Ejournal Universitas Warmadewa
Not a member yet
5210 research outputs found
Sort by
PERANAN BUMDES GUHA BAU DALAM MEMANFAATKAN DANA DESA UNTUK PENGEMBANGAN DESA WISATA KERTAYASA KECAMATAN CIJULANG KABUPATEN PANGANDARAN
Desa Wisata Kertayasa merupakan pemenang Lomba Desa Wisata Nasional yang diselenggarakan oleh Kemendes PDTT. Setelah menjadi juara dalam kompetisi tingkat nasional, Desa Wisata Kertayasa menjadi perhatian banyak pihak terkait bagaimana Desa Wisata Kertayasa dapat mencapai prestasinya. Pengelolaan wisata di Desa Wisata Kertayasa diserahkan kepada BUMDes Guha Bau. Selama prosesnya BUMDes Guha Bau menerima modal dari Dana Desa melalui penyertaan modal untuk BUMDes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana BUMDes Guha Bau memanfaatkan dana desa yang disediakan Desa Kertayasa melalui penyertaan modal bagi BUMDes dalam pengembangan Desa Wisata Kertayasa dan faktor apa saja yang mendukung dan menghambat BUMDes Guha Bau dalam pengembangan Desa Wisata Kertayasa . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik validasi yang digunakan adalah triangulasi, menggunakan bahan referensi dan member check. Teknik analisis data kualitatif yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BUMDes Guha Bau berperan sebagai pelaku usaha atau pengelola seluruh obyek wisata yang ada di kawasan Desa Kertayasa. Dapat disimpulkan bahwa BUMDes Guha Bau dapat memanfaatkan dana desa dengan baik melalui 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban. Terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam proses pengembangan Desa Wisata Kertayasa oleh BUMDes Guha Bau.Kertayasa Tourism Village is the winner of the National Tourism Village Competition organized by the Kemendes PDTT. After becoming a champion in national-level competition, Kertayasa Tourism Village has become the attention of many parties regarding how Kertayasa Tourism Village can achieve its achievements. The management of tourism in the Kertayasa Tourism Village is handed over to the Guha Bau Village-Owned Enterprises (BUMDes). During the process, Guha Bau Village-Owned Enterprises received capital from the Village Fund through equity participation for Village-Owned Enterprises. This study aims to find out how Guha Bau Village-Owned Enterprises utilize village funds provided by Kertayasa Village through equity participation for Village-Owned Enterprises in the development of Kertayasa Tourism Village and what factors support and hinder Guha Bau Village-Owned Enterprises in developing Kertayasa Tourism Village. This research is descriptive qualitative research with data collection techniques conducted through interviews, observation, and documentation. The validation technique used is triangulation, using reference materials and member checks. Qualitative data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that Guha Bau Village-Owned Enterprises acts as a business actor or manager of all tourism objects in the Kertayasa Village area. It can be concluded that Guha Bau Village-Owned Enterprises can utilize village funds well through 3 stages, namely planning, implementation, and accountability. There are supporting and inhibiting factors in the process of developing the Kertayasa Tourism Village by Guha Bau Village-Owned Enterprises
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI PEMILIK HOMESTAY ATAS LAPORAN KEUANGAN DI DESA WISATA PELAGA
Pentingnya laporan laporan keuangan dengan tujuan usaha agar berlangsung secara berkepanjangan (going concern) maka kebutuhan akan laporankeuangan yang lengkap semakin meningkat. Pengelolaan keuangan dengan baik pada akhirnya akan membuat homestay mampu bersaing dan menjaga eksistensinya dalam bisnis industri pariwisata. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi informasi laporan keuangan pada pemilik homestay di Desa Wisata Pelaga. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang berasal dari kuesioner yang dibagikan kepada responden. Sampel dalam penelitian ini adalah pemilik homestay di Desa Wisata pelaga sebanyak 35 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda, Hasil pengujian menunjukkan bahwa pelatihan akuntansi, tingkat pendidikan, pemahaman akuntansi, dan pengalaman pemilik berpengaruh positif terhadap persepsi pemilik homestay atas laporan keuangan.The importance of financial statements with business objectives to be ongoing (going concern), the need for complete financial reports is increasing. Good financial management will ultimately make homestays able to compete and maintain their existence in the tourism industry business. The purpose of this study was to determine the factors that influence financial statement information on homestay owners in Pelaga Tourism Village. The data used in this study are primary data derived from questionnaires distributed to respondents. The sample in this study were homestay owners in Pelaga Tourism Village as many as 35 respondents. The analysis technique used is multiple linear regression. The results research reveals that accounting training, education level, accounting understanding, and the owner's experience has a positive effect on the homestay owner's perception of the financial statements
ANTESEDEN DAN KONSEKUENSI EFEKTIVITAS KINERJA MANAJERIAL TERHADAP KUALITAS KREDIT DI BPR NUSAMBA WILAYAH BALI
This study aims to examine the internal control system on managerial performance in order to improve credit quality. This research was conducted at BPR Nusamba Bali Region by distributing research questionnaires. The samples involved in this study were 72 respondents. The data analysis method using SEM PLS. The results of the study indicate that the internal control system in this study is an antecedent in an effort to improve credit quality at BPR Nusamba, Bali RegionPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji system pengendalian intern terhadap kinerja manajerial dalam rangka meningkatkan kualitas audit. Penelitian ini dilakukan di BPR Nusamba Wilayah Bali dengan menyebarkan kuesioner penelitian. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 72 responden. Metode analisis data menggunakan SEM PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa system pengendalian intern dalam penelitian ini merupakan anteseden dalam upaya peningkatan kualitas kredit pada BPR Nusamba Daerah Bali
Perencanaan E-Sport Center Dengan Penerapan Arsitektur Futuristik Di Denpasar – Bali
Saat ini Indonesia telah dipengaruhi oleh adanya e-sport (olahraga elektronik), olahraga elektronik ini melakukan Tournament atau kompetisi berskala regional ataupun nasional dalam game online. Dengan adanya e-sport tersebut menjadikan peluang bagi para gamers / pemain game online yang ada di Indonesia untuk ikut serta ke dunia e-sport dan memainkan game online. Maka dari itu dibutuhkan wadah bagi para gamer untuk tempat berkumpul dan juga sebagai tempat mengadakan kompetisi game. Proses pembuatan sebuah wadah atau tempat yang dipusatkan untuk memberikan hiburan tentang perkembangan game di Kota Denpasar ini dengan proses pembentukan yang inovatif, bangunan ikonik dan ramah terhadap lingkungan perkotaan. Konsep perancangan E-sport center memiliki pendekatan arsitektur futuristik dengan bentuk fasade dikombinasikan dengan kayu yang tidak memiliki ornamen dan polos, minimalis futuristik sehingga akan menjadi pusat pengembangan dalam bermain game, karena didalamnya tidak hanya disediakan tempat berkumpul saja, tetapi disediakan Tournament Venue untuk menonton kompetisi, Gaming Area, toko game, dan juga Cafe.Currently Indonesia has been influenced by the existence of e-sports (electronic sports), this electronic sport conducts regional or national tournaments or competitions in online games. With the existence of e-sports, it is an opportunity for gamers / online game players in Indonesia to participate in the world of e-sports and play online games. Therefore it takes a place for gamers to gather and also as a place to hold matches. The process of making a forum or place that is centered on providing entertainment about game developments in Denpasar City with an innovative process of forming, iconic buildings and friendly to the urban environment. The design concept of the E-sport center has a futuristic architectural approach with a facade combined with wood that does not have ornaments and is plain, futuristic and minimalist so that it will become the center of development in playing games, because it does not only provide a gathering place, but also a Tournament Place to watch competitions. , Gaming Area, game shop, and also Cafe
Konsep Skematik Desain pada Perencanaan dan Perancangan Sekolah Barista dan Kedai Kopi di Desa Wanagiri dengan Tema Arsitektur Organik
Kopi merupakan salah satu bahan makanan atau minuman yang sering sekali kita jumpai dan bahkan menjadi salah satu kebutuhan sehari hari masyarakat. Tanaman Kopi secara optimal tumbuh di seluruh wilayah Bali pada ketinggian 800-1500 mdpl yang memiliki curah hujan sekitar 2000 – 3000 mm/tahun dengan suhu optimal sekitar 21 – 24 derajat celcius. Desa Wanagiri merupakan salah stau tempat bertumbuhnya tanaman kopi khususnya kopi arabika di Bali. Dibalik kualitas kopi Bali yang baik tentu diperlukan seorang barista handal dan berpengalaman untuk meracik minuman kopi tersebut agar menghasilkan olahan dengan kualitas yang sangat baik pula untuk di konsumsi. Keberadaan barista saat ini menjadi poin utama dalam suksesnya kedai kopi yang ada di Bali. Saat ini cukup banyak kedai kopi yang bangkrut disebabkan dengan produknya yang diolah secara tidak tepat, hal ini disebabkan oleh pengetahuan baristanya yang kurang baik atau hanya belajar dengan cara otodidak. Tersedianya fasilitas sekolah barista dan kedai kopi dapat mengurangi permasalahan yang ada, perancangan dilakukan dengan menanggapi pemasalahan mengenai barista kopi dengan memikirkan serta menciptakan ruang dan fasilitas ruang belajar yang nyaman, bersih, dan dapat menarik perhatian serta minat barista atau masyarakat untuk berkunjung sekaligus untuk menjalani pendidikan barista dan mengedukasi masyarakat tentang kopi bagi keberlangsungan ekonomi dan lingkungan.Coffee is one of the ingredients of food or drink that we often encounter and even become one of the daily needs of the community. Coffee plants grow optimally throughout Bali at an altitude of 800-1500 meters above sea level which has a rainfall of around 2000-3000 mm/year with an optimal temperature of around 21-24 degrees Celsius. Wanagiri Village is one of the places where coffee plants grow, especially Arabica coffee in Bali. Behind the good quality of Balinese coffee, of course, it takes a reliable and experienced barista to mix the coffee drink in order to produce processed with very good quality for consumption. The existence of a barista is currently the main point in the success of a coffee shop in Bali. Currently, quite a lot of coffee shops are bankrupt due to their products being processed incorrectly, this is due to the knowledge of the baristas who are not good or just learning the self-taught way. The availability of barista school facilities and coffee shops can reduce existing problems, the design is carried out by responding to problems regarding coffee baristas by thinking about and creating learning space and facilities that are comfortable, clean, and can attract the attention and interest of the barista or the community to visit as well as to undergo education baristas and educate the public about coffee for economic and environmental sustainabilit
Kebijakan G20 Sebagai Nafas Baru Bagi Lalu Lintas Devisa di Era Crossborderless Dalam Hukum Perdagangan Internasional
Dibentuk pada Tahun 1999 lalu yang membawa tujuan mulia dan bersahabat bagi antar negara anggota untuk mewujudkan stabilitas perekonomian internasional. G20 mengadakan KTT pertamanya pada November 2008 guna membahas krisis keuangan global yg merupakan dampak dari krisis keuangan di AS pada masa itu. Pertemuan rutin yang diadakan setiap tahun ini memiliki tuan rumah atau Presidensi yang ditentukan secara konsensus yang akan bergiliran setiap tahunnya. Tahun 2022 ini adalah kesempatan milik Indonesia. Negara-negara dalam G20 adalah negara yang punya peranan besar dalam perekonomian. Negara-negara dimaksud diantaranya adalah Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Cina, Uni Eropa, Jerman, Prancis, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Britania Raya/Inggris, Amerika Serikat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimanakah sistem lalu lintas devisa dan sistem nilai tukar di Indonesia dalam mendukung Indonesia menarik penanam modal asing. Metode penelitian ini adalah metode penelitian yuridis normatif yaitu dalam penelitian hukum ini, hukum dikonsepkan sebagai apa yang ditulis dalam peraturan perundang-undangan (law in books) atau hukum dikonsepkan sebagai kaidah atau norma yang merupakan patokan berperilaku manusia yang dianggap pantas. Berdasarkan hasil penelitian dahulu G20 telah membahas mengenai isu bangkitnya dari krisis global. Kini perkembangan dan kemajuan iptek telah membuat perubahan signifikan khususnya di jalur lalu lintas devisa. Telah tercipta dunia tanpa batas negara atau disebut sebagai dunia digital. Segala perubahan tentunya membawa pengaruh buruk dan baik sekaligus. Maka penting untuk mengkaji, meneliti dan menganalisis Optimalisasi model kebijakan yang seharusnya dibentuk dalam pertemuan ini agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat global dan mengkaji, meneliti dan menganalisis langkah preventif untuk dapat mencegah kerugian negara akibat adanya lalu lintas devisa yang crossborderless
Legal Consequences for Deed that is Not Signed Before a Notary
Notary Deed Signing is not in the notary’s office, even though the act is at risk of violating the rules of the notary position law and notary code of ethics, but it is still carried out by certain notaries. This type of research is normative legal research. With normative juridical methods. Legal materials consist of primary, secondary and tertiary legal materials. The analysis method uses the description technique, construction technique, and systematic technique. The validity of a deed not signed before a notary, the deed is only valid as an agreement, where a valid agreement is an agreement that has fulfilled the legal requirements of an agreement such as an agreement, the ability of the parties, the object of the agreement, and the agreement made is not contrary to the law applicable. The validity of the deed is invalid, because in signing the deed that was not performed before a notary, the authentic deed did not fulfill the formal requirements to become an authentic deed as regulated in Article 16 paragraph (1) letter m of Law Number 2 of 2014 concerning Amendment to the Law Number 30 of 2004 concerning Notary Position. Where in this provision that the Notary must be physically present and sign the deed in front of the parties, witnesses, and the Notary himself. Notary Deed that is not signed by the registrar before a notary public and signed outside the Notary’s office, even though on the grounds that one of the registrants cannot be present at the signing of the deed by the tappers, and witnessed by witnesses and Notaries, resulting in the degradation of the authentic deed becomes the only deed has a proof of deed under the deed. In Act Number 2 of 2014 concerning amendments to Act Number 30 of 2004 concerning Notary Position, no regulation is found concerning sanctions against Notaries that are significant for violations of Article 16 paragraph (1) letter m of Act Number 2 of 2014 concerning amendments to Law Number 30 of 2004 concerning Notary Position
The Imposition of Digital Taxes in E-commerce
In the business world, information and communication technology offers an advantage in terms of supporting online commercial transactions, also known as Electronic System-Based Trade (E-commerce). Tax is one of the most significant governmental revenues for national development. It aims to increase people's prosperity and welfare, which requires a lot of economic resources. The objectives of this paper is to learn more about the regulations surrounding Digital Tax in e-commerce. This study's research method is a normative research method with a statutory approach. The the result reveal that there is no difference between e-commerce and traditional commerce in terms of the economic advantages provided; the only difference is in the method of completing transactions or the media used to meet sellers and customers. The criteria for Permanent Establishment (BUT) are being expanded with the goal of requiring corporations domiciled abroad to pay income tax even if they do not have a physical office in Indonesia
Implementing the Authority of the State’s Attorney in Legal Assistance in Handling Covid-19 in Denpasar City
The emergence of a disease outbreak, namely Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) in most countries in the world, has caused various problems, not only in the health sector but also in the economic, political and socio-cultural fields. This study aims to analyze the attorney’s authority in providing legal assistance and examine various factors that support and hinder the handling of Covid 19 in Denpasar City. The research design used is a normative juridical approach with a statutory law approach, an analytical and conceptual approach and several facts collected from informants as support and qualitative descriptive juridical analysis was used to obtain adequate and accurate results. The result shows that the implementation of legal assistance to policies in the framework of accelerating the handling of Covid 19 and the National Economic Recovery program by the State’s Attorney of Denpasar District Attorney was carried out well and effectively. The factors that support the implementation of the legal assistance are the clarity of the legal basis used by the prosecutor’s office in carrying out its functions and the fast and active response from the applicant, namely some agencies in Denpasar City. While the inhibiting factors include the reporting process provided by the applicant to the attorney’s office is still slow, the limited number of members of the State’s Attorney with authority as public prosecutors must continue to be carried out within the framework of law enforcement
Penanggulangan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor (Studi Kasus Di Polsek Blahbatuh, Kabupaten Gianyar)
Dalam kehiduan masyarakat angkat kejahtan sangat besar dan termasuk dalam gejala sosial yang akan terus dihadapi oleh setiap manusia, masyarakat dan negara secara umum. Tindak pidana pencurian sepeda motor merupakan salah satu penyakit terbuka yang menimbulkan rasa kesengsaraan dan kegelisahan dalam kehidupan individu, maka sangat penting untuk mengambil pengamanan yang ketat dalam mengantisipasi tuntutan kepolisian baik pelaku maupun masyarakat setempat dalam mengantisipasi kejadian tersebut.Adapun rumusan masalah dari penulisan skripsi ini adalah Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan tindak pidana pencurian sepeda motor di kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar? Bagaimana penanggulangan tindak pidana pencurian sepeda motor di polsek Blahbatuh, Kabupaten Gianyar? tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian empiris, yakni melakukan penelitian lapangan di polsek blahbatuh melalui wawancara dengan didukung beberapa peraturan perundang-undangan yang berlaku. Suatu tindak pidana dapat berupa perbuatan yang melanggar hukum dan perbuatan tersebut bukan merupakan perbuatan melawan hukum. Dalam penelitian ini, khususnya pencurian sepeda motor, kejahatan ini sangat mengerikan dan terus menerus meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah Blahbatuh, Kabupaten Gianyar