JOS - UNSOED (Jurnal Online Soedirman - Universitas Jenderal Soedirman)
Not a member yet
6212 research outputs found
Sort by
The Role of Youth in The Digitalization of Arts and Culture: A Case Study of Gondolio Arts in Banyumas Regency
Preserving traditional culture is a major challenge in the era of globalization and digitalization. One of the cultural heritages whose sustainability is threatened is Gondolio art, a traditional musical art from Tambaknegara Village, Banyumas Regency. This art has significant historical value and social function, but faces various obstacles such as minimal youth regeneration, lack of infrastructure support, and the dominance of modern culture. This study aims to analyze the role of youth in the digitalization of Gondolio art as an effort to preserve traditional culture. The results of the study show that although the level of youth awareness of the importance of cultural preservation is quite high, their active participation in preserving Gondolio is still low. The use of digital technology, especially social media such as TikTok, Instagram, and YouTube, has been identified as an effective strategy to document, promote, and increase appreciation for Gondolio art. However, these digitalization efforts are still sporadic and require support from various stakeholders, including the government, arts communities, and youth. Key recommendations include cultural education for youth, optimizing the use of social media for promotion, and cross-sector collaboration to create sustainable digital-based preservation programs. With this approach, it is hoped that Gondolio art can remain alive and become an integral part of Indonesia's cultural identity in the modern era.
Critical Analysis of Financial Transaction Record Management in Enterprise Resource Planning (ERP) at PT Jasa Raharja Surakarta
Aktivitas administrasi organisasi yang menghasilkan arsip setiap hari membutuhkan sistem informasi pengelolaan secara digital. PT Jasa Raharja merupakan perusahaan asuransi yang menangani asuransi kecelakaan lalu-lintas. Supaya arsip yang dihasilkan memiliki sistem pengelolaan, maka PT Jasa Raharja menggunakan sistem informasi pengelolaan arsip keuangan transaksi ERP. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana sistem informasi pengelolaan arsip keuangan transaksi ERP di PT Jasa Raharja Perwakilan Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi, dan mengkaji dokumen dan arsip. Hasil dari penelitian adalah pengelolaan arsip keuangan transaksi ERP berbasis website. Tahapan pengelolaan arsip meliputi mempersiapkan file, melakukan alih media dengan cara scanning, menyimpan hasil scan pada folder lalu arsip hard file disimpan pada ruang arsip. Pengelolaan Arsip Keuangan transaksi ERP didukung oleh komponen SMDD yang terdiri atas input, verifikasi, dan otorisasi. Dalam pengelolaan arsip keuangan ditemukan kendala yakni pada Sumber Daya Manuasia (SDM) dan proses penginputan arsip yang tidak sesuai kriteria.
Keywords: Arsip Keuangan, Pengelolaan Arsip, Sistem Informasi Manajeme
The Effect of Student Self-Efficacy and Learning Motivation on Student Learning Independence at SMA Negeri 7 Manado
This research aims to 1) determine the impact of self-efficacy on learning independence, 2) determine the impact of learning motivation on learning independence, and 3) determine the impact of self-efficacy and learning motivation on learning independence. This research applies a quantitative research approach through research methods ex post facto. The population in this study was all class XI students at SMA Negeri 7 Manado for the 2024/2025 academic year, totaling 106 students. The sampling method applied is proportional random sampling. The data analysis techniques used by researchers are classical assumption tests such as normality tests, multicollinearity tests, and heteroscedasticity tests, as well as hypothesis tests such as multiple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination. The results of this research are 1) Self-efficacy has a positive and significant impact on learning independence, 2) Learning motivation has a positive and significant impact on learning independence, and 3) Self-efficacy and learning motivation together have a significant impact on learning independence. The results of the coefficient of determination test show that self-efficacy and learning motivation contribute 59.3% to learning independence, while another 40.7% is explained by other variables not examined in this research
Pengembangan Kapasitas Produksi melalui Pengabdian kepada Masyarakat: Pendampingan Proses Stamping di UMKM Karawang Jawa Barat
Proyek pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengatasi tantangan efisiensi produksi di sektor industri kecil dan menengah dengan mengeksplorasi transisi dari penggunaan CNC ke proses blanking. Fokus utama inisiatif ini adalah meningkatkan efektivitas biaya dan waktu produksi melalui penerapan teknologi blanking yang lebih efisien. Metodologi yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang mengedepankan kolaborasi sinergis antara tim Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang dan tim PT Gama Satya Engineering. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, pengembangan solusi, hingga implementasi perubahan yang diperlukan di lapangan. Hasil menunjukkan bahwa penerapan proses blanking dengan mesin 40-ton berhasil menekan biaya produksi per komponen menjadi Rp 2.061,14, menghasilkan penghematan hingga 95,71% dibandingkan dengan proses CNC. Sementara itu, penggunaan mesin 80-ton mencatatkan biaya produksi sebesar Rp 2.200,03 per komponen dengan tingkat efisiensi 95,42%. Dari sisi waktu, proses blanking hanya memerlukan 0,0139 jam (sekitar 0,834 menit) per komponen, jauh lebih cepat dibandingkan proses CNC yang memakan waktu hingga 12 menit per unit. Temuan ini tidak hanya menunjukkan potensi signifikan dalam penghematan biaya dan waktu, tetapi juga memperkuat hubungan antara akademisi dan industri. Selain itu, hasil penelitian ini memberikan panduan praktis yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di sektor industri kecil dan menengah, sekaligus memberikan dampak positif bagi mitra industri.This community service project aims to address the challenges of production efficiency in the small and medium industry sectors by investigating the transition from CNC to blanking. The primary objective of this initiative is to enhance cost-effectiveness and production time by implementing more efficient blanking technology. The methodology employed was Participatory Action Research (PAR), which emphasizes synergistic collaboration between the Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang team and the PT Gama Satya Engineering team. The stages of the activity encompass problem identification, solution development, and implementation of necessary changes in the field. The results indicate that the application of the blanking process with a 40-ton machine successfully reduced the production costs per component to IDR 2,061.14, resulting in savings of up to 95.71% compared to the CNC process. Concurrently, the utilization of an 80-ton machine recorded a production cost of IDR 2,200.03 per component with an efficiency level of 95.42%. In terms of time, the blanking process required only 0.0139 h (approximately 0.834 min) per component, which is significantly faster than the CNC process, which required up to 12 min per unit. These findings not only demonstrate significant potential for cost and time savings but also strengthen the relationship between academia and industry. Furthermore, the results of this study provide practical guidance that can be applied sustainably in small and medium industry sectors, while yielding positive impacts for industry partners
Peran Preferensi Konsumen Anime Genre Isekai Terhadap Generasi Z
This research investigates the influence of consumer preferences for the Isekai anime genre among Generation Z in Indonesia. As a prominent element of Japanese popular culture, anime has achieved global popularity, particularly among young people, including those in Indonesia. The Isekai genre, known for its alternate world settings, engaging plots, and intricate characters, stands out as a top favorite. Utilizing a qualitative methodology, this study examines the factors that shape Generation Z's affinity for the Isekai genre and its connection to their demographic profiles. Data collection involved in-depth interviews and surveys with Generation Z individuals who are enthusiasts of Isekai anime. The results indicate that Generation Z is primarily drawn to the Isekai genre due to its unique narratives and otherworldly settings, along with its nuanced characters. Furthermore, their preferences are shaped by the convenience of streaming platforms, active fan networks, and the impact of social media. The study also highlights that a preference for Isekai anime significantly affects the attitudes and cultural consumption behaviors of Generation Z. This research offers critical insights for the anime industry to better engage and understand the Generation Z demographic. Additionally, it sheds light on how the Isekai anime genre can shape individual development within the realm of popular culture. By understanding Generation Z's preferences and the factors influencing them, anime creators can develop more targeted strategies to boost audience engagement and loyalty
Yarsi Analisis Vegetasi dan Realitas Kerusakan Ekosistem Mangrove di Gunung Kijang Bintan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi vegetasi mangrove di Pulau Bintan, khususnya di kawasan Gunung Kijang, serta mengevaluasi tingkat kerusakannya. Metode yang digunakan adalah survei dengan penempatan tiga transek untuk mengumpulkan data mengenai kerapatan, frekuensi, dominansi, nilai penting, dan tingkat kerusakan vegetasi mangrove. Ditemukan 13 jenis mangrove sejati dan 3 jenis mangrove asosiasi, dengan Rhizophora apiculata sebagai spesies dominan di semua transek berdasarkan hasil sensus dan pengamatan. Terdapat variasi dalam vegetasi, dengan total 796 pohon per hektar di lokasi pengamatan, yang menunjukkan kondisi "rusak" sesuai dengan kriteria kerusakan mangrove yang diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. 201 Tahun 2004. Oleh karena itu, diperlukan upaya rehabilitasi dan konservasi mangrove, termasuk penanaman kembali spesies mangrove dan pengelolaan berkelanjutan sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian ini.
Kata kunci : Analisis Vegetasi, Gunung Kijang Bintan, Tingkat Kerusaka
Studi Studi Keanekaragaman dan Pemanfaatan Sirih-sirihan (Piperaceae) Sebagai Obat Tradisioal di Desa Tanjung Merawa Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman dan pemanfaatan tumbuhan sirih-sirihan (Piperaceae) sebagai obat tradisional di Desa Tanjung Merawa. Tumbuhan sirih-sirihan telah lama digunakan oleh masyarakat setempat untuk mengobati berbagai penyakit, namun informasi mengenai spesies yang digunakan dan cara pemanfaatannya masih terbatas. Metode penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi untuk menjelajahi lokasi penelitian guna menemukan tumbuhan sirih-sirihan, wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan sirih-sirihan sabagai tumbuhan obat, serta dokumentasi dan analisis data. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling, dengan memilih 10 informan kunci dan 20 informan non-kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 spesies tumbuhan sirih-sirihan (Piperaceae) yang ditemukan di desa Tanjung Merawa dan dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tumbuhan-tumbuhan tersebut dikelompokkan ke dalam dua genus, yaitu Piper dan Peperomia. Genus Piper mencakup sirih hijau (Piper betle), sirih merah (Piper crocatum), sirih hutan (Piper aduncum), lada hitam (Piper nigrum), dan sirih kuning, sirih udang, serta sirih belasih (Piper spp). Sedangkan genus Peperomia terdapat sirih cina (Peperomia pellucida). Pengolahan tumbuhan dilakukan dengan cara direbus (40%), dikunyah (32,5%), diremas (15%), dan dihaluskan (12,5%). Sementara itu, cara penggunaannya bervariasi, di antaranya ditempel (22,5%), diminum (20%), dimakan (17,5%), disembur (15%), dimandikan (12,5%), dikompres (5%), dikumur (5%), dan ditetes (2,5%).
Kata kunci: Keanekaragaman, Sirih-sirihan, Pemanfaatan, Obat Tradisional, Masyarakat Tanjung MerawaPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman dan pemanfaatan tumbuhan sirih-sirihan (Piperaceae) sebagai obat tradisional di Desa Tanjung Merawa. Tumbuhan sirih-sirihan telah lama digunakan oleh masyarakat setempat untuk mengobati berbagai penyakit, namun informasi mengenai spesies yang digunakan dan cara pemanfaatannya masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi spesies tumbuhan sirih-sirihan yang terdapat di Desa Tanjung Merawa dan menggali pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan tumbuhan tersebut dalam pengobatan tradisional. Metode penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi untuk menjelajahi lokasi penelitian guna menemukan tumbuhan sirih-sirihan, wawancara dengan warga yang memiliki pengetahuan tentang tumbuhan obat, serta dokumentasi dan analisis data. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling, dengan memilih 10 informan kunci dan 20 informan non-kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 spesies tumbuhan sirih-sirihan (Piperaceae) yang ditemukan di desa Tanjung Merawa dan dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tumbuhan-tumbuhan tersebut dikelompokkan ke dalam dua genus, yaitu Piper dan Peperomia. Genus Piper mencakup sirih hijau (Piper betle), sirih merah (Piper crocatum), sirih hutan (Piper aduncum), lada hitam (Piper nigrum), dan sirih kuning, sirih udang, serta sirih belasih (Piper spp). Sedangkan genus Peperomia terdapat sirih cina (Peperomia pellucida). Pengolahan tumbuhan dilakukan dengan cara direbus (40%), dikunyah (32,5%), diremas (15%), dan dihaluskan (12,5%). Sementara itu, cara penggunaannya bervariasi, di antaranya ditempel (22,5%), diminum (20%), dimakan (17,5%), disembur (15%), dimandikan (12,5%), dikompres (5%), dikumur (5%), dan ditetes (2,5%)
Keragaman Jenis Lalat Pengganggu pada Kuda di Istana Kepresidenan Cipanas
Kuda merupakan jenis mamalia pemakan rumput yang cukup berperan penting dalam kehidupan manusia sejak bertahun-tahun yang lalu. Permasalahan yang sering terjadi pada kuda, yaitu akibat infestasi ektoparasit. Salah satu ektoparasit yang dapat menimbulkan permasalahan kesehatan pada kuda, yaitu lalat. Lalat merupakan ektoparasit sebagai vektor penyakit dari agen virus, bakteri, protozoa, dan telur cacing. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi jenis-jenis lalat pengganggu pada kuda serta mengevaluasi faktor lingkungan yang mendukung keberadaannya. Penelitian ini dilakukan selama 1 minggu. Lalat ditangkap menggunakan perangkap lem kertas dan secara manual dilakukan dengan cara mengambil atau menangkap lalat secara langsung pada setiap bagian tubuh kuda. Lem kertas dipasang di lingkungan sekitar kandang kuda, area paddock, dan area umbaran. Waktu penangkapan lalat pada pukul 08.00 pagi sampai 15.00 sore. Lalat yang terperangkap dalam lem kertas dieuthanasi menggunakan alkohol dan disimpan dalam pot sampel yang berisi alkohol 70% hingga pemeriksaan. Semua sampel kemudian dibawa ke laboratorium stable kuda Istana Cipanas untuk diamati dan diidentifikasi dengan menggunakan kunci identifikasi. Hasil sampel yang telah diidentifikasi selanjutnya dianalisis untuk mengetahui kepadatan lalat yang dinyatakan sebagai kelimpahan nisbi dan dominasi spesies. Lalat pengganggu yang ditemukan di stable kuda Istana Kepresiden Cipanas, yaitu Musca domestica 53, 31%, Chrysomya megacephala 4,61%, Sarcophaga sp. 0,01%, dan Tabanus sp. 0,04%. Lalat pengganggu yang paling dominan adalah jenis lalat Musca domestica. Keberadaan lalat ini erat kaitannya dengan suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan manajemen kebersihan yang kurang baik, sehingga mempengaruhi tingginya populasi lalat di stable kuda Istana Kepresidenan Cipanas.
Kata kunci : Kuda, lalat penggaggu, Musca domesticaKuda merupakan jenis mamalia pemakan rumput yang cukup berperan penting dalam kehidupan manusia sejak bertahun-tahun yang lalu. Permasalahan yang sering terjadi pada kuda, yaitu akibat infestasi ektoparasit. Salah satu ektoparasit yang dapat menimbulkan permasalahan kesehatan pada kuda, yaitu lalat. Lalat merupakan ektoparasit sebagai vektor penyakit dari agen virus, bakteri, protozoa, dan telur cacing. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi jenis-jenis lalat pengganggu pada kuda serta menimbulkan faktor lingkungan yang mendukung keberadaannya. Penelitian ini dilakukan selama 1 minggu. Lalat ditangkap menggunakan perangkap lem kertas dan secara manual dilakukan dengan cara mengambil atau menangkap lalat secara langsung pada setiap bagian tubuh kuda. Lem kertas dipasang di lingkungan kandang kuda, area paddock sekitar , dan area umbaran. Waktu penangkapan lalat pada pukul 08.00 pagi sampai 15.00 sore. Lalat yang dimasukkan ke dalam lem kertas dieuthanasi menggunakan alkohol dan disimpan dalam pot sampel yang berisi alkohol 70% hingga pemeriksaan. Semua sampel kemudian dibawa ke laboratorium kandang kuda Istana Cipanas untuk diamati dan diidentifikasi dengan menggunakan kunci identifikasi. Hasil sampel yang telah diidentifikasi selanjutnya dijelaskan untuk mengetahui kepadatan lalat yang dinyatakan sebagai nisbi dan dominasi spesies. Lalat pengganggu yang ditemukan di kandang kuda Istana Kepresidenan Cipanas, yaitu Musca domestica 53,31% , Chrysomya megacephala 4,61% , Sarcophaga sp . 0,01% , dan Tabanus sp . 0,04%. Lalat pengganggu yang paling dominan adalah jenis lalat Musca domestica . Keberadaan lalat erat hubungannya dengan suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan kebersihan manajemen yang kurang baik, sehingga mempengaruhi tingginya populasi lalat di kandang kuda Istana Kepresidenan Cipanas
Asesmen Morfo-Fisiologi Nepenthes adrianii Liar dan Budidaya
N. adrianii, salah satu spesies Nepenthes asli Pulau Jawa, menghadapi tantangan konservasi karena kerentanan terhadap stress lingkungan serta kesulitan dalam perbanyakan dan budidayanya. Studi ini membandingkan karakteristik morfologi dan fisiologi N. adrianii yang telah dibudidaya dan dikonservasi di Kebun Raya Baturraden – terdiri dari generasi tetua (parental) dan F1 – dengan individu yang tumbuh liar di alam, untuk memahami bagaimana lingkungan budidaya mempengaruhi ekspresi fenotipik dan adaptasi. Analisis parametrik dilakukan terhadap data yang terdistribusi normal, sementara analisis nonparametrik diterapkan pada data yang tidak terdistribusi normal. Hasil studi menunjukkan penurunan signifikan pada semua ukuran kantung dan tendril, disertai peningkatan klorofil b, specific leaf area (SLA), dan kadar air daun pada generasi F1 N. adrianii yang dibudidayakan dibandingkan dengan N. adrianii yang tumbuh liar. Perbedaan ini terindikasi disebabkan oleh intensitas cahaya yang lebih rendah di lingkungan budidaya N. adrianii dibandingkan di lingkungan habitat alami N. adrianii liar.Kata kunci: ex situ, fisiologi, in situ, morfologi, Nepenthes adriani
The Role of Social Capital in the Existence of Coffee Shops in Salatiga (Case Study: Juwalan Kupi 729 Coffee Shop, Salatiga)
ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang peran modal sosial dalam eksistensi kedai Juwalan Kupi 729 di kota Salatiga. Dimana kedai kopi di Kota Salatiga sudah sangat menjamur sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran modal sosial dalam perspektif Robert Putnam dalam mendukung eksistensi kedai Juwalan Kupi di tengah maraknya kedai-kedai kopi di Salatiga. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang mengandalkan wawancara mendalam, observasi langsung aktivitas di kedai, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kedai Juwalan Kupi memanfaatkan modal sosial berupa kepercayaan, jaringan dan norma sebagai strategi untuk membangun hubungan sosial yang kuat antara karyawan dan pelanggan. Kepercayaan antara pemilik, karyawan, dan pelanggan berperan penting dalam menciptakan suasana nyaman dan loyalitas pelanggan. Jaringan sosial yang terbentuk di Kedai Juwalan Kupi baik melalui interaksi sosial antara karyawan dan pelanggan maupun interaksi melalui media sosial membantu menciptakan suasanan yang akrab dan menjadi daya tarik tersendiri. Norma-norma yang yang diterapkan seperti keterbukaan, flesibilitas jadwal kerja, dan kebersihan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang nyaman dan professional.penelitian ini menunjukan bagaimana modal sosial berperan penting pada eksistensi kedai kopi, tetapi juga menguatkan fungsi kedai sebagai ruang sosial yang inklusif.
Kata Kunci: Modal Sosial, Kepercayaan, Jaringan, NormaABSTRACT
This research discusses the role of social capital in the existence of Juwalan Kupi 729 shop in Salatiga city. Where coffee shops in Salatiga City have mushroomed so much that the purpose of this study is to find out how the role of social capital according to Robert Putnam in supporting the existence of Juwalan Kupi shop in the midst of the proliferation of coffee shops in Salatiga. The research method used in this study is a qualitative method that relies on in-depth interviews, direct observation of activities in the shop, and documentation. The results show that Kedai Juwalan Kupi utilizes social capital in the form of trust, networks and norms as a strategy to build strong social relationships between employees and customers. Trust between owners, employees and customers plays an important role in creating a comfortable atmosphere and customer loyalty. The social network formed at Kedai Juwalan Kupi both through social interaction between employees and customers as well as interaction through social media helps create a familiar atmosphere and becomes its own attraction. The norms that are applied such as openness, flexibility of work schedules, and cleanliness support the creation of a comfortable and professional work environment. This research shows how social capital plays an important role in the existence of coffee shops, but also strengthens the function of shops as inclusive social spaces.
Keywords: Social Capital, Trust, Networks, Norm