JOS - UNSOED (Jurnal Online Soedirman - Universitas Jenderal Soedirman)
Not a member yet
    6212 research outputs found

    ADVOKASI SEBAGAI STRATEGI PROMOSI KESEHATAN UNTUK MENCEGAH KEMATIAN IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMBARAN I KABUPATEN BANYUMAS

    Get PDF
    Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Banyumas belum mencapai target. Strategi promosi kesehatan berupa advokasi diperlukan untuk mencegah kematian ibu. Puskesmas Kembaran I telah melakukan upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, namun belum optimal untuk mencegah kematian ibu. Permasalahan pada mitra belum adanya komitmen yang kuat dari stakeholder di wilayah Puskesmas Kembaran I. Pengabdian masyarakat penerapan ipteks ini bertujuan meningkatkan pemahaman, sikap serta komitmen stakeholder untuk mendukung program penurunan AKI. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan tiga metode proses advokasi stakeholder yaitu presentasi isu kesehatan kematian ibu, diskusi serta negosiasi untuk mendapatkan komitmen stakeholder. Hasil dari pengabdian ini adalah adanya peningkatan nilai rata-rata pada pengetahuan (9,65 menjadi 9,83) dan niat/kesediaan (9,87 menjadi 9,91) stakeholder dan tertandatanganinya komitmen upaya pencegahan kematian ibu oleh para stakeholder. Berdasarkan advokasi desa yang belum memiliki ambulance desa memusyawarahkan anggaran untuk pengadaan dan memulai mengkoordinasikan penandaan rumah ibu hamil risiko tinggi

    Pelatihan Pembuatan Urea Molases Blok (Umb) Sebagai Pakan Suplemen Untuk Sapi Potong Di Kelompok Tani Ciwunut Pekuncen Kabupaten Banyumas

    Get PDF
    Suatu kegiatan penerapan IPTEKS telah dilakukan di Kelompok Tani Ciwunut Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas.  Kelompok tani tersebut merupakan kelompok tani peternak sapi potong yang berlokasi di Grumbul/Dusun Karangblimbing, tepatnya di Rt.05/Rw.07 desa Pekuncen.  Potensi Desa Pekuncen sangat menonjol pada tanaman pangan terutama padi sawah dan sayuran, sehingga limbah padi berupa jerami padi melimpah.  Tujuan kegiatan IPTEKS adalah untuk membantu memecahkan masalah dalam penyediaan dan pembuatan pakan suplemen sapi potong di kelompok mitra, akibat dari pakan dasar yang berupa jerami padi. Diharapkan hasil pelatihan yang telah dilaksanakan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam membuat pakan suplemen, yaitu Urea Molases Blok (UMB) dengan memanfaatkan bahan pakan lokal seoptimal mungkin.  Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan performans ternak sapi potong dan keuntungan beternak sapi potong.  Khalayak yang menjadi sasaran dari kegiatan ini adalah Kelompok Tani Sapi Potong Ciwunut Rt.05/Rw.07 Desa Pekuncen Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas sebanyak 28 orang sebagai anggota kelompok sekaligus sebagai kepala keluarga.  Metode yang dilakukan untuk mencapai tujuan IPTEKS ini adalah pelatihan dengan demonstrasi pembuatan UMB meliputi ceramah, diskusi dan praktek. Evaluasi dilaksanakan melalui tes sebelum dan sesudah pelatihan yang meliputi teori maupun praktek.  Hasil Pre test dan Post test yang dilakukan terbukti bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang pelatihan.  Hasil Pre test diperoleh   rataan nilai 41,88 ± 17,34 adapun hasil nilai Post test diketahui meningkat dengan rataan nilai 82,50 ± 14,28, terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sebesar 96,99%.   Disimpulkan bahwa kelompok Tani Ciwunut terbukti perlu mendapatkan pelatihan pembuatan Urea Molases Blok sebagai pakan suplemen pada sapi potong

    Peran Koperasi LKM-A PUAP Subur Terhadap Permodalan Petani di Kabupaten Purbalingga

    No full text
    Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) sebagai program yang dijalankan oleh Kementerian Pertanian tahun 2008 untuk membantu permodalan usaha bagi petani dalam bentuk kredit mikro agar dapat meningkatkan kesejahteraannya. Program ini dikelola oleh Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) yang dibentuk oleh Gapoktan. Koperasi LKMA PUAP Subur merupakan salah satu LKMA yang masih beroperasi sejak tahun 2010 di Kabupaten Purbalingga, tepatnya di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran Koperasi LKMA PUAP Subur terhadap permodalan petani dan mengidentifikasi berbagai aspek yang berperan pada LKMA PUAP Subur sebagai bahan kajian untuk keberlanjutan co-operative entrepreneurship. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2024 dengan jumlah responden sebanyak 50 responden yang merupakan anggota Koperasi LKMA PUAP dan memiliki usahatani Padi. Teknik Pengambilan sampel yang digunakan adalah Teknik Probability Sampling, memberikan peluang sama bagi setiap anggota dalam populasi. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) PUAP Subur di Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga sudah menjalankan perannya sebagai sumber permodalan bagi petani. Beberapa peran yang sudah dijalankan oleh LKMA adalah berperan dalam permodalan bagi petani, peningkatan akses modal, membantu dalam meningkatkan produksi dan produktivitas, mendorong usaha agribisnis petani dan berperan mendorong perekonomian perdesaan. Aspek internal yang ada dalam Koperasi LKMA PUAP Subur mampu membantu dalam kinerja pengurus dalam menyediakan modal bagi para petani serta aspek eksternal sebagai pendorong Lembaga agar dapat terus mendorong petani agar dapat tumbuh dan berkembang dalam melakukan usahataninya sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani

    PENGARUH SUHU PENYIMPANAN HUMAN PLATELET LYSATE (HPL) TERHADAP KUALITAS PROLIFERASI KULTUR SEL PRIMER GINJAL MENCIT (Mus musculus)

    Get PDF
    Human platelet lysate (HPL) berpotensi sebagai alternatif dari Fetal Bovine Serum (FBS) untuk media kultur sel. HPL diproduksi dari Thrombocyte Concentrate (TC) berkualitas yang telah melewati masa simpan melalui siklus freeze thawing. Penelitian bertujuan untuk  mengevaluasi pengaruh suhu penyimpanan HPL terhadap kadar glukosa dan protein total serta menentukan konsentrasi HPL yang efektif mendukung proliferasi kultur sel primer ginjal mencit. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 tahap.  Pada tahap 1 diuji efek suhu (-20°C dan -80°C) dan lama penyimpanan HPL (1-4 minggu) terhadap kandungan glukosa dan protein total. Pada tahap 2 diuji efek HPL yang telah disimpan pada tahap-1 dengan konsentrasi masing-masing 5% dan 10% serta 10% FBS sebagai kontrol terhadap sel-sel ginjal mencit (Mus musculus). Kultur dilaksanakan selama 2 hari dalam DMEM yang mengandung serum uji, 5% penicillin-streptomycin, dan 0,5% fungizone. Variabel kultur berupa densitas, viabilitas dan morfologi sel. Penyimpanan HPL pada suhu -20oC dan -80oC tidak secara signifikan berpengaruh terhadap kadar glukosa namun menurunkan kadar protein total dalam HPL. Sel-sel ginjal mencit yang dikultur dalam medium dengan suplemen HPL 5% yang telah disimpan pada -80oC memiliki viabilitas tertinggi (83,13±2,71%) dan densitas tertinggi (2,0±0,5x105 sel/mL). Sel hasil kultur memiliki bentuk bulat namun belum dapat diindentifikasi tpe sel secara spesifik. Berdasarkan kadar glukosa dan protein total kualitas HPL dapat dipertahankan pada suhu suhu -20oC maupun -80oC. Profilerasi dan viabilitas sel-sel ginjal mencit tertinggi dapat diperoleh dengan menambahkan 5%HPL (yang telah disimpan pada -80oC) ke dalam medium kultur

    Pelatihan Pembuatan Konten Marketing di BUMDES Mitra Usaha Sejahtera Desa Cikakak

    Get PDF
    Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh BUMDes Mitra Usaha Sejahtera adalah keterbatasan ketrampilan pembuatan konten untuk promosi, sehingga mitra belum maksimal memanfaatkan digital marketing untuk membantu promosi usaha yang ada di BUMDes. Tujuan di adakannya kegiatan pelatihan ini bagi pengelola BUMDes adalah untuk membantu pengelola BUMDes Mitra Usaha Sejahtera supaya bisa membuat konten marketing yang berguna untuk mempromosikan unit usaha BUMDes khususnya unit usaha yang berkaitan dengan wisata. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan pengelola BUMDes mampu memaksimalkan digital marketing untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pendekatan yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan mitra yaitu dengan metode pelatihan dan pendampingan. Pelatihan yang diberikan dengan memberikan materi mengenai konten marketing dan pendampingan yang dilakukan dengan tahapan yaitu perencanaan, pembuatan dan evaluasi konten marketing. Hasil dari program pelatihan dan pendampingan ini adalah progres kemajuan kemampuan pengelola BUMDes dalam membuat konten marketing. Tingkat keberhasilan dalam program ini dengan membandingkan kondisi awal sebelum dilakukan program dan kondisi akhir setelah dilakukan program pelatihan pembuatan konten marketing di BUMDes Mitra Usaha Sejahtera Desa Cikakak

    Pemberdayaan Staf dan Kader Yayasan Cerdas Bersinergi Dalam Upaya Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di Cilacap

    Get PDF
    Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) merupakan makanan siap saji yang sering dikonsumsi oleh sebagian besar anak sekolah. PJAS menyumbang sebesar 31,1% kebutuhan kalori dan 27,4% protein bagi anak sekolah. Namun, PJAS seringkali tidak aman karena kemungkinan adanya cemaran biologi dan kimia. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, didapatkan bahwa masih banyak dari penyedia PJAS yang tidak pernah mendapatkan pengetahuan khusus mengenai mutu dan keamanan PJAS, tidak pernah berusaha untuk membaca buku tentang persyaratan mutu dan keamanan PJAS, serta tidak pernah mendapatkan pelatihan yang berhubungan dengan mutu dan keamanan PJAS. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai pentingnya mutu dan keamanan PJAS di Cilacap melalui staf dan kader Yayasan Cerdas Bersinergi. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi dan pemutaran video. Dari hasil kuesioner sebelum kegiatan diketahui bahwa 46,875% peserta sangat kurang, 31,25% peserta kurang, 21,875% peserta cukup dan 0% peserta yang sudah betul-betul memahami mutu dan keamanan PJAS. Setelah kegiatan diketahui bahwa 18,75% peserta cukup dan 81,25% peserta yang sudah betul-betul memahami mutu dan keamanan PJAS. Sehingga dengan adanya kegiatan ini peserta mendapatkan peningkatan pengetahuan mutu dan keamanan PJAS. Dan dengan diberikan leaflet, peserta dapat mengingat kembali materi dan mampu menyebarkan materi ke para penyedia PJAS

    Gambaran Fibrosis Tubulus Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus) Hiperurisemik Yang Diberikan Bawang Hitam

    Get PDF
    Hyperuricemia can cause damage to the kidneys through activation of the inflammatory cascade and an increase in free radicals. The level of damage that occurs in the kidneys can be seen through the picture of renal tubular fibrosis.  Black garlic contains s-alyl cistein (SAC), tetrahydro-β-carbolines, alkaloids, and flavonoids that are thought to inhibit the work of the xanthine oxidase enzyme so that it can reduce uric acid and repair kidney damage that has occurred. The short-term goal of this study was to determine the picture of renal tubular fibrosis in hyperuricemic white rats given black garlic. The long-term goal to be achieved is the use of black garlic for prevention and or overcoming the negative effects of hyperuricemia on the kidneys. Rats were grouped into five groups: positive control, allopurinol group, 240mg, 480mg and 960mg black garlic groups. Induction of hyperuricemia was carried out by injection of potassium oxonate and the addition of cow brain for 14 days, followed by treatment. At the end of the study, termination and organ harvesting will be done to examine the picture of renal tubular fibrosis. This study is an experimental study. The results showed that the administration of various doses of black garlic can reduce fibrosis in hyperuricemia white rats (Rattus novergicus).Hiperurisemia dapat dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal melalui aktivasi kaskade inflamasi dan peningkatan radikal bebas. Tingkat kondisi kerusakan yang terjadi pada ginjal dapat dilihat salah satunya melalui gambaran fibrosis tubulus ginjal.  Bawang  hitam mengandung s-alyl cistein (SAC), tetrahydro-β-carbolines, alkaloid, dan flavonoid yang diduga  menghambat kerja dari enzim xanthine oksidase sehingga dapat menurunkan asam urat dan memperbaiki kerusakan ginjal yang telah terjadi. Tujuan jangka pendek penelitian ini untuk mengetahui gambaran fibrosis tubulus ginjal tikus putih hiperurisemik yang diberi bawang hitam. Tujuan jangka panjang yang ingin dicapai yaitu pemanfaatan bawang hitam untuk pencegahan dan atau mengatasi dampak negatif hiperurisemia terhadap ginjal. Tikus dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu kontrol control positif, kelompok allopurinol, kelompok bawang hitam dosis 240mg, 480mg dan 960mg. Induksi hiperurisemia dilakukan dengan injeksi kalium oksonat dan penambahan otak sapi selama 14 hari, dilanjutkan bersama dengan pemberian perlakuan. Pada akhir penelitian, akan dilakukan terminasi dan pengambilan organ untuk pemeriksaan gambaran fibrosis tubulus ginjal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Hasil didapatkan bahwa pemberian bawang hitam berbagai dosis dapat mengurangi fibrosis pada tikus putih (Rattus novergicus) hiperurisemi

    Steroids Produced by Endophytic Fungi (Fusarium phaseoli) Isolated from Chisocheton macrophyllus and their Antibacterial Activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureuss

    No full text
    ABSTRACT. Steroids are secondary metabolic derivatives of terpenes containing the tetracyclic ring system known to exhibit fascinating pharmacological activity. Steroids are distributed in various genera of endophytic fungi including Fusarium genus which lives inside a higher tree such as Chisocheton macrophyllus. The purpose of this research is to identify and characterize the chemical structure of steroids generated by F. phaseoli, an endophytic fungus obtained from C. macrophyllus roots, as well as to assess their antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The brown rice medium was fermented with F. phaseoli for six weeks before extraction with ethyl acetate. The extracts yielded four compounds, identified using spectroscopic methods such as FTIR, HRTOF-MS, 1D, and 2D NMR, and then compared to previously described compounds. Compounds 1-4 were identified as ergosterol (1), ergosterol peroxide (2), atroside (3), and cerevisterol (4). The four isolated compounds were evaluated for antibacterial activity against Staphylococcus aureus ATCC 6538 and Escherichia coli ATCC 11229 and displayed activity with MIC50 values of 500 µg/mL.   Keywords: Antibacterial activity; Chisocheton macrophyllus; Fusarium phaseoli; steroids

    Body Composition and Digestive Enzyme Activity of Hard-Lipped Barb (Osteochilus vittatus) Feed with Supplementation of Spirulina platensis and Chlorella vulgaris

    Get PDF
    ABSTRACT. Cultivation of hard-lipped barb (Osteochilus vittatus) increased in the district of Banyumas, Indonesia. Supplementation Spirulina platensis and Chlorella vulgaris has lots utilized in field aquaculture as high nutritious food to increase fish production. Evaluation digestibility to S. platensis and C. vulgaris in hard-lipped barb fish can done with measurement composition body and activity enzyme digestion. The purpose of this study was to know the influence of supplementation of S. platensis and C. vulgaris and to find the most appropriate composition of supplementation to enhance body composition and digestive enzyme activity of hard-lipped barb. The study was conducted experimentally with completely randomized design (CRD) and consisting of five Treatments: P0 = without supplementation as control; P1 = S. platensis 6 g.kg-1; P2 = C. vulgaris 4 g.kg-1; P3 = ( S. platensis 3 g + C. vulgaris 2 g).kg-1; and P4 = ( S. platensis 2 g + C. vulgaris 3 g).kg-1, in four replicates. The results showed S. platensis and C. vulgaris increase hard-lipped barb protein, fat and fiber levels. C. vulgaris and combinations of S. platensis + C. vulgaris enhance activity trypsin-like, lipase, amylase, and alkaline phosphatase in foregut, hindgut, and hepatopancreas. C. vulgaris and S. platensis can be given as supplement of hard-lipped barb feed to enhance enzyme activity that contributing digestion​ to enhance body composition.   Keywords: body composition, Chlorella vulgaris, enzyme, Osteochilus vittatus, Spirulina platensi

    Potensi Terapi Kombinasi Ekstrak Piper crocatum dan Tinospora crispa dalam Memperbaiki Skin barrier Mencit Hiperglikemia

    Get PDF
    Hiperglikemia kronis dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk kerusakan pada Skin barrier. Ekstrak Piper crocatum dan Tinospora crispa diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin yang berpotensi memperbaiki gejala tersebut. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengevaluasi efek kombinasi ekstrak P. crocatum dan T. crispa terhadap gejala kerusakan Skin barrier pada mencit hiperglikemia, menggunakan desain eksperimental dengan model mencit hiperglikemia yang dibagi menjadi enam kelompok perlakuan dengan dosis berbeda dari ekstrak kombinasi. Efek terapi diuji melalui pengamatan gejala iritasi dan infeksi, hiperpigmentasi, dan lama penyembuhan luka. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak P. crocatum dan T. crispa secara signifikan memperbaiki gejala kerusakan Skin barrier melalui aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Selain itu, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kombinasi ekstrak ini bekerja melalui mekanisme perlindungan seluler terhadap stres oksidatif serta modulasi respon inflamasi, yang berkontribusi pada peningkatan fungsi Skin barrier. Analisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol negatif (p < 0,05), yang diperkuat dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Dengan demikian, kombinasi ekstrak P. crocatum dan T. crispa membuka peluang bagi pengembangan terapi berbasis bahan alami dalam menangani komplikasi hiperglikemia, khususnya yang berhubungan dengan kesehatan kulit. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanan ekstrak ini dalam skala klinis. Kata kunci : Piper crocatum, Tinospora crispa, Skin barrier, hiperglikemia, antiinflamasi, antioksidanHiperglikemia kronis dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk kerusakan pada Skin barrier. Ekstrak Piper crocatum dan Tinospora crispa diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin yang berpotensi memperbaiki gejala tersebut. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengevaluasi efek kombinasi ekstrak P. crocatum dan T. crispa terhadap gejala kerusakan Skin barrier pada mencit hiperglikemia, menggunakan desain eksperimental dengan model mencit hiperglikemia yang dibagi menjadi enam kelompok perlakuan dengan dosis berbeda dari ekstrak kombinasi. Efek terapi diuji melalui pengamatan gejala iritasi dan infeksi, hiperpigmentasi, dan lama penyembuhan luka. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak P. crocatum dan T. crispa secara signifikan memperbaiki gejala kerusakan Skin barrier melalui aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Selain itu, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kombinasi ekstrak ini bekerja melalui mekanisme perlindungan seluler terhadap stres oksidatif serta modulasi respon inflamasi, yang berkontribusi pada peningkatan fungsi Skin barrier. Analisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol negatif (p < 0,05), yang diperkuat dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Dengan demikian, kombinasi ekstrak P. crocatum dan T. crispa membuka peluang bagi pengembangan terapi berbasis bahan alami dalam menangani komplikasi hiperglikemia, khususnya yang berhubungan dengan kesehatan kulit. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanan ekstrak ini dalam skala klinis. Kata kunci : Piper crocatum, Tinospora crispa, Skin barrier, hiperglikemia, antiinflamasi, antioksida

    5,026

    full texts

    6,212

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOS - UNSOED (Jurnal Online Soedirman - Universitas Jenderal Soedirman)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇