Ejournal Universitas Warmadewa
Not a member yet
5210 research outputs found
Sort by
Pengaruh Aplikasi Smart Kampung Banyuwangi Terhadap Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DISDUKCAPIL) Kabupaten Banyuwangi
Pelaksanaan electronic government menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penerapan electronic government di Indonesia saat ini belum dapat berjalan dengan optimal dikarenakan masih terdapat sejumlah tantangan dan hambatan. Kabupaten Banyuwangi melalui aplikasi Smart Kampung Banyuwangi turut mengharapkan adanya perubahan yang lebih baik dalam hal kualitas pelayanan, namun dalam pengimplementasiannya masih ditemukan adanya kendala dalam penggunaan aplikasi Smart Kampung Banyuwangi sebagai sarana mengakses pelayanan. Penelitian berfokus untuk mengetahui pengaruh aplikasi Smart Kampung Banyuwangi terhadap kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi. Penelitian sebelumnya terkait Smart Kampung Banyuwangi, belum terdapat yang membahas pengaruh aplikasi Smart Kampung Banyuwangi terhadap kualitas pelayanannya, sehingga penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan aplikasi Smart Kampung Banyuwangi telah sesuai dengan tujuan diciptakannya sistem tersebut sehingga dapat dirumuskan upaya lanjutan dalam penggunaan aplikasi Smart Kampung Banyuwangi. Penelitian memuat cakupan aspek keamanan sistem, keakuratan dokumen yang dihasilkan, desain, kemudahan penggunaan, keterlibatan sosial, dan kesempatan masyarakat untuk melakukan penilaian terhadap kinerja sistem aplikasi, sehingga dapat melengkapi aspek yang belum diteliti pada penelitian sebelumnya. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan melalui teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial. Alat uji analisis yang digunakan meliputi uji validitas, reliabilitas, korelasi product moment, regresi linier sederhana, dan analisis koefisien determinasi dengan menggunakan alat bantu SPSS versi 25. Berdasarkan hasil uji korelasi, diperoleh nilai korelasi sebesar 0,827 sehingga menunjukkan tingkat hubungan yang sangat kuat antara aplikasi Smart Kampung Banyuwangi terhadap kualitas pelayanan administrasi kependudukan. Hasil uji analisis regresi linier sederhana memperoleh persamaan regresi Y = 3,543+0,908X yang menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara aplikasi Smart Kampung Banyuwangi terhadap kualitas pelayanan administrasi kependudukan. Hasil analisis koefisien determinasi diperoleh nilai sebesar 0,685, menunjukkan besarnya pengaruh aplikasi Smart Kampung Banyuwangi terhadap kualitas pelayanan administrasi kependudukan sebesar 68,5%. Dengan demikian hipotesis yang berbunyi terdapat pengaruh positif dan signifikan antara aplikasi Smart Kampung Banyuwangi terhadap kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi dapat diterima.The implementation of electronic government is part of an effort to improve the quality of public services. The implementation of electronic government in Indonesia is currently not running optimally because there are still a number of challenges and obstacles. Banyuwangi Regency through the Smart Kampung Banyuwangi application also hopes for better changes in terms of service quality, but in its implementation there are still obstacles in using the Smart Kampung Banyuwangi application as a means of accessing services. The research focuses on knowing the effect of the Smart Kampung Banyuwangi application on the quality of population administration services at the Population and Civil Registration Office of Banyuwangi Regency. Previous research related to Smart Kampung Banyuwangi, no one has discussed the effect of the Smart Kampung Banyuwangi application on service quality, so research needs to be done to find out whether the use of the Smart Kampung Banyuwangi application is in accordance with the purpose of creating the system so that further efforts can be formulated in using the Smart Kampung Banyuwangi application. The research includes aspects of system security, accuracy of documents produced, design, ease of use, social involvement, and the opportunity for the community to assess the performance of the application system, so as to complement aspects that have not been studied in previous studies. The research was conducted using quantitative methods, with data collection techniques through observation, questionnaires, and documentation. The data analysis process was carried out through descriptive statistical techniques and inferential statistics. The analytical test tools used include validity, reliability, product moment correlation, simple linear regression, and coefficient of determination analysis using SPSS version 25. Based on the results of the correlation test, a correlation value of 0.827 was obtained, indicating a very strong level of relationship between the Smart Kampung Banyuwangi application and the quality of population administration services. The results of the simple linear regression analysis test obtained the regression equation Y = 3.543 + 0.908X which shows a positive and significant influence between the Smart Kampung Banyuwangi application on the quality of population administration services. The results of the coefficient of determination analysis obtained an R^2 value of 0.685, indicating the magnitude of the influence of the Smart Kampung Banyuwangi application on the quality of population administration services by 68.5%. Thus the hypothesis that there is a positive and significant influence between the Smart Kampung Banyuwangi application on the quality of population administration services at the Population and Civil Registration Office of Banyuwangi Regency can be accepted
Efektivitas Penggunaan Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat (SIDUMAS) Dalam Menanggapi Layanan Pengaduan Masyarakat (Suatu Studi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung)
The community aspiration and complaint service application (SIDUMAS) was developed by the Office of Communication and Information, which is used to accommodate community complaints and aspirations in a transparent manner. The SIDUMAS application is integrated with related agencies, one of which is the Public Works and Spatial Planning Office in responding to complaints in the infrastructure sector. This SIDUMAS application is already running to accommodate community complaints and aspirations. However, there are obstacles in the application, namely the performance of the admin in verifying accounts tends to be slow. This study aims to determine the effectiveness of using the SIDUMAS application in responding to public complaints at the Badung Regency Public Works and Spatial Planning Office. The research approach used descriptive qualitative. Data collection techniques used through observation, interviews and documentation. The data sources of this research are primary data and secondary data. The study units and informants of this research amounted to 5 informants consisting of government and society. The technique of determining informants in this study using purposive sampling technique. Data analysis techniques used through data condensation, data presentation, conclusion drawing and verification. Based on the results of the study, it shows that the community and the PUPR Office can understand the use of the SIDUMAS application. In responding to public complaints related to the agency's infrastructure, it can be said that it is on target, on time and achieves its goals. There are real changes from the PUPR Office and the community while using the SIDUMAS application. However, there are some people who do not know the SIDUMAS application, account verification which tends to take a long time and there is a poor screening of complaints. So it is necessary to socialize thoroughly to the community and update the application. It is necessary to check the infrastructure with a certain period of time as a form of infrastructure maintenance and consistency in responding to public complaints at the PUPR Office of Badung Regency.Aplikasi layanan aspirasi dan pengaduan masyarakat (SIDUMAS) dikembangkan oleh Dinas Kominfo, yang digunakan untuk menampung pengaduan dan aspirasi masyarakat secara transparan. Aplikasi SIDUMAS terintegrasi pada dinas terkait, salah satunya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dalam menanggapi pengaduan bidang infrastruktur. Aplikasi SIDUMAS ini sudah berjalan untuk menampung pengaduan maupun aspirasi masyarakat. Namun terdapat kendala dalam aplikasi yaitu kinerja admin dalam verifikasi akun cenderung lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi SIDUMAS dalam menanggapi pengaduan masyarakat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Satuan kajian dan informan penelitian ini berjumlah 5 informan terdiri dari pemerintah dan masyarakat. Adapun teknik penentuan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan melalui kondensasi data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan
bahwa masyarakat dan Dinas PUPR dapat memahami penggunaan aplikasi SIDUMAS. Dalam menanggapi pengaduan masyarakat berkaitan dengan infrastruktur dinas dapat dikatakan sudah tepat sasaran, tepat waktu dan tercapainya tujuan. Adanya perubahan nyata dari Dinas PUPR dan masyarakat selama menggunakan aplikasi SIDUMAS. Namun terdapat beberapa masyarakat yang belum mengetahui aplikasi SIDUMAS, verifikasi akun yang cenderung lama dan adanya penyaringan pengaduan yang kurang baik. Sehingga diperlukannya sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat dan pembaharuan aplikasi. Diperlukannya pengecekan infrastruktur dengan jangka waktu tertentu sebagai bentuk pemeliharaan infrastuktur serta konsistensi dalam menanggapi pengaduan masyarakat di Dinas PUPR Kabupaten Badung
Hubungan Tingkat Stres dengan Kecenderungan Gangguan Makan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa
[The Relationship between Stress Levels and Eating Disorder Tendencies in Students at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University]
Stress is the body's response towards changes that caused regulatory response, physical, psychological and emotional adaptation. In students, particularly medical students who are categorized in the young adult age group, stress often occurs due to internal and external factors. Stress was thought to cause eating disorder. Eating disorder could cause pressures to one's life, and as such could present a serious health problem to a person. The purpose of this study was to determine the relationship between stress level and the tendency of eating disorder in medical students of Faculty of Medicine and Health Sciences Warmadewa University. One hundreds and twenty four respondents were selected using simple random sampling and met inclusion and exclusion criteria. Information from respondents were obtained by sending questionnaires online. Data obtained from this study was analysed statistically using univariate and bivariate methods. Bivariate analysis were performed using Kruskal-Wallis test with α<0.05. Among 124 respondents, 48 people experienced different stress levels whether it is mild, moderate, heavy or severe. In addition, 17 people experienced the tendency of eating disorder. The result of the bivariate analysis showed a significant relationship between stress level and the tendency of eating disorder (p value = 0,001). This study concluded that there is a significant relationship between stress level and the tendency of eating disorder among medical students of Warmadewa University
Stres merupakan respon tubuh manusia atas perubahan yang menimbulkan respon regulasi, adaptasi fisik, psikologis, serta emosional. Pada mahasiswa khususnya mahasiswa kedokteran yang juga dikategorikan dengan kelompok dewasa muda, stres sering terjadi karena faktor internal dan eksternal. Stres diduga dapat memberikan dampak seseorang menderita kecenderungan gangguan makan. Gangguan makan mampu mengakibatkan suatu tekanan dalam hidup, maka dari itu gangguan makan termasuk masalah kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Penelitian dilaksanakan guna mencari tau korelasi antara tingkat stres dan kecenderungan gangguan makan yang diidap mahasiswa di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa. Rancangan penelitian ini adalah studi analitik Kruskal-Wallis menggunakan metode simple random sampling dengan target 124 responden. Data dikumpulkan menggunakan angket pada responden yang sudah memenuhi syarat inklusi serta eksklusi. Data dianalisis dengan cara univariat serta bivariat. Analisis bivariat akan menerapkan metode Kruskal-Wallis dengan α<0.05. Dari 124 partisipan yang termasuk mahasiswa di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa menunjukkan 48 orang mengalami stres baik stres ringan, sedang, berat, serta sangat berat, kemudian 17 orang mengalami kecenderungan gangguan makan. Hasil dari analisis bivariat menyatakan adanya korelasi bermakna antara tingkat stres dan kecenderungan gangguan makan (nilai p = 0,001). Simpulan dari penelitian ini yakni ada korelasi signifikan antara tingkat stres dan kecenderungan gangguan makan pada mahasiswa FKIK Unwar.
 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nulle Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur
Stunting or too short in stature is defined as a height of less than -2 SD (Standard Deviation) below the WHO growth standard median. This study aims to explain the factors that influence the incidence of stunting in children aged 2-5 years at the Nulle Community Health Center, South Central Timor District, NTT. This research is a quantitative analytic study with a case control approach design, which uses 100 samples, consisting of 50 cases and 50 controls. Sampling using consecutive sampling technique. Data collection was carried out by measuring height, interviews and filling out questionnaires. The collected data is analyzed univariately, bivariately and multivariately using the SPSS 24.0 for windows program. Based on the Chi-Square test, a significant relationship was found between feeding pattern (p-value 0.00), parental education level (p-value 0.02), history of infection (p-value 0.04) and premature birth (p-value 0.00). Meanwhile, the variables of exclusive breastfeeding, mother's height, utilization of health services, distance between pregnancies, sanitation and water supply have no significant relationship. This study shows inappropriate feeding pattern in toddlers is the most determinant factors influencing stunting compared to other risk factors (odds ration = 7,32). Further research is needed with a mixed methods approach in order to obtain more comprehensive, valid, reliable and objective. results to further analyse the risk factors of stunting.Stunting, yang berarti pertumbuhan terhambat atau terlalu pendek, diartikan sebagai tinggi badan kurang dari -2 SD (Standar Deviasi) di bawah median standar pertumbuhan menurut WHO. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak-anak balita berusia 2-5 tahun di Puskesmas Nulle, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan desain kasus kontrol, melibatkan 100 sampel, terdiri dari 50 kasus stunting dan 50 kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran tinggi badan, wawancara, dan pengisian kuesioner. Data yang telah terkumpul akan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan program SPSS 24.0 for windows. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan (p-value 0,00), tingkat pendidikan orangtua (p-value 0,02), riwayat infeksi (p-value 0,04), dan kelahiran prematur (p-value 0,00) dengan kejadian stunting. Pada sisi lain, variabel pemberian ASI Eksklusif, tinggi badan ibu, pemanfaatan pelayanan kesehatan, jarak kehamilan, sanitasi, dan persediaan air tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting adalah ketidaksesuaian pola pemberian makan pada balita (odds ratio = 7,32) dibandingkan dengan faktor risiko lainnya. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan pendekatan mixed untuk memperoleh analisis yang lebih komprehensif, valid, dapat dipercaya, dan obyektif dalam melakukan pengkajian pengaruh terhadap stunting
Hubungan antara Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku mengenai Vulva Hygiene terhadap Kejadian Keputihan Patologis pada Siswi SMPN 1 Selemadeg Barat, Tabanan, Bali
[The Relation Between Knowledge, Attitude, and Behavior about Vulva Hygiene toward Pathological Vaginal Discharge in Female Students of SMPN 1 Selemadeg Barat, Tabanan, Bali]
Reproductive health refers to a healthy reproductive system on all levels, including physical, social, psychological, and spiritual. Poor reproductive health in women accounts for 33% of the overall disease burden affecting women worldwide. Up to 75% of women worldwide have experienced vaginal discharge at least once in their lifetime, with 45% experiencing it twice or more. There are two types of vaginal discharge: physiological and pathological. Infections of the reproductive organs lead to athological vaginal discharges.. Vulva hygiene is one of the causes of infection. The purpose of this study was to examine the association between knowledge, attitudes, and behavior about vulva hygiene and the incidence of pathological vaginal discharge in female students at SMPN 1 Selemadeg Barat. This research is a cross-sectional study. The subjects were female students at SMPN 1 Selemadeg Barat who met the inclusion and exclusion criteria. A questionnaire was used to collect data in November 2023 and analyzed univariately and bivariately using the chi-square method. This research involved 60 respondents with an age distribution of 37 people who are 13 years old (61.7%), then 21 people are 14 years old (35.0%) and 2 people who are 12 years old (3.3%). The result indicated that the majority of respondents had high knowledge (60%), attitudes (61.7%), and behavior (66.7%) about vulva hygiene. Up to 70% of respondents did not experience pathological vaginal discharge. The bivariate analysis found a significant association between vulva hygiene knowledge, attitudes, and behavior with the incidence of pathological vaginal discharge (p-value < 0,05).
Kesehatan reproduksi adalah keadaan sistem reproduksi yang sehat baik secara fisik, sosial, psikis, maupun spiritual. Hingga 33% dari total beban penyakit yang menimpa wanita di dunia disebabkan oleh kesehatan reproduksi yang buruk. Sebanyak 75% wanita di dunia pernah mengalami keputihan setidaknya sekali selama hidup mereka dan 45% mengalaminya dua kali atau lebih. Keputihan dibedakan menjadi keputihan fisiologis dan patologis. Keputihan patologis terjadi akibat adanya infeksi pada organ reproduksi yang dipengaruhi oleh kebersihan organ reproduksi wanita (vulva hygiene). Riset ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku mengenai vulva hygiene terhadap kejadian keputihan patologis pada siswi SMPN 1 Selemadeg Barat. Riset ini merupakan jenis non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Subjek yang digunakan yaitu siswi SMPN 1 Selemadeg Barat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner pada bulan November 2023 kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan metode chi-square. Riset ini melibatkan 60 responden dengan distribusi usia 13 tahun sebanyak 37 orang (61,7%), kemudian 14 tahun sebanyak 21 orang (35,0%) dan sisanya 12 tahun sebanyak 2 orang (3,3%). Mayoritas responden memiliki Tingkat pengetahuan baik (60%), sikap yang positif (61,7%), dan perilaku baik (66,7%) mengenai vulva hygiene. Sebanyak 70% responden tidak mengalami keputihan patologis. Hasil dari analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku mengenai vulva hygiene dengan kejadian keputihan patologis (p-value < 0,05).
 
Penyuluhan Kader Dasawisma Mengenai Tertib Kelola Pangan dengan Metode Food Preparation di Masa Pandemi Covid-19 di Desa Dangintukadaya
Survey terhadap ibu-ibu PKK di Banjar Sebual, Desa Dangintukadaya, Kabupaten jembrana, diketahui bahwa permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat selama pandemi Covid-19 adalah perekonomian dan kemampuan daya beli. Penurunan aktivitas pariwisata di Bali berimbas kepada budget pembelanjaan pangan bagi keluarga, dan penyediaan makanan bergizi dan seimbang. Adanya pembatasan sosial dan kekhawatiran akan risiko terinfeksi virus Covid-19 juga menyulitkan para ibu-ibu untuk berbelanja bahan pangan secara rutin. Kegitan Penyuluhan Tertib Kelola Pangan dengan Metode Food Preparation di Masa Pandemi Covid-19 bagi kader Dasawisma di Desa Dangintukadaya diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan kader PKK di banjar ini mengenai kelola pangan selama masa pandemi. Pelaksanaan kegiatan dalam program ini meliputi presentasi materi, pemutaran video peraga, dan tanya jawab terkait dengan teknik Food prep. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui evaluasi kehadiran, partisipasi aktif kader, pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta terkait materi yang disampaikan. Hasil: berjalan dengan lancar dan peserta telah memiliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan pengelolaan pangan dengan metode food preparation. Hasil evaluasi terhadap pengetahuan peserta terkait metode food preparation menunjukkan peningkatan pengetahuan yang terukur dari kenaikan rerata skor awal 22 (pre-test) menjadi 79 (post-test). Kepuasan peserta terhadap keberlangsungan program diukur secara kualitatif melalui penyampaian feedback dari peserta dan peserta menyatakan puas dengan kegiatan ini dan menyatakan manfaat dari informasi yang disampaikan
Pelatihan pada Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Perkembangan Balita Usia 0-2 tahun di Desa Bukian, Payangan
Evaluasi perkembangan seorang anak dapat dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangannya, yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Untuk meningkatkan berbagai aspek kecerdasan selama masa pertumbuhan dan perkembangan anak, diperlukan tidak hanya faktor keturunan dan rangsangan dari lingkungan, tetapi juga pemenuhan tiga kebutuhan utama: fisik, emosional, dan stimulasi dini. Kegiatan ini difokuskan pada kelompok Posyandu di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, dengan tujuan melatih para kader dalam melakukan stimulasi dan deteksi dini terhadap potensi penyimpangan pada anak usia 0-2 tahun. Metode yang digunakan adalah community development, melibatkan 10 kader posyandu dan 5 anak berusia 0-2 tahun. Proses pelaksanaan melibatkan pelatihan kepada kader mengenai stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang bayi dan balita, diikuti dengan pengukuran dan penilaian tumbuh kembang anak. Dari 5 anak yang terlibat, 4 anak (80%) menunjukkan perkembangan "Sesuai," menunjukkan kemampuan baik dalam aspek motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan kemandirian. Satu anak (20%) termasuk dalam kategori "Meragukan," sementara tidak ada yang tergolong dalam kategori "Penyimpangan." Pelaksanaan Program Deteksi Dini Perkembangan Anak dilakukan dengan tujuan memantau perkembangan anak dan mendeteksi potensi gangguan atau penyimpangan dalam perkembangan mereka. Implementasi program ini telah sukses, mencapai tingkat keberhasilan sebesar 100%
The Use of Kahoot Game to Improve Students' Vocabulary at SD I Lasiana
The purpose of this study is to examine how students at SDI Lasiana use the Kahoot game to boost their vocabulary. One of the most crucial English language abilities is vocabulary, however, some pupils struggle with it. The author employed games to teach English, particularly the Kahoot game, which helped students' vocabularies. This study aims to investigate if students' vocabulary may be improved by playing the Kahoot game. The design of this investigation was pre-experimental. 116 students from grades VII. A through VII.D at SDI Lasiana made up the study's population. For this study, a deliberate sample of twenty-six students from SDI Lasiana's class VII.D was selected. The pre-test and post-test data collection methods were utilized by the author to determine the students' vocabulary proficiency. The data analysis results showed that the students' pre-test average was 56. Following the writer's instruction, the students' post-test average score was 95, indicating a 69% improvement. The data was analyzed using the t-test. 3.01 was the significant result of the t-test. The alternative hypothesis (H1) was accepted while the null hypothesis (Ho) was rejected since the t-test result (3,01) was greater than the t-table result (2.787). The findings demonstrated that the vocabulary of the children had improved. Using the Kahoot game, teaching, and learning with games helps enhance English vocabulary. The students' post-test results, which range from 56 to 95 points higher than their pre-test results, provide proof of this. The Kahoot game can help students in class VII.D at SDI Lasiana increase their vocabulary, according to the research findings
The Function of Commissive Illocutionary Speech Acts in Anime Ajin
This study aims to describe the function of commissive illocutionary speech acts. Determining this topic was based on a preliminary study conducted on 49 students at Surabaya State University, most of whom did not understand commissive illocutionary. The source of data is obtained from Anime Ajin by Gamon Sakurai, particularly the sentences containing commissive illocutionary utterances. This study employed a descriptive qualitative method. Then the main theory used is Ibrahim (1993:34-34). Based on the results, it found 6 functions of commissive illocutionary speech acts in the 41 data, namely 21 data of the promising function, 1 data of the swearing function, 10 data of the proposing function, 4 data of the offering function, 4 data of the bargaining function, and 1 data of the function declare voluntarily. The promising function is marked with å¿…ãšã€ã™ãã€ç´„æŸã™ã‚‹ã€ã¦ã‚„ã‚‹ã€swearing function is marked with 誓ã†ã€proposing function is marked with ã»ã†ãŒã„ã„ã€ã©ã†ã§ã™ã‹ã€offering function is marked with ã¾ã›ã‚“ã‹ã€ã‚ˆã‹ã£ãŸã‚‰ã€f bargaining function is marked with ギブアンドテイクã€ä»£ã‚りã«, and voluntary function is marked with ã¦ã‚‚ã„ã„. Of the six functions, the promising function is the most dominant. This is due to the background of the film, which tells of the escape and hunting of Ajin, so each character often issues promises of action in the future
The Exploration of Causal Conjunctions in Colleen Hoovers’ “November 9†Novel
Conjunctions are crucial cohesive devices that help establish connections between propositions. It is an integral part of language use, especially in literature. One prominent use of conjunctions in conveying narrative relationships can be seen in the Novel, “November 9â€, by Colleen Hoover. This study focuses on causal conjunctions and investigates the types and functions of causal conjunctions in the novel “November 9.†The research employs a library research and qualitative methodology to explore the existing pieces of literature comprehensively. The analysis identifies four distinct causal conjunctions within the Novel. “so†signifies general causal relations, establishing cause-and-effect links between actions or events. It also introduces specific causal relations, elucidating consequences following a preceding statement. “then†represents conditional relations, altering the polarity between positive and negative statements. “because†conveys general respective relations, offering reasons for prior statements. Each causal conjunction uniquely conveys cause-and-effect relationships, consequences, explanations, and reasons throughout the narrative. The study enriches the understanding of causality and conjunctions in literature, shedding light on how they shape logical and cogent sentences. This study is a valuable resource for academics exploring the intricate relationship between causality and conjunctions in “November 9.†By unveiling the nuanced functions of causal conjunctions, it encourages further research into broader implications of conjunction usage in literary works. Ultimately, it underscores the significance of conjunctions in crafting coherent and impactful narratives