CHMK Nursing Scientific Journal / Jurnal STIKES Citra Husada Mandiri Kupang
Not a member yet
376 research outputs found
Sort by
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) ATAS PASIEN ANAK DI PUSKESMAS SIKUMANA, KUPANG
Acute Respiratory Infection (ARI) is an infection that occurs in the upper and lower respiratory tract. ARI is a disease that is very common in the community, especially in toddlers. This study was aimed to describe the use of antibiotics for ARI on pediatric based on the criterias of the right drug, the right dose, the right indication, and the right patient, in Sikumana Community Health Center, Kupang for the period of September November 2019. This study was conducted retrospectively using a descriptive analytical method, because the data of the antibiotic used will be analyzed descriptively. Total sampling technique was used because the numbers of population was 20. The data collected will be compared to the guideline or the standard therapy used as reference, Pharmaceutical Care for Respiratory Infectious Diseases. The results showed that the only antibiotic therapy used was amoxicillin. All the analysis criterias (the right drug, the right dose, the right indication, and the right patient) were 100% appropriate. Key words: Acute Respiratory Infections, Antibiotics, Pediatric.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan bagian atas maupun bagian bawah. Penyakit ISPA adalah suatu penyakit yang sangat umum terjadi di kalangan masyarakat, khususnya pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atas berdasarkan kriteria tepat obat, tepat dosis, tepat indikasi, dan tepat pasien, serta mengetahui gambaran pola penggunaan antibiotik ISPA atas pada pasien anak di Puskesmas Sikumana Kupang periode September November 2019.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan secara retrospektif karena akan menganalisis data penggunaan obat antibiotik yang sudah ada. Teknik total sampling digunakan karena jumlah populasisebanyak 20. Hasil penelitian akan dibandingkan dengan pedoman atau standar terapi yang digunakan sebagai acuan yaitu: Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terapi antibiotik yang digunakan adalah amoksisilin. Semua kriteria analisis (tepat obat, tepat dosis, tepat indikasi dan tepat pasien) dinyatakan sesuai (100%).
Kata kunci : Infeksi Saluran Pernapasan Akut, Antibiotik, Pasien anak.
 
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI DI PUSKESMAS OEBOBO KOTA KUPANG PADA TAHUN 2019
Pharmaceutical services at Community Health Centre are an integral part of the implementation of health efforts, which play an important role in improving the quality of health services for the community. Management of drugs and medical consumable medical materials is one of the indicators of quality of pharmaceutical services at Community Health Centre. This study aims to determine the management of medicines and consumable medical materials at the Oebobo Community Health Center in Kupang City including the stages such as selection, procurement, distribution and used stage. The design of this research is a descriptive study, which is observational using retrospective and concurrent data. The results showed that the management of drugs and consumable medical materials, namely: the selection stage, the suitability of available drug items with List of DOEN 56,87%, and the suitability of the available medicinal items with FORNAS 41,63%. Procurement stage, item suitability and total receipts were 52.04%, percentage of consumable medical materials acceptance 23.42%, accuracy of planning 55,39%, accuracy of planning consumable medical materials 35,68%, percentage of item suitability and number of drug requests 100% and consumable medical materials 100%. Distribution stage, the percentage of items that expired 10,40%, and consumable medical materials 1,05%, the percentage of drugs not prescribed for 3 months 39.40%, the level of drug availability 12,40%, the percentage of physical suitability of drugs 100%, the percentage of suitability of storage according to the FEFO rules 100%. Use stage, the average drug item per prescription sheet is 1,74%, the percentage of generic drug prescription is 92,56%, antibiotic prescription for non-pneumonia ARD is 0,12%, non-specific diarrhea antibiotic prescription is 0.10% percentage of labeling medicine 0%, prescription for use of injection for cases of myalgia 0%, the average percentage of speed of prescription drug service was 1.80 minutes, concocted drugs 5,8 minutes.Key words: Management of drugs and medical consumables Pelayanan kefarmasian di Puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas.
Penelitian ini bertujan untuk mengetahui pegelolaan obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Oebobo Kota Kupang meliputi tahap selection, procurement, distribution, use. Desain penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan deskriptif, yang bersifat observasi dengan menggunakan data retrospektif dan concurrent.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai yaitu: Tahap selection, kesesuaian item obat yang tersedia dengan DOEN di Puskesmas Oebobo Kota Kupang 56,87%, dan kesesuaian item obat yang tersedian dengan FORNAS 41,63%. Tahap Procurement, kesesuaian item dan jumlah penerimaan sebanyak 52,04% persentase penerimaan bahan medis habis pakai 23,42% ketepatan perencanaan 55,39%, ketepatan perencanaan bahan medis habis pakai 35,68%, persentase kesesuaian item dan jumlah permintaan obat 100% dan bahan medis habis pakai 100%. Tahap Distribution, Persentase item yang kadaluwarsa 10,40%, dan bahan medis habis pakai 1,05%, persentase obat tidak diresepkan selama 3 bulan 35,68%, tingkat ketersediaan obat 12,40%, persentase kesesuaian fisik obat 100%, persentase kesesuaian penyimpanan yang sesuai dengan aturan FEFO 100%. Tahap Use, rata-rata item obat perlembar resep 1,74%, persentase peresepan obat generik 92,56%, peresepan obat antibiotik pada ISPA non-pneumonia 0,12%, peresepan antibiotik diare non spesifik adalah sebesar 0,10% persentase pelabelan obat 0%, peresepan penggunaan injeksi untuk kasus myalgia 0%, persentase rata-rata kecepatan pelayanan resep obat jadi 1,80 menit, obat racikan 5,8 menit.
Kata kunci : Pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai.
 
The ACCEPTANCE AND SAVING LIFE ESTIMATION OF BMC (MIXED FOOD INGREDIENTS) VARIANTS OF BISCUIT SUBSTITUTED IN FISH FLOUR AND KELOR (Moringa oleifera) BASED LOCAL FOOD DRY LAND FOR TODDLER IN KUPANG DISTRICT
Inadequate nutritional intake both in terms of quality and quantity is one of the causes of nutritional problems that occur in children, especially toddlers. Nutrition-dense supplementary food (PMT) is one solution to improve the recovery of malnutrition problems. Mixed food ingredients in the form of biscuits substituted for fish meal and Moringa oleifera or TIK are an innovative product as PMT. TIK biscuits are nutritional supplements based on local food potential in dry land areas. TIK biscuits are processed into 4 (four) flavor variants, namely chocolate, vanilla, vanilla bean and palm nut flavors. These biscuits are highly recommended to maintain and improve the nutritional status of toddlers with normal weight and low body weight in order to prevent cases of malnutrition and malnutrition and stunting in toddlers. This research method used experiment design with 25 panelists. Based on the hedonic test which includes color, taste, texture and aroma. The recommendation for the TIK biscuit products that the children liked the most in terms of color, taste and texture were the TIK chocolate biscuits, while in terms of aroma were the TIK vanilla snack and vanilla beans. Overall, the variations of the TIK chocolate, vanilla and vanilla bean snacks were preferred by children compared to the palm nut variants, but the palm nut variants were preferred by adults. All variations of TIK snack products, namely chocolate, vanilla beans, vanilla and palm nuts have a good and long lasting storage period so that they can be made in large quantities as PMT to increase the daily nutritional intake of toddlers in order to achieve optimal growth and development.
Keywords: Biscuits, Fish Flour, Moringa, ToddlerAsupan gizi yang kurang memadai baik dari segi kualitas dan kuantitas merupakan salah satu penyebab masalah gizi yang terjadi pada anak-anak terutama pada balita. Pemberian makanan tambahan (PMT) padat gizi merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan pemulihan masalah kurang gizi. Bahan makanan campuran berupa produk biskuit yang disubstitusi tepung ikan dan kelor (Moringa oleifera) atau TIK merupakan salah satu produk inovasi sebagai PMT. Biskuit TIK merupakan suplementasi gizi yang berbasis pangan lokal potensial daerah lahan kering . Biskuit TIK diolah menjadi 4 (empat) varian rasa yaitu rasa coklat, vanilla, kacang vanilla, dan kacang palem. Biskuit ini sangat direkomendasikan untuk mempertahankan dan meningkatkan status gizi bagi balita dengan berat badan normal maupun yang berat badan rendah guna mencegah kasus gizi kurang dan gizi buruk serta stunting pada balita. Metode penelitian ini menggunakan experiment design dengan 20 orang panelis. Berdasarkan uji hedonik yang meliputi warna, rasa, tekstur dan aroma. Rekomendasi produk biskuit TIK yang paling disukai anak-anak dari segi warna, rasa dan tesktur adalah biskuit TIK coklat, sedangkan dari segi aroma adalah snack TIK vanilla dan kacang vanilla. Secara keseluruhan variasi snack TIK coklat, vanilla dan kacang vanilla disukai oleh anak-anak dibandingkan dengan varian kacang palem, akan tetapi varian kacang palem disukai oleh orang dewasa. Semua variasi produk snack TIK yaitu coklat, kacang vanilla, vanilla dan kacang palem mempunyai masa penyimpanan yang baik dan tahan lama sehingga dapat dibuat dalam jumlah yang banyak sebagai PMT untuk meningkatkan asupan gizi harian balita guna tercapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
Kata Kunci: Biskuit, Tepung Ikan, Kelor, Balita,
 
PENGARUH MIRROR THERAPY TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2020
ABSTRAK
Stroke merupakan suatu penyakit gangguan fungsi anatomi otak yang terjadi secara tiba-tiba dan cepat disebabkan karena adanya pendarahan di otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mirror therapy terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Popolasi dalam penelitian ini adalah penderita stroke dengan jumlah sampel 20 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil analisis data dengan uji shapiro wilk terhadap rata-rata kekuatan otot sebelum intervensi diperoleh nilai p=0,009 (p>0,05) dan sesudah intervensi diperoleh nilai p=0,075 (p>0,05).Jadi untuk kelompok pre test di dapatkan 0,009 artinya data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon diperoleh Pvalue= 0,000 (<0,05). Kesimpulkan bahwa ada pengaruh kekuatan otot setelah diberikan mirror therapy. Saran dari penelitian ini diharapkan responden dapat memahami dan mengaplikasikan terapi mirror therapy untuk meningkatkan kekuatan otot.
Kata Kunci : Mirror Therapy, kekuatan otot dan strok
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN TERHADAP KEPUASAN KERJA PERAWAT DI HOSPITAL REFERAL RAEAO OE-CUSSE TIMOR-LESTE
ABSTRACT
Nurse job satisfaction is a very important element that affects nursing services in the hospital. One of the factors that affect the job satisfaction of nurses is the leadership style applied by the head of the room in leading and coordinating nurses in carrying out nursing care.The purpose of this study was to determine the effect of the leadership style of the head of the room on job satisfaction of nurses at Referal Hospital Raeao Oe-cusse Timor-Leste. This research is a quantitative study with a comparative analytic research design using a cross sectional approach. The sample in this study amounted to 39 nurses at the Referal Hospital Raeao Oe-cusse Timor-Leste who were taken using a total sampling technique. Collecting data using a questionnaire of the head of the room leadership style and job satisfaction of the nurses. The results showed that most respondents rated the leadership style of the head of the room in a good category, namely 18 people (46.2%), most of the respondents had job satisfaction in the satisfied category of 26 people (66.7%). The results of the Chi-square test prove that there is a significant influence between the leadership style of the head of the room on the job satisfaction of nurses with p value = 0.003 (α <0.05). It is hoped that the head of the room can apply a good leadership style so that the nurses are satisfied in their work so that good nursing services are created.Keyword: Leadership Style, Nurse Job SatisfactionABSTRAK
Kepuasan kerja perawat adalah elemen yang sangat penting yang berpengaruh pada pelayanan keperawatan yang ada di rumah sakit. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat adalah gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala ruangan dalam memimpin dan mengkordinir perawat dalam melakukan asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala ruangan terhadap kepuasan kerja perawat di Hospital Referal Raeao Oe-cusse Timor-Leste. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik komporatif mengunakan pendekatan coss sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 39 orang perawat di Hospital Referal Raeao Oe-cusse Timor-Leste yang diambil mengunakan teknik total sampling. Pengumpulan data mengunakan kuesioner gaya kepemimpinan kepala ruangan dan kepuasan kerja perawat. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden menilai gaya kepemimpinan kepala ruangan dalam kategori baik yaitu sebanyak 18 orang (46,2%), sebagian besar responden memiliki kepuasan kerja perawat dalam kategori puas yaitu sebanyak 26 orang (66,7%). Hasil uji Chi-square membuktikan bahwa ada pengaruh yang singnifikan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan terhadap kepuasan kerja perawat dengan nilai p value = 0,003 (α< 0,05). Diharapkan bagi kepala ruangan dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang baik agar perawat puas dalam bekerja sehingga tercipta pelayanan keperawatan yang baik pula.
Kata Kuci: Gaya Kepemimpinan, Kepuasan Kerja Perawat
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK PADA BALITA USIA 1- 5 TAHUN DI PUSKESMAS OEPOI KOTA KUPANG
Pada masa kanak-kanakberlangsungpertumbuhan dan perkembangan dengan pesat. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah status gizi. Masalah status gizi mengakibatkan perkembangan anak yang lambat, dimana menandakan jumlah asupan gizi yang didapat tidak memenuhi kebutuhan zat-zat gizi yang diterima oleh tubuh terutama oleh otak, akibatnya akan mengganggu perkembangan anak. Tujuan dari penilitian adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan anak balita usia 1- 5 tahun di puskesmas Oepoi kota Kupang. Metode penenelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 113 balita. Uji analisis yang digunakanadalah uji chi- square, didapatkan nilai p value=0,022. Hasil penilitian menunjukan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan perkembangan anak pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Oepoi Kota Kupang. Dengan adanya penelitian ini di harapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan pelayanan khususnya pemantauan dan pengukuran perkembangan anak secara rutin dan orang tua dapat memperhatikan pemenuhan gizi serta memberikan stimulasi pada anak dini seusia anak.
Kata Kunci : status gizi, Perkembangan, balitausia 1 sampai 5 tahunDuring childhood, growth and development took place rapidly. One of the factors that influence a child's growth and development is nutritional status. Nutritional status problems result in slow child development, which indicates the amount of nutritional intake obtained does not meet the needs of nutrients received by the body, especially by the brain, consequently it will interfere with the child's development. The purpose of the study was to determine the relationship of nutritional status with the development of children under the age of 1 - 5 years old at Kupang City Health Center in Kupang. This research method uses a type of quantitative research with a cross-sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling with a sample of 113 toddlers. The analysis test used is the Chi-square test. The results of the study indicate that there is a relationship between nutritional status with the development of children in infants aged 1-5 years at the Oepoi Health Center in Kupang City. It is expected to improve services especially monitoring and measuring children's development routinely.
Keywords: nutritional status, development, toddlers aged 1 to 5 year
STUDI CROSS SECTIONAL: PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-36 BULAN
Data terbaru WHO 2018 melaporkan bahwa terdapat 22,9% atau 154,8 juta balita mengalami stunting di dunia. Di Asia, sebanyak 87 juta balita mengalami stunting, Afrika sebanyak 59 juta, dan Amerika Latin serta Karibia sebanyak 6 juta kasus. Ditiap Negara, Provinsi, serta Kabupaten permasalahan stunting diberi batasan oleh WHO sebesar 20%, sedangkan di Indonesia sendiri yang tercapai baru sekitar 29,6%. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pemberian ASI eksklusif dan kesejahteraan keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 12-36 bulan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain cross sectional. Populasi ialah seluruh balita stunting umur 12-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pasangkayu 2 sebanyak 64 balita. Sampel berjumlah 35 sampel, dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square, dengan variabel independen ASI eksklusif dan kesejahteraan keluarga dan variabel dependen stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita yang tidak mendapatkan ASI ekslusif yaitu 22 responden (62,9 %) dan sebagian besar balita berasal dari keluarga Prasejahtera yaitu 21 responden (60,0%). Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan pemberian ASI eksklusif dan kesejahteraan keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 12-36 bulan.
Kata kunci: ASI eksklusif, kesejahteraan keluarga, stunting, balit
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP TANDA BAHAYA KEHAMILAN TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BINGIN TELUK KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA
The cause of maternal death is late in recognizing danger signs during pregnancy and making a decision to refer, late in reaching a health facility, late in getting prompt and accurate help at a health facility. This study aims to study the factors related to maternal knowledge of the danger signs of pregnancy in the third trimester in the working area of Bingin Teluk Public Health Center, Musi Rawas Utara Regency. This research is a quantitative study with a descriptive correlation design. The research design used cross sectional. The sample in this study were all third trimester pregnant women who were taken in total sampling of 42 people. Data collection techniques with primary data and secondary data. The data analysis technique used univariate and bivariate analysis with chi-square (2) and contingency coefficient (C). Results: Of the 42 pregnant women, there were 20 mothers (47.6%) with less knowledge, 27 mothers (64.3%) aged 20-35 years, 17 mothers (40.5%) with basic education, 15 mothers ( 35.7%) with multiparous. There is a relationship between age, education and parity of pregnant women with knowledge of danger signs in the third trimester of pregnancy in the working area of the Bingin Teluk Community Health Center, Musi Rawas Utara Regency. It is hoped that the Puskesmas will be able to provide more information related to the danger signs of pregnancy in the third trimester to pregnant women by providing counseling or giving leaflets for every pregnant woman doing ANC.
Penyebab kematian ibu terlambat mengenali tanda bahaya pada saat kehamilan dan mengambil keputusan untuk merujuk, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, terlambat mendapat pertolongan yang cepat dan tepat di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari Faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu terhadap tanda bahaya kehamilan trimester III di wilayah kerja Puskesmas Bingin Teluk Kabupaten Musi Rawas Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantatif dengan desain Deskriptif korelasi. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III yang diambil secara Total Sampling sebanyak 42 orang. Teknik pengumpulan data dengan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data dengan analisis univariat dan bivariat dengan chi-square (2) dan contingency coefficient (C). Hasil penelitian : Dari 42 ibu hamil terdapat 20 ibu (47,6%) dengan pengetahuan kurang, 27 ibu (64,3%) dengan umur 20-35 tahun, 17 ibu (40,5%) dengan pendidikan dasar, 15 ibu (35,7%) dengan multipara. Ada hubungan antara umur, pendidikan dan paritas Ibu hamil dengan pengetahuan tentang tanda bahaya pada kehamilan trimester III di wilayah kerja Puskesmas Bingin Teluk Kabupaten Musi Rawas Utara. Diharapkan pihak Puskesmas mampu memberikan informasi lebih terkait tanda bahaya kehamilan trimester III kepada ibu hamil dengan cara melakukan penyuluhan atau pemberian leaflet setiap ibu hamil melakukan ANC.
 
Uji Efektivitas Pertumbuhan Rambut Sediaan Emulsi Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Mangkokan (Polyscia Scutellaria) dan Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb), Pada Kelinci Jantan (Oryctolagus Cuniculus)
Hair loss is a disorder or disorder in which hair is detached from the scalp or body skin so that it interferes with the various biological functions of the hair on the body (Stephani et al., 2018). The purpose of this study was to determine the combination of the ethanol extract of mangkokan leaf and pandan wangi leaf emulsion at a concentration ratio of 50:50, 70:30, 80:20 and to determine the optimal concentration of the combination of the ethanol extract of mangkokan leaves and pandan wangi leaves which has effectiveness as hair grower on the back of male rabbits.The method used in this research is the Tanaka method.
This study made 3 sample formulas with the active ingredient combination of ethanol extract of mangkokan leaves and fragrant pandanus leaves with a concentration ratio of 50:50, 70:30, 80:20, a concentration of 0% without additives (negative cont rol), and a positive control (hair growth preparations. which contains minoxidil 2%) with base emulsion control. The treatments were carried out every day with an application volume of 1 ml for each concentration for 14 days.
Based on the results obtained, it shows that in group I the mean value of positive control and formula II is the same, namely 1.99 mm. This shows that formula II has the same effectiveness as positive control. In group II, the mean value of positive control and formula II is the same, namely 1.98 mm. This shows that formula II has the same effectiveness as positive control. Meanwhile, in group III, the mean value of positive control and formula II was the same, namely 1.96 mm. This shows that formula II has the same effectiveness as positive control.
Keywords: Hair Grower, Mangkokan Leaves (Polyscias scutellaria), Pandan Wangi Leaves (Pandanus Amaryllifolius Roxb).Kerontokan rambut merupakan suatu gangguan atau kelainan dimana rambut terlepas dari kulit kepala ataupun kulit tubuh sehingga mengganggu berbagai fungsi biologis rambut terhadap tubuh (Stephani et al., 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi sediaan emulsi ekstrak etanol daun mangkokan dan daun pandan wangi pada perbandingan konsentrasi 50:50, 70:30, 80:20 dan untuk mengetahui konsentrasi optimal dari kombinasi ekstrak etanol daun mangkokan dan daun pandan wangi yang mempunyai efektivitas sebagai penumbuh rambut pada punggung kelinci jantan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Tanaka.
Penelitian ini membuat 3 formula sampel dengan bahan aktif kombinasi ekstrak etanol daun mangkokan dan daun pandan wangi dengan perbandingan konsentrasi 50:50, 70:30, 80:20, konsentrasi 0% tanpa bahan (kontrol negative), dan kontrol positif (Sediaan penumbuh rambut yang mengadung minoxidil 2%) dengan kontrol base emulsi. Perlakuan dilakukan setiap hari dengan volume pengolesan 1 ml setiap konsentrasi selama 14 hari.
Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pada kelompok I dengan nilai rata-rata kontrol positif dan formula II adalah sama yaitu sebesar 1,99 mm. Hal ini menunjukan formula II memiliki efektivitas yang sama dengan kontrol positif. Pada kelompok II dengan nilai rata-rata kontrol positif dan formula II adalah sama yaitu sebesar 1,98 mm. Hal ini menunjukan formula II memiliki efektivitas yang sama dengan kontrol positif. Sedangkan pada kelompok III dengan nilai rata-rata kontrol positif dan formula II adalah sama yaitu sebesar 1,96 mm. Hal ini menunjukan formula II (70:30) memiliki efektivitas yang optimal pada punggung kelinci jantan hampir sama dengan kontrol positif.
Kata kunci: Penumbuh rambut,daun mangkokan (Polyscias scutellaria), daun pandan wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb)
PENGARUH KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP KELUHAN PELANGGAN YANG DIMEDIASI PENGETAHUAN KARYAWAN TENTANG PELAYANAN PASIEN BPJS RANAP
Komunikasi yang baik dalam sebuah organisasi, bisa meningkatkan pengetahuan karyawan. Pengetahuan karyawan yang baik akan membantu pelayanan dalam suatu organisasi dan mengendalikan keluhan. Tujuan Penelitian adalah mengetahui Pengaruh komunikasi organisasi terhadap keluhan pasien yang dimediasi oleh pengetahuan karyawan tentang pelayanann BPJS. Desain penelitian bersifat analitik observasional pendekatan croos sectional. Penelitian dilakukan di RSU Kertayasa Negara Bali, dengan 2 populasi, pembagian kuisioner kepada kelompok sampel dilakukan bulan Januari - Maret 2020. Analisa hasil menggunakan Analisis Parth Least Square (PLS). Terdapat pengaruh positif signifikan komunikasi organisasi terhadap pengetahuan karyawan dengan koefisien path 0.539, T Statistics 2.898 dan p values 0.004. Komunikasi Organisasi berpengaruh negatif signifikan terhadap keluhan pasien, koefisien path -0.443, T Statistics 7.447 dan p values 0.000. Pengetahuan karyawan berpengaruh negatif signifikan terhadap keluhan pasien koefisien path s -0.399, T Statistics 3.304 dan p values 0.001. Terdapat pengaruh signifikan komunikasi organisasi terhadap keluhan pasien melalui pengetahuan karyawan dengan nilai T statistics 2.066 dan p values 0.039 dan nilai VAF 32,67. Komunikasi organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap pengetahuan karyawan. Komunikasi organisasi berpengaruh negatif signifikan terhadap keluhan pasien. Pengetahuan karyawan berpengaruh negatif signifikan terhadap keluhan pasien. Pengetahuan karyawan memediasi sebagian (partial mediation) pengaruh komunikasi organisasi terhadap keluhan pasien.
Kata kunci : Komunikasi, Pengetahuan , Keluhan pasien.Good communication within an organization can increase employee knowledge. Good employee knowledge will help service in an organization and control complaints. The research objective is the organizational communication response to patient complaints mediated by employees' knowledge of BPJS services. The design was analytic observational with cross sectional approach. The research was conducted at the Kertayasa Negara Bali General Hospital, with 2 populations, the distribution of questionnaires to the sample group was carried out from January to March 2020. The analysis of the results used Parth Least Square (PLS) analysis. Positive influence of organizational communication on employee knowledge with a path coefficient of 0.539, T statistic 2.898 and p value 0.004. Organizational communication has a significant negative effect on patient complaints, the path coefficient is -0.443, T statistic is 7.447 and the p value is 0.000. Employee knowledge has a significant negative effect on patient complaints path s -0.399, T statistic 3.304 and p value 0.001. There is an influence of organizational communication on patient complaints through employee knowledge with a statistical value of 2.066 and a VAF value of 32.67. Organizational communication has a significant positive effect on employee knowledge. Organizational communication has a negative effect on patient complaints. Employee knowledge has a significant negative effect on patient complaints. Employee knowledge partially mediates (partial mediation) the influence of organizational communication on patient complaints.
Keywords: Communication, Knowledge, Patient Complaints