Ejournal Universitas Warmadewa
Not a member yet
5210 research outputs found
Sort by
Penanganan Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Melalui Rehabilitasi Dengan Pendekatan Keadilan Restoratif Sebagai Pelaksanaan Asas Dominus Litis Pada Kejaksaan Negeri Denpasar
Surat Perintah Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021 memberikan kewenangan kepada kejaksaan untuk mengambil keputusan rehabilitasi dalam kasus penyalahgunaan narkoba selama proses penuntutan. Namun dalam prakteknya, Kejaksaan Negeri Denpasar tidak dapat melaksanakan perintah tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian terhadap penerapan pedoman tersebut dan hambatan pelaksanaannya oleh Kejaksaan Negeri Denpasar. Diharapkan kajian ini menjadi bahan sosialisasi dan kontribusi pemerintah. Metode penelitian hukum empiris digunakan dalam metode penelitian. Sumber data penelitian ini adalah informasi yang diperoleh melalui wawancara di Kejaksaan Negeri Denpasar dan informasi yang diperoleh dari studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang persyaratan, definisi dan pelaksanaan rehabilitasi serta hambatan pelaksanaannya
Tindak Pidana Terhadap Pelaku Kejahatan Perdagangan Seksual Pada Anak di Bawah Umur Sebagai Bentuk Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di Kota Bandung
Kejahatan mengenai perdagangan seksual terhadap anak di bawah umur termasuk ke dalam eksploitasi anak, yang dimana perdagangan terhadap anak dilakukan melalui pengancaman dan pemaksaan terhadap anak. Bahwa pelaku yang melakukan perdagangan seksual terhadap anak di bawah umur dapat dikatakan sebagai “traffickerâ€. Timbulnya kejahatan perdagangan seksual pada anak di bawah umur terjadi dikarenakan oleh beberapa faktor. Maka permasalahan yang ditimbulkan yaitu 1) Apakah faktor penyebab terjadinya perdagangan seksual pada anak di bawah umur di Kota Bandung? 2) Bagaimana sanksi pidana kejahatan perdagangan seksual pada anak di bawah umur dikategorikan sebagai bentuk dari pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia)? Penelitian ini menggunakan tipe penelitian empiris. Bahwa proses terjadinya perdagangan seksual pada anak di bawah umur yaitu melalui proses perekrutan penipuan pekerjaan, dan adanya faktor ekonomi. Dimana tindak pidana pada pelaku perdagangan seksual pada anak di bawah umur diatur dalam Pasal 2 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Perdagangan seksual pada anak di bawah umur di kategorikan sebagai pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) berat, karena perdagangan seksual ini mencederai harkat dan martabat seorang anak dimana pelacuran secara paksa ini merenggut terhadap hak anak
Pelatihan Pembuatan Yogurt Pada Kelompok Guru Program Keahlian Asisten Keperawatan di SMKN 1 Tembuku Bangli
Program Keahlian Asisten Keperawatan adalah salah jurusan pada bidang kesehatan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Tembuku Bangli. Berdasarkan pemaparan mitra yang diwakilkan oleh ketua program studi program keahlian asisten keperawatan diketahui bahwa para guru yang mengajar di bidang ini diwajibkan untuk mengembangkan produk kesehatan yang berpotensi menghasilkan profit. Hasil diskusi mengerucut pada keinginan dari mitra untuk diberikan pelatihan dalam membuat produk olahan susu berupa yoghurt dan diberikan pelatihan tentang metode pengemasan produk dan pemasaran. Pemilihan yoghurt sebagai produk yang akan dibuat dikarenakan harganya murah dan mudah dibuat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah focus group discussion melalui pemaparan tentang konsep yoghurt yang disertai dengan pelatihan pembuatan yoghurt secara langsung. Mitra juga mendapatkan penyuluhan dari sisi ekonomi tentang cara membuat kemasan, menentukan ongkos produksi dan memasarkan produk untuk menarik minat pembeli. Hasil PKM menunjukkan mitra secara umum memiliki pemahaman yang baik tentang konsep gizi seimbang, yoghurt dan konsep pemasaran. Evaluasi pre dan post-test menunjukkan peningkatan persentase pemahaman mitra sebesar 30%. Pendampingan terhadap mitra mengindikasikan bahwa mitra sudah mampu secara mandiri membuat produk yoghurt dibuktikan dengan kreasi yoghurt yang sudah dibuat oleh mitra. Kegiatan PKM ini dapat disimpulkan berjalan dengan lancar dan tepat sasaran
Pemberdayaan Kelompok PKK dalam Pembinaan Konsumsi Makanan B2SA dan Pengembangan Tanaman HATInya PKK di Desa Celuk, Sukawati, Gianyar
Gizi adalah salah satu faktor yang menentukan dan terpenting dalam kualitas sumber daya manusia. Makanan yang merupakan sumber gizi dalam kehidupan sehari-hari harus sesuai dengan kebutuhan gizi bagi masyarakat, sehingga dapat menunjang kesehatan dan pertumbuhan yang optimal serta mencegah timbulnya berbagai penyakit. Pemenuhan kebutuhan pangan merupakan suatu kondisi pangan yang cukup tersedia bagi setiap anggota masyarakat, dan setiap anggota masyarakat memiliki akses untuk memperolehnya, baik fisik dan ekonomi. Pemenuhan kebutuhan pangan selain berfokus pada penyediaan pangan pada tingkat wilayah, namun juga pada ketersediaan serta konsumsi pangan pada tingkat daerah dan rumah tangga, serta individu dalam memenuhi kebutuhan gizinya. Pentingnya pemenuhan kebutuhan pangan hal ini mempengaruhi status gizi masyarakat secara langsung. Mitra pada pengabdian ini merupakan kelompok PKK Desa Celuk yang tergabung di dalam Tim Penggerak PKK yang memiliki tugas memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Desa Celuk, pengetahuan dan keterampilan kelompok PKK dalam pembinaan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman serta pengembangan tanaman HATInya PKK dalam Pemenuhan Kebutuhan Pangan Keluarga belum seragam dan kurang terlatih. Sarana yang digunakan untuk membina sangat terbatas, ditambah dengan pendanaan dari pemerintah yang minimal pada kondisi pandemik covid-19 untuk menunjang 10 program pokok PKK. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan dialog interaktif tentang pembinaan B2SA dan pengembangan tananam HATInya PKK dan pelatihan mitra tentang cara pembinaan B2SA dan pengembangan tananam HATInya PKK. Pelatihan serta pendampingan berkelanjutan dilakukan pada mitra, dilanjutkan dengan monitoring evaluasi berkala tiap bulan sesuai formulir yang telah disiapkan dan dilakukan oleh tim pengabdian. Data pengabdian dianalisis dengan uji paired sample t-test, menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada nilai pretest dan postest, yaitu peningkatan pengetahuan lebih dari ≥85% anggota kelompok PKK mengenai konsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang dam aman dan pengembangan tanaman HATINYA PKK dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan Tim Penggerak PKK sudah mampu melakukan menerapkan B2SA dan mengembangkan tanaman HATI-nya PKK untuk dapat digunakan dalam pembinaan oleh PKK. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 1 Juli 2021
Implementation of BUMDA (Baga Utsaha Manunggal Desa Adat) Management in Marketing and Empowering The Development of Gunung Payung Cultural Park as a Potential Tourist Attraction in Kutuh Village, Kuta South, Badung, Bali
Kutuh Village currently has an integrated business entity named BUMDA (Bhaga Utsaha Manunggal Desa Adat) Management. One of the potentials possessed by the Kutuh traditional village is the Gunung Payung Cultural Park as a Tourist Attraction. Kutuh Traditional Village is now managed directly by the BUMDA management of Kutuh Village. The purpose of this research is to find out about the potentials that can be developed in Gunung Payung Tourist Attraction and how BUMDA management strategies in marketing and development are carried out at Gunung Payung Tourist Attraction. This research is a qualitative descriptive study. The data collection method used in this research is the method of observation, interviews, and documentation. The results show that there are several potentials that can be developed such as the Dhang Khayangan Temple, Gunung Tedung (Gunung Payung), white sand beach with be beautiful cliffs, monkey forests, alang alang gardens that adorn the cliffs, sports arenas such as soccer fields, jogging tracks with beautiful views as they are on a cliff, as well as a stage for cultural arts performances for the Kecak fire dance and barong dance as well as cultural attractions owned by Kutuh Village
The Influence of Work From Home and Work Spirit on Employee Performance
In today's business, there are many things that can affect employee performance in achieving goals within the organization, either caused by internal company factors or internal factors themselves or from the company's external environment such as government regulations and government policies, even more so today. The Covid-19 outbreak has affected all aspects of the economy directly. Today's technology and information cannot be denied a considerable influence in influencing employee performance. Employee performance plays an important role in determining the achievement of company goals. This study aims to examine the effect of work from home and employee morale on employee performance. The data used in this study is primary data derived from questionnaires distributed to employees in companies that implement work from home during the covid-19 pandemic. The analytical technique used in this research is PLS analysis (SEM). The results of this study will be able to give preference to the management about the factors that affect employee performance in business continuity
Reducing Agency Problem Through Religious Values in Bhagavad Gita
This conceptual paper aims to provide a solution in reducing the agency problem through the implementation of religious values in Bhagavad Gita. The solution offered in this paper is cultivating religious values in the Bhagavad Gita, which includes: carrying out obligations by eliminating lust for the reward obtained, facing sorrow and joy with unanimous determination and eliminating ego. Implementation of these values will minimize the agency costs that may arise. Applying the religious values of the Bhagavad Gita can be a powerful step in reducing the agency problem. Furthermore, when one organization is able to implement it properly, it will become a role model for other organizations especially non-profit organizations. As far as the authors are concerned, there has been no published papers discussing how to reduce agency problem through religious values in Bhagavad Gita
Implementasi Ngerampag Terhadap Tanah Ayahan Desa di Desa Adat Sulahan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli
Ngerampag (perampasan) merupakan salah satu pamidanda sanksi adat berupa tindakan dimana orang atau kelompok yang berwenang menyita/mengambil alih kepemilikan properti suatu benda/barang orang yang tidak memenuhi kewajiban atau kesepakatan yang sebelumnya sudah disepakati bersama. Di Desa Adat Sulahan krama mendapatkan hak untuk mengelola tanah ayahan desa yang berujung terjadinya pengerampagan tanah ayahan desa.Adapun permasalahannya yaitu, bagaimana hak penguasaan tanah ayahan desa di Desa Adat Sulahan? dan bagaimana fungsi sanksi ngerampag tanah ayahan desa dalam awig-awig Desa Adat Sulahan? Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hak penguasaan tanah ayahan desa di Desa Adat Sulahan dan menganalisis fungsi sanksi ngerampag tanah ayahan desa. Metode yang digunakan adalah empiris dengan metode pendekatan sosiologis. Sumber data yang digunakan data primer melalui narasumber informan dan data sekunder dari bahan hukum. Adapun hasil penelitian ini yaitu menjelaskan hak penguasaan terhadap tanah ayahan desa dan fungsi sanksi ngerampag terhadap tanah ayahan desa
The Human Beings’ Submissiveness to Supernatural Beings in Folktales from Central Sulawesi
Indonesia is an archipelagic nation of thousands of islands with vast and diverse cultures. Every inhabited island must have at least a culture comprising cultural products such as rites, tales, ceremonies, etc. However, some individual islands might also have more than one culture. The culture carries sets of beliefs that are worth examining to understand and cultivate the people’s worldviews and perspectives. Those perspectives can be traced from folktales as cultural products. As the agent in the Anthropocene period, human beings are also observable in the generationally told folktales. This article explores the depictions and the roles of human characters and supernatural beings in two folktales from Sulawesi, one of the biggest islands in Indonesia. It problematizes the independency and power of human beings in the folktales. The research objects of this article are The Giant and the Orphan (Kalamboro Kaa Elu-elu) and People Who Descended (Miantii). By employing appraisal theory (Martin and White, 2005), this article identifies the attitudes towards both human and supernatural characters by the linguistic choices attached to them in the folktales. The choices of words and expressions depicting the characters are classified into affect, judgement, and appreciation. In conjunction with the folktales’ plot, the linguistic analysis reveals that human characters in those two folktales are depicted as dependent on and powerless before supernatural characters. This article does not intend to draw any generalization toward any cultures from Sulawesi and Indonesia since it examines very limited objects
Online Customer Review, Online Customer Rating, and Payment Guarantee Influence on Purchase Intention
The purpose of this study was to analyze the effect of online customer reviews, online customer ratings, and payment guarantees on the purchase intention of e-commerce Shopee consumers in Denpasar. This study used a quantitative approach which was carried out on e-commerce Shopee consumers in Denpasar by using a questionnaire on 130 respondents. The data analysis technique used is multiple linear regression. The results of the study show that online customer reviews have a positive and significant effect on the purchase intention of e-commerce Shopee consumers in Denpasar. The online customer rating has a positive and significant effect on the purchase intention of e-commerce Shopee consumers in Denpasar. The payment guarantee has a positive and significant effect on the purchase intention of e-commerce Shopee consumers in Denpasar.