JOS - UNSOED (Jurnal Online Soedirman - Universitas Jenderal Soedirman)
Not a member yet
    6212 research outputs found

    Antara Citra dan Konsumsi (Strategi Endorsemen Selebriti dalam Membangun Loyalitas Merek pada Generasi Milenial dan Gen Z)

    No full text
    Di era digital yang terus berkembang, strategi endorsement selebriti berperan penting dalam membentuk loyalitas merek, terutama di kalangan milenial dan Gen Z. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendeketamn studi literatur dan analisis konten multi-platform untuk menelusuri bagaimana selebriti memengaruhi persepsi dan keterikatan konsumen terhadap brand. Hasilnya menunjukkan bahwa endorsement yang otentik, konsisten, dan tersebar di berbagai platform mampu menciptakan pengalaman merek yang emosional dan personal. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi berbasis data, adaptif terhadap teknologi seperti AI dan metaverse, serta responsif terhadap tantangan etika dan kejenuhan audiens. Kesimpulannya, keberhasilan endorsement terletak pada kemampuan selebriti dalam menyampaikan narasi yang relevan dan membangun koneksi emosional yang kuat dan berkelanjutan

    MODEL PREDATOR-PREY DENGAN KONTROL OPTIMAL PADA BUDIDAYA BAWANG MERAH

    Get PDF
    Lahan pertanian bawang merah menciptakan interaksi predator–prey antara lalat pengorok daun sebagai hama dan pestisida sebagai agen pengendali yang digunakan oleh petani. Artikel ini membahas penerapan model matematika predator–prey pada budidaya bawang merah di Kalurahan Selopamioro, Imogiri, Bantul. Interaksi antara predator dan prey dimodelkan secara matematis menggunakan fungsi respon Holling-Tanner, dengan pendekatan numerik melalui metode Runge-Kutta orde empat untuk menganalisis kestabilan titik ekuilibrium. Model kemudian dikembangkan dengan penambahan kontrol optimal berupa pengambilan hama secara manual oleh manusia dan pengurangan dosis insektisida, dengan tujuan meningkatkan produktivitas bawang merah melalui pengendalian hama yang lebih efektif. Penyelesaian kondisi state dan co-state dilakukan menggunakan metode Forward–Backward Sweep berbasis Runge-Kutta orde empat pada fungsi Hamiltonian. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan kontrol secara signifikan menurunkan populasi lalat pengorok daun, dari 997 ekor menjadi 141 ekor, serta mengurangi kebutuhan penggunaan insektisida dari 39 hari menjadi 10 hariShallot farming creates a predator–prey interaction between leaf miner flies as pests and pesticides as control agents applied by farmers. This article discusses the application of a predator–prey mathematical model to shallot cultivation in Selopamioro Village, Imogiri, Bantul. The interaction between predator and prey is mathematically formulated using the Holling-Tanner response function and analyzed numerically using the fourth-order Runge-Kutta method to examine equilibrium point stability. The model is further developed by introducing optimal control in the form of manual pest removal and reduced insecticide dosage, aiming to improve shallot productivity through more effective pest management. The state and co-state conditions are solved using the Forward–Backward Sweep method based on the fourth-order Runge-Kutta on the Hamiltonian function. Simulation results show that the implementation of control significantly reduces the leaf miner fly population from 997 to 141 individuals and decreases the duration of insecticide application from 39 days to just 10 day

    Peran Adopsi Financial Technology (Fintech) dan Literasi Keuangan dalam Meningkatkan Keberlanjutan Lingkungan

    No full text
    Environmental sustainability is an effort to maintain the balance of ecosystems for the survival of future generations. Fintech, as a technological innovation in the financial sector, has the potential to accelerate the transition towards more environmentally friendly financial practices through efficiency and accessibility. Financial literacy, which encompasses individuals' understanding of financial products and services, can encourage wiser and more sustainable decision-making. The aim of this paper is to identify how the combination of fintech and financial literacy can contribute to environmental sustainability. The research method involves literature analysis and case studies to gain current perspectives on the impact of fintech and the level of financial literacy on sustainable practices. Findings indicate that the adoption of fintech, supported by adequate financial literacy, can enhance energy efficiency and reduce carbon footprints through better resource management. The value of this research lies in providing insights for policymakers and industry practitioners to encourage the integration of financial technology that contributes to environmental sustainability

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN NOCTURIA PADA PENYANDANG DIABETES MELITUS TIPE-2

    Get PDF
    People with Type-2 Diabetes Mellitus have many complaints of nocturia (waking up to urinate at night). Nocturia increases mortality associated with the risk of falling. This study to determine factors associated with nocturia in people with type 2 diabetes. The type of research is an online observational survey with a cross-sectional design. Data characteristics respondents and nocturia were obtained via google forms. Intakes of caffeine, fluids, and fruit, with a questionnaire recall 1x24 h and a diet high in saturated fat, high protein, and vegetables with a Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) by telephone interview. Consecutive sampling obtained 71 respondents. Statistical test with chi-square and logistic regression. 36.6% respondents with type-2 diabetes had complaints of nocturia. The majority were <60 years old (83.1%), female (60.56%), and had type-2 diabetes <10 years (70.4%). Patients with high caffeine intake (25.35%), high fluid intake (45.07%), and high fruit intake (30.99%). Dietary pattern with high protein (43.66%), high saturated fat (39.44%), and low vegetable (67.61%). Variable age, caffeine intake, and fluid intake had Odds Ratio 3.1, 2.8, and 2.1 respectively. There is no relationship between the variables studied and nocturia. Factors that tend a risk for nocturia are age, caffeine intake, and fluid intake

    Peningkatan Agribisnis Kopi dengan Penyuluhan Kajian Kopi Robusta pada UMKM Berbulan dan UMKM Kopi Guwek Kecamatan Salem-Brebes

    Get PDF
    Abstrak – Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia yang sangat menarik untuk dieksplorasi lebih jauh. Di Indonesia, tepatnya di Kecamatan Salem-Kabupaten Brebes, sebagai salah satu kecamatan penghasil kopi di Kabupaten Brebes dan sebagai pemasok kopi di daerah-daerah pulau jawa. Permasalahan yang dihadapi dengan pemahaman yang kurang tentang tanaman kopi, mengakibatkan berpengaruh pada kualitas kopi dan manajemen pemasaran. Oleh karena itu diperlukan suatu program penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman petani kopi dalam menjalankan agribisnis tanaman kopi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan tim pengabdi Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PMUPUD) Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Peradaban Bumiayu. Kegiatan ini bertema tentang Peningkatan Agribisnis Kopi dengan Penyuluhan Kajian Kopi Robusta pada UMKM Berbulan dan UMKM Kopi Guwek Kecamatan Salem-Brebes menggunakan penyuluhan  dalam bentuk kegiatan sharing dan diskusi. Peserta kegiatan penyuluhan diikuti oleh 39 peserta yang terdiri dari UMKM Berbulan dan UMKM Kopi Gowek Kecamatan Salem. Permasalahan yang terjadi yaitu kurangnya pemahaman tentang tanaman kopi seperti cara penanaman yang baik, cara pemeliharaan dan cara penanggulangan hama tanaman kopi. Hasil kegiatan penyuluhan dari tes awal dan tes akhir pemahaman peserta penyuluhan menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman peserta pada pamahaman cara penanggulangan hama tanaman kopi yang baik.Abstract – Coffee is one of the leading commodities in Indonesia which is very interesting to explore further. In Indonesia, specifically in Salem District-Brebes Regency, as one of the coffee producing districts in Brebes Regency and as a coffee supplier in areas of the island of Java. The problems faced by a lack of understanding about the coffee plant have an impact on coffee quality and marketing management. Therefore, an extension program is needed to increase coffee farmers' understanding of running a coffee plantation agribusiness. Community Service Activities (PKM) were carried out by the Regional Superior Product Business Partner Empowerment (PMUPUD) service team at Jenderal Soedirman University and Bumiayu Peradaban University. This activity has the theme of Improving Coffee Agribusiness by providing Robusta Coffee Study Extension to Berbulan MSME and Guwek Kopi MSME, Salem-Brebes District using outreach in the form of sharing and discussion activities. Participants in the outreach activity were 39 participants consisting of Berbulan MSMEs and Kopi Gowek MSMEs, Salem District. The problem that occurs is a lack of understanding about coffee plants, such as how to plant them properly, how to maintain them and how to control coffee plant pests. The results of the extension activities from the initial test and final test of the understanding of the extension participants showed that there was an increase in the participants' understanding of how to properly deal with coffee plant pests

    Sosialisasi Literasi Produk Halal dan Sertifikat Halal di PCM Krembangan Surabaya

    Get PDF
    Literasi halal merupakan pemahaman seseorang terkait dengan produk yang akan dikonsumsi apakah halal sesuai dengan syariat Islam mulai dari bahan, proses pembuatannya, alat-alatnya, dan transportasinya. Berdasarkan UU no 32 tahun 2020 penting adanya sertifikasi halal sebagai upaya perlindungan terhadap konsumen. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini berupa penguatan literasi terhadap produk halal dan sertifikasi halal. Sasaran dari program pengabdian ini adalah berupa penguatan literasi terhadap produk halal dan sertifikasi halal kepada Masyarakat yang berkedudukan di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Surabaya. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pelatihan atau workshop tentang kriteria produk halal dan cara pengajuan sertifikat halal dan dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan. Pelatihan diawali dengan pre-test dahulu baru penyampaian materi sosialisasi tentang pentingnya Produk halal dan sertifikat halal. Pre-test untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta pelatihan terkait produk halal dan sertifikasi halal. Pelatihan diakhiri dengan post-test, untuk melihat peningkatan pemahaman setelah diberikan sosislaisasi dan pelatihan terkait produk halal dan sertifikasi halal. Hasil yang didapat adanya peningkatan pemahaman peserta dibandingkan antara sebelum dengan sesudah pelatihan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan yang diberikan bermanfaat untuk para pelaku usaha UMKM dalam meningkatkan pemahaman terkait produk halal dan tatacara pengurusan sertifikasi halal.&nbsp

    POTENSI ANTIBAKTERI DAUN BIDARA (Ziziphus spina-christi L.) SEBAGAI SHEET MASK GEL TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Propionibacterium acnes

    Get PDF
    Daun bidara (Ziziphus spina-christi L.) telah dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis, serta mengandung senyawa saponin yang memiliki kemampuan sebagai agen antibakteri yang efektif sehingga cocok untuk dijadikan produk inovatif berbentuk masker gel. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan aktivitas dari gel daun bidara sebagai sheet mask gel berbahan alami terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes untuk pengobatan jerawat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium, ekstrak daun bidara dibuat dengan konsentrasi 10%,15%,20%,25% dan 30%. Ekstraksi daun bidara dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol sebesar 96%. Pengujian aktivitas ekstrak daun bidara menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol positif klindamisin dan kontrol negatif DMSO dengan tiga kali pengulangan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, uji aktivitas antibakteri pada ekstrak daun bidara terhadap Propionibacterium acnes konsentrasi 10%,15%,20%,25% dan 30% membentuk zona bening sebesar 1,87 mm; 4,83 mm; 6,68 mm ; 10,7 mm; dan 14,15mm. Sehingga uji aktivitas antibakteri pada sediaan sheet mask gel ekstrak daun bidara terhadap Propionibacterium acnes yaitu konsentrasi 25% dan 30% dengan zona hambat 10,7 mm dan 14,15 mm tergolong zona hambat kuat. Hasil uji organoleptik yang paling disukai adalah 30% berdasarkan warna dan bau, 25% berdasarkan bentuk dan tekstur. Hasil uji iritasi, uji pH ,uji Viskositas, uji daya sebar dan uji homogenitas telah memenuhi standar mutu sediaan masker sheet mask gel. Kata kunci : ekstrak daun bidara, Sheet mask gel, antibakteri,zona bening, Propionibacterium acnesDaun bidara (Ziziphus spina-christi L.) telah dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis, serta mengandung senyawa saponin yang memiliki kemampuan sebagai agen antibakteri yang efektif sehingga cocok untuk dijadikan produk inivatif berbentuk masker gel. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan aktivitas dari gel daun bidara sebagai sheet mask gel berbahan alami terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes untuk pengobatan jerawat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium, ekstrak daun bidara dibuat dengan konsentrasi 10%,15%,20%,25% dan 30%. Ekstraksi daun bidara dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut 96%. Pengujian aktivitas ekstrak daun bidara menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol positif klindamisin dan kontrol negatif DMSO dengan tiga kali pengulangan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, uji aktivitas antibakteri pada ekstrak daun bidara terhadap Propionibacterium acnes konsentrasi 10%,15%,20%,25% dan 30% membentuk zona bening sebesar 1,87 mm; 4,83 mm; 6,68 mm ; 10,7 mm; dan 14,15mm. Sehingga uji aktivitas antibakteri pada sediaan sheet mask gel ekstrak daun bidara terhadap Propionibacterium acnes yaitu konsentrasi 25% dan 30% dengan zona hambat 10,7 mm dan 14,15 mm tergolong zona hambat kuat. Hasil uji organoleptik yang paling disukai adalah 30% berdasarkan warna dan bau, 25% berdasarkan bentuk dan tekstur. Hasil uji iritasi, uji pH ,uji Viskositas, uji daya sebar dan uji homogenitas telah memenuhi standar mutu sediaan masker sheet mask gel

    Potensi Antikapang Ekstrak Etanol Daun Benalu teh (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans) terhadap Candida albicans Secara in Vitro

    Get PDF
    Benalu teh (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans) merupakan tanaman yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, fenolik, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antifungi alami. Candida albicans adalah jamur oportunistik yang secara alami terdapat dalam tubuh manusia, namun dapat menyebabkan infeksi apabila terjadi ketidakseimbangan sistem imun atau perubahan lingkungan mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun benalu teh dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan teknik pengenceran bertingkat (serial dilution) dan metode sebar (spread plate) pada media Potato Dextrose Broth (PDB) dan Potato Dextrose Agar (PDA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mulai efektif terhadap Candida albicans pada konsentrasi ≥12,5%, dengan Kadar Hambat Minimum (KHM) optimal pada 6,25% (OD 1,310 nm). Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan Candida albicans (p<0,05). Ekstrak etanol daun benalu teh memiliki potensi sebagai antifungi terhadap Candida albicans. Kata kunci : Antikapang, Benalu teh, Candida albicans.Benalu teh (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans) merupakan tanaman yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, fenolik, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antifungi alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun benalu teh dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan teknik pengenceran bertingkat (serial dilution) dan metode sebar (spread plate) pada media Potato Dextrose Broth (PDB) dan Potato Dextrose Agar (PDA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mulai efektif terhadap Candida albicans pada konsentrasi ≥12,5%, dengan Kadar Hambat Minimum (KHM) optimal pada 6,25% (OD 1,310 nm). Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan Candida albicans (p<0,05). Ekstrak etanol daun benalu teh memiliki potensi sebagai antifungi terhadap Candida albicans. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan formulasi dan aplikasinya dalam pengobatan

    Pengaruh Pelatihan Promosi Koping Pada Kader Kesehatan di Desa Karangsalam Lor Baturraden

    Get PDF
    Latar belakang: Masalah kesehatan hypertensi masih terus dicari cara untuk mencegah terjadinnya komplikasi yang dapat terjadi. Upaya promotive dan preventif melalui pelatihan kader mengenai upaya promosi koping. Tujuan: menerapkan IPTEKS teknik promosi koping pada kader kesehatan di desa guna mendukung peningkatan derajat kesehatan penderita hypertensi dan program penanggulangan penyakit tidak menular hypertensi di Masyarakat. Metode: Pengabdian kepada masyarakat berbasis riset dilakukan dengan metode pendidikan kesehatan dengan topik pelatihan promosi koping pada kader dalam rangka mencegah komplikasi hipertensi pada penderitanya. Peserta yang hadir sebanyak 40 orang. Hasil : Tingkat pengetahun kader tentang bagaiman cara melakukan praktik promosi koping untuk penderita hipertensi berada pada tingkat baik yaitu sebanyak 31 kader (82%) dan tingkat pengetahuan tentang hipertensi sudah mencapai 96% tingkat pengetahuan yang tinggi. Kesimpulan: pelatihan promosi koping untuk pencegahan komplikasi penderita hipertensi pada kader sangat penting dilakukan guna membekali pengetahuan dan ketrampilan kader sehingga mampu menerapkan promosi koping pada saat kunjungan ke penderita hipertensi. Dengan kader memiliki ketrampilan yang baik maka akan mampu mengaplikasikan promosi kopin

    Aplikasi Sistem Informasi Geografis untuk Analisis Sifat Fisik Tanah untuk Lahan Pertanian Padi di Wilayah Penyangga Ibu Kota Kota Nusantara

    No full text
    The relocation of the national capital from the Special Region of Jakarta to the Capital City Nusantara (IKN) in East Kalimantan poses strategic challenges in agriculture, particularly food availability. Population migration to IKN will significantly increase food demand, while the land characteristics in East Kalimantan, which are dominated by peat ecosystems and plantations, pose serious challenges for the development of rice farming. The imbalance between increased demand and limited local production potential risks food insecurity if not anticipated. This study aims to analyze the potential of land resources in two IKN buffer zones, namely Paser District and Penajam Paser Utara District, as food supply areas. The research method uses a Geographic Information System (GIS) approach with overlay techniques to identify potential zones for rice farming development. Analysis was conducted based on land suitability parameters including: Soil type, soil texture, moisture content, and porosity. The results showed that there are several areas with the potential to be developed as rice farming land. The results of this study are expected to be a scientific basis for the formulation of policies for the development of sustainable rice farming areas and meeting food needs in IKN.Perpindahan ibu kota negara dari Daerah Khusus Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menimbulkan tantangan strategis dalam bidang pertanian, khususnya adalah ketersediaan pangan. Migrasi penduduk ke IKN akan meningkatkan permintaan pangan secara signifikan, sementara karakteristik lahan di Kalimantan Timur yang didominasi oleh ekosistem gambut dan perkebunan menimbulkan tantangan serius bagi pengembangan pertanian padi. Ketidakseimbangan antara peningkatan kebutuhan dan keterbatasan potensi produksi lokal berisiko menimbulkan kerawanan pangan jika tidak diantisipasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sumber daya lahan pada dua daerah penyangga IKN yaitu Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara. sebagai daerah penyediaan pangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan teknik overlay untuk mengidentifikasi zona potensial pengembangan pertanian padi. Analisis dilakukan berdasarkan parameter kesesuaian lahan meliputi: Jenis tanah, tekstur tanah, kadar lengas, dan porositas. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa wilayah dengan potensi untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian padi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah bagi perumusan kebijakan pengembangan kawasan pertanian padi berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan pangan di IKN

    5,026

    full texts

    6,212

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOS - UNSOED (Jurnal Online Soedirman - Universitas Jenderal Soedirman)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇