CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
376 research outputs found
Sort by
FAKTOR KONSELING DAN PENGETAHUAN YANG MEMPENGARUHI IBU POSTPARTUM DALAM MENGGUNAKAN METODE KONTRASEPSI DI KOTA KUPANG
During the postpartum period mother needs counseling on the use of contraception methods. Contraceptives are needed before menstruation returns to prevent pregnancy. The purpose of this research was to know the influence postpartum counseling and mother's individual factors on use contraception methods in Kupang City. This study was quasi-experimental. 64 respondents were selected through purposive sampling and divided into 2 groups, 32 people were given counseling and 32 were not. Data collection used questionnaires. Data analysis was bivariate and multivariate. The result showed 22 respondents (68.75%) got counseling about postpartum contraception and 8 (25%) did not. The result of chi square test showed significant value of ρ = 0.000, indicating that there is influence of postpartum maternal counseling on the use of contraception methods. It is concluded that there is an influence of postpartum maternal counseling and knowledge on the use of contraception methods by mothers in Kupang City.
Keywords: Counseling, postpartum, contraception useSelama masa postpartum ibu memerlukan konseling penggunaan metode kontrasepsi. Kontrasepsi dibutuhkan sebelum haid kembali untuk mencegah kehamilan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konseling dan faktor individu pada ibu postpartum terhadap penggunaan metode kontrasepsi di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen. Sampel 64 responden dibagi 2 kelompok, 32 orang diberikan konseling dan 32 orang tidak diberikan konseling dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data bersifat bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan 22 responden (68,75%) mendapatkan konseling dan 8 responden (25%) tidak mendapatkan konseling menggunakan metode kontrasepsi postpartum. Hasil analisis uji chi square menunjukkan nilai signifikan (ρ = 0,000) artinya ada pengaruh antara konseling ibu postpartum dalam menggunakan metode kontrasepsi. Disimpulkan terdapat pengaruh konseling dan pengetahan ibu postpartum terhadap penggunaan metode kontrasepsi di Kota Kupang.
Kata kunci: Konseling, postpartum, penggunaan kontraseps
PENGARUH PEMBERIAN RAMUAN JAHE MERAH ( ZINGIBER OFFICINALE ROSCOE ) DAN GULA MERAH TERHADAP PERUBAHAN NYERI HAID SISWI KELAS VIII SMPN 1 BENGKULU TENGAH
ABSTRACT
Dismenore is pain sense during menstruation, so that can cause inconvenience of daily living. This research aims to study the influence of giving extract red ginger (Zingiber Officinale Roscoe) and brown sugar towards dismenore pain alteration on female Students in the eight level of SMPN 1 in Bengkulu Tengah. This research is Pre- Experimental Research use one group pre-test and post -test research design. Population in this research is all of female students in eight level of SMPN1 in Bengkulu Tengah who being dismenore. Sampling technique used total sampling obtained as many as 34 samples. Data gathering in this research used primer data which was obtained directly from the respondents. Data analysis used Normality Test Analysis and Kolmogorov Smirnov Test, Univariate and Bivariate. The results of this research obtained; (1) Dismenore pain intensity in the first day before giving extract red ginger on Female Students in eight level of SMPN1 in Bengkulu Tengah ranged among 8-5, whereas, after giving extract red ginger decreased among 3-2. (2) dsimenore pain intensity in the second day before giving extract red ginger on Female Students in eight level of SMPN1 in Bengkulu Tengah ranged among 5-3 whereas, after giving extract red ginger decreased among 3-1. (3) There is influence giving extract red ginger towards dismenore pain alteration on female students in the eight level of SMPN 1 in Bengkulu Tengah that showed with the results Wilcoxon Signed Rank Test which was the value of Asymp.sig (2-tailed) = 0.000< 0.05 for both group, meaning significant. So, both variables have different value or in the other word occurred pain reduction on female students after drinking extract red ginger and brown sugar in the first day and second day.
Key word: Brown Sugar, Dismenore Pain , and Red Ginger IngredientABSTRAK
Dismenore adalah rasa sakit yang menyertai menstruasi sehingga dapat menimbulkan gangguan pekerjaan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian ramuan jahe merah (zingiber officinale roscoe) dan gula merah terhadap perubahan nyeri haid pada siswi kelas VIII SMPN 1 Bengkulu Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperiment dengan rancangan penelitian One Group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Siswi kelas VIII SMPN 1 Bengkulu Tengah yang mengalami dismenore. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling diperoleh 34 sampel. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dengan menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari responden. Analisis data dilakukan dengan analisis Uji Normalitas Data Dengan Uji Kolmogorov Smirnov, univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan; (1) Intensitas nyeri haid hari pertama sebelum pemberian ramuan jahe merah pada siswi kelas VIII SMPN 1 Bengkulu Tengah berkisar antara 8-5 sedangkan sesudah pemberian ramuan jahe merah turun berkisar 3-2. (2) Intensitas nyeri haid hari kedua sebelum pemberian ramuan jahe merah pada siswi kelas VIII SMPN 1 Bengkulu Tengah berkisar antara 5-3 sedangkan sesudah pemberian ramuan jahe merah turun berkisar 3-1. (3) Ada pengaruh pemberian ramuan jahe merah terhadap perubahan nyeri haid pada sisiwi kelas VIII SMPN 1 Bengkulu Tengah yang ditunjukkan dengan hasil uji Wilcoxon Signed Rank-Test dengan menunjukkan nilai Asymp.sig (2-tailed) = 0,000 < 0,05 untuk kedua kelompok berpasangan tersebut, berarti signifikan. Jadi, kedua variabel memiliki nilai yang berbeda atau dengan kata lain terjadi perubahan penurunan nyeri pada siswi setelah minum ramuan jahe merah dan gula merah baik hari pertama maupun pada hari kedua.
Kata Kunci: Gula Merah, Nyeri Haid, Ramuan Jahe Merah
 
HUBUNGAN PENERAPAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MAKP) DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG KELIMUTU, RUANG KOMODO DAN RUANG ANGGREK RSUD PROF. Dr. W. Z. JOHANNES KUPANG
Metode Asuhan Keperawatan Profesional adalah sebuah sistem keperawatan yang terdiri dari struktur, proses, dan nilai-nilai profesional yang mengatur pemberian asuhan keperawatan termasuk lingkungan yang dapat menopang pemberian asuhan keperawatan tersebut. Penerapan MAKP secara tepat dapat meningkatkan mutu pelayanan dan kinerja perawat. Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan penerapan MAKP Dengan Kinerja Perawat Di Ruang Kelimutu, Ruang Komodo, Dan Ruang Anggrek RSUD PROF. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Desain Penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 51 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan ialah kuesioner dan lembar studi dokumentasi. Analisa data yang digunakan ialah bivariat dengan uji statistik spearman rho. Hasil Penelitian didapatkan penerapan MAKP menurut responden berada pada kategori kurang yaitu 51,9% dan kinerja perawat berada pada kategori kurang yaitu 53,6%. Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai p=0,000. Kesimpulan ada hubungan antara penerapan MAKP dengan kinerja perawat. Oleh karena itu disarankan adanya peningkatan penerapan MAKP melalui pelatihan dan evaluasi yang berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang profesional
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Pre Kateterisasi Jantung Pasien SKA
ABSTRACT
The purpose of this study is to determine the Factors who associated with Level of Anxiety pre Cardiac Catheterization on Patient with SKA in Cath-Lab Ward RSUD dr. M. Yunus Bengkulu in 2018. This study used cross sectional design. Population in this study were all patient with SKA who were doing treatment of Cardiac Catheterization in Cath-Lab Ward RSUD dr. M. Yunus Bengkulu in 2018. Sample in this study were all patient diagnozed with SKA who were doing treatment of Cardiac Catheterization in Cath-Lab Ward RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Sampling technique in this study used accidental sampling where subject choosed on the time of study conducting. The result of this study showed: (1) there is no significant relationship between age and Level of Anxiety pre Cardiac Catheterization on Patient with SKA (2) there is significant relationship between gender and Level of Anxiety pre Cardiac Catheterization on Patient with SKA with weak category relationship. (3) there is significant relationship between education and Level of Anxiety pre Cardiac Catheterization on Patient with SKA with weak category relationship. It is expected that health workers in hospitals, especially nurses, can be able to measure the patient's anxiety level so that they can provide appropriate care, and can provide counseling, information and education needed by patients with anxiety disorders to help patients overcome their anxieties.
Keywords: Age, Gender, Education, Level of Anxiety pre Cardiac Catheterizatio
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE BERNYANYI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA/I SEKOLAH DASAR KELAS IV TENTANG CARA MENYIKAT GIGI YANG BAIK DAN BENAR
Anak usia SD merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap resiko karies gigi, sehingga pengetahuan tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar perlu ditingkatkan. Peningkatan pengetahuan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan metode bernyanyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode bernyanyi terhadap peningkatan pengetahuan siswa/i SD kelas IV di SD Inpres Sikumana 2 Kupang tahun 2018 tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar. Metode yang digunakan adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian one-group pretest posttest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dan sampel yang didapat berjumlah 91 orang responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t-test berpasangan (paired-sample t-test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode bernyanyi efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang cara menyikat gigi dengan nilai signifikansi (ρ) 0,00 < (α) 0,05. Metode bernyanyi dapat digunakan sebagai salah satu teknik penyuluhan tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar pada anak usia SD.
Kata Kunci : Efektivitas, Pengetahuan, Metode Bernyanyi, Menyikat Gigi
Elementary school children are vulnerable to dental caries. Therefore, knowledge about tooth brushing needs to be increased in this group by using certain methods. Singing method is potential in delivering the related information. The study aims to determine the effectiveness of the singing method in improving the knowledge of fourth-graders in SD Inpres Sikumana 2 Kupang in 2018 proper tooth brushing. The method used was pre-experiment with a one-group pre-test posttest research design. Samples consisted of 91 respondents selected by total sampling. Data obtained were analyzed with paired sample t-test. The results indicated that the singing method improved toothbrushing with (ρ) 0.00 <(α) 0.05. Singing can be used as a method to educate elementary school children about proper tooth brushing technique.
Keywords : Effectiveness, Knowledge, Singing Method, Proper Brushin
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERSEPSI REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH DI SMKN 3 KOTA BENGKULU
ABSTRACT
Sexual behavior is all behavior driven by sexual desire, both with the opposite sex and same-sex. This study aims to determine the relationship of knowledge with adolescent perceptions about premarital sex at SMK 3 Kota Bengkulu. This study uses an analytical design, with a cross sectional approach. The population in this study was 305 students. The sampling technique in this study using Proportional Random Sampling obtained a sample of 75 students. Data collection techniques in this study use primary data and secondary data. The results obtained: (1) there were 18 students (24%) had insufficient knowledge, 31 students (41,3%) had sufficient knowledge, 26 students (34,7%) had good knowledge about premarital sex. (2) there were 43 students (57,3%) had negative perceptions and 32 students (42,7%) had a positive perception about premarital sex. (4) there was a relationship between knowledge of premarital sex in class XI students at SMK 3 Kota Bengkulu with medium category. (5) there is a relationship between perceptions of premarital sex in class XI students in SMK 3 Kota Bengkulu in the moderate category. It is expected that students can find out about sexuality in adolescents so that students are able to provide appropriate information to students of SMKN if doing research and counseling.
Keywords: Premarital Sex, Knowledge, Perception.ABSTRAK
Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan persepsi remaja tentang seks pranikah di SMKN 3 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan desain analitik, dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini 305 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Proportional Random Sampling diperoleh sampel sebesar 75 siswa. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian didapatkan : (1) terdapat 18 siswa (24%) memiliki pengetahuan yang kurang, 31 siswa (41,3%) memiliki pengetahuan yang cukup, 26 siswa (34,7%) memiliki pengetahuan yang baik tentang seks pranikah. (2) terdapat 43 siswa (57,3%) memiliki persepsi negatif dan 32 siswa (42,7%) memiliki persepsi positif tentang seks pranikah.(4) ada hubungan antara pengetahuan terhadap seks pranikah pada siswa kelas XI di SMKN 3 Kota Bengkulu dengan kategori sedang. (5) ada hubungan antara persepsi terhadap seks pranikah pada siswa kelas XI di SMKN 3 Kota Bengkulu dengan kategori sedang. Diharapkan mahasiswa dapat mengetahui tentang seksualitas pada remaja sehingga mahasiswa mampu memberikan informasi yang tepat kepada siswa SMKN jika melakukan penelitian dan penyuluhan.
Kata Kunci : Seks Pranikah, Pengetahuan, Persepsi.
 
HUBUNGAN RIWAYAT MENGKONSUMSI ALKOHOL DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SIKUMANA KOTA KUPANG
Hypertension is a condition when blood pressure in blood vessels increases chronically. According to the AHA (American Heart Association) in 2011, in America, 59% of people with hypertension were only 34% under control. Riskesdas data (2013) of 15 million hypertensive sufferers, 50% of hypertension has not been controlled. The results of riskesdas (2013) in NTT the prevalence of hypertension is 7.2% and is below the national rate of 9.4%. Kota Kupang health service (2016) the number of hypertensive patients in Kupang City Sikumana Health Center was 85 people. Alcohol consumption is a risk factor that can cause hypertension. This study aims to determine the relationship between the history of consuming alcohol and hypertension in the Sikumana Health Center in Kupang City. The design in this study is analytic internationally with case control research design. The sample in this study amounted to 118 people, divided into 2 by the control group of 59 people and the case group of 59 people, using purposive sampling technique. Instrument research uses questionnaires and uses a blood pressure measuring device. This study was analyzed using spearman rho. The results showed that there was no relationship between alcohol consumption and hypertension, with significant values of spearman rho p = 0.130 (p> 0.05). Researchers suggest that health care staff in Kupang City Sikumana Health Center often provide information or counseling about hypertension and the causes of hypertension.
Keywords: History of Alcohol Consumption, HypertensionHipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis. Menurut AHA (American heart Asosiation) tahun 2011, di Amerika dari 59% penderita hipertensi hanya 34% yang terkendali. Data riskesdas (2013) dari 15 juta penderita hipertensi, 50% hipertensinya belum terkendali. Hasil riskesdas (2013) di NTT prevalensi hipertensi adalah 7.2% dan berada di bawah angka nasional yang mencapai 9.4%. dinas kesehatan Kota Kupang (2016) jumlah pasien hipertensi pada Puskesmas Sikumana Kota Kupang sebanyak 85 orang. Konsumsi alkohol merupakan faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat mengkonsumsi alkohol dengan hipertensi di Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Desain dalam penelitian ini adalah obsevasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 118 orang, dibagi 2 dengan kelompok kontrol 59 orang dan kelompok kasus 59 orang, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan kuisoner dan menggunakan alat pengukur tekanan darah. Penelitian ini di analisis menggunakan spearman rho. Hasil penelitian menunujukan bahwa tidak terdapat hubungan antara konsumsi alkohol dengan hipertensi, dengan nilai signifikan spearman rho p=0.130 (p> 0.05). Peneliti menyarankan agar staf pelayanan kesehatan di puskesmas Sikumana Kota Kupang agar sering memberikan informasi atau penyuluhan mengenai hipertensi dan penyebab terjadinya hipertensi.
Kata Kunci : Riwayat Konsumsi Alkohol, Hipertens
ANALISIS JUMLAH CEMARAN MIKROBA DAN IDENTIFIKASI Salmonella sp. DAN Escherichia coli PADA DAGING AYAM DI BEBERAPA TEMPAT PEMASARAN WILAYAH KOTA KUPANG
Daging merupakan salah satu sumber protein yang mudah mengalami kerusakan jika terkontaminasi mikroba. Dapat menyebabkan keracunan (foodborne diseases) jika terkontaminasi pathogen seperti Salmonella sp. dan Escherichia coli. Penelitian ini secara bertujuan untuk menganalisis jumlah cemaran mikroba dan identifikasi Salmonella sp. dan Escherichia coli pada daging ayam di beberapa tempat pemasaran wilayah kota Kupang. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan menggunakan uji rata-rata untuk mengetahui adanya perbedaan pada sampel, dimana sampel diambil dari 3 tempat pemasaran daging ayam yaitu Pasar Oeba, Pasar Oebobo dan Pasar Naikoten. Data dianalisis menggunakan colony counter, anova dan hasil identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah koloni bakteri aerob mesofil yang mencemari daging ayam masing-masing sebesar 82800000 (82,8 x 106) CFU/g untuk Pasar Naikoten, 28950000 (28,95 x 106) CFU/g untuk daging ayam yang diambil dari Pasar Oebobo dan 102950000 (102,95 x 106) CFU/g pada daging ayam yang diperoleh dari Pasar Oeba. Hasil uji analisis sidik ragam diketahui bahwa adanya perbedaan tidak nyata (P>0,05) pada taraf kepercayaan 0,05 diantara cemaran bakteri aerob mesofil pada daging ayam di 3 tempat pemasaran. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa tidak ada kontaminasi Salmonella sp. dan Escherichia coli pada daging ayam yang diuji. Kata kunci : cemaran mikroba, Salmonella sp. dan Escherichia coli, daging ayam, tempat pemasaran, kota kupan
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA POSTER DAN LEAFLET DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI KABUPATEN BELU
Belu Regency is geographically bordered directly by the state of Timor Leste, so that it has the potential as an entry point for disease transmission. The case of HIV-AIDS in Belu Regency ranks second highest in NTT Province. Reproductive health education needs to be given to the community early on. This study aims to determine the effectiveness of the use of poster and leaflet media in reproductive health counseling to increase public knowledge. The target group of counseling in this study were children, adolescents and parents in Fohoeka Village. Fohoeka Village is one of the villages in Belu Regency which borders directly with the State of Timor Leste. The method used is a pre-experimental research design with one-group pretest posttest. The sampling technique used was Simple Random Sampling of 180 respondents (children, adolescents and parents of 60 people each). Data were analyzed using paired-sample T-test. The results of this study indicate that the use of leaflet and poster media in reproductive health education is effective in increasing knowledge in children, adolescents and parents with a significance value (ρ)0,00<(α)0,05 and (ρ)0,02<(α)0,05. Reproductive health education with the lecture method is more effective by adding media aids such as posters, leaflets and so on. Media-based health education is very effective to be recommended in every disease prevention and management program in the community.
Keywords: Media, Reproductive Health Education, Community.Secara geografis Kabupaten Belu berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, sehingga berpotensi sebagai pintu masuk penularan penyakit. Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Belu menempati urutan ke dua tertinggi di Provinsi NTT. Pendidikan kesehatan reproduksi perlu diberikan kepada masyarakat sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media poster dan leaflet dalam penyuluhan kesehatan repoduksi terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Kelompok sasaran penyuluhan dalam penelitian ini adalah anak, remaja dan orang tua di Desa Fohoeka. Desa Fohoeka adalah salah satu desa di Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste. Metode yang digunakan adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian one-group pretest posttest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling sebanyak 180 responden (anak, remaja dan orang tua masing-masing 60 orang). Data dianalisis menggunakan uji T-test berpasangan (paired-sample T-test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media leaflet dan poster dalam pendidikan kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada anak, remaja dan orang tua dengan nilai signifikansi (ρ)0,00<(α)0,05 dan (ρ)0,02<(α)0,05. Pendidikan kesehatan reproduksi dengan metode ceramah lebih efektif dengan menambahkan alat bantu media seperti poster, leaflet dan sebagainya. Penyuluhan kesehatan berbasis media sangat efektif untuk direkomendasi dalam setiap program pencegahan dan penanggulangan penyakit dimasyarakat.
Kata Kunci: Media, Pendidikan Kesehatan Reproduksi, Masyarakat
 
HUBUNGAN PENDIDIKAN SEKS DAN PAPARAN MEDIA PORNOGRAFI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMA NEGERI 01 LEBONG SELATAN KABUPATEN LEBONG PROVINSI BENGKULU
The problem of adolescent sexual behavior is very complex, if it is not provided with good efforts, adolescents who have limited knowledge and understanding of adolescents will find it difficult to control their sexual urges which can lead to unnatural sexual behavior. This study aims to determine the relationship of sex education and exposure to pornographic media with teenage sexual behavior in 01 Lebong Selatan State High School, Bengkulu Province. This research is analytical survey research, using Cross Sectional design. The population of this study were students of class XII of 01 South Lebong State High School in Bengkulu Province as many as 140 students. The sampling technique in this study used Proportional Random Sampling of 100 people. Data collection in this study uses primary data and secondary data. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with statistical tests Chi-square (c2) and contingency coefficient (C) statistics. The results of the study were obtained from 100 adolescents in 01 Lebong Selatan Public High School, Lebong Regency, Bengkulu Province. There were 90 respondents (86.4%) who did not have good teen sexual behavior, there were 79 respondents (68.2%) who received less education about sex education, there were 90 respondents (86.8%) exposed to pornography media, there was a significant relationship between sex education and adolescent sexual behavior in Lebong Selatan 01 Public High School, Lebong Regency, Bengkulu Province with a close relationship category, there was a significant relationship between exposure to pornographic media and behavior sexual adolescence at Lebong Selatan 01 Public High School, Lebong Regency, Bengkulu Province with a close relationship category. It is expected that related parties can increase education and counseling efforts about sex to avoid negative impacts and dangers of negative sexual behavior in adolescents.
Keywords: pornography media, sex education, sexual behaviorMasalah perilaku seksual remaja sangat kompleks, jika tidak dibekali dengan upaya yang baik maka remaja yang memiliki keterbatasan pengetahuan dan pemahaman remaja akan sulit mengendalikan dorongan seksualnya yang berdampak pada timbulnya perilaku seksual yang tidak wajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan seks dan paparan media pornografi dengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 01 Lebong Selatan Provinsi Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik, menggunakan desain Cross Sectional. Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XII SMA Negeri 01 Lebong Selatan Provinsi Bengkulu sebanyak 140 siswa-siswi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Proporsional Random Sampling sebesar 100 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji statistik c2 (Chi-square) dan uji statistik contingency coefficient (C). Hasil penelitian didapatkan dari 100 remaja di SMA Negeri 01 Lebong Selatan Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu terdapat 90 responden (86,4%) yang mempunyai perilaku seksual remaja tidak baik, terdapat 79 responden (68,2%) mendapatkan pendidikan yang kurang tentang pendidikan seks, terdapat 90 responden (86,8%) yang terpapar media pornografi, ada hubungan yang signifikan antara pendidikan seks dengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 01 Lebong Selatan Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu dengan kategori hubungan erat, ada hubungan yang signifikan antara paparan media pornografi dengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 01 Lebong Selatan Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu dengan kategori hubungan erat. Diharapkan pihak terkait dapat meningkatkan upaya pendidikan dan penyuluhan tentang seks untuk menghindari dampak dan bahaya negatif dari perilaku seks negatif pada remaja.
Kata kunci: media pornografi, pendidikan seks, perilaku seksua