Ejournal Universitas Warmadewa
Not a member yet
5210 research outputs found
Sort by
Penerapan Arsitektur Tropis Pada Perancangan Yoga Retreat Center di Ubud: Bahasa Indonesia
Indonesia is a country with a tropical climate because of its geographical location on the equator. This causes Indonesia to be affected by 2 seasons, namely the rainy season and the dry season. This situation influences the building design process so that appropriate efforts are needed to overcome the problems encountered in buildings in the tropics. Tropical architecture is an architectural work specifically designed to overcome problems that exist in the tropics. In tropical architecture there are several principles that influence the design of buildings. This principle consists of thermal comfort, air flow through the building, heat radiation, and natural lighting during the day. The Yoga Retreat Center in Ubud is a yoga tourism facility that focuses on accommodating all yoga retreat activities. The location of the site is in the tropics, so it is important to apply tropical architectural principles to the building to create comfort for building users.
Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis karena letak geografisnya yang berada di garis katulistiwa. Hal ini menyebabkan Indonesia dipengaruhi oleh 2 musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Keadaan ini berpengaruh dalam proses perancangan bangunan sehingga diperlukan upaya yang sesuai yang dapat mengatasi permasalahan yang ditemui pada bangunan di daerah tropis. Arsitektur tropis merupakan suatu karya arsitektur yang dirancang khusus untuk mengatasi permasalahan – permasalahan yang ada di daerah tropis. Dalam arsitektur tropis terdapat beberapa prinsip yang mempengaruhi perancangan bangunan. Prinsip itu tediri dari kenyamanan thermal, aliran udara melalui bangunan, radiasi panas, serta penerangan alami pada siang hari. Yoga Retreat Center di Ubud merupakan suatu fasilitas wisata yoga yang berfokus untuk mewadahi seluruh kegiatan retret yoga. Letak site yang berada di daerah tropis sehingga penting untuk menerapkan prinsip-prinsip arsitektur tropis ke dalam bangunan untuk menciptakan kenyamanan kepada pengguna bangunan.
 
Transformasi Bentuk dan Rupa Rumah Niang Mengkini dengan Konsep Ikonik dan Pendekatan Arsitektur Nusantara
The presence of Indonesian architecture in an area can show the identity and character of cultural and traditions of these place. The distinctive characteristics of Manggarai architecture in the city of Labuan Bajo, West Manggarai district are very necessary to show the identity and genius locus of the Manggarai people in the field of architecture as well as a form of preserving traditional Manggarai houses which are almost extinct due to the influence of modernization. In creating a contemporary Indonesian building that departs from the character of the niang house, a design strategy is needed that is able to depict traditional Manggarai architecture in the form of contemporary Indonesian architecture while still paying attention to the function and location of the design. The aim of this research is to produce a contemporary Indonesian architectural design strategy that can be used in various functions and locations. The design method used is Rob Krier's geometric transformation method and Broadbent's iconic concept with an Indonesian architectural approach. The design results are a resort hotel design strategy with the shape and appearance of today's niang houses located on Pede Beach, Labuan Bajo City, West Manggarai Regency, NTT Province.Kehadiran arsitektur Indonesia pada suatu daerah dapat menunjukkan identitas dan karakter budaya serta tradisi tempat tersebut. Ciri khas arsitektur Manggarai di kota Labuan Bajo kabupaten Manggarai Barat sangat diperlukan untuk menunjukkan jati diri dan lokus kejeniusan masyarakat Manggarai dalam bidang arsitektur serta wujud pelestarian rumah adat Manggarai yang hampir punah akibat terhadap pengaruh modernisasi. Dalam menciptakan sebuah bangunan kontemporer Indonesia yang berangkat dari karakter rumah niang, diperlukan strategi perancangan yang mampu menggambarkan arsitektur tradisional Manggarai dalam bentuk arsitektur kontemporer Indonesia dengan tetap memperhatikan fungsi dan letak perancangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan strategi desain arsitektur kontemporer Indonesia yang dapat digunakan pada berbagai fungsi dan lokasi. Metode perancangan yang digunakan adalah metode transformasi geometri Rob Krier dan konsep ikonik Broadbent dengan pendekatan arsitektur Indonesia. Hasil perancangan merupakan strategi perancangan hotel resort dengan bentuk dan tampilan rumah niang masa kini yang terletak di Pantai Pede Kota Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT
Keabsahan Jual Beli Hak atas Tanah yang Dilakukan tanpa Akta PPAT Ditinjau dari Perspektif Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah terdapat akibat hukum yang sah dalam transaksi jual beli tanah jika dilakukan tanpa melibatkan akta PPAT, dengan mengambil perspektif dari Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997. Dalam konteks ini, rumusan masalah penelitian terfokus pada dua pertanyaan utama: Pertama, bagaimana pengaturan pembuatan akta jual beli oleh PPAT? Kedua, apa keabsahan jual beli hak atas tanah yang dibuat tanpa melibatkan PPAT? Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum secara normatif, yang mencermati berbagai aspek regulasi dan peraturan hukum yang berkaitan dengan transaksi tanah. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa keabsahan dalam transaksi jual beli tanah masih dapat diperoleh meskipun tanpa pencatatan pada PPAT dalam bentuk akta jual beli. Namun, ketika penelitian ini dipandang dalam konteks Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, terdapat implikasi bahwa peralihan hak atas tanah dari pembeli kepada penjual, yang sering disebut sebagai proses "balik nama," tidak dapat terwujud jika tidak ada akta yang dibuat di hadapan pejabat pembuat akta tanah (PPAT). Hal ini menegaskan bahwa pemindahan hak atas tanah melalui transaksi jual beli harus didukung oleh akta otentik yang dikeluarkan oleh PPAT sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dengan demikian, keberadaan PPAT dan pembuatan akta oleh mereka memegang peran penting dalam menjaga keabsahan hukum dalam transaksi jual beli tanah di Indonesia
Kedudukan Hukum Anak yang Dilahirkan Diluar Perkawinan Sah Menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974
Pengaruh budaya luar negeri dalam pergaulan di Indonesia telah menimbulkan berbagai permasalahan, seperti hubungan di luar perkawinan, yang pada akhirnya menyebabkan lahirnya anak-anak yang tidak sah di mata hukum negara. Rumusan masalah yang dapat diajukan adalah: bagaimana kedudukan hukum anak yang lahir di luar perkawinan sah menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974? Dan bagaimana upaya pemenuhan hak keperdataan anak yang dilahirkan di luar perkawinan? Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tipe penelitian normatif. Pengaturan hukum terkait kedudukan anak di luar perkawinan terdapat dalam pasal 42 dan 43 Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, serta UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Anak yang lahir di luar perkawinan tidak memiliki status yang tercatat atau dianggap tidak memiliki kejelasan karena berasal dari hubungan yang tidak jelas, sehingga upaya pemenuhan hak keperdataan anak sulit untuk terpenuhi. Pemerintah sebaiknya melakukan sosialisasi tentang perkawinan dan dampak negatif dari hubungan di luar perkawinan
Perlindungan Hukum oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual bagi Mahasiswa Korban Pelecehan Seksual di Kota Makassar
Kompleksitas dalam mengungkap kasus pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi menjadi landasan bagi penelitian ini. Perguruan Tinggi diharapkan menjadi wadah aman bagi mahasiswa dalam mengejar ilmu. Pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan Perguruan Tinggi adalah tindakan yang tidak pantas, seringkali dilakukan terhadap mahasiswa, dan dapat berakibat pada trauma hingga depresi. Menghadapi kenyataan bahwa kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswa semakin banyak, penulis ingin mengeksplorasi dua aspek utama: 1) Apa faktor-faktor penyebab perilaku pelecehan seksual terhadap mahasiswa di Kota Makassar? dan 2) Bagaimana perlindungan hukum yang diberikan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual kepada mahasiswa yang menjadi korban di Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana upaya yang dilakukan oleh Satuan Tugas dalam pencegahan dan penanganan pelecehan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pendekatan sosiologis. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa perlindungan hukum yang diberikan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Kota Makassar masih mengalami kendala, terutama karena belum semua Perguruan Tinggi memiliki Satuan Tugas serupa. Meskipun begitu, Satuan Tugas tetap berperan penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan mahasiswa
Sanksi Pidana terhadap Pelaku Penimbun Minyak Goreng
Penimbunan minyak goreng merupakan tindakan yang melanggar hukum serta mencerminkan perilaku yang tidak beradab, berpotensi menyulitkan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Rumusan permasalahan dalam penulisan jurnal ini mencakup pengaturan tindak pidana penimbunan minyak goreng dan sanksi pidana yang dikenakan terhadap pelaku penimbun minyak goreng. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum normatif dan analisis perundang-undangan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengaturan tindak pidana penimbunan minyak goreng didasarkan pada Pasal 29 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Sanksi pidana terhadap pelaku penimbunan minyak goreng diatur dalam Pasal 107 UU Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, serta Pasal 52 dan 53 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Saran yang penulis ajukan dalam penelitian ini adalah kepada Pemerintah, khususnya Kepolisian dan Kementerian Perdagangan, agar dapat bekerja sama dalam menerapkan aturan hukum yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana penimbunan minyak goreng
Praktik Greenwashing: Perlindungan Hukum dan Tanggung Jawab Korporasi Ditinjau dari Hukum Indonesia
Penelitian berusaha untuk menganalisis praktik greenwashing dengan kerangka hukum yang ada di Indonesia, baik dalam perlindungan hukum terhadap praktik greenwashing, maupun tanggung jawab korporasi dalam mengimplementasikan praktik greenwashing sebagai pelaku usaha. Metode penulisan yang digunakan adalah metode hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan perbandingan. Hasil dari studi ini menunjukan bahwa terdapat beberapa regulasi yang dapat menjadi payung hukum terhadap praktik greenwashing serta dapat mengakomodasi kepentingan konsumen dan lingkungan. Selain itu penulis juga mendapati bahwa prinsip product liability atau pertanggungjawaban produk merupakan tanggung jawab yang harus dilakukan korporasi ketika melakukan praktik greenwashing. Penulis juga menggarisbawahi tentang e-commerce dapat menjadi salah satu ancaman adanya praktik greenwashing. Maka dari itu perlu peran pemerintah dalam pembaharuan regulasi terkhusus terhadap praktik greenwashing, dan kesadaran konsumen dalam menilai dan menelaah sebelum membeli produk dapat dikategorikan sebagai produk ramah lingkungan
Pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur – NTT
This study aims to determine and analyze the influence of organizational culture on the performance of civil servants, the effect of work motivation on the performance of civil servants, the effect of job satisfaction on the performance of civil servants, the influence of organizational culture, work motivation and job satisfaction on the performance of civil servants, the influence of organizational culture and work motivation on job satisfaction, the influence of organizational culture on the performance of civil servants through job satisfaction, the effect of work motivation on the performance of civil servants through job satisfaction at the Waingapu City District Office. The research method used is quantitative using a questionnaire as a data collection material which was analyzed with the help of SPSS version 25 software. The population in this study amounted to 14 people, so the sampling method applied was saturated sampling (census). Data was collected by distributing questionnaires. The analytical method used is the path analysis method. The results showed that (1) organizational culture had no effect on the performance of civil servants; (2) work motivation has a significant effect on the performance of civil servants; (3) job satisfaction does not affect the performance of civil servants; (4) Organizational culture, work motivation and job satisfaction simultaneously have a significant effect on the performance of civil servants; (5) Organizational culture and motivation simultaneously have a significant effect on job satisfaction; (6) organizational culture has no significant effect on the performance of civil servants through job satisfaction; (7) Work motivation has no significant effect on employee performance through job satisfaction of civil servants.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja PNS, pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja PNS, pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja PNS, pengaruh budaya organisasi, motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja PNS, pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja, pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja PNS melalui kepuasan kerja, pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja PNS melalui kepuasan kerja di Kantor Kecamatan Kota Waingapu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan kueisoner sebagai bahan pengumpulan data yang dianalisis dengan bantuan software SPSS versi 25. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 14 orang, sehingga metode sampling yang diterapkan adalah sampling jenuh (sensus). Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja PNS; (2) Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja PNS; (3) Kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja PNS; (4) Budaya organisasi, motivasi kerja dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja PNS; (5) Budaya organisasi dan motivasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja; (6) Budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja PNS melalui kepuasan kerja; (7) Motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja PNS.
 
Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Badung
Work discipline relates to how an individual implements the rules and norms that apply in the work environment related to the responsibilities that have been given as a form of encouragement for an agency to achieve what is the vision and mission of the agency concerned. The purpose of this research is to analyze how work discipline relates to the performance of the state civil apparatus and to find out how work discipline influences the performance of the state civil apparatus. The approach used in this study uses a qualitative approach which depicts the results of the observations made by the researcher. Data collection was carried out by observation, interviews, and documentation which were then analyzed descriptively with their validity assessed using a triangulation technique. The results of the study show that work discipline greatly influences the performance of state civil servants in the Protocol and Leadership Communications Section. This is related to efforts to achieve what has been expected and aspired to in an institution. In addition, employees are also very aware of how important it is to carry out a work discipline, this is related to the responsibilities of employees in completing their work by implementing the rules and norms that apply in the workplace.Kedisiplinan kerja berkaitan dengan bagaimana seorang individu dalam melaksanakan aturan-aturan serta norma-norma yang berlaku dalam lingkungan kerja yang berkaitan dengan tanggungjawab yang telah diberikan sebagain bentuk pendorong suatu instansi untuk mencapai apa yang menjadi visi serta misi suatu instansi bersangkutan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana hubungan disiplin kerja terhadap kinerja aparatur sipil negara serta untuk mengetahui bagaimana pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja aparatur sipil negara. Pendekatan yang dugunakan dalam penelitian kali ini menggunakan suatu pendekatan kualitatif dimana dengan penggambaran hasil dari pengamatan yang dilakukan peneliti. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi yang kemudia dianalisis secara deskriptif dengan keabsahannya dinilai menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa displin kerja sangat berpengaruh terhadap kinerja aparatur sipil negara di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan hal ini berkaitan dengan upaya untuk mencapai apa yang telah diharapkan serta dicita-citakan dalam suatu instansi. Selain itu para pegawai juga sangat menyadari betapa pentingnya melakukan suatu disiplin kerja hal ini berkaitan dengan tangggungjawab pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan melaksanakan aturan serta norma yang berlaku dalam tempat kerja
AN ANALYSIS OF DERIVATIONAL AFFIXES FOUND IN THE JAKARTA POST NEWSPAPER
This study focused to analyse derivational affixes found in the Jakarta Post Newspaper. To describe the data source this study used the qualitative method. The observation method is used in this study to collect the data. There were several steps to collecting the data which were, first finding the data on the Jakarta Post website, second reading and underlining all the words containing derivational affixes, and then identifying and classifying based on their categories. This study used the theory proposed by Lieber (2009) as the main theory and supported theory by Katamba (1993) and Plag (2002). This study used formal and informal methods to present the data. After analyzing the data source there are two types of derivational affixes, namely derivational prefixes and derivational suffixes. There were 36 data of derivational affixes found in three newspaper such as 6 data are prefixes -un, -non, -over -ir 16,6% and 30 data are suffixes -y, -ity, -er, -ion, -ly, -al, -ful, -ible -or with percentage 83,4%. Based on the result it can be concluded the derivational suffix is more dominant than the derivational prefixes found in the Jakarta Post newspaper
Keywords: derivation; Jakarta post Newspaper; prefix; suffi