CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
    376 research outputs found

    SURVEI PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI NERS UNIVERSITAS CITRA BANGSA KUPANG

    Get PDF
    Smoking behavior is very detrimental to both yourself and the surrounding environment including for students. Students' smoking behavior can be due to peer influence or social environment. This smoking behavior can result in decreased motivation, concentration ability and memory. The purpose of this study is to determine the percentage of smoking behavior in students of Ners Universitas Citra Bangsa study program. This research is quantitative research with descriptive research design. The samples in this study were students of study program Ners angkatam X, XI, and XII who actively lectured 59 people collecting data using questionnaires. The results showed the majority of respondents smoked (66.1%) and the amount of cigarettes spent in a day is 1-5 sticks. In 1 cigarette that is smoked can be released about 4000 harmful chemicals of which the most dangerous are nicotine, tar, and carbon monoxide (CO). Every time you smoke, intentionally or not, you also inhale more than 4000 kinds of poison. The dangers of smoking for health can be in the form of cardiovascular, respiratory, mental malignancies and other disorders. The easier it is for a person to start smoking cigarettes, the longer the duration of smoking and the greater the burden of smoking to develop into a disease.   Keywords : Smoking behavior, Students.Perilaku merokok sangat merugikan baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar termasuk bagi mahasiswa. Perilaku merokok mahasiswa dapat disebabkan pengaruh teman sebaya atau lingkungan sosial. Petilaku merokok ini dapat mengakibatkan penurunan motivasi, kemampuan konsentrasi dan daya ingat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase perilaku merokok pada mahasiswa program studi Ners Universitas Citra Bangsa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa proram studi Ners angkatam X, XI, dan XII yang aktif perkuliahan berjumlah 59 orang pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden merokok (66,1%) dan jumlah rokok yang dihabiskan dalam sehari adalah 1-5 batang. Dalam 1 batang rokok yang dihisapkan dapat dikeluarkan sekitar 4000 bahan kimia berbahaya diantaranya yang paling berbahaya adalah nikotin, Tar, dan karbon monoksida (CO). Setiap kali merokok baik disengaja maupun tidak, berarti juga menghisap lebih dari 4000 macam racun. Bahaya merokok bagi kesehatan dapat berupa gangguan Kardiovaskuler, pernapasan, keganasan mental dan gangguan lainnya. Semakin mudah usiah seseorang mulai konsumsi rokok maka semakin panjang durasi merokoknya dan makin besar beban merokok untuk berkembang menjadi penyakit.   Kata Kunci: Perilaku merokok, Mahasiswa

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI DESA PENFUI TIMUR WILAYAH KERJA PUSKESMAS TARUS KABUPATEN KUPANG

    Get PDF
    The low rate of contraceptive use illustrates the failure to implement family planning programs in a region. Coverage of CPR (Contraception Prevalence Rate) in East Penfui Village is 14.2%. The figure is still far from the national target of 66%. The factor that can influence the use of contraception is knowledge, information on health workers and community socio-culture. The purpose of this study was to determine the corelation between knowledge, information on health workers, socio-culture with contraceptive use in the East Penfui village, the working area of Puskesmas Tarus, Central Kupang District, Kupang Regency. This research is a descriptive analytic study with cross sectional method. The sample size was 113 couples of fertile age who were determined by means of multistage random sampling from 5 hamlets in the village of East Penfui, The instrument used was a questionnaire, the results were analyzed using the chi-square test with a 95% confidence level. The results showed, respondents who used contraception 46.9%, respondents with good knowledge were 98.2%, respondents who were exposed to information from health workers were 91.2%, respondents who had socio-cultural support were 83.2%. The conclusion of this study is that there is no corelation between the level of knowledge and the use of contraception (p = 1,000), there is a corelation between information on health workers and the use of contraception (p = 0.002), there is a corelation between socio-culture and the use of contraception (p = 0.012) in the village of East Penfui Region. Tarus Community Health Center, Kupang Regency. The suggestion from this research is the need to communicate behavior change continuously to the public to increase awareness of using contraception.   Keywords: contraception, knowledge, information, socio-cultureRendahnya angka penggunaan kontrasepsi menggambarkan terjadinya kegagalan penerapan program KB di suatu wilayah. Cakupan CPR (Contraception Prevalence Rate) Desa Penfui Timur yaitu sebesar 14,2%. Angka yang masih jauh dari target nasional yaitu 66%. Faktor yang dapat mempengaruhi  penggunaan kontrasepsi yaitu  pengetahuan, informasi petugas kesehatan dan sosial budaya masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, informasi petugas kesehatan, sosial budaya dengan  penggunaan kontrasepsi di desa Pefui Timur wilayah kerja Puskes Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  analitik dengan metode  cross sectional. Besar sampel 113 Pasangan Usia Subur yang ditentukan dengan cara Multistage Random Sampling dari 5 Dusun di Desa Penfui Timur, instrument yang digunakan adalah kuesioner, hasil penelitian dianalisa menggunakan Uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini didapatkan, responden yang menggunakan kontrasepsi 46,9%,  responden yang berpengetahuan baik  sebesar 98,2%, responden yang terpapar informasi dari petugas kesehatan sebesar 91,2%, responden yang memiliki sosial budaya mendukung sebesar  83,2%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan penggunaan kontasepsi (p = 1.000), terdapat hubungan informasi petugas kesehatan dengan penggunaan kontasepsi (p = 0.002), terdapat hubungan antara sosial budaya dengan penggunaan kontasepsi (p = 0.012) di desa Penfui Timur Wilayah Kerja Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang. Saran dari penelitian ini adalah perlunya melakukan komunikasi perubahan perilaku secara terus menerus kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menggunakan kontrasepsi.   Kata Kunci: kontrasepsi, pengetahuan, informasi, sosial buday

    GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE DI PUSKESMAS BANIONA KECAMATAN WOTAN ULUMADO KABUPATEN FLORES TIMUR

    Get PDF
    Iron supplementation is an important effort in preventing and overcoming anemia, and is the most effective way, because it contains folic acid. Therefore, it is very important for pregnant women to consume FE tablets regularly. Compliance with pregnant women in consuming FE is a health behavior that is influenced by various factors, one of which is knowledge. This study aims to describe the knowledge of pregnant women in consuming Fe tablets at the Baniona Health Center, Wotan Ulumado District, East Flores Regency. The research design used was descriptive quantitative with cross sectional approach. The research samples were all pregnant women who had their pregnancy checked in the working area of ​​the Baniona Community Health Center and had met the inclusion criteria, namely: 1. Pregnant women who performed the examination in the Baniona Community Health Center working area; 2. Willing to be a respondent; and 3. Pregnant women who can read and write. The number of respondents as much 152 pregnant women and the study was conducted in January 2021. The sample was selected using a total sampling technique. Data were collected using a questionnaire. Data analysis using univariate anilysis. The results showed that the knowledge of pregnant women was obtained by 60 respondents (39.5%) with a low level of knowledge and 92 respondents (60.5%) with a good level of knowledge. Conclusion: the majority of pregnant women consuming FE at Baniona Health Center are in good category.   Keywords: Knowledge, Pregnant Women, Fe TabletsSuplementasi Fe merupakan upaya penting dalam mencegah dan menanggulangi anemia, dan merupakan cara yang paling efektif, karena kandungannya dilengkapi asam folat. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet Fe secara rutin. Kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi Fe merupakan sebuah perilaku kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu diantaranya adalah pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Baniona Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah semua ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di wilayah kerja Puskesmas Baniona Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur dan telah memenuhi kriteria inklusi, yaitu: 1.Ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di wilayah kerja Puskesmas Baniona; 2.Bersedia menjadi responden; dan 3. Ibu hamil yang bisa membaca dan menulis. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 152 ibu hamil dan penelitian dilakukan pada bulan Januari 2021. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan anilisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Baniona didapatkan 60 responden (39,5%) dengan tingkat pengetahuan kurang dan 92 responden (60,5%) dengan tingkat pengetahuan baik. Kesimpulan mayoritas pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Baniona dalam mengkonsumsi tablet Fe adalah kategori baik.   Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu Hamil, Tablet F

    GAMBARAN POLA MAKAN, AKTIVITAS FISIK DAN STATUS NUTRISI PADA REMAJA SMA DI SMA KRISTEN CITRA BANGSA DI KOTA KUPANG

    Get PDF
    The background of the author doing this research is because of the problem of nutritional status in adolescents, namely how the description of diet, physical activity and nutritional status of teenagers at Citra Bangsa Christian High School in Kupang City. Then this study aims to analyze the description of diet, physical activity, and nutritional status in Citra Bangsa Christian High School Teenagers in Kupang City. The research method conducted by the author is survey research using descriptive research methods. This research was conducted at the Citra Bangsa Christian High School in Kupang City and the informants in this study were students or writers who conducted research in collecting the data needed. The authors conducted research using interview techniques by using questionnaires to obtain answers from students regarding information about diet, physical activity, and nutritional status in adolescents systematically. From the results of research conducted by the author on the description of eating patterns, physical activity, and nutritional status in adolescents, which shows that from 140 respondents, 31 respondents (22.1%) have a high eating pattern, 99 respondents (77.7%) have a high dietary pattern. eat enough by answering questions, and 10 respondents (7.1%) have a poor diet. While in the physical activity section of 140 respondents, 46 respondents (32.9%) had a high level of physical activity, 61 respondents (43.6%) had a moderate level of activity, and 33 respondents (23.6%) had a high level of physical activity. which is lacking. And on the nutritional nutritional status of 140 respondents, 36 respondents (25.7%) had a "thin" nutritional status, 92 respondents (65.7%) had a "Normal" nutritional status, and 12 respondents (8.6%) had a nutritional status. Nutrition "Fat", while the nutritional status of obesity was not obtained. Keywords: Diet, Physical Activity, Nutritional StatusLatar belakang penulis melakukan penelitian ini karena melihat dari masalah status nutrisi pada remaja yaitu bagaimana gambaran pola makan, aktivitas fisik dan status nutrisi terhadap remaja SMA Kristen Citra Bangsa di Kota Kupang. Kemudian penelitian ini bertujuan Untuk menganalisa gambaran pola makan,  aktivitas fisik, dan status nutrisi pada Remaja SMA Kristen Citra Bangsa di Kota Kupang. Metode penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian survey dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian ini penulis lakukan di sekolah SMA Kristen Citra Bangsa Kota Kupang dan informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa atau penulis yang melakukan penelitian dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan penulis melakukan penelitian menggunakan Teknik wawancara dengan cara menggunakan kuesioner untuk mendapatkan jawaban dari siswa mengenai informasi tentang pola makan, aktivitas fisik, dan status nutrisi pada remaja secara sistematis. Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis tentang gambaran pola makan, aktivitas fisik, dan status nutrisi pada remaja yang menunjukkan bahwa Dari 140 responden didapatkan 31 responden (22,1%) memiliki pola makan yang tinggi, 99 responden (77,7%) memiliki pola makan yang cukup dengan menjawab pertanyaan, dan 10 responden (7,1%) memiliki pola makan yang kurang. Sedangkan pada bagian aktivitas fisik dari 140 responden didapatkan 46 responden (32,9%) memiliki tingkat aktivitas fisik yang tinggi, 61 responden (43,6%) memiliki tinggkat aktivitas sedang, dan 33 responden (23,6%) memiliki tingkat aktivitas fisik yang kurang. Dan pada status nutrisi  nutrisi dari 140 responden didapatkan 36 responden (25,7%) memiliki status nutrisi “Kurus”, 92 responden (65,7%) memiliki status nutrisi “Normal”, dan 12 responden (8,6%) memiliki status Nutrisi “Gemuk”, sedangkan status nutrisi obesitas tidak didapatkan. Kata Kunci: Pola Makan, Aktivitas Fisik, Status Nutris

    HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SITI AISYAH KOTA LUBUKLINGGAU

    Get PDF
    Placenta previa is a placenta that is abnormally located, that is, in the lower uterine segment that covers part or all of the opening of the birth canal, this bleeding usually occurs at 22 weeks of gestation. The purpose of this study was to study the relationship between maternal age and parity with the incidence of placenta previa at the Siti Aisyah Lubuklinggau Hospital in 2019. This study used an analytical survey method with a case control approach. The population in this study were all maternity women who were recorded in the medical records of the Siti Aisyah Hospital, Lubuklinggau City in 2019 with a total population of 1560 people with 73 people experiencing placenta previa. The samples taken were 146 people using sistematic random sampling. Data collection used is secondary data. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis. Results: of 146 mothers, there were 50 mothers (50%) who had Placenta Previa and did not have Placenta Previa, 97 mothers (66.4%) had age 20-35 years, 90 mothers (61.6%) had multiparity of parity, There is a relationship between age and the incidence of placenta previa and there is a relationship between parity and the incidence of placenta previa. It is hoped that the Siti Aisyah Hospital of Lubuklinggau City can improve services in dealing with placenta previa by providing counseling for pregnant women and prospective pregnant women.   Keywords: Placenta Previa, Maternal Age and Maternal Parity  Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal, yaitu pada segmen bawah uterus sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir. Tujuan penelitian ini mempelajari hubungan usia ibu dan paritas dengan kejadian plasenta previa di Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang tercatat di rekam medik rumah sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau Tahun 2019 dengan total populasi sebanyak 1560 orang dengan 73 orang mengalami plasenta previa secara kasus dan 73 responden secara kontrol dengan perbandingan 1:1. Sampel yang di ambil menggunakan sistematic random sampling.Pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data yang dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian: dari 146 ibu terdapat 50 ibu (50%) yang mengalami Plasenta Previa dan tidak mengalami Placenta Previa, 97 ibu (66,4%) mempunyai umur 20-35 tahun, 90 ibu (61,6%) mempunyai paritas multipara, Ada hubungan antara umur dengan kejadian plasenta previa dan ada hubungan antara paritas dengan kejadian plasenta previa. Diharapkan RSUD Siti Aisyah Kota Lubuklinggau dapat meningkatkan pelayanan dalam menangani masalah plasenta previadengan cara memberikan penyuluhan bagi ibu hamil dan calon ibu hamil.   Kata Kunci:Plasenta Previa, Usia Ibu dan Paritas ib

    PENGETAHUAN GIZI DAN FAKTOR ORANG TUA BERHUBUNGAN DENGAN BODY IMAGE PADA REMAJA PUTRI DI KOTA KUPANG

    Get PDF
    Body image merupakan sikap yang dimiliki seseorang terhadap tubuhnya yang dapat berupa penilaian positif atau negatif. Remaja putri cenderung memiliki body image negatif karena banyak remaja putri merasa kurang mampu menerima diri apa adanya. Faktor yang berhubungan dengan body image adalah pengaruh orang tua dan pengetahuan gizi. Pengaruh orang tua dapat berupa motivasi dan menjadi model bagi remaja, sedangkan pengetahuan gizi berkaitan dengan pemilihan makanan oleh remaja. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Mei 2022 di Kota Kupang. Sampel penelitian adalah remaja putri di Kota Kupang berjumlah 349 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan gizi (p-value = 0.018) dan orang tua (p-value = 0.046). Remaja putri perlu diberikan edukasi gizi terus-menerus dan orang tua juga harus menyadari perannya untuk terus mendukung remaja putri

    Hubungan Intensitas Bermain Game Online Dengan Interaksi Sosial Remaja di Desa busalangga Timur, Kecamatan Rote Barat Laut

    Get PDF
    ABSTRAK Interaksi sosial merupakan salah satu cara untuk individu memelihara tingkah laku sosial individu tersebut sehingga individu tetap dapat bertingkah laku sosial dengan individu lain. Interaksi sosial juga dapat meningkatkan jumlah atau kuantitas dan mutu atau kualitas dari tingkah laku sosial individu sehingga individu semakin matang dalam bertingkah laku sosial dengan individu lain di dalam situasi sosial. Tujuan Mengetahui hubungan intensitas bermain game online dengan interaksi sosial remaja di Desa Busalangga Timur, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik korelasi karena peneliti ingin mengetahui hubungan bermain game online dengan interaksi sosial remaja, dengan pendekatan yang digunakan adalah Cross Sectional, yaitu menekankan waktu pengukuran atau opservasi data independen dan dependen hanya pada satu saat Hasil uji statistik chi square diperoleh p value 0,000 (pada α = 0,05 ) maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara intensitas bermain game online dengan interaksi sosial remaja di Desa Busalangga Timur, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao.               Kata kunci : Intensitas Bermain Game Online, Interaksi Sosial Remaj

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUJUNGAN IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS KOTA KUPANG

    Get PDF
    Forward : Antenatal care visit are needed to detect as early as any complication or abnormalitas during pregnancy, antenatal care visit should be done 6 time during pregnancy. Pregnancy check-ups aim to ensure protection for pregnant women and/or fetuses in the form of early detection of risk factors, prevention, and early treatment of pregnancy complications. Purpose: This study or research was to determine the factors that influence the visit of pregnant women in conducting antenatal care at the Kupang City Health Center (Puskesmas Kota Kupang). Methode: This research is a quantitative research using descriptive method with a cross-sectional approach,. The number of samples in this study were 250 pregnant women. Result: The research shows that 1) there is an effect of the level of knowledge of pregnant women on antenatal care visits with a value of p = 0.000 (p <0.05) 2) there is an influence of the level of attitudes of pregnant women towards antenatal care visits with a value of p = 0.000 (p <0.05 ) 3) there is an effect of husband's support on pregnant women on antenatal care visits with a value of p = 0.000 (p <0.05) 4) there is an effect of health care workers' support on pregnant women on antenatal care visits with a value of p = 0.000 (p < 0, 05). Conclusion: There is an influence between knowledge, attitude, husband's support and support of health workers on antenatal care visits.  Recommendation : Pregnant women are expected to be more concerned about the health of mother’s and children by carrying out a complete ANC examination. Key word : Knowledge, attitude, husband support, support of health worker, pregnant women ANCKunjungan antenatal care sangat diperlukan untuk mendeteksi dini adanya komplikasi atau kelainan selama masa kehamilan, kunjungan antenatal care  dilakukan sebanyak 6 kali selama kehamilan. Pemeriksaan kehamilan bertujuan untuk menjamin perlindungan terhadap ibu hamil dan janin berupa deteksi dini faktor risiko, pencegahan, dan penanganan dini komplikasi kehamilan.Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan ibu hamil dalam melakukan antenatal care di Puskesmas kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Cross-sectional. Jumlah sample dalam penelitian ini yaitu sebanyak 250 ibu hamil. Penelitian menunjukkan bahwa 1) ada pengaruh tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap kunjungan antenatal care dengan nilai p=0,000 (p<0,05) 2) ada pengaruh tingkat sikap ibu hamil terhadap kunjungan antenatal care dengan nilai p=0,000 (p<0,05) 3) ada pengaruh dukungan suami pada ibu hamil terhadap kunjungan antenatal care dengan nilai p=0,000 (p<0,05) 4) ada pengaruh dukungan petugas kesehatan pada ibu hamil terhadap kunjungan antenatal care dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Terdapat pengaruh antara pengetahuan, sikap, dukungan suami dan dukungan petugas kesehatan terhadap kunjungan antenatal care. Ibu hamil diharapkan lebih peduli terhadap kesehatan ibu dan anak dengan melaksanakan pemeriksaan ANC dengan lengkap. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Dukungan Suami, Dukungan Petugas Kesehatan, Ibu Hamil, Antenatal Care. Factors Affecting The Visit Of Pregnant Mothers In Performing Antenatal Care At Puskesmas City Of Kupan

    ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD S.K. LERIK KOTA KUPANG

    Get PDF
    Asfiksia neonatorum menyumbang angka kematian ditingkat global maupun nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD S.K. Lerik Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian  kuantitatif dengan rancangan analitik korelasi dan menggunakan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan chi-square dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 64 responden diambil dari jumlah kunjungan pasien yang dirawat pada bulan April-Mei 2020. Hasil penelitian ini membuktikan berat badan lahir rendah berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum (p = 0.011), usia gestasi tidak berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum (p = 0.492), riwayat penyakit ibu selama kehamilan tidak berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum (p = 0.492). Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan restriksi pada variable pengganggu sehingga menghasilkan hasil yang lebih akurat. Kata Kunci   : Asfiksia Neonatorum, Faktor Risik

    EKSPLORASI RESPON ADAPTASI CALISTA ROY PADA REMAJA YANG HAMIL DI LUAR NIKAH DI PUSKESMAS OESAPA KOTA KUPANG

    Get PDF
    Pada masa remaja, beberapa perilaku seseorang mulai di bentuk yaitu identitas diri serta keberanian untuk melakukan perilaku beresiko diantaranya tertarik pada lawan jenis, berkencan, bercumbu, bersenggama dan melakukan hubungan seksual. Remaja yang melakukan hubungan seksual disaat belum siap akan menimbulkan perasaan negatif pada dirinya, selain perasaan negatif dampak dari melakukan hubungan seksual adalah terjadinya kehamilan di luar nikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi respon adaptasi calista roy pada remaja yang hamil diluar nikah di Puskesmas Oesapa Kota. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis metode yang digunakan adalah wawancara mendalam (indepth interview), dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai instrument utama penelitian. Data primer berasal dari informan utama sebanyak 5 orang remaja putri yang hamil diluar nikah dan informan pendukung terdiri dari keluarga (kakak, suami, ibu dan nenek) yang tinggal serumah dengan informan utama. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan perubahan fisiologis selama  kehamilan, respon psikologis selama kehamilan, perubahan peran pada remaja yang hamil di luar nikah, respon lingkungan terhadap kehamilan, mekanisme koping. Upaya  yang  dilakukan  untuk  mengatasi  masalah  yang  terjadi  pada remaja yang hamil diluar nikah yaitu dengan menggunakan kemampuan mekanisme koping. Kata Kunci : Respon Adaptasi, Remaja Hamil Diluar NikahIn adolescence, a person's behavior begins to form, such as self-identity and the courage to engage in risky behavior, including being attracted to the opposite sex, dating, making out, having intercourse, and having sexual relations. Adolescents who have sexual intercourse earlier will cause negative feelings, and followed impact is the occurrence of pregnancy outside of marriage. This study aims to explore the adaptation response of Calista Roy to unwed pregnant adolescents at the Oesapa Community Health Center, Kupang City. This qualitative research is using a phenomenological approach. The method used is in-depth interviews. In this study, the researcher acts as the main research instrument. Primary data collected from 5 unwed pregnant girl-teenagers as the main informant and the supporting informants consist of the family (brother, husband, mother, and grandmother) who live in the same house. The result shows the existence of physiological changes during pregnancy, psychological responses during pregnancy, the role's transformation of adolescents who are pregnant, environmental responses to pregnancy, and coping mechanisms. The solution to overcome these problems is by using the ability of the coping mechanism Keywords: Adaptation Response, Unwed-Pregnant Adolescen

    345

    full texts

    376

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇