Ejournal Universitas Warmadewa
Not a member yet
5210 research outputs found
Sort by
Karakteristik Ibu Hamil Trimester III yang Mengalami Kecemasan dalam Menghadapi Persalinan pada Masa Pandemi Covid-19 di Klinik Kesehatan dan Rumah Bersalin Dewi Laksmi Nabire Papua
Covid-19 merupakan penyakit pernafasan akut yang sudah tersebar ke seluruh negara, salah satunya adalah Indonesia. Salah satu dampak pandemi Covid-19 yaitu menimbulkan banyaknya pembatasan hampir ke seluruh pelayanan seperti pelayanan kesehatan. Angka Kematian Ibu (AKI) di Papua menyentuh angka 200 per 100.000 kelahiran hidup. Kecemasan merupakan suatu masalah yang bila tidak segera tertangani bisa memberi dampak kepada ibu dan bayi salah satunya yaitu terjadi resistensi dalam arteri uterin yang membuat perkembangan janin terhambat. Tujuan penelitian yang dijalani yaitu guna mencari tahu karakteristik ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan saat akan bersalin saat pandemi covid-19 pada Klinik Kesehatan dan Rumah Bersalin Dewi Laksmi Nabire Papua. Penelitian tersebut memanfaatkan metode penelitian deskriptif melalui perancangan studi cross sectional menggunakan teknik non probality sampling metode purposive sampling. Sampel berjumlah 195 ibu hamil trimester III yang telah sesuai pada karakter inklusi juga eksklusi. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner berupa google form. Analisa data dijalani dengan univariat. Hasil penelitian memperlihatkan jika mayoritas ibu hamil trimester III mengalami kecemasan ringan-berat pada rentang umur 20-35 tahun (29,3%), memiliki pengetahuan yang cukup (31,1%), mendapat dukungan suami (11,9%), tidak bekerja (54,3%), primigravida (43,2%), tingkat pendidikan yang tinggi (21,2%), dan mendapatkan issue COVID-19 (28,7%). Bagi seluruh ibu hamil diharap bisa menjadikan penelitian ini sebagai bahan informatif yang mampu meningkatkan pemahaman mengenai gambaran tingkat kecemasan ibu hamil saat menjalani persalinan saat Pandemi COVID-19.
Covid-19 is an acute respiratory diseasse which was spread to all countries, one of which is Indonesia. One of the impact of this pandemic is causing many restrictions on almost all services, including health services. The maternal mortality rates (MMR) in Papua reached 200 per 100,000 live births. Anxiety is a problem that if not treated immediately can cause problems for the mother and baby, including the occurrence of resistance in the uterine arteries which causes stunted fetal growth. The purposes of this study is to determine characteristics of third trimester pregnant women who experience anxiety in dealing with childbirth during the COVID-19 pandemic at the Dewi Laksmi Nabire Maternity Health Clinic and Maternity Hospital, Papua. This research uses descriptive research method with cross sectional study design with non probability sampling technique purposive sampling method. The sample consisted of 195 third trimester pregnant women who had met the inclusion and exclusion criteria. The data collection instrument used a questionnaire in the form of a google form. Data analysis was performed univariately. The result showed majority of third trimester pregnant women experienced mild-severe anxiety in the age range of 20-35 years (29.3%), had sufficient knowledge (31.1%), received support from their husbands (11.9%), not working (54.3%), primigravida (43.2%), high education level (21.2%), and getting the COVID-19 issue (28.7%). For all pregnant women, it is hoped that this research can be used as informative material that can increase understanding regarding the description level of anxiety on pregnant women that will be giving birth during COVID-19
Upaya Pencegahan Peredaran Produk Hortikultura Tidaksesuai Standar Mutu dan/atau Keamanan Pangan
Penelitian ini bertujuan menemukan langkah tepat sebagai upaya mencegah peredaran Produk Hortikultura yang tidak sesuai standar mutu dan /atau keamanan pangan dipasar Trandisional maupun Modern melalui kebijakan penal maupun nonpenal. Metode dan jenis Penelitian yang digunakan yuridis empiris. Menggunakan metode Pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan sosial masyarakat. Sumber data diperoleh dari lapangan secara langsung dengan wawancara dengan Narasumber. Sifat penelitian yaitu deskriptif, analisis evaluatif, dan perskriptif Menganalisis data bahan hukum dengan kualitatif. Kajian ini menyimpulkan bahwa perlu adanya harmoniasi kebijakan dalam bidang Hortikultura, sehingga peraturan secara khusus mengatur tentang Hortikultura Segar dan Hortikultura Olahan dapat diatur dalam regulasi khusus Undang-undang No.13 Tahun 2023 tentang Hortikultura. Mengatur tentang bentuk pengawasan pada Pre Market dan Post Market. Pemberian ijin edar dan pencabutan ijin edar jika produk tidak sesuai standar mutu dan/atau keamanan pangan. Upaya pencegahan dilakukan melalui penerapan kebijakan Kriminal yaitu Penal dan Non Penal. Pendekatan non penal melalui Pendekatan Pendidikan, moral dan Agama, selain itu melalui penyuluhan kepada Masyarakat, Pelaku Usaha. Pemberdayaan Perempuan untuk pengambilan keputusan menentukan memilih untuk mengkonsumsi buah dan sayuran bagi keluarga sesuai standar mutu dan/atau keamanan pangan. Melakukan pengujian sample produk secara rutin dan berkala, melakukan inspeksi ke Pusat pasar, pasar tradisional dan modern, sosialisasi kepada konsumen untuk Cek Klik (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, Kadaluarsa)
Gugatan Perceraian Tanpa Akta Perkawinan Berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974
Perkawinan merupakan sebuah ikatan yang mengatur hubungan lahir dan batin terhadap pasangan yang melakukan hubungan suami istri yang dalam melakukannya harus memenuhi dasar dalam perkawinan yaitu sah menurut menurut agama dan hukum negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan akta perkawinan jika terjadinya perceraian dan Bagaimana akibat hukum gugatan perceraian yang tidak memiliki akta perkawinan. Menggunakan metode dari penelitian hukum normatif diharapkan tepat dipilih dalam menyelesaikan penelitian ini dengan dapat menjawab permasalahan yang ada. Hasil dari penelitian diketahui bahwa akta perkawinan memiliki hukum yang kuat dan penting demi kepentingan bagi suami istri serta anaknya. Perceraian yang tidak memiliki akta perkawinan dapat ditolak oleh pengadilan karena syarat mutlak untuk mengajukan gugatan adalah akta perkawinan sebagai alat bukti yang sah bahwa perkawinan itu memang terjadi
Analisis Yuridis Delik Perzinahan terhadap Pasangan Diluar Nikah yang Melakukan Check-In Hotel
Perzinahan dan Kohabitasi atau kumpul kebo kian nyata dalam kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia ini. Perzinahan dirasa sebagai tindakan tidak terpuji yang bisa diperbuat oleh pria maupun wanita dan dirasa sebagai suatu penistaan terhadap perjanjian suci dari perkawinan. Yang mana perbuatan perzianahan dan kohabitasi ini dimasukkan kedalam delik aduan pada Kitab Undang-undang Pidana baru dan diancam pidana bagi pelaku yang melakukan perbuatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan tindak pidana perzinahan dalam RKUHP dan akibat hukum bagi pelaku pasangan diluar nikah yang melakukan check-in hotel setelah di undangkan KUHP. Penelitian ini menerapkan metode penelitian yuridis normatif. Simpulan yang dihasilkan yaitu Pengaturan pada Pasal 411 dan Pasal 412 KUHP memiliki tujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat agar terhindar dari tindakan yang sewenang-wenang. Perzinahan dalam RKUHP baru dianggap terlalu ikut campur kedalam privasi masyarakat Indonesia, akan tetapi dengan terciptanya pengaturan ini mampu menimbulkan penyesalan bagi pelaku dan korban bisa memperoleh keadilan
Tinjauan Kriminologis terhadap Penyalahgunaan Minuman Beralkohol oleh Anak di Kabupaten Bangli
Konsumsi miras pada anak-anak di Kabupaten Bangli merupakan salah satu isu penting yang memprihatinkan masyarakat. Masalah ini berpotensi berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk faktor sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor apa yang menjadi penyebab terjadinya penyalahgunaan minuman beralkohol oleh anak di kabupaten Bangli dan Upaya apakah yang dilakukan aparat penegak hukum dalam menanggulangi penyalahgunaan minuman beralkohol oleh anak di Kabupaten Bangli. Penyebab terjadinya penyalahgunaan minuman beralkohol oleh anak serta untuk upaya yang dilakukan aparat penegak hukum dalam menanggulangi penyalahgunaan minuman beralkohol oleh anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris. Anak mengalami kesulitan berteman saat mereka tumbuh dewasa. Keterampilan sosial mereka dapat dipengaruhi oleh perilaku keluarga dan komunitas mereka, dan komunitas dapat membantu mengajari anak empati terhadap teman dan keluarga mereka. Pemerintah harus bersosialisasi kepada anak bahwa alkohol itu sangat buruk dan mereka harus mematuhi peraturan. Semua orang harus membantu agar anak tidak meminum alkohol karena dapat membahayakan tubuh dan otak mereka dan menyebabkan masalah besar jika mereka terus minum
Gambaran Faktor Risiko Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Tabanan I
Dengue hemorrhagic fever (DHF) is one of the most concerning infectious disease problems. Tabanan regency has one of the highest case fatality rate (CFR) of dengue hemorrhagic fever with the Tabanan sub-district having a relatively high increase on 2018 – 2019 period. DHF tends to affect children and increasing its mortality rate. There are several risk factors contributing to the higher incidence of DHF such as human as its host-related risk factors, mosquito as its vector-related risk factors, and the environment itself as one of the risk factors. This study used descriptive methods with cross sectional study design. The data collected in this study is primary data gathered by questionnaire on October – Desember 2021. The subject were children under the age of 18 years in the Puskesmas Tabanan I with criteria qualified, as many as 90 peoples. Univariative sampling by frequency distribution table as its data analysis method.
The result of this study indicates that the majority of the dengue hemorrhagic fever cases occurs in the age group of 10-14 years old (35,42 %) and occur mostly in men (58,33 %). Regarding host-related risk factors, children with more outdoor activity (68,75 %) and infrequent us of mosquito repellent (77,09 %) were associated with higher incidence of DHF and regarding the “PSN†activity, higher incidence was found in children/family with habitual garbage cleaning of only once in two weeks (95,82 %), keeping their garbage uncovered (66,67 %), and never recycled their garbage (50 %). Most of the children with DHF rarely used abate in their bathroom(68,75%) and not having the habit of hanging their clothes in the room (64,58 %). From the results of this study, it is hoped that it can give special attention to groups at risk and be used as a reference for further research.Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Kabupaten Tabanan merupakan kabupaten dengan nilai case fatality rate (CFR) tertinggi di Bali. Kecamatan Tabanan mengalami peningkatan kasus cukup bermakna pada periode tahun 2018 - 2019. Penyakit DBD pada anak-anak dapat meningkatkan risiko kematian. Terdapat tiga faktor risiko yang memengaruhi tingginya angka kejadian penyakit DBD yang perlu diteliti yaitu manusia sebagai faktor host, nyamuk sebagai vektor, serta lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan studi cross sectional. Pengumpulan data menggunakan data primer berupa kuisioner yang dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2021. Subjek penelitian ini adalah anak yang berusia di bawah 18 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Tabanan I yang memenuhi kriteria yaitu sebanyak 90 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dengan tabel distribusi frekuensi.
Hasil penelitian ini menunjukkan anak yang paling banyak menderita DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Tabanan I ialah kelompok usia 10 – 14 tahun (35,42 %) dan jenis kelamin laki-laki (58,33 %). Berdasarkan faktor pejamu lainnya, anak yang memiliki aktivitas di luar rumah tinggi (68,75%) dan jarang menggunakan repellent (77,09 %)lebih banyak terkena DBD. Berdasarkan PSN, anak yang menderita DBD paling banyak memiliki kebiasaan menguras TPA 2 minggu sekali (95,82 %), tidak pernah menutup TPA (66,67 %), dan tidak pernah mendaur ulang barang bekas (50%). Sebagian besar anak yang menderita DBD, jarang menggunakan abate (68,75 %) dan jarang menggantung pakaian di kamar anak (64,58%). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan perhatian khusus pada kelompok yang berisiko dan dijadikan acuan untuk penelitian lebih lanju
Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Derajat Akne Vulgaris Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa
Changes in the physiological condition of the body and various diseases can cause symptoms that manifest on the skin, one of those is acne vulgaris. Acne vulgaris is a condition of chronic inflammation of the sebaceous follicular unit one of it’s cause is Propionibactrium acnes infection and is very common in adolescence and can occur from pre-puberty to adulthood. Body Mass Index (BMI) is suspected to be one of the risk factors for acne vulgaris. This study aims to find the correlation between BMI and the incidence of acne vulgaris among Medical Faculty and Health Science Warmadewa University Students. The method of the study was analyzed observational which cross sectional approach. The BMI was measured by body weight (kg) devided by body height squared (m2) and incidence acne vulgaris by Global Acne Grading System. The samples were carried out on 120 students and the data were analyzed using SPSS 22. The results were showed as follows: there was a relationship between BMI and severity of acne vulgaris. The conclusion could be drawn that the relationship between BMI and acne vulgaris incidence was significant with p-value of 0,002 (p <0.05) and with Prevalence Risk (PR) of 1,19 (CI 95%, 1,003 – 1,413), thus students with underweight to normal BMI have risk of developing acne vulgaris with mild to moderate severity 1,19 times greater than students with overweight to obese BMI.. It could be recommended that students should be prevented from acne vulgaris by maintaining BMI in normal range .
Key words: Acne Vulgaris, Body Mass Index (BMI), Pilosebaceous, Propionibacterium acnes.Perubahan kondisi fisiologis tubuh serta berbagai penyakit dapat menyebabkan gejala yang bermanifestasi pada kulit yang salah satunya adalah akne vulgaris. Akne vulgaris merupakan suatu kondisi terjadinya peradangan kronik pada unit folikel sebasea yang salah satunya disebabkan oleh infeksi Propionibacterium acnes dan sangat sering terjadi pada usia remaja serta dapat terjadi pada usia pre-pubertas hingga dewasa. Indeks Massa Tubuh (IMT) diduga menjadi salah satu faktor risiko akne vulgaris sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara IMT dengan derajat akne vulgaris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa. Metode penelitian ini berupa observasional analitik dengan analisa cross-sectional. IMT diukur dengan membagi berat badan (kg) dengan tinggi badan kuadrat (m2), dan insiden akne vulgaris dengan Global Acne Grading System (GAGS). Analisis dilakukan terdahap data dari 120 mahasiswa dan dianalisa menggunakkan SPSS 23. Kesimpulan yang bisa ditarik adalah terdapat hubungan positif dan bermakna signifikan antara IMT dengan derajat akne vulgaris dengan nilai-p 0,002 (p<0,05) dan nilai Prevalence Risk (PR) penelitian ini adalah 1,19 (CI 95% 1,003 – 1,413) sehingga responden dengan IMT berat badan kurang hingga normal memiliki risiko untuk terkena akne vulgaris ringan hingga sedang 1,19 kali lebih besar dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki IMT berat badan lebih hingga obesitas. Dapat disarankan kepada mahasiswa untuk menjaga IMT agar tetap berada pada rentangan normal agar terhidar dari akne vulgaris.
Kata Kunci: Akne Vulgaris, Indeks Massa Tubuh (IMT), Pilosebasea, Propionibacterium acnes
Explore the Meaning of the Legal System in the Framework of Developing Legal Science and National Legal System
Even though the legal system is open, the existence of three legal systems in the Indonesian legal system is felt to be an obstacle in determining the right legal system for Indonesia. People still think that in Indonesia, customary, Islamic and Western laws apply as a system, whereas in fact the three legal systems are in one system. The Indonesian legal system is extracted from the local wisdom and local genius of the Indonesian nation without turning a blind eye to changes in the international world. Western law, especially the Anglo Saxon system, customary law and Islamic law can each become raw material in national law. There is no need to contradict the three, but we can synergize them in national law as one Indonesian legal system. The archipelago has a diversity of ethnic groups with diverse social institutions and forms a single unit (Bhinneka Tunggal Ika). The Indonesian legal system certainly has to pay attention to this. For the Indonesian nation, the formation of a national society composed of social subsystems called ethnic groups, and each ethnic group has a system of norms adopted by each ethnic group, is often referred to as customary law. The Indonesian legal system has a metaphysical essence originating from the Indonesian nation itself so that the system is inherent in the Indonesian nation. The essence of metaphysics becomes the foundation and directs law. The metaphysical essence is the values contained in Pancasila and the 1945 Constitution
PENGARUH KONTRIBUSI PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK HOTEL, DAN PAJAK PENERANGAN JALAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA CIMAHI
The purpose of this study was to understand how the contribution of restaurant tax, entertainment tax, hotel tax, and street lighting tax to PAD revenue in Cimahi City from 2016-2020, simultaneously and partially. The method used is quantitative through a descriptive approach to secondary data, namely the Cimahi City Regional Revenue Revenue Report from 2016-2020 which is carried out with IBM SPSS Statistics Version 25.0. The sample in this study is 60 months. The results of this study prove that the restaurant tax, entertainment tax, hotel tax, and street lighting tax individually or collectively have no significant effect on PAD in Cimahi City.Tujuan penelitian ini untuk memahami bagaimana pengaruh kontribusi pajak restoran, pajak hiburan, pajak hotel, dan pajak penerangan jalan terhadap penerimaan PAD di Kota Cimahi dari 2016-2020, dengan simultan dan parsial. Metode yang dipakai adalah kuantitatif melalui pendekatan deskriptif pada data sekunder yakni Laporan Bulanan Penerimaan Pendapatan Daerah Kota Cimahi dari 2016-2020 yang dikerjakandengan IBM SPSS Statictics Versi 25.0. Sampel pada penelitian ini yaitu 60 bulan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pajak restoran, pajak hiburan, pajak hotel, dan pajak penerangan jalan secara individumaupun bersama-sama tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap PAD di Kota Cimahi
Redesain Pasar Umum Tabanan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali
Pasar Umum Tabanan adalah pasar rakyat terbesar yang ada di tabanan dan merupakan suatu pilihan utama dalam hal berbelanja bagi kalangan masyarakatnya namun, mengacu kepada peraturan menteri perdagangan republik indonesia tentang pasar rakyat terdapat beberapa permasalahan di Pasar Umum Tabanan diantaranya; [1] kurangnya sarana dan prasarana penunjang yang sesuai dengan standar menteri perdagangan republik indonesia yang harusnya terdapat kantor pengelola, toilet, pos ukur ulang, pos keamanan, ruang menyusui, ruang kesehatan, ruang peribadatan, sarana dan akses pemadam kebakaran, tempat parkir, tempat pengampungan sampah sementara, sarana pengolahan limbah, sarana air bersih dan instalasi listrik namun di Pasar Umum Tabanan tidak terdapat sarana dan prasarana penunjang berupa pos ukur ulang, ruang menyusui, ruang kesehatan, sarana pengolahan air limbah dan sarana air bersih. [2] Zonasi pasar yang seharusnya terdapat 5 zonasi yaitu zona pangan basah, zona pangan kering, zona siap saji, zona non pangan,dan zona pemotongan unggas sedangkan pada pasar umum tabanan belum terdapat zona tersebut.[3] Test intensitas cahaya pada pasar umum tabanan didapati jumlah pencahayaan tidak menyentuh 100 lux sedangkan pada peraturan kesehatan menyebutkan minimal 100-200 lux.[4] Saluran drainase harusnya memenuhi persyaratan ditutup dengan kisi sehingga saluran mudah dibersihkan sedangkan pada Pasar Umum Tabanan saluran drainase hanya sebagian yang ditutup dengan grill atau kisi. Dari permasalahan diatas diperlukan adanya perencanaan ulang pada pasar umum tabanan. Menggunakan metode studi literatur, studi preseden, wawancara, pengukuran, observasi dan survey dalam mewujudkan desain pasar umum tabanan yang sesuai dengan standar peraturan menteri perdagangan republik indonesia serta dapat membuat penggunanya lebih nyamanTabanan Public Market is the largest people's market in Tabanan and is the main choice in terms of shopping for the community, however, referring to the regulation of the Minister of Trade of the Republic of Indonesia concerning the People's Market, there are several problems in the Tabanan Public Market including; [1] lack of supporting facilities and infrastructure in accordance with the standards of the minister of trade of the republic of Indonesia which should have a management office, toilets, re-measurement posts, security posts, breastfeeding rooms, health rooms, worship rooms, fire extinguishing facilities and access, parking lots, places temporary garbage collection, waste treatment facilities, clean water facilities and electricity installations, however, in Tabanan Public Market there are no supporting facilities and infrastructure in the form of re-measurement posts, breastfeeding rooms, health rooms, waste water treatment facilities and clean water facilities. [2] There should be 5 zones in the market zoning, namely the wet food zone, dry food zone, ready-to-eat zone, non-food zone, and poultry slaughter zone, while the Tabanan public market does not yet have these zones.[3] The light intensity test at the Tabanan public market found the amount of lighting did not touch 100 lux, while the health regulations stated a minimum of 100-200 lux.[4] Drainage channels must meet the requirements to be covered with a grid so that the channel is easy to clean, while at the Tabanan Public Market the drainage channel is only partially covered with a grill or grid. From the above problems, it is necessary to re-plan the tabanan public market. Using literature study methods, precedent studies, interviews, measurements, observations and surveys in realizing the Tabanan public market in accordance with the standards of the regulations of the Minister of Trade of the Republic of Indonesia and can make users more comfortabl