Ejournal Universitas Warmadewa
Not a member yet
    5210 research outputs found

    Studying Indonesian-Speaking Politeness for Class XI Students at SMK Negeri Tapango, Polman Regency

    No full text
    The main problem in this study is how to use the principle of politeness in student interactions and the types of speech acts contained in the interaction of class XI students at SMK Negeri Tapango. This study aims to describe the use of politeness principles and describe the types of speech acts contained in the interaction of class XI students at SMK Negeri Tapango. This research is a qualitative descriptive study with the subject of verbal interaction of class XI students at SMK Negeri Tapango, Polewali Mandar Regency. Data collection techniques used are observation techniques, note-taking techniques and recording techniques. Data analysis techniques by transcribing data from observations, identifying and clarifying data, copying into data cards, analyzing data cards and concluding. The results of this study indicate the number of utterances collected is 35 utterances. The politeness principles include: (1) maxim of wisdom as many as 6 utterances (2) maxim of generosity as much as 8 (3) maxim of appreciation as many as 3 utterances (4) maxim of simplicity as many as 2 utterances (5) maxim of consensus as many as 11 utterances and (6) maxim of sympathy as much as 5 utterances. The maxim that is widely used is the maxim of consensus. The maxim that is widely used is the maxim of consensus. This shows that the speaker and the interlocutor in the interaction maximize the compatibility of goals or opinions in interacting. While the maxim that is least used in the speech of the students of SMK Negeri Tapango is the maxim of simplicity

    Word Formation Process in Adele’s “30†Song Album: A Comprehensive Morphological Analysis

    No full text
    This research aims to analyze comprehensively morphological process of word formation in song album “30†by Adele. Word formation focuses on the process of making or constructing new words based on other words or morphemes. Descriptive qualitative method was applied since the data were in the form of words, phrases, and sentences. The theory proposed by Yule (2017) was used in analyzing the word formation process. The data of this research were 12 songs contained in song album “30†by Adele. Based on the analysis, it was found that there were 6 types out of 14 types of word formation process in song album “30†by Adele. Specifically, this research found 44 data of word formation process. There were 6 data of compounding, 1 data of clipping, 1 data of backformation, 1 data of acronyms, 2 data of derivation and 33 data of prefixes and suffixes.  Prefixes and suffixes were concluded as the most dominant type of word formation process that was found in song album “30†by Adele

    MANAJEMEN RISIKO DALAM INVESTASI KRIPTO

    No full text
    Investasi merupakan salah satu metoda untuk mengembangkan perusahaan. Namun setiap pengambilan keputusan untuk berinvestasi tidak lepas dari risiko yang harus dipertimbangkan dengan baik. Investasi kripto merupakan salah satu teknologi yang berbasis blockhain yang sering digunakan sebagai mata uang digital. Perkembangan investasi kripto di Indonesia semakin meningkat dengan profit investasi yang sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh return, risk, kemudahan investasi terhadap minat investasi kripto. Lokasi penelitian ini di Universitas Warmadewa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitaif. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa Prodi S1 Akuntansi Angkatan 2019 dan sampel yang digunakan yaitu sebanyak 86 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linier Berganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa return berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi kripto, risk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi kripto dan kemudahan investasi berpengaruh positif dan signifikan  terhadap minat investasi kripto

    Analisis Aspek Materialitas Dalam Pelaporan Keberlanjutan

    No full text
    The purpose of this study is to analyze how materiality manifests in the reports of several companies in Indonesia in 2020. This study uses qualitative methods by using secondary data in the form of documents as data collection. The results of this study indicate that the economic, environmental, and social activities of each company that are disclosed as material in the report differ with different data completions even though they use the same guidelines (GRI Standards) in the preparation of the report.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengungkapan aspek materialitas dalam laporan keberlanjutan beberapa perusahaan di Indonesia pada tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan data sekunder berupa dokumen sebagai pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi, lingkungan, dan sosial tiap perusahaan yang diungkap sebagai topik material dalam laporan keberlanjutannya dipublikasikan dengan kelengkapan data yang berbeda-beda walaupun menggunakan pedoman yang sama (GRI Standards) dalam penyusunan laporan keberlanjutannya. &nbsp

    Determinasi Keputusan Pembelian: Analisis Inovasi dan Desain Produk

    No full text
    Endek woven fabric is one of the traditional fabrics of Balinese cultural heritage that is still preserved. Endek woven fabrics are known for their beautiful motifs, color combinations and the fineness of the fabric fibers. Endek woven fabrics already have their own consumers and consumeripurchasing decisionsiare very importantito beiconsiderediby craftsmen. Thisistudy aims toiidetermine theiiiinfluence of innovationi and productiiidesign on consumer purchasingidecisions on Riski Adijaya endek woven fabrics Product in Sidemen sub-District of Karangasem. Thisiresearch wasiconducted inione ofithe weaving businesses in Sidemen District. The object of this research is innovation (X1), product design (X2) and purchasing decisions (Y). The number of samples taken is one hundred respondents using accidental sampling technique. Dataicollection techniquesiused areiobservation, interviewsiand questionnaires. Theidata analysisitechnique usediis validityitest, reliabilityitest, classical assumptionitest, multipleilinear regressionianalysis, analysis ofidetermination, Fitesti (F-test) andit-testi (t-test). The results of this studyiindicate that innovation and productidesign have a positive and significant effect both simultaneously and partially on consumeripurchasing decisions on Riski Adijaya endek woven fabrics Product in Sidemen sub-District of Karangasem. Whichimeans thatithe better the innovationiand product designiused, the higher the consumer'sidesire to make aipurchase.Kain tenun endek merupakan salah satu kain tradisional warisan budaya turun-temurun masyarakat Bali yang masih tetap dijaga kelestariannya. Kain tenun endek dikenal dengan keindahan motif, perpaduan warna dan kehalusan serat kainnya. Kain tenun endek sudah memiliki konsumennya tersendiri dan keputusanipembelianikonsumen sangat pentingiuntuk diperhatikan oleh para pengerajin. Penelitian iniibertujuaniuntuk mengetahuiipengaruhiinovasi danidesain produkiterhadap keputusan pembelian konsumenipada produkikain tenun Endek Riski Adijaya di Kecamatan Sidemen Karangasem. Penelitian ini dilakukan di salah satu usaha tenun yang ada di Kecamatan Sidemen. Objekipenelitian iniiadalah inovasii (X1), desainiproduk (X2) idan keputusanipembelian (Y). Jumlahisampel yangidiambil adalahisebanyak seratus respondenidengan menggunakan teknik accidentalisampling. Teknikipengumpulan dataimelalui observasi, wawancara danikuesioner. Teknikianalisis dataimenggunakan ujiivaliditas, ujiireliabilitas, ujiiasumsiiklasik, analisisiregresi linieriberganda, analisisideterminasi, ujiiFi (F-test) daniuji ti (t-test). Hasilipenelitian ini menunjukkanibahwa inovasiidan desainiproduk berpengaruh positif danisignifikan baik secara simultanimaupun parsialiterhadap keputusanipembelian konsumenipada produk kain tenun Endek Riski Adijaya di Kecamatan Sidemen Karangasem. Yang artinya semakin baik inovasi dan desain produk yang digunakan makaiakan semakinitinggi pula keinginanikonsumen untuk melakukanipembelian

    Optimalisasi Intelijen Kejaksaan dalam Pelaksanaan Penanganan Tangkap Buron Dpo Terpidana Tindak Pidana Narkotika dan Pencucian Uang (Studi Kasus: Kejaksaan Negeri Denpasar)

    No full text
    Pencucian uang sangat erat kaitannya dengan kejahatan perdagangan gelap narkotika dan banyak kejahatan lainnya. Pencucian uang bertujuan untuk menyembunyikan sumber uang yang berasal dari kegiatan ilegal agar terlihat legal dan memperkuat posisi finansial pelakunya. Pencucian uang memiliki banyak metode dan bentuk, termasuk pemindahan uang melalui akun bank yang banyak, pembelian aset yang tidak dapat dikesan, atau melalui pembelian barang-barang mewah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi intelijen kejaksaan terhadap penanganan dpo terpidana tindak pidana narkotika dan pencucian uang di kejaksaan negeri denpasar dan bagaimana hambatan dalam melakukan penanganan tangkap buron terpidana tindak pidana narkotika dan pencucian uang di kejaksaan negeri denpasar. Manfaat penelitian ini untuk menambah pengetahuan mengenai tangkap buron DPO dalam bidang intelijen. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh: Pengoptimalisasian yang dilakukannya oleh intelijen kejaksaann negeri denpasar dalam proses penangkapan pelaku kasus terpidana tindak pidana narkotika dan pencucian uang dan hambatan yang dialami oleh intelijen. Dapat ditarik kesimpulan, optimalisasi intelijen kejaksaan negeri denpasar dalam melakukan pengamanan DPO dan hambatan intelijen. Saran yang disampaikan perlu dilakukan nya adanya penambahan anggota dan bekerja sama dengan pihak terkait ataupun masyarakat.Drug trafficking crimes have long been believed to have a close relationship with the money laundering process. Money laundering as a crime has the characteristic that this crime is not a single crime but rather multiple crimes. Money laundering activities are characterized by money laundering as a follow- up crime, while predicate crimes are referred to as core crimes or as unlawful activities. and Money Laundering at the Denpasar District Prosecutor's Office and How Obstacles Are Handling the Arrest of Convicted Narcotics and Money Laundering at the Denpasar District Attorney's Office. DPO in intelligence. This research uses empirical law method. The research results obtained: Optimization carried out by the Intelligence of the Denpasar District Attorney in the process of arresting the perpetrators of Narcotics cases and Money Laundering Convicts as well as the obstacles experienced by intelligence. It can be concluded that the intelligence optimization of the Denpasar District Attorney is in securing DPOs and intelligence obstacles. Suggestions given include adding members and working with related parties or the community

    Kekuatan Alat Bukti Dalam Pembuktian Tindak Pidana Kejahatan Teknologi Informasi (Cybercrime)

    No full text
    Perkembangan zaman teknologi di berbagai era tentunya membawa hal negatif dan hal positif. Pertambahan penduduk dalam hal ini disertai peningkatan perekonomian, maka taraf perkembangan zaman ataupun teknologi akan meningkat juga. Beranjak dari konflik norma dalam KUHAP Pasal 184 ayat (1) disebutkan bahwa alat bukti yang sah ada 5, Tindak pidana cybercrime ini tidak sesederhana seperti yang ketahui lebih dalam mengenai penegakan sanksinya, dan UU cyber crime tersebut. Pengendalian teknologi elektronik serta bagaimana pengaturan yang dikendalikan oleh UU No. 19 tahun 2016 perubahan atas UU angka 11 tahun 2008. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan alat bukti digital dalam membuktikan tindak pidana cybercrime dan Bagaimanakah kekuatan alat bukti dokumen digital dalam membuktikan tindak pidana kejahatan teknologi informasi cybercrime. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian normatif. Berdasarkan hasil penelitian setiap bukti digital dapat dibilang untuk alat bukti digital di mata aturan selama dicari dengan cara yang tidak melanggar aturan dan dapat dijadikan sebagai alat bukti di hadapan hukum.The development of the technological era in various eras certainly brings negative things and positive things. The increase in population in this case is accompanied by an increase in the economy, then the level of development of the times or technology will also increase. Moving on from the conflict of norms in the Criminal Procedure Code Article 184 paragraph (1) it is stated that there is 5 valid evidence, this cybercrime crime is not as simple as it is known more deeply about the enforcement of sanctions, and the cybercrime law. Control of electronic technology and how the arrangements controlled by Law No. 19 of 2016 are changes to Law number 11 of 2008. Therefore, this research draws a dilemma regarding how to regulate digital evidence in proving cybercrime crimes? and What is the power of digital document evidence in proving cybercrime information technology crimes? This research uses a normative type of research. Any digital evidence can be regarded as digital evidence in the eyes of the rules as long as it is sought in a way that does not violate the rules and can be used as evidence before the law

    Analisis Hukum Industri di Bidang Alam terhadap Limbah dan Kesehatan Lingkungan yang Merugikan Banyak Pihak

    No full text
    Salah satu bentuk perkembangan industri terutama di bidang alam memiliki peran utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Ekonomi sendiri merupakan kegiatan sosial yang artinya mencakup seluruh ranah masyarakat dan berhubungan antara satu pihak dan pihak lain. Penelitian ini membahas dua masalah. Pertama, Bagaimana jaminan perlindungan lingkungan hidup terhadap limbah industri alam yang merugikan banyak pihak.kedua, apa dampak yang relevan antara keselamatan dan kesehatan serta produktivitas para pekerja. Metode penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dalam menjelaskan data dan informasinya. Perindustrian sendiri merupakan aturan dari seluruh kegiatan yang berhubungan atau berkaitan dari pelaksanaan industri yang umumnya dikenal sebagai seluruh bentuk kegiatan ekonomi untuk mengolah suatu benda yang biasa saja menjadi barang yang dapat diperjualbelikan. Pasal 3 Undang Undang No. 3 Tahun 2014, dikatakan bahwa perindustrian sendiri bertujuan untuk membuka kesempatan bagi masyarakat dan perluasan kesempatan kerja, dan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan Industri keseluruh wilayah Indonesia guna memperkuat dan memperkukuh ketahanan nasional. Belakangan ini perindustrian khususnya yang bergerak di bidang alam banyak mengkhawatirkan masyarakat karena berakibat buruk pada segala aspek lingkungan hidup. Contohnya seperti kualitas air yang buruk, polusi yang dapat mengganggu kesehatan, lahan yang kritis sehingga dapat menyebabkan erosi, dan masih banyak dampak buruk lainnya. Akan tetapi, jaminan perlindungan lingkungan yang merugikan banyak pihak tentunya diperlukan dan perubahan signifikan terhadap keselamatan para pekerja pun perlu diawasi dan di lindungi.One form of industrial development, especially in the natural sector, has a major role to support economic growth. The economy itself is a social activity which means it covers all areas of society and relates to one party and another. This reseach discuss two problems. First, how to guarantee environmental protection against natural industrial waste that is detrimental to many parties. Second, what are the relevant impacts on safety and health and the productivity of workers. This research method is qualitative methods by explaining the data and information. Industry itself is a regulation of all activities related to or related to industrial implementation which are generally known as all forms of economic activity to process an ordinary object into goods that can be traded. Article 3 Law no. 3 of 2014, it is said that industry itself aims to open up opportunities for the community and expand employment opportunities, and to realize equitable industrial development throughout Indonesia in order to strengthen and strengthen national resilience. Recently, the industry, especially those engaged in the natural sector, has been worrying the public a lot because it has a negative impact on all aspects of the environment. Examples include poor water quality, pollution that can harm health, critical land that can cause erosion, and many other negative impacts. However, environmental protection guarantees that harm many parties are certainly needed and significant changes to the safety of workers also need to be monitored and protected

    Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Penganiayaan yang Dilakukan oleh Pelaku Anak Dibawah Umur di Kabupaten Pesawaran

    No full text
    Tuhan memberikan anak-anak kepada keluarga sebagai hadiah yang berharga dan mereka penting untuk masa depan negara kita. Namun, ketika anak berperilaku buruk dan menyakiti orang lain, mereka dapat menghadapi konsekuensi dari hukum. Dalam kasus ini, lima anak berusia 16 tahun didakwa dan dinyatakan bersalah menganiaya anak lain di rumah khusus. Empat di antaranya divonis satu tahun penjara, sementara satu lainnya divonis tiga tahun penjara dan denda. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana hukum memutuskan hukuman apa yang akan diberikan kepada anak yang melakukan kejahatan seperti ini. Para peneliti berbicara dengan orang-orang yang terlibat dan melihat dokumen untuk mempelajari lebih lanjut. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan Perlindungan hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana penganiayaan berat berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak diperlukan guna memberikan jaminan atau kepastian hukum dalam perlindungan terhadap hak-hak anak. Dan ini tertuang dalam Pasal 64 Undang-Undang  Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Perlindungan hukum terhadap anak yang melakukan penganiayaan berat dalam sistem peradilan pidana dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 telah diatur tentang diversi berupa pengalihan. Kadang-kadang ketika anak-anak melakukan hal-hal buruk, mereka mungkin menghadapi konsekuensi dari hukum. Namun, ada juga cara untuk membantu mereka tanpa melalui proses pengadilan. Hal ini dapat terjadi pada berbagai tahap penyelidikan, dan ini disebut pengalihan. Jika seorang anak melakukan sesuatu yang sangat serius yang dapat menyakiti seseorang atau bahkan menyebabkan mereka meninggal, ada aturan khusus tentang bagaimana mereka akan dihukum. Namun secara keseluruhan, ada hukum berbeda yang berlaku bagi anak-anak yang melakukan kejahatan.God gives children to families as precious gifts and they are important for the future of our country. However, when children misbehave and hurt others, they can face legal consequences. In this case, five children aged 16 years were charged and found guilty of molesting another child in a special home. Four of them were sentenced to one year in prison, while another was sentenced to three years in prison and a fine. This study aims to understand how the law decides what punishment will be given to children who commit crimes like this. The researchers talked to the people involved and viewed the documents to learn more. The results showed that legal protection for children who commit crimes of serious abuse based on Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection is needed to provide guarantees or legal certainty in protection. on children's rights. And this is stated in Article 64 of Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection. Legal protection for children who commit serious abuses in the criminal justice system in the Law of the Republic of Indonesia Number 11 of 2012 has regulated diversion in the form of diversion. Sometimes when children do bad things, they may face legal consequences. However, there are also ways to help them without going through the court process. This can happen at different stages of the investigation, and it's called a redirect. If a child does something really serious that could hurt someone or even cause them to die, there are specific rules about how they will be punished. But overall, there are different laws that apply to children who commit crimes

    Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Sertifikat Tanah Digital Dikaitkan Dengan Keamanan Data Pribadi

    No full text
    Sertifikat elektronik merupakan kebijakan baru bagi pemegang hak atas tanah yang dikeluarkan oleh BPN sebagai bentuk transformasi digital. Namun kebijakan ini menimbulkan konflik di masyarakat terkait penarikan sertifikat analog dan jaminan keamanan sertifikat-el. Menganalisa perlindungan hukum pemegang sertifikat digital terhadap keamanan data untuk mencapai kepastian hukum menjadi tujuan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode Normatif. Dirumuskan dua permasalahan yaitu: (1) Bagaimana pengaturan pendaftaran hak atas tanah menurut Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2021? (2) Bagaimana perlindungan hukum pemegang hak atas tanah terhadap keamanan data pribadi dalam sertifikat digital? Penelitian ini menemukan sertifikat elektronik dengan sertifikat analog mempunyai kedudukan yang sama di Indonesia, sertifikat-el menggunakan tanda tangan elektronik dan QR Code yang terjamin oleh BSSN. Secara umum pengaturan keamanan data diatur pada UU No.27/2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Secara teknis dan hukum belum mempunyai kesiapan pemberlakuan Sertifikat-el terkait keamanan data, sehingga perlu penyempurnaan norma hukum agar terlindungi haknya dan kepastian hukum terkait sertifikat-el sebagai bukti pemegang hak atas tanah

    885

    full texts

    5,210

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal Universitas Warmadewa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇