CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
376 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN IMPLEMENTASI MODEL ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MAKP) TIM – PRIMER DENGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD DR. BEN MBOI RUTENG
ABSTRAK
Perubahan bidang kesehatan di Indonesia saat ini terjadi begitu pesat, persaingan bebas terjadi di semua tatanan kesehatan terutama rumah sakit. Pepelayanan keperawatan merupakan bagian dari sistem kesehatan di sebuah rumah sakit. Pepelayanan keperawatan merupakan kegiatan yang selalu ada yaitu selama 24 jam di rumah sakit, sehingga baik buruknya sebuah rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kualitas pepelayanan keperawatan. Untuk mempertahankan eksistensinya dalam persaingan bebas ini adalah dengan cara meningkatkan kepuasan pelanggan (pasien dan keluarga). Kepuasan pasien tersebut bisa dicapai diantaranya dengan meningkatkan kualitas pepelayanan keperawatan melalui penerapan Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan implementasi MAKP Tim-Primer dengan mutu pelayanan keperawatan di RSUD Dr. Ben Mboi Ruteng. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan data kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi MAKP Tim – Primer disebagian besar ruangan rawat inap berada pada kategori baik yaitu sebanyak 81 (86,2 %); mayoritas responden menyatakan bahwa mutu pelayanan perawatan di ruang rawat inap RSUD Dr. Ben Mboi Ruteng baik yaitu sebanyak 68 orang (72 %). Berdasarkan hasil uji statistik disimpulkan bahwa ada hubungan antara Implementasi MAKP Tim – Primer dengan Mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Dr. Ben Mboi Ruteng (α = 0,019). Hasil tersebut menunjukan bahwa ada hubungan antara Implementasi MAKP Tim-Primer dengan Mutu Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Ruteng. Beberapa saran yang berhubungan dengan implementasi MAKP Tim – Primer dan usaha mempertahankan kualitas pepelayanan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Dr. Ben Mboi Ruteng yaitu sebagai berikut: 1). Sebaiknya menerapkan MAKP Tim, sebab MAKP Tim sangat sesuai jika dilihat dari latar belakang pendidikan perawat yang umumnya D III Keperawatan; 2). Tingkatkan komitmen institusi RSUD Dr. Ben Mboi Ruteng dalam melaksanakan asuhan keperawatan; 3). Meningkatkan kualifikasi pendidikan perawat khususnya Kepala Ruangan dan Perawat Primer dengan memberikan kesempatan untuk studi lanjut dibidang keperawatan ke jenjang Ners; 4). Pertahankan kualitas pepelayanan kepada pasien yang dirawat.
Kata Kunci: MAKP, Mutu Pelayanan Keperawata
HUBUNGAN CITRA TUBUH, AKTIVITAS FISIK, DAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI
The results of Nutrient State Monitoring 2018, mentioned that obesity and emaciation among girls aged 12-18 decreased from 38,5% to 19,4% in obesity, and 6,7% to 4,7% in emaciation. Both Poor nutrient and over nutrition in Indonesia still occur in adolescenceespecially in young women. There are several factors that influence nutrient status including body image, physical activity, and balanced nutrient knowledge. The aim is to analyze the relationship of body image, physical activity, and balanced nutrient State of young women in Tinangkung 1 State High School. Type of quantitative research using a Cross Sectional study design. The number of samples was 94 people and it taken by purposive sampling technigue. Data analysis using Chi-Square. The results showed that most of respondents had positive body image (52,1%), heavy physical activity (60,6%), enough nutrition knowledge (40,4%), and normal nutrient state (85,1%). Chi-Square test results between body image, physical activity, and knowledge of balanced nutrient with nutrient state obtained results each of p value 0,297; 0,000; 0,001. The conclusion was that there was no correlation between body image and nutritional status of young women, there was a relationship between physical activity and balanced nutrition knowledge with the nutritional status of young women. There fore, it is necessary to conduct the presentation of balanced nutritional state for young women in SMA Negeri 1 Tinangkung.
Keywords: body image, physical activity, knowledge of balanced nutrition, nutrient stateHasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2018, menjelaskan bahwa kegemukan dan kekurusan pada remaja putri umur 12-18 mengalami penurunan dari38,5% menjadi 19,4% pada kegemukan, dan 6,7% menjadi 4,7% pada kekurusan. Masalah gizi kurang dan gizi lebih di Indonesia masih sering terjadi di usia remaja terutama pada remaja putri.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi status gizi diantaranya citra tubuh, aktivitas fisik, serta pengetahuan gizi seimbang.Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan citra tubuh, aktivitas fisik, dan pengetahuan gizi seimbang dengan status gizi remaja putri di SMA Negeri 1 Tinangkung.Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain Cross Sectional study.Jumlah sampel sebanyak 94 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden memiliki citra tubuh positif (52,1%), aktivitas fisik berat (60,6%), pengetahuan gizi cukup (40,4%), dan status gizi normal (85,1%). Hasil uji Chi-Squareantara citra tubuh, aktivitas fisik, dan pengetahuan gizi seimbang dengan status gizi didapatkan nilai p masing-masing 0,297; 0,000; 0,001.Simpulan didapatkan tidak ada hubungan antara citra tubuh dengan status gizi remaja putri, ada hubungan aktivitas fisik dan pengetahuan gizi seimbang dengan status gizi remaja putri.Oleh karena itu, perlu dilakukan penyuluhan peningkatan status gizi seimbang bagi remaja putri di SMA Negeri 1 Tinangkung.
Kata kunci: citra tubuh, aktivitas fisik, pengetahuan gizi seimbang, status giz
HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN IBU TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN ISPA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA
pemahaman ibu tentang pencegahan dan penanganan ISPA kejadian ISPA, balit
PERANCANGAN KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI) INSTALASI RADIOLOGI MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DI RS BAPTIS BATU
Background : Radiology Installation in Baptis Batu Hospital is one of five revenue centers. As the center of production costs, unit performance measurement is necessary in Radiology Installation so that the vision and strategy of the hospital can be translated well, measurable and appropriate. One way of measuring the performance of Radiology Installation is with Key Performance Indicator (KPI). Balanced Scorecard is a management system capable of helping organizations to sharpen their vision and strategy, translating into action. Balanced Scorecard method becomes an option in overcoming the problem of unit indicator in Baptis Hospital because this method is very effective to determine hospital performance accurately and comprehensively. The purpose of this research is to develop Key Performance Indicator using Balance Scorecard. Method: The research method used is descriptive qualitative approach based on primary data through observation and interview and secondary data in the form of monthly report and annual report. Result: The result of this research is Key Performance Indicator (KPI) of Radiology Installation at Baptis Batu Hospital.
Keywords : Balanced scorecard (BSC), Key Performance Indicator (KPI)Pendahuluan: Instalasi Radiologi RS Baptis Batu merupakan salah satu dari lima revenue center (pusat biaya produksi). Sebagai pusat biaya produksi, pengukuran kinerja unit merupakan hal yang perlu dilakukan di Instalasi Radiologi agar visi dan strategi yang dimiliki rumah sakit dapat diterjemahkan dengan baik , terukur serta sesuai. Salah satu cara dalam mengukur kinerja Instalasi Radiologi adalah dengan Key Performance Indicator (KPI). Balanced scorecard (BSC) adalah sebuah sistem manajemen yang mampu membantu organisasi untuk menajamkan visi dan strategi, menerjemahkan menjadi tindakan. Metode BSC menjadi pilihan dalam mengatasi permasalahan penyusunan indikator unit di RS Baptis Batu karena metode ini sangat efektif untuk menentukan kinerja rumah sakit secara akurat dan komperehensif. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun KPI menggunakan BSC. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan data primer melalui observasi dan wawancara serta data sekunder berupa laporan bulanan maupun laporan tahunan. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah KPI di instalasi radiologi RS Baptis Batu.
Kata Kunci : Balanced scorecard (BSC), Key Performance Indicator (KPI).  
Pengaruh Rebusan Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Panti Sosial Penyantunan Lanjut Usia Budi Agung Kota Kupang
Asam urat adalah zat hasil metabolisme purin dalam tubuh. Zat asam urat ini biasanya akan dikeluarkan oleh ginjal melalui urin dalam kondisi normal. Kadar normal asam urat pada wanita adalah 2,6-6,0 mg/dl dan pada pria 3,5-7,0 mg/dl. Menurut WHO, penderita asam urat pada tahun 2007 diperkirakan mencapai 230 juta dan angka tersebut diperkirakan akan meningkat tajam pada tahun 2020. Di Indonesia penderita asam urat tertinggi di daerah Manado-Minahasa sebesar 29,2% pada tahun 2003. Menurut badan pusat statistik (2009) angka kesakitan lansia tertinggi terdapat di provinsi Nusa Tenggara Timur (48,99%) dan jenis keluhan yang paling banyak di alami (32,30%) adalah penyakit kronis seperti asam urat. Sedangkan di tempat penelitian Panti Sosial Budi Agung Kota Kupang, di dapatkan data populasi lansia yang tinggal sebanyak 78 orang dan 30 orang diantaranya menderita asam urat dengan kadar asam urat lebih dari batas normal. Salah satu terapi alternatif untuk menurunkan kadar asam urat yaitu rebusan daun salam. Kandungan yang terdapat dalam daun salam yaitu flavonoid yang bersifat antioksidan dapat menghambat aksi dari enzim xanthine oxidase, sehingga pembentukan asam urat dalam tubuh terhambat serta dipengaruhi juga oleh kandungan tritepen, polyphenol, dan alkaloid yang bersifat diuretik yang memproduksi urin lebih banyak sehingga asam urat keluar melalui urin.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian rebusan daun salam(Syzygium Polyanthum Wight) untuk menurunkan kadar asam urat pada lansia di Panti Sosial Penyantunan Lanjut Usia Budi Agung Kota Kupang.Desain dalam penelitian ini adalah penelitian Quasy-Experiment. Non-Randomized PreTest Post-Test With Control Group Design. Populasinya adalah seluruh lansia yang menderita asam urat di Panti Sosial Penyantunan Lansia Budi Agung Kupang yaitu 30 orang. Sampel yang diambil sebanyak 30 orang yaitu 15 kelompok kontrol dan 15 kelompok perlakuan yang diberi air rebusan daun salam. Teknik sampling adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan lembar observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar asam urat sebelum pemberian air rebusan daun salam adalah sebesar 6,66 mg/dl pada kelompok kontrol dan 8,24 mg/dl pada kelompok perlakuan. Sedangkan rata-rata kadar asam urat sesudah diberikan rebusan daun salam yaitu 7,07 mg/dl. Berdasarkan hasil uji statistik simple paired T Tes dimana nilai p = 0.00 < α= 0.05, artinya ada pengaruh penurunan kadar asam urat setelah pemberian rebusan daun salam pada kelompok perlakuan. Kata Kunci: Rebusan Daun Salam, Asam Urat
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MERAWAT BAYI DENGAN STATUS KESEHATAN BAYI POST PERAWATAN NICU DI RSUD W. Z. JOHANNES KUPANG
Abstrak
This study entitled the relationship between mother's knowledge level and mother's behavior in caring for infant health status of post-nursing baby NICU in Prof. Dr. W. Z. Johannes Hospital in Kupang-NTT, Indonesia, which is motivated by the still high morbidity and mortality of infants and children. Infant mortality can occur at home or in health facilities. Families especially mothers have an important role to prevent infant mortality and death including after treatment at NICU. The objectives of the study looked at the relationship between mother's knowledge level and mother's behavior in caring for infants on post-nurse health status of NICU "in RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Methods of quantitative research with cross-sectional approach, on 39 respondents of mothers who have children treated in NICU, data collection using questionnaires, analysis of dektriptif and simple linear regression. The majority of researches were age <20 and> 35 years (54%), elementary school education (46%). work of housewife (69%), baby is male (77%), infant weight enough category 2000 - 2500 gram (54%), length of day care category enough 3-6 days (54%), mother's knowledge in care of infants sufficient category (53%), mother's behavior in caring for good category baby (87%). The conclusions of maternal knowledge in treating infants after NICU care were categorized as good (53). Maternal behavior in caring for infants after NICU care is included in either category (87%). Infant health status in terms of infant weight after NICU treatment included in the category is quite good (2000 - 2500 grams). There is a significant relationship between knowledge and behavior of maternal care with infant health status in terms of infant weight (p = 0.000).
*) Keywords: Knowledge, Behavior, infant health status.
DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI. 2009. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2008. Pusat Data Kesehatan: Jakarta.
Dinas Kesehatan Kota Kupang. 2010. Profil Kesehatan Kota Kupang Tahun 2013. Tersedia di web dinkes.kotakupang.web.id. diakses pada tanggal 23 Oktober 2015.
Ekayanti Hafidah Ahmad,dkk. 2012. Faktor determinan status kesehatan bayi neonatal di Rskdia siti fatimah makassar. Jurnal KesMas UAD. Vol. 6, No. 3, September 2012 : 144-211. Diakses tanggal 23 Oktober 2015.
Kuswanti, Ina. 2014. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Keterampilan Menyusui Pada Ibu Post Partum Ditinjau Dari Paritas. Jurnal Kesehatan “Samodra Ilmu” Vol. 05 No. 02 Juli 2014. Diakses tanggal 23 Oktober 2015.
Asrining S., dkk, 2003, Perawatan Bayi Risiko Tinggi, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Arikunto, S. 2006. Prosedur Pnelitian: suatu Pendekatan Praktek. Edisi. Revisi VI. Rineka Cipta: Jakarta
Bherman, Richard E, dkk. 1999. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Vol.1. EGC: Jakarta
Meadow, Roy & Simon Newell. 2005. Lecture Notes Pediatrika: Edisi Ketujuh. Erlangga: Jakarta
Suriadi & Rita Yuliani. 2010. Buku Pegangan Pediatric Klinik: Asuhan Keperawatan Pada Anak. Sagung seto: Jakarta
Wong, Dona L. 2008. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatric. EGC: Jakart
FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN PROGRAM UKS PAUD DI PAUD WILAYAH DESA WEDOMARTANI SLEMAN YOGYAKARTA
Background: At the age of 3 or 4 years, children who have started education in a preschool or early education (PAUD) environment spend more time at school than in a home environment. Schools play an important role in promoting healthy behavior and educating children to achieve maximum growth and development of children. Government programs related to health for schools are the School Health Unit (UKS) which aims to improve the quality of education and learning achievement of students by improving hygienic and healthy living behavior and improving the health status of students and school residents. In addition, the purpose of implementing UKS is to create a healthy environment, so as to enable optimal growth and development of children in the context of forming a full Indonesian human being. The study aims to identify the dominant factors that are the determinants of the success of the implementation of the UKS PAUD program in PAUD in the village of Wedomartani Sleman, Yogyakarta.
Research Methods: Data collection was carried out in PAUD in the village of Wedomartani Sleman, Yogyakarta, with a sample of 32 teachers teaching in PAUD. This type of research is descriptive analytic with cross sectional method. The sampling technique uses simple random sampling. The research instrument is a questionnaire and a modified checklist sheet from various references. Bivariate data analysis using chi-square test. Multivariate analysis using logistic regression to test the interaction between variables to determine the interaction between independent variables on the dependent variable.
Research Results: Most of the respondents held the position of Principal, namely 62%, late adult age, namely 41.4% and highly educated (D3, S1 and S2) at 72%. The results of the bivariate analysis of the relationship between knowledge, skills, infrastructure and perceptions of health personnel support, respectively with a p-value of 0.029; 0.010; 0,150; 0.014.
Conclusion: There is a relationship between knowledge, skills and perceptions of health personnel support for the successful implementation of UKS PAUD in PAUD in the village of Wedomartani Sleman Yogyakarta
Keywords: UKS, PAUD, preschool childre
Efektifitas Ekstrak Faloak (Stercullia quadrifida R.Br) Sebagai Chelator bagi Radikal FeS Akibat Pencemaran Logam Timbal
Faloak (Stercullia quadrifida R. Br) merupakan tumbuhan yang pada ekstrak kulit batangnya (klika) terkandung senyawa bioaktif yaitu alkaloid, fenol, fenolik dan terpenoid. Kandungan senyawa bioaktif yang terkandung pada ekstrak klika faloak bermanfaat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak klika faloak khususnya senyawa flavonoid sebagai chelator bagi radikal FeS pada organ hati ikan nila (Oreochromis niloticus) yang tercemar logam berat timbale (Pb). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, menunjukkan bahwa ekstrak klika faloak mampu menurunkan kandungan radikal FeS pada organ hati ikan nila akibat pencemaran logam Pb dengan korelasi sebesar 97%. Konsentrasi ekstrak klika faloak yang paling efektif sebagai chelator bagi radikal FeS pada organ hati ikan nila adalah 4 mg/mL atau 4000 ppm
Analisis Hubungan Body Image dan Pola Makan terhadap Status Gizi pada Mahasiswi Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image dan pola makan terhadap status gizi pada mahasiswi Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang. Data yang dikumpulkan berupa data primer meliputi karakteristik individu, karakteristik keluarga, body image dan status gizi (berat badan, tinggi badan, dan kadar Hb). Pengumpulan data primer ini dilakukan dengan teknik pengisian kuesioner oleh peneliti dengan metode wawancara dan menggunakan kuesioner yang disebarkan dan diisi oleh mahasiswi. Tahapan analisis data diolah dengan program Microsoft Excell dan SPSS versi 16.0 dan disajikan dalam bentuk tabulasi dan narasi. Karakteristik orang tua responden sebagian besar berpendidikan SMA. Pekerjaan ayah responden sebagian besar adalah petani dan kebanyakan ibu respoden tidak bekerja atau ibu rumah tangga. Sebagian besar (71,7 %) responden memiliki body image yang positif. Pola makan responden sebagian besar masih tergolong kurang yang artinya keanekaragaman konsumsi pangan responden masih rendah. Status gizi responden sebagian besar Normal (51%) dan sebagian besar responden tidak menderita anemia yang artinya kadar Hb responden sebagian besar Normal. Sebagian besar responden dengan body image positif memiliki pola pangan yang kurang tapi status gizi dan kadar Hb responden normal. Tidak ada hubungan antara body image dan pola makan serta body image dan status gizi.
HUBUNGAN DUKUNGAN AYAH DENGAN STATUS IMUNISASI BALITA DI DESA OEFAFI DALAM WILAYAH KERJA PUSKESMAS OESAO KABUPATEN KUPANG
Immunization as a preventive way is used to prevent Tuberculosis, Diphtheria, Pertussis, Polio, Hepatitis B, and Measles, through the provision of immunity should be given continuously, thoroughly and implemented according to standards it can so as to provide health protection. The a in of this study was to determine the correlation between father’s support and immunization status of children under five village in puskesmas Oesao Kabupaten Kupang.
The design used in this research correlation with cross-sectional design. The independent variable is father’s support and the dependent variable is immunization status. The sample taken is total using total sampling technique with 53 respondents. Data collecting technique used in this reseacrh is questionnaire.
The results showed that there is no significant correlation between father’s support and immunization status of children under five indicated by p = 0,475> 0,005, r = 0,100 then H1 is rejected and H0 is accepted, it means there is no correlation between father’s support and childrenunder five immunizationstatus. The researcher the nursing department of puskesmas to improve that any immunization officer must provide health education and family involved in disseminating the immunization program that targets health center program coverage can be achieved through collaboration with community health worker.
Keywords: Father's Support, Children Under Five Immunization Status