Open Journal Unimal (e-Jurnal Universitas Malikussaleh)
Not a member yet
7597 research outputs found
Sort by
Manufacturing Nanocomposite Based on Titanium Dioxide (TiO2) and Cellulose From Empty Oil Palm Bunches (Efb) for Photocatalytics
Nanocomposites are materials made from combining two different components, one or both of which are nanometer scale. To study the effect of TiO2 concentration in cellulose nanofibers on the characteristics of the resulting nanocomposites, this was done through analysis of water content, ash content, characterization using FTIR, SEM, XRD, and photocatalyst application in Procion Red dye. This research was carried out using the extraction method with 2% NaOH, after that it was bleached using 4% NaOH and 7.2% H2O2 and continued with the hydrolysis process using H2SO4 and bleaching with 5% H2O2. FTIR characterization of the 1% TiO2 nanocomposite shows that there are TIO2 functional groups, O-H stretch, C-H, C-O and Ti-O-Ti vibrations. XRD characterization showed that the 1% nanocomposite obtained crystallinity at 83.62%. SEM characterization shows a smoother and more stable surface. The water content in the nanocomposite is 8.57%, the ash content is 4.43%. The application of 1% Procion Red nanocomposite dye photocatalyst tends to change color after being exposed to sunlight for 3 hours, which indicates the absorption of the dye
Strategi Pengelolaan Jasa Lingkungan Hutan Kemasyarakatan Assamaturu Kelurahan Bulutana Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa
Tujuan penelitian ini adalah merumuskan strategi pengelolaan jasa lingkungan pada hutan kemasyarakatan Assamaturu. Pengelolaan jasa lingkungan merupakan salah satu upaya pemanfaatan kawasan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa mengabaikan fungsi ekologi hutan. Studi dilakukan pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Assamaturu di Kelurahan Bulutana Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dengan metode kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta kuesioner yang dianalisis melalui pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan kelompok tani sudah terbentuk dan sumberdaya alam yang besar merupakan kekuatan utama dalam pengelolaan jasa lingkungan, namun masih terdapat kelemahan seperti kurangnya modal usaha, ketergantungan pada bantuan luar, serta sarana prasarana kurang memadai. Peluang besar berasal dari dukungan kebijakan dari pemerintah dan potensi pengembangan ekowisata sementara ancaman yang ada berupa kurangnya koordinasi antar lembaga dan alih fungsi lahan disekitar kawasan hutan. Skor total kekuatan sebesar 1,74 dan kelemahan sebesar 1,82 sehingga nilai evaluasi faktor internal yaitu -0,08. Sementara skor total peluang sebesar 2,14 dan ancaman sebesar 0,64 sehingga nilai evaluasi faktor eksternal yaitu 1,50. Posisi strategi berada pada kuadran III (turnoround), yang merupakan strategi memanfaatkan peluang eksternal untuk meminimalkan kelemahan internal. Strategi utama yang disarankan adalah peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dan kelembaagn melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah, perguruan tinggi dan lembaga teknis lainnya
Tingkat Adopsi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) di Kecamatan Insana Utara
The use of agricultural technology in rice cultivation in North Insana Kecamatan is still very rudimentary. To increase rice productivity, farmers have attempted to develop integrated crop management (ICM) techniques, a series of techniques that can be adapted to local climatic conditions. This study involved 95 respondents from rice farmers in North Insana District. Data analysis used a struges analysis tool. The results showed that the average quality of integrated crop management (ICM) components among farmerJurnal Agrifos reached 43%. This value is considered low, indicating that few farmers have adopted the quality of integrated crop management (ICM) components, such as the use of easy-to-seed seedlings, the number of seedlings per hole, and harvesting according to the age of New Superior Varieties (VUB)
Dinamika Permintaan dan Penawaran Kedelai di Indonesia: Analisis Perkembangan dan Tantangan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan permintaan dan penawaran kedelai di Indonesia, serta mengidentifikasi fenomena dan tantangan yang mempengaruhi perubahannya. Objek penelitian adalah kedelai sebagai komoditas strategis, menggunakan data deret waktu 1993–2022 yang bersumber dari BPS dan FAO. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan rata-rata, laju pertumbuhan, dan penggunaan boxplot untuk menampilkan pola distribusi serta kesenjangan antara produksi, konsumsi, dan impor. Hasil penelitian menunjukkan tren peningkatan permintaan kedelai yang sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk, kenaikan daya beli, dan ekspansi industri olahan kedelai. Penawaran juga mengalami tren peningkatan, namun sebagian besar dipenuhi melalui impor karena produksi dalam negeri relatif stagnan dan cenderung menurun. Kondisi ini menggambarkan ketimpangan antara permintaan dan produksi. Harga kedelai domestik terbukti bergerak mengikuti harga impor yang berpengaruh terhadap harga di tingkat konsumen sehingga mempengaruhi permintaan dan penawaran kedelai di Indonesia. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa dinamika permintaan dan penawaran kedelai di Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya ketergantungan Indonesia pada kedelai impor akibat rendahnya kapasitas produksi nasional. Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, diperlukan upaya peningkatan produktivitas melalui penggunaan varietas unggul, perluasan areal tanam, dan kebijakan harga yang mendukung petani. Hasil penelitian diharapkan menjadi masukan bagi perumusan kebijakan ketahanan pangan berbasis kedelai
Correlation of Leukocyte and Lymphocyte Counts With Positive Tubex Scores in Pediatric Typhoid Fever Patients
Typhoid fever or enteric fever is a systemic infectious disease caused by Salmonella Typhi and Salmonella Paratyphi, which remains a major cause of morbidity and mortality in developing countries. A large proportion of typhoid fever cases occur in patients aged ≤19 years. Bacterial endotoxins may alter hematological parameters such as leukocyte and lymphocyte counts, while hematological and Tubex examinations facilitate rapid diagnosis. This study aimed to determine the correlation between leukocyte and lymphocyte counts with Tubex positive scores in pediatric typhoid fever patients. An observational analytical study with a cross-sectional design and retrospective approach was conducted using medical records of pediatric typhoid fever patients at RSU Haji Medan. The majority of patients were aged ≥5 years (80.5%), male (53%), with a length of stay <7 days (92.7%), and a Tubex positive score (≥+6) (65.9%). Among patients aged <5 years, most had normal leukocyte counts (51.6%) and lymphocytosis (41.9%), while in patients aged ≥5 years, most had normal leukocyte counts (63.9%) and lymphocytopenia (46.6%). Bivariate analysis showed no significant correlation between leukocyte counts and Tubex positive scores in both <5 years (p=0.257) and ≥5 years (p=0.422) groups. However, a significant correlation was found between lymphocyte counts and Tubex positive scores in patients aged ≥5 years (p=0.009). In conclusion, lymphocyte counts are significantly correlated with Tubex positive scores in pediatric typhoid fever patients aged ≥5 years, suggesting their potential role as supportive diagnostic parameters
Comparative In Vitro Study of Cinnamon (Cinnamomum burmannii) Extract and Ciprofloxacin on the Inhibition of Escherichia coli Growth Causing Urinary Tract Infection
Cinnamon (Cinnamomum burmannii) contains various bioactive compounds, primarily cinnamaldehyde and eugenol, which are known for their antibacterial properties. The increasing resistance of Escherichia coli to conventional antibiotics highlights the need for developing effective natural alternatives with antimicrobial potential.This study aimed to determine the antibacterial effectiveness of cinnamon extract compared to ciprofloxacin in inhibiting the growth of Escherichia coli.This research was an experimental laboratory study using the disc diffusion method to measure antibacterial activity.The results showed that cinnamon extract was capable of inhibiting Escherichia coli growth, with mean inhibition zone diameters of 11.84 mm at 25%, 13.94 mm at 50%, 17.52 mm at 75%, and 15.79 mm at 100% concentrations. In comparison, ciprofloxacin produced an inhibition zone of 18.37 mm, aquadest showed no inhibitory effect.Cinnamon extract demonstrated antibacterial activity against Escherichia coli, with the highest effectiveness observed at a concentration of 75%, although its inhibitory power remained lower than that of ciprofloxacin
Telaah Metode Pembelajaran Perancangan: Eksplorasi Desain Instalasi dengan Penerapan Generative AI
Pelibatan generative AI ke dalam proses merancang arsitektur sudah banyak dilakukan. Berbagai studi juga telah dilakukan untuk menelaah penerapan generative AI di dalam proses pembelajaran arsitektur namun dalam konteks Indonesia belum banyak dipaparkan dalam tulisan ilmiah. Artikel ini berkontribusi memaparkan studi kasus kerangka pembelajaran yang menerapkan generative AI dalam penggalian ide dan konsep awal. Kerangka yang dipaparkan terdiri dari rangkaian tugas yang melibatkan generative AI dalam beberapa tahap, batasan dan metode bervariasi yaitu metode eksplorasi langsung dengan prompt, metode yang didahului inisiasi ide melalui cara konvensional (sketsa cepat, catatan, model) serta metode pendalaman melalui diskusi dengan generative AI berbasis percakapan. Pengamatan dilakukan di lingkup mahasiswa kelas eksplorasi desain yang terbatas berjumlah 10 orang. Pengamatan proses dan hasil serta jajak pendapat menunjukkan bahwa kerangka ini dapat membantu dalam pengenalan mahasiswa kepada cara kerja dan cara melibatkan generative AI serta memberikan sudut pandang untuk mengevaluasi cara yang sesuai dengan intensi eksplorasi ide. Pemaparan menunjukkan bahwa penahapan langkah serta pembedaan kedalaman keterlibatan generative AI menjadi hal yang penting untuk dapat membandingkan dan menunjukkan peran, peluang dan keterbatasan generative AI. Penyusunan rangkaian tugas dalam kerangka ini dapat menjadi masukan dan evaluasi bagi pengajar dalam upaya melibatkan AI secara lebih tepat dalam proses pembelajaran.Pelibatan generative AI ke dalam proses merancang arsitektur sudah banyak dilakukan. Berbagai studi juga telah dilakukan untuk menelaah penerapan generative AI di dalam proses pembelajaran arsitektur namun dalam konteks Indonesia belum banyak dipaparkan dalam tulisan ilmiah. Artikel ini berkontribusi memaparkan studi kasus kerangka pembelajaran yang menerapkan generative AI dalam penggalian ide dan konsep awal. Kerangka yang dipaparkan terdiri dari rangkaian tugas yang melibatkan generative AI dalam beberapa tahap, batasan dan metode bervariasi yaitu metode eksplorasi langsung dengan prompt, metode yang didahului inisiasi ide melalui cara konvensional (sketsa cepat, catatan, model) serta metode pendalaman melalui diskusi dengan generative AI berbasis percakapan. Pengamatan dilakukan di lingkup mahasiswa kelas eksplorasi desain yang terbatas berjumlah 10 orang. Pengamatan proses dan hasil serta jajak pendapat menunjukkan bahwa kerangka ini dapat membantu dalam pengenalan mahasiswa kepada cara kerja dan cara melibatkan generative AI serta memberikan sudut pandang untuk mengevaluasi cara yang sesuai dengan intensi eksplorasi ide. Pemaparan menunjukkan bahwa penahapan langkah serta pembedaan kedalaman keterlibatan generative AI menjadi hal yang penting untuk dapat membandingkan dan menunjukkan peran, peluang dan keterbatasan generative AI. Penyusunan rangkaian tugas dalam kerangka ini dapat menjadi masukan dan evaluasi bagi pengajar dalam upaya melibatkan AI secara lebih tepat dalam proses pembelajaran
Pengaruh interval penyiraman irigasi tetes dan jenis media tanam terhadap pertumbuhan tanaman pepaya (Carica papaya L.) var. Calina IPB-9
Pepaya merupakan buah tropis unggulan yang sangat potensial untuk dibudidayakan. Salah satu jeni s pepaya yang termasuk komoditas unggulan yaitu pepaya varietas Calina IPB-9. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval penyiraman irigasi tetes dan jenis media tanam terhadap pertumbuhan tanaman pepaya (Carica papaya L.) var. Calina IPB-9. Penelitian ini dilakukan di Linkungan Ciwaktu Lor, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten, dari Agustus 2025 hingga Oktober 2025. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama adalah interval penyiraman (I), yang terdiri dari 3 tingkat: satu kali sehari (I1), dua kali sehari (I2), dan tiga kali sehari (I3). Faktor kedua adalah media tanam (M), yang terdiri dari 4 tingkat: tanah (M0), tanah+cocopeat (M1), tanah+arang sekam (M2), dan tanah+serasah daun bambu (M3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval penyiraman tiga kali sehari (I3) memberikan hasil terbaik terhadap parameter tinggi tanaman 69,66 cm pada umur 15 MST, dan jumlah daun 14,83 helai pada umur 15 MST. Jenis media tanam tanah+arang sekam (M2) memberikan hasil terbaik terhadap parameter jumlah daun 14,22 helai pada umur 15 MST, dan media tanam tanah + cocopeat (M1) memberikan hasil terbaik terhadap diameter batang 2,67 cm pada umur 15 MST
Sistem Informasi Pengarsipan Surat Seksi Tindak Pidana Khusus Di Kejaksaan Negeri Langsa Berbasis Website
Kejaksaan Negeri Langsa sebagai salah satu institusi penegak hukum memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugas penuntutan, pelaksanaan putusan pengadilan, serta kewenangan lain sesuai ketentuan perundang-undangan. Salah satu bidang yang berperan penting adalah Bidang Seksi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) yang menangani kasus-kasus khusus seperti tindak pidana korupsi, pelanggaran undang-undang tertentu, dan kejahatan yang memerlukan penanganan intensif. Dalam menjalankan tugasnya, Bidang Tipidsus menerima, mengelola, dan menyimpan berbagai surat serta dokumen perkara dalam jumlah besar. Berdasarkan hasil observasi, proses pengarsipan di bidang tersebut sebagian besar masih dilakukan secara manual dalam bentuk dokumen fisik. Metode ini menimbulkan beberapa kendala, seperti risiko kerusakan atau kehilangan dokumen, kesulitan dalam pencarian data arsip, serta kebutuhan ruang penyimpanan yang besar sehingga dapat menghambat efektivitas kerja dan pelayanan informasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan Sistem Informasi Pengarsipan Surat Seksi Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Negeri Langsa berbasis Website. Sistem ini dirancang menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL dengan tujuan mempermudah proses pencatatan, penyimpanan, pencarian, dan pengelompokan arsip secara digital, cepat, dan akurat. Selain itu, sistem berbasis website memungkinkan akses terpusat, peningkatan keamanan melalui autentikasi pengguna, serta mendukung pengelolaan arsip yang lebih efisien dan modern. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu memperbaiki proses pengelolaan arsip surat, meminimalisasi risiko kehilangan data, dan meningkatkan efektivitas kerja pada Bidang Tipidsus Kejaksaan Negeri Langsa
EFEKTIVITAS PEMBINAAN NARAPIDANA PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2022 TENTANG PEMASYARAKATAN (Studi Penelitian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon)
Studi ini untuk untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas pembinaan narapidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon dan menganalisis hambatan dan upaya yang dilakukan oleh petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon dalam memberikan pembinaan. Pembinaan narapidana merupakan bagian integral dari sistem peradilan pidana yang bertujuan untuk mendidik, melatih, dan mempersiapkan narapidana untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, menggunakan metode yuridis empiris, dan bersifat preskriptif, data diperoleh melalui data primer, sekunder dan tersier serta akan di analisis, kemudian hasil penelitian akan disusun secara sistematis untuk memperoleh kejelasan dari permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, pembinaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon telah berjalan secara efektif dan mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Program pembinaan yang diterapkan mencakup pembinaan kepribadian melalui pendidikan agama yang difasilitasi oleh Pesantren Daruttaubah serta pembinaan kemandirian melalui pelatihan keterampilan di bidang pengelasan. Namun, efektivitas pelaksanaan pembinaan masih belum optimal pada sejumlah aspek tertentu yang memerlukan evaluasi dan peningkatan. Hambatan dalam pembinaan narapidana berupa over crowded, kekurangan sarana dan prasarana olahraga, kondisi Lapas yang tidak memadai dan langganan banjir, ketersediaan air bersih yang terbatas, dan kompetensi pegawai/petugas. Upaya yang telah dilakukan antara lain pemberian remisi, memperkuat koordinasi diantara stakeholder, meningkatkan ketersediaan air bersih, dan peningkatan kualitas SDM petugas