CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
376 research outputs found
Sort by
UJI AKTIVITAS DIURESIS EKSTRAK METANOL KULIT BATANG KELOR (Moringa oleifera Lamk.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR
Hipertensi merupakan suatu keadaan aliran darah pada dinding arteri tinggi dan terjadi secara konsisten. Seseorang dikatakan hipertensi apabila tekanan darah sistol mencapai 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastole mencapai 90 mmHg atau lebih. Diuretik adalah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukkan urin. Penggunaan diuretik mampu meningkatkan ekskresi volume urin, ekskresi natrium dan kalium.
Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamk) merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang sudah tumbuh dan berkembang di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman kelor merupakan tanaman perdu dengan ketinggian 7-11 meter dan tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 200 m di atas permukan laut.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan true experimental design pre test-post test with control group. Penelitian ini menggunakan lima kelompok secara acak yang terdiri dari kelompok normal (aquadest), kelompok positif (furosemid) dan tiga kelompok eksperimental yaitu dosis 15mg/g bb, dosis 30mg/g bb, dan 60mg/g bb. Dari masing-masing perlakuan dosis yang diberikan, hasil penelitian ini menujukkan bahwa pemberian ekstrak metanol kulit batang kelor (Moringa oleifera Lamk.) dapat meningkatkan volume urin dan dosis ekstrak metanol kulit batang kelor (Moringa oleifera Lamk.) yang paling optimal memberikan aktivitas diuresis adalah pada dosis 60mg/g bb Indeks Aktivitas Diuretik (IAD) sebesar 7,94.Hypertension is a state of the flow of blood on the walls of arteries tall and occurs in consistently. Hypertension when systolic blood pressure reaches 140 mmHg or more and diastole blood pressure reaches 90 mmHg or more. Diuretics are drugs that can increase the speed of formation of urine. Diuretics can increase the excretion of urine volume, excretion of sodium and potassium.
Moringa oleifera plant (Moringa oleifera Lamk.) is one type of tropical plant that has grown and developed in tropical regions such as Indonesia. Moringa plants are shrubs with a height of 7-11 meters and thrive from the lowlands to an altitude of 200 m above sea level.
This type of research is a laboratory experimental study with a true experimental design approach pre-test post-test with control group. This study used five randomized groups consisting of the normal group (aquadest), positive group (furosemide) and three experimental groups namely 15mg / g bb dose, 30mg / g bb dose, and 60mg / g bb. From each treatment dosage given, the results of this study showed that administration of methanol extract of Moringa oleifera bark can increase urine volume and the dose of methanol extract of Moringa bark bark (Moringa oleifera Lamk.) Which optimally provides diuresis activity is at a dose of 60 mg / g bw with a diuretic activity index (IAD) of 7.94.
.  
UJI AKTIVITAS ANALGESIK TUNGGAL DAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L) PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT
ABSTRACT
Pain is a disturbing sensory and emotional feeling that is associated with threats, disturbances or tissue damage (Roach, S. S. 2004). The leaves of guava and soursop leaves contain several main compounds such as flavonoids, saponins, and tannins. The purpose of this study was to determine the analgesic activity of the ethanol extract of guava leaves (Psidium guajava L.) and soursop leaves (Annona muricata L.) in male white rats induced by acetic acid.
This study used 25 male Wistar rats weighing 150 to 200 grams. The rats were randomly divided into 5 groups, the first group receiving 50 mg diclofenac sodium as a positive control group and the second group receiving CMC-Na as a negative control. 0.5%, the third group had a single dose of ethanol extract from guava leaves with a dose of 250 mg / kgBB, the fourth group had a single dose of ethanol extract of 250 mg / kgBB soursop leaves and the fifth group had a combined dose of ethanol extract from guava leaves a dose of 125 mg / kg BB: Ethanol Soursop leaf dose 125 mg / kg body weight. After 30 minutes, 1% acetic acid pain inducer was administered intraperitoneally. Then the amount of stretching was observed for 5 minutes for 1 hour. After the percent strain protection data was obtained, it was analyzed using the Saphiro-Wilk test, the homogeneity test of variants, followed by the Tukey HSD test.
The results showed that the combined dose of guava leaf ethanol extract at a dose of 125 mg / kgBB: 125 mg / kgBB soursop leaf ethanol showed the optimal percentage of protection and effectiveness compared to the positive control group with a stretch protection of 60.20%. and approached a stretch efficiency of 94. 63%. A single guava leaf with anti-stretch was 47.12% and an elongation efficiency was 74.07%, and a single Soursop leaf with anti-stretch was 48.16% and the stretch efficiency was 75.71%.
Keywords: guava leaves, Psidum guajava L., guava leaves, Annona muricata L. Analgesics.INTISARI
Nyeri adalah perasaan sensoris dan emosional yang mengganggu, yang berhubungan dengan ancaman, timbulnya gangguan atau kerusakan jaringan (Roach, S. S. 2004). Daunnya jambu biji dan daun sirsak mengandung beberapa senyawa utama seperti flavonoid, saponin dan tannin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas analgesik ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan daun sirsak (Annona muricata L.) pada tikus putih jantan yang diinduksi asam asetat.
Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus jantan galur wistar, dengan berat badan 150 gram-200 gram.Tikus dibagi menjadi 5 kelompok secara acak, kelompok pertama sebagai kelompok control positif yang diberikan obat Natrium diklofenak 50 mg, kelompok dua sebagai control negative diberikan CMC-Na 0,5%, kelompok ketiga dosis tunggal ekstrak etanol daun jambu biji dosis 250 mg/kgBB, kelompok keempat dosis tunggal ekstrak etanol daun sirsak dosis 250 mg/kgBB dan kelompok kelima dosis kombinasi ekstrak etanol daun jambu biji dosis 125 mg/kgBB: etanol daun sirsak dosis 125 mg/kgBB. Setelah 30 menit, diberikan penginduksi nyeri asam asetat 1% secara intraperitoneal. Kemudian, diamati jumlah geliat 5 menit selama 1 jam. Setelah data persen proteksi geliat diperoleh dianalisis menggunakan uji Saphiro-wilk, uji homogenitas varian, kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey HSD.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis kombinasi ekstrak etanol daun jambu biji dosis 125 mg/kgBB : etanol daun sirsak dosis 125 mg/kgBB menunjukkan persentase proteksi dan efektivitas yang paling optimal mendekati kelompok kontrol positif dengan proteksi geliat sebesar 60,20% dan efektivitas geliat sebesar 94,63%. Tunggal daun jambu biji dengan proteksi geliat sebesar 47,12% dan efektivitas geliat sebesar 74,07%, dan tunggal daun sirsak dengan proteksi geliat sebesar 48,16% dan efektivitas geliat sebesar 75,71%.
Kata kunci: Daun jambu biji, Psidum guajava L., Daun jambu biji, Annona muricata L. Analgesik
Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Ststus Gizi Pada Balita Usia 12- 59 Bulan di Puskesmas Oepoi Kota Kupang
Infection often occurs in children under five, due to poor nutritional status. It is directly influenced by the lack of knowledge about nutritious source. Vice versa, infection diseases can lead to poor nutritional status in children under five. This study almed to analize the correlation between infection disease and nutritional status in children under five.This was a quantitative study with case-control approach, conducted in Puskesmas Oepoi. Atotal of 106 samples were selected by purposive sampling. Data were collected by a set of questionnaires. Data analyzed by chi- square.This study shows that there is a correlation between infection disease and nutritional status (ρ value=<0.001) and it is statistically significant.It is important to ensure that children is raised by a good parenting and good nutritional pattern, and to keep healthy environment so that children is safe from infectious disease that will lead to poor nutritional status.
Keywords:infectious, nutrition, children.
 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN APENDISITIS PADA MASYARAKAT DI KAMPUNG JAGANGARA WILAYAH KERJA PUSKESMAS WEEKAROU KABUPATEN SUMBA BARAT
ABSTRAK
Latar belakang appendisitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing (apendiks). Penyebab terjadinya apendisitis dapat terjadi karena adanya makanan keras yang masuk ke dalam usus buntu dan tidak bisa keluar lagi. Tujuan Penelitian tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan apendisitis pada Masyarakat di Kampung Jagangara Wilayah Kerja Puskesmas Weekaraou Kabupaten Sumba Barat. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 86 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian menunjukkan ρ value= 0,003 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan apendisitis dan ρ value= 0,301 > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan antara sikap dengan tindakan pencegahan apendisitis di Kampung Jagangara Wilayah Kerja Puskesmas Weekarou Kabupaten Sumba Barat. Diharapkan tenaga lebih mengoptimalkan edukasi kesehatan tentang penyakit apendisitis.
Kata kunci: Apendisitis, pengetahuan, sika
UJI DIAGNOSTIK PLATELET TO LYMPHOCYTE RATIO (PLR) PADA PASIEN SEPSIS DEWASA DI RUMAH SAKIT SAIFUL ANWAR MALANG
Background: Sepsis, is a major health problem throughout the world, as evidenced by the high incidence, mortality, health costs needed to manage a patient with sepsis, as well as an increase in the incidence of these events annualy. Platelet Lymphocyte Ratio (PLR) is a new prognostic marker that integrates risk predictions from two parameters, namely platelets and lymphocytes into one, which is commonly used as a marker for aggregation and inflammatory pathways. The purpose of this study was to determine the diagnostic value of PLR on sepsis. Method: Platelet lymphocyte ratio (PLR) was calculated in 100 adult patients who met the inclusion criteria, consisting of 70 sepsis patients and 30 normal adult patients. The diagnosis of sepsis is based on the Sepsis-related Organ Failure Assessment (SOFA) scoring system. Results: The ROC curve showed AUC 0.900 (95% Confidence Interval: 83.9% - 96.2%, p = 0,000) and the best cut-off value from PLR to predict sepsis was greater or equal to 141.9 with sensitivity: 85 , 7% and specificity of 86.7%, and PPV values of 93.8% and NPV of 72.2%. Conclusion: PLR has a good diagnostic value in determining sepsis in adult patients
Keywords: PLR, sepsisLatar Belakang: Sepsis merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia, terbukti dengan tingginya angka kejadian, mortalitas, biaya kesehatan yang dibutuhkan untuk menangani pasien sepsis, serta peningkatan kejadian kejadian tersebut setiap tahun. Platelet Lymphocyte Ratio (PLR) merupakan penanda prognostik baru yang mengintegrasikan prediksi risiko dari dua parameter yaitu trombosit dan limfosit menjadi satu, yang biasa digunakan sebagai penanda jalur agregasi dan inflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai diagnostik PLR pada sepsis. Metode: Trombosit limfosit rasio (PLR) dihitung pada 100 pasien dewasa yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 70 pasien sepsis dan 30 pasien dewasa normal. Diagnosis sepsis didasarkan pada sistem penilaian Penilaian Kegagalan Organ terkait Sepsis (SOFA). Hasil: Kurva KOP menunjukkan AUC 0,900 (Interval Keyakinan 95%: 83,9% - 96,2%, p = 0,000) dan nilai cut-off terbaik dari PLR untuk memprediksi sepsis lebih besar atau sama dengan 141,9 dengan sensitivitas: 85,7% dan spesifisitas 86,7%, dan nilai PPV 93,8% dan NPV 72,2%. Kesimpulan: PLR memiliki nilai diagnostik yang baik dalam menentukan sepsis pada pasien dewasa
Kata kunci: PLR, sepsi
PENGETAHUAN TENTANG PUBERTAS DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN FISIK PADA REMAJA AWAL DI SD DUTA BAKTI YOGYAKARTA
Reproductive health in adolescents needs attention, because through youth as the next generation to build the nation. Adolescence is a transitional period between childhood and adulthood. At that time, optimal growth and development occurs, primary and secondary sex characteristics arise, fertility is achieved and psychological and cognitive changes occur. Before adolescence, there is a period of transition or transition, called puberty. Puberty is the occurrence of biological changes that include morphology and physiology. This happens rapidly from childhood to adulthood, especially in reproductive capacity, namely changes in the genitals from the child to adult stage. The formulation of the problem in this study is How Knowledge About Puberty In Facing Physical Changes in Early Adolescents at Duta Bakti Elementary School Yogyakarta. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge of early adolescents about puberty with attitudes towards physical changes. This type of research is qualitative with an analytical observational approach with a cross sectional design. The research population was all 6th grade students at SD Duta Bakti Yogyakarta as many as 98 students. The research sample amounted to 10 students with purposive sampling technique. Data analysis used qualitative analysis by analyzing the content of the discussion, with the independent variable being the level of knowledge about puberty and the dependent variable. The results showed that early adolescents' knowledge of puberty was good, this was indicated by adolescents' understanding of good puberty and their attitudes towards understanding and accepting positively the changes they experienced during the pubertal process.
Keywords: Youth, PubertyKesehatan reproduksi pada remaja perlu mendapat perhatian, karena melalui remaja sebagai generasi penerus untuk membangun bangsa. Remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa. Pada masa itu terjadi tumbuh kembang yang optimal, timbul ciri-ciri seks primer dan sekunder, tercapainya fertilitas dan terjadi perubahan-perubahan psikologi serta kognitif. Sebelum masa remaja, terdapat suatu masa transisi atau peralihan, yang disebut masa pubertas. Masa pubertas adalah terjadinya perubahan biologis yang meliputi morfologi dan fisiologi. Hal ini terjadi dengan pesat dari masa anak ke masa dewasa, terutama kapasitas reproduksi yaitu perubahan alat kelamin dari tahap anak ke dewasa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja awal tentang pubertas dengan sikap menghadapi perubahan fisik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan secara observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas 6 di SD Duta Bakti Yogyakarta sebanyak 98 siswa. Sampel penelitian berjumlah 10 siswa dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan analisa kualitatif dengan menganalisa konten diskusi, dengan variable independent tingkat pengetahuan tentang pubertas dan variable dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja awal tentang masa pubertas baik, ini ditandai dengan pemahaman remaja tentang pubertas baik dan sikap sikap mereka memahami dan menerima dengan positif perubahan-perubahan yang mereka alami selama proses pubertas .
Kata kunci : Remaja, Pubertas
 
ANALISIS PENGARUH INDIKATOR KADARZI TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI INDONESIA
Family conscious nutrition is one of the government program to reduce health and nutrition problem with implementing balance nutrition behavior such as implementing exclusive breastfeeding, monitoring body weight regularly, eating with wide variety of food, consuming iodine fortified salt, and consuming supplementation for family members in need. Stunting is still a major nutrition problem in Indonesia, and implementing family conscious nutrition expected to reducing the problem with family participation. The purpose of this literature review is to find out the effect of implementation family conscious nutrition program on nutritional status and which indicator with greater effect on it. Method used for searching the article with relevant keywords. Program indicator that take effect on height for age nutritional status was breastfeeding practice and eating various food. The support from various party are required to ensure continuity and the success of this program.
Keywords: family conscious nutrition, children under five, nutritional status, stuntingKeluarga sadar gizi (Kadarzi) merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan mengatasi masalah gizi dan kesehatan dengan menerapkan perilaku gizi seimbang seperti implementasi ASI eksklusif, pemantauan berat badan secara teratur, makan beraneka ragam, konsumsi garam beryodium, dan suplementasi gizi bagi anggota keluarga yang membutuhkan. Stunting masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia, dan penerapan kadarzi diharapkan dapat membantu mengatasi masalah ini melalui peran serta keluarga. Tujuan telaah literatur ini adalah mengetahui pengaruh penerapan program keluarga sadar gizi (Kadarzi) terhadap status gizi balita dan indikator kadarzi yang paling berpengaruh. Metode pencarian artikel atau jurnal menggunakan kata kunci yang relevan. Indikator yang berpengaruh terhadap status gizi TB/U adalah pemberian ASI dan konsumsi makanan beragam. Diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar program kadarzi dapat terus berjalan dan berhasil.
Kata Kunci: keluarga sadar gizi, status gizi, balita, stuntin
POLA KONSUMSI PANGAN, STATUS GIZI, KADAR HEMOGLOBIN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMK KUPANG
A good nutritional status is one of the determining factors for the success of national development. School-age adolescents need to get good attention because in addition to their large number, which is around 30% of the total population, health and nutrition programs in this group have a wide impact not only today, but directly affect the quality of human resources in the future. This is to analyze the effect of food consumption patterns, nutritional status, and hemoglobin levels on learning achievement of vocational high school students. This type of research is analytic observational with cross sectional design. The number of samples in this study were 206 students. The results showed that food consumption patterns that greatly influenced learning achievement were the amount of food, namely energy with p = <0.05; p = 0.000 and protein p = <0.05; p = 0.009 while the food consumption pattern that had no effect was the type of food p = <0.05; p = 0.530 and the feeding frequency p = <0.05; p = 0.027; Nutritional status is also very influential on learning achievement, namely p = <0.05; p = 0.005. Hemoglobin levels have an effect on learning achievement, namely p = <0.05; p = 0.007. The suggestion in this research is to increase vocational students' knowledge about food knowledge with nutrition and to help provide motivation to increase the success of learning achievement.
Keywords: Food Consumption Pattern, Nutritional Status, Hemoglobin Level, Learning AchievementABSTRAK
Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan Nasional. Anak remaja usia sekolah perlu mendapat perhatian dengan baik karena disamping jumlahnya yang banyak yaitu sekitar 30% dari jumlah penduduk, program kesehatan dan gizi pada kelompok ini berdampak luas tidak saja pada masa kini, tetapi secara langsung mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa datang Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh pola konsumsi pangan, status gizi, dan kadar hemoglobin terhadap prestasi belajar siswa SMK. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 206 siswa. Hasil penelitian menunjukan pola konsumsi pangan yang sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar adalah jumlah makanan yaitu energy dengan p=< 0,05; p= 0,000 dan protein p=< 0,05; p= 0,009 sedangkan pola konsumsi pangan yang tidak berpengaruh adalah jenis makanan p=< 0,05; p= 0,530 dan frekwensi makan p=< 0,05; p=0,027; status gizi juga sangat berpengaruh pada prestasi belajar yaitu p=< 0,05;p=0,005. Kadar hemoglobin berpengaruh terhadap prestasi belajar yaitu p=< 0,05; p= 0,007. Saran dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMK tentang pengetahuan makanan dengan gizi dan membantu memberikan motivasi untuk meningkatkan keberhasilan prestasi belajar.
Kata Kunci : Pola Konsumsi Pangan, Status Gizi, Kadar Hemoglobin, Prestasi Belaja
EDUKASI GIZI MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SEKOLAH DASAR TENTANG SARAPAN SEHAT
Siswa sekolah dasar merupakan kelompok yang mulai terlibat pada banyak aktivitas, terutama di sekolah, sehingga membutuhkan asupan zat gizi yang cukup. Pemenuhan asupan zat gizi dapat dimulai dengan sarapan teratur setiap hari. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh media edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa tentang sarapan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan desain One Group Pre test - Post test Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 123 siswa kelas 4 dan 5 SDI Oebufu, Kota Kupang yang dipilih menggunakan total sampling. Analisis statistik menggunakan uji paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa tentang sarapan (p value=0.000). Pihak sekolah perlu melakukan edukasi gizi secara rutin kepada siswa bekerjasama dengan petugas kesehatan agar mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap, serta dipraktekkan siswa setiap har
ISOLASI DAN IDENFIKASI BAKTERI SALMONELLA DAN Staphylococus aureus PADA IKAN TONGKOL ASAP YANG DISIMPAN PADA SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA
ABSTRACT
This research aimed to know the isolation and identification of Salmonella and Staphylococcus aureus bacterium content of smoked at Euthynnus afinis of temperature and duration of storage. This research represent research of laboratoris eksperimental with factorial experiment desain 2 factor, that is A factor treatment of temperature ( 0oC, 4oC, 25oC), and duration of storage treatment factor ( 0, 4, 8, 12 day) each treating 3 replikasi. The result of isolation and identification no Salmonella were found, howefer Staphylococcus aureus were found. The total Staphylocuccus aureus bacterium content of smoked Euthynnus afinis: Treatment of temperature 4oC, and duration of storage 12 and 16 day, mean of colony 3,5 x 104 CFU/ml, and 2,2 x 105 CFU/ml. Treatment of temperature 25oC, and duration of storage 4, 8, 12 and 16 day, each mean of colony 1,6 x 104 CFU/ml, 2,7 x 104 CFU/ml, 1,6 x 105 CFU/ml, dan 4,2 x 105 CFU/ml.
Keywords: Isolation, Identification, Salmonella, Sataphylococcusaur eureus, Euthynnus afinisABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi kandungan Bakteri Salmonella dan Staphylococcus aureus pada ikan tongkol (Euthynnus afinis) asap yang disimpan pada suhu yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain eksperimen faktorial 2 faktor, yaitu faktor A perlakuan suhu (0oC, 4oC, 25oC), dan faktor B perlakuan lama penyimpanan (0, 4, 8, 12 hari) masing-masing perlakukan 3 replikasi. Hasil isolasi dan identifikasi tidak ditemukan atau tidak mengandung bakteri Salmonella, sedangkan Staphylococcus aureus ditemukan. Jumlah bakteri Staphylocuccus aureus yang terkandung dalam ikan tongkol asap: Perlakuan pada suhu 4oC, dan lama penyimpanan 12 dan 16 hari rata-rata koloni 3,5 x 104 CFU/ml, dan 2,2 x 105 CFU/ml. Perlakuan pada suhu 25oC lama penyimpanan 4 hari, 8 hari, 12 hari, dan 16 hari rata-rata masing-masing 1,6 x 104 CFU/ml, 2,7 x 104 CFU/ml, 1,6 x 105 CFU/ml, dan 4,2 x 105 CFU/ml.
Kata kunci: Isolasi, Identifikasi, Salmonella, Sataphylococcusaur eureus, Euthynnus afini