Jurnal Elektronik STKIP Citra Bakti
Not a member yet
82 research outputs found
Sort by
Analisis Tentang Pemenuhan Hak Anak Pasal 14 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Tentang Perlindungan Anak di Desa Malanuza, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada
Analisis Tentang Pemenuhan Hak Anak Pasal 14 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Tentang Perlindungan Anak di Desa Malanuza, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah perlindungan hukum terhadap anak dalam perspektif Hak Asasi Manusia. Adapun jenis penelitian ini adalah metode pendekatan Yuridis Empiris atau termasuk penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan tipe penggabungan antara penelitian hukum normatif dengan penelitian hukum sosiologis yang terkait pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak dalam dalam perspektif Hak Asasi Manusia. Adapun hasil penelitian ini adalah perlindungan hukum terhadap anak dalam perspektif Hak Asasi Manusia pada hakikatnya adalah suatu upaya yang dilakukan oleh orang tua, pemerintah dan masyarakat untuk memenuhi dan menjamin segala hak anak yang telah dijamin dalam konvensi hak anak dan Undang-undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Rekomendasi penelitian ini adalah dalam mengimplementasikan perlindungan hukum terhadap anak dalam perspektif hak asasi manusia hendaknya orang tua bertanggung jawab penuh atas perilaku anak dan pemerintah menetapkan kebijakan yang sejalan dengan keinginan masyarakat, sehingga terwujud kesamaan persepsi antara orang tua, pemerintah dan masyarakat dalam memenuhi hak-hak anakAnalisis Tentang Pemenuhan Hak Anak Pasal 14 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Tentang Perlindungan Anak di Desa Malanuza, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah perlindungan hukum terhadap anak dalam perspektif Hak Asasi Manusia. Adapun jenis penelitian ini adalah metode pendekatan Yuridis Empiris atau termasuk penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan tipe penggabungan antara penelitian hukum normatif dengan penelitian hukum sosiologis yang terkait                                                                                                                 pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak dalam dalam perspektif Hak Asasi Manusia. Adapun hasil penelitian ini adalah perlindungan hukum terhadap anak dalam perspektif Hak Asasi Manusia pada hakikatnya adalah suatu upaya yang dilakukan oleh orang tua, pemerintah dan masyarakat untuk memenuhi dan menjamin segala hak anak yang telah dijamin dalam konvensi hak anak dan Undang-undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Rekomendasi penelitian ini adalah dalam mengimplementasikan perlindungan hukum terhadap anak dalam perspektif hak asasi manusia hendaknya orang tua bertanggung jawab penuh atas perilaku anak dan pemerintah menetapkan kebijakan yang sejalan dengan keinginan masyarakat, sehingga terwujud kesamaan persepsi antara orang tua, pemerintah dan masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak.Kata Kunci: Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Anak
Implementasi Modul Ajar Bermuatan Coding dilengkapi dengan Video Animasi Tema Alam Semesta Sub Tema Pelangi Anak Usia 5-6 Tahun Kober Peupado Malanuza
This research is a continuation of previous development researc, which has reached the product feasibulity test stage using the ADDIE model. Therefore, the current research aims to find out the efectiveness of teching modules containing coding equipped with animate videos on the theme of the universe, sub-theme of rainbows, for children aged 5-6 years in kober peupado malanuza. Curent research needs to be carried out at the product evaluation stage according to the ADDIE model stage, the evaluation method used is the Donal Krikpatrick model. The research design for the summative evaluation stage consist of file steps, namely (1) determining the evaluation objectives: (2) choosing an evaluation method consisting of fours levels, namely: reaction, learning, behavior, result. (3) designing evaluation instrumenst: (4) data collection : (5) analysis and report of result. The instruments used were observation sheets, and interactive analysis using the milas and huberman model. Based on data obtained from coding learning activies carried out at kober peupado malanuza, very effective results were obtained through several stages, including the following: 1) reactions in coding learning obtained were 28% debugging, 57% abstraction ,and 14% abstraction. 2) the reaction to the coding learning procces obtained was 85% decomposition, 14%decomposition. 3) reactions to children,s behavior in learning coding 57% debugging, 14% debugging 4) reactions children.s learning outcomesin learning coding 70% pattem recognitionPenelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian pengembangan sebelumnya, yang sudah sampai pada tahap uji kelayakan produk dengan menggunakan model ADDIE. Oleh karena itu penelitian sekarang ini bertujuan untuk mencari efektifitas modul ajar bermuatan coding dilengkapi dengan video animasi tema alam semesta sub tema pelangi anak usia 5-6 tahun di kober peupado malanuza. Penelitian sekarang perlu melakukan pada tahap evaluasi produk sesuai tahap model ADDIE, metode evaluasi yang digunakan adalah model Donal Krikpatrick. Adapun desain penelitian tahap evaluasi sumatif yang terdiri dari lima langkah yaitu (1) menentukan tujuan evaluasi: (2) memilih metode evaluasi yang terdiri dari empat level yaitu: reaksi (reaction), pembelajaran (learning), perilaku (behavior), hasil (result): (3) merancang instrumen evaluasi: (4) pengumpulan data: (5) analisis dan laporan hasil. Istrumen yang digunakan menggunakan lembar observasi, dan analisis interaktif dengan menggunakan model Milas dan Huberman. Berdasarkan data yang diperoleh pada kegiatan pembelajaran coding yang dilakukan di Kober Peupado Malanuza memperoleh hasil yang sangat dan evektif melalui beberapa tahap diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Reaksi dalam pembelajaran coding yang diperoleh 28% debugging, 57% abstraction, dan 14% abstraction. 2) Reaksi proses pembelajaran coding yang diperoleh 85% decomposition,14% decomposition. 3)Reaksi perilaku anak dalam pembelajaran coding 57% debugging, 14% debugging. 4) Reaksi Hasil belajar anak dalam pembelajaran coding 70% pattem recognitio
Memanfaatkan Kearifan Lokal dan Keunikan Budaya Bena Melalui Promosi Video Drone Berbasis Web Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat
Abstract
Bena Village is one of the traditional villages located in Tiworiwu Village, Jerebuu District, Ngada Regency, Flores, East Nusa Tenggara. In the Jerebuu area, there are many traditional villages with original megalithic heritage as a milestone for the arrival of several tribes to Ngada Regency. Each tribe has its own uniqueness, culture and archaeological heritage. What is the same in several traditional villages is; (1) the arrangement of residential space patterns where traditional houses surround an open space. Inside there are Ngadgu and Bagha as symbols of ancestors. (2) the form of the building known as SA\u27O, (3) and traditional rituals such as Reba. The differences are seen in terms of (1) accessories used in traditional buildings, the activities of village residents, arts and crafts and artifacts produced. The existence of the traditional village is still preserved even though some of its ornaments and cosmetics have changed due to the difficulty of finding natural materials and the development of the times. The outside world has known the Bena traditional village through several posts on social media or verbal communication by word of mouth after visiting Bena. There is no promotional media that can be said to be officially managed directly by the management group. In addition, the management group has not been touched by activities to increase the capacity of managers. Therefore, this service is to create web-based promotional media and hold training to strengthen HR capacity, especially promotional strategies and TOT related to the operation of promotional mediaAbstrak
Kampung Bena adalah salah satu kampung adat yang terletak di desa Tiworiwu, kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Flores Nusa Tenggara Timur. Didaerah Jerebuu banyak terdapat kampung adat peninggalan megalith yang masih asli sebagai tonggak kedatangan beberapa suku ke Kabupaten Ngada. Masing-masing suku memiliki keunikan, budaya dan peninggalan arkelogi. Yang sama dari beberapa kampung adat tersebut adalah; (1) penataan pola ruang hunian dimana rumah adat mengelilingi sebuah ruang terbuka. Didalamnya terdapat Ngadgu dan Bagha sebagai simbol leluhur. (2) bentuk bangunan yang dikenal dengan SA’O, (3) dan ritual adat seperti Reba. perbedaannya tampak dalam hal (1) asesori yang digunakan pada bangunan adat, Aktifitas warga kampung, seni kerajinan dan artefak yang dihasilkan. Keberadaan kampung adat itu masih lestari walaupun ada beberapa ornamen dan kosmetiknya yang berubah akibat sulirnya mencari bahan alam serta perkembangan zaman. Dunia luar selama ini mengenal kampung adat Bena melalui beberapa postingan di media sosial atau komunikasi verbal dari mulut kemulut setelah mengunjungi Bena. Belum ada media promosi yang dapat dikatakan resmi dikelola langsung oleh kelompok pengelola. Disamping itu kelompok pengelola selama ini belum disentuh oleh kegiatan untuk peningkatan kapasitas pengelola. Oleh karena itu, pengabdian ini untuk membuat media promosi berbasis web dan mengadakan paltihan penguatan kapasitas SDM khususnya strategi promosi dan TOT berkaitan dengan pengoperasian media promosi. Melalui pengabdian yang telah dilaksanakan telah menghasilkan web promosi berbasi video drone. Web ini telah terpublikasi dan negara yang mengunjungi sudah mencapai 21 negara. Dengan demikian informasi tentang Bena telah menjangkau cakupan yang lebih luas. Statistik kunjungan juga meningkat dengan total kunjungan 1000 visitor di sejak web ini dibublikan oktober 2024. Pemahaman juga semakin meningkat karena konten web juga membuat materi edukatif tentang Bena
Incorporating Technology In Teaching: An Analysis Of Junior High School English Teacher Proficiency Based On Bloom\u27s Digital Taxonomy Framework
This research aimed to reveal the extent of the proficiency level of Bloom’s Digital Taxonomy (BDT) Junior High School English Teachers and examined the factors that influenced English Teachers\u27 Proficiency in integrating technology into instruction based on Bloom\u27s Digital Taxonomy. Information and Communication Technology (ICT) was increasingly important in improving the learning process. This research used a mixed methods approach that combined a quantitative approach, namely a questionnaire, and a qualitative approach consisting of interviews, observations, and document analysis was gather comprehensive insights into teachers\u27 skills in integrated Technology Pedagogy Content Knowledge (TPACK) into ELT. This research used stratified Cluster Random Sampling to determine the regions and English teachers who participated in this research. Data was obtained from a quantitative approach by distributing questionnaires to all Junior High Schools throughout North Denpasar to find out the results of the highest and lowest scores using Descriptive Statistical Analysis techniques with a total of 28 teachers who filled out the questionnaire. Then it was clarified using qualitative observations and interviews with small numbers of 2 English teachers from 2 different Schools who got high and low scores. The finding of this study is that the level of teacher proficiency is at level C3 and teacher proficiency factors are caused by external and internal factors. For further research, other researchers can explore the same study but with a larger sample take other regencies and investigate ELT from kindergartens or early preschoo
A Artikel: IMPLEMENTASI NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PJOK DITINJAU DARI KURIKULUM MERDEKA DI SMPN SE-KECAMATAN GOLEWA
This study is qualitative descriptive research. The purpose of this research is to identify how character values are applied in the teaching and learning process of Physical Education, Sports, and Health (PJOK) at the public junior high school level (SMPN) within the context of the Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum) and how the newly implemented curriculum supports this integration. Data were collected through interviews, observations, and document analysis. The findings show that character values such as discipline, responsibility, cooperation, and honesty can be effectively integrated into PJOK learning through varied and innovative teaching strategies aligned with the principles of the Kurikulum Merdeka.Penelitian ini merupakan penelitan deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentiikasi bagaimana nilai-nilai karakter diterapkan dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dalam konteks Kurikulum Merdeka dan bagaimana kurikulum yang baru diterapkan mendukung hal tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama dan kejujuran dapat diintegrasikan dengan baik dalam pembelajaran PJOK melalui strategi pembelajaran yang bervariasi dan inovatif sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Mereka
Implementasi Modul Ajar Bermuatan Coding Tema Alam Semesta Sub Tema Bintang Anak Usia 5-6 Tahun Di TKN Ubedolumolo
This study aims (1) to determine the effectiveness of the teaching module containing coding on the theme of the universe with a sub-theme of stars for children aged 5-6 years at TKN Ubedolumolo. (2) to continue the previous research entitled development of a teaching module containing coding on the theme of the universe with a sub-theme of stars for children aged 5-6 years by Raymunda Nona Tuga (RN Tuga, GPA Oka & KD Dhiu, 2022). The type of research is descriptive qualitative while the evaluation model used uses the Donal Kirkpatrick model, four levels of evaluation including: 1) reaction, 2) learning, 3) behavior, 4) results. The data collection method used is the interactive method of Miles and Huberman.Research results: At level one, children\u27s reactions obtained 50% results in the category (very effective), at level two the learning process obtained results at 80% (very effective), at level three behavior obtained results at 66% (very effective), and at level four children\u27s learning results obtained 66% results (very effective).
Keywords: Teaching Module; universe coding; starsPenelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui efektivitas modul ajar bermuatan coding tema alam semesta sub tema bintang pada anak usia 5-6 tahun di TKN Ubedolumolo. (2) untuk melanjutkan Penelitian sebelumnya dengan judul pengembangan modul ajar bermuatan coding tema alam semesta sub tema bintang pada anak usia 5-6 tahun oleh Raymunda Nona Tuga( RN Tuga, GPA Oka & KD Dhiu,2022). Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif sedangkan model evaluasi yang di gunakan menggunakan model Donal Kirkpatrick, empat level evaluasi yang meliputi: 1) reaksi, 2) pembelajaran, 3) perilaku, 4) hasil. Metode pengumpulan data yang digunakan metode interaktif Miles dan Huberman.Hasil penelitian Pada level satu reaksi anak memperoleh hasil 50% pada kategori (sangat efektif), level dua proses pembelajaran memperoleh hasil 80% (sangat efektif), level tiga perilaku memperoleh hasil 66% (sangat efektif), dan level empat hasil belajar anak memperoleh hasil 66% (sangat efekti
Eksistensi Musik Paka Bheto Dalam kehidupan Budaya Masyarakat Adat Mulakoli, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo
AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan eksistensi musik tradisional paka bheto dalam kehidupan sosial budaya masyarakat kampung Mulakoli, kecamatan Boawae, kabupaten Nagekeo. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode dan pendekatan kualitatif. Untuk mendapatkan data, sebagain besar peneliti menggunakan metode wawancara ditambah dengan metode studi dokumentasi. Subyek utama dalam penelitian ini adalah para pemangku adat, tokoh masyarakat dan warga masyarakat lain di kampung Mulakoli yang dinilai memiliki pengetahuan yang cukup tentang musik paka bheto. Hasil penelitian mengungkapkan musik paka bheto memiliki beberapa fungsi musik tradisional paka bheto dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Mulakoli antara lain fungsi ritual, fungsi hiburan dan fungsi komunikasi. Selain itu paka bheto adalah musik tradisi yang lahir, hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Mulakoli. Musik tradisi ini memiliki kekayaan aspek kontekstual yang bermakna bagi masyarakat pemiliknya. Kata_kunci; 1. Musik Paka Bheto, 2. Musik tradisional, 3. Fungsi paka bheto AbstractThe aim of this research is to describe the existence of traditional paka bheto music in the socio-cultural life of the people of Mulakoli village, Boawae sub-district, Nagekeo district. The research method used used qualitative methods and approaches. To obtain data, most researchers use the interview method plus the documentation study method. The main subjects in this research were traditional leaders, community leaders and other community members in Mulakoli village who were considered to have sufficient knowledge about paka bheto music. The results of the research reveal that Paka Bheto music has several functions of traditional Paka Bheto music in the socio-cultural life of the Mulakoli community, including ritual functions, entertainment functions and communication functions. Apart from that, paka bheto is traditional music that was born, lives and develops in the lives of the Mulakoli people. This traditional music has a wealth of contextual aspects that are meaningful to the people who own it. Keywords; 1. Paka Bheto music, 2. Traditional music, 3. Paka bheto traditional music functio
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DI LUAR RUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KONSEP BILANGAN UNTUK ANAK USIA DINI USIA 5 SAMPAI 6 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA UBEDOLUMOLO
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran di luar ruangan dalam meningkatkan pemahaman konsep bilangan pada anak usia 5 hingga 6 tahun di TK Negeri Pembina Ubedolumolo. Melalui pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan beberapa siklus, penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran di luar ruangan dapat meningkatkan pemahaman konsep bilangan, keterlibatan, motivasi belajar, keterampilan motorik, serta kreativitas dan imajinasi anak-anak. Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pembelajaran di luar ruangan efektif dan dapat diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan anak usia dini.Kata Kunci: pembelajaran di luar ruangan, konsep bilangan, anak usia dini, penelitian tindakan
IMPLEMENTASI MODUL AJAR BERMUATAN CODING FASE FONDASI TEMA ALAM SEMESTA SUB TEMA BULAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD TERPADU CITRA BAKTI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas modul ajar bermuatan coding fase fondasi tema alam semesta sub tema bulan anak usia 5-6 tahun di PAUD Terpadu Citra Bakti. Penelitian ini juga merupakan kelanjutan dari penelitian pengembangan sebelumnya, yang sudah sampai pada tahap uji kelayakan produk dengan menggunakan model ADDIE. Untuk itu penelitian sekarang perlu melakukan pada tahap evaluasi produk sesuai tahapan model ADDIE. Metode evaluasi yang digunakan adalah Model Donald Krikpatrick. Adapun desain penelitian tahapan evaluasi sumatif yang terdiri dari lima langkah yaitu (1) Menentukan tujuan evaluasi: (2) Memilih metode evaluasi yang terdiri dari empat level yaitu reaksi (Reaction), pembelajaran (Learning), perilaku (Behavior), hasil (Ruselth). 3) Merancang instrumen evaluasi: (4) Pengumpulan data (5) Analis dan laporan hasil. Berdasarkan hasil yang diperoleh uji evektivitas modul ajar bermuatan coding di PAUD Terpadu Citra Bakti memperoleh hasil yang sangat baik melalui beberapa tahapan diantaranya adalah sebagai berikut 1) Reksi dalam pembelajaran coding yang dipeoleh 30% abstraction, 38% decomposition dan 30% abstraction. 2) Proses pembelajaran coding yang di temukan 61% debugging dan 31% decomposition. 3) Perilaku anak dalam mengikuti pembelajaran coding 30% decomposition dan 69% abstraction. 4) Hasil belajar anak dalam proses pembelajaran coding 76% generating and pattern. Kata kunci : Modul_ajar; coding_bulan; fase_Fondasi; paud_citrabakt
IMPLEMENTASI MODUL AJAR BERMUATAN CODING YANG DILENGKAPI DENGAN VIDEO ANIMASI TEMA ALAM SEMESTA SUB TEMA PELANGI ANAK USIA 5-6 TAHUN KOBER PEUPADO MALANUZA
Penelitian modul ajar bermuatan coding yang dilengkapi dengan video animasi tema alam semesta sub tema pelangi anak usia 5-6 tahun Kober Peupado Malanuza adalah penelitian payung yang dilaksanakan pada tahun 2022. Penelitian ini berjenis penelitian pengembangan yang tahapannya sampai pada uji kelayakan produk. Model yang digunakan adalah model ADDIE. Oleh karena itu, penelitian sekarang betujuan untuk melanjutkan penelitian sebelumnya, pada tahap evaluasi produk dari tahapan ADDIE yang digunakan.Metode evaluasi yang digunakan adalah metode Donal Kirkpatrick. Adapun desain penelitian mengikuti tahapan evaluasi yang terdiri dari lima langkah.adapun langka tersebut adalah (1) menentukan tujuan evaluasi: (2) memilih metode evaluasi: (3) merancang instrument evaluasi: (4) pengumpulan data dan (5) analisis dan laporan hasil. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi. Dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif dengan model Miles dan hubermann. berdasarkan hasil yang diperoleh dilihat dari beberapa tahap yaitu tahap 1 reaksi memperoleh hasil 57% pada kategori ( sangat efektif ), level 2 proses pembelajaran memperoleh hasil 85% dengan kategori ( sangat efektif ), kemudian level 3 perilaku memperoleh hasil 71% pada kategori ( sangat efektif ) dan level 4 hasil memeperoleh hasil 57% pada kategori ( sangat akti