CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
376 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA LAMA PENGGUNAAN, JARAK PANDANG DAN POSISI TUBUH SAAT MENGGUNAKAN GAGDET DENGAN KETAJAMAN PENGLIHATAN PADA ANAK KELAS 5 DAN 6 DI SDK CITRA BANGSA KUPANG
Abstract
Disorders of visual acuity are the problems that often occur in school-age children, and it is a serious health problem. There are three behavioral factors of gadgets use that can affect children's visual acuity namely, the intensity of gadgets use, visibility, and body position when using gadgets itself. The purpose of this study was to determine relationship among intensity use, visibility and body position when using gadgets with visual acuity of the fifth and sixth-grade students of SDK Citra Bangsa Kupang. The research design used in this study was Correlational study using a cross-sectional study design. The sampling technique used was total sampling with a total sample of 110 respondents. Data collection for the dependent variable was conducted by using a Snellen chart card, while the data collection for the independent variable was conducted by using questionnaire, observation sheet, and meter. Based on the results of the Spearman rank test, there was a significant relationship among intensity use, visibility, and body position when using gadgets with visual acuity of the fifth and sixth-grade students of SDK Citra Bangsa Kupang with a value of p = 0,000. It was concluded that there was no relationship between visibility and visual acuity of the fifth and sixth-grade students of SDK Citra Bangsa Kupang with a value of p = 0.071. It was also found that there was no relationship between body position and visual acuity of the fifth and sixth-grade students of SDK Citra Bangsa Kupang with a value of p = 0.445. It is expected that respondents and the public become aware of the occurrence of decreased visual acuity by limiting the use of gadgets in children at least less than 2 hours / day, visibility more than 30 cm and with a good body position.
Keywords: Gadget, visual acuity, school childrenAbstrak
Ketajaman penglihatan adalah salah satu masalah yang sering terjadi pada anak usia sekolah. Kelainan ketajaman penglihatan pada anak usia sekolah merupakan masalah kesehatan yang penting. Ada tiga faktor perilaku saat menggunakan gadget yang dapat berpengaruh pada ketajaman penglihatan anak yang meliputi, lama penggunaan gadget, jarak pandang pada saat menggunakan gadget dengan posisi tubuh saat menggunakan gadget. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama penggunaan, jarak pandang dan posisi saat menggunakan gadget dengan ketajaman penglihatan pada anak kelas 5 dan 6 di SDK Citra Bangsa Kupang.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional, menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden. Pengumpulan data untuk variable dependen dengan menggunakan kartu snellen chart sedangkan variable independen dengan menggunakan kuesioner, lembar observasi dan meteran. Terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan gadget dengan ketajaman penglihatan pada anak kelas 5 dan 6 di SDK Citra Bangsa Kupang dengan nilai p value = 0,000, tidak ada hubungan antara jarak pandang dengan ketajaman penglihatan pada anak kelas 5 dan 6 di SDK Citra Bangsa Kupang dengan nilai p = 0,071 dan tidak ada hubungan antara posisi tubuh dengan ketajaman penglihatan pada anak kelas 5 dan 6 di SDK Citra Bangsa Kupang dengan nilai p = 0,445. Diharapkan responden dan masyarakat menjadi waspada terhadap kejadian penurunan ketajaman penglihatan dengan membatasi penggunaan gadget pada anak minimal kurang dari 2 jam/ hari, jarak pandang lebih dari 30 cm dan dengan posisi tubuh yang baik.
Kata Kunci : Gadget, Ketajaman penglihatan, anak sekola
Pengaruh Upah terhadap Motivasi Kerja Karyawan Sukarela di Puskesmas Se Kabupaten Sikka
ABSTRAK
upah merupakan jasa atau pembayaran yang diberikan kepada karyawan yang telah bekerja. Upah akan mempengaruhi motivasi kerja. Namun berbeda halnya dengan karyawan sukarela yang ada di puskesmas sekabupaten sikka. Tujuan penelitian ini untuk melihat penagtuh upah terhadap motivasi kerja karyawan sukarela di puskesmas se-kabupaten Sikka. Metode penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan teknik analisis SEM. Sampel dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Maximum Likelihood (ML) dengan minimal 105. Hasil uji pengaruh didapatkan nilai estimate 0.479 yang berarti signifikan atau berpengaruh positif.
Kata Kunci: Upah, Motivasi Kerja, Karyawan sukarel
Hubungan Shift Kerja Dan Masa Kerja Dengan Dengan Stres Kerja Perawat amar Bedah RSUD Dr. M.Yunus Bengkulu Tahun2019
ABSTRAK
Setiap individu memiliki stressor yang berbeda tergantung dari stressor yang dihadapi, stres bisa terjadi karena kondisi pekerjaan, stres karena peran, faktor interpersonal, dan perkembangan karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan shift kerja dan masa kerja dengan stres kerja perawat kamar bedah RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas di kamar bedah RSUD Dr. M. Yunus bengkulu sebanyak 25 orang karyawan. Teknik pengambilan sampel secara Accidental Sampling yaitu seluruh perawat yang bertugas di kamar bedah RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu sebanyak 25 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara membagikan kuiseoner data primer diolah secara univariat dan bivariat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli Tahun 2019 di Ruang kamar bedah RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Hasil penelitian didapatkan: (1) dari 25 responden terdapat 15 (60%) shift pagi, 5 (20%) shift sore, dan 5 (20%) shift malam; (2) masa kerja dari 25 responden ialah 5 (20%) kategori baru dan 20 (80%) kategori lama; (3) stres kerja dari 25 responden ialah 4 orang (16%) stres ringan, 16 orang (64%) stres sedang, 5 orang (20%) stres berat; (4) Hasil analisa bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square didapatkan tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat shift kerja dengan stres kerja perawat kamar bedah dengan p value = 0.626 ˃ ɑ = 0.05, dan juga; (5) tidak ada hubngan yang bermakna antara masa kerja dengan stres kerja dengan p value = 0.549 ˃ ɑ = 0.05.
Kata Kunci :shift kerja dan masa kerja, stres kerja
 
Perbedaan Asupan Zat Gizi dan Prestasi Belajar Pada Anak Sekolah Dasar Stunting dan Tidak Stunting di Kota Kupang
Stunting (tubuh pendek) adalah keadaan tubuh yang sangat pendek hingga melampaui defisit 2 SD dibawah median panjang atau tinggi badan populasi yang menjadi referensi internasional (Gibney, 2008). Stunting menggambarkan keadaan gizi kurang yang sudah berjalan lama dan memerlukan waktu bagi anak untuk berkembang serta pulih kembali. Sejumlah penelitian memperlihatkan keterkaitan antara stunting dengan perkembangan motorik dan mental yang buruk dalam usia kanak-kanak dini, serta prestasi kognitif dan prestasi sekolah yang buruk dalam usia kanak-kanak lanjut (Gibney, 2008).
Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak Sekolah Dasar di Kota Kupang yang stunting dan tidak stunting yang berjumlah 106 anak.
Hasil analisis perbedaan asupan energi, protein dan lemak menunjukkan tidak terdapat perbedaan asupan zat gizi pada siswa stunting dan non stunting, sedangkan hasil analisis asupan karbohidrat, menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa stunting dan tidak stunting (p = 0,012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki prestasi belajar dengan kategori cukup. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa stunting dan tidak stunting (0,369).
 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA MAHASISWI STIKES TRI MANDIRI SAKTI KOTA BENGKULU
Dysmenorrhoea (painful menstruation) is pain during menstruation. Dysmenorrhoea consists of complex symptoms in the form of lower abdominal cramps that spread to the back or legs and are usually accompanied by gastrointestinal symptoms and neurological symptoms such as general weakness. This study aims to study the factors associated with the incidence of dysmenorrhoea in STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu City students. This type of research is an analytic survey using a cross sectional design. The population in this study were all female students of the 2018/2019 academic year. The sampling technique in this study used Simple Random Sampling and obtained a sample of 56 respondents. Data analysis techniques were performed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square Test. The results obtained from 56 respondents showed that 73.2% of respondents experienced dysmenorrhoea, 66.1% of respondents had less knowledge, 73.2% of respondents did not carry out regular exercise habits, 60.7% of respondents often did the habit of eating fast food and 69.6% of respondents have a family history. The results showed that there was a relationship between knowledge and family history with dysmenorrhoea in STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu City students. Factors that are not related to dysmenorrhoea are sporting habits and eating fast food habits among STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu City students. The results of this study are expected to increase knowledge about reproductive health, especially dysmenorrhoea so that the events experienced can be handled properly.Dismenorea (nyeri haid) adalah nyeri sewaktu haid. Dismenorea terdiri dari gejala yang kompleks berupa kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki dan biasanya disertai gejala gastrointestinal dan gejala neurologis seperti kelemahan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenorea pada mahasiswi STIKES Tri Mandiri Sakti Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswi tahun akademi 2018/2019. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling dan diperoleh sampel sebanyak 56 responden. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan Uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan dari 56 responden menunjukkan bahwa 73,2% responden mengalami dismenorea, 66,1% responden memiliki pengetahuan kurang, 73,2% responden tidak menjalankan kebiasaan olahraga secara rutin, 60,7% responden sering melakukan kebiasaan makan makanan siap saji dan 69,6% responden mempunyai riwayat keluarga. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pengetahuan dan riwayat keluarga dengan kejadian dismenorea pada mahasiswi STIKES Tri Mandiri Sakti Kota Bengkulu. Faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian dismenorea adalah kebiasaan olahraga dan kebiasaan makan makanan siap saji pada mahasiswi STIKES Tri Mandiri Sakti Kota Bengkulu. Hasil penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi khususnya dismenorea sehingga kejadian dismenorea yang dialami dapat ditangani dengan baik
HUBUNGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM IMPLEMENTASI SPO PEMBERIAN CAIRAN/ELEKTROLIT MELALUI INTRAVENA (IVFD) DENGAN KEJADIAN FLEBITIS DI RSUD S.K. LERIK KOTA KUPANG
ABSTRAK
Melania, Maria Yosepha, 2020. HUBUNGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM IMPLEMENTASI SPO PEMBERIAN CAIREN/ELEKTROLIT MELALUI INTRAVENA (IVFD) DENGAN KEJADIAN FLEBITIS DI RSUD S.K. LERIK KOTA KUPANG. *Dr.Florentianus Tat, S.Kp., M.Kes, **Sebastianus Kurniadi Tahu, S.Kep, Ns., M.Kep
Perawat merupakan salah satu profesi kesehatan yang melakukan asuhan keperawatan kepada pasien. Salah satu asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien adalah pemberian cairan/elektrolit melalui intravena (IVFD). Pelaksanaan tindakan/asuhan keperawatan tersebut sering berdampak pada kejadian flebitis. Tindakan pemberian cairan/elektrolit melalui intravena (IVFD) dilakukan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang berlaku. Sebagai pemberi asuhan, perawat harus paham dan patuh pada SPO. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan perawat daalam implementasi SPO pemberian cairan/elektrolit melalui intravena (IVFD) dengan kejadian flebitis di RSUD S.K. Lerik Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain analitik korelasi dengan observasi analitik. Tekhnik yang digunakan adalah total sampling dengan total sample adalah 44 responden. Data penelitian dianalisa menggunakan uji bivariat. Hasil uji statistik menggunakan chi square menunjukkan hasil p-value 0,475 (p > α: 0,05). Hal ini berarti bahwa tidak ada hubungan antara kepatuhan perawat dalam implementasi SPO pemberian cairan/elektrolit melalui intravena (IVFD) dengan kejadian flebitis. Kesimpulan; sebagian besar responden perawat tidak patuh pada SPO, sebagian besar responden pasien tidak mengalami kejadian flebitis sehingga tidak ada hubungan antara kepatuhan perawat dalam implementasi SPO pemberian cairan/elektrolit melalui intravena (IVFD) dengan kejadian flebitis. Penelitian ini merekomendasikan agar meningkatkan sosialisasi tentang SPO yang telah disepakati, membuat protap mengenai waktu penggantian abocath dan set infus setelah 3 hari pemasangan, memperketat observasi terhadap tanda-tanda flebitis, dan diharapkan perawat lebih disiplin menjalankan SPO pemberian cairan/elektrolit melalui intravena (IVFD) karena pada SPO terdapat langkah-langkah yang beresiko terhadap plebitis.
Kata Kunci : Kepatuhan Perawat, Cairan Intravena, Flebitis.
ABSTRACT
Melania, Maria Yosepha, 2020. THE CORRELATIONS OF NURSE SELF –CONTROL WITH THE IMPLEMENTATION OF THE SOP OF ELECTROLYTE SUPPLYING THROUGHT THE INTRAVENA (IVFD) AND THE PHLEBITIS CASE AT THE RUSUD. S.K. LERIK KOTA KUPANG. *Dr.Florentianus Tat, S.Kp., M.Kes , **Sebastianus Kurniadi Tahu, S.Kep, Ns., M.Kep
The duty of a nurse is to take care the patients. One of its tasks is to provide for the electrolyte for the patients through the intravena (IVFD). The implementation of the task often results in a situation which is called phlebitis. The electrolyte supplying through intravena has to be conducted according to its Standardized Operational Procedures (SOP). Therefore, when a nurse performing the task, it is essential to follow and to comply with the SOP. The purpose of this study is to identify the correlation between the nurse self-control and the implementation of the Standardized Operational Procedures when supplying the electrolyte through the intravena (IVFD), with the phlebitis case at RSUD S.K. Lerik Kota Kupang. This is a quantitative study which adopts analytical correlative design with analytical observation. The data collection technique is total sampling that consists of 44 of the respondents. The data is analyzed through the bivariate test. The statistical result by using chi square reveals the p-value is 0,475 (p > ɑ: 0,05). This shows that there is no correlation between the nurse self-control and the implementation of the Standardized Operational Procedures when supplying the electrolyte through the intravena (IVFD), with the phlebitis case. The study reveals that most of the nurse-respondents do not comply with the Standardized Operational Procedures (SOP) and most of the patient-respondents do not show the phlebitis symptoms. Therefore, it can be concluded that there is no correlation of both cases with the phlebitis case. This study suggests several points: that the SOP needs to be advocated more according to the agreements, producing fixed-rules about the timing of the abocath exchange and infusion set 3 days after the installation, strict control and observation over the symptoms of the phlebitis, and nurse is expected to be more discipline when performing the electrolyte supplying through intravena which is based on the SOP because it provides cautions of phlebitis.
Key words: Nurse self-control, Intravena substance, Phlebitis .
 
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN BARU TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SIKUMANA
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang ditularkan lewat udara yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Jika tidak diobati atau pengobatannya tidak tuntas, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi berbahaya hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) pada pasien baru tuberkulosis paru di Puskesmas Sikumana tahun 2018 yang mengacu pada Pedoman Nasional Pengendalian TB oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2014. Evaluasi Penggunaan OAT yang dimaksud adalah kesesuaian dosis, lama pengobatan dan hasil pengobatan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik (non eksperimental) dengan pengambilan data secara retrospektif. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah data rekam medis pasien baru TB paru BTA positif di Puskesmas Sikumana tahun 2018 yang berusia ≥ 18 tahun. Jumlah sampel yang diambil adalah 65 berdasarkan teknik total sampling.
Hasil evaluasi penggunaan OAT untuk kesesuaian dosis adalah 87,7% dan 12,3% tidak sesuai. Evaluasi penggunaan OAT untuk kesesuaian lama pengobatan adalah 83,1% dan 16,9% tidak sesuai. Evaluasi penggunaan OAT untuk hasil pengobatan adalah 47,7% sembuh, 36,9% pengobatan lengkap, 6,2% putus berobat, 4,6% meninggal, dan 4,6% tidak dievaluasi.
Kata Kunci : Pasien baru TB paru BTA positif, evaluasi penggunaan obat, dan Puskesmas Sikumana.
Tuberculosis (TB) is an air-borne disease caused by the bacteria called Mycobacterium tuberculosis. If the treatment is incomplete, TB could lead to dangerous complications and death. This study aims to evaluate the use of anti-tuberculosis in new patients with pulmonary tuberculosis in Puskesmas Sikumana in 2018 which refers to the 2014 National Guidelines for TB Control by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Drug Use Evaluation (DUE) of anti tuberculosis includes suitability of dosage, duration of treatment and treatment outcome.
The method of the study is descriptive analytic (non-experimental design) and the data was collected retrospectively. The inclusion criteria was the medical records of new patients with smear positive pulmonary TB in Puskesmas Sikumana in 2018 who are older than 18 years of age. The number of samples taken was 65 based on the total sampling technique.
The DUE results were 87.7% for rational dosage and 12.3% for irrational dosage; 83.1% for rational duration of treatment and 16.9% for irrational duration treatment; and 47.7% of the treatment outcome was cured, 36.9% was complete, 6.2% was drop out, 4.6% was died, and 4.6% was not evaluated.
Key Words: New patients with smear positive pulmonary TB, drug use evaluation, and Puskesmas Sikumana.
 
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS OEPOI-WILAYAH KERJA KOTA KUPANG
Background: Hypertension is a serious problem and always causes anxiety because of someone's ignorance of hypertension such as causes, complications and methods of prevention or treatment. Due to these conditions, is expected to provide health education about hypertension regularly so that patients can control themselves from the disease, to reduce the level of anxiety they felt. According to the World Health Organization (WHO) in 2014 there were one billion people in the world suffering from hypertension. Two thirds of them found in developing countries with low to moderate income, such as Indonesia. The purpose of this study was to determine the effect of health education by using booklet media towards the level of anxiety in hypertensive patients at Oepoi Community Health Center in the Work Area of Kupang City.This research used pre-experimental method with one-group pre-post test design. The sampling technique used was purposive sampling with 30 sample respondents. The results showed a decrease in anxiety levels in hypertensive patients after getting health education by using booklet media. The results of the research hypothesis test used Wilcoxon statistical test and obtained a value of p = 0,000. The data is said to have an effect if p <0.05 so that H1 is accepted, which means there was a significant influence on the provision of hypertension with booklet media towards anxiety levels in hypertensive patients at Oepoi Health Center - the Work Area of Kupang City. Suggestion: It is expected that the results of this study can be used as input for the implementation of health education which has been running in Oepoi Health Center so that it is maintained and carried out periodically health education related to Non-Communicable Diseases (NCD) in this case one of which is hypertension.
Keywords: Anxiety, Booklet, Health Education, Hypertension
 
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA AKSEPTOR KB DI KOTA KUPANG
The rate of population growth in Indonesia which continues to increase is the reason for the creation of the family planning program. The community is given the freedom to choose the contraceptive method they want to control the number of children. In Kota Kupang, the number of NonMKJP acceptors was higher than that of MKJP acceptors. Non MKJP contraceptives affect hormonal, and if used for a long time will affect the health of the body. This study aims to analyze the effect of the level of education and family support on the choice of contraceptive methods for family planning acceptors in Kupang City. This research is an analytical study using cross sectional method. This research was conducted from May to June 2020. The data collected were primary data using a questionnaire. The number of samples in this study were 200 people, selected by random sampling technique The results obtained were that the level of education and family support were closely related to the choice of contraceptives for family planning acceptors in Kupang CityLaju pertumbuhan penduduk di Indonesia yang terus meningkat menjadi alasan dibuatnya program keluarga berencana. Masyarakat diberikan keleluasaan untuk memilih alat kontrasepsi yang diinginkan demi mengatur jumlah anak. Di Kota Kupang, jumlah akseptor NonMKJP lebih tinggi daripada akseptor MKJP. Kontrasepsi Non MKJP mempengaruhi hormonal, dan jika digunakan dalam waktu yang lama akan mempengaruhi kesehatan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan dan dukungan keluarga terhadap pemilihan alat kontrasepsi akseptor KB di Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei hingga Juni 2020. Data yang dikumpulkan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 200 orang, dipilih dengan teknik random sampling Hasil penelitian yang diperoleh adalah tingkat pendidikan dan dukungan keluarga berhubungan erat dengan pemilihan alat kontrasepsi pada akseptor KB di Kota Kupan
P PENGARUH PEMBERIAN MADU LEBAH TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Abstract
Hypertension is defined as persistent blood pressure where the systolic pressure is above 140 mmHg and the diastolic pressure is above 90 mmHg. One of the ingredients of honey to reduce blood pressure is flavonoids. The design used in this study was "Quasi experimental pre-post test" by involving the control group and intervention group. The research subjects were Stage 1 hypertension sufferers and as many as 50 respondents using the convenience sampling method, in which 25 respondents were the experimental group and 25 were the control group respondents. Honey is given 20 cc for 7 days. The results of statistical tests in the experimental group and the control group using the dipendent sample t-test results from the intervention p-value and the control group with the Sig. (2-tailed) of 0,000 <0,05. Comparison of the following MAP in the experimental group and the control group using indipendent sample t-test with the Sig. (2-tailed) of 0,000 <0,05. The conclusion is the effect of giving honey bee to the reduction of blood pressure in elderly people with hypertension.
Keywords: Honey Bee, Blood Pressure, Elderly, Hypert