CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
    376 research outputs found

    PROFIL SKRINING INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS ALAK KOTA KUPANG TAHUN 2016

    Get PDF
    Cervical cancer is the most cancer suffered by women in Indonesia. The International Agency for Research on Cancer (IARC) states that cervical cancer is a type of cancer in women who rank fourth in the world and rank number two after breast cancer. Cervical cancer is caused by Human Papiloma Virus (HPV) types 16 and 18 which are easily transmitted through unhealthy sexual intercourse and the infection occurs in 85% of women who have had sexual relations. This study aimed to know the profile of Visual Acetate (IVA) inspection screenings for Fertile Women (WUS) in the working area of ​​the Alak health center kupang city. This research is a quantitative study using a descriptive method with a population of 85 fertile women. Sampling using purposive sampling technique. The number of samples is 46 fertile women who have had sexual relations. This research was implemented in the working area of ​​the Alak health center kupang city The results showed that out of a total of 46 respondents who conducted IVA screening found 35 respondents showed Positive IVA with a lesion area of ​​<75%, 3 respondents showed positive results with a lesion area of> 75%, and 8 respondents showed negative results. Consider the importance of IVA examination, fertile women should routinely carry out IVA examinations so that they can detect early cervical cancer.   .   Keywords: IVA, Cervical CancerKanker serviks merupakan kanker terbanyak diderita perempuan di Indonesia. International Agency for Research on Cancer (IARC) menyatakan bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker pada wanita yang menempati urutan keempat terbanyak didunia dan menduduki urutan nomor dua setelah kanker payudara. Kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18 yang mudah ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak sehat dan infeksinya terjadi pada 85% wanita yang telah melakukan hubungan seksual. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui profil skrining inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) pada Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah kerja puskesmas Alak kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode deskriptif dengan jumlah populasi 85 wanita usia subur. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel yaitu 46 wanita usia subur yang telah melakukan hubungan seksual. Penelitian ini dilaksanakan pada wilayah kerja puskesmas Alak kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 46 responden  yang melakukan skrining  IVA ditemukan sejumlah 35 responden menunjukkan IVA Positif  dengan luas lesi <75%, 3 responden menunjukkan hasil positif dengan luas lesi >75%, dan 8 responden menunjukkan hasil negatif. Mengingat pentingnya pemeriksaan IVA sebaiknya wanita usia subur secara rutin melakukan pemeriksaan IVA agar bisa mendeteksi secara dini adanya kanker leher rahim.   Kata Kunci: IVA, Kanker Servik

    EFEKTIVITAS KONSUMSI TABLET Fe SELAMA MENSTRUASI TERHADAP PENINGKATAN KADAR HAEMOGLOBINPADA SISWI SMAN 3 KOTA PALU

    Get PDF
    Menstruation is the release of the uterine wall (endometrium) which is accompanied by bleeding and occurs every month unless it is pregnant. Lots of blood coming out plays a role in the occurrence of anemia because women do not have enough supplies of Fe and absorbs of Fe into the body cannot replace the loss of Fe during menstruation. To anticipate iron anemia is by giving iron tablets, education and related efforts to remember iron intake through food, control of infectious diseases, and fortification of staple foods with iron. The research objective was to know the effectiveness of consumption of Fe tablets during menstruation on the increase in hemoglobin levels in female students of SMAN 3 in Palu City. The research design used was Pre experimental, with pre-test and post-test one group desion, a population of 606 students and a sample of 61 female students who menstruated at SMAN 3 Palu. Using the research instrument observation sheet. The independent variable is the administration of Fe tablets and the dependent variable which is an increase in hemoglobin levels during menstruation. Data analysis using statistical test paired t-test, significant value α α 0.005. The results showed that there was an effect of consumption of Fe tablets during menstruation on an increase in hemoglobin levels in female students of SMAN 3 Palu City with a value of p value = 0,000. The conclusion of this study is that there is an effect on the effectiveness of consumption of Fe tablets during menstruation on the increase in hemoglobin levels in female students of SMAN 3 Kota Palu. It is recommended for respondents to know the magnitude of the benefits of giving added blood tablets so that they can increase the level of Hb especially in young women who are experiencing menstruation.   Keywords: Hemoglobin Levels, Fe Tablets, Menstruation.Menstruasi merupakan pelepasan dinding Rahim (endometrium) yang disertai dengan perdarahan dan terjadi pada setiap bulan kecuali sedang hamil. Banyak darah yang keluar berperan pada kejadian anemia karena wanita tidak mempunyai persediaan Fe yang cukup dan absorbs Fe kedalam tubuh tidak dapat menggantikan hilangnya Fe saat menstruasi. Untuk mengantisipasi anemia zat besi adalah dengan cara pemberian tablet zat besi, pendidikan dan upaya yang ada kaitannya dengan peningatan asupan zat besi melalui makanan, pengawasan penyakit infeksi, dan fortifikasi makanan pokok dengan zat besi. Tujuan penelitian Diketahuinya efektivitas konsumsi tablet Fe selama menstruasi terhadap peningkatan kadarhaemoglobin pada siswi SMAN 3 Kota Palu. Jenis penelitian kauntitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah Pre experimental, dengan pre test dan post test one group desion, jumlah populasi sebanyak 606 siswi dan sampel sebanyak 61 siswi yang mengalami menstruasi di SMAN 3 Palu. Menggunakan instrument penelitian lembar observasi. Variabel independen yaitu pemberian tablet Fe dan variabel dependen yaitu peningkatan kadarhaemoglobin pada saat menstruasi. Analisis data menggunakan uji statistik paired t-test, nilai signifikan α ≤ 0,005. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh konsumsi tablet Fe selama menstruasi terhadap peningkatan kadar haemoglobin pada siswi SMAN 3 Kota Palu dengan nilai p value = 0,000. Simpulan penelitian ini terdapat pengaruh efektivitas konsumsi tablet Fe selama menstruasi terhadap peningkatan kadarhaemoglobin pada siswi SMAN 3 Kota Palu. Saran bagi responden dapat mengetahui besarnya manfaat pemberian tablet tambah darah sehingga dapat meningkatkan kadar Hb khsusunya pada remaja putri yang sedang mengalami menstruasi.   Kata kunci : Kadar Haemoglobin, Tablet Fe, Menstruasi. &nbsp

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP TINGKAT KECACATAN PASIEN KUSTA (LEPRAE) DI RUMAH SAKIT KUSTA DAN CACAT UMUM BUNDA PEMBANTU ABADI NAOB, KECAMATAN NOEMUTI TIMUR, KABUPATEN TIMUR TENGAH UTARA.

    No full text
    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP TINGKAT KECACATAN PASIEN KUSTA (LEPRAE) DI RS KUSTA DAN CACAT UMUM BUNDA PEMBANTU ABADI NAOB KECAMATAN NOEMUTI TIMUR KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA   Santoninho Z. De Carvalho, Ns. Erna Febriyanti, MAN dan Ns. Maria G. Simon, MAN  Mahasiswi Prodi Ners STIKes Citra Husada Mandiri, Kupang 85111 Dosen Prodi Ners STIKes Citra Husada Mandiri, Kupang 85111 [email protected]   ABSTRAK   Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular yang menimbulkan masalah yang sangat kompleks, umumnya terdapat di negara-negara yang sedang berkembang sebagai akibat keterbatasan kemampuan negara tersebut untuk menggurangi tingkat kecacatan.                                Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap tingkat kecacatan pasien kusta di RS. Kusta dan Cacat Umum Bunda Pembantu Abadi Naob Kecamatan Noemuti Timur Kabupaten TTU. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien kusta yang ada di RS Kusta dan Cacat Umum Bunda Pembantu Abadi Naob. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden, menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, lembaran observasi dan cheklist. Hasil uji statistik spearman-rho diperoleh p value = 0,007 < 0,01 artinya H1 diterima.   Untuk mencegah tingkat kecacatan yang serius sebelum masuk pada tahap pengobatan, perlu adanya deteksi dini yang rutin pada musim kemarau maupun musim hujan dan juga meningkatkan pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat tentang penyakit kusta tersebut.   Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Tingkat Kecacatan, Kusta

    Pengaruh Pelatihan Balut Bidai Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Siswa/i Palang Merah Remaja (PMR) Di SMA N.4 Kota Bengkulu

    Get PDF
    ABSTRAK Balut Bidai adalah perawatan umum trauma ekstremitas atau imobilisasi dari lokasi trauma seperti belat (spalk) untuk mempertahankan posisi bagian tulang yang patah agar tidak bergerak dan mencegah terjadinya kontaminasi dan komplikasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh pelatihan balut bidai terhadap pengetahuan dan keterampilan siswa/i Palang Merah Remaja (PMR) Di SMA N. 4 Kota Bengkulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan balut bidai terhadap pengetahuan dan keterampilan siswa/i Palang Merah Remaja (PMR) di SMA N. 4 Kota Bengkulu. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan menggunakan rancangan one group pre-test post-test design. Populasi penelitian ini adalah siswa/i Palang Merah Remaja (PMR) tahun 2019 sebanyak 33 siswa/i. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian ini adalah berdasarkan Uji Wilcoxon Signed Rank Test didapat data pengetahuan sebelum perlakukan dan sesudah perlakuan sebesar -4,301 dengan nilai Asymp. Sig (p)=0,000, dan data keterampilan sebelum perlakuan dan sesudah perlakukan sebesar -4,735 dengan nilai Asymp. Sig (p)=0,000. Karena nilai p-value=0,000<0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pelatihan balut bidai terhadap pengetahuan dan keterampilan siswa/i Palang Merah Remaja (PMR) di SMA N. 4 Kota Bengkulu. Diharapkan kepada pihak sekolah SMA N. 4 Kota Bengkulu mampu bekerjasama dengan PMI, Puskesmas, ataupun pihak yang berwenang tentang penanganan pertama cedera sehingga dapat membantu siswa/i dalam melakukan upaya penanganan terhadap siswa/i yang mengalami cedera dan responden untuk meningkatkan pengetahuan melalui pelatihan, membaca materi tentang balut bidai melalui media cetak seperti buku tentang balut bidai atau media elektronik. Kata Kunci           : Pelatihan Balut Bidai, Pengetahuan, Keterampilan   ABSTRACT Splint Dressing (Fixation) is a general treatment of extremity trauma or immobilization from the site of trauma such as splinting (spalk) to maintain the position of broken bones so as not to move and prevent contamination and complications. Formulation of problem in this study was whether there is Effect of Splint Dressing (Fixation) Training to Knowledge and Skills of Youth Red Cross (PMR) Students at SMA N. 4 Bengkulu City. The aims of this study was to determine Effect of Splint Dressing (Fixation) Training to Knowledge and Skills of Youth Red Cross (PMR) Students at SMA N. 4 Bengkulu City. This study used pre-eksperiment with one group pre-test post-test design. Population in this study were students of Youth Red Cross (PMR) during 2019 with the amount of 33 students. Data analysis in this study used univariate and bivariate with Uji Wilcoxon Signed Rank Test.The results of this study showed: based on Wilcoxon Signed Rank Test obtained knowledge before treatment and after treatment were -4,301 with value of Asymp. Sig (p)=0,000, and skills data before treatment and after treatment were -4,735 with value of Asymp. Sig (p)=0,000. Because value of p-value=0,000<0,05 so that can be concluded there is Effect of Splint Dressing (Fixation) Training to Knowledge and Skills of Youth Red Cross (PMR) Students at SMA N. 4 Bengkulu City. It is expected that the SMA N. 4 Bengkulu City can collaborate with PMI, Puskesmas, or the authorities regarding the first treatment of injuries so that they can assist students in making efforts to deal with students who are injured and respondents to increase knowledge through training, read material about splint splints through print media such as books on splint splints or electronic media. Keywords: Splint Dressing (Fixation) Training, Knowledge, Skill

    PENGARUH MINUMAN SARI JAHE DALAM MENGURANGI EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS ALAK

    Get PDF
    ABSTRACT A inconvenience that often occurs in pregnant women is emesis gravidarum. Emesis gravidarum is generally experienced by 65-70% of pregnant women, often occurring in 60-80% primigravida and 40-60% multigravida. Where as hyperemesis gravidarum occurs around 10-15%. When pregnant the gastric works more slowly in digesting food than before pregnancy so it can trigger vomiting. The aromatic essential oil content and spicy gingerol taste in ginger can have a direct influence on the digestive tract. The purpose of this study is to determine whether there is an effect of ginger juice drinks in reducing emesis gravidarum in pregnant women. The research design used  Pre Experimental with the design of the One Group Pretest Posttest. The number of samples in this study were 16 people, with a purposive sampling method. Measurements were made before and after being given ginger juice drinks for 4 days with an observation sheet. The results of the Wilcoxon test showed that there was an effective decrease in the emesis of gravidarum in pregnant women after giving ginger juice drinks to pregnant women in Alak Public Health Center in 2018 with a ρ-value of 0.001 (α = 0.05).. Keywords: Emesis gravidarum, ginger, pregnancyABSTRAK Keluhan yang sering terjadi pada ibu hamil adalah emesis gravidarum. Emesis gravidarum umumnya dialami oleh 65-70% wanita hamil, sering terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida. Sedangkan  hyperemesis gravidarum terjadi sekitar 10-15%. Saat hamil lambung bekerja lebih lambat dalam mencerna makanan dibandingkan sebelum hamil sehingga dapat memicu muntah. Kandungan minyak atsiri yang bersifat aromatik dan rasa pedas gingerol pada jahe dapat memberikan pengaruh langsung pada saluran pencernaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh minuman sari jahe dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental dengan rancangan One Group Pretest Posttest.  Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 16 orang, dengan metode purposive sampling. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah diberikan minuman sari jahe selama 4 hari dengan lembar observasi. Hasil analisis uji Wilcoxon penelitian menunjukan ada efektifitas penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil setelah pemberian minuman sari jahe bagi ibu hamil di Puskesmas Alak tahun 2018 dengan nilai ρ-value sebesar 0,001 (α=0,05). Kata kunci : Emesis gravidarum, jahe, kehamila

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI PUS PRIA DENGAN PENGGUNAAN KONDOM /VASEKTOMI DI KELURAHAN MERDEKA WILAYAH PUSKESMAS KUPANG KOTA

    Get PDF
    Male participation in family planning and reproductive health is male responsibility, family planning involvement and participation, aimed at controlling births, and helping families and individuals to realize their reproductive rights through health services, regulating the number of children and supporting families with an ideal age of marriage and the ideal age for giving birth. The participation of PUS men with condom use and vasectomy is very low in the Solor sub-district of the Kupang Kota health center area. Preliminary research on the number of couples of reproductive age 310, who were active family planning participants, 165 participants who were dominated by women namely (52.0%), male active family planning participants used condoms and vasectomy (1.29%). The purpose of analyzing the relationship of knowledge and perceptions of male PUS is to use condoms and vasectomy. Method: Analytical survey study with cross sectional design on 111 male PUS in Solor Village Kupang Kota Puskesmas area. Results Bivariate analysis with the chi square test found that there was a relationship between the two independent variables on the dependent variable (Knowledge level p. Value 0.0001 < = 0.05; Perception p value 0.005 < = 0.05; the calculated significance is smaller than the significance level of the table. The conclusion is that there is a relationship between knowledge, perception, and condom use and vasectomy.   Keywords: Participation in EFA, Condoms, VasectomyPartisipasi Pria dalam KB dan  Kesehatan  Reproduksi  adalah  tanggung  jawab  pria, keterlibatan dan keikutsertaan ber-KB, bertujuan untuk mengendalikan kelahiran, serta membantu keluarga dan individu dalam mewujudkan hak-hak reproduksinya melalui pelayanan kesehatan, pengaturan  jumlah anak dan dukungan keluarga  dengan usia perkawinan yang ideal serta  jarak  usia  yang ideal untuk melahirkan. Partisipasi PUS pria  dengan penggunaan kondom dan vasektomi sangat rendah di kelurahan Merdeka  wilayah puskesmas Kupang Kota. Penelitian pendahuluan  jumlah Pasangan Usia subur 310, yang menjadi  peserta KB aktif, 165 peserta yang di dominan oleh perempuan yaitu (52,0%), peserta KB aktif pria menggunakan kondom dan vasektomi (1,29%). Tujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan perepsi PUS pria dengan penggunakan kondom dan vasektomi. Metode: Penelitian Survey analitik dengan rancangan cross sectional terhadap 111 PUS Pria di Kelurahan Merdeka wilayah Puskesmas Kupang Kota.Hasil Analisa bivariate dengan uji chi square di peroleh bahwa ada hubungan bermagna dari kedua variable independen  terhadap variable dependen (Tingkat Pengetahuan p. value 0,0001 <  a = 0,05; Persepsi p value 0,005 < a = 0,05; signikansi hitung lebih kecil dari taraf signifikansi table. simpulan  ada hubungan  yang bermagna antara pengetahuan, persepsi, dengan penggunaan  kondom dan vasektomi.   Kata Kunci      : Partisipasi PUS,Kondom,Vasektom

    PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KIRINYUH (Cromolaena odorata L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L.) GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI SUKROSA

    Get PDF
    Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when the pancreas does not produce enough insulin or when the body cannot effectively use the insulin it produces. Hyperglycemia or an increase in blood sugar levels is a common symptom of uncontrolled diabetes. Chirinyuh plant (Chromolaena odorata L.) has been traditionally used to treat diabetes. This study aims to determine the effect of 70% ethanol extract of chirinyuh (Cromolaena odorata L.) leaves on decreasing blood sugar levels in white rats (Rattus norvegicus) wistar strain induced by sucrose. Rats were divided into 5 groups, namely negative control induced 0.5% Na-CMC, positive control induced glibenclamide, dose I 175 mg / kg body rat, dose II 200 mg / kg rat and dose III 225 mg / kg rat.Based on the results of the post hoc analysis test Student-Newman-Keuls decreased blood sugar levels there was a significant difference (p> 0.05) between the negative control group and all treatment groups. Whereas in the decrease of positive control blood sugar levels with group I dose, dose II and dose III showed no significant difference. As for the value of a decrease in blood sugar levels were greater in a row that is dose III (225 mg / kg body weight rats), dose I (175 mg / kg body weight rats), dose II (200 mg / kg body weight rats) and positive control group ( glibenclamide). Decrease in blood sugar levels shows that group dose III (225 mg / kg body weight mice) has a greater effect on reducing blood sugar levels.   Keywords: Diabetes mellitus, chirinyuh leaf, blood sugar level, Rattus norvegicus.Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup maupun ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. Hiperglikemia atau peningkatan kadar gula darah merupakan gejala umum dari diabetes yang tidak terkontrol. Tumbuhan kirinyuh (Chromolaena odorata L.) telah dimanfaatkan secara tradisional untuk mengobati diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol 70% daun kirinyuh (Cromolaena odorata L.) terhadap penurunan kadar gula darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar yang diinduksi sukrosa. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kontrol negatif diinduksi Na-CMC 0,5%, kontrol positif diinduksi glibenklamid, dosis I 175 mg/kgBB tikus, dosis II 200 mg/kgBB tikus dan dosis III 225 mg/kgBB tikus. Berdasarkan hasil uji analisis post hoc Student-Newman-Keuls penurunan kadar gula darah terdapat perbedaan yang signifikan (p > 0,05) antara kelompok kontrol negatif dengan semua kelompok perlakuan. Sedangkan pada penurunan kadar gula darah kontrol positif dengan kelompok dosis I, dosis II dan dosis III menunjukkan tidak berbeda signifikan. Adapun nilai penurunan kadar gula darah yang lebih besar berturut-turut yaitu dosis III (225 mg/kg BB tikus), dosis I (175 mg/kg BB tikus), dosis II (200 mg/kg BB tikus) dan kelompok kontrol positif (glibenklamid). Penurunan kadar gula darah menunjukkan bahwa kelompok dosis III (225 mg/kg BB tikus) mempunyai efek penurunan kadar gula darah yang lebih besar.   Kata kunci: Diabetes melitus, daun kirinyuh, kadar gula darah, Rattus norvegicus

    Status Gizi, Pola Makan Dan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Di Kota Kupang

    Get PDF
    ABSTRACT   Background: nutrition status in children can have an impact on the quality of human resources. Nutrition is one of the factors that contribute to the quality of human resources. Nutritional intake an important role in optimal body growth. Human resources in school children are using indicators of student achievement in one semester. Objective : The objective of this research is to know the relation between nutritional status, food consumption and academic achievement at Three Elementary School in Kupang. Methods : This research used cross sectional study design. Location was chosen by purposive and purposive sampling method. There were 164 respondents consisted of 78 boys students and  86 girls students from class IV and V. Primary data include sample and family characteristic, food habits and nutritional status. Secondary data include condition of school and final test score. Nutritional status was measured by body weight and height of subject while academic achievement taken from average grade of school report.  Result : Most of samples (64.7%) have nutritional status in normal category. Spearman correlation test shows food consumption (r = 0.173, p = 0.034), nutritional status of the samples (r = 0.551, p = 0.049) have a significant correlation with the academic achievement of samples. Conclusion : Food consumtion and nutritional status of students have a significant correlation with academic achievment in Kupang.   Keyword : food consumption, nutritional status, academic achievement Latar Belakang : Status gizi merupakan salah satu faktor yang memberikan kontribusi terhadap kualitas sumber daya manusia. Asupan gizi yang baik berperan penting dalam mencapai pertumbuhan badan yang optimal sehingga kualitas manusia menjadi lebih optimal. Sumber daya manusia pada anak sekolah dilihat menggunakan indikator prestasi belajar siswa dalam satu semester. Tujuan : mengetahui hubungan antara status gizi, konsumsi makanan dan prestasi akademik di Tiga Sekolah Dasar di Kota Kupang.  Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Lokasi dipilih dengan metode purposive sampling. Ada 164 responden yang terdiri dari 78 siswa laki-laki dan 86 siswa perempuan dari kelas IV dan V. Data primer meliputi sampel dan karakteristik keluarga, kebiasaan makanan dan status gizi. Data sekunder meliputi kondisi sekolah dan nilai raport. Status gizi diukur dengan berat badan dan tinggi subjek sedangkan prestasi akademik diambil dari rata-rata nilai raport sekolah.  Hasil : Sebagian besar sampel (64,7%) memiliki status gizi dalam kategori normal. Uji korelasi Spearman menunjukkan konsumsi makanan (r = 0,173, p = 0,034), status gizi sampel (r = 0,551, p = 0,049) memiliki korelasi yang signifikan dengan pencapaian akademik sampel. Simpulan : Pola makan dan status gizi siswa di Kota Kupang mempunyai hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar.   Kata kunci: konsumsi makanan, status gizi, prestasi akademi

    SURVEY KUNJUNGAN IMUNISASI ANAK USIA 0 – 2 TAHUN DI PUSKESMAS SIKUMANA

    Get PDF
    Immunization is one of the effective ways to prevent transmission of the disease and plays an important role in tackling health problems. Immunization provides benefits so that children are not easily contracted by infection, do not easily suffer pain, and prevent the possibility of death due to an illness. Regulation of the Minister of Health number 12 of 2017 concerning the implementation of immunization states that immunization services can be carried out in buildings such as in health centers and outside buildings including Posyandu. The purpose of this study was to find out immunization visits of children aged 0 to 2 years at the sikumana health care center. This research is a quantitative research using descriptive method. Sampling using accidental sampling technique. The number of samples was 46 parents of infants who received immunization services at Sikumana Health care Center. The results showed that 84.8% of respondents chose to receive immunization services at the Puskesmas. Based on the reasons for choosing immunization services at Sikumana health care center, 41% of respondents gave reasons that they were not aware of other health facilities for immunization services and 42.8% of respondents in Desember 2019 chose to get immunization services at Sikumana health care center because of the Posyandu there is no vaccine. Based on the results of this study, it is necessary to increase the promotion efforts on health services at the Posyandu so that all people can find out the basic health services available at the Posyandu and need to improve the quality of table V services or health care service tables at the Posyandu by ensuring the availability of vaccines at the posyandu.   Keywords: Immunization, Vaccines, IHC .Imunisasi merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah penularan penyakit dan sangat berperan dalam menanggulangi masalah kesehatan. Imunisasi memberikan manfaat agar anak tidak mudah tertular infeksi, tidak mudah menderita sakit, dan mencegah kemungkinan terjadinya kematian karena suatu penyakit. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 12 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan imunisasi disebutkan bahwa pelayanan imunisasi dapat dilakukan di dalam gedung diantaranya di puskesmas dan di luar gedung termasuk Posyandu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kunjungan imunisasi anak usia 0 s.d 2 tahun di puskesmas sikumana. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Jumlah sampel yaitu 46 orang tua bayi yang melakukan mendapatkan pelayanan imunisasi di Puskesmas Sikumana.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah 84,8% responden memilih mendapatkan pelayanan imunisasi di Puskesmas. Berdasarkan alasan pemilihan tempat pelayanan imunisasi di puskesmas Sikumana didapatkan hasil sejumlah 41% responden memberikan alasan bahwa mereka tidak mengetahui adanya fasilitas kesehatan lain untuk pelayanan imunisasi dan sejumlah 42,8% responden pada bulan Desember 2019 memilih untuk mendapatkan pelayanan imunisasi di puskesmas Sikumana karena di Posyandu tidak ada vaksin. Berdasarkan hasil penelitian ini maka perlu ditingkatkan upaya promosi tentang pelayanan kesehatan di posyandu agar seluruh masyarakat dapat mengetahui pelayanan kesehatan dasar yang  ada diposyandu serta diperlukan peningkatan kualitas layanan meja V atau meja pelayanan kesehatan di posyandu dengan menjamin ketersediaan vaksin di posyandu.                   Kata Kunci: Imunisasi, Vaksin, Posyand

    EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD. MGR. GABRIEL MANEK, SVD ATAMBUA TAHUN 2018

    Get PDF
    Cesarean section is an effort to expel the fetus through operative obstetric measures. WHO (2010) states that around 10-15% in developing countries carry out labor in sectio caesarea. The increase in caesarean section is directly propotional to the incidence of surgical site infections, obtained rates of surgical site infections. Appropriate treatment to prevent infection of surgical wounds is prophylactic antibiotics. This study aims to determine the pattern of prophylactic antibiotic use and the rationality of prophylactic antibiotic use in sectio caesarea patients by looking at the suitability of antibiotic use based theory and general guidelines for the use of prophylactic antibiotics for sectio caesarea. The research method uses descriptive method through retrospective data retrieval using medical records of sectio caesarea patients in hospitals Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua in 2018. Data analysis in the form of a description of patient characteristics and patterns of Prophylactic antibiotic use as well as compliance with guidelines and gyssens methods. The results obtained from a total 84 patients using prophylactic antibiotics showed a pattern of  prophylactic antibiotic use, namely ceftriaxone injection 1g intravenously and time of administration <1 hour with a percentage of  100%. Suitability of use of  prophylactic antibiotics include the right drug, right dose, right route, right time of administration said to be raight / appropriate and rationality based on the Gyssens method of 9% category VI, 7% category V, and 84% that meet category 0 with criteria for the use of antibiotic precisely/rationality.   Keywords : Sectio caesarea, prophylactic antibioticSectio caesarea merupakan upaya pengeluaran janin melalui tindakan obstetrik operatif. WHO (2010) menyatakan bahwa sekitar 10-15% di negara-negara berkembang melakukan tindakan persalinan secara sectio caesarea. Peningkatan sectio caesarea berbanding lurus dengan angka kejadian infeksi luka operasi. Penanganan yang tepat untuk mencegah terjadinya infeksi luka operasi yaitu dengan pemberian antibiotik profilaksis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik profilaksis dan rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea dengan melihat kesesuaian penggunaan antibiotik berdasarkan teori dan pedoman umum penggunaan antibiotik perofilaksis untuk sectio caesarea. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif  melalui penelusuran data secara retrospektif menggunakan data rekam medik pasien sectio caesarea di RSUD. Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua tahun 2018. Analisis data berupa deskripsi karakteristik pasien, dan pola penggunaan antibiotik profilaksis serta kesesuaian dengan pedoman dan metode gyssens. Hasil yang diperoleh dari total 84 pasien yang menggunakan antibiotik profilaksis menunjukan pola penggunaan antibiotik profilaksis yang digunakan yaitu Ceftriaxone  injeksi 1g secara intravena dan waktu pemberian <1jam dengan presentase sebesar 100%. Kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat rute dan tepat waktu pemberian dikatakan tepat / sesuai serta rasionalitas berdasarkan metode Gyssens sebesar  9% kategori VI, 7% kategori V, dan sebesar 84% yang memenuhi kategori 0 dengan kriteria penggunaan antibiotik tepat/rasional.   Kata Kunci : Sectio caesarea, antibiotik profilaksi

    345

    full texts

    376

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇