JOS - UNSOED (Jurnal Online Soedirman - Universitas Jenderal Soedirman)
Not a member yet
6212 research outputs found
Sort by
The Association Between Working Duration and Driver Characteristics with Subjective Fatigue Among Dump Truck Drivers
Work fatigue is a major risk factor contributing to occupational accidents in the mining industry, particularly among dump truck drivers who are exposed to long working hours, high physical demands, and harsh environmental conditions. This study aimed to analyze the relationship between work duration and driver characteristics, including age, body mass index (BMI), and length of service, with subjective fatigue levels among dump truck drivers at PT X mining site. A cross-sectional study design was employed involving 40 dump truck drivers as respondents. Subjective fatigue was assessed using the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) questionnaire, while relationships between variables were analyzed using the Chi-square test. The results showed that most drivers worked more than 8 hours per day (90%), were in early adulthood (72.5%), had 6–10 years of work experience (50%), and were classified as overweight based on BMI (50%). The majority of respondents experienced low levels of fatigue (80%). Bivariate analysis revealed that BMI was the only variable significantly associated with subjective fatigue (p = 0.048), while work duration, age, and length of service showed no significant relationship. In conclusion, although overall fatigue levels were relatively low, body mass index emerged as a significant predictor of fatigue. Therefore, fatigue prevention strategies focusing on nutritional intervention, health monitoring, and safety education are strongly recommended to maintain driver performance and reduce accident risk
Gerakan Sosial Organisasi Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Sosial: Studi Komparatif GMNI, PMKRI, dan LMND Kupang
Penelitian ini mengkaji peran organisasi mahasiswa dalam mendorong perubahan sosial di Kota Kupang melalui studi komparatif terhadap tiga organisasi, yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Dalam kerangka tersebut, mahasiswa diposisikan sebagai agent of change, yaitu subjek sosial yang memiliki kesadaran kritis dan tanggung jawab moral untuk menginisiasi serta menggerakkan transformasi menuju tatanan masyarakat yang lebih adil, demokratis, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif-komparatif melalui studi literatur, wawancara mendalam, dan observasi terhadap berbagai aktivitas organisasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa GMNI berlandaskan pada ideologi Marhaenisme dengan fokus pada perjuangan politik kerakyatan; PMKRI menekankan nilai-nilai humanisme dan ajaran sosial Gereja Katolik; sedangkan LMND mengusung prinsip demokrasi radikal dan keadilan sosial. Meskipun terdapat perbedaan ideologi dan strategi gerakan, ketiga organisasi tersebut memiliki kontribusi yang signifikan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil serta berperan sebagai agen perubahan sosial di Provinsi Nusa Tenggara Timur
CASE STUDY: EDUCATION AND IMPLEMENTATION OF FEEDING RULES TO IMPROVE CHILDREN'S APPETITE AND MOTHERS' FEEDING BEHAVIORS FOR CHILDREN WITH STUNTING
Introduction: Stunting is a condition of short or very short stature based on the Length/Height-for-Age index. Feeding is a crucial part of life for infants and children under three (toddlers), and most parent-child interactions occur during feedings. Long-term feeding difficulties can lead to growth failure and delays in growth and development. One way to address feeding difficulties is through the implementation of feeding rules. Purpose: This case study aims to determine the effect of education and the application of feeding rules on child patients with stunting. Methods: This research is a qualitative study with a descriptive case study approach, compiled from nursing care reports using the nursing process. Based on the implementation of Evidence-Based Nursing (EBN) in nursing practice, the case study uses an activity flow based on Polit and Beck (2012). The instrument used in the study was a questionnaire. Discussion: The results of observations for 3 consecutive days after being given education showed that mothers were able to apply feeding rules with an increase in questionnaire results related to knowledge and application of feeding rules. Conclusion: There was an increase in children's appetite and mothers' behavior after being given education on feeding rules and implementing feeding rules
THE EFFECT OF WARM COMPRESSES WITH RED GINGER ON REDUCING JOINT PAIN IN THE ELDERLY: CASE STUDY
Background: Elderly people who experience musculoskeletal disorders will cause pain in the joints. One of the treatments for joint pain is with non-pharmacological techniques. Purpose : This study intended to determine the effect of warm compresses with red ginger on reducing joint pain in the elderly. Results: There was a decrease in the scale of joint pain in the elderly after giving the intervention. Conclusion: There is a decrease in the scale of joint pain in the elderly after giving warm compress interventions with red ginger
Penerjemahan Papan Petunjuk Dan Informasi Objek Wisata Guci Ke Dalam Bahasa Mandarin Di Dinas Kepemudaan, Olahraga, Dan Pariwisata Kabupaten Tegal
Artikel ini merupakan studi kasus yang dilakukan selama kegiatan praktik bertujuan untuk memasyarakatkan dan meningkatkan peran bahasa Mndarin dalam dunia pariwisata. Untuk tujuan itu, peneliti menerjemahkan teks-teks pada papan petunjuk arah dan informasi yang berada di objek wisata ke dalam bahasa Mandarin. Proses penelitian ini dimulai dengan cara mengumpulkan data dalam bentuk foto, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin. Setelah itu, peneliti membuat desain papan petunjuk arah dalam dua bahasa. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode research and development. Peneliti melakukan pengumpulan data, pengklasifikasian data ke dalam beberapa kategori, serta menganalisis data secara deskriptif dan nonstatistik. Penelitian ini juga berisi analisis data yang berisi sebuah pertanggungjawaban akademik dalam menerjemahkan dengan metode komunikatif. Penelitian ini menghasilkan sebuah media komunikasi visual berupa papan informasi dan petunjuk arah dalam dua bahasa (Indonesia-Mandarin) di Obyek Wisata Guci, Tegal, Jawa Tengah. Penelitian ini dapat digunakan sebagai model penerjemahan Indonesia-Mandarin papan informasi, petunjuk arah, dan lainnya di tempat wisata lain yang membutuhkan komunikasi visual dalam bahasa Mandarin.
Kata Kunci : penerjemahan papan informasi, metode komunikatif, media visual, pariwisata
摘要: 本文章是实习活动中开展的案例研究旨在推广汉语在旅游领域的应用并提升其作用。为此,研究者将旅游景点内的指示牌与信息牌文本翻译成中文。研究过程始于以照片形式收集数据,随后将其翻译成中文。之后,研究者制作了双语指示牌的设计方案。本研究采用研究与开发(R&D)方法,进行了数据收集、分类,以及描述性和非统计性数据分析。本研究还包含数据分析,即对采用交际翻译法进行翻译的学术论证。研究成果是在中爪哇省直葛县(Tegal)Guci旅游区生成的印尼语-汉语双语信息牌与指示牌等视觉传播媒介。本研究可作为其他需要中文视觉传播的旅游景点在信息牌、指示牌及其他设施印尼语-汉语翻译方面的参考范例。
关键词: 信息牌翻译,交际翻译法,视觉媒介,旅
Teori Tindak Tutur Film “Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河)”
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi tindak tutur yang terdapat dalam film Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河), yaitu film Tiongkok yang mengangkat isu sosial tentang perundungan, trauma psikologis, serta perjuangan remaja dalam menghadapi tekanan keluarga dan lingkungan sekolah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindak tutur yang dikemukakan oleh John R. Searle, yang membagi tindak tutur menjadi lima jenis, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik, yang berfokus pada analisis percakapan tokoh utama untuk mengungkap makna dan fungsi yang mengungkapkan ucapan sebagai tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif dan direktif merupakan jenis yang paling dominan dalam film tersebut. Dominasi kedua jenis tindak tutur ini mencerminkan kondisi emosional para tokoh yang mengalami tekanan sosial dan konflik batin, sekaligus menggambarkan cara mereka mengekspresikan perasaan serta memengaruhi tindakan orang lain. Melalui analisis ini, dapat dipahami bahwa bahasa dalam film Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河) tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media penyampaian emosi, kekuasaan, dan bentuk perlawanan sosial dalam kehidupan remaja Tiongkok zaman sekarang.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi tindak tutur yang terdapat dalam film Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河), yaitu film Tiongkok yang mengangkat isu sosial tentang perundungan, trauma psikologis, serta perjuangan remaja dalam menghadapi tekanan keluarga dan lingkungan sekolah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindak tutur yang dikemukakan oleh John R. Searle, yang membagi tindak tutur menjadi lima jenis, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik, yang berfokus pada analisis percakapan tokoh utama untuk mengungkap makna dan fungsi yang mengungkapkan ucapan sebagai tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif dan direktif merupakan jenis yang paling dominan dalam film tersebut. Dominasi kedua jenis tindak tutur ini mencerminkan kondisi emosional para tokoh yang mengalami tekanan sosial dan konflik batin, sekaligus menggambarkan cara mereka mengekspresikan perasaan serta memengaruhi tindakan orang lain. Melalui analisis ini, dapat dipahami bahwa bahasa dalam film Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河) tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media penyampaian emosi, kekuasaan, dan bentuk perlawanan sosial dalam kehidupan remaja Tiongkok zaman sekarang.
Kata kunci: tindak tutur, pragmatik, film Tiongkok, Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河)
Abstract: This study aims to analyze the forms and functions of speech acts found in the Chinese film Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河), a movie that highlights social issues such as bullying, psychological trauma, and the struggles of teenagers in dealing with family pressure and school environments. The theoretical framework used in this research is John R. Searle’s speech act theory, which categorizes speech acts into five types: assertives, directives, commissives, expressives, and declaratives. This research employs a qualitative descriptive method with a pragmatic approach, focusing on the analysis of conversations among the main characters to reveal how utterances function as actions. The results show that expressive and directive speech acts are the most dominant types found in the film. The dominance of these categories reflects the emotional states of the characters who experience social pressure and inner conflict, as well as their ways of expressing feelings and influencing others’ actions. Through this analysis, it is evident that language in Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河) serves not only as a means of communication but also as a medium for conveying emotions, power, and forms of social resistance in the lives of contemporary Chinese youth.
Keywords: speech acts, pragmatics, Chinese film, Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河)
摘要:本研究旨在分析中国电影《悲伤逆流成河》中所出现的言语行为形式及其功能。该影片主要呈现校园霸凌、心理创伤,以及青少年在家庭压力与学校环境中所经历的挣扎等社会问题。本研究以约翰·塞尔(John R. Searle)的言语行为理论为基础,将言语行为分为五类:断言类、指令类、承诺类、表达类和宣告类。研究采用描述性定性方法与语用学视角,通过分析主要人物的对话来揭示言语如何作为一种行动发挥作用。研究结果显示,表达类与指令类言语行为在影片中最为突出。这两类言语行为的主导地位反映了人物在社会压力与内心冲突下的情绪状态,并体现了他们表达情感以及影响他人行为的方式。通过本研究可以看出,《悲伤逆流成河》中的语言不仅是沟通工具,也是传达情绪、权力关系与社会反抗的重要媒介,体现了当代中国青少年的生活现实。
关键词: 言语行为、语用学、中国电影、《悲伤逆流成河
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Budikdamlon dalam Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan di Desa Dawuhan
Kegiatan budidaya ikan dalam galon (Budikdamlon) merupakan salah satu inovasi yang tergolong sederhana dengan menggabungkan pembudidayaan antara ikan lele dan tanaman kangkung dengan sistem akuaponik. Tujuan dari kegiatan yang dilakukan diantaranya untuk meningkatkan kesejahteraan pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Dawuhan, terutama melalui pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan ini dilakukan dengan metode kualitatif partisipatif dengan melibatkan sosialisasi dan praktik secara langsung. Hasil pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui kegiatan tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam membudidayakan ikan dalam galon yang memanfaatkan lahan kosong dengan biaya yang ekonomis. Oleh karena itu, kegiatan budidaya ikan dalam galon direkomendasikan sebagai upaya ketahanan pangan di Desa Dawuhan
Therapeutic Activity Test of n-Hexane Fraction of Avocado Leaf Extract (Persea americana Mill.) on Burn Wounds in Rabbits (Oryctolagus cuniculus)
Background: Indonesia's vast biodiversity serves as a significant reservoir for medicinal plants, such as the avocado tree (Persea americana Mill.), which contains bioactive compounds like flavonoids, saponins, and tannins known for their potent anti-inflammatory and tissue-regenerating properties. Objectives: Research has been conducted to examine the therapeutic activity of the n-hexane fraction of avocado leaf extract (Persea americana Mill.) on the healing of burn wounds in rabbits (Oryctolagus cuniculus). Methods: This research is experimental and was carried out at the Pharmacognosy-Phytochemistry Laboratory and the Pharmaceutical Biology Laboratory of Sandi Karsa Polytechnic, using a burn wound treatment testing method on rabbit test animals. The extract used is the result of avocado leaf fractionation, which is known to contain flavonoid compounds suspected to have potential as burn wound healing agents. Key findings: Results of the analysis based on burn wound diameter measurements indicate that the avocado leaf fraction extract has an effect on the burn wound healing process. The administration of extract with concentrations of 5%, 10%, and 20% showed different healing levels, where the 20% concentration gave the best results with a healing percentage of 93%. Meanwhile, the positive control showed higher healing effectiveness with a percentage reaching 100%. Conclusions: Based on these results, it can be concluded that the avocado leaf fractionation extract is influential in accelerating burn wound healing in rabbits. The 20% concentration is the most effective concentration, although its healing effect is still lower compared to the positive control in the form of bioplacenton
STUDI EKSPLORATIF TENTANG RELASI FAKTOR FISIK, PERSONAL, DAN EKONOMI TERHADAP PREFERENSI PENGGUNAAN AC PADA APARTEMEN DI KOTA BESAR
Fisik bangunan mendorong konsumsi energi tambahan. Ekonomi yang disubsidi pada penggunaan AC dalam apartemen membuat penghuni tidak dapat mengontol konsumsi energi listrik. Peningkatan energi listrik ini berbanding lurus dengan preferensi penggunaan AC. Penggunaan AC pada apartemen telah turut menyumbang sekitar 30 – 50 % dari total konsumsi listrik. Disaat bersamaan arah pengembangan hunian perkotaan di masa depan berupa hunian vertikal. Apartemen sebagai hunian vertikal masa kini, tidak terlepas dengan penggunaan AC. Perilaku menyalakan dan menggunakan AC turut memberi dampak terhadap pada penggunaan total konsumsi listrik. Dari hasil penyelidikan, hasil temuan preferensi AC secara keseluruhan merupakan permintaan pendinginan yang dikendalikan oleh tiga faktor yaitu fisik, ekonomis dan personal. Tujuan dari makalah ini untuk mengungkap faktor preferensi penghuni menyalakan dan mematikan AC. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan teknik kuesioner daring terbuka dengan pertanyaan open-ended. Implikasi untuk menggali perilaku penghuni terhadap permintaan pendingan dalam dimensi perilaku hemat energi
INDIVIDUAL AND ENVIRONMENTAL FACTORS ASSOCIATED WITH ANEMIA KNOWLEDGE AMONG ADOLESCENT GIRLS IN BANDUNG CITY AND REGENCY
Anemia among adolescent girls remains a public health problem that affects growth, cognitive development, and productivity. Adequate knowledge about anemia plays an essential role in its prevention and control. This study aimed to analyze the relationship between individual and environmental characteristics and anemia knowledge among adolescent girls in Bandung City and Regency. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted using secondary data from the Hi-Bestie Project 2 involving 1,102 senior high school students. Bivariate analysis was performed using the Chi-Square test, and multivariate analysis was conducted using logistic regression. The results showed that family support, school support, and school location were significantly associated with anemia knowledge (p < 0.05). The most influential factor was family support (OR = 0.26; 95% CI: 0.14–0.50). The study concludes that family and school environments play a crucial role in improving adolescent girls’ knowledge about anemia. Therefore, health promotion programs should actively involve families and educational institutions to strengthen anemia prevention educatio