CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
    376 research outputs found

    STRATEGI GURU PAR (PENDIDIKAN ANAK REMAJA) DALAM MENGATASI BULLYING DI KELAS KATEKISASI GMIT JEMAAT MIZPA TETEBUDALE KABUPATEN KUPANG

    Get PDF
    Bullying telah lama menjadi bagian dari dinamika sekolah. Umumnya orang lebih mengenalnya dengan istilah-istilah seperti penggencetan, pemalakan, pengucilan, intimidasi, dan lain-lain. Istilah bullying sendiri memiliki makna yang lebih luas, mencakup berbagai bentuk penggunaan kekuasaan atau kekuatan untuk menyakiti orang lain sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi guru dalam mengatasi bullying yang terjadi dilingkungan Jemaat Mizpa Tetebudale Kabupaten Kupang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian adalah teknik accidental sampling, sehingga diperoleh sampel guru PAR/pengajar katekisasi 1 orang, anggota katekisasi 5 orang dan pendeta 1 orang sebagai pelengkap informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang terjadi yaitu yang merasa dirinya kuat, keren, ganteng atau cantik melakukan beberapa jenis bullying antara lain: pertama, secara fisik: memukul, mendorong korban, kedua bullying verbal: julukan nama, celaan, fitnah, kritik kejam, penghinaan dan gosip. ketiga: bullying relasional dilakukan dengan cara sikap-sikap tersembunyi seperti pandangan yang agresif, lirikan mata, senyum sinis atau tawaan mengejek. Dalam menanggapi tindakan ini, pengajar PAR tidak menggunakan metode khusus untuk mengatasi bullying di kelas katekisasi, pengajar hanya memberikan gambaran tentang saling menghargai sesama sebagai ciptaan Allah sehingga masalah bullying di kelas katekisasi belum dapat diselesaikan. Hasil penelitian ini menunjukan pentingnya peran seorang pengajar dalam mengatasi masalah bullying di kalangan remaja dalam hal ini anggota katekisasi. Banyak efek negatif yang dapat terjadi apabila bullying terus menerus dilakukan. Sehingga pelaku dan korban perlu mendapat perhatian khusus.   Kata kunci: Bullying, Pengajar, Anggota Katekisasi dan Strategi. &nbsp

    PERANAN ORANG TUA TERHADAP KEPATUHAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA ANAK USIA SEKOLAH SELAMA MASA PANDEMI

    Get PDF
    Peranan orang tua yang sangat penting adalah untuk memberikan asuhan positif kepada anak, melalui pemenuhan kebutuhan anak. Dalam menjaga kebersihan, anak perlu mendapat arahan dari orang tua. Salah satu cara sederhana dalam menjaga kebersihan yang bisa diajarkan oleh orang tua kepada anak adalah mencuci tangan pakai sabun. Dalam kondisi pandemi saat ini, cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan salah satu pencegahan penyebaran Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa peranan orang tua terhadap kepatuhan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada anak usia sekolah di SD Advent Parongpong, Bandung Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain kolerasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua (ayah atau ibu) yang memiliki anak usia sekolah di SD Advent Parongpong, Bandung Barat. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel 91 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan baik yang dimiliki orang tua mempunyai hubungan dengan kepatuhan anak kepada orang tua mereka. Semakin baik peranan orang tua untuk mengajarkan dan mengingatkan anak, maka akan semakin tinggi tingkat kepatuhan anak dalam mencuci tangan pakai sabun. Nilai yang didapati dari peranan orang tua sangat baik (93,41%) dengan hasil kepatuhan anak di tingkat sangat patuh (84,62%). Bagi orang tua diharapkan dapat secara rutin untuk mengingatkan anak-anak agar selalu mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan setelah beraktifitas di luar rumah

    PENGARUH SIKAP DAN DUKUNGAN KELUARGA PASIEN TUBERKULOSIS PARU TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS TARUS KABUPATEN KUPANG

    Get PDF
    Abstract Tuberculosis is a direct infectious disease caused by mycobacterium tuberculosis bacteria. In 2014, Indonesia was ranked  second  in  the  country with the most tuberculosis sufferers  after  India. This research was a quantitative study with a cross-sectional approach to 62 respondents, with a purposive sampling technique in one puskesmas under the authority of the Health Office of Kupang regency in August 2019. Data collection used three instruments, namely attitude questionnaire, family support and adherence questionnaire of Morisky Medication Adherence Scale ( MMAS). Data were analyzed using nonparametric statistics and multiple linear regression tests.75.8% of respondents had good attitude. 75.8% of respondents had good family support. 75,8% of  respondents  found ti be well shown. The results of multiple linear regression tests obtained p-value = 0.001 that was under 0.05. Statistical counts were found to be meaningful or there was an impact between attitude variables and family support for medication adherence. Therefore, it is advisable to involve the family in the treatment process. Keywords:  attitude, family support, adherence of taking anti-tuberculosis medicationAbstrak             Tuberkulosis adalah  suatu  penyakit  menular  langsung  yang  disebabkan  oleh  kuman  Mycrobacterium  Tuberculosis.  Pada  tahun  2014, Indonesia  menempati  peringkat  kedua  negara  dengan  penderita  tuberkulosis  terbanyak  setelah  India. Penelitian ini  adalah  penelitian  kuantitatif  dengan  pendekatan cross sectional  pada  62  responden dengan  teknik  pruposive  sampling di satu  puskesmas di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang  pada  bulan  Agustus  2019.  Pengumpulan  data  menggunakan  tiga  instrumen, yaitu  kuesioner sikap, dukungan keluarga dan kuesioner  kepatuhan Morinsky Medication Adherence Scale (MMAS). Analisis data menggunakan  statistik non parametrik dan uji regresi linear berganda. Presentase  responden  yang  memiliki  sikap terhadap minum obat anti tuberkulosis berada pada kategori baik  75,8%. Presentase responden yang memiliki dukungan  keluarga terhadap minum obat anti tuberkulosis berada pada kategori  baik 75,8%. Presentase  responden  yang memiliki  kepatuhan terhadap minum obat anti tuberkulosis berada pada kategori patuh 75,8%.  Hasil  uji  regresi  linear  berganda  didapatkan  nilai  p value =  0,001  yakni  lebih  kecil  dari  0,05. Hitungan  statistik  bermakna  atau  ada  pengaruh  antara  variabel  sikap, dukungan  keluarga  terhadap  variabel  kepatuhan  minum  obat.  Sehingga  disarankan  untuk  melibatkan  keluarga  dalam  proses  pengobatan. Kata  kunci: Tuberkulosis paru, sikap, dukungan keluarga, kepatuhan minum obat anti tuberkulosis

    HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DAN DUKUNGAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2020

    Get PDF
    Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang yaitu melakukan wawancara kepada 10 orang ibu hamil, terdapat 4 orang ibu hamil tidak pernah melakukan pemeriksaan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Suami dan Dukungan Petugas Kesehatan dengan Kunjungan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2020. Jenis penelitian merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling, di mana jumlah sampel adalah sebanyak 41 orang. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan Chi-square. Ada hubungan dukungan suami dan dukungan petugas kesehatan pada ibu hamil dengan kunjungan antenatal care di Wilayah Kerja Puskesmas Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2020 (p < 0,05). Dukungan suami dan dukungan petugas kesehatan yang kurang menjadi faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care di Wilayah Kerja Puskesmas Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Disarankan bagi petugas kesehatan khususnya bidan untuk memberikan penyuluhan atau konseling kepada para suami yang menemani istrinya melakukan pemeriksaaan antenatal care. Kata kunci : antenatal care, dukungan suami, dukungan petugas kesehatanBased on a preliminary survey conducted in the Work Area of the Hamparan Perak Public Health Center, Deli Serdang Regency, namely conducting interviews with 10 pregnant women, there were 4 pregnant women who had never had a pregnancy check-up. This study aims to determine the relationship between husband support and support from health workers with Antenatal Care Visits in the Work Area of the Hamparan Perak Public Health Center, Deli Serdang Regency in 2020. This type of research is an analytic observational study with a cross sectional study approach.. The sample in this study used simple random sampling technique, in which the number of samples was 41 people. The data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis using Chi-square.There is a relationship between husband's support and support from health workers for pregnant women with antenatal care visits in the Work Area of the Hamparan Perak Public Health Center, Deli Serdang Regency in 2020 (p <0.05). Husband support and less support from health workers are factors related to antenatal care visits in the area of Puskesmas Hamparan Perak, Deli Serdang Regency. It is recommended for health workers, especially midwives, to provide counseling or counseling to husbands who accompany their wives to conduct antenatal care. Keywords: antenatal care, husband's support, health care worker support &nbsp

    HUBUNGAN RIWAYAT KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS KARANG JAYA KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA TAHUN 2019

    Get PDF
    Stunting is a problem that is still considered normal by parents, so this study aims to study the relationship between a history of chronic energy deficiency in mothers with the incidence of stunting in children under five at the Karang Jaya Health Center, Musi Rawas Utara Regency in 2019. This type of research is an analytical survey with a Case Control approach. The population of all toddlers aged 2-5 years 2019 is 103 toddlers. Samples were taken 1: 1, namely 26 people who were stunting were taken by total sampling and 26 people who were not stunted were taken systematically random sampling with a multiple of 3. The data used were secondary data by looking at the documentation. Data analysis was performed using the Chi-Square test (χ2), the Contingency Coefficient test (C) and the Odd Ratio (OR) value. The results showed: (1) Of the 52 samples, 26 people (50%) experienced stunting and 26 people (50%) did not experience stunting; (2) Of the 52 samples, there were 20 people (38.5%) who had a history of KEK and 32 people (61.5%) had no history of KEK and (3) There was a relationship between the history of KEK and the incidence of stunting in children under five in the work area of ​​Puskesmas Karang Jaya North Musi Rawas District, with the category of medium relationship. It is hoped that the Puskesmas will be able to increase public knowledge about the importance of maintaining health during pregnancy by conducting health promotion and direct screening of pregnant women.Stunting merupakan permasalahan yang masih di anggap biasa oleh orang tua maka penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan riwayat kekurangan energi kronik pada ibu dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara Tahun 2019. Jenis penelitian ini survey analitik dengan pendekatan Case Control. Populasi seluruh balita usia 2-5 tahun Tahun 2019 sebanyak 103 balita. Sampel diambil 1:1 yaitu 26 orang Stunting diambil secara total sampling dan 26 orang tidak Stunting diambil secara  Systematik  Random  Sampling dengan kelipatan 3. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan melihat dpokumentasi. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square (χ2), Uji Contingency Coefficient (C) dan nilai Odd Ratio (OR). Hasil penelitian didapatkan: Dari 52 sampel terdapat 26 orang (50%) mengalami kejadian stunting dan 26 orang (50%) tidak mengalami kejadian stunting; Dari 52 sampel terdapat 20 orang (38,5%) ada riwayat KEK dan 32 orang (61,5%) tidak ada riwayat KEK dan Ada hubungan riwayat KEK dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara, dengan kategori hubungan sedang. Diharapkan kepada Puskesmas untuk dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan dengan melakukan promosi kesehatan dan skrining pada ibu hamil secara langsung

    GAMBARAN PERSEPSI DAN PERILAKU IBU TERKAIT PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI RUANG ANAK RSUD KEFAMENANU

    Get PDF
    Background: Behavior is a response to stimuli or stimuli in the tangible form that can be observed directly through activities that are a form of real action or someone’s actions. The factor’s that influence mother’s behavior in preventing diarrhea in toddles are vulnerability perception, perception of seriousness, perception of benefits and obstacles, cues or instructions from others and maternal behavior in preventing diarrhea in infants. The purpose of this study was to find out how the description of perceptions and prevention behavior associated with diarrhea in infants in the children’s room kefamenanu Regional General Hospital. Method: the type of research is quantitative with survey research design. The sample of the study was 92 mothers whose toddlers suffered from diarrhea with a purposive sampling technique. The results of the research point:the respondents had a vulnerability perception as much as 96,7 % (89 peoples), seriousness perception as much as 75,0% (69 peoples), Perception of benefits as much as 94,6% (87 peoples), perception of obstacles as much as 100% (92 peoples), instructions perception as much as 72,8% (67 peoples), Mothers behavior category as much as 72,8% (67 peoples). Conclusion:89 (96,7%) respondentshad the perception that children under five were susceptible to diarrhea. 69 (75,0%) respondentshad the perception that the diarrhea that happened to the children were serious effect.  87 (94,6%) respondents have the perception that good prevention behavior from mothers has benefits in preventing diarrhea in infants.All respondents had a good perception of maternal behavior related to diarrhea prevention in infant..as many as 67 (72,8%) respondents have a good relationship with family members related to the prevention of diarrhea in infants. As many as 89 (96,7%) respondentshave a good behavior to prevention of diarrhea in infants. Keywords: Diarrhea, Perception Picture, Mother BehaviorLatar Belakang:  Perilaku merupakan suatu respon terhadap rangsangan atau stimulus dalam bentuk nyata yang dapat diobservasi secara langsung melalui kegiatan yang merupakan bentuk tindakan nyata/ tindakan seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam mencegah diare pada balita yaitu persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat dan hambatan, isyarat atau petunjuk dari orang lain dan perilaku ibu dalam mencegah diare pada balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran persepsi dan perilaku pencegahan ibu terkait diare balita di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah Kefamenanu. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan rancangan penelitiannya survey. Sampel penelitian berjumlah 92 ibu yang balitanya menderita diare dengan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian: Responden memiliki kategori persepsi kerentanan sebanyak 96,7% (89 orang), kategori persepsi keseriusan sebanyak 75,0% (69 orang), kategori persepsi manfaat sebanyak 94,6% (87 orang), kategori persepsi hambatan sebanyak 100% (92 orang), kategori persepsi isyarat sebanyak72,8% (67 orang), kategori perilaku ibu sebanyak 72,8% (67 orang). Kesimpulan: Sebanyak 89 orang (96,7%) responden memiliki persepsi bahwa balita rentan terkena penyakit diare. Sebanyak 69 orang (75,0%) responden memiliki persepsi bahwa diare yang terjadi pada balita memiliki dampak yang serius. Sebanyak 87 orang (94,6%) responden memiliki persepsi bahwa perilaku pencegahan yang baik dari ibu memiliki manfaat dalam mencegah terjadinya diare pada balita. Semua responden memiliki persepsi yang baik dari perilaku ibu terkait pencegahan diare pada balita. Sebanyak 67 orang (72,8%) responden memiliki hubungan yang baik dengan anggota keluarga terkait pencegahan diare pada balita.  Sebanyak 89 orang (96,7%) responden memiliki perilaku yang baik terkait pencegahan diare pada balita.   Kata Kunci: Diare, Gambaran Persepsi, Perilaku Ib

    SURVEY PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN COVID-19 PADA MAHASISWA UNIVERSITAS CITRA BANGSA KUPANG

    Get PDF
    Corona Virus Disease (Covid-19) becomes a serious problem across the world nowadays due to it could cause death for the community and health workers, hence it becomes a priority of the service to both global health and nation. Knowledge of the student against the pandemic of Covid-19 are significant to reduce the Covid-19 transmission.  This research is aimed to describe the knowledge on Covid-19 prevention to the Student of Citra Bangsa Kupang University. This research used a quantitative research design with a descriptive survey approach. The sample collected consists of 144 respondents of the student at the Citra Bangsa University of Kupang by using a cluster sampling technique. The technique of analyzing data used was a univariate analysis technique with the frequency of distribution variable. The instrument used as a tool of analysis data was a questionnaire shared through a google form. The results of the analysis showed that of the knowledge student against Covid-19 prevention are; total of 97 respondents (67.4%) of student have good knowledge of Covid-19 preventions. The student of the Citra Bangsa University of Kupang is expected to health protocol and continue enhancing knowledge to face the pandemic of Covid-19, to reduce the risk of COVID-19 transmission.   Keywords: Knowledge,  Covid-19.Corona Virus Dissease (COVID 19) menjadi masalah serius bagi dunia saat ini dan dapat menyebabkan kematian bagi masyarakat maupun tenaga kesehatan, sehingga COVID-19 sampai saat ini masih menjadi prioritas pelayanan bagi dunia kesehatan dan negara. Pengetahuan mahasiswa dalam menghadapi pandemi COVID-19 sangatlah penting untuk dapat mengurangi resiko penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan mahasiswa Universitas Citra Bangsa Kupang tentang pencegahan COVID-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif survei. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 144 responden mahasiswa di Universitas Citra Bangsa Kupang dengan menggunakan teknik cluster sampling. Analisis data yang digunakan adalah Teknik analisis univariat dengan menyajikan distribusi frekuensi variable. Instrumen yang digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini adalah kuesioner yang disebarkan melalui google form. Hasil analisis menunjukkan tingkat pengetahuan mahasiswa tentang pencegahan COVID-19 sebagian besar berada pada kategori baik dengan jumlah responden sebanyak 97 (67,4%). Mahasiswa Universitas Citra Bangsa Kupang diharapkan untuk menaati protokol kesehatan dan tetap meningkatkan pengetahuan dalam menghadapi pandemi COVID-19 sehingga mahasiswa dapat mengurangi resiko penularan COVID-19.   Kata Kunci: Pengetahuan, COVID-19

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SELF CARE PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT ANUTAPURA PALU

    Get PDF
    ABSTRACT Modern life style with a lot of menu of food and unhealthy life style could caused increasing of degenerative disease and one of it is Diabetic Mellitus. The problem could minimalised if the patient have self efficacy, family support and health insurance in arrangement of the disease by doing self care. The aims of this research to obtain the  correlation factors of  self care toward type II  of  diabetic mellitus patient in Anutapura General Hospital, Palu. This is quantitative research with correlation method of cross sectional approached. Total of population is 112 respondents, but sampling only 32 respondents that taken by accidental sampling technique.data analysed by chi square test. The result shown that most of  respondents have good self efficacy (81.2%), duration time with DM suffering experiences >5 years (53,1%), have good family support (78,1%) and have health insurance (87,5%). The result of  chi-square bivariate analyses found that self efficacy have p value 0,012<0,05, long suffering have p value 0,028<0,05, family support have p value 0,000<0,05 and health insurance have p value 0,025<0,05. Conclusion of this research that all independent variables have significant correlation with dependent variables  (self care) toward type II of diabetic mellitus patient.   Keyword: self efficacy, long suffering, family support, health insurance, self careABSTRAK Gaya hidup modern dengan banyak pilihan menu makanan dan cara hidup yang kurang sehat dapat menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah penyakit degeneratif. Salah satu penyakit degeneratif yaitu Diabetes Melitus. Masalah tersebut dapat diminimalkan jika pasien memiliki efikasi diri, dukungan keluarga, serta kepemilikan jaminan kesehatan untuk melakukan pengelolaan terhadap penyakitnya yaitu dengan cara melakukan self care. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan self care pada pasien Diabetes Melitus tipe II di Rumah Sakit Anutapura Palu. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode korelatif pendekatan cross sectional, jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 112 responden, dengan sampel penelitian sebanyak 32 responden dengan tekhnik pengambilan sampel accidental sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki efikasi diri baik (81,2%), lama menderita DM >5 tahun (53,1%), dukungan keluarga baik (78,1%), dan yang memiliki kepemilikan jaminan kesehatan (87,5%). Hasil analisis bivariat chi-square diperoleh efikasi diri dengan nilai p value 0,012<0,05, lama menderita dengan nilai p value 0,028<0.05, dukungan keluarga dengan nilai p value 0,000<0,05, dan kepemilikan jaminan kesehatan dengan nilai p value 0,025<0,05. Simpulan dari penelitian ini adalah semua variabel independen memiliki hubungan signifikan dengan variabel dependen (self care) pada pasien diabetes melitus tipe II. Kata Kunci:efikasi diri, lama menderita, dukungan keluarga, kepemilikan jkn, self car

    RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK.III DRS. TITUS ULLY KUPANG

    Get PDF
                                                                                                                                       ABSTRACT           Urinary Tract Infection (UTI) is a condition characterized by the presence of bacterias or microbes that grow and multiply in the urinary tract in significant numbers. Anatomically, the types of UTI are divided into lower UTI/ cystitis and upper UTI/pyelonephritis. E. coli is one of the most common bacteria that cause UTIs. The main therapy given in UTI management is antibiotics to kill bacteria that cause UTIs. The purpose of this study was to describe the use of antibiotics in UTI patients including the right drug, the right dose, the right route of administration, and the right duration of therapy.                   The design of this research was quantitative descriptive with retrospective data collection, based on medical records ofuncomplicated UTI inpatients at Bhayangkara Tk.III Drs Titus Ully Hospital in 2018. The sampling technique used was total sampling with a total of 30 patients in which each patient received 2 types of antibiotic therapy.                   The results of the study of 60 antibiotics showed that the most commonly used antibiotic was Ceftriaxone (25%), the rational use for the right drug was 85%, the right dose was 43%, the right route of administration was 100%, and the right duration of therapy was 23%.  Keywords:UrinaryTract Infections, Cystitis, Pyelonephritis, Rational Use of  Antibiotics.                                                                                                                                   ABSTRAK             Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan adanya bakteri yang tumbuh dan berkembang biak disaluran kemih dalam jumlah yang bermakna. Secara anatomi, jenis ISK dibedakan menjadi ISK bagian bawah/sistitis dan ISK bagian atas/pielonefritis. Bakteri E.coli merupakan salah satu bakteri yang paling umum menyebabkan ISK. Terapi utama yang diberikan dalam penatalaksanaan ISK adalah antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab ISK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada pasien ISK meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat rute pemberian dan tepat lama pemberian.                Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif, yaitu pengumpulan data dari rekam medis pasien ISK tanpa komplikasi rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.III Drs Titus Ully Kupang tahun 2018. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 30, yang mana masing-masing pasien mendapatkan  2 jenis terapi antibiotik.               Hasil penelitian dari 60 antibiotik menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Seftriakson (25%) dan kesesuaian penggunaan obat untuk tepat obat 85%, tepat dosis 43%, tepat rute pemberian 100%, dan tepat lama pemberian 23%.   Kata kunci: Infeksi Saluran Kemih, Sistitis, Pielonefritis, Antibiotik, Rasionalitas

    PENGARUH KONSELING TERHADAP PENGETAHUANIBU DALAM PERAWATAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUANGAN NHCU RSUD PROF DR. W. Z. JOHANNES KUPANG

    Get PDF
    The results of Indonesia's demographic and health survey of infant mortality rates were 34/1000 live births, far from the MDG target (23/1000 live births). The main causes of infant death are asphyxia, premature babies, Low Birth Weight and infections. The efforts made by the government to reduce infant mortality in 2018 are PRONAS. Efforts are being made to reduce the infant mortality rate at RSF PROF Dr. W. Z. Johannes Kupang with PONEK services. The  purpose of this study is to find out the differences in mother's knowledge before being given counseling about Low Birth Weight care and after being given Low Birth Weight  care counseling.    The study design used one group pretest and posttest design, conducted on 30 samples of mothers with Low Birth Weight infants. Statistical tests using Wilcoxon with the results, p = 0,000, where the data is said to have an effect if p <0.05, then H1 is accepted meaning there is an influence. The results showed that prior to being given counseling knowledge of the mother (66.7%) and after being given counseling increased (96.7%). Conclusion: There is an effect of counseling on mother's knowledge after counseling is given. Recommended: for nurse in the nhcu room to always provide regular counseling for every mother with LBW when treated and before going home.   Keywords: knowledge of Low Birth Weight  counselingHasil survey demografi dan kesehatan Indonesia angka kematian bayi sebesar 34/1000 kelahiran hidup, jauh dari sasaran MDGs (23/1000 kelahiran hidup). Penyebab utama kematian bayi adalah asfiksia, bayi prematur, Bayi Berat Lahir Rendah dan infeksi. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan angka kematian bayi pada tahun 2018 adalah PRONAS. Upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian bayi di RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang dengan ada pelayanan PONEK. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan pengetahuan ibu sebelum diberikan konseling tentang perawatan Bayi Berat Lahir Rendah dan setelah diberikan konseling perawatan Bayi Berat Lahir Rendah. Rancangan penelitian menggunakan one group pretest and posttest design, dilakukan terhadap 30 sampel ibu dengan  Bayi Berat Lahir Rendah. Uji statistik menggunakan wilcoxon dengan hasil,p=0,000,dimana data dikatakan mengalami pengaruh apa bila p < 0.05, maka H1 diterima artinya ada pengaruh. Hasil Penelitian menunjukan sebelum diberikan konseling pengetahuan ibu (66.7%) dan setelah diberikan konseling mengalami peningkatan (96.7%). kesimpilan ada pengaruh konseling terhadap pengetahuan ibu setelah diberikan konseling. Rekomendasi: Bagi perawat ruangan NICU agar selalu memberikan konseling secara teratur untuk setiap ibu dengan Bayi Berat Lahir Rendah saat dirawat dan evaluasi sebelum pulang.   Kata Kunci:Pengetahuan, konseling Bayi Berat Lahir Renda

    345

    full texts

    376

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇