E-Journal Bina Insani University
Not a member yet
1117 research outputs found
Sort by
Kemampuan Ukuran Perusahaan Memoderasi Determinasi Audit Delay
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti mengenai pengaruh leverage, complexity of operational, dan kualitas audit terhadap audit delay. Penelitian ini juga menguji apakah ukuran perusahaan dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh leverage, complexity of oprasional, dan kualitas audit terhadap audit delay. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2016-2019. Jumlah perusahaan manufaktur yang dijadikan sampel penelitian adalah 41 perusahaan dengan pengamatan selama 4 tahun. Penelitian ini berdasarkan purposive sampling. Total sampel penelitian ini adalah 164 laporan keuangan. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dan MRA (Moderated Regression Analysis). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa leverage berpengaruh terhadap audit delay. Complexity of operational dan kualitas audit tidak berpengaruh terhadap audit delay. Penelitian ini tidak menemukan bukti bahwa interaksi antara leverage dengan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap audit delay sama halnya dengan interaksi antara complexity of oprasional dengan ukuran perusahaan terhadap audit delay. Penelitian ini menemukan bukti mengenai interaksi antara kualitas audit dengan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap audit delay.
Kata Kunci: leverage, complexity of oprasional, kualitas audit, audit delay, ukuran perusahaan
Abstract: This study aims to find evidence regarding the effect of leverage, operational complexity, and audit quality on audit delay. This study also examines whether firm size can strengthen or weaken the effect of leverage, operational complexity, and audit quality on audit delay. This study uses a sample of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2016-2019 period. The number of manufacturing companies that are used as research samples are 41 companies with 4 years of observation. This research is based on purposive sampling. The total sample of this study is 164 financial statements. Hypothesis testing in this study used multiple regression analysis techniques and MRA (Moderated Regression Analysis). The results of this study indicate that leverage has an effect on audit delay. Operational complexity and audit quality have no effect on audit delay. This study finds no evidence that the interaction between leverage and company size affects audit delay as well as the interaction between operational complexity and company size on audit delay. This study found evidence regarding the interaction between audit quality and company size on audit delay.
Keywords: leverage, complexity of oprasional, audit quality, audit delay, company siz
Potret Transparansi Pengelolaan Keuangan Desa Di Kabupaten Donggala
Di dalam Undang-Undang No. 6 tahun 2014, disebutkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan desa dilandaskan pada asas transparansi. Kemudian, di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018, juga ditegaskan bahwa pengelolaan keuangan desa wajib dikelola secara transparan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat transparansi pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini dilakukan pada 30 Desa di Kabupaten Donggala. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriftif kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer. Data primer diperoleh melalui wawancara dan penyebaran angket kepada pemerintah desa dan badan permusyawaratan desa (BPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata tingkat transparansi pengelolaan keuangan desa di Kabupaten Donggala sebesar 94,09 persen. Dengan kata lain, pengelolaan keuangan desa terbilang sangat transparan atau tingkat keterbukaannya cukup ekstensif. Selain itu, hasil wawancara juga menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu mengedepankan prinsip transparansi dalam setiap tahapan pengelolaan keuangan desa. Informasi ini bermanfaat bagi pejabat terkait pada tataran pemerintah Kabupaten Donggala dalam rangka memelihara tetap terciptanya transparansi pengelolaan keuangan desa yang lebih di masa mendatang
Sistem E-Perizinan Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Polewali Mandar
Abstrak: Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Polewali Mandar saat ini sudah menerapkan sistem secara online dalam pengurusan izin, akan tetapi sistem yang dibangun masih membuat masyarakat yang mengurus surat izin bolak balik ke kantor. Undang-Undang No.25 Tahun 2009 mengatur tentang pelayanan publik untuk memberikan kejelasan salah satunya prosedurnya yang berbelit-belit dalam mengurus suatu perizinan. Oleh karena itu dibuat sistem electronik perizinan yang dapat memberikan pelayanan yang mudah dan murah agar dapat membantu masyarakat dalam hal pelayanan dengan menggunakan software JavaScript sebagai webserver, NoSQL sebagai database server,visual studio code sebagai authoring tools, phyton 3.7, at command, dan gammu sebagai SMS Gateway. Untuk pengurusan surat izin dapat dilakukan pada alamat web server https://dpmptsp-polman.web.app/. Pada sistem ini ada 3 surat izin yang menjadi sampel penelitian yaitu Surat Izin Penelitian (SIP), Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) & Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Penelitian tersebut dilakukan pada kantor Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Polewali Mandar (DPMPTSP). Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan teknik mengumpulkan data melalui observasi, dokumentasi & wawancara baik dalam lingkup kantor ataupun dalam lingkup sistem yang ada. Hasil dari penelitian yang dilaksanakan membuat masyarakat yang mengurus perizinan tidak lagi bolak-balik kantor karena sistem yang dirancang dapat memberikan notifikasi melalui SMS Gateway dengan implementasi python mengirimkan at command melalui gammu sehingga sistem membaca kode pemograman dan mengirimkan pesan informasi kepada pemohon bahwa surat yang telah diajukan sudah mendapat izin dari kepala dinas dan dapat langsung diambil pada sistem ini.
Kata kunci: DPMPTSP, pelayanan publik, perizinan, SMS Gateway
Abstract: Investment Bureau and one-stop integrated service (DPMPTSP) of Polewali Mandar Regency has currently implemented an online system in obtaining permits, but the system that was built still makes people who take care of permits go back and forth to the office. Law No. 25 of 2009 regulates public services to provide clarity, one of which is the convoluted procedure in managing a permit. Therefore, an electronic licensing system was created that can provide easy and inexpensive services in order to help the community in terms of service by using JavaScript software as a webserver, NoSQL as a database server, visual studio code as authoring tools, python 3.7, at command, and gammu as SMS Gateway. For processing a license, it can be done at the web server address https://dpmptsp-polman.web.app/. In this system, there are 3 permits that became the research sample, namely Research Permits (SIP), Building Construction Permits (IMB) and Trading Business Permits (SIUP). The study was conducted at the Polwarimander Regency (DPMPTSP) office, an investment and one-stop service office. The survey method used is a qualitative survey method that uses interview, documented, and observational data collection techniques, both within the office and within the existing system. Results of the survey conducted made people who take care of permits no longer go back and forth in the office because the system designed can provide notifications via SMS Gateway with the implementation of python sending at commands via Gammu so that the system reads the programming code and sends information messages to the applicant that the letter has been submitted. has received permission from the head of service and can be directly taken on this system.
Keywords: DPMPTSP, public service, licensing, SMS Gatewa
Pengesahan Penyimpanan Arsip Elektronik Dengan Menggunakan Add-On Signature
Abstrak: Pengarsipan modern kini telah didukung oleh teknologi. Arsip yang dulunya disimpan secara fisik dan menghabiskan banyak sumber daya, seperti kertas dan ruang, menjadi tersimpan secara elektronik. Arsip disimpan dalam bentuk dokumen portabel untuk memudahkan pengarsipan secara elektronik. Dalam proses pengarsipan memerlukan validasi agar arsip yang disimpan dapat dilacak dengan pasti siapa yang membuat dan kapan diupload. Validasi tersebut menggunakan tanda tangan digital. Penyedia layanan tanda tangan digital semakin mendukung pelaksanaan pengarsipan elektronik ini. Salah satu penyedia teknologi tersebut adalah Google. Google Form dengan fasilitas Add-on Signature adalah jawabannya. Dengan menggunakan metode dasar dalam pembuatan aplikasi sederhana, yaitu SDLC, Form Google untuk pengarsipan dilengkapi dengan tanda tangan digital dibuat.
Kata kunci: Add-on, Arsip, Google form, Pengarsipan elektronik, Tanda tangan digital
Abstract: Technology is now supporting modern archiving. The Archives, which used to be physically stored and consume many resources, such as paper and spaces, become electronically. Archives are stored in the form of portable documents to facilitate electronic filing. The archiving process requires validation. If so that the archives stored can be traced with certainty to who created and when it uploaded. The verification is using a digital signature. The Digital signature service providers are increasingly supporting this implementation of electronic archiving. One of these technology providers is Google. Google Form with Add-on Signature facility is the answer to do this. By applying the method in development of the software, SDLC, Google Forms for archiving comes with a digital signature created.
Keywords: Add-on, Arcive, Google form, electronic filing, digital signature
SDM Digital: Strategi Tranformasi Bank Menjadi Bank Digital
Abstrak: Disrupsi pada semua lapisan industri termasuk industri jasa keuangan membuat petinggi perusahaan untuk beradaptasi dengan trend teknologi yang ada. Disrupsi digital memaksa transformasi mutlak harus dilakukan, suka atau tidak suka. Realitas ini mengakibatkan perbankan dan industri asuransi perusahaan berada di bawah tekanan untuk mengatasi beberapa kekuatan yang berubah di pasar tempat seperti kondisi ekonomi makro yang menantang, meningkatkan tekanan persaingan untuk kepemimpinan pasar, lingkungan peraturan yang ketat, dan selera pelanggan yang berubah. Trend persaingan pun berubah, tidak lagi persaingan tradisional yang selama ini terjadi. Industri perbankan dan asuransi harus menghadapi munculnya perusahaan keuangan baru yang disebut Financial Technology (Fintech). Selera dan preferensi pelanggan dibentuk oleh pengalaman digital mereka di luar perbankan. Fintech memiliki keunggulan pada layanan kecepatan dan kemudahan dalam menangani pelanggan, sehingga ekspektasi dan kebutuhan pelanggan dapat terlayani dengan lancar. Akibatnya, lembaga perbankan berada di titik puncak untuk harus segera melakukan revolusi digital. Setiap aspek bisnis perlu beradaptasi dengan cara mengoptimalkan kekuatan internal dan eksternal. Kekuatan internal yang menjadi kunci kesuksesan transformasi tradisional ke digital adalah melalui transformasi digital pada Sumber Daya Manusia (SDM). Transformasi digital pada SDM menjadi topik yang menarik bagi para peneliti SDM dalam satu dekade terakhir, tentunya juga menjadi fokus perhatian banyak professional SDM. Alasan utama mengapa transformasi digital pada SDM karena teknologi digital memiliki potensi dan kemampuan untuk mengubah SDM seperti yang kita kenal saat ini untuk menjadi lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana praktik Manajemen Sumber Daya Manusia (HRM/MSDM) dapat menjadi kunci kesuksesan industri perbankan dalam menanggapi peningkatan persaingan yang semakin kompleks. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi MSDM dapat menjadi faktor kunci kesuksesan perusahaan dalam beradaptasi pada era digital. MSDM berperan menciptakan perubahan kebiasaan-kebiasaan digital dalam perusahaan, menyiapkan SDM digital pada perusahaan, dan pengembangan kapabilitas digital. Penelitian ini akan membantu masa depan penelitian di bidang MSDM untuk memberikan pemahaman yang lebih tentang fenomena SDM Digital dalam pengembangan landasan teoritis untuk studi lebih lanjut.
Kata kunci: Adaptasi, Disrupsi, Perbankan, Persaingan, Tranformasi SDM Dgital.
Abstract: Disruption at all levels of the industry, including the financial services industry, made company officials adapt to existing technological trends. Digital disruption forces the transformation to be absolutely necessary, whether we like it or not. This reality is that the banking and corporate insurance industry is under pressure to cope with some of the changing forces in the market place such as challenging macroeconomic conditions, increasing competitive pressure for market leadership, a strict regulatory environment, and changing customer tastes. The competition trend has changed, it is no longer traditional competition that has been happening so far. The banking and insurance industry must face the emergence of a new financial company called Financial Technology (Fintech). Customer tastes and preferences are shaped by their digital experience outside of banking. Fintech has the advantage of speed and ease of handling customers, so that customer expectations and needs can be served smoothly. As a result, banking institutions are at the cusp of urgently having to carry out a digital revolution. Every aspect of a business needs to adapt in a way that optimizes internal and external strengths. Internal strength that is the key to the success of traditional transformation to digital is through digital transformation in Human Resources (HR). Digital transformation in HR has become an interesting topic for HR researchers in the last decade, of course, has also become the focus of attention of many HR professionals. The main reason why digital transformation in HR is because digital technology has the potential and ability to transform HR as we know it today to be more efficient. The purpose of this research is to explore how the practice of Human Resource Management (HRM / MSDM) can be the key to the success of the banking industry in responding to increasing competition which is increasingly complex. The results of this study indicate that the function of HRM can be a key factor in a company's success in adapting to the digital era. HRM plays a role in creating changes in digital habits in companies, preparing digital human resources for companies, and developing digital capabilities. This research will help future research in the field of HRM to provide a deeper understanding of the phenomenon of Digital HR in developing a theoretical foundation for further studies.
Keywords: Adaptation, Disruption, Banking, Competition, Digital human resource transformation
Analisis Penerimaan Pajak Rokok Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Provinsi Jawa Barat
Abstrak: Penelitian ini merupakan gabungan dari penelitian lapangan dan pustaka, yaitu menganalisis perilaku penikmat rokok aktif di provinsi Jawa Barat pada masa Pandemi Covid-19. Dalam menganalisis menggunakan teori perilaku/behavior berdasarkan teratur berupa buku, jurnal dengan memadukan data yang didapat dari jawaban para perokok aktif. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana perilaku penikmat rokok dimasa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan teori perilaku Torndike sebagai acuan penelitian dimana asumsi dasar mengenai tingkah laku menurut teori ini adalah tingkah laku sepenuhnya ditentukan oleh aturan, bisa diramalkan, dan bisa ditentukan. Pengumpulan data dilakukan dengan library research dan analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, melakukan display data selanjutnya ditarik suatu kesimpulan. Penelitian ini juga melakukan kuisioner terhadap 176 perokok aktif dan meminta pendapat tentang perilaku perokok dimasa pandemi kepada para tenaga ahli yaitu psikolog, akademisi dan pihak regulator. Dari hasil penelitian diketahui bahwa aturan yang tegas menjadi salah satu penyebab kenaikan pajak rokok namun tidak membuat penikmat rokok mengurangi kebiasaannya tersebut. Teori tentang perilaku yang bisa diramalkan ternyata tidak sesuai pada masa pandemi ini bagi perokok aktif dan teori tentang bisa ditentukan bahwa pandemi ini akan menunurunkan perokok aktif sehingga menurunkan pajak rokok juga ternyata tidak terbukti.
Kata kunci: Perilaku, Teori Torndike, Perokok Aktif, Pajak Rokok
Abstract: This research is a combination of field and literature research, namely analyzing the behavior of active cigarette connoisseurs in West Java province during the Covid-19 Pandemic. In analyzing using behavior theory / behavior based on literature in the form of books, journals by combining the data obtained from the answers of active smokers. The research objective was to find out how the behavior of cigarette lovers during the Covid-19 pandemic. This research uses Torndike's behavior theory as a research reference where the basic assumption of behavior according to this theory is that behavior is entirely determined by rules, predictable, and can be determined. Data collection was carried out by using library research and data analysis was carried out by using data reduction techniques, displaying the data and then drawing a conclusion. This study also conducted questionnaires on 176 active smokers and asked experts about smoking behavior during the pandemic period, namely psychologists, academics and regulators. From the research results, it is known that strict rules are one of the causes of the increase in cigarette taxes but do not make cigarette lovers reduce their habit. The theory of predictable behavior turned out to be inappropriate during this pandemic for active smokers and the theory about being able to determine that this pandemic would reduce active smoking and thus lower cigarette taxes was also not proven.
Keywords: Behavior, Torndike Theory, Active Smoker, Cigarette Ta
Bagaimana Respon Investor Terhadap Kepemilikan Saham oleh CEO?
Informasi yang diterima investor di pasar modal dari internal perusahaan berdampak pada perusahaan di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kepemilikan CEO di perusahaan Indonesia terhadap nilai perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pengujian data menggunakan metode kuadrat terkecil. Data penelitian ini adalah laporan keuangan dan harga saham perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2008 hingga 2019 yang bersumber dari www.idnfinancials.com dan finance.yahoo.com dengan kriteria kepemilikan saham oleh CEO. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 422 observasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemilikan CEO tidak berpengaruh dengan nilai perusahaan. Penelitian ini juga mengklasifikasikan data menjadi tiga kriteria. Kepemilikan saham oleh CEO di perusahaan kurang dari 1 persen dan dari 1 persen sampai dengan 5 persen, tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Namun, kepemilikan saham oleh CEO lebih dari 5 persen berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Studi ini menunjukkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan Indonesia perlu melindungi investor di perusahaan dengan kepemilikan saham oleh CEO yang tinggi
Menurunkan Presentase Kredit Macet Nasabah Dengan Menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor
Abstrak: FIF adalah salah satu Lembaga keuangan yang menyediakan berbagai macam alternatif pinjaman uang bagi nasabah. Sejatinya dalam pemberian kredit kepada nasabah pihak Lembaga keuangan mengalami berbagai masalah atau resikko. Salah satu masalah atau resiko yang dialami Lembaga Keuangan dalam pemberian kredit adalah perilaku nasabh yang macet dalam pembayaran kredit yang pada akhirnya menyebabkan kredit macet. Hal ini merupakan masalah yang serius yang perlu diperhatikan oleh pihak penyedia layanan keuangan untuk lebih berhati-hati dalam menentukan nasabah karena dalam pemberian kredit sangat beresiko khusuusnya pada PT FIF Goup Cabang Arjawinangun. Teknik Pengambilan data yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini adalah dengan menggunakan observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan data nasabah PT FIF Goup Cabang Arjawinangun. Sementara itu Teknik pengolahan data menggunakan prinsip tahapan knowledge discovery in database (KDD) yang terdiri dari data, Data Cleaning, Data Information, Data mining, Patternevalution, knowledge. Sementara itu atribut yang digunakan adalah dari nomort NIK, Kelancaran, Prediksi, Confident macet, confident lancer asset, dan omset perbulan dari nasabah. Metode K-NN dengan jumlah dataset sebanyak 296 data menghasilkan nilai akurasi sebesar 71%.
Kata kunci: Kredit, K-Nearest Neighbor (KNN), Prediksi.
Abstract: FIF is a financial institution that provides various kinds of money loan alternatives for customers, one of which is through the provision of loans in the form of credit to customers. In fact, in providing credit to customers, financial institutions experience various problems or risks. One of the problems or risks experienced by financial institutions In the provision of credit is the behavior of customers who are bad in credit payments which ultimately causes bad credit. This is a serious problem that financial service providers need to pay attention to to be more careful in determining customers because in providing credit is very risky, especially at PT FIF Goup Cabang Arjawinangun The data collection technique used in the making of this final project is to use observation, interviews, study documentation, and customer data of PT FIF Goup Cabang Arjawinangun Meanwhile, data processing techniques use the principles of knowledge discovery in databases (KDD) stages consisting of data, data cleaning, data transformation, data mining, pattern evolution, knowledge. Meanwhile, the attributes used are the NIK number, fluency, prediction, bad confidence, smooth confidence, assets, and turnover per month from customers. The K-NN method with a total dataset of 296 data yields an accuracy value of 71%.
Keywords: Credit, K-Nearest Neighbor (KNN), Prediction
Sistem Informasi Point Of Sales Berbasis Web Pada Toko Usaha Mandiri
Aplikasi Point of Sales (POS) merupakan sebuah perangkat lunak yang dirancang untuk mencatat transaksi penjualan pada Toko Usaha Mandiri untuk membantu kegiatan operasional dan mempercepat proses pelayanan pada toko sehingga pelayanan terhadap pembeli dapat ditingkatkan.Kurangnya efisien dalam pengolahan data yang diperoleh yang menyebabkan kerugian, Belum adanya proses transaksi yang dapat mengelola secara rinci, Sering terjadi kesalahan saat melakukan pengelolaan data maka sistem informasi ini sangat dibutuhkan untuk Toko Usaha Mandiri. Oleh karena itu sistem Point of Sales (POS) yang berbasis web dapat memudahkan sistem perekapan data penjualan dan dalam hal ini dapat memicu perkembangan teknologi karena pada saat ini sistem yang digunakan masih sistem manual. Tujuan Penelitian ini adalah untuk membuat sebuah aplikasi yang dapat membantu pencatatan transaksi berdasarkan pembelian. Metode penelitian yang dipakai adalah metode Extreme Programming dimana tahapannya dimulai dari perencanaan atau planning, perancangan, dan implementasi atau coding. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dari aplikasi Point of Sales (POS). Penelitian ini berharap mempermudah dalam pengolahan informasi data dan dalam penggunaan transaksi penjualan bagi Toko Usaha Mandiri
Clustering Fasilitas Kesehatan Berdasarkan Kecamatan Di Karawang Dengan Algoritma K-Means
Abstrak: Masalah kesehatan yang ada di dalam masyarakat terutama di negara- negara berkembang seperti Indonesia dipengaruhi oleh dua faktor yaitu aspek fisik dan aspek non fisik. Berdasarkan data yang diperoleh dari karawangkab.bps.go.id data dibagi menjadi 3 cluster yaitu sedikit, sedang dan terbanyak. Algoritma yang digunakan adalah K-Means cluster yang diimplementsikan menggunakan Microsoft Excel dan Rapidminer Studio. Hasil pengolahan data fasilitas kesehatan di karawang menghasilkan 3 cluster dengan cluster 1 yang mempunyai fasilitas kesehatan sedikit sebanyak 23 kecamatan, cluster 2 yang mempunyai fasilitas kesehatan sedang sebanyak 5 kecamatan dan cluster 3 yang mempunyai fasilitas kesehatan terbanyak terdapat 2 kecamatan. Kinerja yang dihasilkan dari algoritma K-means menghasilkan nilai Davies Boildin Index sebesar 0,109.
Kata kunci: clustering, data mining, fasilitas kesehatan, K-Means.
Abstract: Health problems that exist in society, especially in developing countries like Indonesia, are built by two factors, namely physical and non-physical aspects. Based on data obtained from karawangkab.bps.go.id the data is divided into 3 clusters, namely the least, medium and the most. The algorithm used is the K-Means cluster which is implemented using Microsoft Excel and Rapidminer Studio. The results of data processing of health facilities in Karawang produce 3 clusters with cluster 1 which has 23 sub-districts of health facilities, cluster 2 which has medium health facilities as many as 5 districts and cluster 3 which has the most health facilities in 2 districts. The performance resulting from the K-means algorithm results in a Davies Boildin Index value of 0.109.
Keywords: clustering, data mining, health facilities, K-Means