CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
    376 research outputs found

    EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD S K LERIK KUPANG TAHUN 2018 DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90%

    Get PDF
    Hypertension is defined as a persistent increase in arterial blood pressure. Hypertension occurs when a person's condition has a systolic pressure equal to or higher than 140 mmHg and a diastolic pressure equal to or higher than 90 mmHg consistently over time. Increased blood pressure for a long time (persistent) can cause damage to the kidneys (kidney failure), heart (coronary heart disease) and brain (causing strokes), if not detected early and receive adequate treatment. This study aims to determine the use of antihypertensive in hospitalized patients in RSUD S. K Lerik Kupang in 2018. This study is a descriptive study with data collection retrospectively. Data taken Antihypertensive use is in the form and name of antihypertensive, dosage form, dosage strength, amount of use, and the rules of user. The results use of antihypertensive calculated as Defined Daily Dose (DDD) per 100 patient days and based on DU 90 % criteria. The results of this study are based on quantitative analysis with ATC / DDD and DU 90 % methods. It is known that the antihypertensive used by patients with hypertension of inpatients at the S. K Lerik Hospital in Kupang in 2018 is ACEI, diuretic, ARB, CCB, adrenergic and beta inhibitors The most widely used antihypertensive quantity using are the CCB group namely amlodipine and the second is the ACE-I group namely captopril. Antihypertensives used in inpatients at RSUD S. K Lerik Kupang in 2018 which are in accordance with the Hospital Formulary in RSUD S. K Lerik Kupang. Keywords        : hypertension, ATC/ DDD, antihypertensives, DDD/ 100 bed days    Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah arteri secara persisten. Hipertensi terjadi apabila keadaan seseorang mempunyai tekanan sistolik sama dengan atau lebih tinggi dari 140 mmHg dan tekanan diastolik sama dengan atau lebih tinggi dari 90 mmHg secara konsisten dalam beberapa waktu. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama (persisten) dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal (gagal ginjal), jantung (penyakit jantung koroner) dan otak (menyebabkan stroke), bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antihipertensi pada pasien rawat inap di RSUD S. K Lerik Kupang tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Data penggunaan antihipertensi yang diambil adalah berupa golongan dan nama antihipertensi, bentuk sediaan, kekuatan sediaan, jumlah penggunaan, serta aturan pemakaianya. Hasil penggunaan antihipertensi dihitung sebagai Defined Daily Dose (DDD) per 100 hari pasien dan berdasarkan kriteria DU 90 %. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan analisis kuantitatif dengan metode ATC/DDD dan DU 90 % diketahui bahwa antihipertensi yang digunakan pasien hipertensi pada pasien rawat inap di RSUD S. K Lerik Kupang  tahun 2018 adalah golongan ACEI, diuretik, ARB, CCB, penghambat adrenergik dan beta blocker dan kuantitas antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan CCB yaitu amlodipin dan yang kedua adalah golongan ACE-I yaitu captopril. Antihipertensi yang digunakan pada pasien rawat inap di RSUD S. K Lerik Kupang tahun 2018 yang sesuai dengan Formularium Rumah Sakit S. K Lerik Kupang.   Kata kunci: hipertensi, ATC/ DDD, antihipertensi, DDD/ 100 hari rawat &nbsp

    Hubungan Diabetes Melitus dengan Kolesterol Total pada Pasien yang Berobat di Poli Klinik Penyakit Dalam RSUD Dr.M.Yunus Bengkulu

    Get PDF
    Diabetes mellitus merupakan keadaan hiperglikemi kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, syaraf dan pembuluh darah disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan diabetes melitus dengan kolesterol total pada pasien yang berobat di Poli Klinik Penyakit Dalam RSUD. Dr. M. Yunus Bengkulu. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional menggunakan rancangan Cross Sectional, variabel independent (diabetes mellitus) dan variabel dependent (kolesterol total), menggunakan teknik proporsional random sampling pada pasien diabetes mellitus yang berobat di Poli Klinik Penyakit Dalam RSUD. Dr. M. Yunus Bengkulu sebanyak 81 orang. Data di uji dengan uji chi-square. Untuk mengetahui keeratan hubungannya digunakan uji contingency coefficient (C). Hasil penelitian di dapatkan Dari 81 orang pasien diabetes millitus terdapat 11 orang (13,6 %) yang mengalami DM tipe I dan 70 (86,4 %) yang mengalami DM Tipe II. Dari 81 responden pasien diabetes millitus terdapat 19 orang (23,5 %) yang kolesterol total tinggi dan terdapat 48 orang (59,3 %) yang kolesterol total agak tinggi, terdapat 14 orang (17,3 %) yang kolesterol total normal. Diketahui ada hubungan diabetes mellitus dengan kolesterol total pada pasien yang berobat di Poli Klinik Penyakit Dalam RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu dengan ketegori hubungan sedang. Dari hasil penelitian ini diharapkan perawat dapat mengerti dan memahami serta dapat memberikan informasi mengenai diabetes millitus dengan kolesterol total pada pasien diabetes mellitus yang berobat di Rumah Sakit agar pasien diabetes mellitus dianjurkan untuk dapat menjaga pola hidup serta melakukan pencegahan agar tidak terjadi peningkatan kadar kolesterol total

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MOBILISASI DINI DENGAN PERILAKU MOBILISASI DINI IBU POSTPARTUM SECTIO CAESAREA (SC) DI RUANGAN SASANDO DAN FLAMBOYAN RSUD Prof. Dr. W. Z JOHANNES KUPANG

    Get PDF
    Sectio Caesarea postpartum mothers need to make early mobilization that mothers need to be equipped with enough knowledge about early mobilization if patients do not Sectio Caesarea early mobilization, it will cause an increase in body temperature, abnormal bleeding and uterine infolusi not baik.Tujuan this research is to know the correlation between knowledge of early mobilization with early mobilization behavior Postpartum mothers in room SC Flamboyan Sasando and hospitals. Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. The results showed that out of 32 respondents showed 13 respondents (41%) have a level of knowledge is good, 18 respondents (56%) have a level of knowledge sufficient and 1 respondent (3%) have a level of knowledge is less, while 32 respondents showed postpartum maternal SC which has good behavior in conducting early mobilization were 9 people (28%) and had a pretty good conduct as many as 23 people (72%). Based on the analysis using Chi Square test was obtained p value = 0.090 (α = 0.05), the p> 0.05 indicates no relationship between the level of knowledge of early mobilization with early mobilization of postpartum SC behavior in space Flamboyan Sasando and hospitals. Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang   Keywords: Knowledge Level, Early Mobilization Behavior, Mother Postpartum Sectio CaesareaIbu postpartum Sectio Caesarea perlu melakukan mobilisasi dini untuk itu ibu perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang mobilisasi dini. Apabila ibu postpartum  Sectio Caesarea tidak melakukan mobilisasi dini maka akan menyebabkan adanya peningkatan suhu tubuh, perdarahan yang abnormal, dan involusi uteri yang tidak baik. Subjek dalam penelitian ini adalah semua ibu postpartum SC yang berada di ruangan Sasando dan Flamboyan RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Teknik sampling adalah total sampling dengan total 32 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 32 responden didapatkan hasil 13 responden (41%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 18 responden (56%) memiliki  tingkat pengetahuan cukup dan 1 responden (3%) memiliki tingkat pengetahuan kurang sedangkan dari 32 responden didapatkan hasil ibu postpartum SC yang memiliki perilaku baik dalam melakukan mobilisasi dini sebanyak 9 orang (28%) dan  memiliki perilaku cukup baik sebanyak 23 orang (72%). Berdasarkan hasil analisa menggunakan uji statistik Chi Square diperoleh p value= 0,090 (α= 0,05) maka p > 0,05 berarti tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan mobilisasi dini dengan perilaku mobilisasi dini postpartum SC di ruang Sasando dan Flamboyan RSUD. Prof. Dr. W. Z Johannes kupang   Kata kunci : Tingkat Pengetahuan, Perilaku Mobilisasi Dini, Ibu Postpartum    Sectio Caesarea &nbsp

    KEPENTINGAN KELOMPOK TARGET TERHADAP KINERJA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI PROVINSI EAST NUSA TENGGARA

    Get PDF
    The facts show that the performance of health service policy implementation from the aspect of output and the results of the policy is not in line with expectations. This condition will also have a direct influence on the East Nusa Tenggara Province Human Development Index, which is the order of 32 out of 34 provinces in Indonesia at 68.77. The community is both the executor and the target of health development. The community should have interests in health development so that they can actively participate in the health development activities. The interest of the target group in maternal and child health services is still considered limited. The aim is to get an idea of ​​the magnitude of the influence of the target group's interests on the performance of maternal and child health policies in East Nusa Tenggara. This research uses quantitative methods, conducted in 11 districts, 104 health centers and 235 health workers in East Nusa Tenggara province, collecting data using a questionnaire. The results showed there was a correlation between the variable interests of the target group with the policy implementation performance variables (p = 0.00), the correlation coefficient of 0.457. Correlation shows a positive relationship, the higher the interest of the target group, the higher the performance of the MCH policy. There is a significant influence of the interest of the target group on the performance of MCH policy in East Nusa Tenggara Province (t count = 9.535> t table 1.97). Conclusion the interest of the target group in health services is quite good, the performance of the implementation of the policy category is good and there is a significant and positive influence between the interests of the target group and the performance of the policy implementation.   Keywords: target group, Performance of MCH policy implementation.Fakta menunjukan bahwa kinerja implementasi kebijakan pelayanan kesehatan dari aspek keluaran (out put) dan hasil (out comes) kebijakan belum sesuai dengan harapan. Kondisi ini juga akan memberikan pengaruh langsung pada Indeks Pembangunan Manusia Provinsi NTT, yaitu urutan 32 dari 34 provinsi di Indonesia pada angka 68,77. Masyarakat merupakan pelaksana sekaligus sasaran pembangunan kesehatan. Masyarakat seharusnya memiliki kepetingan terhadap pembangunan kesehatan sehingga dapat berperan serta secara aktif dalam kegiatan pembangunan kesehatan tersebut. Kepentingan kelompok target dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak dianggap masih terbatas. Tujuan adalah mendapatkan gambaran tentang besaran pengaruh kepentingan kelompok target terhadap kinerja kebijakan kesehatan Ibu dan anak di NTT. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dilakukan di 11 Kabupaten, 104 Puskesmas dan 235 tenaga kesehatan di Provinsi NTT, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian memperlihatkan ada korelasi antara varibel kepentingan kelompok target dengan variabel kinerja implementasi kebijakan (p=0,00), koefisien korelasi 0,457. Korelasi menunjukkan hubungan positif, jika semakin tinggi kepentingan kelompok target maka kinerja kebijakan KIA semakin tinggi. Ada pengaruh yang signifikan kepentingan kelompok target terhadap kinerja kebijakan KIA di Provinsi NTT (t hitung = 9,535  > t tabel 1,97). Kesimpulan kepentingan kelompok target dalam pelayanan kesehatan cukup baik, kinerja implementasi kebijakan kategori baik dan terdapat pengaruh signifikan dan positif antara kepentingan kelompok target dengan kinerja implementasi kebijakan.   Kata Kunci : Kepentingan kelompok target, Kinerja implementasi Kebijakan KI

    KAJIAN KARAKTERISTIK DIELEKTRIK MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN LCR METER

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian mengenai karakteristik dielektrik minyak goreng, terutama minyak jelantah dengan penambahan plastic. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan karakteristik dielektrik minyak sawit dengan penambahan plastik dan variasi banyaknya penggunaan berdasarkan pengukuran menggunakan LCR-Meter. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah pengulangan penggorengan, sedangkan variabel terikat adalah nilai impedansi minyak. Hasil pengukuran dielektrik pada minyak dengan menggunakan LCR meter ditemukan bahwa karakteristik dielektrik minyak untuk berbagai jumlah pemakaian, ketika diberikan frekuensi dengan interval 100 – 2000 Hz secara keseluruhan menunjukkan nilai kapasitansi yang menurun secara eksponensial. Hal yang sama juga terjadi pada nilai konstanta dielektrik dari masingmasing sampel. Hasil diharapkan dapat menjadi data awal untuk dikembangkan dalam penelitian selanjutnya sehingga dapat dihasilkan instrument dalam menentukan kualitas minyak berdasarkan karakter dielektrik. Kata Kunci : Karakteristik dielektrik, minyak sawit, impedansi, kapasitansi, LCR mete

    GAMBARAN INDEKS KELUARGA SEHAT DI DAERAH TERPENCIL KABUPATEN SIKKA, NUSA TENGGARA TIMUR

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran indeks keluarga sehat di daerah terpencil kabupaten Sikka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 320 Kepala Keluarga. Sampling yang digunakan adalah proporsi sampling. Uji statistic yang digunakan adalah uji descriptive statistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (52 %) masyarakat di daerah terpencil Kabupaten Sikka tergolong dalam keluarga pra sehat dan 19 % tergolong dalam keluarga tidak sehat.  Oleh karena itu, diharapkan tenaga kesehatan secara teratur melakukan kunjungan rumah pada keluarga-keluarga didaerah tersebut dan pemerintah daerah lebih fokus dalam meningkatkan kesehatan keluarga di tingkat desa dalam rangka pencapaian program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga. Kata Kunci: Indeks keluarga sehat, daerah terpencil                              &nbsp

    Ade Herman Surya Direja HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAN KELUARGA DENGAN KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RSKJ SOEPRAPTO PROVINSI BENGKULU

    No full text
    ABSTRAK   Gangguan jiwa termasuk dalam penyakit yang statusnya sama dengan penyakit lain yang bisa diobati, disembuhkan dan mengalami kekambuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan peran keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia di poli klinik RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu. Jenis penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang berobat di poli klinik RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu selama bulan Juli-Agustus 2018. Teknik pengambilan sampel adalah Accidental Sampling sebanyak 53 orang. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian terdapat bahwa penderita gangguan jiwa skizofrenia, terdapat 19 orang (35,8%) pengetahuan kurang, 30 orang (56,6%) pengetahuan cukup dan 4 orang (7,5%) pengetahuan baik. Hasil penelitian terdapat 20 orang (37,7%) peran keluarga kurang dan 33 orang (62,3%) peran keluarga baik, dan hasil penelitian terdapat 17 orang (32,1%) pasien kambuh dan 36 orang (67,9%) pasien tidak kambuh. Tidak ada hubungan yang signifikan antara peran keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu, hal ini ditunjukkan dengan perolehan didapat nilai C = 0,131 dengan approx sig. (p) 0,336 > 0,05 berarti tidak signifikan. Ada hubungan pengetahuan keluarga dengan kekambuhan pasien skizofrenia di Poli RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu, dengan kategori hubungan erat. Diharapkan pihak tenaga medis untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat khususnya kepada keluarga pasien skizofrenia dengan cara memberikan informasi dan pengetahuan tentang skizofrenia.   Kata Kunci: kekambuhan pasien, pengetahuan, peran keluarga   ABSTRACT   Mental disorders are included in diseases with the same status as other diseases that can be treated, cured and experience recurrence. The purpose of this study is to determine the Relationship of Knowledge and Role of Family with Reccurence of Schizophrenia in Polyclinic RSKJ Soeprapto Bengkulu Province. This study used descriptive approach with cross sectional design. Population in this study were all patients who treated in Polyclinic RSKJ Soeprapto Bengkulu Province during month of July-August 2018. Sampling technique in this study used Accidental sampling with the amount of 53 people. Data analysis in this study used univariate and bivariate with Chi-Square (X2) and contingency coefficient test (C). The result of this study showed there were 19 people (35,8%) lack of knowledge, 30 people (5,6%) moderate knowledge, and 4 people (7,5%) good knowledge. There were 20 people (37,7%) lack role of family and 33 people (62,3%) good role of family, and there were 17 people (32,1%) patients were reccurence and 36 people (67,9%) patients did not reccurence. there is no significant relationship between Role of Family with Reccurence of Schizophrenia in Polyclinic RSKJ Soeprapto Bengkulu Province with the value of C=0,131 with approx sig. (p) 0,336 > 0,05 means not significant. there is significant relationship between Knowledge with Reccurence of Schizophrenia in Polyclinic RSKJ Soeprapto Bengkulu Province with closed category relationship. It is expected that the medical personnel to improve health services to the community, especially to the families of schizophrenic patients by providing information and knowledge about schizophrenia.   Keywords: knowledge, reccurence of schizophrenia, role of famil

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POSYANDU DI POSYANDU ANGGREK ASRI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BETUNGAN KOTA BENGKULU

    Get PDF
    Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan di suatu wilayah kerja Puskesmas, dimana program ini dapat dilaksanakan di Balai Dusun, Balai Kelurahan, maupun tempat-tempat lain yang mudah didatangi oleh masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pendidikan, pengetahuan, dan sikap dengan pemanfaatan Posyandu di Posyandu Anggrek Asri wilayah kerja Puskesmas Betungan Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah Survey Analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi penelitian sebanyak 35 orang ibu yang mempunyai balita umur >12-59 bulan yang berkunjung ke Posyandu Anggrek Asri. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan data perimer dan data sekunder serta teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square dan Contingency Cofficient. Hasil penelitian didapat dari 35 orang ibu terdapat 18 orang ibu (51,4%), berpendidikan menengah, 16 orang ibu (45,7%) berpengetahuan cukup, 20 orang ibu (57,1%) bersikap unfavourable dan 20 orang ibu (57,1%) yang tidak memanfaatkan Posyandu, ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pemanfaatan Posyandu di Posyandu Anggrek Asri wilayah kerja Puskesmas Betungan Kota Bengkulu dengan kategori sedang, ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemanfaatan Posyandu di Posyandu Anggrek Asri wilayah kerja Puskesmas Betungan Kota Bengkulu dengan kategori sedang, dan ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan pemanfaatan Posyandu di Posyandu Anggrek Asri wilayah kerja Puskesmas Betungan Kota Bengkulu dengan kategori erat. Disrankan bagi masyarakat terutama ibu balita agar menambah pengetahuan dengan cara mengikuti kegiatan promosi keshatan, konsultasi dengan tenaga kesehatan, membaca buku tentang Posyandu sehingga ibu mengetahui manfaat Posyandu dan dampak buruk apabila tidak memanfaatakan Posyandu

    factors affecting of plate waste consumed by inpatients in permata bunda hospital malang

    No full text
    Plate waste is the amount of food which is left and not consumed by the inpatients and is disposed of as a waste, and also it can be used to measure the menu effectiveness. If there’s much plate waste in a long period of time, it will affect the patients’ nutrition status and could cause malnutrition. The imminent impacts are the prolonged patients’ recovery time, as well as the prolonged duration of the medical treatment, and also the increment of the inpatient cost. Factors affecting plate waste are internal factors and external factors of the inpatient room. Objective : To determine the regression of the food quality on the plate waste, the improper meal schedule, the matrons’ attitude towards the patients, the unsupportive medical environment, the food from the outside of the hospital, and the patients’ psychological condition. Method : Descriptive study along with observation. Research was done in the in-patients wards in Permata Bunda Hospital in Jln. Soekarno Hatta No. 75, Malang. There were 30 in-patients as the sample. Discussion : The percentage of the inpatients who didn’t consume their whole food is 39,44%. The patients’ psychological condition is 90% normal, no depression or anxiety. Meal schedule, 90% was on schedule with the same intake. Nutrition officers’ attitude, 90% gave sufficient information and treat the inpatients patiently. The medical treatment rooms, 16% patients didn’t feel relax and calm, 90% of the inpatients’ rooms were clean. 62% food is from outside hospital, in which 23% of the patients didn’t get used to the food from the hospital, 0,6% felt that the food from hospital wasn’t delicious, 39,5% thought that the food didn’t arouse the appetite, 2,2% felt that the food was tasteless and didn’t taste good. Conclusion : The food quality and taste have to be improved in order to accomodate the patients’ satisfaction. Monitoring and evaluation for plate waste is carried out periodically. Key words : Plate Waste, Patients, Hospital

    PENGARUH PEMBERIAN KACANG HIJAU TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS NAIONI

    Get PDF
    Indonesian is one country that has a high prevalence of anemia in pregnancy, which is around 40.1%. The cause of anemia is a condition where the amount of hemoglobin is less than normal. The need for pregnant women for increased iron is used for placental formation and red blood cells. The impact of iron deficiency during pregnancy can be at risk for the mother and fetus, bleeding during pregnancy and during labor, weakness and easily tired so that interfere with daily activities. In the fetus can cause Low Birth Weight. A person's hemoglobin level can be influenced by diet and nutrition. Green beans are one of the ingredients that contain substances needed for the formation of blood cells so that they can overcome the effect of decreasing hemoglobin levels. The purpose of this study was to determine the effect of giving green beans to increased hemoglobin levels in third trimester pregnant women in the Kupang Naioni Health Center in 2018       The research design used was pre-experimental research. The population in this study were all third trimester pregnant women at the Naioni Kupang health center, the sampling technique used was accidental sampling, with a total sample of 16 people. The research instrument used was the observation sheet. Measurements were made before and after being given green beans for 7 days with an observation sheet. The results of the study were then analyzed using Wilcoxon.       Based on the Wilcoxon test, obtained Asymp. Sig. (2-tailed) or ρ is 0.005 <α (0.05), so H0 is rejected and H1 is accepted which means that there is an effect of giving green beans to an increase in hemoglobin levels in third trimester pregnant women.     Keywords: Green Beans, Hemoglobin Levels     Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki prevalensi anemia pada kehamilan masih tinggi yaitu sekitar 40,1%. Penyebab dari anemia karena keadaan dimana jumlah hemoglobin kurang dari normal. Kebutuhan wanita hamil akan zat besi meningkat yang digunakan untuk pembentukan plasenta dan sel darah merah. Dampak dari kekurangan zat besi selama kehamilan dapat beresiko bagi ibu dan janin, terjadi perdarahan saat hamil maupun saat bersalin, lemas dan mudah capek sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada janin dapat menyebabkan BBLR  Kadar hemoglobin seseorang dapat dipengaruhi oleh pola makan dan nutrisi. Kacang hijau adalah salah satu bahan makanan yang mengandung zat-zat yang diperlukan untuk pembentukkan sel darah sehingga dapat mengatasi efek penurunan kadar hemoglobin.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian kacang hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Naioni Kupang tahun 2018       Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pra eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III di Puskesmas Naioni Kupang ,  teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling, dengan jumlah sampel  sebanyak 16 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah diberikan kacang hijau selama 7 hari dengan lembar observasi. Hasil penelitian kemudian dianalisa dengan menggunakan wilcoxon.       Berdasarkan uji wilcoxon, didapatkan Asymp. Sig. (2-tailed) atau ρ adalah 0,005 <α (0,05), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya bahwa ada pengaruh pemberian kacang hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III.     Kata Kunci : Kacang Hijau, Kadar Hemoglobi

    345

    full texts

    376

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇