E-Journal Universitas Surakarta
Not a member yet
600 research outputs found
Sort by
Implementasi CBT Management System di SMP Negeri 3 Pati
Saat ini SMP Negeri 3 Pati memiliki 3 laborat komputer terdiri dari 5 komputer server, 106 komputer client yang telah digunakan dalam pelaksanakan UNBK. Namun proses ulangan atau ujian sekolah masih berjalan manual pembuatan, mencetak soal, dan siswa harus menungu lama untuk hasil koreksinya.Masalah pada penelitian, bagaimana cara membiasakan siswa-siswi dalam melaksanakan latihan ulangan/ ujian dengan aplikasi CBT Managenent System. Tujuan penelitian menerapkan aplikasi latihan soal ujian nasional berbasis web yang akan dapat mempermudah dan membantu siswa dalam kegiatan ulangan/ ujian sekolah dalam menghadapi tes yang berbasis CBT.Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data dengan observasi, studi dokumentasi dan kuisioner. Sedang pada apliksi CBT Management System dalam pemrogramannya menggunakan PHP dan data base MySql.Dengan diterapkannya CBT Management System dapat mengurangi penggunaan kertas, mempercepat penilaian tes serta siswa telah terbiasa dan siap menghadapi tes/ ulangan dengan system komputer
PENGARUH SPIRITUAL LEADERSHIP, WORK ETHICS, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI PT. HARUM SARI KARANGANYAR
In this study the authors have a goal to determine the influence spiritual leadership, work ethics, and work discipline on work satisfaction in PT. Harum Sari Karanganyar either partially or simultaneously. Hypothesis in this research are: Suspected the spiritual leadership, work ethics, and work discipline have effect on work satisfaction in PT. Harum Sari Karanganyar either partially or simultaneously. The data needed in this study is the primary data obtained by questionnaire method from the sample of 55 respondents. Data analysis used in this research is multiple linear regression test, t test, F test and coefficient of determination test. The results of data analysis in this study can be concluded that influence of spiritual leadership, work ethics, and work discipline have significant effet on work satisfaction in PT. Harum Sari Karanganyar either partially or simultaneously
ANALISIS BRAND IMAGE, LIFESTYLE, DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI GERAI STARBUCKS COFFEE (Study Pada Konsumen Starbucks Coffee Di Kota Solo)
This study aims to analyze brand image, lifestyle and promotion decisions to buy Starbucks coffee in Surakarta. The research data was obtained from a questionnaire with the number of respondents 100 respondents who bought starbusks coffee in Surakarta. The data of this study were analyzed using multiple linear regression analysis. The equation model is processed using the SPSS application for Windows version 1.7. The results of this study are variable product quality, product diversification and promotion simultaneously have a positive and significant effect on the decision to buy Starbucks coffee, amounting to 68.9% while the remaining 31.1% is explained by other variables not examined in this study. Brand image variables have a positive and significant influence on the decision to buy Starbucks coffee, which means that brand image variables that better influence their .purchasing decisions. Lifestyle variables have a positive and significant effect on the decision to buy Starbucks coffee, which means a higher lifestyle, increased purchasing decisions. Promotion variable have a positive and significant influence on the purchase of Starbucks coffee, which means that the more frequent promotions, purchasing decisions also increase
STUDI POTENSI VERNAKULAR KAMPUNGNITIPRAYAN BANTUL SEBAGAI DASAR PERANCANGAN PUSAT SENI DAN BUDAYA
Kampung Nitiprayan merupakan salah satu area di Daerah Istimewa Yogyakarta yang secara geografis memiliki posisi strategis, karena terletak tidak jauh dari beberapa kawasan yang berbasis budaya, misalnya Kasongan,Kraton Yogyakarta, tidak jauh dari tempat tinggal seniman kondang, sertadekat dengan kawasan pendidikan(Brontowiyono dan Lupiyanto, 2011). Walaupun memiliki potensi seni budaya yang sangat baik, tetapi saat ini Kampung Nitiprayan belum memiliki sebuah tempat berkesenian yang terpusat atau terpadu. Berbagai kegiatan kesenian masih diselenggarakan secara spontan dan sporadis,tersebar di wilayah kampung. Diperlukan sebuah tempat yang dapat menampung berbagai kegiatan seni budaya dalam sebuah fasilitas yang juga dapat digunakan sebagai tempat usaha produktif serta etalase informasi warga masyarakat. Banyaknya kegiatan seni dan budaya di Kampung Nitiprayan yang mendasari perancangan Pusat Seni dan Budaya di kawasan tersebut, dengan tujuan memberi wadah pusat kreatifitas, tempat berkarya, dan pertunjukan dari seniman lokal. Pemilihan penerapan konsep vernakular didasari dari konteks lingkungan sosial, budaya dan sumber daya alam setempat yang memiliki ciri khas dan karakter berbeda dengan kampung lain di Yogyakarta.Naskah ilmiah ini akan membahas berbagai potensi vernakular yang menjadi ciri khas Kampung Nitiprayan. Penggalian data dilakukan menggunakan metode pengamatan lapangan dan wawancara. Data yang terkumpul kemudian disusun berdasar tema-tema berbasis arsitektur vernakular. Pada akhirnya, hasil analisis ini digunakan menjadi dasar perencanaan Gedung Pusat Seni dan Budaya di Kampung Nitiprayan. Hasil rancangan tetap mempertahankan ciri khas Kampung Nitiprayan sebagai kampung seni yang bernuansa tradisional dan menyatu dengan alam. Desain yang dihasilkan tetap menerapkan bentuk-bentuk dengan unsur-unsur budaya, lingkungan termasuk iklim setempat, diungkapkan dalam bentuk fisik arsitektural, seperti pada tata letak ruang dalam denah, pemilihan sistem struktur, detail-detail bagian bangunan, dan ornamen (baik ornament pada bangunan maupun ornamen yang terdapat pada elemen lansekap)
The Implementation of Peer Teaching in Teaching English for Young Learners of English Department, Univet Sukoharjo
The objective of the study is to identify the application of Peer Teaching in the subject of Teaching English for Young Learner (TEYL) and combined it with teaching media that suitable for the teaching material. Besides it also observed the dominance of teaching media that were used by students in TEYL. It is a qualitative method.The subject of the study is 6th semester students of English Department. The collecting data of the study are observation, interview, and documentation.The application of Peer teaching in the study are 1) making sure that peer teacher mastered the teaching material, 2) using system reward, 3) using positive reinforcement, 4) choosing the appropriate exercise, 5) using grouping strategy, 6) using role play of peer teaching, 7) forcing on feedback that was given by the lecturer. Then the dominant teaching media used in peer teaching is downloaded video from YOUTUBE. The reason was easier to get and it is also cheap
TINDAKAN EUTHANASIA DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN HUKUM
kesehatan yang optimal. Euthanasia merupakan tindakan menghentikan pengobatan atau mengakhiri nyawa pasien. Euthanasia juga merupakan tindakan memberikan hak kepada seseorang untuk mati. Tulisan ini bermaksud untuk membahas tindakan euthanasia dalam perspektif perlindungan hukum. penelitian ini menggunakan metode yuridis normative, Perlindungan hukum bagi pasien dan dokter terkait dengan kepastian hukum apabila terjadi tindakan euthanasia. perlindungan hukum bagi dokter terkait dengan pemberian pelayanan medis, dalam kompetensinya untuk memberikan pengobatan dan bagaimana tanggung jawab dokter terkait dengan tindakan euthanasia yang dilakukan terhadap pasien, dalam permasalahan ini maka perlu ada reformulasi kebijakan hukum terhadap pembaharuan peraturan perundang- undangan di bidang kesehatan serta memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi dokter dan pasien. Kata Kunci: Euthanasia, perlindungan, Hukum
PROVISIONS FOR WRITING NUMBERS IN NOTARY DEED
Purpose this research is to discuss about provisions for writing numbers in a notary deed. The result indicated that is in principle, the deed contains the statements and wishes of the parties before the Notary which are set forth in writing. Therefore, according to the author, the contents of a deed are basically writings which are the wishes of the parties. Decree of the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia Number 054a /U/1987 stipulates that numbers do not need to be written with numbers and letters at the same time in the text, except in official documents such as deeds and receipts. Because deeds made by notaries are official documents which are state archives, the writing of numbers in the notary deeds follows the ministerial decree. Based on the provisions above, if there is a difference between the writing of numbers and the writing of letters (text or spelled out) in a deed, then what is followed is the one written completely in letters. Likewise, if the deed is used as evidence, the judge must follow what is written in full in letters.
Keywords: Notary, deed, numbers
Produksi Aplikasi Media Pembelajaran Sejarah Indonesia Pada Perangkat Mobile Dengan Sistem Operasi Android
Pembelajaran sejarah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki peran dalam mengaktualisasikan dua unsur yaitu instruction dan intellectual training. Pengalaman belajar sejarah menjadikan siswa berkepribadian kuat, mengerti sesuatu agar dapat menentukan sikapnya. Namun, metode penyampaian materi masih terlalu monoton hanya dari buku pelajaran saja.Di sisi lain teknologi dan informasi berkembang cepat. Dan hal ini seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran sejarah, melalui sebuah media pembelajaran sejarah. Tujuan penelitian ini untuk menyediakan media pembelajaran sejarah bagi siswa-siswi kalangan SMP.Penelitian ini menggunakan metode Waterfall. Peneliti melakukan research untuk mengumpulkan data yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.Dari penelitian ini dihasilkan aplikasi media pembelajaran sejarah Indonesia pada perangkat mobile android. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini dapat membantu siswa-siswi SMP untuk belajar sejarah secara lebih maksimal tidak hanya saat di sekolah namun juga ketika di luar jam sekolah
Gaya Komunikasi Dosen di Universitas: Respon Mahasiswa terhadap Gaya Komunikasi Dosen dalam Mengajar
Penelitian ini berjudul Gaya Komunikasi Dosen di Universitas: Respon Mahasiswa Terhadap Gaya Komunikasi Dosen Dalam Mengajar dan rumusan masalah bagaimanakah respon mahasiswa terhadap gaya komunikasi dosen dalam mengajar. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap gaya komunikasi dosen dalam mengajar. Peneliti menggunakan pendekekatan kuantitatif dengan metode survei dan jenis/tipe yakni deskriptif dengan membagikan kuesioner kepada 88 responden mahasiswa, kemudian dari hasil yang didapatkan dan diolah dengan bantuan SPSS Versi 21 yakni Untuk nilai modus (mode) yang diperoleh adalah 116 dan 122 dengan masing-masing memiliki frekuensi. Hal ini menunjukkan bahwa nilai modus yang diperoleh subjek berada pada kategori sedang. Untuk nilai median yang diperoleh adalah 118,5 menujukkan berada pada kategori sedang. Nilai mean (rata-rata) yang diperoleh adalah 119 sehingga secara nilai rata-rata skor respon mahasiswa terhadap gaya komunikasi dosen berada pada kategori sedang. Sedangkan untu nilai standart deviation yang diperoleh adalah 9,023. Apabila angka varian mendekati angka 0 maka data pada sampel penelitian tidak terdistribusi secara merata. Berdasarkan data dari standar deviasi diperoleh 9,023 yang artinya data tersebut tersebar secara merata. Perhitungan jumlah keseluruhan kategori respon, Respon mahasiswa Terhadap Gaya Komunikasi Dosen dalam Mengajar adalah 86 (98%) orang kategorikan sedang di skor 81 – 121 yang artinya penilaian mahasiswa terhadap gaya komunikasi dosen, baik respon berupa penilaian maupun saran tergolong positif atau baik sedangkan sisanya 2 orang (2%) di skor 122 – 162 dikategorikan tinggi. Rata-tata penilaian mahasiswa terhahap gaya komunikasi dosen menujukkan sepuluh gaya komunikasi yang digunakan secara keseluruhan dalam pembelajaran
KONSEP OMNIBUS LAW DAN PERMASALAHAN RUU CIPTA KERJA
Pemerintah mempersiapkan RUU Cipta Kerja dengan menggunakan konsep Omnibus Law, untuk dijadikan sebuah skema membangun perekonomian agar mampu menarik investor menanamkan modalnya di Indonesia. RUU Cipta Kerja memiliki beberapa klaster yang salah satu diantaranya mengatur tentang ketenagakerjaan. Pada klaster ketenagakerjaan Pemerintah berupaya mengharmonisasikan 3 undang-undang tersebut agar sejalan sehingga mampu memberikan sebuah ruang kepada investor untuk membuka usahanya tanpa perlu khawatir adanya regulasi yang tumpang tindih dan mengakibatkan kerugian kepada investor. Penelitian ini mengguakan metode yuridis normative, konsep Omnibus Law Sejauh ini tidak diatur secara jelas didalam UndangUndang nomor 12 tahun 2011 tentang pembentukan perundang-undangan. Pemerintah berupaya menerapkan omnibus law untuk cipta lapangan kerja. Tetapi tidak diimbangi dengan substansi regulasi yang mampu menghindari konflik-konflik yang telah terjadi selama ini. RUU Cipta Kerja ini masih memiliki banyak kelemahan Masalah ini ada pada perubahan ketentuan cuti, pemberian pesangon dan lain lain. perubahan tersebut semakin mempersempit ruang gerak para buruh untuk memperjuangkan hak-hakya. Kata Kunci: Omnibus Law, RUU, Cipta Kerj