JOS - UNSOED (Jurnal Online Soedirman - Universitas Jenderal Soedirman)
Not a member yet
6212 research outputs found
Sort by
Penggunaan Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Bahasa Inggris pada Ketrampilan Menulis (Writing) pada Siswa SMA Negeri 1 Sokaraja
Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengetahui efektivitas penggunaan artificial intelligence (AI) Grammarly dan Essaybot pada pembelajaran Bahasa Inggris pada kemampuan menulis (writing). Metodologi pelaksanaan pengabdian adalah pemberian pre test secara konvensional, dilanjut pemberian perlakuan dengan mengenalkan penggunaan kedua AI tersebut, dan pemberian Posttest. Untuk mengetetahui efektifitas penggunaan Grammarly dan Essaybot, maka hasil pretest dan post test kita uji menggunakan metode One Group Pretest-Posttest dengan 1 kelas eksperimen yang sampelnya dipilih secara acak dengan metode purposive sampling. Kelompok kelas ini sebelum diberi perlakuan (treatment) terlebih dahulu diukur variabel terikatnya (pre test), kemudian diberi perlakuan eksperimental, setelah itu diukur kembali dengan variable terikatnya (post test). Data tersebut digunakan untuk mengetahui apakah ada peningkatan signifikan terhadap hasil kemampuan menulis (writing) siswa. Data uji statistik menggunakan SPSS yang meliputi pre test dan post test menunjukkan bahwa: 1) Nilai rata-rata kemampuan menulis (writing) siswa adalah 62,17 (pre test experiment) menjadi 86, 64 (post test experiment); 2) hasil dari Paired Sample test terlihat bahwa peningakatan rata-rata sebesar 24,472 dengan sig.(2-tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,05; 3) Hasil One Sample Test dengan value = 75 yang mengacu pada KKM mata Pelajaran Bahasa Inggris adalah 0,00<0.05. Dari data tersebut terlihat bahwa penggunaan Artificial Inteligence berupa Grammarly dan Essaybot terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap hasil penguasaan kemampuan menulis (writing) dan peningkatan signifikan terhadap nilai KKM Bahasa Inggris di atas 75 pada siswa SMAN 1 Sokaraja
Peningkatan Kesehatan Lansia Melalui Pemberdayaan Kader di Desa Nusamangir Kecamatan Kemranjen
Lanjut usia atau yang lebih kita kenal dengan singkatan lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh tahun ke atas). Usia seseorang yang semakin bertambah mengakibatkan tubuh menjadi semakin rentan terjadi gangguan kesehatan. Hal ini dikarenakan telah menurunnya fungsi organ-organ dalam tubuh sehingga sangat memungkinkan terjadinya penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia antara lain hipertensi, hiperkolesterol, hiperuresemia (asam urat) dan diabetes mellitus, sendi dan penyakit ginjal. Lansia memerlukan tambahan informasi yang komprehensif dan pengecekan kesehatan secara berkala. Hal ini dapat dilakukan dengan baik oleh kader kesehatan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan kader kesehatan terkait penyakit degeneratif. Hasil pretest tingkat pengetahuan dari kader kesehatan masih ada 15 persen dengan kategori cukup dan setelah diberikan sosialisasi nilai postest meningkat menjadi kategori baik semuanya (100 persen)
Peningkatan Kapasitas Sistem PLTS dan Implementasi Otomasi Pertanian pada Green House Desa Sidakangen, Kabupaten Purbalingga
Indonesia adalah negara yang kaya akan potensi sumber energi surya. Energi surya merupakan salah satu bentuk energi baru dan terbarukan (EBT), yang dapat dikonversi menjadi energi listrik melalui sistem photovoltaic (PV). PV merupakan perangkat utama dalam pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Penerapan PLTS di Indonesia saat menjadi salah satu upaya pencapaian target bauran EBT nasional sebesar 25% pada tahun 2025. Penerapan PLTS dilakukan di berbagai daerah dan berbagai objek, salah satunya adalah rumah hijau pertanian atau Green House, khususnya yang berada di daerah rural. PLTS yang digunakan pada green house, saat ini tidak hanya untuk keperluan penerangan maupun pengairan, namun juga sudah mulai terintegrasi untuk mencatu berbagai peralatan otomasi pertanian yang ada. Pada kegiatan pengabdian ini, dilakukan peningkatan kapasitas PLTS di greenhouse desa Sidakangen, Kabupaten Purbalingga. Hal yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas panel surya, kapasitas penyimpanan, dan mengoptimalkan beban listrik peralatan pertanian yang digunakan. Dengan demikian, kapasitas produksi dan kapasitas penyimpanan menjadi seimbang dengan beban listrik yang digunakan. Selain itu, pada kegiatan ini juga dilakukan uji implementasi peralatan otomasi pertanian yang menggabungkan sensor air dan sensor udara, untuk memantau kondisi pada greenhouse tersebut. Hasil kegiatan yang dilakukan, kapasitas produksi, penyimpanan energi, dan beban listrik seimbang. Hasil pengamatan selama tiga bulan setelah instalasi peralatan, sistem listrik berjalan 100 % pada mode PLTS. Dengan demikian kegiatan peningkatan kapasitas PLTS ini berhasil. Selain itu, sistem otomasi juga terbukti cukup membantu pihak petani/pengelola dalam memantau kondisi yang ada pada greenhouse tersebut
Peningkatan Produktivitas Greenbean dengan Teknologi Inovasi Primer pada KUB Kopi Lulumpang di Kecamatan Salem Kabupaten Brebes
Kecamatan Salem, kabupaten Brebes merupakan kecamatan yang mempunyai luas tanaman dan produksi kopi tertinggi. Berdasarkan temuan tim pengabdi menyampaikan bahwa salah satu peningkatan nilai tambah kopi adalah pada proses pengolahan pasca panen menjadi greennbean yang berkualitas. KUB Lulumpang merupakan KUB yang giat melakukan pengelolaan kopi dan telah memproduksi kopi bubuk dengan nama “Kopi Loeloempang”. Namun, saat ini permintaan greenbean oleh konsumen kedai kopi (kafe) lebih banyak. Hal ini karena kafe lebih menyukai proses roasting yang mendadak sesuai permintaan jenis kopi yang dihasilkan. Namun dalam proses produksi greenbean masih manual. Setelah melakukan proses pemecahan kulit basah kopi cherry dengan alat pulper, dilakukan pengupasan kulit kering dengan cara ditumbuk dengan lumpang-alu sederhana.
Berdasarkan masalah tersebut, pengabdi melakukan penanganan untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas greenbean pada KUB Lulumpang. Penanganan yang dilakukan adalah dengan mengadakan (1) Penyuluhan manajemen tentang Keberlanjutan Usaha dan Daya Saing dan (2) Workshop dan hibah alat huller, yaitu alat pengupas kulit ari kopi kering. Workshop dan hibah alat Huller dilakukan pada Hari Sabtu, 8 Juni 2024 di Bhumi Panenjoan, Desa Windusakti, Kecamatan Salem, kabupaten Brebes. Dengan adanya bantuan Huller ini dapat meningkatkan produktivitas greenbean. Sebelum ada alat untuk menghasilkan greanbean sebanyak 100 kg membutuhkan waktu 10 jam dan setelah ada alat huller menjadi lebih cepat, yaitu 100 kg hanya membutuhkan waktu 1 jam. Hal ini menunjukkan terjadi efisiensi waktu 90 % dan peningkatan nilai tambah sebesar 53,85%.
 
HUBUNGAN ANTARA SIRIRAJ SKOR DENGAN JENIS STROKE BERDASARKAN HASIL CT-SCAN KEPALA NON KONTRAS DI RST WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO
Latar Belakang : Stroke adalah sindrom klinis yang berkembang dengan cepat dari gangguan fungsi serebral yang bersifat fokal dari fungsi serebral yang berlangsung lebih dari 24 jam atau menyebabkan kematian tanpa penyebab lain selain penyebab vaskular. Stroke diidentifikasi menggunakan Computed Tomography Scan atau CT-scan kepala non kontras. Terdapat keterbatasan pada pemeriksaan CT-scan, umumnya terkait dengan faktor ketersediaan karena alat ini relatif mahal sehingga tidak dapat dijangkau oleh sebagian besar rumah sakit. Satu contoh dari keterbatasan dapat ditemukan di Kabupaten Banyumas, dimana hanya 8 dari total 25 rumah sakit yang dilengkapi dengan fasilitas CT-scan. Salah satu skoring stroke yang dikenal adalah Siriraj score. Siriraj score dapat dinilai dari keadaan klinis pasien. Skor ini dapat membedakan jenis stroke dari patologisnya yaitu stroke iskemik atau stroke hemoragik.
Tujuan : Mengetahui hubungan Siriraj skor dengan jenis stroke berdasarkan hasil CT-scan kepala non kontras di RST Wijayakusuma Purwokerto
Metode : Penelitian ini merupakan studi prospektif dengan pendekatan Kohort prospektif. Peneliti melakukan observasi melalui data primer berupa skor Siriraj dan pemeriksaan CT Scan kepala non kontras. Subjek dengan kriteria inklusi sebagai berikut pasien dengan gambaran klinis stroke berupa tingkat kesadaran, kejadian muntah, sakit kepala, tekanan darah, dan faktor atheroma untuk menilai skor Siriraj dan pasien melakukan pemeriksaan CT Scan kepala non kontras. Kriteria eksklusi dengan Nilai Skor Siriraj -1<x<1 yang berarti perlu evaluasi ulang dan pasien melakukan CT Scan yang berulang. Analisis univariat untuk mengetahui distribusi gambaran hasil CT Scan stroke dan skor Sirirajnya. Selanjutnya analisis bivariate dengan uji analitik chi-square
Hasil : Terdapat hubungan antara Siriraj skor dengan jenis stroke berdasarkan hasil CT-scan kepala non kontras memiliki nilai p=0,034.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara Siriraj skor dengan jenis stroke berdasarkan hasil CT-scan kepala non kontras di RST Wijayakusuma Purwokerto
Pemanfaatan Biochar Sekam Padi Sebagai Upaya Adaptasi Cuaca Ekstrim Kering Pada Tanaman Kelapa Di Kelompok Tani Maju Makmur, Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas
Kelompok Tani Maju Makmur merupakan kelompok tani di Desa Kalisalak yang memiliki bidang usaha gula semut/ kristal organik yang berasal dari nira kelapa. Kelompok Tani Maju Makmur yang beranggotakan 70 petani dengan rata-rata tiap petani mengelola 30 tanaman kelapa sedang mengalami penurunan produksi nira yang diakibatkan oleh cuaca ekstrim kering yang terjadi tahun 2023. Program pengabdian “Pemanfaatan Biochar Sekam Padi Sebagai Upaya Adaptasi Cuaca Ekstrim Kering Pada Tanaman Kelapa Di Kelompok Tani Maju Makmur, Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas” bertujuan 1) Meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam pemanfaatan biochar; 2) Mempraktikkan pembuatan biochar dari sekam padi; 3) Mengaplikasikan biochar pada pertanaman kelapa untuk meningkatkan produksi nira. Program pengabdian dilaksanakan selama 8 bulan dengan metode PLA (Pacipatory Learning and Action) yang diwujudkan dalam Demplot (Demonstration Plot) pemanfaatan biochar sekam padi untuk budidaya tanaman kelapa. Anggota Kelompok Tani Maju Makmur telah berhasil membuat Biochar Sekam Padi dengan menggunakan alat pembuat Biochar secara mandiri. Hal ini menunjukkan peningkatan kapasitas petani dalam pembuatan Biochar. Hasil ini didukung dari nilai penerimaan teknologi oleh petani dengan nilai skala observabilitas 4,2. Anggota Kelompok Tani Maju Makmur juga menilai penerapan teknologi ini mudah diaplikasikan dengan nilai skala kompleksitas 3,8. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah telah meningkatnya kapasitas Kelompok Tani Maju Makmur dalam pemanfaatan Biochar Sekam Padi dan penerimaan alih teknologi yang baik dengan antusiasnya Kelompok Tani Maju Makmur dalam penggunaan Biochar Sekam Padi dalam budidaya tanaman kelapa milik anggota.
 
PEMANFATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN POTENSI DESA KARANGREJA KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA
Transformasi digital atau digitalisasi desa akan membantu desa dalam mengidentifikasi permasalahan spesifik desa, mengendalikan sumber daya desa secara efektif dan efisien, meningkatkan kualitas hidup desa dengan tetap mempertahankan karakteristiknya yang unik. Desa Karangreja berada di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Sebagian besar wilayahnya masih berupa persawahan dan bentang alam yang memiliki banyak potensi. Ini membutuhkan pemetaan wilayah secara digital dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mendapatkan lokasi-lokasi strategis dan penting di desa yang dapat digunakan untuk pengembangan pelayanan desa. Visualisasi seluruh desa dapat tergambarkan melalui peta administrasi desa. Dengan adanya peta tersebut, data yang termuat dalam peta administrasi dapat divisualisasikan lebih jelas seperti batas-batas administrasi tiap dusun, aksesibilitas jalan dan transportasi, dan data lainnya.
 
ASESMEN ALTERNATIF BERBASIS LAGU NASIONAL DAN LAGU DAERAH
Penelitian ini mengenai asesmen alternatif yang dikembangkan pada kurikulum merdeka sebagai alternatif dari asesmen konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan asesmen alternatif berbasis lagu nasional dan lagu daerah dapat menumbuhkan perasaan menyenangkan peserta didik dan menguatkan karakter pelajar Pancasila pada dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia pada elemen berakhlak pada negara dan dimensi kebhinekaan global. Diselesaikan dengan metode studi literatur menggunakan artikel, buku dan berita sebagai sumber analisis kemudian dibuat analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen alternatif berbasis lagu nasional dan lagu daerah dapat menumbuhkan perasaan menyenangkan peserta didik dan menguatkan karakter pelajar Pancasila terutama pada dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia dan kebhinekaan globa
PEMANFAATAN LIMBAH PADAT TAHU MENJADI PRODUK JAJANAN DI DESA SOKARAJA TENGAH KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS
Desa Sokaraja Tengah Banyumas merupakan daerah padat penduduk dengan mata pencaharian pengrajin tahu. Dalam proses pengolahan tahu menghasilkan limbah cair dan padat (limbah padat tahu). Limbah padat tahu hanya dijadikan sebagai bahan pembuat tempe gembus dan bahan pakan ternak yang harganya sangat murah. Produk tahu memiliki umur simpan yang singkat hanya berkisar 2-3 hari, sedangkan limbah padat tahu jika tidak dikeringkan hanya bertahan 1 malam, lebih dari 1 malam mengeluarkan bau yang dapat mencemari lingkungan. Umumnya pengrajin tahu ini hanya memproduksi tahu saja dan belum memiliki ketrampilan dalam pengolahan limbah padat tahu menjadi produk pangan. Kegiatan PPM Berbasis Riset ini akan memberikan solusi dari permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh limbah padat tahu yaitu dengan pengolahan limbah padat tahu menjadi produk jajanan. Langkah ini diharapkan menjadi alternatif upaya meminimalkan pencemaran lingkungan, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang limbah padat tahu dan potensinya untuk dibuat berbagai produk jajanan seperti sintiling, puding dan brownies serta membuka peluang usaha bagi ibu-ibu KWT Mekar Makmur. Hasil kuisoner menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu-ibu setelah mengikuti penyuluhan dan pelatihan. Selain itu juga bu-ibu dapat membuat produk jajanan seperti sintiling, puding dan brownies
Pelatihan Pembuatan Sabun Padat dari Limbah Minyak Jelantah dan Abu Sekam Padi di Desa Kedondong
Industri pembuatan batu bata merupakan sumber penghidupan utama bagi sebagian besar penduduk Desa Kedondong, Kabupaten Sokaraja, Banyumas. Proses pembuatan batu bata membutuhkan sekam padi untuk menjaga kestabilan panas saat pembakaran. Namun, abu sekam padi yang melimpah sering kali tidak dimanfaatkan. Program pengabdian ini bertujuan untuk melatih masyarakat Desa Kedondong dalam memanfaatkan abu sekam padi dan minyak jelantah sebagai bahan dasar pembuatan sabun padat. Sabun yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi sabun alternatif ramah lingkungan untuk mencuci peralatan dapur, sehingga memberikan solusi terhadap limbah rumah tangga dan industri lokal. Pelatihan ini mencakup sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah, serta praktek pembuatan sabun padat. Hasil dari pelatihan ini dievaluasi melalui kuesioner dan uji organoleptik oleh peserta, untuk menilai efektivitas dan kualitas sabun yang dihasilkan. Hasil evaluasi menyimpulkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pelatihan dengan kecenderungan adanya peningkatan penilaian post-test. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat sudah memahami betul tata cara pembuatan sabun padat dari minyak jelantah.
Kata kunci : Jelantah, abu sekam padi, dan sabu