CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
376 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN DI RSUD HASANUDDIN DAMRAH MANNA
The documentation in the Indonesian dictionary is a written / printed letter that can be used as evidence (such as birth certificate, marriage certificate, treaty, etc.). The purpose of this study is known to the relationship of factors (knowledge, education and years of service) with the completeness of documentation of midwifery care at Hasanuddin Damrah Hospital in Manna, Bengkulu Selatan Regency. This research is an Analytical Survey research with cross sectional design method. The population in this study were all midwives in RSUD Hasanuddin Damrah Manna, totaling 138 people. Samples were taken using a purposive sampling technique totaling 38 people. Collecting data using primary data that is direct observation and questionnaires distributed to midwives in RSUD Hasanuddin Damrah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan and secondary data collected from the room documentation and patient status in RSUD Hasanuddin Damrah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Analysis using the chi-square test and linear logistic regression (logistic regression linear). The results showed the completeness of documentation of midwifery care at Hasanuddin Damrah Hospital in Bengkulu Selatan Regency in the complete category of 22 respondents, knowledge of midwives in the good category of 21 respondents, midwife education in the academic category of 25 respondents, the working period of midwives in the old category of 25 respondents. There is a relationship of knowledge and education with the completeness of documentation of midwifery care and there is no relationship of work period with the completeness of documentation of midwifery care at Hasanuddin Damrah Hospital in South Bengkulu Regency. It is hoped that the hospital can emphasize the importance of completing patient medical documentation because it is very useful to know the patient's history in the future as well as accountability if there are problems regarding the actions given in the future by conducting seminars or training in completing midwifery documentation. It is hoped that midwives can improve their abilities through seminars and workshops on midwifery documentation.Dokumentasi dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah surat yang tertulis/tercetak yang dapat dipakai sebagai bukti keterangan (seperti akta kelahiran, surat nikah, surat perjanjian, dan sebagainya). Tujuan penelitian ini diketahui hubungan faktor (pengetahuan, pendidikan dan masa kerja) dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan kebidanan di RSUD Hasanuddin Damrah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian Survey Analitik dengan metode rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan di RSUD Hasanuddin Damrah Manna yang berjumlah 138 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling berjumlah 38 Orang. Pengumpulan data menggunakan data primer yaitu observasi langsung dan kuesioner yang disebarkan kepada bidan di RSUD Hasanuddin Damrah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan serta data sekunder yang dikumpulkan dari dokumentasi ruangan dan status pasien di RSUD Hasanuddin Damrah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Analisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik linier (logistic regression linear). Hasil penelitian menunjukan Kelengkapan pendokumentasian asuhan kebidanan di RSUD Hasanuddin Damrah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan dalam kategori lengkap sebanyak 22 responden, pengetahuan bidan dalam kategori baik sebanyak 21 responden, pendidikan bidan dalam kategori akademik sebanyak 25 responden, masa kerja bidan dalam kategori lama sebanyak 25 responden. Ada hubungan pengetahuan dan pendidikan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan kebidanan dan tidak ada hubungan masa kerja dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan kebidanan di RSUD Hasanuddin Damrah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bidan melalui seminar dan workshop tentang pendokumentasian asuhan kebidanan
PENGARUH DISMENORE TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWI DI PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
Menstrual disorders are conditions when the menstrual cycle experiences anomalies or abnormalities. Dysmenorrhea is one of the menstrual abnormalities and is a medical condition that occurs during menstruation / menstruation which can interfere with activities and require treatment that is characterized by pain or pain in the abdomen or pelvis. Dysmenorrhoea occurs in 30-75% of women and requires treatment. Preliminary surveys conducted showed that female students who experience menstrual pain (dysmenorrhea) felt out of concentration and were not eager to participate in learning activities due to the pain caused. This study aims to analyze the effect of dysmenorrhea on student learning activities in the Midwifery Diploma Program. This research is a descriptive study with cross sectional method. This research was conducted from January to February 2020. Data were collected with the help of a questionnaire. The number of samples in this study was a total sampling of 118 people. Data analysis using the Spearman rank correlation test. The results showed that there was a significant relationship between dysmenorrhea with learning activities (0,000. <0.05) The conclusion of this study was that there was an influence of dysmenorrhea with learning activities on Midwifery DIII studentsGangguan menstruasi adalah kondisi ketika Siklus Mentruasi mengalami anomali atau kelainan . Dismenore merupakan salah satu kelainan menstruasi dan merupakan suatu kondisi medis yang terjadi sewaktu haid/menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas dan memerlukan pengobatan yang ditandai dengan nyeri atau rasa sakit di daerah perut maupun panggul. Dismenorea terjadi pada 30-75 % wanita dan memerlukan pengobatan. Survei pendahuluan yang dilakukan menunjukkan bahwa mahasiswi yang mengalami nyeri haid (dismenore) merasa tidak konsentrasi dan tidak bersemangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran akibat sakit yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dismenore terhadap aktivitas belajar mahasiswa di program studi DIII Kebidanan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan mulai Bulan Januari-Februari 2020. Data dikumpulkan dengan bantuan kuesioner. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah total sampling yaitu 118 orang. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dismenore dengan aktivitas belajar (0,000.<0,05) Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh dismenore dengan aktivitas belajar pada mahasiswi DIII Kebidanan
OBESITAS DAN TEKANAN DARAH PADA ORANG DEWASA USIA 18-50 TAHUN DI KAMPUNG MOKLA
ABSTRAK
Kegemukan atau obesitas dan hipertensi memberi kontribusi negatif pada peningkatan berbagai masalah kesehatan. Namun demikian angka kejadian obesitas maupun hipertensi semakin meningkat sekarang ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan obesitas dengan tekanan darah dengan melakukan pengukuran IMT, LiPi, RLPP dan tekanan darah pada orang dewasa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan Sebagaian besar orang dewasa mengalami obesitas dan hipertensi. Uji chi square membuktikan adannya hubungan signifikan (p<.05) antara IMT, LiPi, dan RLPP dengan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik. Orang dewasa perlu memperhatikan cara-cara mengontrol berat badan dengan tujuan untuk mencapai tekanan darah yang optimal.
Kata kunci: Indeks Massa Tubuh, Lingkar Pinggang, Rasio Lingkar Pinggang-panggul, Tekanan dara
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR GENETIK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA DEWASA MUDA (19-49 TAHUN) DI PUSKESMAS BAKUNASE KOTA KUPANG TAHUN 2020
ABSTRACT
Hypertension or high blood pressure is the cause of death and high illness. Hypertension as a chronic disease is influenced by several factors. The risk factors for hypertension are divided into non-modifiable risk factors and modifiable risk factors. The purpose of this study was to determine the relationship between genetic factors and the incidence of hypertension in the young adult age group (19-49 years) at Bakunase Health Center, Kupang City. This research is a quantitative study with a correlational design and cross sectional approach. The sample size was 116 people with purposive sampling technique. The results of the study using the Spearman rho statistical test showed that there was a relationship between genetic factors (p Value = 0.000) and the incidence of hypertension in young adults (19-49 years) at Bakunase Health Center, Kupang City.ABSTRAK
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab kematian dan kesakitan yang tinggi. Hipertensi sebagai salah satu penyakit kronis dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor risiko terjadinya hipertensi terbagi dalam faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor genetik dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa muda (19-49 tahun) di Puskesmas Bakunase Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 116 orang dengan teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian menggunakan uji statistik spearman rho menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor genetik (p Value=0,000) dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa muda (19-49 tahun) di Puskesmas Bakunase Kota kupang.
Kata Kunci : Hipertensi, Genetik, Usia Dewasa Muda (19-49 tahun
PENGARUH SUMBER AIR MINUM DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DI KABUPATEN KUPANG
The high rate of malnutrition in NTT is still a tough job that must be handled by the government. The many factors that influence the incidence of malnutrition require cross-sector cooperation to solve this malnutrition problem. One of the indirect causes of malnutrition is environmental sanitation. This study aims to determine the effect of drinking water sources and environmental sanitation on the incidence of malnutrition among children under five in Kupang Regency. This type of research is a descriptive study with a case control design. This research was conducted from July to August 2020 in Noelbaki Village, Kupang Regency, which consisted of 114 toddlers as samples and mothers as respondents. Data were collected by conducting direct interviews at each respondent's house. Data analysis was carried out by bivariate to determine the direction of the relationship between the independent variable and the dependent variable. Based on the results of the study, it was found that unprotected drinking water sources had a 9 times greater risk of causing undernutrition in children under five and environmental sanitation that was less at 5 times greater risk of causing under nutrition.Tingginya angka gizi kurang di NTT masih menjadi pekerjaan berat yang harus ditangani oleh pemerintah. Banyaknya faktor yang mempengaruhi kejadian gizi kurang memerlukan kerjasama lintas sector untuk menyelesaikan masalah gizi kurang ini. Salah satu faktor penyebab tidak langsung dari maslaah gizi kurang adalah sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sumber air minum dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian gizi kurang pada balita di Kabupaten Kupang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desain case control. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli sampai Agustus tahun 2020 di Desa Noelbaki Kabupaten Kupang, yang terdiri dari 114 balita sebagai sampel dan ibu sebagai responden. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara langsung di rumah masing-masing responden. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk mengetahui arah hubungan variable bebas terhadap variable terikat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sumber air minum yang tidak terlindung berisiko 9 kali lebih besar menyebabkan gizi kurang pada balita dan sanitasi lingkungan yang kurang berisiko 5 kali lebih besar menyebabkan gizi kurang balita
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI DI RSUD S.K. LERIK KUPANG TAHUN 2018
ABSTRACT Background: Every individual has experienced pain in some degree. Pain is the most common reason people seek health care. Individuals who feel pain feel depressed or suffer and seek to relieve pain. Pain is subjective, no two individuals experience the same pain and no two same pain occurrences produce an identical response or feeling for an individual. Pain is a source of frustration, both the client and the health worker. Purpose: This study aimed to determine the effect of mobilization on the intensity of pain in postoperative patients. Methods: This research was a pre-experimental research with one group pre-posttest design, the data collection method used was total sampling, the research instrument used was the intensity instrument of baourbanis pain, early mobilization and mobilization instruments using observation sheets. Results: The result of hypothesis test of the effect of early mobilization on pain intensity in postoperative patient with wilcoxon test using SPSS 16 program showed that Z score = -3,947 with P-value = 0.000 then H0 is rejected and H1 received so it is concluded that there is influence of early mobilization to the intensity of pain in postoperative patients at RSUD SK Lerik Kupang. Conclusion: early mobilization affects the intensity of pain in postoperative patients so that it can be used as one of the actions of nursing in resolve pain in postoperative patient Key Words: Pain, Early Mobilization, Post OperativeABSTRAK Latar Belakang: Setiap individu pernah mengalami nyeri dalam tingkat tertentu. Nyeri merupakan alasan yang paling umum orang mencari perawatan kesehatan. Individu yang merasakan nyeri merasa tertekan atau menderita dan mencari upaya untuk menghilangkan nyeri. Nyeri bersifat subjektif, tidak ada dua individu yang mengalami nyeri yang sama dan tidak ada dua kejadian nyeri yang sama menghasilkan respons atau perasaan yang identik pada seorang individu. Nyeri merupakan sumber penyebab frustasi, baik klien maupun bagi tenaga kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi terhadap intensitas nyeri pada pasien post operasi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperiment dengan desain penelitian one group pre-posttest design, metode pengumpulan data yang digunakan yaitu total sampling. Insturmen penelitian yang digunakan adalah instrumen intensitas nyeri baourbanis, sop mobilisasi dini dan instrumen mobilisasi menggunakan lembar observasi. Hasil Penelitian: Hasil uji hipotesis pengaruh mobilisasi dini terhadap intesitas nyeri pada pasien post operasi dengan uji wilcoxon dengan menggunakan program SPSS 16, menunjukan bahwa diketahui nilai Z score = 3,947 dengan P-value = 0,000 maka H0 di tolak dan H1 di terima sehingga disimpulkan ada pengaruh mobilisasi dini terhadap intensitas nyeri pada pasien post operasi di RSUD S.K. Lerik Kupang. Kesimpulan: mobilisasi dini mempengaruhi intensitas nyeri pada pasien post operasi sehingga dapat digunakan sebagai salah satu tindakan keperawatan dalam mengatasi nyeri pasien post operasi Kata Kunci: Nyeri, Mobilisasi Dini, Post Operas
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBALIAN ADMINISTRASI KLAIM BPJS KESEHATAN DITINJAU DARI SYARAT-SYARAT KELENGKAPAN ADMINISTRASI KLAIM
BPJS Health will make BPJS claim payments to the referral hospital requesting that the hospital have completed its obligation to request and complete the BPJS Health claims administration. Based on visit data in July 2018, Hospital X in Malang, which has been a provider of BPJS Health since 2014, is still discussing the administration of BPJS Health administrative claims by BPJS Health verifiers. Of the 882 BPJS claims administration files submitted, 31 (3.51%) files were issued, and most of them came from inpatient units, 26 (2.95%), while outpatient units were only available one fifth (1 / 5) of the total BPJS patient files. The purpose of this study is to study the root of the problem regarding the administration of BPJS claims. The design of this study used a descriptive research design, by means of Focus Group Discussion (DKT) with a team related to the completeness of the administration of BPJS claims, with a total of 6 people. The results obtained from the factors that affect the completeness of the administration of BPJS claims, namely the role of the casemix team and related units have not run optimally. This is due to the absence of a Hospital Regulation consisting of Casemix Guidelines, Guidelines and SPO, only a decree on the formation of the Casemix team. The hospital's problem solving made the Regulations consisting of Casemix Guidelines.Keywords: claims claims, Casemix, BPJS
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PERILAKU SELF CARE (DENGAN PENDEKATAN TEORI OREM) PASIEN STROKE DI POLI SARAF RSUD Prof. Dr. W. Z. JOHANNES KUPANG
ABSTRAK
Stroke termasuk dalam cerebrovascular diseases yaitu gangguan fungsi otak yang berhubungan dengan penyakit pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak. Kerusakan sel otak akan menimbulkan hemiparesis. Hemiparesis dapat mengakibatkan kurangnya kemampuan fisik dalam memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari, salah satunya adalah ketidakmampuan perawatan diri (self care) akibat kelemahan pada ekstremitas dan penurunan fungsi mobilitas, sehingga pasien stroke membutuhkan bantuan baik minimal maupun partial dalam melakukan self care. Ketergantungan dalam melakukan self care ini, membuat beberapa penderita stroke memiliki self efficacy yang rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan perilaku self care pasien stroke di Poli Saraf RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang.
Metode penelitian, jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling quota sampling, jumlah sampel sebanyak 35 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur self efficacy dan self care, uji statistik analisis dalam penelitian ini adalah uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan self efficacy dengan perilaku self care pasien stroke di poli saraf RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Semakin baik self efficacy maka semakin baik pula perilaku self care pasien stroke, sehingga diharapkan pasien stroke dapat mempertahankan bahkan meningkatkan self efficacy agar perilaku self care pasien stroke dapat dilakukan secara mandiri.
Kata Kunci : Self Care, Self Efficacy, Stroke, Orem, Poli Saraf
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR PERASAN BUAH TIMUN (CUCUMIS SATIVUS) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES SECARA IN VITRO
Cucumber plant cucumis sativus can be used in medicine for their several medical benefits. It contain substances such as flavonoid, triterpene, saponin, and phosphorus which have antimicrobial properties.
To prove this, antimicrobial activity test in vitro needs to be done with disc diffusion method at concentration of 25%, 50%, 75%, and 100% with two repetitions against propionibacterium acnes which are gram positive.
Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that the cucumber juice (cucumis sativus) used in the experiment and a weak effect on the growth of propionibacterium acnes bacterias of 100% concentration with a mean of inhibitory zone diameter of 11,3 mm.
Keywords: Cucumber (cucumis sativus), propionibacterium acnes, antimicrobialMentimun dengan nama latin cucumis sativus merupakan tanaman yang memiliki beberapa manfaat medis. Mentimun mengandungn Flavonoid, tanin, triterpenoid, saponin dan fosfor yang bersifat sebagai antimikrobial.
Maka untuk membuktikan hal tersebut, dilakukannya uji aktivitas antimikroba secara invitro dengan metode disk diffusion test. Dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% terhadap propionibacterium acnes yang merupakan gram positif.
Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa air perasan buah mentimun (cucumis sativus) memiliki respon daya hambat yang lemah terhadap pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes hanya terbentuk pada konsentrasi 100% dengan rata-rata zona hambat yang terbentuk sebesar 11,3 mm.
Kata kunci: Mentimun (cucumis sativus), propionibacterium acnes, antimikrobia
HUBUNGAN PEMBERIAN MAGNESIUM SULFAT (MgS04) PADA PERSALINAN PRE-EKLAMPSIA/EKLAMPSIA TERADAP KEJADIAN ASFIKSIA DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MAKASAR
MPS's mission is to reduce maternal and neonatal morbidity and mortality through strengthening the health system to ensure access to interventions that are cost effective based on scientific evidence of quality, empower women, families and communities through activities that promote maternal and newborn health, and ensure that health maternal and neonatal is promoted and preserved as a priority for national development programs. In Indonesia the incidence of preeclampsia and eclampsia ranges from 3 - 10%. According to world data, WHO estimates that more than 160,000 women die each year due to preeclampsia and eclampsia, and this is a cause of death that has been going on for decades. There is still no agreement regarding the exact cause of seizures in patients with eclampsia. Magnesium Sulphate (MgSO4) is one of the selected drugs to prevent seizures in preeclampsia and eclampsia, where the use of magnesium sulfate is effective and safe. The aim of this study was to determine the association of Magnesium Sulphate (MgSO4) in the delivery of Preeclampsia / Eclampsia to Asphyxia in Newborns in 2013 Makasar Bhayangkara. In this study the variables studied were Magnesium Sulphate, Asphyxia. The type of research used in this study is the type of "Case Control" research which is an analytical survey study that deals with how risk factors are studied using a "retrospective" approach. The sample in this study were all patients who fulfilled the inclusion and exclusion criteria who were admitted to Makasar's Bhayangkara Hospital in the January-December 2013 period.
For the control group, the sample was taken using proposive sampling. In this study, it can be seen from the chi-square results that there is no correlation between the incidence of asphyxia and the administration of MgSO4 supported by chi-square results, p = 0.65 where p <0.05 Ho is rejected but in this study p> 0.05 or 0.65 > 0.05 means that Ho is accepted.
Keywords: MGS04, AsphyxiaMisi MPS adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian maternal dan neonatal melalui pemantapan sistem kesehatan untuk menjamin akses terhadap intervensi yang cost effective berdasarkan bukti ilmiah yang berkualitas, memberdayakan wanita, keluarga dan masyarakat melalui kegiatan yang mempromosikan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, serta menjamin agar kesehatan maternal dan neonatal dipromosikan dan dilestarikan sebagai prioritas program pembangunan nasional. Di Indonesia angka kejadian preeklampsia dan eklampsia berkisar 3 - 10%. Menurut data dunia, WHO memperkirakan lebih dari 160.000 wanita meninggal setiap tahun karena preeklampsia dan eklampsia, dan hal ini merupakan penyebab kematian yang sudah berlangsung selama beberapa dekade. Masih belum terdapat kesepakatan mengenai penyebab pasti timbulnya kejang pada penderita eklampsia. Magnesium Sulfat (MgSO4) merupakan salah satu obat terpilih mencegah kejang pada preeclampsia dan eklampsia, dimana penggunaan magnesium sulfat efektif dan aman. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui Hubungan pemberian Magnesium Sulfat (MgSO4) pada persalinan Preeklampsia/Eklampsia Terhadap Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir di Bhayangkara Makasar Tahun 2013. Pada penelitian ini variabel yang diteliti adalah Magnesium Sulfat, Asfiksia
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian “Case Control “ yaitu suatu penelitian survey analitik yang menyangkut bagaimana faktor resiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan “retrospektif”. Sampel pada Penelitian ini adalah semua pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi yang dirawat di RS.Bhyangkara Makasar periode Januari-Desember 2013. Untuk kelompok kontrol, sampel diambil secara proposive sampling. Dalam penelitian ini dilihat dari hasil chisquare tidak terdapat hubungan antara kejadian Asfiksia dengan pemberian MgSO4 didukung oleh hasil chisquare yaitu p=0,65 dimana jika nilai p<0,05 Ho ditolak akan tetapi dalam penelitian ini p> 0,05 atau 0,65>0,05 artinya Ho diterima.
Kata Kunci : MGS04, Asfiksi