CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
    376 research outputs found

    Gambaran Pola Makan pada Anak Sekolah Dasar di Kota Kupang

    Get PDF
    Latar belakang. Anak sekolah dasar merupakan sasaran strategis dalam perbaikan gizi masyarakat. Hal ini menjadi penting karena anak sekolah merupakan generasi penerus tumpuan bangsa sehingga perlu dipersiapkan kualitasnya, baik fisik maupun mental. Pertumbuhan fisik yang baik sangat ditunjang oleh pola makan yang sehat dan bergizi.Tujuan. Mengetahui pola makan anak sekolah dasar di Kota KupangMetode. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional. Responden penelitian adalah siswa kelas I dan II. Sampel penelitian sebanyak 170 siswa.Hasil. Semua responden mengalami defisit karbohidrat, protein, dan lemak karena kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat gizi makro tersebut. Ikan menjadi lauk hewani yang paling sering dikonsumsi, sedangkan lauk nabati yang dikonsumsi responden tidak bervariasi, yaitu tempe, tahu, dan kacang merah. Konsumsi sayur dan buah cukup rendah pada responden.Kesimpulan. Semua responden mengalami defisit asupan zat gizi. Hal ini dapat disebabkan oleh kurang bervariasinya makanan yang dikonsumsi setiap hari sehingga perlu adanya perhatian dari pihak orang tua, sekolah dan dinas terkait untuk memecahkan masalah ini

    Survey Pemanfaatan Pangan Lokal Untuk Mencegah Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Alak Wilayah Kerja Kota Kupang

    Get PDF
    Anemia is the decrease of red blood cells (erythrocyte) in blood circulation or in hemoglobin mass resulting in blood’s inability to fulfill its function as oxygen carrier to tissues in the body. During pregnancy, women need adequate nutrition such as carbohydrate, protein, fat, vitamins e.g. Vitamin C, folic acid, and iron. Local foods are foods that are native to and originally harvested from a certain area and can be directly used for consumption. In this context, foods that are regarded local are corn, cassavas, nuts, vegetables, and fruits. This research aims to identify how those foods are utilized in the effort of preventing anemia in pregnant women in the working area of Alak Public Health Centre of Kupang City. This research is descriptive in nature with survey design. 95 respondents were chosen through consecutive sampling technique. Instruments used in this research were questionnaires. Based on the data, it was concluded that most pregnant woman make use of local foods to prevent anemia. Among the local foods that are mostly used are corn, beans (green beans, red beans, and other beans), cassavas, and varieties of yams.   Keywords: Local Foods And AnemiaAnemia adalah berkurangnya sel darah merah (eritrosit) dalam sirkulasi darah atau masa hemoglobin sehingga tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai pembawa oksigen ke seluruh jaringan. Selama kehamilan ibu hamil membutuhkan nutrisi yang cukup seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin seperti vit.c, asam folat dan zat besi. Pangan local adalah pangan yang diproduksi oleh suatu wilayah untuk tujuan konsumsi. Yang termasuk dalam pangan lokal adalah jagung, umbi-umbian, kacangkacangan, sayuran dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan pangan lokal untuk mencegah anemia pada ibu hamil di Puskesmas Alak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan menggunakan rancangan penelitian survey. Total responden sebanyak 95 orang. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kesimpulan dari penelitian tersebut bahwa sebagian besar ibu memanfaatkan ketersedian pangan lokal, memanfaatkan jenis pangan lokal dan memanfaatkan atau mengkonsumsi pangan lokal seperti jagung, kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah dan kacang lain) dan umbi- umbian seperti ubi jalar, ubi ubi talas ubi kayu untuk mencegah anemia pada ibu hamil.   Kata Kunci: Pangan Lokal Dan Anemi

    Identifikasi Komponen Fitokimia dalam Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum)

    Get PDF
    Identifikasi Komponen Fitokimia dalam Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum

    FAKTOR PEJAMU DAN LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA MEMPENGARUHI KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PADA IBU RUMAH TANGGA (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo Semarang)

    Get PDF
     Background : STIs  are big problem in society’s health, especially as a consequences of sexual health and reproduction towards women, children and the poor. Women suffering from some STIs, such as gonorrhea and chlamydia can cause pelvic inflammatoion disease, ectopic pregnancy, and infertility, whereas HSV-2 infections can treble a risk of transmitted HIV or more. This study aim to prove the factors influencing with STIs towards housewives. Method: This study resulted mix method where quantitative was as the main approach with case-control design and qualitative, supportted by qualitative method using indepth interview. The target population was all housewives using clinic of STI at Puskesmas Bandarharjo, with the sample of 88 people consisting of 44 cases and 44 controls by using consecutive sampling technique. The writter gradually analysed the data, from univariate and bivariate analysis by using chi-square,  followed by multivariate analysis by using multiple logistic regression. Result: The results show the factors influencing with STIs towards housewives are history of previous STI (p = 0.001; OR = 19.5; CI95% = 3.4 to 112.1), who have ever experienced domestic violence (p = 0.042; OR = 4.4; CI95%= 1.1 to 18.2), and have permissive culture (p = 0.009; OR = 7.8; CI95%= 1.7 to 36.1) with probability to be infection is 98.06%.Conclusion: The result of this study can beconcluded that there is a relationship between history of previous STI, who have ever experienced domestic violence, and have permissive culture with STIs at Puskesmas Bandarharjo.Key Words: STIs, housewife, factor influecing

    Analisis Faktor Risiko Konsumsi Pangan Hewani Pada Wanita Dewasa Di Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko konsumsi protein hewani pada wanita berusia 19-49 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional study dengan menggunakan data sekunder hasil Riskesdas 2010, dengan subjek penelitian adalah wanita umur 19-49 tahun. Berdasarkan hasil analisis data,prevalensi defisiensi konsumsi protein hewani pada perempuan usia 19-49 tahun di Indonesia rendah yaitu 11%. Prevalensi konsumsi protein hewani dengan standar 25% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) atau sebesar 12,5 gram dari kecukupan protein sudah tinggi yaitu sebesar 81%. Faktor-faktor yang terbukti mempengaruhi tingkat kecukupan protein hewani pada wanita dewasa adalah usia, pendidikan, status ekonomi dan pekerjaan (

    Screen Based Activity dan Status Gizi pada Anak Sekolah Dasar di Kota Kupang

    Get PDF
    Latar belakang. Screen based activity pada anak adalah segala aktivitas yang dilakukan anak berkaitan dengan penggunaan media berbasis layar (televisi, komputer, video game, dan gadget). Anak yang mempunyai aktivitas berbasis layar lebih panjang dilaporkan mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami obesitas dibandingkan anak dengan aktivitas berbasis layar lebih rendah. Screen based activity lebih dari 2 jam/hari akan meningkatkan risiko kegemukan. Aktivitas berbasis layar akan mengurangi aktivitas fisik anak. Kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko kegemukan dan obesitas.Tujuan. Untuk menganalisis hubungan screen based activity dengan status gizi anak sekolah dasar di Kota Kupang.Metode. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional. Responden penelitian adalah siswa kelas I dan II. Sampel penelitian sebanyak 170 siswa.Hasil. Responden lebih lama melakukan aktivitas menonton televisi dan bermain handphone dalam seminggu dibandingkan aktivitas berkaitan dengan layar lainnya. Responden yang menghabiskan waktu >28 jam seminggu untuk melakukan screen based activity sebanyak 30,59% . Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, maka lebih banyak perempuan yang melakukan screen based activity ≤28 jam seminggu dibandingkan laki-laki. Lebih banyak responden yang memiliki status gizi normal. Hasil uji statistik membuktikan tidak ada hubungan antara status gizi dengan screen based activity (p-value 0.86).Kesimpulan. Siswa yang melakukan screen based activity >28 jam cukup banyak. Oleh karena itu, perlu perhatian orang tua dan guru untuk mengurangi screen based activity siswa sehingga nantinya tidak banyak siswa yang mengalami kelebihan gizi

    PERBEDAAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-5 TAHUN) YANG MEMILIKI IBU BEKERJA DAN IBU YANG TIDAK BEKERJA DI TK STA. MARIA ASSUMPTA KOTA KUPANG

    Get PDF
    Background: Growing up is an aspect that explains the process of forming a person both physically and psychosocialy. Disorders occurring in preschool children if not detected and not handled properly will reduce the quality of human resources in the future. It is demanded the role of mother as a determinant of parenting to care for and protect children to achieve optimal growth and development. Objective: To identify differences in growth and development of pre-school children (3-5 years old) who have working mothers and non-working mother in Sta. Maria kind garden Assumpta Kota Kupang. Method: This research is a quantitative research design with comparative descriptive approach. Respondents were 52 respondents taken with Purposive Sampling technique. The instruments of data collection are: anthropometric measurement and observation sheet of denver II data analysis using Mann-Wihtney test. Result: The result of statistical test for growth was obtained p value = 0,027 (p <0,05) which showed that there was significant difference in growth between preschool children (3-5 years old) who have working mother and non-working mother while for the development obtained p value = 0.641 (p> 0.641) which shows that there is no significant difference between development of preschool children (3-5 years old) who have working mothers and non-working mother. Suggestion: Researcher give suggestion to working mother to pay more attention to children growth and give adequate stimulation for children development. Keywords: Growth and development of pre-school children, working mother, non-working mother

    PENGALAMAN WANITA HAMIL LAMAHOLOT SEBELUM MASUK RUMAH SAKIT

    Get PDF
    Background: Maternal death is one of the important indicators to measure the health status of a country. The higher the Maternal Mortality Rate (MMR) the worse the health status of the country. Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is still high 289 / 100,000 Birth of Life (KH). In East Nusa Tenggara, (AKI) reached 133 / 100,000 KH, 3 of whom died at Dr.Hendrikus fernandez Larantuka Hospital. This death is caused by late admission to the hospital. Objective: To reveal the experience of pregnant women Lamaholot performed the pregnancy ritual ho'ing temodok before entering the hospital. Method: Using qualitative research design with phenomenology approach. Informants in this study were Lamaholot pregnant women who experienced complications of pregnancy and labor that were late to the hospital were 6 (six) people, the selection of informants was determined using purposive sampling. Data collection was done by indepth interview using semi-structured interview guidance. Data analysis using Interpretive Phenomenological Analysis (IPA). Results: Lamaholot pregnant women performing ho'ing temodok pregnancy ritual after getting the signs of labor, before doing the pregnancy ritual ho'ing temodok first prepare all the need for ritual, preparation and implementation of ho'ing temodok ritual takes a long time. Ritual pregnancy ho'ing temodok is a tradition of ancestral heritage that is rooted and must be done for the safety of mother and baby. Conclusion: Cultural factors play an important role in strengthening the beliefs of Lamaholot pregnant women. Understanding of pregnant women Lamaholot performs ho'ing temodok ritual after getting the signs of labor influenced by deep-rooted traditions and cultures. Although the preparation and implementation of the ho'ing pregnancy ritual temodok takes a long time but Lamaholot pregnant women are willing to do all the preparation and execution of the ritual.  Keywords: Pregnant mother, ritual, hoing temodok, LamaholotLatar belakang: Kematian ibu merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan suatu negara. Semakin tinggi Angka Kematian Ibu (AKI) semakin buruk derajat kesehatan negara tersebut. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi 289/100.000 Kelahiran Hidup (KH). Di Nusa Tenggara Timur, (AKI) mencapai 133/100.000 KH, 3 diantaranya meninggal di Rumah Sakit Dr.Hendrikus fernandez Larantuka. Kematian ini disebabkan oleh terlambat masuk rumah sakit. Tujuan penelitian: Mengungkap pengalaman wanita hamil Lamaholot melakukan ritual kehamilan ho’ing temodok sebelum masuk rumah sakit. Metode: Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah wanita hamil Lamaholot yang mengalami komplikasi kehamilan dan persalinan yang terlambat masuk rumah sakit berjumlah 6 (enam) orang, pemilihan informan ditentukan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview) menggunakan panduan wawancara semi terstruktur. Analisa data menggunakan Interpretive Phenomenological Analysis (IPA). Hasil: Ibu hamil Lamaholot melakukan ritual kehamilan ho’ing temodok setelah mendapat tanda-tanda persalinan, sebelum melakukan ritual kehamilan ho’ing temodok terlebih dahulu menyiapkan segala keperluan untuk ritual, persiapan dan pelaksananan ritual ho’ing temodok membutuhkan waktu yang lama. Ritual kehamilan ho’ing temodok merupakan tradisi peninggalan leluhur yang sudah mengakar dan wajib dilakukan demi keselamatan ibu dan bayi. Kesimpulan: Faktor budaya memiliki peran penting menguatkan keyakinan wanita hamil Lamaholot. Pemahaman wanita hamil Lamaholot melakukan ritual ho’ing temodok setelah mendapatkan tanda-tanda persalinan dipengaruhi oleh tradisi dan budaya yang sudah mengakar. Meskipun persiapan dan pelaksanan ritual kehamilan ho’ing temodok membutuhkan waktu lama namun wanita hamil Lamaholot bersedia melakukan semua persiapan dan pelaksanaan ritual tersebut. Kata kunci: Ibu Hamil, ritual, hoing temodok, Lamaholo

    SURVEY PELAKSANAAN MOBILISASI DINI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RSUD PROF. DR. W.Z JOHANNES KUPANG

    Get PDF
    ABSTRAK  Mobilisasi dini ibu post partum adalah suatu pergerakan, posisi atau adanya kegiatan yang dilakuan ibu setelah beberapa jam melahirkan dengan persalinan caesarea untuk sesegera mungkin membimbing penderita keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya sesegera mungkin berjalan (Soelaiman, 2000). Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan mobilisasi dini pada ibu post sectio caesarea di RSUD Prof. W.Z Johannes Kupang.             Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan mobilisasi dini ibu post partum. Rancangan penelitian adalah survey yaitu suatu rancangan yang digunakan untuk menyediakan informasi yang berhubungan dengan pelaksanaan mobilisasi dini pada ibu sectio caesarea. Dari 26 responden semuanya dilakukan tindakan mobilisasi dini sesuai dengan prosedurnya dan mempercepat hari rawat pasien di RSUD Prof. W.Z Johannes Kupang. Hasil penelitian pada tanggal 05 Desember sampai 05 Januari 2017 dari 26 responden yang melakukan mobilisasi sesuai dengan tahapannya hanya dapat miring ke kiri dan ke kanan serta belajar duduk yang dilakukan ibu pada hari ke-2, selebihnya mobilisasi dilakukan 6 jam setelah post partum. Peneliti menyarankan agar perawat dan keluaga memberi dukungan penuh untuk Ibu melakukan mobilisasi dini jika tidak ada komplikasi.   Kata Kunci : Mobilisasi dini, ibu post partum, sectio caesaria   &nbsp

    GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEHAMILAN REMAJA USIA 14-19 TAHUN DI KELURAHAN BAKUNASE WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKUNASE

    Get PDF
    ABSTRAK Banepa Amanda. 2017. Gambaran Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan Remaja Usia 14-19 Tahun Di Kelurahan Bakunase Wilayah Kerja Puskesmas Bakunase. Ns.Maria Lupita Nena Meo,S.Kep,M.kep* dan Agela M. Gatum, S.Kep,Ns,.**                   Kehamilan remaja adalah kehamilan yang berlaku pada wanita yang berusia 11-19 tahun. Adapun faktor yang mempengaruhi kehamilan remaja diantaranya faktor dari dalam individu: usia menikah, usia pertama melakukan hubungan seksual, status pendidikan, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, tingkah laku seksual beresiko, penyalahgunaan zat kimia, dan penggunaan kontrasepsi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi Kehamilan Usia Dini.                   Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah total samplingdengan jumlah sampel yaitu 62 orang Di Kelurahan Bakunase Wilayah Kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang.                   Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan jumlah usia menikah terbanyak pada usia 18-20 yaitu 57 responden (92%), jumlah usia pertama melakukan hubungan seksual terbanyak pada usia 18-20 yaitu 39 responden (62,9%), jumlah responden terbanyak pada status pendidikan SMA yaitu 47 responden (75,9%), responden terbanyak memiliki pengetahuan baik sebanyak 47 orang (75,8%), responden terbanyak memiliki perilaku beresiko sebanyak 33 orang (53,2%), responden terbanyak tidak mengonsumsi zat kimia sebanyak 32 orang (51,7%), jumlah responden terbanyak pada responden yang tidak ikut serta dalam penggunaan kontrasepsi yaitu 40 responden (64,6%).                   Disarankan bagi puskesmas agar dapat memberikan konseling tentang perilaku remaja tentang perilak remaja dimulai dari nilai keluarga, meningkatkan komunikasi anak dengan orang tua, dan komunikasi guru dengan murid serta lingkungn masyarakat.    Kata Kunci: Faktor, Kehamilan Remaj

    345

    full texts

    376

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇