatan Branding, Digital Marketing, dan Sistem Keuangan pada UMKM Kadai Anugrah Oleh-Oleh Khas Minang
Kadai Anugrah is a micro, small, and medium enterprise (MSME) located in Tanah Datar, West Sumatra, that produces various Minangkabau specialty foods such as dendeng balado, kue kering, and keripik as ready-to-eat culinary souvenirs. The business already owns a Business Identification Number (NIB) and halal certification for dry food products, but still faces challenges in marketing expansion, financial recording, and optimization of digital platforms. This community service program aims to strengthen business planning, branding, digital marketing, and simple financial management systems for Kadai Anugrah. The methods used include consultation and mentoring, training on business proposal preparation and SWOT analysis, development and optimization of Instagram and marketplace accounts, improvement of product packaging and brand storytelling, as well as preparation of simple financial report templates and digital cash flow recording. The mentoring results show that Kadai Anugrah has clarified its vision and mission, compiled an initial business proposal, updated and optimized its Instagram profile, created marketplace accounts (Tokopedia and Shopee), improved packaging with bilingual labels and clear serving and storage instructions, and started using a simple digital cash transaction application and Excel-based cash flow templates. In addition, there was an increase in sales performance in the September–early December 2025 period with total revenue reaching IDR 21,650,000, supported by offline sales, PO via WhatsApp and Instagram, and participation in MSME bazaars. The program concludes that integrated mentoring in business planning, branding, digital marketing, and financial management can enhance the readiness of Kadai Anugrah to scale up and expand its market as a typical Minangkabau culinary.Kadai Anugrah merupakan usaha mikro kecil menengah yang berlokasi di Tanah Datar, Sumatera Barat, dengan produk utama makanan siap saji khas Minangkabau seperti dendeng balado, kue kering, dan keripik sebagai oleh-oleh khas Minang. Usaha ini telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal untuk produk kue kering serta makanan ringan siap santap, namun masih menghadapi tantangan dalam perluasan pemasaran, pencatatan keuangan, dan pemanfaatan platform digital secara optimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat perencanaan usaha, branding, pemasaran digital, dan sistem pengelolaan keuangan sederhana pada Kadai Anugrah. Metode yang digunakan meliputi konsultasi dan pendampingan, pelatihan penyusunan proposal bisnis dan analisis SWOT, pengembangan dan optimalisasi akun Instagram dan marketplace, perbaikan kemasan dan storytelling merek, serta penyusunan template laporan keuangan sederhana dan pencatatan arus kas secara digital. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa Kadai Anugrah telah memiliki rumusan visi dan misi yang lebih jelas, menyusun proposal bisnis awal, meng-update dan mengoptimalkan profil Instagram, membuka akun di Tokopedia dan Shopee, meningkatkan kualitas kemasan dengan label dwibahasa serta petunjuk penyajian dan penyimpanan, dan mulai menggunakan aplikasi transaksi kas serta template arus kas berbasis Excel. Selain itu, kinerja penjualan periode September–awal Desember 2025 menunjukkan total pendapatan Rp21.650.000, yang didukung oleh penjualan offline, sistem pre-order melalui WhatsApp dan Instagram, serta partisipasi dalam beberapa bazar UMKM. Program ini menyimpulkan bahwa pendampingan terpadu dalam aspek perencanaan bisnis, branding, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan dapat meningkatkan kesiapan Kadai Anugrah untuk scale up dan memperluas jangkauan pasar sebagai UMKM kuliner khas Minangkabau
Effectiveness of Healthy Lifestyle Education through Card Games for The Early Detection and Prevention of Cancer in Women: A Quasi-Experimental Study
Cancer prevention and early detection efforts in Indonesia remain suboptimal, primarily due to limited public awareness. Therefore, this study evaluated the effectiveness of a card game–based educational intervention in improving women’s knowledge of early cancer detection and healthy lifestyle practices. The researchers employed a quasi-experimental design involving 70 women in Depok and Jakarta, with 40 assigned to the intervention group and 30 to the control group. Eligible participants completed a validated questionnaire before and after the intervention. The intervention group received an interactive education session using card games, while the control group received a standard informational brochure. The ANCOVA analysis revealed a significant increase in post-test knowledge scores in both the intervention and control groups (mean square = 190.301, p < 0.05). However, a significant difference in knowledge score improvement was observed in the intervention group (mean square = 23.618, p < 0.05). These findings suggest that card game–based educational interventions have the potential to improve public understanding of cancer prevention and early detection. It is recommended that larger randomized controlled trials integrate this card game into community health activities (such as school-based programs) to ensure broader engagement and the sustainability of cancer awareness initiatives
Pengaruh Pemberian Daun Ketapang Terhadap Survival Rate Ikan Cupang (Betta splendens) Jantan Strain Halfmoon
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pemberian Daun Ketapang Terhadap Survival Rate Ikan Cupang (Betta splendens) Jantan Strain Halfmoon”. Ikan cupang strain halfmoon adalah salah satu jenis ikan yang memiliki keunikan dan estetik yang tinggi. Salah satu ancaman kegiatan budidaya ikan cupang yang dihadapi yaitu adanya serangan penyakit. Bahan alami yang mempunyai potensi sebagai antibakteri, antijamur, dan antiparasit yaitu daun ketapang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian daun ketapang terhadap survival rate ikan cupang (Betta splendens) jantan strain halfmoon. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2024 – Januari 2025 di Laboratorium Organisme Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian ini menggunakan RAL dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian daun ketapang dengan dosis I (1 g/L), II (1.5 g/L), III (2 g/L), IV (kontrol), tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap survival rate ikan cupang jantan strain halfmoon. Hasil pengukuran kualitas air berada dalam kisaran optimal selama pemeliharaan. Pemberian dosis daun ketapang pada penelitian ini tidak memberikan pengaruh terhadap survival rate ikan cupang (Betta splendens) jantan strain halfmoon ditunjukan dengan kelangsungan hidup sebanyak 100% pada saat penelitian
Peran Mikroorganisme Menguntungkan dalam Pengendalian AHPND pada Budidaya Udang: Sebuah Tinjauan
ABSTRAK
Penyakit Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) merupakan salah satu ancaman utama dalam budidaya udang yang disebabkan oleh Vibrio parahaemolyticus pembawa plasmid toksin PirAB. Upaya pengendalian konvensional berbasis antibiotik telah memunculkan permasalahan resistensi antimikroba dan kerusakan mikrobiota usus. Artikel ini merupakan tinjauan pustaka yang bertujuan untuk mengevaluasi potensi mikroorganisme, khususnya genus Bacillus, sebagai agen biokontrol alternatif dalam mengendalikan AHPND. Berbagai riset yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir dianalisis secara kritis untuk menilai efektivitas, mekanisme kerja, dan tantangan aplikatif probiotik mikroorganisme terhadap AHPND. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa strain Bacillus, seperti B. subtilis, B. licheniformis, dan B. velezensis, mampu menekan infeksi AHPND secara signifikan melalui produksi senyawa antibakteri dan stimulasi imun udang. Artikel ini juga mengungkap adanya ketidakkonsistenan metodologis dalam pengujian efektivitas probiotik dan pentingnya harmonisasi eksperimen untuk pengembangan probiotik skala industri. Kajian ini memberikan perspektif ilmiah berbasis bukti mengenai peran mikroorganisme dalam akuakultur berkelanjutan bebas antibiotik.
Kata kunci: AHPND, Bacillus, biokontrol, probiotik, Vibrio parahaemolyticu
Analysis of Sharia Investment and its Influence on Muslim Investors’ Decision-Making in Indonesia
Indonesia, as the country with the largest Muslim population in the world, has enormous potential for developing Sharia-compliant investments. Sharia investment is a capital investment system based on Islamic principles, free from riba (usury), gharar (gharar), and maysir (gambling), and emphasizes the values of justice, transparency, and sustainability in economic activities. Sharia investment is expected to provide an alternative financial system that is not solely oriented towards financial gain but also aligns with the ethical and social values of the Muslim community. This article aims to analyze the concept of Sharia investment and examine the factors influencing Muslim investors' decisions in selecting Sharia-compliant investment instruments in Indonesia. The research method used is a qualitative descriptive approach through a literature review of recent scientific journals, reference books, and official reports from Sharia financial institutions and regulators. The study results indicate that Sharia financial literacy plays a significant role in shaping investors' understanding and attitudes toward Sharia investment. Furthermore, risk perception, return levels, and trust in Sharia financial institutions and Sharia supervision have been shown to significantly influence investment decisions. These findings underscore the importance of improving education, transparency, and institutional strengthening to encourage sustainable growth of sharia investment in Indonesia
Perbandingan Exponential Smoothing With Trend dan Linear Trend Line pada Peramalan Penjualan Topsin 500 SC
Suatu perusahaan dalam kondisi ideal diharapkan dapat meramalkan penjualan dengan akurasi tinggi sehingga produksi, persediaan, dan distribusi dapat dikelola secara optimal. Hal ini akan membantu PT. XYZ menjaga ketersediaan produk, meminimalkan risiko kelebihan atau kekurangan stok, dan menghindari biaya tambahan akibat ketidakseimbangan antara permintaan dan persediaan. Namun kenyataannya, metode peramalan penjualan yang digunakan PT. XYZ masih bersifat manual dan belum mampu menangkap perubahan permintaan secara akurat dalam menghadapi fluktuasi tajam pada penjualan Topsin 500 SC. Ketidakakuratan dalam peramalan tersebut menyebabkan perusahaan menghadapi risiko overstock. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil peramalan dari dua metode peramalan yang lebih efektif dalam meramalkan penjualan Topsin 500 SC dan memverifikasi akurasi metode peramalan terpilih. Penelitian ini menggunakan metode Exponential Smoothing with Trend dan Linear Trend Line. Peta tracking signal digunakan untuk memverifikasi metode peramalan terbaik yang telah dipilih. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan MAD, MSE, dan MAPE terkecil berada pada metode Linear Trend Line yang memiliki MAD sebesar 1.529,314, nilai MSE sebesar 5.743.558 dan nilai MAPE sebesar 10,956%. Metode Linear Trend Line terverifikasi menjadi metode yang paling efektif dan memiliki tingkat akurasi peramalan di masa mendatan
TINJAUAN LITERATUR: PENGARUH TEMPERATUR HOT EXTRUSION PADUAN MAGNESIUM TERHADAP MIKROSTRUKTUR DAN SIFAT MEKANIK
This literature review examines the effect of temperature changes in the hot extrusion process on the microstructure and mechanical properties of various magnesium alloys. The analysis was conducted by reviewing several previous studies that focused on temperature parameters, dynamic recrystallization, crystal texture, grain size, and second phase distribution on the mechanical performance of various magnesium alloys. The literature review method was applied through the stages of identifying relevant sources, evaluating the suitability of the theme, and analyzing the relationship between previous research findings. The results of the study indicate that increasing the extrusion temperature generally accelerates the dynamic recrystallization mechanism and refines the grains, thereby improving the microstructural homogeneity and ductility of the material. However, excessively high temperatures trigger abnormal grain growth and dissolution of the reinforcing phase, which causes a decrease in tensile strength in alloys such as Mg-2Y-1Zn-0.6Zr, Mg-4Zn-1Mn-0.5Ca, and Mg-Zn-Ca. Meanwhile, intermediate temperatures (300–340 °C) have been shown to provide an optimal combination of strength, ductility, and structural stability in most of the alloys reviewed. Overall, this study confirms that temperature control is the most crucial factor in determining the success of the hot extrusion process and the final quality of the magnesium alloy.Tinjauan literatur ini mengulas pengaruh perubahan temperatur dalam proses ekstrusi panas terhadap mikrostruktur dan sifat mekanik berbagai paduan magnesium. Analisis dilakukan dengan meninjau sejumlah penelitian terdahulu yang memfokuskan parameter temperatur, rekristalisasi dinamis, tekstur kristal, ukuran butir, serta distribusi fasa kedua terhadap performa mekanik berbagai paduan magnesium. Metode tinjauan literatur diterapkan melalui tahapan identifikasi sumber relevan, evaluasi kesesuaian tema, dan analisis keterkaitan antar temuan penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur ekstrusi umumnya mempercepat mekanisme rekristalisasi dinamis dan memperhalus butir, sehingga meningkatkan homogenitas mikrostruktur serta keuletan material. Namun, temperatur yang terlalu tinggi memicu pertumbuhan butir abnormal dan pelarutan fasa penguat yang menyebabkan penurunan kekuatan tarik pada paduan seperti Mg-2Y-1Zn-0.6Zr, Mg-4Zn-1Mn-0.5Ca, dan Mg-Zn-Ca. Sementara itu, temperatur menengah (300–340 °C) terbukti memberikan kombinasi optimal antara kekuatan, keuletan, dan stabilitas struktur pada sebagian besar paduan yang ditinjau. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa kontrol temperatur merupakan faktor paling krusial dalam menentukan keberhasilan proses hot extrusion dan kualitas akhir paduan magnesium