CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
    376 research outputs found

    AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIK SEDIAAN KERING EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lmk.) PADA TIKUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN

    Get PDF
    Diabetes mellitus is a metabolic disease with chronic hyperglycemia characteristic occurring due to insulin secretion disorder. Kelor (drumstick tree in English) (Moringa oleifera Lmk) is a tropical plant potential in medical area to cure diabetes mellitus disease, because it contains flavonoid, terpenoid, polyphenol, and saponin. This research aimed to find out anti-hyperglycemic effect of Kelor (Moringa oleifera Lmk) leaves dry extract preparation and to find out the effective dose in lowering blood glucose level in wistar strain rat. The method employed was aloxane test. About 25 tested animal were divided into 5 treatment groups: group I (CMC 0.5% ), group II (glibeclamide), group III (20 mg/200 g  rat BW),  group IV (40 mg/200 g rat BW), and group V(60 mg/200 g rat BW). All of groups were induced by aloxane intraperitoneally. The examination of blood glucose level was conducted on the day-3 after aloxane induction, on the days-7 and -14 after the administration of tested preparation The result of statistic analysis showed anti-hyperglycemic effect on the three variations of kelor leaves dry preparation (20 mg/200 g rat BW, 40 mg/200 g rat BW, 60 mg/200 g rat BW) on the days-7 and -14. Dose 20 mg/200 g rat BW gave the most optimal anti-hyperglycemic effect and this effect was close to glibenclamide’s effect.   Keywords: Kelor leaves, white rat, aloxane, anti-hyperglycemic, dry extract preparation.Diabetes melitus merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia kronis yang terjadi karena kelainan sekresi insulin. Daun kelor Moringa oleifera Lmk. merupakan  tanaman tropis yang berpotensi dibidang medis untuk mengobati penyakit diabetes melitus, karena memiliki kandungan flavonoid, terpenoid, polifenol dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperglikemik sediaan kering ekstrak daun kelor Moringa oleifera Lmk. dan mengetahui dosis efektif  dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikus galur wistar. Metode yang digunakan adalah metode uji aloksan.  Sebanyak 25 ekor hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu : kelompok I (CMC 0,5%), kelompok II ( glibenklamid) , kelompok III ( 20 mg/ 200 g BB tikus), kelompok IV( 40 mg 200 g BB tikus) dan  kelompok V( 60 mg/ 200 g BB tikus). Semua kelompok diinduksi aloksan  secara intra peritoneal. Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke-3 setelah induksi aloksan, pada hari ke -7 dan hari ke -14 setelah pemberian sediaan uji. Hasil analisa statistik menunjukkan efek antihiperglikemik pada ketiga variasi dosis sediaan kering ekstrak daun kelor (20 mg/200 g BB tikus, 40 mg/ 200 g BB tikus, 60 mg / 200 g BB tikus) pada hari ke -7 dan  hari ke -14. Dosis 20 mg/ 200 g BB tikus sudah memberikan efek antihiperglikemik dan mendekati glibenklamid. Kata kunci : Daun kelor, tikus putih, aloksan, antihiperglikemik, sediaan kering ekstrak

    GAMBARAN SWAMEDIKASI BATUK ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABUNAN DI KECAMATAN TAMAN KABUPATEN PEMALANG

    Get PDF
    Toddlers are children under 5 years of age with rapid growth characteristics at the age of 0-1 years, where at 5 months of age, body weight increases 2 times birth weight and body weight increases 3 times from birth weight at 1 year of age and becomes 4 times at 2 years old. Coughing is a mechanism that clears the airway of irritants or foreign objects and excess mucus. Coughing is a very important mechanism for keeping the airway open by getting rid of incoming irritants and the resulting mucus secretions that accumulate in the form of a strong force of air from the lungs to expel the irritant or mucus. Self-medication means treating all complaints to oneself with simple medicines that can be purchased at pharmacies or drugstores and on one's own initiative without doctor's advice. Self-medication or self-medication is the activity or act of treating oneself with drugs without a prescription appropriately and responsibly. The meaning of self-medication is that the patient himself chooses over-the-counter medicine to treat the illness he is suffering from. . This study aims to determine cough self-medication in children. The research design is a quantitative descriptive study with an analytic survey approach with a questionnaire method. The results of this study found that most of the respondents gave sufficient category of children's cough self-medication, namely 38 respondents (47%). The results of this study recommend that health workers provide health promotion to further increase the knowledge of mothers under five about medicines that are in accordance with the type of cough and the types of coughs.Balita adalah anak dengan usia dibawah 5 tahun dengan karakteristik pertumbuhan cepat pada usia 0-1 tahun, dimana umur 5 bulan berat badan naik 2 kali berat badan lahir dan berat badan naik 3 kali dari berat badan lahir pada umur 1 tahun dan menjadi 4 kali pada umur 2 tahun. Batuk adalah mekanisme yang berguna untuk membersihkan jalan napas dari iritan atau benda asing dan lendir yang berlebih. Batuk merupakan mekanisme yang sangat penting untuk menjaga jalan napas tetap terbuka dengan cara menyingkirkan iritan yang masuk dan hasil sekresi lendir yang menumpuk berupa dorongan udara yang kuat dari dalam paru untuk mengeluarkan iritan atau lendir tersebut. Swamedikasi berarti mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obatan sederhana yang dapat dibeli di apotik atau toko obat dan merupakan inisiatif sendiri tanpa nasihat dokter. Swamedikasi atau pengobatan mandiri adalah kegiatan atau tindakan mengobati diri sendiri dengan obat tanpa resep secara tepat dan bertanggung jawab. Makna swamedikasi adalah bahwa penderita sendiri yang memilih obat tanpa resep untuk mengatasi penyakit yang dideritanya. . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui swamedikasi batuk pada anak. Desain penelitian study deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei analitik dengan metode kuesioner. Hasil penelitian ini di dapatkan sebagian besar responden memberikan swamedikasi batuk anak kategori cukup yaitu 38 responden (47%). hasil penelitian ini merekomendasikan bagi tenaga kesehatan untuk memberikan promosi kesehatan lebih meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang obat yang sesuai dengan jenis batuknya dan jenis-jenis batuk

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI SMP NEGERI 8 KOTA KUPANG

    Get PDF
    ABSTRACT The lack of good attitude from young women in dealing with Menarche is influenced by several factors, one of which is the level of knowledge. The higher the level of knowledge a teenager has about menarche, the better the attitude or action to be taken in dealing with Menarche. Menarche event is the occurrence of bleeding (menstruation) first on the female genitals because the female glands begin to function, which is to cook the eggs and cooked eggs and then come out of the ovaries (ovaries). This study aims to identify and identify the level of knowledge and attitudes of young women in dealing with Menarche in SMP Negeri 8 Kupang. The research methods used in this research are: (1) Literature study (through scientific essays and documents related to research), (2) Field studies (primary data collection using questionnaires in the form of questionnaires to respondents). The sampling technique uses total sampling, which is sample selection by taking all members of the population to be sampled. The population is all 26 young women who will face Menarche in SMP Negeri 8 Kupang. Data analysis was performed univariately by calculating the distribution and frequency of the studied variables using the relative frequency table and the percentage of each variable using the proportion formula where the numerator divides the denominator. The results of data analysis showed that of the 26 respondents there were 4% of respondents with a good level of knowledge, 23% of respondents with a sufficient level of knowledge and 73% of respondents with insufficient perception. The analysis also shows that there are 69% of respondents with good attitude, 23% of respondents with enough attitude and 8% of respondents with less attitude. Keywords: Level of knowledge, Young Women, Menarche.ABSTRAK Kurangnya sikap yang baik dari remaja puteri dalam menghadapi Menarche dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu nya adalah tingkat pengetahuan. Semakin tinggi tingkat pengetahuan yang dimiliki seorang remaja puteri tentang menarche maka semakin baik pula sikap atau tindakan yang akan dilakukan dalam menghadapi Menarche. Peristiwa Menarche adalah terjadinya pendarahan (haid) pertama pada alat kelamin wanita karena kelenjar wanita mulai berfungsi yaitu memasakan sel telur dan sel telur yang masak itu lalu keluar dari indung telur (ovarium). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja puteri dalam menghadapi Menarche di SMP Negeri 8 Kupang. Metode penelitian yang digunakan dalam riset ini adalah : (1) Studi pustaka (melalui buku-buku karangan ilmiah serta dokumen yang berkaitan dengan penelitian), (2) Studi lapangan (pengumpulan data primer dengan menggunakan kuesioner berupa daftar pertanyaan kepada responden). Teknik sampling menggunakan total sampling yakni pemilihan sampel dengan mengambil semua anggota populasi untuk dijadikan sampel. Populasinya adalah semua remaja puteri yang akan menghadapi Menarche di SMP Negeri 8 Kupang sebanyak 26 orang. Analisis data dilakukan secara univariat yaitu menghitung distribusi dan frekuensi dari variabel yang diteliti dengan menggunakan tabel frekuensi relative dan presentase dari tiap variabel dengan menggunakan rumus proporsi dimana pembilang membagi penyebut. Hasil analisis data menunjukan dari 26 responden terdapat 4% responden dengan tingkat pengetahuan baik, 23% responden dengan tingkat pengetahuan cukup dan 73% responden dengan persepsi kurang. Hasil analisis juga menunjukan bahwa terdapat 69% responden dengan sikap baik, 23% responden dengan sikap cukup dan 8% responden dengan sikap kurang. Kata Kunci : Tingkat pengetahuan, Remaja Putri, Menarche

    PERBEDAAN MOTIVASI DAN PERSEPSI IBU HAMIL TENTANG PRENATAL YOGA DI PUSKESMAS YANG MENYEDIAKAN DAN YANG TIDAK MENYEDIAKAN PROGRAM PRENATAL YOGA

    Get PDF
    The participation of pregnant women in physical activities, especially yoga is important during pregnancy, intra partum and post partum period. Motivation and perception factors are considered to influence yoga participation in pregnant women. The purpose of this study was to analyze the differences in motivation and perceptions of pregnant women about prenatal yoga in Public Health Center (PHC) that provide and does not provide prenatal yoga. This research was a comparative analytic study with cross sectional approach. The sample were 108 pregnant women, 54 people who examined their pregnancy at North Denpasar III PHC and 54 people who examined their pregnancy at East Denpasar I PHC. The sampling technique was taken by accidental sampling. Data analysis by using the Mann-Whitney test. The data showed that there was a significant differences between motivation and perceptions of pregnant women who check their pregnancies at PHC that provide and those that does not provide prenatal yoga. It is expected that the PHC as a primary health facility is expected to provide prenatal yoga facilities for pregnant women   Key word: Motivation, Perception, Prenatal Yoga, Public Health Center    Keikutsertaan ibu hamil dalam aktivitas fisik khususnya yoga merupakan hal yang penting dalam menunjang kelancaran proses kehamilan, persalinan dan nifas. Keikutsertaan ini dipengaruhi oleh motivasi dan persepsi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan motivasi dan persepsi  ibu hamil tentang prenatal yoga di puskesmas yang menyediakan dan yang tidak menyediakan prenatal yoga. Jenis penelitian ini adalah analitik komparatif studi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 108 ibu hamil, yaitu 54 orang yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas III Denpasar Utara dan 54 orang yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas I Denpasar Timur. Teknik pengambilan sampel diambil dengan acidental sampling. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi dan persepsi ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di puskesmas yang menyediakan dan yang tidak menyediakan fasilitas prenatal yoga. Diharapkan puskesmas sebagai fasilitas kesehatan primer diharapkan menyediakan fasilitas prenatal yoga untuk ibu hamil   Kata kunci: Motivasi, Persepsi, Prenatal Yoga, Puskesma

    EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PASIEN RAWAT INAP DIRUMAH SAKIT BHAYANGKARA TINGKAT III KUPANG, DRS TITUS ULLY TAHUN 2018

    Get PDF
    Hypertension is a disease characterized by an increase in systolic blood of more than 140 mmHg and a diastolic blood pressure of more than 90 mmHg on two measurements with an interval of five minutes in a state of adequate rest / calm This study aims to determine the antihypertensive use of hospitalized patients at Kupang Level III Bhayangkara Hospital, Drs Titus Ully in 2018 based on the type of antihypertensive and the quantity of its use calculated by the ATC / DDD method. Data on antihypertensive use taken are in the form of groups and names of antihypertensive agents, dosage forms, dosage strength, number of uses. The results of antihypertensive use were calculated as Defined Daily Dose (DDD) per 100 days of patients and based on DU criteria of 90%. The results of this study are based on quantitative analysis with ATC / DDD method and 90% DU. It is known that antihypertensive used by hypertensive patients in hospitalized patients at Kupang Level III Bhayangkara Hospital, Drs Titus Ully in 2018 are CCB, ACEi, ARB, and Beta groups. blocker, α2 adrenergic agonist and the most widely used antihypertensive quantity is the CCB group, Amlodipine (76.42%). Antihypertension used in hospitalized patients at Kupang Level III Bhayangkara Hospital, Drs Titus Ully in 2018 is in accordance with the JNC VIII guidelines, National Formulary and DOEN. Keywords: evaluation of drug use, antihypertensive, hypertension, ATC, DDDHipertensi merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan peningkatan darah sistolik lebih dari 140mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antihipertensi pada pasien rawat inap di RS Bhayangkara Tingkat III Kupang, Drs Titus Ully tahun 2018 berdasarkan jenis antihipertensi dan kuantitas penggunaannya yang dihitung dengan metode ATC/DDD. Data penggunaan antihipertensi yang diambil adalah berupa golongan dan nama antihipertensi, bentuk sediaan, kekuatan sediaan, jumlah penggunaan. Hasil penggunaan antihipertensi dihitung sebagai Defined Daily Dose (DDD) per 100 hari pasien dan berdasarkan kriteria DU 90%. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan analisis kuantitatif dengan metode ATC/DDD dan DU 90% diketahui bahwa antihipertensi yang digunakan pasien hipertensi pada pasien rawat inap di RS Bhayangkara Tingkat III Kupang, Drs Titus Ully  tahun 2018 adalah golongan CCB, ACEi, ARB, dan Beta blocker, Agonis α2 adrenergik dan kuantitas antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan CCB yaitu Amlodipin (76,42%). Antihipertensi yang digunakan pada pasien rawat inap di RS Bhayangkara Tingkat III Kupang, Drs Titus Ully tahun 2018 sudah sesuai dengan guidline JNC VIII, Formularium Nasional dan DOEN. Kata kunci: evaluasi penggunaan obat, antihipertensi, hipertensi, ATC, DD

    GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN IBU POST PARTUM DALAM PERAWATAN TALI PUSAT BAYI DI KOTA KUPANG

    Get PDF
      Caring umbilical cord is a measure to care baby’s umbilical cord after or before it is amputated. This research aims to know description of mothers’ knowledge, attitude, and action after bear a child in caring babies’ umbilical cord in Kupang. This research is a descriptive research which done at 4 local government clinics. They are local government clinic of Sikumana, Bakunase, Pasir Panjang, and Alak. Sampling technique used in this research is Consecutive Sampling technique with total responder is 60. Research instrument used is questioner and check list sheets.  Result of research shows that mothers’ knowledge in caring umbilical cord is at enough level (48, 3%); mothers’ attitude in caring babies’ umbilical cord is at enough level ( 41,7%); as well as mothers’ action in caring babies’ umbilical cord is at enough level (50,0%). Therefore local government clinic should give effort to increase mothers’ knowledge, attitude and action in caring babies’ umbilical cord in order to prevent infection.    Perawatan tali pusat adalah tindakan merawat atau memelihara tali pusat bayi setelah tali pusat dipotong atau sebelum puput. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan ibu post partum dalam perawatan tali pusat bayi di Kota Kupang.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan di 4 Puskesmas yaitu Puskesmas Sikumana, Puskesmas Bakunase, Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Alak. Teknik sampling yang yang digunakan pada penelitian ini adalah Consecutive Sampling, dengan jumlah sampel 60 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dan check list. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan ibu nifas dalam perawatan tali pusat berada dalam kategori cukup (48,3%), sikap ibu nifas dalam perawatan tali pusat bayi berada dalam kategori cukup (41,7%) dan tindakan ibu nifas dalam perawatan tali pusat bayi berada dalam kategori cukup (50,0%). Puskesmas perlu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu terkait perawatan tali pusat bayi untuk mencegah infeksi.   Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Perawatan Tali Pusat &nbsp

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG

    Get PDF
    Documentation of nursing care is evidence and reporting owned by nurses that are useful for clients and important for nurses as the responsibility and accountability of various problems experienced by clients in receiving nursing services. If something is done that is not written or documented then it is assumed not to have happened and poor nursing documentation can cause information about the client to be interrupted. Nurses' knowledge and attitudes are important in determining the completeness of nursing care documentation. The purpose of this study was to analyze the relationship between nurses' knowledge and attitudes with the completeness of nursing care documentation in the Inpatient Room of. Regional Hospital Prof.  Dr. W. Z. Johannes Kupang. The design used in this study is the correlation with cross sectional design. The sampling technique used is total sampling with 41 respondents nurses. Knowledge and attitude data collection was carried out using a questionnaire, and the completeness of documentation of nursing care was carried out using observation sheets. The results of the study indicate that there is a relationship between knowledge and attitude with the completeness of documentation of nursing care, so it is suggested efforts to increase the knowledge and attitudes of nurses to support the implementation of nursing care documentation.   Keywords : Knowledge and attitude of nurses, completeness of documentation of nursing care &nbsp

    Perbandingan Pengaruh Antara Rebusan Air Daun Salam Dan Air Rebusan Daun Sirsak Terhadap Tekanan Darah Kelompok Pre-Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gembong, Serang.

    Get PDF
    Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Penanganan hipertensi terdiri dari dua jenis, yaitu penanganan farmakologi dan non farmakologi. Salah satu penanganan non farmakologi adalah pemanfaatan tanaman sebagai obat herbal yaitu daun salam dan daun sirsak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan penurunan tekanan darah antara air rebusan daun salam dan daun sirsak. Desain penelitian ini menggunakan Quasy eksperimen dengan dua grup. Banyaknya sampel yang digunakan adalah 7 sampel pada setiap grup intervensi. Berdasarkan analisis dari responden grup intervensi air rebusan daun salam dan daun sirsak menggunakan uji t dependen menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada masing-masing grup intervensi, rerata nilai tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah diberikan air rebusan daun salam adalah 130,71 dan 87,86 mmHg nilai mean turun menjadi 121,86 dan 85,14 mmHg. Selain itu, rerata nilai tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah diberikan air rebusan daun sirsak adalah 131,43 dan 92,71 mmHg nilai mean turun menjadi 126,86 dan 89,57 mmHg. Hasil uji independen sampel T-test menunjukan nilai p-value = 0,195 pada tekanan darah sistolik dan p-value = 0,241 pada tekanan darah diastolik. Dari hasil keduanya menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara intervensi daun salam dan daun sirsak. Diharapkan penelitian selanjutnya menggunakan desain intervensi yang berbeda, sehingga dapat menggali pengaruh efektifitas antara daun salam dan daun sirsak

    HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN BURNOUT SYNDROME DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA KUPANG

    Get PDF
    Big part of worker in hospital is nurse. Work burden is total kind of jobs that must be finished by health professional worker like nurse. Burnout syndrome is decrease of physic and mental power totally caused by job. The purpose of this research is to identify the relationship between nurse work burden and burnout syndrome in public hospital of Kupang city. Research design is correlation study by cross sectional approach and sampling used is nonprobability sampling by quota sampling way. Total respondents in this research were 51 men. Instrument used was questionnaire. Chi- square test result is p significant = 0,831 > 0, 05. Result of X ² count (2,278) ≤ X ² table (9,488) it means that HO received means that there is no significant between nurse work burden and burnout syndrome. But it suggested to nurse in public hospital of Kupang city to wary to burnout symptom so that symptom did not appear into burnout condition by creating good relation, enjoyable situation and cooperative between work partner and do not take out the risk work that cannot handle and to arrange time to relax every day.     Key words: nurse work burden and burnout syndrome.  Sebagian besar pekerja di rumah sakit adalah perawat. Beban kerja adalah banyaknya jenis pekerjaan yang harus diselesaikan oleh tenaga kesehatan professional seperti perawat. Burnout syndrome adalah penipisan sumber daya fisik dan mental secara total yang berhubungan dengan pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan beban kerja perawat dengan burnout syndrome di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kupang. Desain dalam penelitian ini adalah studi korelasional dengan pendekatan cross sectional dan sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan cara quota sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 51 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Hasil uji chi-square adalah p significan = 0,831 > 0,05. Hasil X2 hitung (2,278) ≤ X2 tabel (9,488) yang berarti H0 diterima artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan burnout syndrome. Namun diharapkan kepada perawat di RSUD Kota Kupang agar lebih waspada  terhadap gejala burnout agar gejala tersebut tidak berkembang menjadi kondisi burnout dengan cara membangun hubungan yang bermanfaat, menyenangkan dan kooperatif dengan teman sejawat, tidak mengambil pekerjaan lebih dari yang tidak dapat ditangani dan buatlah waktu untuk relaksasi setiap hari.   Kata kunci : beban kerja perawat dan burnout syndrom

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN AUDIO VISUAL TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN PADAKELUARGA DENGAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIKUMANA

    Get PDF
    Tuberculosis is a disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis that is usually transmitted through droplets when people are talking, coughing, or sneezing, so that the risk of spreading to the other family members dramatically increase. Family’s behavior in preventing the transmission of TB needs to be improved through health education involving audio-visual. This research aims to analyze the effect of health education using audio-visual to family behavior in order to prevent the transmission of Tuberculosis. The research design is quasy-experimental design using a pre-post test with control group. The sampling technique used is simple random sampling with a sample of 56 respondents. Data is collected by using questionnaire sheet. Based on the test results of non-parametric Wilcoxon statistics, indicating that the domain knowledge p value = 0.000, 0.046 and 0.003 gauge attitudes domain (α = 0.05). The results of this statistical test proves that health education on the prevention of transmission by using audio-visual influence the family’s behavior to minimize the possibility of behavior in families with pulmonary tuberculosis in Sikumana Public Health Center. The advantage of the audio-visual media can increase the knowledge, attitude and practice of family until three times to prevent the transmission of Pulmonary Tuberculosis. This is expected to continue to motivate health workers and provide health education with a more attractive media such as audio-visual media for families with Pulmonary Tuberculosis, particularly about the behavior of Pulmonary Tuberculosis prevention of transmission. Keywords: Audio Visual, Behavior, Tuberculosis  Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang biasanya ditularkan melalui droplet saat penderita berbicara, batuk, atau bersin, sehingga berisiko tinggi untuk menular kepada anggota keluarga yang lain. Perilaku keluarga dalam pencegahan penularan Tuberkulosis Paru perlu ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan dengan audio visual yang melibatkan indera penglihatan dan pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pendidikan kesehatan dengan audio visual terhadap perilaku pencegahan penularan pada keluarga dengan Tuberkulosis Paru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasy experiment menggunakan control group pre-post test design. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 56 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Berdasarkan hasil uji statistik non parametrik Wilcoxon, menunjukkan bahwa pada domain pengetahuan p value = 0,000, domain sikap 0,046 dan domain tindakan 0,003 (α=0,05). Hasil uji statistik ini membuktikan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan audio visual terhadap perilaku pencegahan penularan pada keluarga dengan Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Sikumana. Kelebihan dari media audio visual yaitu memiliki pengaruh 3 kali lebih besar untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan dalam pencegahan penularan Tuberkulosis Paru. Diharapkan petugas kesehatan untuk terus memotivasi dan memberikan pendidikan kesehatan dengan media yang lebih menarik seperti media audio visual kepada keluarga dengan Tuberkulosis Paru, khususnya tentang perilaku pencegahan penularan Tuberkulosis Paru. Kata Kunci: Audio Visual, Perilaku, Tuberkulosi

    345

    full texts

    376

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇