Ejournal Universitas Warmadewa
Not a member yet
5210 research outputs found
Sort by
The Impact of Tourism on Changing Cultural Form (Case Study: Balinese Traditional Lumbung Architecture): English
The rapid development of tourism has challenged the existence of traditional Balinese lumbung. Many lumbungs have been converted into commercial premises for the needs of the tourist market. This research aims to understand the influence of tourism on architectural changes in traditional Balinese lumbungs and to find out the implications of the transformation of traditional Balinese lumbung architecture due to the influence of tourism. The study uses a holistic and descriptive analytical approach, with a qualitative methodology involving literature analysis, observation and interviews. The research results show that tourism has changed the architecture of Balinese lumbungs from placement and form to materials and function. Lumbungs are now often adapted for tourist comfort, using modern materials, and functioning as tourism facilities such as villas and cafes. Sizes and ornaments are adjusted to international standards, as well as the use of modern lighting and ventilation. The transformation of traditional Balinese lumbung architecture has influenced cultural values and environmental sustainability. The conversion of lumbungs causes loss of historical value and reduces local cultural identity. Commercialization ignores cultural heritage and sustainability, increasing the burden on local resources and waste. Local socio-economic changes occurred as many shifted from agriculture to the service sector, increasing social inequality. However, tourism has strengthened awareness and funding for conservation, and the adaptation of modern facilities has increased the function and relevance of lumbung/jineng
Strategi Pemanfaatan Kearifan Lokal dalam Pengembangan Desa Wisata Pandean Kabupaten Trenggalek
The term tourist village is closely related to Pandean. The reason is, this area is quite an attraction for local tourists. This research aims to identify strategies for utilizing local wisdom in developing the Pandean Tourism Village, Trenggalek Regency. The urgency of this research is to increase tourism potential, what needs to be done is to plan tourism development using the 3A concept (attractions, facilities and accessibility) which is a requirement in developing a tourist destination, because these three elements have an important role. In building a comfortable travel experience and meeting tourist needs. This research uses a descriptive qualitative approach, namely providing a systematic, factual and accurate description of the facts and potential of tourism in the Pandean Tourism Village. The location of this research is in Dongko District, Trenggalek Regency, East Java Province, while the location in this research is Pandean Tourism Village. Data collection techniques use observation, documentation and interviews. The informants in this research were: 1) Dewi Arum Pulosari Tourism Awareness Group; 2) Head of Pandean Village; and 3) business actors in the Pandean Tourism Village. The results of this research indicate that the Pandean Tourism Village is not yet optimal in implementing the 3A tourism concept. Various interesting tourist attractions are presented at Pandean Tourism Village to make an impression on visitors. The accessibility of the Pandean Tourism Village does not provide comfort for tourists, the road conditions are not good, large buses cannot enter the Pandean Tourism Village location because the road conditions are narrow. Existing facilities in the Pandean Tourism Village need to be developed, so that they can meet the needs of visiting tourists.Istilah desa wisata erat kaitannya dengan Pandean. Pasalnya, kawasan tersebut cukup menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemanfaatan kearifan lokal dalam pengembangan Desa Wisata Pandean Kabupaten Trenggalek. Urgensi Penelitian ini untuk dapat meningkatkan potensi wisatanya, yang perlu dilakukan adalah merencanakan pengembangan pariwisata dengan menggunakan konsep 3A (atraksi, fasilitas dan aksesibilitas) yang menjadi syarat dalam pengembangan suatu destinasi wisata, karena ketiga unsur tersebut mempunyai peranan penting. Dalam membangun pengalaman perjalanan yang nyaman dan memenuhi kebutuhan wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu memberikan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta dan potensi pariwisata di Desa Wisata Pandean. Lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, sedangkan lokasi dalam penelitian ini adalah Desa Wisata Pandean. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Informan pada penelitian ini yaitu: 1) Kelompok Sadar Wisata Dewi Arum Pulosari; 2) Kepala Desa Pandean; dan 3) pelaku usaha di Desa Wisata Pandean. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Wisata Pandean belum optimal dalam menerapkan konsep pariwisata 3A. Berbagai atraksi wisata menarik dihadirkan di Desa Wisata Pandean untuk memberikan kesan kepada pengunjung. Aksesibilitas Desa Wisata Pandean belum memberikan kenyamanan bagi wisatawan, kondisi jalan kurang baik, bus besar tidak bisa masuk ke lokasi Desa Wisata Pandean karena kondisi jalan yang sempit. Fasilitas yang ada di Desa Wisata Pandean perlu dikembangkan, agar bisa memenuhi kebutuhan wisatawan yang berkunjung
Hubungan Faktor Genetik dan Gaya Hidup dengan Miopia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa
[Relationship of genetic and lifestyle factors with myopia in students of the Faculty of Medicine and Health Sciences, University of Warmadewa ]
Myopia is a common disease with a high prevalence in the world, and is one of the refractive disorders, common in children and adults. Risk factors for myopia are genetics and lifestyle factors, especially close-up viewing activities. The aim of this research is to determine the relationship between genetic and lifestyle factors and myopia in students at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University. The research design used was observational analytic with a cross sectional design. The research was conducted at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University with a total sample of 132 people with inclusion criteria, namely students at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University and willing to take part in the research and exclusion criteria, namely not coming during the research and having a history of congenital eye disorders. Data was obtained using a questionnaire. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test with a confidence level of 95% and results were significant if the p value was ≤0.05. And the results obtained are that the incidence of myopia in FKIK Unwar students is 74.2%, there are 93.9% of FKIK Unwar students who have genetic factors for myopia, there are 64.4% of FKIK Unwar students who have a lifestyle at high risk of myopia, and There is a relationship between genetic factors and myopia, but there is no relationship between lifestyle and myopia.
Miopia adalah penyakit yang umum dengan prevalensi yang tinggi di dunia, dan merupakan salah satu dari gangguan refraksi, biasa terjadi pada anak dan dewasa. Faktor risiko dari miopia yaitu faktor genetik dan gaya hidup terutama aktivitas melihat jarak dekat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara faktor genetik dan gaya hidup dengan miopia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa dengan total sampel sebanyak 132 orang dengan kriteria inklusi yaitu mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa dan bersedia mengikuti penelitian serta kriteria eksklusi yaitu tidak datang saat penelitian serta memiliki riwayat kelainan kongenital mata. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat derajat kepercayaan 95% dan hasil yang signifikan apabila nilai p≤0,05. Dan hasil yang didapatkan yaitu Kejadian miopia pada mahasiswa FKIK Unwar sebesar 74,2%, Terdapat 93,9% mahasiswa FKIK Unwar yang memiliki faktor genetik terhadap miopia, Terdapat 64,4% mahasiswa FKIK Unwar yang memiliki gaya hidup berisiko tinggi terhadap miopia, serta Terdapat hubungan antara faktor genetik dan miopa, namun tidak terdapat hubungan antara gaya hidup dan miopia.
 
Hubungan Lemak Subkutan dengan Kebugaran Jasmani Daya Tahan Otot pada Mahasiswa FKIK Universitas Warmadewa
[The Relationship between Subcutaneous Body Fat and Physical Fitness Muscle Endurance in Students of the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University]
Physical fitness is a collection of physical activities related to health or skills, where the level of fitness can be measured by certain physical tests. Muscular endurance is the ability of muscles to perform repeated contractions within a certain period of time. Fat content also has an important role in physical fitness, namely subcutaneous fat content. This is very necessary in daily activities, including medical students who need good physical fitness, especially when carrying out activities such as providing basic life support. This study aims to determine the relationship between subcutaneous fat levels and muscle endurance in students of the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University Batch 2021. This study used a correlational analytic research method with a cross-sectional study design. Subcutaneous fat content data was measured through measurements using a skinfold caliper which was carried out at four body locations, namely biceps, triceps, subscapula and suprailiac, while muscle endurance was measured using the sit up test and push up test. This study used a minimum sample size of 92 students who were taken using simple random sampling technique. Samples were analyzed using univariate analysis techniques and bivariate analysis using Spearman's test. The results showed that the correlation coefficient (r) was 0.395 (p=0.000) for the relationship between subcutaneous fat and muscle endurance sit-ups and the correlation coefficient (r) was 0.467 (p=0.000) for the relationship between subcutaneous fat content and muscle power. The conclusion of this study is that there is a relationship between subcutaneous body fat and physical fitness and muscle endurance in students of the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University batch 2021. It is recommended for batch 2021 student to control their subcutaneous body fat and performing exercise such as muscle endurance training in order to be able to perform cardiorespiratory rescucitation.
Kebugaran jasmani merupakan sekumpulan aktivitas fisik yang berhubungan dengan kesehatan atau keterampilan (skill), di mana tingkat kebugaran tersebut dapat diukur dengan tes fisik tertentu. Daya tahan otot merupakan kemampuan otot melakukan kontraksi berulang dalam jangka waktu tertentu. Kadar lemak subkutan juga memiliki peran yang penting dalam kebugaran jasmani. Hal ini sangat diperlukan dalam aktivitas sehari-hari, tidak terkecuali untuk mahasiswa kedokteran yang memerlukan kebugaran jasmani yang baik terutama ketika melakukan aktivitas seperti pemberian bantuan hidup dasar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan kadar lemak subkutan dan daya tahan otot pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Angkatan 2021. Penelitian ini memakai metode penelitian analitik korelasional dengan rancangan studi cross-sectional. Data kadar lemak subkutan diukur melalui pengukuran menggunakan alat skinfold caliper yang dilakukan pada empat lokasi tubuh yaitu biceps, triceps, subscapula, dan suprailiaca, sedangkan daya tahan otot diukur menggunakan tes sit up dan tes push up. enelitian ini menggunakan jumlah sampel minimal sebesar 92 mahasiswa yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data sampel dianalisis menggunanakan teknik analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,395 (p=0,000) untuk hubungan lemak tubuh subkutan dengan daya tahan otot dengan tes sit up dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,467 (p=0,000) untuk hubungan kadar lemak subkutan dengan daya tahan otot dengan tes push up. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara lemak tubuh subkutan dengan kebugaran jasmani daya tahan otot pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa angkatan 2021. Disarankan kepada mahasiswa angkatan 2021 untuk dapat mengontrol lemak tubuh dan melakukan aktivitas fisik seperti melatih daya tahan otot untuk dapat memberikan bantuan hidup dasar seperti resusitasi jantung paru.
 
Hubungan Stres dengan Motivasi Belajar pada Siswa SMA Negeri 1 Ubud
[The Relationship between Stress and Learning Motivation in Ubud 1 Public High School Students]
Stress refers to mental and emotional disturbances that can arise from both internal and external factors. Learning motivation is a desire that oroginates within the student and lead to various learning activities. Due to the lack of previous research on this topic at SMA Negeri 1 Ubud, it is crucial to conduct this study in order to gather relevant , which could potentially benefit the school. This research can help the school prevent the factors that cause stress in students and increase the learning motivation. this study used descriptive analytic with a cross-sectional approach. This research was conducted at SMA Negeri 1 Data was collected using Perceived Stress Scale questionnaire (PSS-10) and Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ-18). Furthermore, data analyzed both univariately and bivariately using the SPSS 25th version and Spearman test method, considering the analysis significant if the p value is less than 0.05. The univariate analysis revealed that the majority of students were 16 years old (36.2%), with a majority of female students (55.7%) and a majority of class XI students (33.8%). The Spearman correlation test's bivariate analysis yielded a significance value of 0.000, with a significant level of 0.05. The correlation coefficient, which stands at 0.241, indicates a weak relationship. The negative correlation coefficient number indicates an opposite relationship between the two variables, suggesting that higher stress levels lead to decreased learning motivation among SMA Negeri 1 Ubud students.
Stres merupakan gangguan maupun kekacauan mental dan emosional yang dapat diakibatkan oleh faktor internal maupun eksternal. Motivasi belajar adalah suatu keseluruhan daya penggerak dari dalam diri siswa yang dapat menimbulkan kegiatan belajar. Berdasarkan beberapa penelitian, stres pada siswa dapat mempengaruhi motivasi belajar. Oleh karena di SMA Negeri 1 Ubud belum ada penelitian serupa, maka hal tersebut menjadi urgensi untuk melakukan penelitian ini di SMA Negeri 1 Ubud guna melengkapi data penelitian dan agar hasil penelitian dapat berguna bagi sekolah, sehingga sekolah dapat mencegah faktor-faktor penyebab stres pada siswa agar tidak menurunkan motivasi beajar. Metode penelitian ini adalah menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Ubud, dengan populasi penelitian mencakup seluruh siswa SMA Negeri 1 Ubud. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Perceived of Stress Scale (PSS-10) dan kuesioner Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ- 18). Selanjutnya, data akan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS versi 25 dan dengan metode uji spearmen dengan hasil analisis dikatakan signifikan apabila nilai p <0,05. Hasil analisis univariat didapatkan mayoritas siswa berumur 16 tahun (36,2%), berjenis kelamin perempuan (55,7%) dan mayoritas siswa kelas XI (33,8%). Analisis bivariat didapatkan pada uji korelasi spearman diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan taraf signifikan sebesar 0,05, koefisien korelasi menunjukan angka 0,241 yang mengartikan bahwa hubungan lemah, koefisien korelasi bernilai negatif mengartikan bahwa hubungan masing-masing variabel berlawanan arah, sehingga semakin tinggi tingkat stres menyebabkan menurunnya motivasi belajar siswa SMA Negeri 1 Ubud.
 
Pemberdayaan Kader UKS dalam Deteksi Dini Masalah Gizi d SMP Negeri 9 Denpasar
SMP Negeri 9 Denpasar merupakan salah satu SMP yang terletak di daerah sanur. SMP tersebut sudah memeiliki UKS yang memilki beberpa program untuk membantu mningkatkan Kesehatan siswa dan siswi di sekolah. Kesehatan remaja sangat mempengaruhi kemampuan akademik siswa. Salah satu poin penting dalam Kesehatan remaja adalah status gizi. Status gizi remaja memerluka perhatian khusus mengingat pada fase ini merupakan fase peralihan terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik yang signifikan. Guna mendukung upaya pemantauan status gizi remaja, diperlukan pemberdayaan kader UKS di SMP Negeri 9 Denpasar. Oleh karena itu, tujuan program berfokus pada peningkatan pengetahuan mitra yaitu kader UKS serta meningkatkan keterampilan mitra dalam melakukan pengukuran BMI pada remaja. Metode pelaksanaan program meliputi persiapan, pelaksanaan (penyuluhan, dialog interaktif, pretest dan posttest serta pelatihan), evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan program ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif seluruh peserta selama kegiatan serta peningkatan pengetahuan mitra sebesar 45%. Keterampilan siswa juga mengalami peningkatan dilihat dari observasi dan penilaian ceklist. Keberhasilan program ini diharapkan dapat membekali mitra dengan pengetahuan mengenai gizi remaja serta keterampilan dalam pengukuran BMI
Pemberdayaan Kader PKK dalam Pengolahan Tanaman Toga di Desa Celuk
Processing of toga plants or traditional medicinal plants is an important part of human cultural heritage. Toga plants are rich in active compounds that have pharmacological effects and health benefits. Interest in the use of the toga plant as an alternative treatment is increasing. Toga plant processing involves various stages, from planting to extracting active compounds, with the important role of technology and innovation. The importance of the toga plant processing industry involves economic aspects, biodiversity conservation, and preservation of cultural traditions. The development of this industry requires a holistic approach involving various parties, from farmers to consumers, to ensure sustainability and welfare of the communities involved in this process. The partners in this service are the PKK Cadres of Celuk Sukawati Gianyar Village, totaling 8 people and coordinated by the PKK Cadre Chair. There are problems that have been identified by partners, namely economic and health problems. The economic problem is the decreasing economic capacity of partners, while the health problem is the lack of cadre skills regarding the use of family medicinal plants in health. The solution for partners to these two problems is to provide education regarding the use of toga plants and training regarding processing of toga plants. Partners are given tools and materials to assist partners in processing toga plants. Outcomes include increasing the knowledge of ≥ 80% of partner members regarding the use of toga plants and ≥ 80% of partner members receiving training in processing toga plants to increase family income
Pendampingan Keluarga Balita Menggunakan Media Ajar Interaktif, pada Desa Selulung, Kecamatan Kintamani
Banjar Nyawah merupakan salah satu wilayah yang menjadi sasaran pelaksanaan program kemitraan masyarakat. Sebanyak lima keluarga balita yang ada di Banjar Nyawah yang menjadi mitra dari program kemitraan ini. Permasalahan prioritas yang mereka tetapkan adalah: 1) mencegah asupan gizi pada anak balita di bawah angka kecukupan gizi (AKG) dan 2) pengetahuan dan keterampilan tentang makanan sehat untuk anak balita masih kurang. Solusi yang diusulkan adalah: 1) pemberian paket gizi dengan protein tinggi, 2) penyuluhan pembuatan makan sehat dari bahan lokal. Kegiatan PKM ini akan dilakukan secara bertahap mulai dari kegiatan sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan, pemberian bantuan paket gizi, dan evaluasi. Pada awal kegiatan akan dilakukan sosialisasi kepada semua pihak yang terkait untuk menjelaskan maksud dan tujuan PKM, sasaran dan metode kegiatan serta peran dari semua pihak yang terlibat. Selanjutnya akan dilakukan pelatihan penggunaan media interaktif kepada tenaga kesehatan pendamping ibu balita tentang makan sehat sesuai isi piringku, pola asuh dan latihan cara membuat makanan sehat dari bahan pangan lokal untuk anak balita. Setelah itu akan dilakukan pemberian paket gizi berupa susu tinggi protein. Hasil kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan ibu tentang makanan sehat dan gizi, serta berdampak positif dengan bantuan paket gizi untuk enam balita di Kecamatan Kintamani, serta menciptakan perubahan nyata dalam meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak di wilayah tersebut
PKM PEMBERDAYAAN PEDAGANG PEREMPUAN DALAM PENCEGAHAN KANKER LEHER RAHIM DI PASAR UMUM PAYANGAN
Abstrak
Pasar Umum Payangan merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kabupaten Gianyar dengan jumlah total pedagang 450 orang. Tindakan papsmear untuk pencegahan leher rahim sangat diperlukan oleh seluruh perempuan yang sudah pernah berhubungan seksual. Namun masih banyaknya perempuan, khususnya di kalangan pedagang pasar masih awam dengan upaya pencegahan kanker leher rahim melalui papsmear. Dari hasil penelitian salah satu tempat yang interaksi masyarakatnya tinggi dan rentan terhadap penyebaran penyakit di Bali adalah pasar. Minimalnya informasi yang didapatkan oleh pedagang tentang pencegahan kanker leher rahim melalui papsmear menyebabkan kurangnya penerapan mereka dalam pelaksanaan peningkatan kesehatan reproduksi wanita. Selain itu, semenjak pandemi Covid-19 melanda, pemasukan para pedagang juga berkurang. Hal ini disebabkan karena pedagang hanya berdagang di kisaran pasar saja. Para pedagang belum bisa memasarkan dagangan mereka melalui media online seperti instagram, facebook dan lainnya. Dari permasalahan yang dihadapi, maka solusi yang dapat ditawarkan adalah perlu adanya program transfer ilmu pengetahuan tentang peningkatan kesehatan reproduksi untuk pencegahan penyebaran penyakit infeksi dan juga pentingnya melakukan papsmear untuk deteksi dini kanker leher rahim. Selain itu, tim pengabdi juga akan mengajarkan pemasaran online dagangan pedagang melalui Instagram, Facebook dan lainnya. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan tentang pencegahan kanker leher rahim pada kader sebesar 100%. Selain itu para mitra sudah bisa memasarkan dagangan secara online melalui platform media sosial. Saran yang dapat kami berikan dalam kegiatan pengabdian ini adalah agar kelompok mitra dapat menjadi ujung tombak perekrutan mitra lainnya sebagai partner dalam melakukan kegiatan “peer†pencegahan kanker leher rahim di Pasar Umum Payangan.
Kata Kunci : Pemberdayaan, pedagang perempuan, kanker leher rahim, Payangan
Abstract
Payangan Public Market is one of the largest traditional markets in Gianyar Regency with a total of 450 traders. Pap smears to prevent the cervix are very necessary for all women who have had sexual intercourse. However, there are still many women, especially among market traders, who are unfamiliar with efforts to prevent cervical cancer through pap smears. From the research results, one of the places with high community interaction and which is vulnerable to the spread of disease in Bali is the market. The minimal information obtained by traders about preventing cervical cancer through pap smears causes a lack of application in improving women's reproductive health. Apart from that, since the Covid-19 pandemic hit, traders' income has also decreased. This is because traders only trade within the market range. Traders have not been able to market their wares through online media such as Instagram, Facebook and others. Based on the problems faced, the solution that can be offered is the need for a knowledge transfer program on improving reproductive health to prevent the spread of infectious diseases and also the importance of carrying out pap smears for early detection of cervical cancer. Apart from that, the service team will also teach online marketing of traders' products via Instagram, Facebook and others. The result of this service activity is an increase in knowledge about preventing cervical cancer among cadres by 100%. Apart from that, partners can market their merchandise online via social media platforms. The suggestion that we can give in this service activity is that the partner group can spearhead the recruitment of other partners as partners in carrying out "peer" activities to prevent cervical cancer at the Payangan Public Market.
Keywords: Empowerment, women traders, cervical cancer, Payanga
PEMBINAAN KELOMPOK IBU PKK TERKAIT HIPERTENSI KEHAMILAN DAN PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL DI DAUHWARU, JEMBRANA
Pengetahuan masyarakat terkait adanya hipertensi kehamilan di Kelurahan Dauhwaru masih kurang, terutama komplikasi yang akan dihadapi ibu hamil. Faktor kurangnya pengetahuan ini dipengaruhi oleh sosialisasi yang kurang tentang pentingnya pencegahan maupun kontrol tekanan darah pada ibu-ibu yang hamil. Ada banyak metode untuk menurunkan tekanan darah termasuk pemanfaatan tanaman sayuran sebagai obat herbal, salah satunya adalah pemanfaatan tanaman herbal. Tanaman herbal adalah tanaman yang dapat dipelihara sebagai tanaman lahan sempit di halaman rumah dan dikonsumsi sebagai sayuran atau jus untuk kesehatan. Mitra pengabdian ini adalah kelompok ibu PKK di Kelurahan Dauh Waru. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu PKK terkait hipertensi kehamilan dan pemanfaatan tanaman herbal kepada ibu-ibu hamil yang ada di lingkungan kelurahan. Metode yang digunakan berupa pembinaan dan praktek langsung cara mengukur tekanan darah mandiri. Selain itu, mitra juga diajarkan cara memelihara tanaman herbal dan memanfaatkannya sebagai tanaman herbal untuk mengontrol tekanan darah tinggi. Mitra juga dievaluasi melakui pre-test dan post-test. Setelah dilaksanakan kegiatan ini, terdapat perbedaan antara post-test dengan nilai pre-test secara signifikan (p < 0,05). Data ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan ibu PKK setelah kegiatan