CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
    376 research outputs found

    Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Puskesmas Oebobo Kupang

    Get PDF
    In infancy the usual problem is the occurrence of infectious diseases that can reduce intake of toddlers where one of the effects is stunting. Stunting is a condition characterized by chronic growth inhibition caused by long-term malnutrition. Children with a history of LBW were 5.6 times more likely to be stunting compared with children with a normal birth history (Dalimunthe, 2016). Stunting in infants is also associated with maternal age, maternal education and spending levels (socioeconomic status) in the household and history of infectious diseases. The purpose of this research is to know the factors related to stunting in toddlers in the working area of UPT Puskesmas Oebobo. This research is case control with retrospective approach. The sample is selected by simple random sampling. Number of respondents for case and control 56 respondents for toddlers with their parents. This research was conducted on April 26-May 26, 2017 in Working Area of OTOBO Puskesmas Training Unit of Kupang. Data were collected through questionnaires to parent respondents and measured their weight, height and upper arm circumference. Data analysis using Chi Square was found only birth weight, father's education level, monthly income amount and history of diseases related to stunting, while sex factor, number of household member, mother education and level of parent job no relation with stunting in toddler . The results of analysis by using multiple logistic regression found that infants with underweight birth weight at risk 19.2 times the occurrence of stunting compared to normal birth weight babies in the Working Area of Oebobo Kupang Community Health Center (UPT) Puskesmas.   Keywords : stunting, factors related to stunting, ToddlersPada masa balita masalah yang biasa terjadi adalah terjadinya penyakit infeksi yangdapat menurunkan asupan balita dimana salah satu dampaknya adalah stunting. Stunting adalah suatu keadaan yang ditunjukan dengan terhambatnya pertumbuhan yang bersifat kronis yang disebabkan oleh malnutrisi jangka panjang. Anak dengan riwayat BBLR beresiko 5,6 kali lebih besar untuk menjadi stunting dibandingkan dengan anak dengan riwayat kelahiran normal. Stunting pada balita juga berhubungan dengan usia ibu, pendidikan ibu dan tingkat pengeluaran (status sosio-ekonomi) dalam rumah tangga serta riwayat penyakit infeksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan stuntingpada balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Oebobo. Penelitian ini adalah case control dengan pendekatan retrospektif. Sampel dipilih dengan simple random sampling. Jumlah responden untuk case dan control 56 responden untuk balita bersama orang tuanya. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26 April-26 Mei 2017di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Oebobo Kupang. Data dikumpulkan melalui kuisioner kepada responden orangtua dan mengukur berat badan, tinggi badan dan lingkar lengan atas balitanya. Analisis data menggunakan Chi Square didapatkan hanya berat lahir balita, tingkat pendidikan ayah, jumlah pendapatan per bulan dan riwayat penyakit yang berhubungan dengan stunting, sedangkan faktor jenis kelamin, jumlah anggota rumah tangga, pendidikan ibu dan tingkat pekerjaan orangtua tidak ada hubungan dengan stunting pada balita.  Hasil analisis dengan menggunakan regresi logistic ganda didapatkan bahwa bayi dengan berat badan lahir dibawah normal beresiko 19,2 kali terjadinya stunting dibandingkan bayi berat lahir normal di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Oebobo Kupang. Kata Kunci : Stunting, faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting, Balit

    GAMBARAN RESPON FISIK DAN PSIKOLOGIS DISMENORE PADA REMAJA PUTRI USIA 13 -15 TAHUN DI SMPN 5 KOTA KUPANG

    Get PDF
    Dysmenorrhea is pain arising prior to, when or during menstruation. Arising dysmenorrhea in adolescents in general are not caused by pathology, but due to hormonal imbalance. Pain during dysmenorrhea can cause physical and psychological response. Physical response can complain when dysmenorrhea is pain in the lower abdomen, low back pain can be accompanied by anorexia, nausea, vomiting and some have experienced loss of consciousness or fainting. In addition there is a psychological response, such as mood disorders, restless, unable to concentrate, and a decline in interest in routine activities. The purpose of this study to determine how the physical and psychological response of dysmenorrhea in adolescents. The research method used is descriptive analytic study with cross sectional approach, population in this study that adolescents who experience menstruation and aged 13 to 15 years by 110 students. Sampling technique used is porposivi sampling with the number of respondents 86 students. Measuring instruments used in this study using kuesioner. The results showed physical response with the highest pravalensi by 70% (60 respondents) respondents had complaints of pain in the lower abdomen. While the psychological response to the highest pravalensi 77% (66 respondents) had complaints of long lazy. This study is expected to be further research and educational institutions should be able to work with relevant agencies or health professionals to provide information to adolescents about dysmenorrhoea. Information on dysmenorrhea in adolescents should be given early, so teens do not think of dysmenorrhea is an abnormality or a pathology   Keywords: Dysmenorrhea Physical and Psychological response  Dismenore adalah nyeri yang timbul sebelum, ketika atau selama menstruasi. Dismenore yang timbul pada remaja pada umumnya tidak disebabkan karena patologi, namun dikarenakan ketidakseimbangan hormonal. Nyeri saat dismenore dapat menimbulkan respon fisik dan psikologis. Respon fisik yang dapat dikeluhkan ketika dismenore yaitu nyeri pada perut bagian bawah, nyeri pada pinggang dapat disertai anoreksia, mual, muntah bahkan ada yang mengalami penurunan kesadaranatau pingsan. Selain itu terjadi respon psikologis, seperti mengalami gangguan mood, gelisah, tidak dapat berkonsentrasi dan terjadi penurunan minat terhadap aktivitas rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon fisik dan psikologis dismenore pada remaja putri. Populasi pada penelitian ini adalah Semua sisiwi yang mengalami menstruasi di SMPN 5 kota kupang sebanyak 110 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 responden. Dengan tehnik pengambilan sampel purposif sampling. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur penelitian yang digunakan menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukan respon fisik dengan pravalensi tertinggi yaitu sebesar 70% (60 responden) Responden mengalami keluhan nyeri di perut bawah. Sedangkan respon psikologis dengan pravalensi tertinggi sebesar 77% (66 responden) mengalami keluhan malas. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan dasar penelitian selanjutnya dan hendaknya institusi pendidikan dapat bekerjasama dengan instansi terkait atau tenaga kesehatan untuk memberikan informasi mengenai dismenore kepada remaja. Informasi mengenai dismenore pada remaja sebaiknya diberikan sejak dini, agar remaja tidak menganggap dismenore adalah suatu ketidaknormalan atau suatu patologi.   Kata kunci: Dismenore, Respn Fisik dan Psikologi

    Identifikasi Senyawa Kimia pada Ekstrak Tanaman Taduk (Alstonia scholaris)

    Get PDF
    Identifikasi Senyawa Kimia pada Ekstrak Tanaman Taduk (Alstonia scholaris

    EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN TAHUN 2010 DENGAN METODE ATC/DDD

    Get PDF
    Hypertension is a condition where a person experiences an increase in blood pressure above normal, which is higher than 140 mmHg systolic or 90 mmHg diastolic. Hypertension was instrumental to the cause of death thousands of people, due to associated diseases are dangerous, such as stroke, heart attack, heart failure, and kidney failure.This study aims to determine the antihypertensive drugs using in inpatients at Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten in 2010 based on the type and quantity of antihypertensive using, calculated by ATC / DDD method. This study is descriptive with data collection retrospectively. Data taken antihypertensive use is in the form of classes and antihypertensive name, dosage form, dosage strength, the amount of usage, as well as the rules of its user. The result of the use of antihypertensive calculated as the Defined Daily Dose (DDD) per 100 patient days and based on the criteria DU90%. The results of this research is based on quantitative analysis by ATC/DDD method and DU90% is known that antihypertensive used by patients with hypertension of inpatients at RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten in 2010 was the class of ACEI, diuretic, ARB, CCB and beta-blockers and then the most of widely antihypertensive quantity using are ACEI captopril (34.809%). Antihypertensive drugs using in inpatients at Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten in 2010 in accordance with the Hospital Formulary is captopril, hydrochlorothiazide, lisinopril and bisoprolol, as well as  in accordance with DOEN is captopril, hydrochlorothiazide, lisinopril and nifedipin. Keywords       : evaluation of the drugs using, antihypertensives, hypertension, ATC, DDDHipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal, yaitu lebih tinggi dari 140 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastolik. Hipertensi sangat berperan menjadi penyebab kematian ribuan orang, dikarenakan penyakit ikutannya yang berbahaya, seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antihipertensi pada pasien rawat inap di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten tahun 2010 berdasarkan jenis antihipertensi dan kuantitas penggunaannya yang dihitung dengan metode ATC/DDD. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Data penggunaan antihipertensi yang diambil adalah berupa golongan dan nama antihipertensi, bentuk sediaan, kekuatan sediaan, jumlah penggunaan, serta aturan pemakaianya. Hasil penggunaan antihipertensi dihitung sebagai Defined Daily Dose (DDD) per 100 hari pasien dan berdasarkan kriteria DU90%. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan analisis kuantitatif dengan metode ATC/DDD dan DU90% diketahui bahwa antihipertensi yang digunakan pasien hipertensi pada pasien rawat inap di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten tahun 2010 adalah golongan ACEI, diuretik, ARB, CCB dan beta blocker dan kuantitas antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan ACEI yaitu kaptopril (34,809%). Antihipertensi yang digunakan pada pasien rawat inap di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten tahun 2010 yang sesuai dengan Formularium Rumah Sakit adalah kaptopril, hidroklorotiazid, lisinopril dan bisoprolol serta  yang sesuai dengan DOEN adalah kaptopril, hidroklorotiazid, lisinopril dan nifedipin. Kata kunci: evaluasi penggunaan obat, antihipertensi, hipertensi, ATC, DD

    AKTIVITAS FISIK DAN KEJADIAN OBESITAS SENTRAL PADA WANITA DI KELURAHAN TANAH PATAHKOTA BENGKULU

    Get PDF
    AKTIVITAS FISIK DAN KEJADIAN OBESITAS SENTRAL PADA WANITA DI KELURAHAN TANAH PATAHKOTA BENGKULU     NurulKhairani,Santoso Ujang  Effendi, Lara Wirda Utamy   Program  Studi Kesehatan Masyarakat STIKES Tri Mandiri SaktiBengkulu   Email :[email protected]   ABSTRAK Obesitassentral(obesitas abdominal) adalah kumpulan lemak abdominal berlebih yang terdapat di daerah abdomen. Obesitas sentral dapatmenyebabkangangguankesehatan, seperti Diabetes Mellitus tipe 2, Dislipidemia, penyakitKardiovaskular, Hipertensi, Kanker, Sleep apnea, danMetabolikSindrom. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuihubunganaktivitasfisikdengankejadianobesitassentralpadawanitausia 25-54 tahun di Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu. JenispenelitianiniadalahSurveyAnalitikdenganmenggunakandesainCross Sectional.Populasidalampenelitianiniadalahseluruhwanitausia 25-54 tahun yang berdomisilidi RT 02 Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu padabulan April 2017 yang diketahuiberjumlah 34 orang. TeknikpengambilansampelpadapenelitianinimenggunakanTotal Samplingdandiperolehsampelsebanyak 34 orangwanita.Pengumpulan data dalampenelitianmenggunakan data primer dan data sekunder.Data primer diperolehdaripengukuranlingkarpinggangdanwawancaralangsungdenganresponden. Teknikanalisis data dilakukandengananalisisunivariatdanbivariatdenganujistatistic Chi-Square(χ2) melalui program SPSS. Hasilpenelitiandidapatkan bahwa dari 34 orang wanitausia 25-54 tahun, terdapat 13 orang wanita (38,2%) yang melakukanaktivitasfisikringan, 19 orang wanita (55,9%) yang mengalamiobesitassentral, dan adahubungan yang signifikanantaraaktivitasfisikdengankejadianobesitassentral (p=0,039). Diharapkan bagi masyarakat terutama wanita untuk lebih meningkatkan aktivitas fisik agar terhindar dari obesitas sentral dan bagi pihakPuskesmasdapatlebihsering mengadakan program yang bersifat promotif dan preventif tentang pentingnya aktivitas fisik dan bahaya obesitas sentral.   Kata Kunci: aktivitasfisik, obesitassentral, wanita   ABSTRACT Central obesity (abdominal obesity)is a collection of abdominal fat excess in the abdominal area. Central obesity can cause health problems, such asDiabetes Mellitus type 2, Dyslipidemia, Cardiovascular disease, Hypertension, Cancer, Sleep Apnea, and Metabolic Syndrome. This study was aimed to know the relationship between physical activities with central obesity in women (25-54 years) in Tanah PatahVillage of Bengkulu. The type of  studywas Analytical Survey and used Cross Sectional design. The population in this study  was all women aged 25-54 years who lived in RT 02 Tanah PatahVillage of  Bengkulu in April 2017 which  amounted to 34 women. Sampling technique in this study  was Total Sampling. The total of samplewas 34 women. The data collection in the study used primary data and secondary data. Primary data obtained from measurement of waist circumference and interview. Data analysis techniques wereunivariate and bivariate analysis with Chi-Square (χ2) through SPSS program. The results obtained that from of 34 women aged 25-54 years, there were 13 women (38.2%) who performed light physical activity, there were 19 women (55.9%) who had  central  obesity, and there was a significant relationship between physical activity with central obesity. It was expected for the peoples especially women to increase physical activity to avoid the danger of central obesity and for Public Health Center to conduct promotive and preventive programs about the importance of physical activity and the danger of central obesity more frequently.   Keywords:centralobesity, physicalactivity,  women   DAFTAR PUSTAKA Kemenkes RI. (2015). Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2015-2019. Jakarta. Sudargo, T., Freitag, H., Rosiyani, et al. (2014). Pola Makandan Obesitas. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Suiraoka, IP. (2012). Penyakit Degeneratif. Yogyakarta: Nuha Medika. (2014). Obesitas, Diabetes Mellitus, & Dislipidemia: Buku Ajar Ilmu Gizi . Jakarta: EGC. Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. Jakarta. Kemenkes RI. (2009). Faktor Risiko Obesitas Sentral pada Orang Dewasa di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan DKI Jakarta. Bogor: Institut Pertanian Bogor.   (2010). Asupan Energi dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas Sentral Pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Ujung Pandang Baru Kecamatan Tallo Kota Makassar. Media Gizi Pangan. Tchernof, A., & Despres, JP. (2013). Pathophysiology of Human Visceral Obesity. Physiol Rev. Trisna, I., & Hamid, S. (2009). Faktor-faktor yang BerhubungandenganObesitasSentralpadaWanitaDewasa (30-50 Tahun) di KecamatanLubukSikapangTahun 2008. JurnalKesehatanMasyarakat, Maret-September 2009;03(2). Gibney, M. J., Margetts, B. M., Kearney, J. M., et al. (2009). GiziKesehatanMasyarakat. Jakarta: EGC (2007). Obesitas Sebagai Faktor Risiko Beberapa Penyakit. Jakarta: Pustaka Popular. Pujiati, S. (2010). Prevalensi dan Faktor Risiko Obesitas Sentral pada Penduduk Dewasa Kota dan Kabupaten Indonesia Tahun 2007. Depok: Tesis Fakultas Kesehatan Masyarakat UniversitasIndonesia. Auliyah, A. (2012). Hubungan Indeks Massa Tubuh, Persen Lemak Tubuh, Aktivitas Fisik, dan Faktor Lainnya dengan Obesitas Sentral pada Pegawai Satlantas dan Sumda di Polresta Tahun 2012. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia

    Analisis Sifat Fisikokimia dan Fitokimia Ekstrak Daun Tumbuhan Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata King & H.E. Robins)

    Get PDF
    Analisis Sifat Fisikokimia dan Fitokimia Ekstrak Daun Tumbuhan Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata King & H.E. Robins

    HUBUNGAN TINGKAT PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KEJADIAN MIOPIA

    Get PDF
    The easy way offered by smartphone makes more people spend a lot of time interacted with smartphone. But behind that, many of smartphone users are not aware of the dangers which can be caused by a smartphone. Generally smartphone users used the smartphone with a close distance to the eyes and in the long term. Excessive used of smartphones will improve the power of eye accommodation, which ultimately impacts the sharp decline of vision in the form of farsightedness (myopia). This study aimed to find out the relationship between the levels of smartphone usage with the incidence of farsightedness (myopia) on nursing student’s class 7th at Citra Husada Mandiri Health Science Institute Kupang. This research design used in this research was correlational research used cross sectional research design. The sampling technique was used purposive sampling with the number of samples of 53 respondents. Data collection for dependent variable used Snellen card while independent variable used questionnaire sheet Based on the Lambda Crosstabs test results there was a significant relationship between the level of smartphone usage with the incidence of farsightedness (myopia) in nursing students class 7th at Citra Husada Mandiri Health Science Institute Kupang with p value 0,023 (p value <0,05). It was expected that the respondents and public become more aware to the myopia incidence that was derived from the usage of smartphones. Smartphone users should pay more attention to the position, the intensity of the lighting, the length of smartphone usage and the distance between the eyes with the smartphone screen. The better way to use smartphone was consider the distance between the smartphone screen with the eye was <30 cm and did not use smartphone> 4 hours continuously in one da

    PERBANDINGAN EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI DAN TEKNIK DISTRAKSi TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN FRAKTUR

    Get PDF
    Fracture usually caused by trauma or physical exertion. Fracture causing common symptom of pain. Pain is an uncomfortable, subjective feeling where only the sufferer can feel it. Almost all pain felt by patients with fracture will be treated with analgesic, but many patients and doctors are less satisfied with long-term administration. This situation encourages the development of nonpharmacological techniques to treat pain such as relaxation and distraction techniques. The purpose of this study was to determine the effectiveness of relaxation technique and distraction technique to reduce the intensity of pain in patients fracture in the Surgery Ward of RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. The research method was Pre Experiment with One Group Pretest-Postest design, the selection of sample using Accidental Sampling. Sample of 18 respondents. This research was conducted on 9 February until 16 March 2017 in the Surgery Ward of RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Data collection was done by giving relaxation technique (deep breath) and distraction technique (listening to music), then the researchers measure the scale of the respondent pain using Hayward pain scale. The results used independent t showed that the relaxation technique was more effective in reducing the pain of fracture patients than the distraction technique with pain reduction mean = 2.00 > 1.67. Conclusion, relaxation techniques and distraction techniques are able to reduce the intensity of pain and there was a comparison of pain intensity of fracture patients after relaxation technique and distraction technique. Keywords: Pain, Relaxation Technique, Distraction Techniqu

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN STATUS NUTRISI (INDEKS MASA TUBUH) PADA PASIEN YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG

    Get PDF
    Seseorang dengan penyakit ginjal kronik cenderung akan melakukan transplantasi ginjal atau terapi dialisis dengan tujuan untuk memperpanjang umur dan mempertahankan kualitas hidup, dialisis tersebut berdampak pada status nutrisi dalam hal ini indeks masa tubuh pasien, sehingga pasien membutuhkan dukungan dari keluarga karena dengan adanya dukungan dari keluarga pasien dapat mempertahankan serta meningkatkan status nutrisi (indek masa tubuh). Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan status nutrisi (Indeks Masa Tubuh) pasien yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Prof.Dr.W.Z. JOHANNES Kupang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian cross sectional observasional analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 45 responden yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Berdasarkan hasil penelitian dari 45 responden sebagian besar responden sudah mendapat dukungan yang baik dari keluarga. Hasil uji statistik menggunakan uji spearmen rhow di peroleh p value = 0,000 > 0,01. Kesimpulannya ada hubungan antara dukungan keluarga denga status nutrisi (Indeks Masa Tubuh) pasien yang menjalani terapi di ruangan hemodialisa RSUD.Prof.Dr.W.Z.Johannes Kupang. Diharapkan pihak ruangan hemodialisa RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang dapat memberikan penyuluhan kesehatan terkait diet pasien yang menjalani terapi di ruangan hemodialisa RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Kata kunci: dukungan keluarga, status nutrisi (Indeks Masa Tubuh), pasien hemodiali

    PENGARUH PIJAT BAYI MENGGUNAKAN MINYAK KELAPA TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BAYI ATERM BBLR DAN NON BBLR USIA 0-3 BULAN DI PUSKESMAS PONED KOTA KUPANG

    Get PDF
    ABSTRAK Latar belakang masalah: Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 369/MENKES/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Bidan menyebutkan bahwa bidan mempunyai  kewenangan untuk   melaksanakan  pemantauan   dan menstimulasi tumbuh kembang bayi dan anak.Salah satu bentuk stimulasi tumbuh kembang yang selama ini dilakukan oleh masyarakat adalah dengan melakukan pijat bayi (4) Pijat bayi adalah pemijatan  yang  dilakukan  dengan  usapan -usapan halus  pada permukaan kulit  bayi, dilakukan denganmenggunakan tangan yang bertujuan untuk menstimulasi efek terhadap syaraf, otot, sistem pernafasan serta sirkulasi darah dan limpha (3, 5).Pijat bayi memiliki banyak manfaat sehingga pelaksanaan pijat sangat baik apabila  dipraktikkan, terutama  jika  pelaksanaannya langsung  oleh  ayah  atau  ibu  bayi.  Kerugian bayi yang tidak dipijat diantaranya pertambahan barat badannya lebih lambat dari pada bayi yang dipijat (6).Pijat bayi mempunyai banyak keuntungan, antara lain mengurangi kebiasaan menangis, menaikkan berat badan, melatih eye contact dengan Ibu (7). Data Nasional yang menunjukkan secara pasti jumlah pelayanan kesehatan dan ibu yang melakukan pijat bayi secara statistik belum teridentifikasi namun mengingat pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi tumbuh kembang yang memiliki banyak manfaat yang pelaksanaannya bisa langsung dilakukan oleh ayah atau ibu bayi maka perlu dilakukan penelitian.Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pijat bayi menggunakan minyak kelapa terhadap kenaikan berat badan pada bayi aterm BBLR dan Non BBLR di Puskesmas PONED Kota Kupang tahun 2014Metode penelitian: Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre post test design yang merupakan salah satu bagian dari rancangan penelitian eksperimental. populasi sampel bayi lahir aterm BBLR dan Non BBLR 60 dibagi dua kelompok, diberikan pelatihan pijat bayi pada ibu bayi, dibagi leaflet dan diukur BB tiap minggu, hitung rata – rata kenaikan berat badan, 3 kali pengukuran selama 3 mingguHasil Penelitian: 100 persen setelah dipijat baik BBLR dan Non BBLR mengalami kenaikan Berat badan dan pola tidur teratur. Bayi yang dipijat tiap hari, teratur pagi dan sore selama 15 menit mengalami kenaikan Berat badan lebih dari kenaikan Berat badan normal yaitu lebih dari 200 gram/minggu sebesar 43.3 dibandingkan yang dipijat 3 kali/minggu hanya sebesar 10 persen.Simpulan: Adanya pengaruh yang signifikan dari pijat menggunakan minyak kelapa terhadap kenaikan Berat badan bayi/minggu dengan RR 5.0 pada CI 95 persen. Kata kunci : aterm BBLR, Aterm Non BBLR, Pijat bayi menggunakan minyak kelapa, Puskesmas PONED, Kota Kupang

    345

    full texts

    376

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇