Ejournal Universitas Warmadewa
Not a member yet
5210 research outputs found
Sort by
Complaint Defiction and Ultimum Remedium in the Perspective of Positivism (Roman) Law School, and Realism, and Sociology, and Utilitarism and Freie Recht Slehre (Anglo-American)
Wetboek van Strafrecht voor Nederlandsch-Indie or Wetboek van Strafrecht or the Penal Code or the Criminal Code or Criminal Code consists of the First/First Book (Article 1 to Article 103. Concerning General Regulations) and Second Book (Article 104 to/d Article 488. Concerning Crimes) and the Third Book (Articles 489 to Article 569. Regarding Violations).At first Crimineel Wetboek voor Het Koninkrijk Holland (WvS) was made in 1795 and enforced in 1809. Then France colonized the Netherlands, and the Penal Code was born from 1811 to 1813. After the Netherlands became independent, Wetboek van Strafrecht was born in 1881, it was enforced in 1886, and Wetboek was born van Strafrecht voor Nederlandsch-Indie based on Koninklijk Betsuit (order of the king) February 10 1866. About Crimes for Europeans Juncto Algemeene Politie Strafreglement based on Ordonnantie 15 June 1872. About Crimes for Europeans. Juncto Wetboek van Strafrecht voor Nederlandsch-Indie based on Ordonnantie May 5 1872
Exploring Figurative Language: Expressions and Metaphors in Sports Reporting of Java Pos (Edition, June 1, 2018)
The utilization of figurative language in sports reporting significantly enhances communication’s allure and competitiveness within this realm. Figurative language entails expressions not meant to be taken literally but carrying implied meanings that enrich interpretation for readers or listeners. It crucially illustrates action and drama in sports news, engendering a more immersive reading experience and influencing how events are comprehended. This research probes into the use of figurative language, particularly expressions and metaphors, within sports reporting's context. The study’s focal point was the June 1, 2018 edition of the esteemed Indonesian newspaper, Java Pos, renowned for its vibrant sports reporting, particularly in football. Data consisted of expressions and metaphors in the form of verbs, nouns, adjectives, and numerals, sourced from Java Pos' sports reporting (June 1, 2018 edition), especially relating to football. The methodology involved participatory observation reading 7 football-specific sports pieces and scrutinizing each for expressions and metaphors. Additionally, documentation was employed collecting and analyzing articles from the designated edition to assess metaphors and expressions through a figurative language lens. Post data collection, data was condensed and classified by category (nouns, verbs, adjectives, and numerals) then verified and interpreted contextually. Content analysis was applied for data analysis, comprehending the contextual use and its impact on reader comprehension. The findings unveiled the presence of expressions and metaphors, encompassing verb phrases, nouns, adjectives, and numerals, in the news reports. This study uncovers the usage of figurative language, enriching communication, fostering creativity, and contributing to elevated sports reporting quality and deeper audience understanding
Implementasi Strategi Pemasaran Produk Menu Makanan Ikan Di Warung Bendega, Pantai Lebih, Gianyar dalam Meningkatkan Minat Beli Konsumen
Changes in people's consumption patterns and lifestyles have led to an increase in physical mobility driven by activities outside the home. This condition causes an increase in public demand for ready-to-eat food. The increasing demand for ready-to-eat food is an opportunity for entrepreneurs to start their own businesses. Thus every company must try hard to achieve its goals by using various ways, one of which is the development of an appropriate marketing strategy. The success of business development will affect the amount of profit received. The financial aspect is an important factor in a business. This research is descriptive qualitative which aims to determine the implementation of the marketing strategy used, the marketing mix implemented includes product, price, place and promotion and benefits of Warung Bendega, Lebih Beach, Gianyar. Income analysis in this study is calculated based on the difference between total revenue (TR) and total cost (TC). The results of the income analysis obtained in November 2022 amounted to Rp. 2.621.167. This shows that the income earned by Warung Bendega is relatively good so that Warung Bendega's business is feasible in terms of profits.Perubahan pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat telah menyebabkan peningkatan mobilitas fisik yang didorong oleh aktivitas di luar rumah. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap makanan siap saji. Meningkatnya permintaan akan makanan siap saji merupakan peluang bagi para pengusaha untuk memulai usaha sendiri. Dengan demikian setiap perusahaan harus berjuang keras untuk mencapai tujuannya dengan menggunakan berbagai cara, salah satunya adalah pengembangan strategi pemasaran yang tepat. Keberhasilan pengembangan usaha akan mempengaruhi jumlah keuntungan yang diterima. Aspek keuangan merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah bisnis. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui implementasi strategi pemasaran yang digunakan, bauran pemasaran yang dilaksanakan meliputi product, price, place dan promotion dan keuntungan Warung Bendega, Pantai Lebih, Gianyar. Analisis pendapatan dalam penelitian ini dihitung berdasarkan selisih antara penerimaan total (TR) dengan biaya total (TC). Hasil analisis pendapatan yang diperoleh pada Bulan November 2022 sebesar Rp. 2.621.167. Hal ini menunjukan bahwa pendapatan yang diperoleh Warung Bendega relatif baik sehingga usaha Warung Bendega layak dari segi keuntungan
The Role of Institutions and Community Empowerment in Realizing Sustainable Tourism in Bakas Village, Klungkung District
This study aims to identify the role of institutions and community participation in tourism development in Bakas Tourism Village. This study uses quantitative and qualitative approaches. This study was conducted by observing and digging up information directly about the role of institutions and community empowerment in realizing sustainable tourism through previously prepared study instruments. Based on the results, it revealed that the role of institutions is very active in the management of Bakas Tourism Village. In addition, community participation is also active in the development of Bakas Tourism Village from the planning stage to supervision
Perlindungan Konsumen Atas Iklan Produk Rokok Sebagai Upaya Menurunkan Prevalensi Perokok Anak
Prevalensi perokok anak yang tinggi salah satunya disebabkan oleh iklan produk rokok yang beredar secara masif di berbagai media, baik itu secara cetak, penyiaran, teknologi informasi, dan/atau luar ruang memberi paparan terhadap anak yang melihatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia terhadap iklan rokok dan mengenai upaya perlindungan konsumen atas iklan produk rokok dalam upaya menekan prevalensi perokok anak. Penelitian ini menerapkan metode yuridis normatif dengan data sekunder yang didapat melalui studi pustaka dengan bahan hukum primer berupa UUPK, UU Penyiaran, UU Kesehatan, dan PP No. 109/2012, bahan hukum sekunder berupa rancangan undang-undang, hasil penelitian, buku, artikel ilmiah, dan jurnal ilmiah, serta bahan hukum tersier.berupa kamus, data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Perlindungan hukum terhadap perokok anak selaku konsumen dalam rangka menekan prevalensi perokok anak telah diatur dalam regulasi yang memuat pengendalian iklan produk rokok, namun hasil penelitian menyatakan bahwa anak-anak masih dapat mengakses iklan rokok yang tersebar di media sosial, khususnya iklan rokok elektrik, sedangkan pengendalian mengenai rokok elektrik belum diatur dalam PP No.109/2012. Agar perlindungan anak dari iklan rokok dapat berjalan secara maksimal maka diperlukan pengawasan yang ketat oleh pemerintah, pihak yang berwajib, dan masyarakat untuk melarang anak di bawah umur mengakses iklan rokok, melakukan sosialisasi di setiap sekolah, serta mempercepat revisi PP No. 109/2012
Tindak Pidana Memperniagakan Trenggiling dalam Perspektif Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 dan Fiqih Jinayah
Trenggiling merupakan satwa yang di lindungi oleh pemerintah, sebagimana di atur dalam peraturan pemerintah nomor 7 tahun 1990 yang menyebutkan bahwa beberapa jenis flora dan fauna yang di lindungin diantaranya adalah trenggiling. Fenomena memperniagakan trenggiling marak terjadi di kota Medan. Penyidik dan Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Balai Penegakan Hukum Wilayah Sumatera, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berhasil menggagalkan kegiatan perdagangan trenggiling yang diperkirakan bernilai lebih dari Rp. 2,5 Milyar. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tindak pidana memperniagakan tringgiling Ditinjau Perspektif UU No.5 Tahun 1990 dan Perspektif fiqih jinayah. Metode penelitian yang dipergunakan yuridis normatf. Hasil penelitian menunjukan bahwa tindak pidana mempernigakan trenggiling dalam perspektif Undang-Undang No.5 tahun 1990 dirumuskan dalam Pasal 40 yang berbunyi, barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang dijelakan dalam pasal 19 ayat (1) dan pasal 33 ayat (1), diancam pidana 10 tahun dan denda maksimal Rp. 200.000.000,00. Sedangkan menurut fiqih jinayah Sanksi dalam memperniagakan satwa dikategorikan sebagai jarimah ta’zir dimana perbuatan pidana yang bentuk hukumannya ditentukan penguasa (hakim)
Perlindungan Hukum Dokter dalam Memberikan Visum Et Repertum Psikiatrikum pada Orang Dengan Gangguan Jiwa yang Melakukan Tindak Pidana
Hukum wajib melindungi kepentingan setiap individu. Perbuatan melanggar hukum dapat dikenakan sanksi, salah satunya pidana. Seseorang baru mampu mempertanggungjawabkan pidana apabila memenuhi unsur-unsur keadaan jiwa dan kemampuan jiwa yang baik. Maka, sebagai upaya keadilan dalam memutuskan perkara, keterangan saksi ahli sangat diperlukan, yakni berupa Visum et Repertum Psikiatrikum (VeRP). Seorang dokter, khususnya psikiater, wajib memberikan keterangan apabila diminta oleh penegak hukum. Perlu ada perlindungan hukum bagi dokter agar dalam menjalankan tugasnya tidak bayangi kekhawatiran bahwa keterangannya dianganggap tidak benar. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Teknik pengumpulan data menggunakan metode studi kepustakaan dari data primer dan sekunder. Dari hasil penelitian diketahui bahwa permintaan bantuan tenaga ahli diatur dalam ketentuan KUHAP dan dokter wajib memberikan keterangan apabila diminta oleh penegak hukum. Penyusunan VeRP diatur dalam Permenkes RI Nomor 77 Tahun 2015. Dalam memberikan keterangan selaku saksi ahli, dokter dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tetang Perlindungan Saksi dan Korban
Language Style Used in Commercial Advertisement Text on Social Media
The aims of the research are describing the language style found in commercial advertisements text on social media based on the word choice, the sentence structure, and the implicit meaning. The data in this research are 15 commercial advertisements which are divided into three categories those are food, beverage, and cosmetic advertisements, and were taken from social media such as Instagram, Facebook, and YouTube. The methods and techniques used in collecting the data are the observation method followed by Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) technique (Uninvolved Conversation Observation Technique) and the note-taking technique. In analyzing the data, padan ortografis method (orthography corresponding method) is used and supported by dasar pilah unsur penentu technique (determinant-sorting technique). In presenting the results, informal methods are used. The result of the research shows that there are 14 language styles found in 15 commercial advertisements on social media. Based on the word choice, all of the advertisements used an informal style. Based on the sentence structure, the advertisements used a repetition style. Based on the implicit meaning, the advertisements used rhetorical style included alliteration, asyndeton, ellipsis, pleonasm and tautology, rhetorical question, epanorthosis, and hyperbole and the figurative style included simile, personification, epithetic, synecdoche, and antonomasia
Aplikasi vektor beban penentu lokasi kerusakan struktur pada struktur portal rangka ruang
Structural health monitoring system is one of the most interesting and important topics in civil engineering. This is because a good structural health monitoring system will increase the reliability of the structure. There are 4 (four) levels in the structural health monitoring system, one of which is damage localization. Damage localization requires an approach or method that can accurately predict the damaged member. One of the methods that is widely applied and proven to give good results for predicting damaged members called damage locating vector (DLV). The DLV method has been applied to several structures, such as plane truss structures, space truss structures, plane frame structures, shear buildings, plane stress elements, thick plate elements and several types of structures. The purpose of this research is to apply DLV method to space frame structures to find out the effectiveness of this method in damage detection. There are three damage scenarios used, two single damage scenarios and one multiple damage scenario. Based on the results obtained, the DLV method can accurately determine the damaged member in the space frame structure for single damage scenarios but in case of multiple damage scenarios, the DLV cannot predict the damaged member due to the values ​​of the end forces and moments of the damaged members are similar to one another.Sistem monitoring kesehatan struktur merupakan salah satu topik yang sangat menarik dan penting dalam bidang teknik sipil. Hal ini dikarenakan dengan sistem monitoring kesehatan struktur yang baik akan meningkatkan kehandalan struktur tersebut. Terdapat 4 (empat) tingkatan dalam sistem monitoring kesehatan struktur, salah satunya adalah penentuan lokasi kerusakan (damage localization). Hal ini menjadi menarik dikarenakan tahap ini membutuhkan pendekatan atau metode yang dapat menghasilkan pembacaan yang akurat terhadap elemen yang mengalami kerusakan. Salah satu metode yang umumnya digunakan, diaplikasikan dan terbukti memberikan hasil yang baik untuk memprediksi elemen yang mengalami kerusakan. Metode ini adalah metode vektor beban penentu lokasi kerusakan (VBPLK). Metode VBPLK telah diaplikasikan pada beberapa struktur, seperti struktur rangka bidang, struktur rangka ruang, struktur portal bidang, shear building, elemen plane stress, elemen thick plate dan beberapa tipe struktur lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengaplikasikan metode VBPLK pada struktur portal ruang guna melihat efektivitas metode ini dalam mendeteksi kerusakan pada tipe struktur tersebut. Terdapat 3 (tiga) skenario kerusakan yang digunakan, yaitu 2 (dua) skenario kerusakan tunggal dan 1 (satu) skenario kerusakan ganda. Berdasarkan hasil yang didapatkan, metode VBPLK dapat dengan baik mendeteksi kerusakan elemen pada struktur portal ruang untuk skenario kerusakan tunggal tetapi tidak demikian halnya dengan skenario kerusakan ganda, di mana prediksi elemen yang mengalami kerusakan tidak dapat dilakukan dikarenakan nilai gaya-gaya dan momen-momen ujung dari elemen yang mengalami kerusakan mirip satu dengan yang lain
Analisis perbandingan biaya, waktu, dan dampak lingkungan pada pekerjaan lapis pondasi atas menggunakan material recycle dan cut and fill (studi kasus: proyek pembangunan jalur lintas selatan Tulungagung -Trenggalek)
Nowadays, environmental issues in construction project activities that were previously ignored have become major problems as they trigger global warming. Consequently, green construction as a concept of sustainable development has begun to be implemented. It is sort of an effort to minimize the impact of damage to the environment. The construction project of the Tulungagung-Trenggalek southern route carried out material recycling from construction waste to top foundation layer material. The material processing will have an impact on the construction implementation. Therefore, it is necessary to have a study on a comparative analysis of costs, time, and environmental impacts on the work of the top layer using recycled materials and the cut-and-fill method. After using recycled materials, the cost was IDR 2,637,312,551.00, while the cut-and-fill method cost was IDR 2,535,283,401.00. The recycling method took 20 days, whereas the cut-and-fill method took 37 days. Material waste reached 5729.27 tons by the recycle method and 46586.82 tons by the cut-and-fill method. The recycling method caused emissions of 52774.4 kgCO2/liter, while the cut-and-fill method brought in 59935.34 kgCO2/liter. In conclusion, the recycling method can be categorized as a green construction method because it produces fewer emissions and waste than the cut-and-fill method. The recycling method can reduce the impact of environmental damage.Isu lingkungan yang semula kurang diperhatikan pada kegiatan proyek konstruksi saat ini menjadi permasalahan utama dan pemicu global warming. Green contruction sebagai konsep pembangunan yang berkelanjutan mulai diterapkan, hal ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk meminimalisir dampak kerusakan terhadap lingkungan. Pada proyek pembangunan jalur lintas selatan Tulungagung-Trenggalek proyek tersebut melaksanakan recycle material dari limbah konstruksi untuk digunakan sebagai material lapis pondasi atas. Dengan adanya pengolahan material maka akan berdampak terhadap pelaksanaan konstruksi. Sehingga perlu adanya sebuah penelitian mengenai analisis perbandingan biaya, waktu, dan dampak lingkungan pada pekerjaan lapis pondasi atas menggunakan material recycle dan cut and fill Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil biaya menggunakan material recycle dalam pelaksanaan sebesar Rp.2,637,312,551.00 Sedangkan dengan menggunakan metode cut and fill biaya yang dikeluarkan sebesar Rp.2,535,283,401.00 dan dibutuhkan 20 hari dengan metode recycle. Pada metode cut and fill dibutuhkan 37 hari. Pelaksanaan menggunakan metode recycle limbah material yang ditimbulkan sebesar 5729.27 ton sedangkan dengan metode cut and fill sebesar 46586.82 ton. Dalam pelaksanaan konstruksi metode recycle menimbulkan emisi sebesar 52774.4 kgCO2/liter sedangkan dengan menggunakan metode cut and fill sebesar 59935.34 kgCO2/liter. Oleh karena itu, metode daur ulang (recycle) dapat dianggap sebagai salah satu pendekatan dalam pelaksanaan konstruksi ramah lingkungan dikarenakan emisi dan limbah yang lebih rendah dan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan jika dibandingkan dengan metode cut and fill