CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
    376 research outputs found

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PUSAT INFORMASI KONSELING MAHASISWA (PIK-M) PADA MAHASISWI PRODI D III KEBIDANAN STIKES MARANATHA KUPANG

    Get PDF
    Background : The Indonesia Government Program in addressing and preventing problems of teenagers is the provision of reproductive health services place which readily accepted and affordable among them through counselling and information center for students (PIK-M). Purpose : The purpose of this research is to know the relationship of knowledge, attitude, motivation, information, facility, socialisation and promotion, and SDM of PIK-M against utilization PIK-M. Method : This research is using cross sectional design. Sampling technique that used in this research is total sampling with 101 people as the sample. Data collected by questionnaire then analyzed using univariable, bivariable, and multivariable. Results : The result of this research shows that from 101 respondents, the 35,6% of the respondents already come visit and use PIK-M. 73,3% of the respondents already have high knowledge about PIK-M, 72,3% of the respondents show positive behavior towards PIK-M, 64,4% of the respondents already have high motivation about PIK-M, 32,7% of the repondents said they already got informations about PIK-M, 72,3% of the respondents already have high facility,  63,4% of the respondents already have high socialisation an promotion, and 83,2% of the respondents already have high SDM about PIK-M. This result shows that the utilization of PIK-M that based on the variables  has significant differences. Conclusion : This research is that influence the utilization of PIK-M by students of D III Midwifery Stikes Maranatha, based on the level of knowledge, attitude, motivation, source of information, facility, socialization and promotion, and SDM PIK-M. Suggestion: increase the willingness of students to take advantage of PIK-M.   Keyword : Facility, Socialization and promotion, SDM, utilization of PIK-M.Latar Belakang : Program pemerintah Indonesia dalam mengatasi dan mencegah permasalahan remaja adalah penyedian tempat pelayanan kesehatan reproduksi remaja yang mudah diterima dan terjangkau di antaranya melalui pusat informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M). Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, motivasi, paparan informasi, fasilitas, sosialisasi dan promosi dan SDM PIK-M terhadap pemanfaatan PIK-M Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional.  Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 101 orang. Data dikumpulkan dengan kuisioner dengan menggunakan angket kemudian dianalisis menggunakan analisis univariabel, bivariabel dan multivariabel. Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan dari 101 responden sebanyak 35,6% sudah berkunjung dan memanfaatkan PIK-M. Responden yang memiliki pengetahuan yang tinggi sebanyak 73,3%, sikap positif terhadap keberadaan PIK-M sebanyak 72,3%, motivasi tinggi terhadap PIK-M sebesar 64,4%. Sebagian besar responden mendapat informasi mengenai PIK-M yaitu sebesar 32.7%, yang menyatakan fasilitas PIK-M baik sebanyak 72,3%, sosialisasi dan promosi baik sebanyak 63,4%, SDM PIK-M baik sebanyak 83,2%%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan PIK-M berdasarkan vaiabel-variabel tersebut memiliki perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Kesimpulan : Pemanfaatan PIK-M pada mahasiswi D III Kebidanan STIKes Maranatha Kupang berdasarkan tingkat pengetahuan, sikap, motivasi, sumber informasi, fasilitas, sosialisasi dan promosi dan SDM PIK-M memiliki hubungan. Saran : meningkatkan kemauan mahasiswa untuk memanfaatkan PIK-M.   Kata Kunci : fasilitas, sosialisasi dan promosi, SDM, pemanfaatan PIK-

    PENGARUH LAMANYA PENGGUNAAN KB SUNTIK DMPA TERHADAP PENINGKATAN KADAR GULA DARAH AKSEPTOR KB SUNTIK DI KOTA KUPANG

    Get PDF
    In Kupang City in 2016, there were 45,625 acceptors of NonMKJP KB acceptors and 3,813 MKJP KB acceptors, with the highest choice of injecting KB using 42,820 (86.6%). This study aims to analyze the effect of the length of dmpa injection syringes on the increase in blood sugar levels of injection injector acceptors in Kupang city. Descriptive research with a survey method with a retrospective study was conducted from April to August 2019 in the working area of ​​Puskesmas throughout the City of Kupang. The sample is acceptors who have used KB injections for 3 months for more than two years, with a total of 200 acceptors. The data collected is secondary data and primary data. Data analysis was performed univariately and bivariately. The results showed that there was a relationship between the length of use of injection injections KBPA to increase blood sugar, this can be shown by the value of Sig. (2-tailed) 0.001 <0.05, and the correlation coefficient value is 0, 228 which means there is a relationship but it is weak.Di Kota Kupang pada tahun 2016 tercatat askeptor KB NonMKJP sejumlah 45.625 akseptor dan KB MKJP 3.813 akseptor, dengan pilihan penggunaan KB suntik adalah yang terbanyak yaitu 42.820 (86,6%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lamanya penggunaan kb suntik DMPA terhadap peningkatan kadar gula darah akseptor kb suntik di kota kupang. Penelitian deskriptif dengan metode survey dengan studi retrospektif dilakukan dari bulan April sampai dengan Agustus 2019 di wilayah kerja Puskesmas seluruh Kota Kupang. Sampel adalah akseptor yang telah menggunakan KB suntik 3 bulan lebih dari satu tahun, dengan jumlah 200 akseptor. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder dan data primer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara lamanya penggunaan KB suntikDMPA terhadap peningkatan gula darah, hal ini dapat ditunjukkan oleh nilai Sig. (2-tailed) 0,001 < 0,05, serta nilai koefisien korelasi adalah 0, 228 yang artinya ada hubungan tetapi lemah

    HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPTOMULYO

    Get PDF
    Angka kejadian hipertensi diprovinsi Jawa Timur presentasinya mencapai 20,43% atau sekitar 1.828.669 orang. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hipertensi salah satunya adalah kualitas tidur. Kualitas tidur merupakan proses ketika seseorang dalam menjalani tidur, yang dilakukan untuk mempertahankan keadaan tidur dan untuk mendapatkan tahapan Rapid Eye Movement (REM) dan Non Repid Eye Movement (NREM) yang sesuai. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo. Menggunakan metode korelasi observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional . Metode pengumpulan data kualitas tidur pasien menggunakan kuesioner PSQI, dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphymomanometer aneroid dan stetoskop. Sampel penelitian sebanyak 44 pasien hipertensi berusia 20-59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo dengan teknik sampling non-probability pusposive sampling, dan menggunakan analisa data uji spearman rank. Berdasarkan uji spearman didapatkan hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah sistolik (p 0,040 < alpha 0,05) dengan kekuatan hubungan lemah (0,310), namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah diastolik (p 0,623 > alpha 0,05) dengan kekuatan hubungan yang sangat lemah (0,076). Dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah sistolik pada pasein hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo

    PENGARUH INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI KOTA KUPANG

    Get PDF
    Dysmenorrhea is a medical condition that occurs during menstruation / menstruation that can interfere with activities and require treatment that is characterized by pain or pain in the abdomen or pelvis. Dysmenorrhoea occurs in 30-75% of women and requires treatment. In Indonesia it is estimated that around 55% of productive women experience dysmenorrhea. As many as 15% of them reported that their activities were limited due to dysmenorrhea. The cause of dysmenorrhea is still not clearly known because of the many causes of factors such as: psychiatric, individual, obstruction in the cervical canal, female reproductive organs, endocrine, allergic, and nutritional intake. This study aims to analyze the effect of body mass index (BMI) and physical activity on the incidence of dysmenorrhea in young girls in Kupang City. This research is a descriptive study with cross sectional method. This research was conducted from January to February 2020 .. Data were collected with the help of a questionnaire. The number of samples in this study were 144 people. The results obtained were body mass index and physical activity affecting the incidence of dysmenorrhea in young women.Dismenore adalah kondisi medis yang terjadi sewaktu haid/menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas dan memerlukan pengobatan yang ditandai dengan nyeri atau rasa sakit di daerah perut maupun panggul. Dismenorea terjadi pada 30-75 % wanita dan memerlukan pengobatan. Di Indonesia diperkirakan sekitar 55% perempuan produktif mengalami dismenore. Sebanyak  15% diantaranya melaporkan bahwa aktivitasnya menjadi terbatas akibat dismenore. Penyebab dismenore masih belum diketahui secara jelas karena banyaknya factor penyebab seperti: kejiwaan, individual, sumbatan di saluran leher rahim, organ reproduksi wanita, endokrin, alergi, dan asupan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indeks massa tubuh (IMT) dan aktivitas fisik terhadap kejadian dismenore pada remaja putrid di Kota Kupang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan  mulai Bulan Januari-Februari 2020.. Data dikumpulkan dengan bantuan kuesioner.  Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 144 orang. Hasil penelitian yang diperoleh adalah indeks massa tubuh dan aktivitas fisik mempengaruhi kejadian dismenore pada remaja putri

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN BALITA DALAM PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK DI POSYANDU DESA PERTIBI TEMBE KEC.MEREK TAHUN 2019

    Get PDF
    Measles immunization is an attempt to provide immunity to infants and children by introducing vaccines into the body so that the body makes anti-substances to prevent measles. Measles immunization is important to give because the rate of transmission of measles infection is very high, which often causes outbreaks. Measles CFR in Indonesia is 3%. The measles immunization program indicator used is Universal Child Immunization (UCI), which is 100% measles immunization coverage. This research is analytic with cross sectional design. The purpose of this study was to determine the factors that influence the visit of children under five in giving measles immunization in Posyandu Pertibi Tembe Village, Karo District, 2019. The population is all mothers who have children under five in Posyandu Tembe Village, Tembe Village, Karo District. The sample is a portion of mothers who have 45 children under five. Data analysis is done by univariate, bivariate. A proportion of those who did not have measles immunization found 28.9%. The highest proportion of mothers by age at umur 30 years is 75.6%, high school education 38.9%, housewives 38.9%, parity ≤ 2 68.9%, good knowledge 68.9%, good attitude 94, 4%, there is an effect (fever) 64.4% and a distance of 3-5 km 40%. The results of the bivariate analysis found 4 variables that had a significant relationship with measles immunization, namely maternal age (p = 0.005; RP = 2.649), maternal education (p = 0.000; RP = 3.595), parity (p = 0.007; RP = 2.583) , mother's knowledge (p = 0,000; RP = 4,183). It is expected that Posyandu Desa Pertibi Desa Kecamatan District will improve health services in its working area, especially in terms of promotion and prevention through counseling about the importance of immunization in order to increase community knowledge about immunization.Imunisasi campak merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah penyakit campak. Imunisasi campak penting untuk diberikan karena tingkat penularan infeksi campak sangat tinggi sehingga sering menimbulkan KLB. CFR penyakit campak di Indonesia sebesar 3%. Indikator program imunisasi campak yang digunakan adalah Universal Child Immunization (UCI), yaitu cakupan imunisasi campak 100%. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan balita dalam pemberian imunisasi campak di posyandu Desa Pertibi Tembe Kecamatan Merek Kabupaten Karo Tahun 2019. Populasi adalah semua ibu yang mempunyai anak balita di Posyandu Desa Pertibi Tembe Kecamatan Merek Kabupaten Karo. Sampel adalah sebagian ibu yang mempunyai anak balita yang berjumlah 45. Analisis data dilakukan dengan univariat, bivariat. Ditemukan proporsi yang tidak imunisasi campak 28,9%. Proporsi ibu berdasarkan umur terbanyak pada umur ≤ 30 tahun yaitu 75,6%, pendidikan SMA 38,9%, ibu rumah tangga 38,9%, paritas ≤ 2 68,9%, pengetahuan baik 68,9%, sikap baik 94,4%, ada efek (demam) 64,4% dan jarak 3-5 km 40%. Hasil analisis bivariat terdapat 4 variabel yang mempunyai hubungan yang signifikan dengan pemberian imunisasi campak yaitu umur ibu (p=0,005; RP=2,649), pendidikan ibu (p=0,000; RP=3,595), paritas (p=0,007; RP=2,583), pengetahuan ibu (p=0,000; RP=4,183) . Diharapkan kepada pihak Posyandu Desa Pertibi Kecamatan Merek agar meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya terutama dalam hal promotif dan preventif melalui penyuluhan tentang pentingnya imunisasi agar dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang imunisasi

    PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) DAN IKAN LEMURU (SARDINELA LEMURU) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK ROTI MANIS LEMBUNING

    Get PDF
    ABSTRACT Background. One effort to solve nutritional problems in NTT is to modify local food into nutritious food for children to consume. Local food ingredients used include lemuru fish and pumpkin. Lemuru and pumpkin contains protein, carbohydrates and antioxidants. Both of the two can be found in NTT and are easily available and inexpensive. Aim. To know the effect of the pumpkin flour substitution (Cucurbita Moschata) and lemuru fish flour (Sardinella Lemuru) on the organoleptic of Lembuning Sweet Bread. Methods. The type of research is an experiment, using a Completely Randomized Design that was tested using an organoleptic test with panelists taken from lecturers, staff, and students of Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang totaled 71 people, then analyzed using the ANOVA test. This research was conducted in June to July 2018 in the Food Technology Laboratory of Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang. Results. There was no effect on the quality of pumpkin substitute sweet bread and lemuru fish based on indicators of color, taste, and aroma, while there was an influence on quality of pumpkin substitute sweet bread and lemuru fish based on texture. Conclusion. Sweet bread made from pumpkin flour substitution and lemuru fish need to be modified so that it is liked by children Keywords: lemuru fish, pumpkin, lembuning sweet breadABSTRAK Latar belakang. Salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah gizi di NTT adalah memodifikasi pangan lokal menjadi makanan bergizi untuk dikonsumsi oleh anak. Bahan pangan lokal yang digunakan, antara lain ikan lemuru dan labu kuning. Ikan lemuru dan labu kuning merupakan bahan makanan sumber protein, karbohidrat serta antioksidan yang sangat banyak di NTT dan mudah didapat serta murah harganya. Tujuan. Mengetahui pengaruh subtitusi tepung labu kuning (Cucurbita Moschata) dan tepung ikan lemuru (Sardinella Lemuru) terhadap sifat organoleptic Roti Manis Lembuning. Metode. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang diuji menggunakan uji organoleptik dengan panelis yang diambil dari dosen dan staf, serta mahasiswa Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang berjumlah 71 orang, kemudian dianalisis menggunakan uji anova. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2018 di Laboratorium Teknologi pangan Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang. Hasil. Tidak ada pengaruh kualitas roti manis subtitusi labu kuning dan ikan lemuru berdasarkan indikator warna, rasa, dan aroma, sedangkan ada pengaruh kualitas roti manis subtitusi labu kuning dan ikan lemuru berdasarkan tekstur. Kesimpulan. Roti manis hasil substitusi tepung labu kuning dan ikan lemuru perlu dimodifikasi sehingga disukai oleh anak-anak Kata kunci: ikan lemuru, labu kuning, roti manis lembunin

    HUBUNGAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS SEGINIM KABUPATEN BENGKULU SELATAN

    Get PDF
    Stunting or short is a failure to grow in infants (0-11 months) and toddlers (12-59 months), due to lack of nutrition, especially in the first 1000 days of life so that children are too short for their age. The purpose of this study was to study the relationship of family income with the incidence of stunting in infants in Seginim Health Center, South Bengkulu Regency. The method of this research is descriptive correlational, using cross-sectional design. Accidental sampling technique in which the samples in the study were found during the study were 32 respondents. The data obtained are then processed and analyzed using univariate analysis and bivariate analysis using chi-square analysis and contingency coefficient. The results of this study are: out of 32 toddlers there are 12 toddlers who experienced stunting and 20 toddlers (62.5%) did not experience stunting and from 32 respondents there were 10 respondents who had low incomes, 17 toddlers (53.1%) had moderate incomes and 5 respondents have high income. There is a relationship between family income and the incidence of stunting in infants in the Seginim Community Health Center in the South Bengkulu Regency. Statistical test results: Pearson chi-square value χ2 = 11.219 with p-value = 0.004 <0.05 means significant, then Ho is rejected and Ha is accepted. So there is a relationship between family income and the incidence of stunting in children under five in the Seginim Community Health Center in South Bengkulu Regency. It is expected that the South Bengkulu Seginim Puskesmas institute is expected to increase parents' knowledge about the benefits and importance of nutrition for toddlers.Stunting atau pendek merupakan gagal tumbuh pada bayi (0-11 bulan) dan anak balita (12-59 bulan), akibat dari kekuranagan gizi terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Puskesmas Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan. Metode penelitian ini dilakukan secara deskriptif correlational, menggunakan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel accidental sampling dimana sampel pada penelitian ditemui saat penelitian sebanyak 32 respoden. Data yang diperoleh selanjutnya, diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan analisis chi-square dan contigency coefficient. Hasil penelitian ini adalah: dari 32 balita terdapat 12 balita yang mengalami stunting dan 20 balita (62,5%) tidak mengalami stunting dan dari 32 responden terdapat 10 responden yang mempunyai pendapatan rendah, 17 balita (53,1%) mempunyai pendapatan sedang dan 5 responden mempunyai pendapatan tinggi. Ada hubungan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan kategori kuat. Hasil uji statistic: Pearson chi-square didapat nilai χ2=11.219 dengan p-value=0,004 <0,05 berarti signifikan, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi ada hubungan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan. Diharapkan kepada pihak instituti Puskesmas Seginim Bengkulu Selatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai manfaat dan pentingnya asupan gizi untuk balita

    AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina Del.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicu).

    Get PDF
    Diabetes melitus adalah suatu kondisi kronis yang terjadi ketika ada peningkatan kadar glukosa dalam darah karena tubuh tidak dapat memproduksi hormon insulin  atau memproduksi hormon insulin tetapi tidak cukup dan tidak efektif.Seseorang didiagnosis menderita penyakit diabetes jika kadar glukosa darah puasa ≥ 126 mg/dL dan kadar glukosa darah dua jam setelah makan ≥ 200 mg/dL (Perkeni, 2015). Terapi diabetess melitus melitus yaitu terapi farmakologi dan terapi non farmakologi. Terapi diabetes melitus juga menggunakan obat tradisional salah satunya daun afrika (Vernonia amygdalina Del). Dan afrika memiliki kandungan seperti flavonoid yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan true experimental design pre test-post test with control group. Penelitian ini menggunakan lima kelompok secara acak yang terdiri dari dua kelompok kontrol dan tiga kelompok eksperimental dengan dosis 240 mg/200 g bb, 320 mg/g bb, 400 mg/g bb dengan pembanding metformin. Kemudian dilakukan pre test dan post test untuk mengetahui kadar glukosa darah dan berat badan tikus. Hasilpenelitianinimenjukkanbahwapemberianekstraketanol daun afrika (Vernonia amygdalina Del.) dapat menurunkan kadar glukosa darah dan berat badan dengan dosis 400 mg/200 g bb yang optimal dalam menurunkan kadar glukosa darah.Daun Afrika terbukti memiliki kandungan fitokimia seperti flavonoid, steroid, tannin dan saponin. Namun yang memiliki aktivitas antidiabetes yaitu flavonoid dengan mekanisme dalam penghambatan fosfodiesterase sehingga kadar cAmp dalam sel beta pancreas meningkat. Hal ini akan merangsang sekresi insulin sehingga terjadi penurunan kadar glukosa darah.   Kata Kunci : Diabetes Melitus, Metformin, Daun Afrika.Diabetes mellitus is a chronic condition that occurs when there is an increase in glucose levels in the blood because the body cannot produce the hormone insulin or produce the hormone insulin but is insufficient and ineffective. A person is diagnosed with diabetes if fasting blood glucose levels are ≥ 126 mg / dL and levels blood glucose two hours after eating ≥ 200 mg / dL. Therapy for diabetes mellitus mellitus is pharmacological therapy and non pharmacological therapy. Diabetes mellitus therapy also uses traditional medicine, one of which is African leaves (Vernonia amygdalina Del). And Africa has a content such as flavonoids which can reduce blood glucose levels. This type of research is a laboratory experimental study with a true experimental design approach pre-test post-test with control group. This study used five randomized groups consisting of two control groups and three experimental groups at a dose of 240 mg / 200 g bb, 320 mg / g bb, 400 mg / g bb with a comparison of metformin. Then the pre-test and post-test were carried out to determine the blood glucose level and body weight of the rat. The results of this study indicate that the administration of ethanol extracts of African leaves (Vernonia amygdalina Del.) Can reduce blood glucose levels and body weight with a dose of 400 mg / 200 g bb which is optimal in reducing blood glucose levels. African leaves are proven to have phytochemical contents such as flavonoids, steroids, tannins and saponins. However, those who have antidiabettes are flavonoids with a mechanism in inhibiting phosphodiesterase so that the levels of cAmp in pancreatic beta cells increase. This will stimulate insulin secretion resulting in a decrease in blood glucose levels.   Keywords: Diabetes Mellitus, Metformin, African Leaves &nbsp

    PENGARUH TEKNIK KOMUNIKASI MENGGUNAKAN BONEKA TANGAN TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK PRASEKOLAH DI RUANG EDELWEIS RSUD M. YUNUS BENGKULU

    Get PDF
    ABSTRACT Hospitalization is the cause of anxiety in children undergoing hospital care. The number of stressors experienced by children when undergoing hospitalization has a negative impact that interferes with children's development. The hospital environment can be a cause of stress and anxiety in children. The purpose of this research is to determine the effect of communication techniques using hand puppets to changes in levels of anxiety due to hospitalization in preschool children in the Edelweis room M. Yunus Hospital Bengkulu. The research design used was pre-experimental using a one-group pretest-posttest design and using a purposive sampling technique, with a total sample of 30 respondents. The study population was preschool children who were treated in the Edelweis room of M. Yunus Hospital Bengkulu in April to May 2019. Data collection uses the Spence Children Anxiety Scale questionnaire (parent report) before and after the communication technique using hand puppets. Wilcoxon Signed Rank Test obtained Z value of -4.791 with an Asymp value. Sig (p) = 0,000, because the value of p <0.05, thus it can be concluded that there is an influence of communication techniques using hand puppets to change levels of anxiety due to hospitalization in preschool children in the Edelweis room of M. Yunus Hospital Bengkulu. Health workers, especially nurses, can apply communication techniques using hand puppets to reduce anxiety in preschoolers when hospitalized.   Keyword: Hand Puppets, Anxiety, Hospitalization, Communication Technique

    GAMBARAN PLATELET-TO-LYMPHOCYTE RATIO (PLR) PADA SEPSIS DAN SYOK SEPTIK

    Get PDF

    345

    full texts

    376

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇