CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
    376 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL PADA REMAJA USIA 15-18 TAHUN DI SMAN 6 KUPANG

    Get PDF
    ABSTRAK             Perilaku konsumsi minuman beralkohol dapat mengakibatkan timbulnyabentuk kenakalan, perkelaian, geng remaja, perbuatan asusila, maraknya premanisme pada kalangan remaja, tawuran, menganggu ketertiban umum, hilangnya rasa aman, dan rusaknya tatanan sosial dalam masyarakat. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumsi minuman beralkohol seperti faktor pengetahuan, sikap remaja dan lingkungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan antara  pengetahuan, sikap, lingkungan sosial dengan perilaku konsumsi minuman beralkohol pada remaja usia 15-18 tahun di SMAN 6 Kupang. Penelitian dilakukan di SMA N 6 Kupang selama 1 bulan,  dimulai dari tanggal 17 Maret -17 April2020.             Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 172 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner.              Hasil uji statistik dengan menggunakan uji spearman rho didapatkan pengetahuan  ρ value=  0,003< 0,05, sikap ρ value= 0,002 < 0,05 dan lingkungan sosial ρ value= 0,002 < 0,05 sehinggan ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan lingkungan sosial dengan perilaku konsumsi minuman beralkohol pada remaja usia 15-18 tahun di SMA N 6 Kupang. Saran:pihak sekolah lebih meningkatkan strategi dalam pencegahan konsumsi minuman beralkohol dengan cara memberikan pendidikan kepada siswa terkait konsumsi alkohol beserta dampaknya. Kata Kunci: konsumsi alkohol, remaja, pengetahuan, sikap, lingkungan sosial

    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN BARU DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD KEFAMENANU

    Get PDF
    Kualitas pelayanan merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan dengan sebaik mungkin oleh pemberi jasa agar dapat memuaskan kebutuhan keinginan pasien, sesuai dengan standard dan etika profesi. Kepuasan pelanggan merupakan salah satu aspek yang dipengaruhi oleh kualitas pelayanan. Salah satu sarana kesehatan yang dinilai turut andil dalam pelayanan kesehatan adalah Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasaan pasien baru di ruang instalasi gawat darurat Rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik komparatif menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 pasien, dengan kriteria merupakan pasien yang berobat ke ruang instalasi gawat darurat Rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu. Teknik analisa data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan uji t dan uji f. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji statistik secara parsial kualitas pelayanan meliputi indikator penerimaan pasien (3.343), tindakan keperawatan non medik (3.255), biaya (2.131), berpengaruh dengan nilai signifikan terhadap kepuasan pasien baru di instalasi gawat darurat Rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu. sedangkan indikator informasi (-2.498) memiliki pengaruh negatif terhadap kepuasan pasien baru di instalasi gawat darurat rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu. Uji statistik secara simultan terdapat pengaruh dari indikator penerimaan pasien, informasi, tindakan keperawatan non medik, dan biaya terhadap kepuasan pasien baru di instalasi gawat darurat rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu dengan nilai signifikan <0,05. Semakin baik kualitas pelayanan keperawatan maka tingkat kepuasan pasien semakin tinggi. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan semakin baik lagi pihak manajemen rumah sakit harus meningkatkan standard pelayanan ke tahap yang lebih maksimal yang diikuti dengan langkah-langkah monitoring dan evaluasi setiap tahunnya.   Kata Kunci: Kualitas Pelayanan keperawatan, Kepuasan Pasie

    SINDROMA NEFROTIK PADA PASIEN BERUSIA 20 TAHUN DENGAN HIVAN

    Get PDF
    Introduction: Kidney disease in patients with human immunodeficiency virus (HIV) infection has been ranked fourth in the cause of death after sepsis, pneumonia, and liver disease. HIV-associated nephropaty (HIVAN) is the most common. Case: The following is a case report, a male patient, 20 years old, presented with complaints of swelling all over his body, especially the legs and scrotum. The patient feels uncomfortable when breathing, less urine during the last 2 weeks. The patient had been diagnosed with HIV since 2 months ago. The patient took ARVs, but then stopped. There was an increase in urea and creatinine, proteinuria and hematuria on urinalysis as a sign of kidney problems. Renal biopsy showed segmental hyalinosis, focal, mild, intraglomerular neutrophil infiltrates, focal, mild and erythrocytes found in the tubular lumen. Conclusion: This occurred because it was preceded by damage of the glomerular podocytes due to viral infection, and continued with hyalinization and sclerosis. This condition causes the patient to experience nephrotic syndrome and hematuria.   Keywords: human immunodeficiency virus, HIV-associated nephropaty, nephrotic syndrome    Pendahuluan: Penyakit ginjal pada pasien dengan infeksi human immunodeficiency virus (HIV) telah menjadi peringkat keempat dalam penyebab kematian setelah sepsis, pneumonia, dan penyakit hati. HIV-associated nephropaty (HIVAN) adalah yang paling sering terjadi. Kasus: Berikut adalah  laporan kasus, pasien laki-laki, 20 tahun, dengan keluhan adanya pembengkakan di seluruh tubuh, terutama bagian kaki dan scrotum. Pasien merasa tidak nyaman saat bernapas, merasa air seninya berkurang selama 2 minggu terakhir. Pasien telah terdiagnosa menderita HIV sejak 2 bulan yang lalu. Pasien sempat mengkonsumsi ARV, tetapi kemudian berhenti. Terdapat peningkatan ureum dan creatinin, proteinuria dan hematuria pada pemeriksaan urinalisis sebagai tanda adanya gangguan ginjal. Hasil biopsi ginjal menunjukkan Hyalinosis segmental, focal, ringan, infiltrat neutrofil intraglomeruli, focal, ringan dan ditemukan eritrosit pada lumen tubulus. Kesimpulan: Keadaan ini terjadi karena diawali oleh kerusakan podosit glomerulus karena infeksi virus, dan berlanjut hingga terjadi hialinisasi dan sclerosis. Kondisi ini yang menyebabkan pasien mengalami sindroma nefrotik dan hematuria.   Kata Kunci: human immunodeficiency virus, HIV-associated nephropaty, sindroma nefrotik &nbsp

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSTU BURAEN WILAYAH KERJA PUSKESMAS SONRAEN KABUPATEN KUPANG

    Get PDF
    Toddler health is still a national problem which needs to be given top priority because it really determines the quality of human resources. The purpose of this study is to determine the factors associated with nutritional status in children under five in the Buraen Sub-district Work Area of ​​the Sonraen Health Center in Kupang Regency. This type of research was analytic descriptive with cross sectional approach. The sampling technique used in this study was purposive sampling. The sample in this study amounted to 112 people who were obtained using purposive sampling techniques in accordance with specified inclusion criteria. The results showed that dietary factors were 57 (50.9%), socio-cultural 106 (94.6%), infectious diseases 83 (74.1%), health services 112 (100%), nutritional status 105 (93.8%). Chi square test results showed that there was a significant relationship between infectious diseases and nutritional status in infants in Pustu Buraen with p-value = 0.028 where р <α (α = 0.05), there is no relationship between eating patterns, social culture and health services with the nutritional status of children under five where р> α (α = 0.05). Advice for parents of toddlers to be able to preach their children so they avoid infectious diseases and health woerkes to continue to improve education efforts on prevention of infectious diseases. Health workers can also increase efforts to improve the nutritional status of children under five such as : home visits, monitoring and ensuring the provision of supplementary food.   Keywords: Related Factors, Nutritional Status, ToddlerMasalah kesehatan balita masih merupakan masalah nasional yang dimana perlu mendapatkan prioritas utama karena sangat menentukan bagaimana kualitas sumber daya manusia. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada balita di Pustu Buraen Wilayah Kerja Puskesmas Sonraen Kabupaten Kupang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. sampel dalam penelitian ini berjumlah 112 orang yang di dapatkan menggunakan teknik purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi yang ditetapkan.  Hasil penelitian menunjukan faktor pola makan  57 (50.9%), sosial budaya 106 (94.6%), penyakit infeksi 83 (74.1%), pelayanan kesehatan 112 (100%), status gizi 105 (93.8%). Hasil uji chi square menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit infeksi dengan status gizi pada balita di Pustu Buraen dengan p-value=0,028 dimana р<α (α=0,05), tidak ada hubungan antara pola makan,sosial budaya dan pelayanan kesehatan dengan status gizi balita dimana р>α (α=0,05). Saran kepada orang tua balita agar dapat memperhatikan anak mereka sehingga terhindar dari penyakit infeksi dan bagi petugas kesehatan agar terus tingkatkan upaya pendidikan tentang pencegahan penyakit infeksi. Petugas kesehatan juga dapat meningkatkan upaya peningkatan status gizi balita seperti: kunjungan rumah, monitoring dan memastikan dalam pemberian makanan tambahan.   Kata Kunci: Faktor-Faktor Yang Berhubungan, Status Gizi, Balit

    PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PEDIATRI RAWAT INAP DI RSUD S. K. LERIK TAHUN 2018 DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90%

    No full text
    Antibiotics are the most widely used class of drugs in the world due to the high incidence of bacterial infections. Often the irrational use of antibiotics can cause resistance. Antibiotics are drugs produced by microorganisms that can inhibit or kill other microorganisms. This study aims to determine the profile of antibiotic use in hospitalized pediatric patients at the S. K. Lerik District Hospital using the ATC / DDD method. This research is a descriptive study with a quantitative approach and retrospective data collection. The data for this study were taken in the form of drug names, drug classes, age, dosage forms, strength of preparations, diagnoses and length of stay. Results were are calculated as defined daily dose (DDD) per 100 patient days and based on 90% DU. The results of this study were analyzed quantitatively by the ATC / DDD method and 90% DU. It is known that types of antibiotics used by inpatient pediatric patients in S. K. Lerik District Hospital are cephalosporins, macrolides and penicillins, with the most widely used antibiotic from cephalosporin type is ceftriaxone (51.4%). Antibiotics which entered into the 90% segment of use in the S. K. Lerik District Hospital in pediatric patients during 2018 were ceftriaxone, cefadroxil and cefotaxime.   Keywords: drug use profile, antibiotics, ATC, DDD, DU 90%.Antibiotik merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan di dunia terkait dengan banyaknya kejadian infeksi bakteri. Seringkali penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi. Antibiotik adalah obat yang dihasilkan mikroorganisme yang dapat menghambat atau membunuh mikroorganisme lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan  antibiotik pada pasien pediatri rawat inap di RSUD S. K. Lerik dengan menggunakan metode ATC/DDD. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Data penelitian yang diambil berupa nama obat, golongan obat, umur, bentuk sediaan, kekuatan sediaan, diagnosa dan hari rawat. Hasil dari penggunaan antibiotik dihitung sebagai Defined Daily Dose(DDD) per 100 hari pasien dan berdasarkan DU 90%. Hasil dalam penelitian ini dianalisa secara kuantitatif dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Diketahui bahwa jenis antibiotik yang digunakan oleh pasien pediatri rawat inap di RSUD S. K. Lerik adalah golongan sefalosporin, makrolida dan penisilin dengan kuantitas penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah golongan sefalosporin yaitu seftriakson (51,4%). Yang masuk ke dalam segmen 90% penggunaan di RSUD S. K. Lerik pada pasien pediatri selama tahun 2018 adalah seftriakson, sefadroksil dan sefotaksim.   Kata kunci: profil penggunaan obat, antibiotik, ATC, DDD, DU 90%

    AKTIVITAS KOMBINASI MINYAK KEMIRI (Aleurites moluccana L.) DAN MINYAK KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) SEBAGAI HAIR TONIC PADA KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus)

    Get PDF
    ABSTACT Laka, Bonifasia Carrolina,2019.  Combination Activity of Candlenut Oil (Aleurites    Moluccana L.) and Soybean Oil (Glycine Max (L.) Merrill) as Hair Tonic in Male Rabbits (Oryctolagus Cuniculus) Pembimbing I  : Christin Aprillian Beama, S. Farm., M. Farm., Apt Pembimbing II: Drs. Aloysius Masan Kopon,M.Si                    Hair is a hair that comes out of the skin layer formed from keratin. Hair not only serves to protect the body but also hair acts as one of the supporting appearance, if hair falls, the protective and aesthetic function for humans is reduced, then the hair must be treated in order to remain strong.                Hazelnut oil and soybean oil are widely known to have benefits as a hair grower or Hair Tonic. Candlenut oil and soybean oil contain compounds that play a role in hair growth, fatty acids from hazelnut oil and the content of genistein isoflavones and fatty acids from soybeans that play a role in the process of hair growth.                This study aims to determine the activity of a combination of hazelnut oil and soybean oil made in 3 emulsion formulations as hair tonic on hair growth in male rabbit test animals. Of the three formulas with their conclusions: formula I 15% hazelnut oil: 15% soybean oil, formula II 10% hazelnut oil: 20% soybean oil, and formula III 20% hazelnut oil: 10% soybean oil, the most active result of growing hair on male rabbit is formula III with an average hair growth of 4.53mm - 9.46mm. It can be concluded that the main role in hair growth is affected by palmitic acid rather than linoleic acid because of the small molecular structure and small space constraints than linoleic acid which has a large molecular structure and large space constraints. The physical stability of the emulsion sedan for each formula shows physical instability at room temperature storage due to phase separation. Keywords: hazelnut oil, soybean oil, hair tonic, emulsion, hair growth activity, physical stability Rambut  merupakan  suatu  bulu  yang keluar dari lapisan kulit yang terbentuk dari zat keratin. Rambut  tidak  hanya berfungsi  untuk  melindungi  tubuh  tetapi  juga rambut berperan  sebagai  salah  satu  penunjang penampilan, jika rambut rontok maka fungsi pelindung dan estetika bagi manusia berkurang, maka rambut harus dirawat agar tetap kuat. Minyak kemiri dan Minyak kedelai dikenal luas memiliki manfaat sebagai penumbuh rambut atau Hair Tonic. Minyak kemiri dan minyak kedelai mengandung senyawa yang berperan dalam pertumbuhan rambut, asam lemak dari minyak kemiri dan kandungan isoflavon genistein dan asam lemak dari kedelailah yang berperan dalam proses pertumbuhan rambut.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas kombinasi minyak kemiri dan minyak  kedelai yang dibuat dalam 3 formula sediaan emulsi sebagai hair tonic terhadap pertumbuhan rambut pada hewan uji kelinci jantan. Dari ketiga formula dengan konsentarasinya: formula I 15%  minyak kemiri:15% minyak kedelai, formula II 10% minyak kemiri:20% minyak kedelai, dan formula III  20% minyak kemiri : 10% minyak kedelai,  hasil yang paling aktif menumbuhkan rambut pada kelinci jantan yaitu formula III dengan rata-rata pertumbuhan rambut 4,53mm – 9,46mm. Dapat disimpulkan bahwa peranan utama pada pertumbuhan rambut diperngaruhi oleh asam palmitat dari pada asam linoleat karena  struktur molekul kecil dan hambatan ruang kecil dari pada asam linoleat yang memilki struktur molekul besar dan hambatan ruang besar.Stabilitas fisik dari sedian emulsi tiap formula menunjukkan ketidakstabilan fisik pada penyimpanan suhu kamar karena adanya pemisahan fase.   Kata kunci: minyak kemiri, minyak kedelai, hair tonic, emulsi, aktivitas pertumbuhan rambut, stabilitas fisi

    HUBUNGAN TINDAKAN VULVA HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSU MAMAMI KUPANG

    Get PDF
    Latar Belakang: Kebersihan pada bagian genetalia yang kurang diperhatikan secara optimal serta vulva hygiene yang salah dapat menyebabkan Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroorganisme di dalam saluran kemih. Pentingnya memelihara dan menjaga kebersihan organ genitalia dilakukan untuk menghindari munculnya gangguan kesehatan pada organ reproduksi seperti; keputihan, infeksi alat reproduksi serta kemungkinan terkena risiko kanker. Apabila vagina sebagai organ reproduksi luar terinfeksi bakteri atau mikroorganisme, patogen lainnya seiring berjalannya waktu dan tingkat keparahan akan turut membahayakan organ genitalia internal lainnya seperti uterus dan lain sebagainya. Tujuan: penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tindakan Vulva Hygiene dengan kejadian ISK pada pasien rawat inap di RSU Mamami Kupang. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengolahan data dengan analisis bivariat yang diuji dengan Chi-Square. Hasil Penelitian: menunjukan bahwa tindakan vulva hygiene pada pasien rawat inap di RSU Mamami berada pada katagori kurang (79,6%), kejadian ISK pada pasien rawat inap di RSU Mamami berada pada kategori positif (76%) dan  tindakan vulva hygiene  tidak ada hubungan yang signifikan (p- 0,103) dengan kejadian ISK pada pasien rawat inap di RSU Mamami Kupang. RSU Mamami Kupang perlu melakukan promosi kesehatan untuk  meningkatkan pengetahuan pasien tentang manfaat dan dampak dari tindakan vulva hygiene serta penyebab  dan pencegahan ISK pada wanita. Masyarakat dianjurkan agar selalu membersihkan menggunakan tissue dan air dari arah depan ke belakang setelah selesai BAK dan BAB, untuk menghindari terbawanya kuman dari anus ke vagina, serta selalu mengganti pakaian dalam setiap hari.   Kata Kunci: Vulva Hygiene, Kejadian Infeksi Saluran KemiBackground: The genitalia hygiene which not given by optimal attention can lead to urinary tract infections (UTIs) caused by the growth of microorganisms in the urinary tract. The importance of preserving and maintaining the cleanliness of genital organs avoid the health problems in the reproductive organs such as vaginal discharge, infection in the reproductive organs     , and high risk of cancer. If the vagina as an external reproductive organ is infected with bacteria or other pathogen  microorganisms will come and give saverity effect to the internal genital organs such as the uterus and other organ. Purposes: of this study analyzed the relationship of vulva hygiene actions with the incidence of UTIs at inpatients of Mamami General Hospital in Kupang. The design in this study was a cross-sectional by using a purposive sampling technique. Data processing with bivariate analysis was tested with Chi-Square. Result of Research: showed that vulva hygiene actions at inpatients of Mamami General Hospital In Kupang was the poor category (79.6%), the incidence of UTIs was a positive category (76%). Vulva hygiene actions was not significant relationship (p= 0,103) with the incidence of UTIs inpatients of Mamami General Hospital in Kupang. Mamami General Hospital in Kupang needed to conduct health promotion to increase patient knowledge about the benefits and impacts of vulva hygiene actions as well as the causes and prevention of UTIs for women. Recommend to the public attitude always keep clean by using tissue and water from front to back after urinating and defecating to avoid carrying germs from the anus to the vagina, as well as changing underwear every day.   Keywords: Vulva Hygiene, the prevalence of urinary tract infections (UTIs

    HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN SPIRITUAL DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER STADIUM LANJUT DI UNIT PELAYANAN ONKOLOGI DAN KEMOTERAPI RSUD PROF. DR. W.Z. JOHANES KUPANG

    Get PDF
    Cancer provides significant physical and psychological changes to individuals, including sadness, worry and fear for the future. Cancer patients who have negative perceptions of their disease tend to have maladaptive coping. This condition will lead the patient to a bad adaptation process / not accepting himself. This will affect the patient's quality of life in dealing with the disease they are suffering from. The quality of life for cancer patients is influenced by emotional and spiritual intelligence.                Purpose to determine the relationship between emotional and spiritual intelligence with the quality of life of advanced cancer patients in the Oncology and Chemotherapy Service Unit of Prof. DR. W.Z. Johanes Kupang.                Methods this study is an analytic correlation with a cross sectional design. The sampling technique used was total sampling and the sample was taken by 45 respondents. The statistical test used was the Spearman Rho test. The results: showed that the emotional intelligence of advanced cancer patients at Prof. DR.W.Z. Johanes Kupang has good emotional intelligence as much as 53.3%, good spiritual intelligence as much as 57.8% and good quality of life as much as 68.9%. The results showed that there was a relationship between emotional intelligence and the quality of life of patients with advanced cancer (p = 0.000) in the oncology and chemotherapy service units of Prof. DR. W.Z. Johanes Kupang . There is a relationship between spiritual intelligence and the quality of life of patients with advanced cancer (p = 0.000) in the oncology and chemotherapy service units of Prof. DR. W.Z. Johanes Kupang. It is hoped that the patient can maintain emotional and spiritual intelligence to improve the quality of life.   Keywords: Emotional intelligence, spirituality, quality of life, cancer

    FAKTOR LINGKUNGAN RUMAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI DUSUN I DAN II DESA NEFOKOKO KECAMATAN MOLLO UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

    Get PDF
    Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran napas, mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan andeksanya seperti sinus, rongga telinga tengah, dan pleura. Salah satu faktor penyebab terjadinya ISPA adalah kondisi lingkungan rumah (ventilasi, lantai rumah dan letak dapur). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor lingkungan rumah yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Dusun I dan II Desa Nefokoko Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan menggunakan rumus slovin dan besaran sampel 76 responden. Hasil penelitian yang menggunakan uji chi square menunjukan bahwa ada hubungan antara ventilasi dengan kejadian ISPA (p=0,002), lantai rumah (p=0,040) dan letak dapur (p=0,003). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keadaan lingkungan fisik rumah sangat berkaitan erat dengan kejadian ISPA pada balita. Jika keadaan fisik rumah tidak sesuai dengan standar kesehatan semakin besar terjadinya ISPA pada balita.   Kata Kunci: ISPA, Faktor Lingkungan Rumah

    EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PASIEN PREEKLAMPSIA DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD PROF. DR. W.Z JOHANNES KUPANG

    Get PDF
    Preeclampsia is a disease with signs of hypertension, edema and proteinuria that arise due to pregnancy. Preeclampsia can occur in the third trimester of pregnancy but also happeds before or after pregnancy. The aims of this study to determine the pattern of using drugs and the suitability of the using antihypertensive in preeclampsia patients at the installation room of  Hospital. Prof Dr. W.Z Johannes Kupang.                Type of this research is descriptive research with using a retrospective approach. The sampling technique in this study uses purposive sampling. Data analysis was performed descriptively and compared with the Queensland Clinical Guideline reference standard of 2015 and POGI in 2016.                The results of research at Hospital Prof. Dr. WZ Johannes Kupang from 42 samples showed that patients who were at risk of developing preeclampsia were 20-35 years old (73,81%) with 28-37 weeks gestation (52,38%) who were diagnosed with severe preeclampsia (71,42%) and had a history of  hypertension (85,71%). He most widely used antihypertensive monotherapy is nifedipine (66,67%). Percentage of appropriateness of the use of antihypertensive drugs shows the right indication (80,96%), the right drug (69,04%), the right dose (80,96%), the right patient (80,96%) and  the ESO alert (100%).     Keywords: preeclampsia, rationality  Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria yang timbul karena adanya kehamilan. Preeklampsia dapat timbul pada trimester ketiga usia kehamilan tetapi dapat pula timbul sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan obat dan kesesuaian penggunaan obat antihipertensi pasien preeklampsia di instalasi rawat inap RSUD Prof. Dr. W.Z Johannes Kupang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan secara retrospektif. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar acuan Queensland Clinical Guideline tahun 2015 dan POGI tahun 2016. Hasil penelitian di RSUD Prof. Dr. W.Z Johannes Kupang dari 42 sampel menunjukkan bahwa pasien yang beresiko timbulnya penyakit preeklampsia adalah pada usia 20-35 tahun (73,81%) dengan usia kehamilan 28-37 minggu (52,38%) dengan didiagnosis preeklampsia berat (71,42%) dan memiliki riwayat penyakit hipertensi (85,71%). Monoterapi antihipertensi yang paling banyak digunakan berupa nifedipin (66,67%). Persentase kesesuaian penggunaan obat antihipertensi menunjukkan tepat indikasi (80,96%), tepat obat (69,04%), tepat dosis (80,96%), tepat pasien (80,96%) dan waspada ESO (100%).     Kata kunci: preeklampsia, rasionalita

    345

    full texts

    376

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇