CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
    376 research outputs found

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENAGA KESEHATAN TERHADAP KEMATIAN TENTANG KEPERAWATAN PALIATIF

    Get PDF
    Perawatan paliatif bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga dengan membantu mengatasi berbagai masalah penderitaan fisik, psikologis, sosial dan spiritual pada pasien yang tidak lagi responsif terhadap tindakan kuratif.Sikap terhadap kematian merupakan salah satu faktor yang paling penting yang mempengaruhi perilaku professional tenaga kesehatan.Tujuan dari penelitian ini yaitu mencari apakah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap perawat terhadap kematian dalam perawatan paliatif.Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan tehnik sampelconvinienceyang berjumlah 120 perawat yang bekerja di rumah sakit swasta di Bandar Lampung.Untuk mengukur tingkat pengetahuan digunakan kuesioner The Palliative Care Quiz for Nursing (PCQN), sedangkan untuk mengukur sikap terhadap kematian digunakan kuesioner Death Attitude Profile-Revised (DAP-R) Score.Hasil menunjukan bahwa tingkat pengetahuan perawat terhadap perawatan paliatif dalam kategori rendah dan sikap perawat terhadap kematiandalam kategori buruk. Hasil uji Spearman rho menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap perawat terhadap kematian dengan nilai p value 0228> 0,05. Nilai korelasi yang didapatkan r = -0,111 berarti ada hubungan yang berlawanan arah dengan tingkat keeratan yang sangat lemah. Mengkaji masalah dan kebutuhan pasien diperlukan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien paliatif dan pentingnya perawat menganalisis perasaan mereka sendiri mengenai kematian sebelum mereka dapat secara efektif membantu orang lain yang mengalami penyakit terminal

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANCUR BATU KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2019

    Get PDF
    World Health Organization (WHO) in 2018 reported that data on the prevalence of children under five with impaired growth and development was 28.7% and Indonesia was included in the third country with the highest prevalence in the Southeast Asian region. The Pancur Batu Puskesmas report in Deli Serdang Regency stated that 90 under-five children (39%) had nutritional status below the red line (BGM). The purpose of this study was to determine the factors influencing the growth and development of children under five in the area of ​​Puskesmas Pancur Batu, Deli Serdang Regency in 2019. This research was analytic observational with cross sectional design. Data analysis used chi square test with a sample of 48 toddlers in Pancur Batu Health Center in Deli Serdang Regency in 2019. The results showed that there was a relationship between nutritional status, infectious diseases, parental income, and the level of maternal knowledge with the growth of toddlers in the region The Work of the Pancur Batu Health Center in Deli Serdang Regency in 2019. From the results of the study it was suggested that Posyandu cadres could hold a counseling program for mothers who have children under five regarding the importance of nutrition improvement efforts for families especially toddlers. Mothers who have children under five are expected to actively participate in weighing activities at Posyandu so that their growth and development can be monitored every month Keywords: nutritional status, infectious diseases, toddlersWorld Health Organization (WHO) tahun 2018 melaporkan bahwa data prevalensi balita yang mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan adalah 28,7% dan Indonesia termasuk ke dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara. Laporan Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang menyatakan bahwa  90 balita (39%) status gizinya berada di bawah garis merah (BGM). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang balita di wilayah kerja Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2019. Penelitian ini adalah observasional  yang bersifat analitik dengan desain cross sectional. Analisa data menggunakan uji chi square dengan jumlah sampel 48 orang balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara status gizi, penyakit infeksi, pendapatan orang tua, dan tingkat pengetahuan ibu  dengan pertumbuhan Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pancur Batu  Kabupaten Deli Serdang Tahun 2019. Dari hasil penelitian disarankan kepada Kader Posyandu dapat mengadakan program penyuluhan untuk Ibu-Ibu yang memiliki balita mengenai pentingnya upaya perbaikan gizi untuk keluarga khususnya balita. Kepada ibu yang memiliki balita diharapkan aktif mengikuti kegiatan penimbangan di Posyandu agar pertumbuhan dan perkembangan balita dapat terpantau tiap tiap bulannya. Kata Kunci : status gizi, penyakit infeksi, balit

    Hubungan Kepadatan Hunian dan Ventilasi Rumah dengan Kejadian TB Paru pada Pasien Dewasa yang Berkunjung ke Puskesmas Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara

    Get PDF
    Tuberkulosis masih menempati peringkat ke-10 penyebab kematian tertinggi di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepadatan hunian dan ventilasi rumah dengan kejadian TB Paru pada pasien dewasa yang berkunjung ke Puskesmas Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara. Penelitian ini menggunakan desain Case Control. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dewasa suspek TB paru yang berkunjung ke Puskesmas Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara. Sampel kasus sebanyak 34 pasien  dan sampel kontrol sebanyak 34 pasien. Pengolahan data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan: dari 68 pasien terdapat 35 pasien (51,5%) yang memiliki kepadatan hunian tidak memenuhi syarat, 59 pasien (86,8%) yang memiliki ventilasi rumah tidak memenuhi syarat,  dan 34 pasien (50,0%) yang mengalami kejadian TB Paru. Ada hubungan yang signifikan antara kepadatan hunian dengan kejadian TB Paru pada pasien dewasa yang berkunjung ke Puskesmas Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara dengan OR=43,500 dan ada hubungan yang signifikan antara ventilasi rumah dengan kejadian TB Paru pada Pasien Dewasa yang Berkunjung ke Puskesmas Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara dengan OR=10,154. Diharapkan pada masyarakat khususnya penderita TB agar dapat dapat mengatur jumlah penghuni kamar dan ventilasi rumah sesuai anjuran kesehatan.   Kata kunci: kejadian TB paru, kepadatan hunian, ventilasi ruma

    HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA ORANG DEWASA

    Get PDF
    Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berdampak kerusakan organ tubuh yang berakibat kecacatan bahkan kematian. Kurang aktiftas fisik diketahui sebagai salah satu faktor yang meningkatkan tekanan darah. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji hubungan antara aktifitas fisik dengan tekanan darah orang dewasa. Analisis dekriptif dengan pendekatan cross-sectional digunakan sebagai metode penelitian ini. Subjek penelitian dipilih dari populasi orang dewasa di kampung Mokla, Kabupaten Bandung Barat sebanyak 150 orang. Data diperoleh dari pengisian kuesioner aktifitas fisik dan pengukuran tekanan darah dengan spigmomanometer aneroid. Sebagaian besar orang dewasa memiliki tekanan darah diatas normal dengan rata-rata tekanan darah hipertensi tahap1. Rata-rata aktifitas fisik tergolong tingkat aktifitas moderat. Uji spearman menunjukkan bahwa antara aktiftas fisik denagn tekanan darah sistolik tidak ada hubungan (p>.05) sedangkan antara aktifitas fisik dengan tekanan darah diastolik terdapat hubungan bermakna (p<.05) dengan arah negatif. Orang dewasa perlu menambahakan kegiatan olahraga dalam aktifitas fisik sebagai upaya untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian dimasa mendatang dapat mempertimbangkan pola makan yang mungkin menjadi faktor yang berpengaruh pada tekanan darah orang dewasa

    The KNOWLEDGE LEVEL OF TRIMESTER III PREGNANT WOMAN ABOUT CONTRACEPTION INTRA UTERINE DEVISE POST PLASENTA AT BPM Bd. SATIMAH SAWANGAN DEPOK

    No full text
    Based on the BKKBN report in August 2012, only 7.46% of the 6,152,231 acceptors used the IUD. This shows that the IUD is still less desirable. In response to this, the government has launched the latest family planning program, namely the Post Placenta IUD. Post Placenta IUD is an IUD that is inserted after the placenta is born (± 10 minutes after the placenta is born). The advantage, apart from the more effective placement, because it is done after the placenta is born it also reduces the mother's morbidity. This study aims to describe the level of knowledge of third trimester pregnant women about Post Placenta IUD at BPM Bd. Satimah Sawangan Depok. This research is descriptive with data analysis using univariate. This research was conducted at BPM Bd.Satimah Sawangan Depok on 13-16 August 2015. The population in this study were 42 pregnant women TM III (May-June 2015 period). Sampling was carried out on a non-probability basis with an accidental sampling technique of 42 people. From the results of the study, it was concluded that of the 42 TM III pregnant women, the most were 34 people (81.0%), 32 people (76.2%) were not working, 25 were highly educated (59.5%), and Most of them obtained information from health workers / family / friends as many as 32 people (76.2%) and most of TM III pregnant women had less knowledge about Post Placenta IUD as many as 24 people (57.1%). Efforts are needed to promote health and counseling about the Post-placental IUD to increase knowledge so as to strengthen mothers to use long-term family planning. Keyword : WOMAN PREGNANT, IUD POST PLASENTAABSTRAK Berdasarkan Laporan BKKBN bulan Agustus 2012 bahwa dari 6.152.231 akseptor yang menggunakan IUD hanya 7.46%. Hal ini menunjukkan bahwa IUD masih kurang diminati. Menyikapi hal tersebut pemerintah telah mencanangkan program KB terkini yaitu IUD Post Plasenta. IUD Post Plasenta adalah IUD yang diinsersikan setelah plasenta lahir (±10 menit setelah plasenta lahir). Keuntungannya, selain pemasangannya lebih efektif karena dilakukan setelah plasenta lahir juga mengurangi angka kesakitan Ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III tentang IUD Post Plasenta di BPM Bd. Satimah Sawangan Depok. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan analisis data menggunakan univariat. Penelitian ini dilakukan di BPM Bd.Satimah Sawangan Depok pada tanggal 13-16 Agustus 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil TM III sebanyak 42 orang (periode Mei-Juni 2015). Pengambilan sampel dilakukan secara non probability dengan teknik accindental sampling sebanyak 42 orang. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dari 42 ibu hamil TM III paling banyak berusia 20-35 tahun sebanyak 34 orang (81.0%), yang tidak bekerja ada 32 orang (76.2%), yang berpendidikan tinggi ada 25 orang (59.5%), dan sebagian besar memperoleh informasi dari nakes/keluarga/teman sebanyak 32 orang (76.2%) serta sebagian besar ibu hamil TM III berpengetahuan kurang tentang IUD Post Plasenta sebanyak 24 orang (57.1%). Diperlukan upaya promosi kesehatan maupun penyuluhan tentang IUD Post plasenta untuk meningkatkan pengetahuan sehingga memantapkan ibu untuk menggunakan KB jangka panjang.   Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil Trimester III, IUD Post Plasent

    H HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SKABIES DI PANTI ASUHAN UJUNGGURAP TAHUN 2018

    No full text
    ABSTRACT   Scabies is a disease of significant public health significance as it is a substantial contributor to global morbidity and mortality. a factor in the high prevalence of scabies related to personal hygiene.The purpose of this study was to see the relationship between personal hygiene and the incidence of scabies. This type of research is in the form of an observational survey with a case-control approach. The research was conducted In ujung gurap orphanage. The study population was 150 people with a sample of 76 people (38 people in the case group and 38 people in the control group). The sampling technique uses "random sampling". Analysis of the data used is chi-square. The results of the study showing a Relation of significant between personal hygiene and the occurrence of scabies  p=0.005 (p < 0,05), OR velue 4,293 times (95% CI : 1,625-11,346). To Recommended for orphanages to follow counseling from the health department and other health workers so that orphanages know how to avoid or prevent scabies

    HUBUNGAN KONSUMSI TABLET FE DENGAN KADAR HB PADA REMAJA PUTRI

    Get PDF
    The prevalence of anemia in adolescent girls is still high at 26.50%, while the coverage of giving Fe tablets consumed by 1.4%, whereas in Bengkulu province in 2018 only 35.1% or 72,685 people got Fe tablets. This study aims to determine the relationship of consumption of Fe tablets with Hb levels in Young Women. This type of research is an analytic survey with cross sectional approach. The population in this study were all VII and VIII grade students of SMPN 19 Bengkulu City in March 2019, totaling 245 people. Samples were taken using a cluster sampling technique of 71 people. Data collection uses primary data by interviewing and distributing questionnaires and observing HB levels. Data analysis using chi-square test. There is a relationship between the consumption of Fe tablets with hemoglobin levels in adolescent girls class VII and VIII at SMPN 19 Bengkulu City with a strong relationship category. It is expected that the school can organize a CIE program on nutrition and health in adolescents in collaboration with health workers, as well as in collaboration with parents of students to supervise and control the consumption of Fe tablets to young women.Prevalensi anemia pada remaja putri masih tinggi yaitu sebesar 26,50%, sedangkan cakupan pemberian Tablet Fe yang dikonsumsi sebesar 1,4%, sedangkan di provinsi Bengkulu pada tahun 2018 hanya sebanyak 35,1% atau 72.685 orang yang mendapatkan tablet Fe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi tablet Fe dengan kadar Hb pada Remaja Putri. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VII dan VIII SMPN 19 Kota Bengkulu pada Maret 2019 yang berjumlah 245 orang. Sampel diambil menggunakan teknik cluster sampling sebanyak 71 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer yaitu dengan wawancara dan menyebarkan kuesioner serta melakukan observasi kadar HB. Analisis data menggunakan uji chi-square. Ada hubungan antara konsumsi Tablet Fe dengan Kadar Hb pada Remaja putri kelas VII dan VIII Di SMPN 19 Kota Bengkulu dengan kategori hubungan kuat. Diharapkan pihak sekolah dapat menyelenggarakan program KIE tentang gizi dan kesehatan pada remaja bekerjasama dengan tenaga kesehatan, serta bekerjasama dengan orang tua siswi untuk melakukan pengawasan dan pengontrolan konsumsi tablet Fe kepada remaja putri

    PENGARUH PEMBERIAN KONSELING TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT DI PUSKESMAS SIKUMANA

    Get PDF
    Acute Respiratory Infection (ARI) is an infectious disease caused by viruses and bacteria. Therapy for ARI which caused by bacteria can be cured by antibiotics. In fact, there was so many resistance cases due to inappropriate used of antibiotics, including for ARI. Providing information about the appropriate use of antibiotics can increase patient adherence and also to prevent antibiotic resistance. The Aim of this study aimed to find out the effect of counseling on the adherence of antibiotic used in Acute Respiratory Infection (ARI) Patients at Sikumana public health center.The design of this study was true experimental design. The sample used was 30 respondents. They were divided into 2 groups, namely the Test and Control groups, with random sampling techniques. The Test group was given the treatment of “Five O “counseling based on the guideline of the Community Smart Movement, Health Ministry of Republic  Indonesia, while the Control group were not given the treatment. Data collection was carried out by conducting a direct observation to the respondent's home using the Pill Count method (the remaining tabletscounting). The data obtained were analyzed used independent samples t-test statistical test. The data analysis showed the t value of 3.035 with p value = 0,000 (p <0.05) which means there were statistical differences in the two groups. This means that the counseling of lima O had effect on the adherence of antibiotic used in ARI patient at Sikumana Public Health Center.   Keywords: Acute Respiratory Infection (ARI), Lima O Counseling, Adherence Of Antibiotic Used , Pill CountInfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri.  Terapi ISPA yang disebabkan oleh bakteri menggunakan antibiotik. Faktanya, banyak kasus resistensi karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat, termasuk pada penyakit ISPA. Pemberian informasi tentang penggunaan antibiotik yang tepat dapat meningkatkan kepatuhan pasien dan mencegah terjadinya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap kepatuhan penggunaan antibiotik pasien Infeksi Saluran pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Sikumana Rancangan penelitian ini adalah true experimental design. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok uji dan kontrol, dengan teknik random sampling. Pada kelompok uji diberikan perlakuan konseling lima O berdasarkan panduan gerakan masyarakat cerdas cermat kementerian kesehatan republik Indonesia sedangkan kelompok kontrol tidak. Pengumpulan data dilakukan secara observasi langsung ke rumah responden dengan menggunakan metode Pill Count (penghiutngan tablet sisa). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik independent samples t-test.             Hasil analisis data diperoleh nilai t hitung sebesar 3.035 dengan signifikansi p=   0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan pada kedua kelompok secara statistik. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian konseling terhadap kepatuhan pasien ISPA dalam penggunaan antibiotik di Puskesmas Sikumana..   Kata kunci : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Konseling Lima O, kepatuhan penggunaan antibiotik, Pill Coun

    ANALISA UJI PROGNOSTIK TOTAL KOLESTEROL DAN TRIGLISERIDA SEBAGAI PREDIKTOR KEPARAHAN INFEKSI DENGUE

    Get PDF
      ANALYSIS OF TOTAL CHOLESTEROL AND TRIGLYCERIDE PROGNOSTIC TEST AS A PREDICTOR OF DENGUE INFECTIONSEVERITY     Iswanto Korompot1, Agustin Iskandar2   1Clinical Pathology Residency Program, Faculty of Medicine, Brawijaya University/ Dr. Saiful Anwar County General Hospital, Malang; 2Clinical Pathology Department, Faculty of Medicine, Brawijaya University/ Dr. Saiful Anwar County General Hospital, Malang   ABSTRACT   Background:In Dengue infection occurs liver damage that exacerbates dengue manifestations. Inflammation due to Dengue infection leads to liver parenchymal lessions,elevated antibody, inflammatory cells and various cytokines that can affect lipid metabolism. Aim:To evaluate the correlation between total cholesterol level and Trigliserida level with degree of dengue infection. Method:This study was an observational analitic study with cross sectional design. The population of this research were pediatric patients with dengue infection who were hospitalized in Syaiful Anwar Hospital Malang from January-July 2017 with positive NS-1 laboratory results and/or positive IgM/IgG antidengue immunoserologic tests. Samples were divided into two groups, non DSS and DSS groups. Subjects measured total cholesterol and triglyceride levels. The data obtained were analyzed with spearman correlation test and continued with regression test to determine the prognostic value of both parameters. Result: There were total 39 samples, 22 DSS samples(56,41%) and 17 non DSS samples(43,59%). The correlation between total cholesterol level and degree of dengue infection was obtained by correlation coefficient(r -0.373), whereas correlation between triglyceride level and dengue infection severity level was(r -0.107). Based on the prognostic tes obtained the results of sensitivity and specificity of 45% and 88% for cholesterol levels while for triglycerides obtained 22.72% and 70.59%. Conclusion and suggestion: Total cholesterol levels have a negative weak correlation with degree of dengue infection, while trilyceride levels have no correlation. Thus Cholesterol levels can be a prognostic marker whereas Trigliserida does not. Suggestion Research continued by involving more research subjects.   Key word : Dengue, Total Cholesterol, Triglyceyde, SSDABSTRAK   Pendahuluan : Pada infeksi Dengue terjadi kerusakan hati yang memperberat manifestasi Dengue. Inflamasi akibat infeksi Dengue menyebabkan lesi parenkim hati, peningkatan antibodi, inflammatory cells dan berbagai sitokin yang dapat mempengaruhi metabolisme lipid. Tujuan : mengetahui hubungan antara kadar kolesterol total dan trigliserida terhadap derajat keparahan infeksi Dengue Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien anak terinfeksi dengue di Rumah Sakit di Kota Malang dengan hasil  laboratorium NS-1 positif dan atau tes imunoserologis antidengue IgM/IgG positif pada bulan Januari hingga Juni 2017. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu SSD (Dengue Syok Sindrom) dan non SSD. Subyek penelitian diukur kadar kolesterol total dan kadar trigliserida. Data yang diperoleh dianalisis korelasinya dengan uji korelasi Spearman serta dilanjutkan dengan uji regresi untuk menentukan nilai prognostik dari kedua parameter. Hasil dan Pembahasan : Sampel yang diperoleh sebanyak 39 pasien, yaitu 22 pasien SSD (56,41%) dan 17 orang lainnya (43,59%) adalah non SSD. Korelasi antara kadar kolesterol total dengan derajat infeksi dengue diperoleh nilai koefisien korelasi (r= -0,373), sedangkan korelasi antara kadar trigliseridadengan derajat infeksi dengue diperoleh (r= -0,107). Berdasarkan uji prognostik didapatkan hasil sensitivitas dan spesifisitas 45% dan 88% untuk kadar kolesterol sedangkan untuk trigliserida diperoleh 22,72% dan 70,59%. Simpulan dan Saran : Kadar kolesterol total memiliki korelasi negatif berderajat lemah dengan derajat infeksi dengue, sedangkan kadar trigliserida tidak memiliki korelasi. Dengan demikian kadar Kolesterol dapat menjadi penanda prognostik sedangkan Trigleserida tidak. Saran Penelitian lanjutan dengan mengikutsertakan subjek penelitian yang lebih banyak.   Kata Kunci : Dengue, Kolesterol Total, Trigliserida, SSD &nbsp

    GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG FAKTOR RESIKO ULKUS DIABETIKUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEBOBO KOTA KUPANG

    Get PDF
    ABSTRAK   Latar belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik yang hingga saat ini belum bisa disembuhkan namun bisa dikontrol. DM yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi pada berbagai organ tubuh termasuk ulkus diabetikum. Untuk mengontrol komplikasi ulkus diabetik, pengetahuan masyarakat mengenai penyakit serta komplikasi dapat berkontribusi untuk mencegah ulkus diabetikum. Tujuan penelitian ini. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang faktor resiko ulkus diabetikum di wilayah kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 44 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang faktor resiko ulkus dalam kategori cukup sebanyak 21 responden (47.7%), pengetahuan kurang sebanyak 18 responden (40.9%) dan pengetahuan baik sebanyak 5 responden (11.4%). Di harapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya memperoleh informasi dan memahami faktor resiko ulkus diabetikum guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.   Kata Kunci: Ulkus diabetikum, Pengetahuan, Masyaraka

    345

    full texts

    376

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇