Ejournal Universitas Warmadewa
Not a member yet
5210 research outputs found
Sort by
Perlindungan Hukum Terhadap Hak Milik Atas Tanah Ulayat Desa Adat (Studi Kasus di Kecamatan Umalulu Kabupaten Sumba Timur)
Perlindungan masyarakat hukum adat dijamin oleh Pasal 18 B Undang-Undang Dasar 1945. Namun ada penguasaan oleh PT Muria Sumba Manis (MSM) untuk mengelola tanah ulayat di desa adat, kecamatan Umalulu, kabupaten Sumba Timur sebagai perkebunan tebu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsi perlindungan hukum dan penyelesaian sengketa terhadap hak milik atas tanah ulayat tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode empiris. Hasil temuan penelitian, bahwa akibat dari masuknya PT MSM, hak-hak masyarakat adat di kecamatan Umalulu, yang meliputi hutan, mata air, dan tempat ibadah kepercayaan Marapu terabaikan. Hasil investigasi hukum ditemukan bahwa Perusahaan tidak mengantongi surat resmi dari BPN mengenai HGU untuk kepentingan bisnis tebu PT MSM. Upaya penyelesaian hukum terhadap konflik ini menggunakan UUPA nomor 5 tahun 1960. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) NTT menggunakan UUPLH nomor 32 tahun 2009 dengan tahapan identifikasi, pengorganisasian, pendampingan, dan mediasi/audiensi bersama pemerintah daerah terkait persoalan agraria di Sumba Timur
Desain Detail Konservasi Pura Pajinengan Gunung Tap Sai Di Kabupaten Karangasem
Pura Pajinengan Gunung Tap Sai terletak di Dusun Puragae, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem yang selanjutnya disebut Pura Tap Sai. Pura terletak di lereng barat laut Gunung Agung dan banyak umat ke pura untuk memohon keselamatan dan anugerah. Tap Sai berasal dari kata matapa sai sai (bertapa atau semedi setiap hari). Pada halaman utama (utamaning mandala) Pura terdapat pelinggih Lingga Yoni yang dililit akar pohon yang dipercaya umat sebagai tempat memohon anak atau keturunan, jodoh, segala permasalahan kesehatan, memohon obat, dan juga rezeki. Setelah persembahyangan di utamaning mandala, maka setiap umat (pemedek) akan diberikan seikat (11 Buah) dupa untuk melakukan permohonan khusus di Lingga Yoni. Pura juga memiliki tiga palinggih utama untuk memuja Dewi Sri, Dewi Rambut Sedana, dan Dewi Saraswati. Keberadaan pura ini di tengah hutan sehingga suasana alamnya tenang, damai, dan sakral. Oleh karena itu pura ini juga menjadi daya tarik masyarakat untuk kegiatan spiritual maupun untuk berwisata. Dengan jumlah masyarakat yang berkunjung ke Pura Pajinengan Gunung Tap Sai semakin meningkat, maka perlu adanya penataan mandala pura agar mampu menampung jumlah pengunjung secara optimal dan tentunya aman bagi para penyandang disabilitas, mengingat kondisi mandala pura yang cukup tinggi seperti terasering dikarenakan kontur tanah yang miring. Berdasarkan permasalahan di atas maka metode pelaksanaan pada tahun ke-3 ini adalah melalui desain detail konservasi pura. Pengumpulan data berupa penjajakan ke Pura untuk memperoleh data dalam proses desain detail konservasi pura. Desain detail pura agar lebih unik atau khas termasuk desain bangunan penunjang dan material pelinggih serta sirkulasi bagi para penyandang disabilitas. Jajak pendapat/wawancara dan sosialisasi juga dilaksanakan untuk mengoptimalkan desain detail konservasi Pura. Luaran akhir dari Program adalah desain detail konservasi pelinggih pura. Sebagai luaran akademis adalah publikasi pada Jurnal Ilmiah Nasional ber-ISSN. luaran lain seperti video tayang di Youtube dan berita di koran
Analysis of Interest in Reading Narratives in Indonesian Language Subjects in Class V MI Masyhudiyah
This study is motivated by a lack of interest in reading narratives in Indonesian language lessons for especially elementary school students at MI Masyhudiyah Giri. This study aims to determine the interest in reading in grade V MadraI Masyhudiyah Giri, to find out what factors cause the lack of interest in reading grade V students, to find out the role of the teacher in raising interest in reading of grade V students MI Masyhudiyah, and The Role of Schools in Encouraging Interest in Reading stories in grade V MI Masyhudiyah Giri Kebomas Gresik. The form of this research is descriptive research that uses observation, interviews, and questionnaires. This interview technique involved 10 students from class V representatives at MI Masyhudiyah. This interview was conducted in a structured manner. As a result, we found an internal factor that caused this problem lack of interest in reading narratives in grade V students of MI Masyhudiyah Giri were gender, internal desire, interest in visual media and electronic media. The findings of the classification of the text method of reading indicate an interest in reading narratives in Indonesian language lessons. The importance of improving narrative reading for students is to increase knowledge and broad insight
Actio Communi Dividundo
The research article titled "Actio Communi Dividundo" delves into the intricate legal dynamics surrounding the sale-purchase of immovable property, particularly concerning land rights. In the event that the buyer is bound by marriage relationship, the rights to the land are the so-called joint rights (gono-gini) of a fair of husband/wife. However, regarding to the registration of their rights, PPAT generally does not register both husband and wive as the holders of the right or is registered only on the name of one holder of the right, without having to obtain consent from the other right holder. As a result, not all the name of the right holders is registered as the right holders. This situation is certainly detrimental to the party whose her name is not registered as the holder of the right, especially in the event of a divorce and the party who his name is registered are not willing to voluntarily share such joint property. This paper aims to show whether the practice of joint land (gono-gini) registration only on the name of one party without consent of the other party has been pursuant or instead contravene to legal principles. The method has been used is normative legal research, and it was found that the practice of registering joint land only on the name of one right holder without any consent of the other right holder is contrary to the principle that every legal act regarding to joint property must obtain the consent from the entire rights holders; a principle which historically based upon the Roman civil law tradition as contained in the Corpus Iuris Civilis and its transformation into Actio Communi Dividundo
Independence of Judges and Public Opinion
The research article titled "Independence of Judges and Public Opinion" delves into the intricate relationship between the freedom of judges and public opinion, two intangible yet impactful forces that shape the judicial landscape. The freedom of judges and public opinion are two things that cannot be seen, but both can be reflected. This freedom seems an absolute power in making decisions, even though this freedom still has limitations. Unfortunately, we cannot find the judge's standing point in the decision because the judge did not provide his arguments, making it difficult to identify whether the judge was influenced by public opinion or not. This article examined the relationship between the judge’s independence and the judge’s power in making decisions and the effects of public opinion on the judge’s independence. This article is a normative juridical research with interdisciplinary method research by using perspectives from other scientific disciplines that used to support discussions related to the problem which still use the law as a standpoint. This article discussed not only from a normative perspective, but other aspects such as sociology, culture, and psychology. The result of this research, the relationship between the judge’s independence and the judge’s power in making decisions must be maintained by the judge’s integrity, and public opinion as a long-life problem could affect the judges through pressure. There must be a regulation that orders the judges to provide the arguments according to the case which can be assessed by anyone, and surveillance according to the decision that has to give feedback to the judges itself. Besides, there must be an accountability system for the supervision of judges related to the contents of the decision, to society, people, organization, and state
Analysis Of The Existence Of State Law In Implementing A State Of Emergency In The Covid-19 Situation In Timor-Leste
Concerning “The Existence of the state of Law in implementing of a State of Emergency in the Covid-19 Situation†is a constitutional reflection. Regarding state issues in the juridical aspect, the researcher sees that there have been multiple lexical interpretations in the use of the words Estado Emergencia and Estado de Esesaun. In the author’s opinion, this theoretical issue is that the concept of Staatnoodrecht (Netherlands) is divided into two parts, namely Subjective Staatnoodrecht and Objective Staatnoodrecht. There are two formulations of the problem. First, does the real situation of Covid-19, which attacks the population of the entire territory of Timor-Leste, meet the requirements to be declared Timor-Leste in a state of emergency? Second, how is the existence of state law in a state of emergency?
This study uses normative juridical methods, including statutory, conceptual, and historical approaches. This research is expected to find basic theoretical ideas to realize the existence of the law state in implementing emergencies in the Covid-19 situation
PENINGKATAN KOMITMEN ORGANISASIONAL MELALUI KEADILAN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA (STUDI PADA PT INTI GRAFIKA PAPERINDO DENPASAR)
Human resources who are loyal, satisfied, consistent with organizational goals and values tend to maintain an organization's membership beyond the specified tasks can be an important factor in organizational effectiveness. This study aims to understand the effect of organizational justice and job satisfaction on the organizational commitment of PT Inti Grafika Paperindo in Denpasar. The research method used is quantitative. The research location is at PT Inti Grafika Paperindo in Denpasar. The sample used was 39 respondents. The data analysis techniques used are Validity Test, Reliability, Classical Assumptions, Multiple Linear Regression, Coefficient of Determination, t Test and F Test. Based on the results of the study, it was found that organizational justice has a significant positive effect on organizational commitment, job satisfaction has a significant positive effect on organizational commitment, and simultaneously organizational fairness and job satisfaction have a positive and significant effect on organizational commitment. The magnitude of the independent variable's influence on organizational commitment was 74.2%. The advice in this study is that PT Inti Grafika Paperindo should always be fair to employees and increase employee job satisfaction and make salary policies that are in accordance with the tasks carried out by employees.Sumber daya manusia yang loyal, puas, konsisten dengan tujuan dan nilai organisasi cenderung mempertahankan organisasi keanggotaan yang dimiliki di luar tugas yang ditentukan dapat menjadi faktor penting dalam efektivitas organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keadilan organisasi dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional PT Inti Grafika Paperindo di Denpasar. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitaif. Lokasi penelitian di PT Inti Grafika Paperindo di Denpasar. Sampel yang digunakan sebanyak 39 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Validitas, Reabilitas, Asumsi Klasik, Regresi Linier Berganda, Koefisien Determinasi, Uji t dan Uji F. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa keadilan organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap komitmen organisasional, kepuasan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap komitmen organisasional, dan secara simultan keadilan organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional. Besarnya pengaruh variabel bebas terhadap komitmen organisasional adalah 74,2%. Saran dalam penelitian ini adalah PT Inti Grafika Paperindo hendaknya selalu bersikap adil kepada karyawan dan meningkatkan kepuasan kerja karyawan dan membuat kebijakan gaji yang sesuai dengan tugas yang di kerjakan karyawan
Implikasi Resentralisasi Kewenangan Pertambangan Timah Terhadap Potensi Pendapatan Daerah di Bangka Belitung
Kebijakan hukum pertambangan di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk politik hukum domestik, fluktuasi harga pasar global, ketersediaan sumber daya, dan persaingan internasional. Pasal 33 Ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 menjadi dasar konstitusional tertinggi dalam pengelolaan pertambangan mineral dan batubara di Indonesia, yang memberikan tanggung jawab kepada negara dalam mengatur, mengelola, dan mengawasi sektor ini. Namun, perkembangan kebijakan pertambangan, terutama terkait dengan pengalihan kewenangan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat, memiliki implikasi signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi implikasi kebijakan resentralisasi pertambangan timah pasca penetapan UU No. 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara di Bangka Belitung. Dengan metode penelitian yuridis-normatif dan pendekatan konseptual serta perundang-undangan, penelitian ini menelaah konsekuensi dalam hubungan kewenangan dan perimbangan keuangan untuk menemukan relevansi antara das sollen dan das sein dalam manajemen pertambangan timah dan pembangunan daerah. Hasil penelitian ini menunjukan resentralisasi kewenangan pertambangan menghasilkan implikasi langsung pada depresi pendapatan daerah dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) Minerba. Kontribusi industri ekstraktif terhadap postur ekonomi menghasilkan dependensi yang tinggi terhadap timah, sehingga peralihan kewenangan mereduksi kompetensi pemerintah daerah provinsi dalam mengendalikan penerimaan dari sektor PAD dan DBH. Sementara implikasi tidak langsung dari resentralisasi adalah kompleksitas tata kelola pertambangan yang menyulitkan daerah untuk melakukan penataan, terutama sebelum peraturan pelaksana dapat diberlakukan secara optimal. Penambangan ilegal yang masih menjamur berkontribusi pada kerusakan lingkungan dan degradasi fungsi lahan, sungai, dan perairan yang menyurutkan potensi pengembangan sektor ekonomi non-ekstraktif. Dengan demikian, strategi dan kebijakan kolektif menjadi urgensitas yang tidak terhindarkan guna mengoptimalkan hubungan kewenangan dan perimbangan keuangan pusat dan daerah secara holistik
Perlindungan Hukum Terhadap Kreditur Sebagai Pemegang Hak Jaminan dalam Perkara Debitur Wanprestasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perlindungan hukum yang diberikan kepada kreditur dalam rangka perjanjian kredit Hipotek apabila debitur gagal memenuhi kewajibannya. Secara khusus, fokusnya adalah pada ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah dan Benda-Benda Yang Berhubungan Dengan Tanah. Selain itu, penelitian ini mengkaji penafsiran Pasal 4 undang-undang tersebut di atas, yang bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum bagi kreditur apabila debitur wanprestasi atas utangnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian hukum normatif dengan memanfaatkan sumber data sekunder seperti wawancara informan, analisis dokumen, publikasi, dan data internet. Untuk mendapatkan jawaban yang menyeluruh, digunakan dua metodologi yang berbeda, khususnya pendekatan legislatif dan konseptual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perlindungan hukum yang tersedia bagi kreditur jika terjadi wanprestasi debitur, serta tindakan hukuman yang mungkin dilakukan kreditor dalam menanggapi wanprestasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang perlindungan hukum yang diberikan kepada kreditur dalam perjanjian kredit sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 1996. Selain itu juga untuk mengetahui sanksi apa yang dikenakan kreditur jika terjadi wanprestasi terhadap debitur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996, perlindungan hukum terhadap kreditur berbentuk perjanjian kredit yang didokumentasikan dalam suatu akta, baik dalam bentuk akta di bawah tangan maupun akta otentik sebagaimana dituangkan dalam Penjelasan Pasal 10 UU No. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996. Penerbitan Sertifikat Hak Tanggungan oleh Kantor Pertanahan merupakan bukti adanya Hak Tanggungan yang mempunyai irah-irah dan mempunyai kekuasaan eksekutif yang sama dengan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap. Oleh karena itu, apabila debitur wanprestasi atau tidak membayar, maka debitur dapat langsung meminta bantuan kepada Ketua Pengadilan Negeri setempat untuk memulai eksekusi melalui pelelangan umum, yang bertujuan untuk menjamin pembayaran piutang para kreditur
Penerapan Jalan Berbayar di Provinsi D.K.I Jakarta yang Dianggap Merugikan Masyarakat
Provinsi DKI Jakarta menghadapi tantangan kemacetan lalu lintas yang serius sebagai akibat dari pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang cepat. Upaya pemerintah dalam mengatasi masalah ini melalui sistem three in one dan sistem ganjil-genap belum memberikan hasil yang signifikan. Oleh karena itu, pemerintah mengusulkan penerapan sistem Jalan Berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) sebagai solusi. Namun, kebijakan ini menghadapi sejumlah permasalahan, termasuk dampaknya terhadap pengguna kendaraan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan wawancara sebagai pelengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Jalan Berbayar di Jakarta memiliki dampak yang signifikan terhadap pengguna kendaraan, terutama bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang bergantung pada kendaraan pribadi. Sistem ini juga dianggap tidak memadai dalam memenuhi aksesibilitas dan keterjangkauan angkutan umum, yang membuat sebagian besar penduduk Jakarta tetap bergantung pada kendaraan pribadi. Selain itu, pemerintah DKI Jakarta dinilai melanggar beberapa peraturan, seperti UU No. 2 Tahun 2022 tentang Jalan dan UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Penerapan jalan berbayar juga dianggap kurang memperhatikan partisipasi masyarakat dalam penyusunan peraturan daerah terkait. Dalam konteks ini, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya peningkatan angkutan umum yang terintegrasi dan penyesuaian kebijakan jalan berbayar agar lebih memperhitungkan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. Selain itu, perlu ada upaya yang lebih besar dalam melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan terkait kebijakan transportasi