JOS - UNSOED (Jurnal Online Soedirman - Universitas Jenderal Soedirman)
Not a member yet
    6212 research outputs found

    Gambaran Tingkat Stres pada Penderita Diabetes Melitus di Prolanis Puskesmas Purwokerto Timur II

    No full text
    Background: Diabetes mellitus is a long-term chronic disease that requires regular blood sugar control and lifelong treatment. Stress can very easily occur in diabetes mellitus sufferers due to the disease they are experiencing. This study aims to determine the level of stress in diabetes mellitus sufferers. Method: Descriptive research with a cross sectional method involving 52 respondents and using simple random sampling techniques. Data was obtained using the Diabetes Distress Scale (DDS)-17 questionnaire which was filled in through a distributed questionnaire and processed using univariate analysis. Results: The majority of respondents were women, had at least elementary school education and were responsible for health financing independently, had suffered for ≥5 years, and were sufferers with complications, HbA1C level ≥7%, and mean age 61.94 years. The majority of diabetes mellitus sufferers who took prolanis experienced moderate levels of stress. Conclusion: Most respondents had a moderate level of stress with the emotional burden domain being higher than other domains. Efforts to reduce the stress experienced by diabetes mellitus sufferers need to be made

    Combination Foot Care and Massage Reducing Peripheral Neuropathy Symptoms in Clients With Diabetes Mellitus

    No full text
    Diabetes Mellitus (DM) is the most challenging public health problem in the 21st century. This disease is classified as chronic, and its treatment is a challenge for the global health care system. The increasing prevalence of DM is a side effect of the transformation of life. The rise in DM complications has a serious impact on the quality of life of DM clients. Complications of this disease continue to worsen the client's condition if they do not receive appropriate intervention, leading to dysfunction in almost every organ of the body. DM complications account for the largest portion of the National Health Insurance (JKN) program's medical expenses. The aim of this study was to analyze the effect of a combination of foot care and massage on symptoms of peripheral neuropathy in DM clients. The research design used a quasi-experimental pre-posttest with a control group. The independent variable is a combination of foot care and massage, while the dependent variable is the symptoms of peripheral neuropathy. This study was conducted on diabetes mellitus in April 2025. The study sample consisted of 14 DM clients for each intervention and control group, using a purposive sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. The research instrument used was 10 g monofilament. Combination therapy foot care and massage are given 3 times per week for 2 weeks, with a duration of 25-30 minutes per session. Data analysis used the Wilcoxon test and the Mann-Whitney test. The results of the study showed that there was a combined effect of foot care and massage on symptoms of peripheral neuropathy in DM clients with a p-value of 0.000 (p<0.05). Combination therapy/foot care and massage has a positive effect in reducing symptoms of peripheral neuropathy in DM clients. Follow-up is needed to integrate this combination therapy with community health activities, especially for DM clients

    PENINGKATAN MOTIVASI DAN KAPASITAS PENGELOLA UNTUK MENJAGA KEBERLANJUTAN BANK SAMPAH “PEDULI”

    No full text
    Pendirian bank sampah dipandang sebagai salah satu solusi dalam penanganan permasalahan sampah di berbagai wilayah. Namun dalam pelaksanaannya, pengelolaan bank sampah tidak selalu mulus. Banyak bank sampah yang tidak berlanjut karena ditinggal nasabah maupun pengelolanya. Oleh karena itu program pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan motivasi dan komitmen pengelola bank sampah agar dapat terus konsisten menjaga keberlangsungan operasional bank. Program diawali dengan kegiatan sosialisasi dan outbond, kemudian penyuluhan pilah sampah, kunjungan ke bank sampah yang sudah maju hingga perbaikan sarana dan prasarana bank sampah. Berdasarkan hasil evaluasi keberhasilan program disimpulkan bahwa bagi peserta non pengelola, program telah dapat meningkatkan pemahaman dan minat peserta untuk terlibat dalam pengelolaan bank sampah. Bagi pengelola, program telah semakin menguatkan kekompakan dan komitmen untuk terus menjaga keberlanjutan bank sampah. Dapat disimpulkan juga bahwa program-program yang sifatnya membangun keakraban, kenyamanan dan kekeluargaan di antara para pengelola dan nasabah bank tidak kalah penting dari program-program peningkatan kapasitas lainnya

    ANALISIS KUALITAS LAYANAN JITTER VIDEO STREAMING PADA APLIKASI BEIN SPORTS MENGGUNAKAN JARINGAN Wi-Fi

    No full text
    Perkembangan pada sistem berbasiskan internet memudahkan seseorang untuk berinteraksi dengan mudah. Dengan adanya paket data atau internet seseorang dapat menonton berbagai berbagai siaran, salah satunya adalah siaran olahraga. Berbagai aplikasi yang menyediakan fitur video streaming siaran olahraga salah satunya ialah beIN Sports. BeIN Sports merupakan aplikasi live streaming sepakbola yang sudah tersohor dalam menyiarkan berbagai macam pertandingan menarik setiap harinya. Meskipun kebanyakan siaran pertandingan bola yang disiarkan di sini hanya bisa ditonton oleh pengguna premium, beberapa pertandingan masih disiarkan secara gratis. Kualitas pengujian layanan video streaming beIN Sports berbasis Wi-Fi dapat diamati dengan menggunakan parameter Quality of Service berupa Jitter. Pengujian kualitas jaringan ini menggunakan aplikasi Wireshark. Dari hasil penelitian ini, mendapatkan nilai di antaranya, rata-rata nilai Jitter pada jaringan Wi-Fi mendapatkan nilai 0,002667 ms dengan indeks performansi 4 yang berarti sangat bagus menurut standar TIPHON

    PELATIHAN PEMBUATAN PREPARAT ANATOMI TUMBUHAN SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN DAN PENGGUNAAN MIKROSKOP BAGI SISWA SMP BOARDING SCHOOL PUTRA HARAPAN PURWOKERTO

    Get PDF
    Peningkatan kualitas pendidikan sangat terkait dengan masalah pelayanan dan pemenuhan kebutuhan peserta didik. Berbagai terobosan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, antara lain melalui pengembangan kurikulum untuk menyesuaikan materi ajar sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan Ipteks yang sangat pesat, inovasi model pembelajaran, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan. Penyediaan media pembelajaran khususnya preparat mikroskopis anatomi tumbuhan secara tidak langsung akan membantu pemahaman siswa tentang struktur sel dan jaringan tumbuhan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan  dan  keterampilan  kepada mitra yaitu SMP Boarding School Putra Harapan Purwokerto dalam menyiapkan model pembelajaran pembuatan preparat anatomi tumbuhan dan penggunaan mikroskop secara baik dan benar. Metode pengabdian yang dilakukan untuk mencapai  tujuan  kegiatan adalah memberikan pelatihan pembuatan preparat anatomi tumbuhan dan penggunaan mikroskop bagi siswa SMP Boarding School Putra Harapan Purwokerto.  Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini berupa pemahaman siswa SMP Boarding School Putra Harapan Purwokerto dalam meyiapkan preparat anatomi tumbuhan, struktur sel dan jaringan, serta memahami cara menggunakan mikroskop dengan benar. Target yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah adanya peningkatan pemahaman siswa tentang model pembelajaran dan penggunaan mikroskop sebesar 95%, keberhasilan tindakan pembelajaran pelatihan 100%, tercapainya indikator keberhasilan kegiatan dan tersedianya preparat anatomi tumbuhan. Luaran pengabdian ini adalah publikasi pada prosiding nasional

    Pelatihan Pembuatan Dye (Pewarna) Alam dengan Metode Ekstraksi Dimadrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyumas Kabupaten Banyumas

    Get PDF
    Perkembangan dan peningkatan jumlah produk yang dihasilkan serta tingginya kebutuhan masyarakat akan pengunaan bahan pewarna (dye) dalam makanan dan minuman. Peningkatan penggunaan bahan pewarna (dye) sering menyebabkan permasalahan bagi kesehatan. Kesalahan penggunaan bahan-bahan pewarna (dye) disebabkan oleh kurangnya informasi, dan pengetahuan tentang bahan pewarna (dye). Bahan pewarna (dye) dibagi menjadi 2 jenis yaitu zat aditif alam dan sintetik. Zat aditif alam dihasilkan dari pengolahan atau ekstrak dari tumbuhan atau nabati, sedangkan zat aditif sintetik diperoleh dari bahan atau zat yang dibuat manusia yang penggunaannya lebih praktis. Pewarna sintetik banyak ditemukan di jajanan siswa-siswa sekolah, khususnya di kantin MAN 1 Banyumas. Penggunaan pewarna sintetik yang salah akan menyebabkan masalah pada kesehatan, dan kurangnya informasi tentang dye alam, sehingga perlu dilakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pewarna alam dengan metode ekstraksi. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat di MAN 1 Banyumas Kabupaten Banyumas untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pembuatan bahan pewarna (dye) alam, transfer knowledge, serta meningkatkan ketrampilan kewirausahaan (enterpreunership) siswa MAN 1Banyumas Kabupaten Banyumas. Hasil pelatihan pembuatan pewarna dari beberapa jenis bahan alam dengan metode ekstraksi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa dalam mengolah bahan pewarna alam melalui metode ekstraksi, sehingga dapat digunakan untuk kegiatan pengolahan pangan yang baik dan benar

    Optimalisasi Program Kegiatan Ekstrakurikuler untuk Mengembangkan Potensi dan Minat Siswa SMA MBS Zam-Zam Cilongok dalam Bidang Karya Ilmiah

    Get PDF
    Keterampilan yang perlu dikuasai pada abad 21 antara lain berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, dan komunikasi. Kemampuan tersebut hendaknya dapat dikuasai oleh siswa SMA agar kedepannya menjadi terbiasa.  Kelompok  Karya  Ilmiah  Remaja  (KIR)  merupakan  salah  satu  bagian  penting  dari pendidikan  yang  membantu  siswa  mengembangkan  keterampilan  dan  keahlian  inti  pengetahuan ilmiah serta teknologi. Akan tetapi, kegiatan pada kelompok KIR di SMA Muhammadiyah Boarding School Zam-Zam Cilongok, belum berjalan secara optimal, sehingga perlu dilakukan pelatihan, baik untuk guru pendamping maupun siswanya. Kegiatan knowledge transfer ini dilakukan dengan metode partisipatif dan learning by doing, untuk  melatih para guru agar memiliki wawasan dan keterampilan sebagai pendamping KIR, serta melatih siswa untuk melakukan mini-riset secara terbimbing. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa pelatihan untuk para guru telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam menggali topik untuk menyusun karya ilmiah, baik untuk karya mandiri guru maupun dalam mendampingi siswanya

    Meronce Manik-Manik Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Balita dengan DDST Caution

    Get PDF
    Background: Children aged 3-5 year fall into the preschool stage, characterized by distinctive traits. At this age, they are in the psychosocial development stage of initiative and guilt. Children in this stage tend to engage in imaginative play, demonstrate creativity, show initiative in play, and learn new skills through games. Children with DDST Caution exhibit a delay in age-approproate developmental milestone. Objective: This case study was conducted to illustrate the implementation of constructive bead stringing play therapy on the improvement of fine motor skills in toodlers with DDST caution. Method: an observational study was conducted to investigate perceived behavior control among nurses working in ward setting. A total sampling technique was applied to recruite 47 nurses work in pediatric ward. Univariate analysis was utilize. Results: DDST assessment results indicated cautionary interpretation due to failures in fine motor aspects. After implementing constructive play therapy twice, there was an improvement in fine motor skills. The children showed enhanced fine motor skills in finger usage, hand precision, hand-eye coordination, and outcomes of the activities Conclusion: The results of the implementing constructive bead stringing play therapy showed an improvement in the fine motor skills of children, particulary in finger usage, hand precision, hand-eye coordination during movements, and the outcomes activities

    RELATIONSHIP BETWEEN WORK PERIOD, WORK POSTURE, WORK CLIMATE, AND NOISE WITH WORK FATIGUE AT CHARCHOAL BRIQUETTE INDUSTRY WORKERS

    Get PDF
    Work fatigue is a problem that can affect all workers in carrying out their work. Workers in the charcoal briquette industry are at risk of experiencing work fatigue. This study was conducted to analyze the relationship between work period, work posture, work climate, and noise with job fatigue in charcoal briquette industry workers. The study was an observational analytic type with a cross sectional approach. The sample of this study was determined by purposive sampling technique with sample criteria, namely workers not in the curing section, totaling 30 people. The research instruments were a respondent data sheets, IFRC questionnaire, RULA sheet, Angle Meter application, Area Heat Stress Monitor, and Sound Level Meter. The statistical test used was the Spearman Rank correlation test. The results showed that most of the respondents had a new working period, very risky work posture, work climate exposure above the NAB (>28ºC), noise exposure below the NAB (≤85 dBA), and mild fatigue. The Spearman Rank Correlation test results showed that there was a relationship between work posture (p-value = 0.022), work climate (p-value = 0.045), and noise (p-value = 0.000) with work fatigue. In contrast, work period was not associated with work fatigue (p-value = 0.0486

    Literasi Budaya Belis dalam Pernikahan Masyarakat Flores Desa Kusu Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur

    No full text
    Marriage in the belis tradition in East Nusa Tenggara (NTT), has moral and cultural values that are broad and deep enough to be learned together. In the belis tradition, when a marriage couple is about to have a traditional wedding. Both prospective brides and grooms must have a good understanding of what they are doing when they carry out the belis tradition in the marriage. The study of belis culture does require a good understanding in its application, especially when it clashes with culture. The belis tradition can be seen as a way of making prospective couples who are getting married think twice before deciding to use the tradition. Not only is there a certain amount of material or nominal amount that must be prepared, the existence of certain objects or items that can and should be considered as dowry requires each couple to provide these materials and objects properly. Not to mention the existence of other agreements and offers, which of course can be understood. Marriage in the NTT tradition, with the culture of belis, is a phase for each young couple to prepare themselves to enter a new life in their life journey. The belis tradition is a pattern of life in the NTT community that can be used as one of the characteristics inherent in the traditions of our society. with cultural wealth that is certainly inherent and stored in it as a whole.Pernikahan dalam tradisi belis pada Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki nilai moral dan budaya yang cukup luas serta mendalam untuk dapat dipelajari bersama. Dalam tradisi belis tersebut, ketika pasangan nikah akan melangsungkan pernikahan adat. Kedua calon mepelai tersebut harus memahami dengan baik, mengenai apa yang mereka lakukan dan kerjakan ketika mereka melaksanakan tradisi belis dalam pernikahan tersebut. kajian mengenai budaya belis memang membutuhkan pemahaman yang baik di dalam penerapannya, apalagi bila berbenturan dengan budaya. Tradisi belis dapat dilihat sebagai cara yang membuat calon pasangan yang akan menikah berpikir dua kali sebelum memutuskan memakai tradisi tersebut. Tidak hanya mengenai jumlah materi atau nominal tertentu yang harus dipersiapkan, keberadaan benda atau barang tertentu yang dapat dan layak untuk dinilai sebagai mas kawin mengharuskan tiap pasangan menyediakan materi dan benda tersebut dengan baik. Belum lagi ditambah adanya kesepakatan dan penawaran yang lain, yang tentunya dapat dipahami keberadaan dan penawarannya. Pernikahan dalam tradisi NTT, dengan budaya belis merupakan sebuah fase untuk tiap pasangan muda mempersiapkan diri memasuki hidup baru dalam perjalanan hidupnya. Tradisi belis adalah sebuah pola kehidupan Masyarakat NTT yang dapat dijadikan sebagai salah satu ciri yang melekat dalam tradisi masyarakat kita. dengan kekayaan budaya yang tentu saja melekat dan tersimpan didalamnya secara menyeluruh.

    5,026

    full texts

    6,212

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOS - UNSOED (Jurnal Online Soedirman - Universitas Jenderal Soedirman)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇