Ejournal Universitas Warmadewa
Not a member yet
5210 research outputs found
Sort by
Implementasi Arsitektur Biophilic Pada Fasilitas Club SPA Di Canggu, Kabupaten Badung, Bali: Bahasa Indonesia
One of the tourist facilities that can be developed in Canggu is SPA. The SPA industry is currently developing towards the achievement of physical, mind and soul health. The type of SPA chosen is Club SPA, because it offers SPA service facilities equipped with fitness facilities in order to get maximum results in physical and mental care, because nowadays people and tourists need a facility that can accommodate activities related to beauty, health, fitness, and relaxation to reduce the level of stress and depression, maintain, and improve physical and psychological appearance. The purpose of this research is to produce a Club SPA design concept with a biophilic architecture approach to produce a room that is able to improve physical and psychological health and create a positive relationship between humans and nature. The method used is by conducting literature studies, precedent studies, field observations, and surveys. The result of the research is the implementation of biophilic architecture that is applied to zoning, entrance, mass building, indoor space, outdoor space, and building facade. The implementation of biophilic architecture in the Club SPA design is expected to help the relaxation process by applying natural elements into the design.
Salah satu fasilitas wisata yang dapat dikembangkan di daerah Canggu yaitu SPA. Industri SPA saat ini telah berkembang menuju kearah pencapaian kesehatan fisik, pikiran, dan jiwa. Jenis SPA yang dipilih yaitu Club SPA, karena menawarkan fasilitas pelayanan SPA yang dilengkapi dengan fasilitas kebugaran agar mendapatkan hasil yang maksimal dalam perawatan fisik serta jiwa, karena saat ini masyarakat dan wisatawan membutuhkan suatu fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan yang berhubungan dengan kecantikan, kesehatan, kebugaran, dan relaksasi untuk mereduksi tingkat stress dan depresi yang mereka alami serta menjaga, merawat, dan meningkatkan penampilan fisik dan psikis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan konsep desain Club SPA dengan pendekatan arsitektur biophilic sehingga dapat menghasilkan ruangan yang mampu meningkatkan kesehatan fisik dan psikis serta menciptakan hubungan positif antara manusia dengan alam. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan studi literatur, studi preseden, observasi lapangan, dan survey. Hasil penelitian berupa implementasi arsitektur biophilic yang diterapkan pada zoning, entrance, massa bangunan, ruang dalam, ruang luar, dan fasade bangunan. Implementasi arsitektur biophilic pada desain Club SPA diharapkan dapat membantu proses relaksasi dengan menerapkan unsur alam kedalam desain.
 
Hak dan Kewajiban Desa Adat Sebagai Penerima Hibah Uang Dari Pemerintah Daerah
Law Number 23 of 2014 concerning Regional Government does not regulate customary law community units as recipients of monetary grants from the Regional Government. The main objective of this study is to analyze the rights and obligations of the Traditional Village in Bali as a customary law community unit that receives a grant from the Regional Government. Using the normative method by conducting a review of Law number 23 of 2014, Minister of Home Affairs Regulation Number 14 of 2016, Bali provincial regional regulation Number 4 of 2019 concerning Traditional Villages in Bali. The results of the study found that Traditional Villages are entitled to receive grants from the Regional Government which are budgeted through the APBD in accordance with Article 6 paragraph (5) of the Regulation of the Minister of Home Affairs of the Republic of Indonesia Number 14 of 2016. Traditional Villages are required to use grant funds obtained from the Regional Government intended to support the achievement of targets programs and activities of the Regional Government in accordance with the urgency and interests of the region. This research is very important as a legal basis for granting money by the Regional Government to Traditional Villages in Bali
PENGARUH TAX PLANNING, INVESTMENT OPPORTUNITY SET, PROFITABILITAS DAN FREE CASH FLOW TERHADAP MANAJEMEN LABA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Tax Planning, Investment Opportunity Set, Profitabilitas dan Free Cash Flow Terhadap Manajemen Laba Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2021. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 53 perusahaan dengan metode sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan tahunan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi dengan mengambil datanya dari situs www.idx.co.id. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Tax Planning berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur sektor industry barang konsumsi yang terdaftar di BEI, (2) Investment Opportunity Set berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur sektor industry barang konsumsi yang terdaftar di BEI, (3) Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur sektor industry barang konsumsi yang terdaftar di BEI, (4) Free Cash Flow berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur sektor industry barang konsumsi yang terdaftar di BEI
PENGARUH KOMPETENSI SDM, PEMANFAATAN TI,DAN PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN
Penelitian ini berjudul Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi, dan Pengendalian Intern Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pada BPR di Ubud. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah pengaruh kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengendalian intern secara parsial terhadap kualitas laporan keuangan pada BPR di Ubud. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengendalian intern secara parsial terhadap kualitas laporan keuangan pada BPR di Ubud. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai dari 6 Bank Perkreditan Rakyat di Ubud. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, sampel pada penelitian ini adalah 47 responden. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi linear berganda. Hasil penelitian ini terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial dari kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengendalian intern secara parsial terhadap kualitas laporan keuangan pada BPR di Ubud
Pemberdayaan UMKM Kue Tradisional di Desa Taman Bali
Program Kemitraan Masyarakat di Desa Taman Bali Kabupaten Bangli ini melibatkan kelompok UMKM yaitu Warung Dedari yang lokasinya dekat dengan tempat wisata Air Terjun Dedari. Kelompok UMKM ini menyediakan kuliner khas Bali. Beberapa masalah yang dihadapi oleh mitra, yaitu kebutuhan dalam hal promosi berupa konten audiovisual, perlunya pengetahuan dan kemampuan bahasa Inggris dalam memberikan pelayanan prima kepada konsumen khususnya turis asing yang datang ke Warung Dedari, perlunya menu dalam bentuk QR code dan hardcopy dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, dan perlunya pembayaran digital yaitu Qris. Metode pelaksanaan program ini adalah dengan melaksanakan pendampingan dan pelatihan Bahasa Inggris kepada para pegawai. Ada 4 (empat) program yang diajukan yaitu, pertama berupa program pendampingan pembuatan konten audiovisual berupa pengambilan video, editing, dan pengisi suara sebagai media iklan. Kedua, pelatihan dan pendampingan penggunaan bahasa Inggris dalam memberikan pelayanan prima kepada turis asing yang datang. Ketiga, pembuatan QR code dan hardcopy untuk tampilan daftar menu dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Keempat, pembuatan alat pembayaran digital yaitu Qris. Tim PKM juga memberikan bantuan dekorasi untuk mempercantik tampilan Warung Dedari, sehingga terlihat lebih menarik dan rapi. Luaran yang dicapai yaitu mitra dapat memproduksi iklan promosi berupa konten audiovisual secara mandiri, dapat memberikan pelayanan prima, serta dapat memperbarui tampilan menu QR code yang telah dibuat apabila terdapat penambahan maupun pengurangan daftar menu yang disediakan
Hubungan Antara Preeklampsia Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar
Bayi berat lahir rendah (BBLR) ialah kondisi bayi terlahir di bawah batas normal 2.500 gram dan menjadi penyabab kematian tertinggi pada neonatal. Satu diantara faktor resiko BBLR ialah preeklampsia. Preeklampsia merupakan kondisi khas yang dialami ibu hamil yang ditandai dengan adanya tekanan darahnya ≥140/90 mmHg serta proteinuria, yaitu ada 300mg ataupun lebihnya protein urin setiap 24 jam ataupun 30mg/dL (1+ dalam dipstick) sesuai hasil uji sampel pada urin. Preeklampsia yang dialami ibu hamil bisa memiliki pengaruh pada kondisi janin yang dikandung oleh ibu yang mengandung dari masa kehamilan, persalinan, serta nifas. Tujuan kajian ini supaya mengetahui korelasinya antara preeklampsia sama BBLR pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar. Kajian ini memakai metode observasional analitik dengan rancangan studi cross sectional. Kajian ini termasuk dalam skala kategorik tidak berpasangan. Pengumpulan data penelitian melalui data sekunder berbentuk rekam medis pada kurun waktu tahun 2018 – 2020. Analisis data secara univariat untuk mengetahui persentase kejadian tiap variabel yang dilakukan penelitiannya serta analisis bivariat dipakai agar dapat mengetahui hubungannya antar variabel melalui pengujian chi-square dengan level signifikasi adalah 0,05. Perolehan kajian di peroleh nilai p value = 0,000 serta PR sebesar 7,917 (95% CI = 2,569-24,395). Artinya, ada hubungannya yang signifikan antara preeklampsia dengan peristiwa BBLR.
Kata kunci: bayi berat lahir rendah, preeklampsia, rumah sakit umum daerah sanjiwani gianyarLow birth weight (LBW) is a condition when babies are born below normal weight limits 2.500 grams and is the highest cause of death in neonates. One of the risk factors for LBW is preeclampsia. Preeclampsia is a common condition in pregnant women which is characterized by blood pressure of 140/90 mmHg and proteinuria, which is 300 mg or more of protein in urine per 24 hours or 30 mg/dL (1+ on the dipstick) according to the results of the urine sample test. Preeclampsia in pregnant women can affect the condition of the fetus conceived by pregnant women from the period of pregnancy, childbirth, and postpartum. The purpose of this study was to determine the relationship between preeclampsia and LBW at the Sanjiwani Regional General Hospital, Gianyar. This study used an analytic observational method with a cross sectional study design. This study is considered to be unpaired categorical scale. Research data collection is done through secondary data in the form of medical records between 2018 - 2020. Bivariate data analysis is done to determine the relationship between variables using the chi-square test with a significance level of 0.05. The results showed that the p value = 0.000 and the PR was 7.917 (95% CI =2,569-24,395). As such, there is a significant relationship between preeclampsia and the incidence of LBW.
Keywords: low birth weight baby, preeclampsia, sanjiwani regional hospital gianya
Identifikasi Faktor Risiko Ergonomi pada Karyawan Minimarket di Denpasar
Minimarket employees are one of the examples of human labor who work manually and thus it often creates ergonomic problems that tend to have risks. The awkward work posture of minimarket employees can cause muscle and bone disorders or commonly referred to as musculoskeletal disorders. This condition can trigger the occurrence of impaired concentration and fatigue at work. This study aims to assess the ergonomic risk factors of minimarket employees in Denpasar. It includes awkward work posture, duration of work, forceful motion, and MSDs. The design used was descriptive study and a cross sectional approach. This study was done in several minimarkets in West Denpasar and South Denpasar for 4 months from March until June 2022. The samples used were minimarket employees in West Denpasar and South Denpasar based on predetermined criteria with a sampling technique of purposive sampling. This study was conducted among 96 employees of mini markets at West and South Denpasar. Data was obtained by filling out online questionnaires and interviews and then analyzed univariately. The results shows that 50 % of the minimarket employees in Denpasar had low risk work posture. About 68.8 % of the minimarket employed in Denpasar had complaints of musculoskeletal disorders in the low category, while 67.7 % of them experienced work exhaustion in the low category.Karyawan minimarket adalah salah satu contoh tenaga kerja manusia yang bekerja secara manual, sehingga sering menimbulkan masalah ergonomi yang cenderung memiliki risiko. Sikap kerja yang salah pada karyawan minimarket dapat berpeluang menimbulkan gangguan pada otot dan tulang atau yang biasa disebut dengan gangguan musculoskeletal disorders. Kondisi inilah yang dapat memicu terjadinya gangguan konsentrasi dan kelelahan dalam berkerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran risiko sikap kerja, musculoskeletal disorders dan tingkat kelelahan pada karyawan minimarket di Denpasar. Desain yang dipergunakan yakni deskriptif dan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian yakni di beberapa minimarket di Denpasar Barat dan Denpasar Selatan selama 6 bulan pada bulan Januari – Juni 2022. Sampel pada penelitian ini adalah adalah pegawai minimarket di Denpasar Barat dan Denpasar Selatan dari kriteria yang telah ditentukan dan metode pengambilan sampel yakni purposive sampling. Data diperoleh dengan pengisian kuesioner secara daring dan wawancara kemudian dianalisis secara univariat. Hasil yang diperoleh menunjukan mayoritas karyawan minimarket di Denpasar memiliki sikap kerja yang berada dalam kategori risiko rendah yaitu sebanyak 50,0%. Sebagian besar karyawan minimarket di Denpasar memiliki keluhan muskuloskeletal disorder dalam kategori rendah yaitu sebanyak 68,8%. Sebagian besar karyawan minimarket di Denpasar mengalami kelelahan kerja dalam kategori rendah yaitu sebanyak 67,7%
Theoretical Basis for Setting Baga Utsaha Druwen Traditional Village (BUPDA) as an Economic Institution for Traditional Village Communities in Bali
Bali is one of the provinces that does not manage its economy with the strength of natural resources, but with the strength of cultural resources. Just like natural resources, culture as an economic resource needs to be cared for. From the point of view of the science of law, differences in the positions of the burdens and the benefits resulting from these assignments constitute injustice. The allocation of these functions does not necessarily result in the establishment of a fair (structured, programmed, routine and systematic) cultural development system that connects budget recipients with cultural development actors. This research uses normative research methods, normative legal research is a scientific research method to find the truth based on scientific logic from the normative side. As is well known, each traditional village in Bali has different village potentials ranging from potential in the fields of agriculture, plantations, fisheries/marine affairs, tourism, to other creative industries. The formation of BUPDA is the best strategy in managing the potential and assets of traditional villages in Bali. Traditional villages that have grown and developed for centuries and have rights of origin, traditional rights, and original autonomy rights to manage their own household, have made a very large contribution to the continuity of people's lives in the nation and state that need protection and empowerment. As a community economic institution, BUPDA receives legal and political protection both nationally and internationally in accordance with applicable laws and regulations
PENGARUH SET KEPUTUSAN INVESTASI, TATA KELOLA PERUSAHAAN, DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018-2021
The purpose of this study was to determine the significance of the effect of investment opportunity sets on firm value in the banking sector on the Indonesia Stock Exchange, to determine the significance of the effect of corporate governance on firm value in the banking sector on the Indonesia Stock Exchange, to determine the significance of the effect of profitability on firm value in the banking sector on the Stock Exchange. Indonesian Securities. The methods used in this study are the methods used in collecting the data needed in this study are as follows: a study of literature from literary sources as a basis for analyzing the problems compiled in this study. Observation is carried out by direct observation of the object to be studied related to the problem to be discussed. The data collection technique in this study is a company that enters the banking sector and is listed on the Indonesia Stock Exchange 2018-2021. While the selection of samples using purposive sampling method. Samples were selected with the following criteria:
Banking sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2018 to 2021
Publish complete financial statements (income statement, balance sheet) with the period ending December 31, continuously from 2018-2021.
The company's shares remain actively operating until August 31, 2021.
The analytical method used is descriptive statistical analysis, classical assumption test and hypothesis testing. The hypothesis is tested by multiple linear analysis. Ghozali (2013) said that multiple regression analysis is the relationship of two or more variables and shows the direction of the relationship between the dependent variable and the independent variable. The following is the linear regression equation that is formed:
Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X2 + ε Before testing the hypothesis, it is necessary to test the classical assumptions. In this study the data used was pool data, namely a combination of cross sectional and time series so that the autocorrelation test was not needed in testing this study. Autocorrelation test is the data used in time series data. This test aims to see whether in a linear regression there is a correlation between confounding errors in period t and errors in period t-1 or earlier. Autocorrelation test can be done with the Durbin-Watson (DW) test, (Ghozali, 2013). The classic assumption test that will be used is the normality test, multicollinearity, and heteroscedasticity.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh investment opportunity set terhadap nilai perusahaan sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia, untuk mengetahui signifikansi pengaruh corporate governance terhadap nilai perusahaan sektor perbankan di Indonesia Bursa Efek, untuk mengetahui signifikansi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada sektor perbankan di Bursa Efek. Sekuritas Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: studi literatur dari sumber literatur sebagai dasar untuk menganalisis masalah yang disusun dalam penelitian ini. Observasi dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap objek yang akan diteliti yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah perusahaan yang masuk ke sektor perbankan dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2021. Sedangkan pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel dipilih dengan kriteria sebagai berikut:1. Perusahaan Sektor Perbankan yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2018 s.d. 20212. Menerbitkan laporan keuangan lengkap (laporan laba rugi, neraca) dengan periode berakhir 31 Desember, terus menerus dari tahun 2018-2021.3. Saham perseroan tetap aktif beroperasi hingga 31 Agustus 2021.Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hipotesis diuji dengan analisis linier berganda. Ghozali (2013) mengatakan bahwa analisis regresi berganda adalah hubungan dua variabel atau lebih dan menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Berikut persamaan regresi linier yang terbentuk:Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X2 + ε Sebelum melakukan pengujian hipotesis, perlu dilakukan pengujian asumsi klasik. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data pool yaitu kombinasi cross sectional dan time series sehingga tidak diperlukan uji autokorelasi dalam pengujian penelitian ini. Uji autokorelasi adalah data yang digunakan dalam data time series. Pengujian ini bertujuan untuk melihat apakah dalam regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan confounding pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 atau sebelumnya. Uji autokorelasi dapat dilakukan dengan uji Durbin-Watson (DW), (Ghozali, 2013). Uji asumsi klasik yang akan digunakan adalah uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas
STUDI KOMPARASI KINERJA GEDUNG BERTINGKAT SISTEM GANDA RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS DAN MENENGAH DI KOTA MANADO
Seismic designs for high-rise buildings in the city of Manado, are generally designed using a special reinforced concrete moment frames, but looking at the requirements of SNI 1726-2019 in the city of Manado with seismic design category D, multi-storey building plans can be designed using a dual systems with intermediate moment frames by paying attention to the building height limit of 48 meters. This study will compare the planning efficiency of a dual systems with intermediate moment frames to that of a dual systems with special moment frames in terms of dimensions, details of reinforcement and structural performance with a building height not exceeding 48 meters. The building simulation has a building length and width of 35 x 25 meters, then the height between floors is 4 meters with a building height of 16 meters (Low Rise Building/LRB), 32 meters (Middle Rise Building/MRB) and 48 meters (High Rise Building/HRB). The ratio of the longitudinal reinforcement area of the beam elements in the double system of intermediate moment frames is not more efficient than the double system of special moment bearing frames with the respective efficiency levels in the HRB, MRB and LRB models being -13.33%, -12.95% and -5.00%. Comparison of area of transverse reinforcement of column elements Double Intermediate Moment Resisting Frames are more efficient than Special Moment Bearing Double Systems with their respective efficiency levels in the HRB model. MRB and LRB is 18.35%. 19.47% and 34.68%. Comparison of structural performance in the Dual Intermediate Moment Resisting Frame system is more efficient than the Special Moment Resisting Double Frame System with an efficient rate of 22.85% for each model HRB, MRB and LRB. 20.95% and 12.63% in the X direction and 25.43%. 21.89% and 17.97% in the Y direction.Desain gempa pada bangunan bertingkat di Kota Manado, umumnya di desain memakai sistem rangka pemikul momen khusus, tetapi melihat dari persyaratan SNI 1726-2019 di kota Manado dengan kategori desain seismik D, perencanaan bangunan bertingkat bisa di desain menggunakan sistem ganda rangka pemikul momen menengah dengan memperhatikan batas tinggi bangunan yaitu 48 meter. Penelitian ini akan membandingan tingkat efisiensi perencanaan sistem ganda rangka pemikul momen menengah terhadap sistem ganda rangka pemikul momen khusus dari segi dimensi, detail penulangan serta kinerja struktur dengan ketinggian bangunan tidak melebihi 48 meter. Simulasi bangunan memiliki panjang dan lebar bangunan 35 x 25 meterkemudian tinggi antar lantai 4 meter dengan tinggi bangunan 16 meter (Low Rise Bulding/LRB), 32 meter (Middle Rise Bulding/MRB) dan 48 meter (High Rise Bulding/HRB). Perbandingan luas tulangan longitudinal elemen balok sistem ganda rangka pemikul momen menengah tidak lebih efisien daripada sistem ganda rangka pemikul momen khusus dengan tingkat efisien masing-masing pada model HRB, MRB dan LRB adalah -13.33%, -12.95% dan -5.00%. Perbandingan luas tulangan transversal elemen kolom Sistem Ganda Rangka Pemikul Momen Menengah lebih efisien daripada Sistem Ganda Rangka Pemikul Momen Khusus dengan tingkat efisien masing-masing pada model HRB. MRB dan LRB adalah 18.35%. 19.47% dan 34.68%. Perbandingan Kinerja Struktur pada Sistem Ganda Rangka Pemikul Momen Menengah lebih efisien daripada Sistem Ganda Rangka Pemikul Momen Khusus dengan tingkat efisien masing-masing pada model HRB, MRB dan LRB adalah 22.85%. 20.95% dan 12.63% pada arah X dan 25.43%. 21.89% dan 17.97% pada arah Y