CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
376 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KORPRI KECAMATAN BERASTAGI KABUPATEN KARO TAHUN 2019
Exclusive breastfeeding is breastfeeding since the baby is approved until the baby is given 6 months. Coverage of exclusive breastfeeding in infants 0-6 months in Indonesia in 2013 was 54.3%. This figure is still far from the target that must be achieved exclusive breastfeeding at 80%. Based on this reason, it is necessary to research the relationship of characteristics, knowledge and attitudes of mothers with exclusive breastfeeding. This type of research is analytic research with cross sectional design. Data analysis using chi square test with a sample of 85 mothers who have babies receiving 7-12 months. This study aims to look at the relationship of characteristics, education, work, discussion and parity, knowledge and attitudes of mothers with exclusive breastfeeding conducted in the Work Area of the Korpri Health Center in Berastagi Sub-district. The results showed that there was a relationship between age (p = 0.001), parity (p=0.0001), knowledge (p=0.002) and attitude (p=0.0001) and exclusive breastfeeding. There was no relationship between the education (p= 0.736), occupation (p=0.286), assistance (p= 0.638). Suggested to the midwives' special health workers to increase information assistance through counseling, disseminating media such as leaflets to the community and motivating maternity mothers and who reviewed their assessment to the puskesmas to provide exclusive breastfeeding to their babies.ASI eksklusif adalah pemberian ASI sejak bayi dilahirkan sampai bayi berusia 6 bulan. Cakupan ASI Eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 54,3% . Angka ini masih jauh dari target yang harus dicapai yaitu 80%. Ibu dinilai sebagai faktor yang paling berperan dalam pemberian ASI Eksklusif. Untuk itu perlu perlu dilakukan penelitan tentang hubungan karakteristik (umur, pendidikan, pekerjaan, penghasilan keluarga dan paritas), pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian ASI Eksklusif. Jenis penelitian ini adalah survey yang bersifat analitik dengan desain cross sectional. Analisa data menggunakan uji chi square dengan jumlah sampel 85 orang ibu yang mempunyai bayi berumur 7-12 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan karakteristik (umur, pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan paritas), pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian ASI Eksklusif dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Korpri Kecamatan Berastagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur (p = 0,001), paritas (p = 0,0001), pengetahuan ( p = 0,002), sikap responden dengan pemberian ASI Eksklusif (p = 0,0001). Tidak ada hubungan antara pendidikan (ρ = 0,736), pekerjaan (ρ = 0,286), dan penghasilan responden dengan pemberian ASI Eksklusif (ρ = 0,638). Dari hasil penelitian disarankan kepada petugas kesehatan khususnya bidan untuk meningkatkan intensitas pemberian informasi melalui penyuluhan, penyebaran media seperti leaflet kepada masyarakat serta memotivasi ibu bersalin maupun yang memeriksa kehamilannya ke puskesmas untuk memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG MANFAAT MENGKONSUMSI ZAT BESI DI DESA GARINGGING TAHUN 2019
Maternal Mortality Rate (MMR) about the number of maternal deaths associated with pregnancy, childbirth, and childbirth. Based on data from WHO in 2017, 500,000 people die annually during pregnancy and childbirth. Based on data from the Indonesian health demographic survey (IDHS) in 2017 about maternal mortality reached 359 per 100,000 live births and the infant mortality rate of 32 IMB per 1000 live births is according to the target in the Millennium Development Goals (MDGs) of 102 in 2015. One is still high AKI in Indonesia tends to be by anemia. The purpose of this study was to study the Relationship between Knowledge and Attitudes of Pregnant Women Regarding the Benefits of Consuming Iron in Garingging Village in 2019. Anemia is a condition where there are hemoglobin levels, hematocrit and the amount of erythrocytes entered as normal values. In people with anemia, more often called lack of blood, levels of red blood cells (hemoglobin) are below normal values. The reason, because of nutrients, acids, folic acid and vitamin B12. What often happens is anemia due to iron deficiency. The population in this study were 30 pregnant women who were sampled to meet the inclusion and exclusion criteria. And the research results obtained p = 0,000 there is a relationship between knowledge and attitudes of pregnant women about the benefits of consuming iron tablets.
Keywords: Pregnant Women, Anemia, Knowledge, AttitudesAngka Kematian Ibu (AKI) mengacu pada jumlah kematian ibu yang terkait dengan masa kehamilan persalinan, dan nifas. Berdasarkan data dari WHO tahun 2017 AKI 500.000 pertahunnya meninggal saat hamil dan bersalin. Berdasarkan data survey demografi kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menyebutkan bahwa Angka kematian ibu mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi AKB 32 per 1000 kelahiran hidup Sedangkan target dalam Millennium Development Goals (MDGs) yaitu sebesar 102 pada tahun 2015. Salah satu masih tingginya AKI d Indonesia disebabkan oleh anemia. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Tentang Manfaat Mengkonsumsi Zat Besi Di Desa Garingging Tahun 2019. Anemia merupakan suatu keadaan dimana adanya penurunan kadar hemoglobin, hematokrit dan jumlah eritrosit dibawah nilai normal. Pada penderita anemia, lebih sering disebut kurang darah, kadar sel darah merah (hemoglobin) dibawah nilai normal. Penyebabnya biasa karena kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah, misalnya zat besi, asam folat dan vitamin B12. Tetapi yang sering terjadi adalah anemia karena kekurangan zat besi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil dengan jumlah 30 orang yang dijadikan menjadi sampel dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dan hasil penelitian diperoleh p= 0,000 terdapat hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang manfaat mengkonsumsi tablet zat besi.
Kata Kunci : Ibu Hamil, Anemia, Pengetahuan, Sika
Hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada anggota prolanis Di wilayah kerja Puskesmas Parongpong
Tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah pada sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Pengukuran tekanan darah dilakukan dalam keadaan cukup istirahat. Kondisi hipertensi dalam jangka waktu yang lama (persisten) dapat menimbulkan berbagai kerusakan seperti pada jantung (penyakit jantung koroner), otak (menyebabkan stroke), dan pada ginjal (gagal ginjal) bila tidak ditangani dengan cepat untuk mendapatkan pengobatan yang memadai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada anggota prolanis. Responden yang berpartisipasi dalam penelitian adalah 40 orang anggota prolanis di wilayah kerja Puskesmas Parongpong, kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Jenis penelitian ini menggunakan Cross sectional study, yang merupakan penelitian observasional yang bersifat analitik dan kuesioner Pola Makan (Food Frequency Questionere). Hasil dari penelitian ini didapati ada beberapa jenis makanan yang mempunyai hubungan yang bermakna terhadap peningkatan tekanan darah, yaitu karbohidrat C yang mengandung tinggi natrium dan tinggi lemak, lauk hewani A yang mengandung tinggi natrium, lauk hewani C yang mengandung tinggi natrium, susu, dan penyedap makanan dimana uji spearman rho memiliki hasil nilai p < 0,05. Pada penelitian ini disarankan untuk masyarakat mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, hindari makanan yang tinggi Natrium, tinggi lemak, serta bahan penyedap makanan. Sebaiknya mengkonsumsi makanan berupa sayur-sayuran dan buah-buahan.
Kata kunci: pola makan, hipertensi, lansi
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SALEP DAN KRIM EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piperis Bettle Linn)
Salah satu tanaman obat yang sejak zaman nenek moyang kita telah dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit adalah daun sirih atau disebut juga (Piper betle linn). Daun sirih telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai macam penyakit seperti sakit gigi, sariawan, abses rongga mulut, sebagai antiseptik, fungisida bahkan sebagai bakterisidal. Infeksi mikroorganisme merupakan kedaan bertumbuh dan berkembangnya mikroorganisme didalam tubuh makluk hidup dan dapat menyebabkan ketidak nyamanan bahkan penyakit hingga kematian pada makluk hidup kandungan antibakteri dan antifungi pada ekstrak daun sirih hijau dapat dimanfaatkan sebagai agen anti infeksi. agar pengobatan lebih praktis maka estrak daun sirih dibuat dalam sediaan cream dan salep. Krim dan salep merupakan sediaan yang cocok dalam pengobatan topikal karena mudah dibersikan, cara kerja berlangsung pada jaringan setempat, serta tidak lengket.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian non experimental yang dilakukan dilaboratorium dengan metode maserasi untuk penyarian. Rendemen yang diperoleh dari hasil ekstraksi dengan maserasi adalah 13,34 gram.organoleptis dari sediaan salep dan cream adalah berwarna merah bata bau aroma khas daun sirih, uji ph pada sediaan cream dan salep yaitu 4 bersifat asam, sementara uji homogenitas yaitu sediaan salep tidak homogen sementara sediaan cream memiliki kestabilan homogenitas yang baik, pengujian daya sebar sediaan salep memiliki daya sebar yang baik sementara cream memiliki daya sebar yang lebih kecil dibandingkan salep, untuk uji BJ baik sediaan salep maupun cream memiliki BJ yaitu 1gr/ml.
Kata kunci : Ekstraksi, Krim, Maserasi, Metanol, Salep, Piperis bettl
GAMBARAN STATUS GIZI BAYI USIA 0-6 BULAN DI POSYANDU BOGENVIL PUSKESMAS OESAPA KOTA KUPANG
ABSTRACT Background. Infant nutritional status is a state of the body that is the result of food consumption and use of nutrients with 4 classifications, namely poor nutritional status, poor status, good nutritional status, more nutritional status. The quality of babies born is very dependent on the state of the mother before and during pregnancy. Aim. This study aims to describe the nutritional status of infants aged 0-6 months in Posyandu Bogenvil working at the Kupang Oesapa Community Health Center. Method. The research method used is descriptive using a survey research design conducted at the Bogenvil Posyandu 1 to 14 working area of the Kupang City Oesapa Health Center. Result. Based on the research, it was found that from 44 respondents, most respondents experienced good nutritional status of 22 respondents (50.0%). This research is expected to be an input for health workers and parents of infants in providing services in the form of education to mothers about the importance of good nutritional status during pregnancy and routine checks on infants to prevent nutritional problems in infants.
Keywords: Nutrition, Nutritional status of infants, Nutritional problemsABSTRAK Latar Belakang. Status gizi bayi adalah keadaan tubuh yang merupakan akibat dari konsumsi makanan dan pengunaan zat-zat gizi dengan 4 klasifikasi, yaitu status gizi buruk, status kurang, status gizi baik, status gizi lebih. Kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan ibu sebelum dan selama hamil. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Status Gizi Bayi Usia 0-6 Bulan Di Posyandu Bogenvil Kerja Puskesmas Oesapa Kota Kupang. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan rancangan penelitian survey yang dilakukan di Posyandu Bogenvil 1 sampai 14 wilayah kerja Puskesmas Oesapa Kota Kupang. Hasil. Berdasarkan penelitian didapat bahwa dari 44 responden, sebagian besar responden mengalami status gizi baik sebanyak 22 responden (50,0%). Penelitian ini diharapkan sebagai bahan masukan bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan berupa edukasi kepada ibu akan pentingnya menjaga status gizi yang baik sebelum kehamilan maupun selama kehamilan dan pemeriksaan rutin kepada bayi dalam mencegah masalah gizi pada bayi Kata kunci: Status gizi bayi, Bayi, Masalah gizi
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS IMUNISASI DASAR BAYI 9-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIKUMANA KOTA KUPANG
ABSTRACT Background. Immunization as a preventive way to prevent infectious diseases. Aim. This study aims to analyze the factors associated with infant basic immunization status (9-12 months) in the Work Area of Sikumana Health Center, Kupang City. Method. The design of this study was quantitative by using a cross sectional study design. Sampling in this study uses purposive sampling with a total sample of 116 respondents, this research instrument uses a questionnaire sheet. Results. The results of this study showed that the majority of respondents had the support of health workers by percentage (63.6%), distance to health facilities was less than 1 km by percentage (62.7%), mother's education (basic) by percentage (62.7%) , and most of the respondents 'knowledge of mothers are in the good category with a percentage (70.9%), occupational mothers who work with a percentage (63.6%), and the majority of respondents' attitudes or behaviors are in the poor category with a percentage (58.2% ) and infant immunization status is incomplete with a percentage (56.4%). Based on the Chi Square statistical test results found that there are 3 factors related to the basic immunization status of infants (9-12 months), namely maternal education with a result of p = 0.019 where p <0.05, maternal employment factors with a result of p = 0.062 where p <0, 05 and maternal behavior (attitude) with the result p = 0.075 where p <0.05. It is hoped that health workers pay more attention and increase the knowledge of mothers about infant immunization, and coordinate with Posyandu cadres related to the immunization schedule. Keywords: Basic Immunization Status, Babies 9-12 months, Sikumana Health Center ABSTRAK Latar Belakang. Imunisasi sebagai salah satu cara preventif untuk mencegah penyakit infeksi menular. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status imunisasi dasar bayi (9-12 bulan) di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Metode. Desain penelitian ini yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 116 responden, instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar responden ada dukungan petugas kesehatan dengan persentase (63,6%), jarak ke fasilitas kesehatan kurang dari 1 km dengan persentase (62,7%), pendidikan ibu (dasar) dengan persentase (62,7%), dan sebagian besar responden pengetahuan ibu berada dalam kategori baik dengan persentase (70,9%), pekerjaan ibu yang bekerja dengan persentase (63,6%),dan sebagian besar responden sikap atau perilaku dalam kategori kurang dengan persentase (58,2%) dan status imunisasi bayi berstatus tidak lengkap dengan persentase (56,4%). Berdasarkan hasil uji statistic Chi Square di temukan ada 3 faktor yang berhubungan dengan status imunisasi dasar bayi (9-12 bulan) yaitu pendidikan ibu dengan hasil p=0.019 dimana p<0.05, faktor pekerjaan ibu dengan hasil p=0.062 dimana p<0,05 dan perilaku (sikap) ibu dengan hasil p=0.075 dimana p<0,05. Diharapkan petugas kesehatan lebih memperhatikan dan meningkatkan pengetahuan ibu tentang imunisasi bayi , serta melakukan koordinasi dengan kader posyandu terkait jadwal imunisasi. Kata Kunci: Status Imunisasi Dasar, Bayi 9-12 bulan, Puskesmas Sikuman
AKTIVITAS ANTIBAKTERI (BACTERIOSTATIC DAN BACTERICIDAL) FILTRAT DAN SEDIMEN AIR PERASAN DAUN VALOAK TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi
ABSTRACT The purpose of this research is to know the activity of the antibacterial filtrate and sediment from the juice of the leaves valoak (Sterculia comosa Wallich) bacteriostatic or off bactericidal on the Salmonella typhi. This is the experimental-laboratory research, the treatment included five (5) filtrate and sediment concentration of the juice of the leaves valoak (Sterculia comosa Wallich) is: A = 100%, B = 80%, C = 60%, D = 40%, E = 0 %, and each with five (5) replications.The results showed that treatment of the activity of the antibacterial filtrate and sediment from the juice of the leaves valoak (Sterculia comosa Wallich) off bactericidal on the Salmonella typhi bacteria at a concentration of 80%. Keywords : Filtrate, Sedimant, Sterculia comosa Wallich, Salmonella typhiABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri konsentasi filtrat dan sedimen dari air perasan daun valoak (Sterculia comosa Wallich) yang menghambat (bacteriostatic) atau mematikan (bactericidal) bakteri Salmonella typhi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium, terdiri dari 5 perlakuan konsentrasi filtrat dan sedimen dari air perasan daun valoak (Sterculia comosa Wallich) yaitu: A = 100%, B= 80%, C= 60%, D= 40%, E= 0%, dan masing-masing 5 replikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas filtrat dan sedimen dari air perasan daun valoak (Sterculia comosa Wallich) mematikan (bactericidal) Salmonella typhi pada konsentrasi 80%. Kata Kunci; Filtrat, Sedimen, Sterculia comosa Wallich, Salmonella typh
The Hubungan Paritas dan Preeklamsi dengan Kejadian BBLR di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2017
Short term impacts of Low Birth Weight (LBW) are metabolic disorders, immune disorders, circulatory system disorders, fluid and electrolyte disorders, and long term impacts are developmental disorders, growth disorders, speech disorders, communication disorders, communication disorders, neurological disorders, and cognition. This study aimed to determine the relationship between parity and preeclampsia with LBW incidence at dr. M. Yunus Hospital Bengkulu. This research used Analytical Survey with Cross Sectional design. The population in this study were mothers giving birth at dr. M. Yunus Hospital Bengkulu in 2017 there were 654 mothers. The sampling technique in this study used Simple Random Sampling with 87 mothers giving birth. In this study using secondary data that was data recorded in the register at dr. M. Yunus Hospital Bengkulu from January to December 2017. Data analysed by univariate and bivariate methods with Chi-Square (c2) statistical test. To determine the closeness of the relationship by using the Contingency Cofficient (C) statistical test. The results obtained from 87 mothers who gave birth, there were 58 mothers (66.7%) who did not have babies with LBW, 47 mothers (54%) with multiparous parity, and 72 mothers (82.8%) without preeclampsia. There was a significant relationship between parity with LBW incidence and there was a significant relationship between preeclampsia and LBW incidence at dr. M. Yunus Hospital Bengkulu. It is expected that dr. M. Yunus Hospital Bengkulu to be able to do health promotion to pregnant women about preventing LBW so that their knowledge increases and LBW incidence can be prevented.
Keywords: LBW incidence, parity, preeclampsiaDampak jangka pendek Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah gangguan gangguan metabolik, gangguan imunitas, gangguan sistem peredaran darah, gangguan cairan dan elektrolit, sedangkan dampak jangka panjang adalah gangguan perkembangan, gangguan pertumbuhan, gangguan bicara, gangguan komunikasi, gangguan neurologi dan kognisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan preeklamsi dengan kejadian BBLR di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Penelitian ini menggunakan Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu melahirkan di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2017 berjumlah 654 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling berjumlah 87 ibu yng melahirkan. Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang tercatat dalam buku register di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu periode Januari-Desember tahun 2017. Analisis data dengan cara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square (c2). Untuk mengetahui keeratan hubungan menggunakan uji statistik Contingency Cofficient (C). Hasil penelitian didapatkan dari 87 ibu yang melahirkan, terdapat 58 ibu (66,7%) yang bayinya tidak mengalami kejadian BBLR, 47 ibu (54%) memiliki paritas multipara, dan 72 ibu (82,8%) tidak mengalami preeklamsi. Ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian BBLR dan ada hubungan yang signifikan antara preeklamsi dengan kejadian BBLR di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Diharapkan bagi RSUD dr. M. Yunus Bengkulu untuk dapat melakukan promosi kesehatan pada ibu hamil tentang pencegahan BBLR sehingga pengetahuan mereka meningkat dan kejadian BBLR dapat dicegah.
Kata Kunci : kejadian BBLR, paritas, preeklamps
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemilihan Jenis Alat Kontrasepsi Pada Akseptor KB wanita di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu
Mencegah kehamilan dengan alat kontrasepsi merupakan salah satu cara mengurangi kepadatan penduduk yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan yang cukup drastis dari tahun ke tahun di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan jenis alat kontrasepsi pada Akseptor KB Wanita di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB wanita yang berkunjung ke Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu dari bulan Januari-Mei 2018 yang berjumlah 325 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling diperoleh sampel sebesar 77 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh akseptor KB wanita, dan data sekunder yang diperoleh dari register Puskesmas Lingkar Barat. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Uji Chi square. Hasil penelitian didapatkan: dari 77 responden terdapat 31 akseptor KB wanita (40,2%) dengan pendidikan menengah, 37 akseptor KB wanita (48,0%) dengan usia >35 tahun, 30 akseptor KB wanita (39,0%) dengan paritas multipara, 48 akseptor (62,3%) menggunakan kontrasepsi hormonal. Penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, usia dan paritas dengan pemilihan jenis alat kontrasepsi pada akseptor KB wanita di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu. Petugas kesehatan terutama sebagai pemberi penyuluhan hendaknya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang jenis alat kontrasepsi melalui kegiatan penyuluhan dan penyebaran informasi
Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan Status Gizi Balita di Kelurahan Tuak Daun Merah
Background. Traditionally, malnutrition is influenced by food availability in the community, weak economic development, poverty, climate issues, and war, and other contributing factors, such as the number of family members, the pattern of feeding and the prevalence of high infectious diseases. Another factor affecting the occurrence of malnutrition in infants is complementary feeding/MPASI. Feeding too early is 3.2 times can cause malnutrition. The timing of complementary feeding (MPASI) is also related to the occurrence of stunting.
Objective. To find out the description of complementary feeding (MPASI) and nutritional status of infants in Tuak Daun Merah Village.
Method. A cross sectional study was used for this research. It was conducted in the Village of Tuak Daun Merah, Kupang City. The research started from January to July 2018. The population of this research was mothers of infants aged 6-24 months with a total 193 people and samples amounting to 66 people. Sampling used simple random sampling technique.
Results. Female (57.6%) respondents are more than men (42.4%). Most of the respondents were in the age group of 12-24 months (63.7%). There was 2 severe malnutrition status of new-born babies (baby under 2 months) who got an early MPASI and 6 babies have malnutrition; 3 babies who received an early MPASI have very short body of their nutritional status, while 11 babies experience short nutrition; and 1 baby who got an early MPASI has a very underweight nutritional status while 5 babies are underweight.
Conclusion. Infants who got an early MPASI can have a negative impact on their growth and development. Every mother should be aware of the importance of giving MPASI on time and giving a nutritious food to prevent children from nutritional problems.
Keywords: early complementary feeding, infants, nutritional statusLatar belakang. Secara tradisional, malnutrisi dipengaruhi oleh ketersediaan pangan di masyarakat, pembangunan ekonomi yang lemah, kemiskinan, masalah iklim, dan perang, serta faktor lain yang turut berperan, antara lain jumlah anggota keluarga, pola pemberian makan yang salah dan prevalensi penyakit infeksi yang tinggi. Faktor lain yang mempengaruhi terjadinya malnutrisi pada balita adalah pemberian MPASI. Pemberian MPASI dini beresiko 3.2 kali mengakibatkan malnutrisi. Waktu pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) juga berkaitan dengan kejadian stunting.
Tujuan. Untuk mengetahui gambaran pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan status gizi balita di Kelurahan Tuak Daun Merah
Metode. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tuak Daun Merah, Kota Kupang. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Juli 2018. Populasi penelitian adalah ibu balita usia 6-24 bulan dengan jumlah 193 orang dan sampel berjumlah 66 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling.
Hasil. Responden lebih banyak perempuan (57.6%) dibandingkan laki-laki (42.4%). Sebagian besar responden berada di kelompok umur 12-24 bulan (63.7%). Baduta yang mendapatkan MPASI dini berstatus gizi buruk sebanyak 2 orang sedangkan 6 orang baduta mengalami gizi kurang; 3 orang baduta yang mendapatkan MPASI dini berstatus gizi sangat pendek sedangkan 11 orang baduta mengalami gizi pendek; dan 1 orang baduta yang mendapatkan MPASI dini berstatus gizi sangat kurus sedangkan 5 orang baduta mengalami gizi kurus.
Kesimpulan. Pemberian MPASI dini dapat berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan baduta. Setiap ibu harus mengetahui pentingnya pemberian MPASI tepat waktu dan bergizi sehingga dapat menghindarkan anak dari masalah gizi.
Kata kunci: MPASI dini, balita, status giz