Ejournal Universitas Warmadewa
Not a member yet
5210 research outputs found
Sort by
Upaya Meningkatkan Partisipasi Pemilih Melalui Literasi Politik Berbasis Digital Pada Pemilihan Umum di Kabupaten Karangasem
Political Literacy is knowledge and understanding of political processes and political issues to be able to effectively carry out their role as citizens. Digital-based political literacy has a role in improving the quality of people's opinions and choices to participate in general elections. However, it still appears that not all people use social media for political literacy and the internet network is not adequate so that not all people participate in general elections. The conditions above are the background for this research to find out how to increase voter participation through digital-based political literacy in the General Election in Karangasem Regency as well as the obstacles and efforts to increase voter participation in the general election in Karangasem Regency. This research uses a qualitative descriptive method approach. The aim of the research is to find out and analyze increasing voter participation through digital-based political literacy in the General Election in Karangasem Regency as well as the obstacles and efforts. The research results show that increasing voter participation through digital-based political literacy in the General Election in Karangasem Regency seen from the indicators of need for political information, information communication movements and product evaluation of the final political process is optimal, but the search strategy indicators are not fully optimal. The obstacle is that not all voters take advantage of digital-based political literacy, there are still areas where internet networks are inadequate. The efforts used are to improve internet networks in blank spot areas, create innovations that can attract attention and provide education to the public through social media owned by election organizers, the government and political parties.Literasi Politik ialah pengetahuan dan pemahaman mengenai proses politik dan isu-isu politik untuk dapat secara efektif melaksanakan perannya sebagai warga negara. literasi politik berbasis digital memiliki peran untuk meningkatkan kualitas opini dan pilihan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum. Namun masih terlihat belum semua masyarakat yang memanfaatkan media sosial sebagai literasi politik serta jaringan internet belum memadai sehingga belum semua masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam pemilihan umum. Kondisi tersebut di atas melatarbelakangi penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah meningkatkan partisipasi pemilih melalui literasi politik berbasis digital pada Pemilihan Umum di Kabupaten Karangasem serta kendala dan upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilihan umum di Kabupaten Karangasem. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis meningkatkan partisipasi pemilih melalui literasi politik berbasis digital pada Pemilihan Umum di Kabupaten Karangasem serta kendala dan upayanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa meningkatkan partisipasi pemilih melalui literasi politik berbasis digital pada Pemilihan Umum di Kabupaten Karangasem dilihat dari indikator kebutuhan terhadap informasi politik, gerakan komunikasi informasi dan evaluasi produk dari proses akhir politik sudah optimal namun untuk indikator strategi pencarian belum sepenuhnya optimal. Adapun kendalanya adalah tidak semua pemilih memanfaatkan literasi politik berbasis digital, masih adanya wilayah yang jaringan internet tidak memadai. Upaya yang digunakan adalah meningkatkan jaringan internet di wilayah blank spot, membuat inovasi yang mampu menarik perhatian serta memberikan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial yang dimiliki penyelenggara Pemilu, Pemerintah maupun Partai politik
Implementasi Program Isbat Nikah di Kelurahan Bulak Banteng Kota Surabaya
Isbat nikah is a periodic conjugal marriage program that has been implemented in accordance with the provisions. The program is a means of administrative fulfillment that was previously unrecorded. The purpose of this study is to find out: 1) The role of stakeholders in efforts to encourage the submission of marriage isbat to the community in Bulak Banteng Village. 2) Procedures for administrative recording through the isbat nikah program. Researchers use qualitative approach methods with descriptive research types. The data collection techniques chosen in this study were observation and interviews. Van Metter and Van Horn's implementation theory uses 6 indicators. The results showed that the implementation of the isbat nikah program has run optimally. However, in its implementation, there are obstacles, namely in the aspect of resources that have not been optimally implemented, there are 2 residents who have been registered but canceled to take part in the isbat nikah program due to communication constraints.Isbat nikah adalah program perkawinan suami istri secara berkala yang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan. Program tersebut merupakan sarana pemenuhan administrasi yang sebelumnya tidak tercatat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Peran stakeholder dalam upaya mendorong pengajuan isbat nikah kepada masyarakat di Kelurahan Bulak Banteng. 2) Tata cara pencatatan administrasi melalui program isbat nikah. Peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dipilih dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teori implementasi Van Metter dan Van Horn dengan menggunakan 6 indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program isbat nikah telah berjalan optimal. Namun dalam pelaksanaannya terdapat hambatan yaitu pada aspek sumber daya yang belum berlangsung secara optimal, terdapat 2 warga yang telah terdaftar namun batal untuk mengikuti program isbat nikah dikarenakan terkendala komunikasi
Hubungan Kualitas Tidur dengan Tingkat Prestasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa
[The Relationship between Sleep Quality and Student Achievement Level of the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University]
Medical students have a higher prevalence rate of poor sleep quality than the rest of the student population. The existence of abnormal sleep times can be related to academic stress. Seeing the large influence of a person's sleep quality on academic achievement, it is therefore necessary to conduct a study that examines this condition in a more specific scope, such as at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University. The purpose of this study was to determine the relationship between sleep quality and achievement levels of FKIK Warmadewa University students in 2019, 2020 and 2021. This research is an analytical study using a Cross Sectional Study design. Data collection was carried out using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. The data will then be analyzed using the SPSS application with the Spearman Rank correlation statistical test method. The results of the study illustrate that the quality of sleep in each class is dominated by poor sleep quality with details of 65.6% in the 2019 class, 75.4% in the 2020 class and 73.7% in the 2021 class. The student achievement level in the 2019 class is dominated by excellent indicators (56 .6%), class of 2020 with excellent indicators (60.8%), and class of 2021 with very good indicators (71.8%). The results of the correlation analysis stated that there was a significant positive correlation between the two variables in the 2019 class (r = 0.242; p<0.01), 2020 (r = 0.247; p<0.01), and 2021 (r = 0.216; p<0.01).
Mahasiswa kedokteran memiliki angka prevalensi kualitas tidur yang buruk lebih tinggi dibandingkan dengan populasi mahasiswa lainnya. Adanya waktu tidur yang tidak normal dapat berhubungan kepada stress akademik. Melihat besarnya pengaruh kualitas tidur seseorang terhadap pencapaian prestasi belajar, maka dari itu diperlukan sebuah penelitian yang mengkaji kondisi ini pada cakupan yang lebih spesifik seperti di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tingkat prestasi mahasiswa FKIK Universitas Warmadewa angkatan 2019, 2020, dan 2021. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional Study. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang selanjutnya dianalisis menggunakan aplikasi SPSS dengan metode uji statistik korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menggambarkan kualitas tidur pada setiap angkatan didominasi oleh kualitas tidur buruk dengan rincian 65,6% pada angkatan 2019, 75,4% pada angkatan 2020 dan 73,7% pada angkatan 2021. Tingkat prestasi mahasiswa angkatan 2019 didominasi oleh indikator unggul (56,6%), angkatan 2020 dengan indikator unggul (60,8%), dan angkatan 2021 dengan indikator baik sekali (71,8%). Hasil analisis korelasi menyatakan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan namun tergolong dalam korelasi yang sangat lemah pada angkatan 2019 (r = 0,242; p<0,01), 2020 (r = 0,247; p<0,01), dan 2021 (r = 0,216; p<0,01).
 
Hubungan antara Sikap Kerja dengan Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Dokter Gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Saraswati
[The Relationship between Work Attitudes and Musculoskeletal Disorders (MSDS) in Dentists at Saraswati Dental and Oral Hospital]
Musculoskeletal disorders (MSDs) are work-related problems that are highly highlighted globally. Work posture is the position of the body during work activities when interacting with work facilities in a work station. Musculoskeletal complaints are complaints regarding the skeletal muscle pains, from the lightest of complaints to the most severe. The aim of this study is to determine the correlation between work posture with MSDs on dentists in Saraswati Dental and Oral Hospital. This analytical research with cross sectional design was conducted on March-April 2022. A total of 60 respondents were selected for this study using simple random sampling method. The data was measured using Nordic Body Map (NBM) for MSDs and Rapid Entire Body Assessment (REBA) questionnaires for Work posture. The data were analyzed using SPSS 25. The results of the univariate analysis was showed as follow : the the risk of working posture and category of MSDs were 50 % (moderate) and 43.3 % (heavy), respectively while the bivariate was analyzed using the Spearman Rank test was showed the score of p < (0,05) with the score of r = 0,83. The conclusion could be drawn that there was an significantce correlation between work posture with MSDs. It was recommended that the working posture of dentist should be ergonomics approach.
Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan masalah pekerjaan yang sangat disorot di dunia. Sikap kerja adalah posisi tubuh pada saat melakukan aktivitas kerja dalam interaksinya dengan fasilitas kerja di stasiun kerja. Keluhan muskuloskeletal adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan yang sangat ringan sampai sangat sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap kerja dengan MSDs pada dokter gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Saraswati. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Pelaksanaan penelitian dari bulan Maret hingga April 2022 menggunakan teknik pengambilan data simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Data diukur dengan menggunakan Nordic Body Map (NBM) untuk MSDs dan kuesioner Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk postur Kerja. Data dianalisis menggunakan SPSS 25. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagai berikut : risiko postur kerja dan kategori MSDs masing-masing sebesar 50% (sedang) dan 43,3% (berat), sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan skor p < (0,05) dengan nilai r = 0,83. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan MSDs. Direkomendasikan bahwa postur kerja dokter gigi harus pendekatan ergonomis.
 
Hubungan Riwayat Atopi dengan Kejadian Dermatitis Kontak Akibat Kerja Pekerja Batik di Denpasar Barat
[The Correlation Between The History of Atopy with The Incidence of Occupational Contact Dermatitis on Batik Workers in West Denpasar]
The skin is the largest and most comprehensive organ that protects the body from exposure to diseases from outside the body. Occupational contact dermatitis (OCD) is a condition of skin disorders caused by substances or processes in the work environment. A history of atopy is a hypersensitivity reaction due to exposure to foreign objects in the environment that tends to be inherited or genetic. This study aims to determine the relationship between atopy history and the incidence of occupational contact dermatitis in batik workers in the West Denpasar sub-district. The research design was analytically observational with a cross-sectional approach conducted in 19 batik industries in the West Denpasar sub-district in June 2021. The number of research samples obtained was 108 people using consecutive sampling techniques. Data was collected by filling out a questionnaire through interviews. The results showed that 29 people (26.9%) experiencing OCD and 61 (56.5%) had a history of atopy. Based on this data, for batik workers who have a history of atopy, 21 people (17.0%) experience OCD, and 40 people (83.0%) do not experience OCD. In batik workers who do not have a history of atopy, 8 people (34.3%) experience OCD, and 39 workers (65.6%) do not experience OCD. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between atopy history and the incidence of occupational contact dermatitis in batik workers in the West Denpasar sub-district (p-value = 0.043; PR = 2.023; 95% CI = 1.014-6.461). The conclusion is that there is a significant relationship between the history of atopy and the incidence of occupational contact dermatitis in batik workers in the West Denpasar sub-district.Kulit merupakan organ terbesar dan terluas yang berfungsi melindungi tubuh dari paparan penyakit dari luar tubuh. Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) ialah suatu keadaan kelainan kulit yang penyebabnya dari zat ataupun proses yang berada di lingkungan kerjanya. Riwayat atopi ialah reaksi hipersensitivitas akibat paparan benda asing di lingkungan yang cenderung diturunkan atau genetik. Tujuan penelitiannya berguna mengetahui hubungan dari riwayat atopi dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja batik di kecamatan Denpasar Barat. Desain penelitiannya yakni observational analitik dengan pendekatan cross sectional yang dijalankan di 19 industri batik kecamatan Denpasar Barat pada bulan Juni 2021. Jumlah sample penelitian yang didapat yakni 108 orang dengan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 29 orang (26,9%) mengalami DKAK dan 61 orang (56,5%) memiliki riwayat atopi. Berdasarkan data tersebut, pekerja batik yang mempunyai riwayat atopi ada 21 orang (17,0%) menderita DKAK serta 40 orang (83,0%) tidak mengalami DKAK. Pada pekerja batik yang tak mempunyai riwayat atopi ada 8 orang (34,3%) menderita DKAK serta 39 orang (65,6%) pekerja tak menderita DKAK. Hasil analisa bivariat memperlihatkan bahwasanya terdapat hubungan yang signifikan diantara riwayat atopi dengan peristiwa dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja batik di kecamatan Denpasar Barat (nilai p = 0,043; PR = 2,023; 95% CI = 1,014-6,461). Kesimpulannya adalah terdapat hubungan bermakna antara riwayat atopi dengan kejadian dermatitis kontak akibat dari kerja pada pekerja batik di kecamatan Denpasar Barat
Penyuluhan Protokol Kesehatan COVID-19 dan Assessment Daring pada Guru Sekolah Dasar di Denpasar
Pandemik COVID-19 menjadi masalah kesehatan dunia yang berdampak di berbagai sektor, salah satunya pendidikan. Pandemik ini berdampak pada proses pembelajaran guru dan murid utamanya pendidikan sekolah dasar. Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Panjer merupakan salah satu sekolah dasar di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan. Masalah prioritas pengabdian masyarakat ini antara lain masih kurangnya sosialisasi pembelajaran tatap muka dan penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan penularan COVID-19 serta peningkatan kapasitas guru mengenai metode assessment daring. Berdasarkan prioritas masalah tersebut maka solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan protokol kesehatan COVID-19 di sekolah dan metode assessment secara daring. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilaksanakan secara luring di SD Negeri 2 Panjer dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan diawali dengan pembukaan dilanjutkan dengan pre-test. Pemaparan materi diberikan terkait protokol kesehatan COVID-19 di sekolah dan assessment daring bagi guru menggunakan Google Forms. Kegiatan dilanjutkkan dengan tanya jawab dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata nilai pre-test dan post test (83,84 menjadi 92,30). Tim pengabdian juga menyerahkan investasi kepada mitra berupa alat-alat kesehatan dan sarana pembelajaran. Pelaksanaan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik dan diperoleh peningkatan pengetahuan mitra terkait protokol kesehatan COVID-19 di sekolah dan penggunaan metode assessment daring. Pendampingan lanjutan perlu dilakukan terhadap sekolah dasar untuk kegiatan pembelajaran tatap muka di masa pandemik COVID-19
Pemberdayaan Kader Posyandu Banjar Tengah Desa Blahbatuh melalui Pelatihan Keterampilan Pembuatan Yoghurt Buah Lokal
Kabupaten Gianyar merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bali yang mengalami peningkatan angka kasus stunting dari sebanyak 1,2% pada tahun 2021 dan menjadi 6,3% pada tahun 2022. Upaya – upaya pencegahan stunting perlu terus dilakukan, salah satunya dengan cara peningkatan pengolahan bahan pangan lokal dan konsumsi makanan bergizi tinggi. Guna mendukung upaya tersebut, pemberdayaan kelompok – kelompok masyarakat melalui kegiatan edukasi makanan bergizi dan keterampilan pengolahan bahan pangan perlu terus diselenggarakan. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk memberdayakan kader Posyandu Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Gianyar, melalui kegiatan pelatihan keterampilan membuat yoghurt yang diperkaya dengan buah – buahan hasil panen masyarakat setempat. Metode pelaksanaan program meliputi kegiatan optimasi cara kerja pembuatan yoghurt sebelum pelaksanaan pelatihan, yang dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan dan diskusi serta praktik pembuatan yoghurt secara mandiri. Hasil pelaksanaan program ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif seluruh peserta selama kegiatan. Evaluasi pemahaman berdasarkan nilai pre-test dan post-test menunjukkan 100% jumlah peserta mengalami peningkatan pemahaman dengan peningkatan nilai rata – rata pengetahuan keseluruhan peserta sebanyak 40%. Sebanyak 2 dari 5 kader juga telah berhasil membuat yoghurt pada percobaan pertama. Pendampingan lebih lanjut masih dibutuhkan agar meningkatkan keberhasilan membuat yoghurt buah. Keberhasilan program ini diharapkan dapat membekali mitra dengan keterampilan membuat yoghurt juga dapat memicu keluarga dan balita dalam wilayah pelayanannya untuk mengkonsumi yoghurt dengan fortifikasi buah lokal guna meningkatkan gizi dan kesehatan, khususnya pada anak balita
Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi Kelompok Pemulung di TPA Suwung Denpasar
Pengetahuan terkait adanya risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja oleh para pemulung di TPA Suwung masih terbatas. Faktor yang paling mempengaruhi adalah sosialisasi yang kurang tentang pentingnya penerapan K3. Selain aspek K3 juga diketahui bahwa para pemulung yang bekerja > 8 tahun di TPA tersebut menggunakan APD yang tidak memadai dan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kasus kecelakaan maupun risiko penyakit akibat kerja masih kurang. Mitra pengabdian ini adalah kelompok pemulung yang bekerja di TPA Suwung. Adapun tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan pemulung terkait K3, pertolongan pertama bila mengalami kecelakaan ataupun paparan risiko penyakit akibat kerja. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan praktek langsung. Kegiatan dilakukan bersama dengan follow up dan evaluasi kepada mitra. Setelah dilaksanakan kegiatan ini, terdapat perbedaan antara post-test dengan nilai pre-test secara signifikan (p < 0,05). Data ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan pemulung setelah kegiatan
Ketrampilan Bagi Pelatih dan Official Berbagai Cabang Olahraga Mengenai Bantuan Hidup Dasar
Risiko cedera mulai dari ringan hingga fatal dapat saja terjadi pada setiap aktifitas fisik termasuk dalam kompetisi olahraga. Oleh karena itu, ketepatan dan kecepatan pertolongan yang diberikan menentukan proses penyembuhan pada cedera yang dialami. Komplikasi yang lebih parah dapat saja terjadi apabila terjadi kesalahan ketika pertama kali dilakukan pertolongan. Untuk menghindari hal tersebut adalah menjadi sangat penting bagi official pertandingan mendapatkaan pelatihan dalam upaya memberikan pertolongan untuk pertama kalinya, terlebih lagi official lah yang bertugas mendampingi atlet saat pertandingan. Pelatihan yang diberikan berupa keterampilan resusitasi jantung paru (RJP) dan first aid training, menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan (p=0,000) yang dianalisis dari hasil pretest dan postest setelah pemeberian materi dan pelatihan diberikan. Selain itu peserta pelatihan tampak sangat antusias mengikuti keseluruhan rangkaian kegiatan. Observasi langsung dilakukan saat kegiatan memperlihatkan banyak peserta yang mengajukan pertanyaan serta tingginya antusiasme peserta untuk langsung mencoba melakukan kegiatan simulasi yang telah diajarkan
A Multimodality in Film (The Perspective of Multimodal Discourse Analysis)
Multimodality involves the strategies employed by semiotic analysis by implicating semiotic modes of interpretation along with technology in media. The object used is the movie Dong Yi (2010). Multimodal discourse in movies is used to express symbols. The symbols in question are the content of messages, sounds, conversations, costumes, movements, images, and so on in the film. The purpose of using multimodal in the film Dong Yi (2010) is to know the form of multimodal discourse in the film and to know the function of multimodal discourse in the film and understand the complexity of meaning that needs to be analyzed multimodally. The aspects of multimodal discourse used in Dong Yi (2010) Episode 5 are language, image, music, sound, and movement by optimizing the realization of semiotics. This research uses multimodal discourse approach with qualitative research type. The results found 12 language data, 30 image data, 14 music data, 19 sound data, 8 movement data. Dong Yi (2010) episode 5 optimizes five aspects of multimodality (language, image, music, sound, and movement) by using ideas from other eras and as a potential meaning of the experience of ideas in the discourse process. The function of multimodal discourse in the movie Dong Yi (2010) Episode 5 is to complement and strengthen previous research in the field