Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
Not a member yet
2652 research outputs found
Sort by
PENGARUH ANTIINFLAMASI EKSTRAK KULIT DURIAN (Durio zibethinus Murr) TERHADAP JUMLAH POLIMORFONUKLEAR NEUTROFIL PADA MENCIT YANG DIINDUKSI BAKTERI Eschericia coli
PENGARUH KRIM EKSTRAK UBI UNGU (Ipomoea Batatas Var Ayumurasaki) TERHADAP MATRIKS METALLOPROTEINASE-1 DAN JUMLAH KOLAGEN DERMIS TIPE-I DAN TIPE-III (Penelitian Eksperimental Pada Mencit BALB/c yang Dipapar Sinar UV-B)
ABSTRAKLatar Belakang : Ubi ungu (Ipomoea Batatas Var Ayumurasaki) terbukti sebagai antiaging karena kandungan antosianin yang bersifat sebagai antioksidan. Antosianin termasuk antioksidan kuat yang dapat melindungi kulit dari radikal bebas. Penelitian mengenai mekanisme kerja ubi ungu ini masih terbatas.Tujuan : untuk mengetahui pengaruh krim ekstrak ubi ungu terhadap ekspresi MMP-1 dan Jumlah Kolagen Tipe-I dan Tipe-III.Metode : Penelitian eksperimental menggunakan post test randomized control group design. Dilakukan pada 24 ekor mencit BALB/c yang dibagi 4 kelompok uji. Semua kelompok dipapar dengan sinar UV-B dengan dosis 1 MED (8 menit). Kelompok Kontrol (K) diolesi dengan basis krim, sedangan tiga kelompok perlakuan lainnya diolesi dengan krim ekstrak ubi ungu dengan dosis 0,4%(P1), 4%(P2), dan 40%(P3) segera setelah paparan UV-B yang dilakukan selama 4 minggu. Ekspresi MMP-1 dihitung dari jumlah total fibroblast yang mengekspresikan MMP-1. Ekspresi MMP-1 dan Jumlah Kolagen Tipe-I dan Tipe-III dilakukan dengan pengecatan imunohistokimia. Ekspresi MMP-1 dianalisis dengan One Way Anova dan Post hoc pada tingkat kemaknaan p<0,05Hasil : Ekspresi MMP-1 antara kelompok K, P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah (40,164,62), (35,833,06), (28,162,78), (18,502,42) memiliki perbedaan signifikan (p<0,05). Jumlah Kolagen Tipe-I antara kelompok K, P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah (48,674,58), (55,504,80), (64,333,55), (67,504,18) memiliki perbedaan signifikan (p<0,05). Jumlah Kolagen Tipe-III antara kelompok K, P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah (11,831,32), (16,160,98), (19,671,36), (22,001,09) memiliki perbedaan yang signifikan antar kelompoknya (p<0,05).Kesimpulan : krim ekstrak ubi ungu berpengaruh terhadap ekspresi MMP-1 dan Jumlah Kolagen Tipe-I dan Tipe-III pada mencit BALB/c yang dipapar sinar UV-B.Kata kunci : Ubi Ungu, MMP-1, Jumlah Kolagen Tipe-I, Jumlah Kolagen Tipe-IIIABSTRACTPurple sweet potato (Ipomoea Batatas Var Ayumurasaki) is proven to be antiaging because of it is anthocyanin content which is an antioxidant. The antioxidant effects of anthocyanins include powerful antioxidants that protect the skin from free radicals. The mechanism of purple sweet potato's work on the expression MatrixMetalloproteinase-1 (MMP-1) and the Number of Type-I and Type-III Collagen is still limited. The purpose of this study was to determine the purple sweet potato extract cream on expression of MMP-1 and Number of Type-I and Type-III Collagen.Experimental research using randomized control group design post test. Performed in 24 mice BALB/c were divided four groups test. All groups were exposed to UV-B rays at a dose of 1 MED (8 minutes). The Control Group (K) spread with a base cream, while the other three groups were smeared with cream of purple sweet potato extract at a dose of 0.4% (P1), 4% (P2), and 40% (P3) immediately after exposure to UV-B for four weeks. Expression of MMP-1 was calculated from the total from fibroblasts cells that express MMP-1. Expression of MMP-1 and Number of Type-I and Type-III Collagen by immunohistochemical staining. Expression of MMP-1 was analyzed by One Way Annova and Post hoc at a significance level of p <0.05Expression of MMP-1 between group C, P1, P2, and P3 are (40.16 4.62), (35.83 3.06), (28.16 2.78), (18.50 2.42) had a significant difference (p <0.05). Number of Type-I Collagen between group C, P1, P2, P3 are (48.67 4.58), (55.50 4.80), (64.33 3.55), (67.50 4.18) had a significant difference (p <0.05). Number of Type-III Collagen between groups C, P1, P2, P3 are (11.83 1.32), (16.16 0.98), (19.67 1.36), (22.00 1.09) had a significant difference between groups (p <0.05).The conclusion of this study is the purple sweet potato extract cream effects on the expression of MMP-1 and the number of Type-I and Type-III Collagen in BALB /c mice were exposed to UV-B rays.Keyword : Purple sweet potato, MMP-1, Number of Type-I Collagen, Number of Type-III Collage
PENGARUH IKLAN SHOPEE DI TELEVISI DALAM PEMBENTUKAN BRAND AWARENESS PLATFORM APLIKASI SHOPEE TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN
Persaingan dunia bisnis menuntut suatu perusahaan untuk dapat bersaing secara kompetitif dan mempertahankan brand di mata konsumen pada era modernisasi. Salah satunya PT Shopee Internasional Indonesia yang memberikan informasi menarik kepada konsumen mengenai aplikasinya melalui media elektronik dengan menciptakan brand awareness yang akan selalu melekat di kalangan masyarakat terutama pada mahasiswa/i Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Cirebon. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh iklan Shopee (X) terhadap minat beli konsumen (Y), dengan brand awawreess sebagai varaiabel intervening (Z) atau tidak. Penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan menggunakan metode survey eksplanatif. Teknik pengambilan sample menggunakan sampel nonprobability dan pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan error kesalahan 10% dari populasi 150 orang sehingga didapatkan 60 responden dengan menggunakan kuesioner. Responden ialah mahasiswa/i Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Cirebon yang menggunakan platform aplikasi Shopee. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: 1) Iklan Shopee (X) berpengaruh terhadap minat beli konsumen (Y) dengan melihat t-hitung (8,789) lebih besar dari t-tabel (1,671) sehingga hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada pengaruh secara linier antara pengaruh iklan Shopee terhadap minta beli konsumen, (2) Iklan Shopee (X) berpengaruh terhadap brand awareness platform aplikasi Shopee (Z) dimana nilai t-hitung (12,752) lebih besar dari nilai t-tabel (1,671) dimana hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada pengaruh secara linier antara pengaruh iklan Shopee (X) terhadap brand awareness platform aplikasi Shopee (Z); 3) Brand awareness platform aplikasi Shopee (Z) berpengaruh terhadap minat beli konsumen (Y) dengan melihat t-hitung (12,633) lebih besar dari t-tabel (1,671) berarti ada pengaruh secara linier antara Brand Awareness terhadap minta beli konsumen, dan 4) Brand Awareness platform aplikasi Shopee (Z) memiliki hubungan erat antara pengaruh iklan (X) dan minat beli konsumen (Y) melihat nilai Beta hubungan pengaruh iklan ke Brand Awareness platform sebesar B (0,859) lalu nilai Beta hubungan antara platform aplikasi Shopee terhadap minat beli konsumen sebesar B (0,856) sehingga didapatkan nilai B seluruh (0,859 x 0,856 = 0,735) dengan total nilai pengaruh hubungan sebesar 0,859 + (-0,735)= 0,124. Hal ini berarti ada pengaruh secara tidak langsung antara pengaruh iklan Shopee terhadap minat beli konsumen dihubungkan dengan adanya Brand Awareness platform sebagai variabel intervening.Kata kunci: pengaruh iklan, brand Awareness, minat beli konsumen, regresi linier
KETERBUKAAN KOMUNIKASI VERTIKAL DAN HORIZONTAL DENGAN MENGUSUNG KOMUNIKASI ORGANISASI DI KLINIK SPESIALIS JANTUNG CIREBON
Komunikasi sejatinya tak akan pernah lepas dari kehidupan manusia sejak lahir. Sejak dalam kandungan komunikasi sudah dimulai terjalin antara ibu dan calon bayi melalui asupan makanan yang masuk lewat plasenta. Setelah bayi terlahir di dunia, orang tua selalu menjalin komunikasi dengan bayinya hingga tumbuh dewasa. Demikian pula ketika terjun dalam dunia pekerjaan seperti di klinik spesialis jantung cirebon, mau tidak mau akan ada komunikasi yang terjalin sesama warga dalam perusahaan tersebut. Karena pentingnya komunikasi dengan warga perusahaan adalah hal yang tidak dapat dipungkiri. Namun kenyataannya selalu terdapat pimpinan perusahaan atau warga perusahaan yang tidak terbuka lebar untuk berkomunikasi dalam organisasi. Selain itu terdapat pula warga perusahaan yang segan mengeluarkan ide atau sarannya. Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis berusaha memaparkan keterbukaan komunikasi vertikal dan horizontal dalam organisasi. Karena komunikasi merupakan unsur terpenting dalam memajukan visi dan misi organisasi. Untuk mencapai tujuan organisasi, atasan dengan bawahan serta sesama bawahan harus saling mendukung satu sama lain caranya dengan komunikasi. Komunikasi yang efektif dapat terwujud jika ada keterbukaan.Kata Kunci: Komunikasi Vertikal, Komunikasi Horizontal, Komunikasi Organisasi, Spesialis Spesial Jantung, Cirebo
STRATEGI KOMUNIKASI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) DALAM MEMBERIKAN INFORMASI MENGENAI ATURAN PEMBANGUNAN RUMAH IBADAT DI KOTA CIREBON
Forum kerukunan umat beragama disingkat FKUB adalah forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan, dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penjaga kerukunan umat beragama di wilayah kota Cirebon yang mempunyai dinamika umat beragama yang kompleks.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa FKUB Kota Cirebon menggunakan strategi komunikasi model analisis seperti analisis SWOT, analisis akar masalah, analisis kekuatan medan, analisis kesenjangan, pembakuan mutu, metode konstruksi skenario, dan metode analisisi identifkasi isu. Realisasi dari penerapan strategi tersebut dengan memberikan sosialisasi lewat para pemuda antar agama dan tokoh-tokoh agama yang di Kota Cirebon untuk menyampaikan informasi aturan pendirian rumah ibadat. Faktor-faktor yang menghambat dari FKUB Kota Cirebon dalam mengupayakan penyampaian informasi tersebut adalah intervensi dari struktur diatas yang membawahi FKUB Kota Cirebon itu sendiri
APAKAH ATRIBUT PRODUK COFFEE SHOP MAMPU MENDORONG MINAT PEMBELIAN?: STUDI KASUS PADA PEMBELIAN KOPI LOKAL
AbstractThe research conducted tries to explore the coffee shop's attributes in influencing the lokal coffee purchase intention. Attributes consist of 5 variable dimensions such as product quality, service quality, brand equity, facilities and atmosphere. The research design used a descriptive design with a questionnaire distributed to 230 respondents to coffee shop customers. Statistical analysis was used to test the variables using multiple linear regression analysis to determine the effect of lokal coffe attributes in coffee shop on purchase intention. The results of this study indicate that the lokal coffe product attributes in coffee shop have a strong advantage in building consumer buying intention. The results of further research show that only three variables in product attributes have a positive influence on consumer purchase intention, there are product quality, service quality, and facilities. The research finding is that the purchase intention of local coffee products is indeed less when compared to imported coffee products. Customers tend to be low in stating that they will buy local coffee products, and respondents are less interested in searching for information on local coffee in coffee shops. However, the product attributes associated with local coffee served in coffee shops have resulted in a purchase intention of 52.6%.Keywords: Product Attribute, Buying Intention, Coffe shop
ETNOMATEMATIKA: REPRESENTASI MATEMATIKA PADA ALAT PEMBUATAN GERABAH SITIWINANGUN
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek matematika pada alat pemutar gerabah atau perbot dan proses pembuatan wuwungan menggunakan alat cetak. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, studi pustaka dan artefak. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, analisis data dan pemaparan data Hasil penelitian ini mendeskripsikan alat pembuatan gerabah yaitu alat putar (perbot) dan alat cetak. Dilihat dari bentuk geometri, perbot memiliki bentuk lingkaran, pengrajin gerabah menerapkan konsep titik pusat, serta pengaplikasian rotasi benda. Selain menggunakan alat putar ada juga alat cetak untuk membuat gerabah wuwungan, pada proses pembuatan wuwungan menggunakan konsep simetri dan pencerminan. Konsep-konsep yang terdapat pada alat pembuatan gerabah merupakan konsep matematika yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan pembelajaran matematika melalui budaya lokal. Kata kunci: Etnomatematika, gerabah sitiwinangun, perbot, wuwunga
Pemodelan Kurva Lorenz versi Rohde pada Pengeluaran Rumah Tangga Pertanian di Provinsi Papua
Fajar (2017) menunjukkan bahwa distribusi pengeluaran rumah tangga pertanian Provinsi Papua adalah distribusi Generalized Beta Type 2 (GB2), namun menurut penulis jika model kurva Lorenz diturunkan dari distribusi Generalized Beta Type 2 memiliki bentuk yang rumit dan tidak sederhana. Oleh karena itu, tujuan paper ini adalah untuk memodelkan kurva Lorenz pengeluaran rumah tangga pertanian Provinsi Papua dengan model yang sederhana menggunakan model kurva Lorenz versi Rohde (Rohde, 2009). Dalam Sarabia et al. (2010) terdapat tiga rumusan untuk mengestimasi parameter dalam pemodelan kurva Lorenz versi Rohde (2009), yaitu rata-rata aritmatik, median dan least square. Dalam paper ini, penulis menambahkan rumusan rata-rata harmonis dan trimean untuk mendapatkan nilai estimasi parameter pada kurva Lorenz versi Rohde. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa yang diturunkan dari median memiliki mean squared error (MSE) minimum dalam kasus pemodelan kurva Lorenz pengeluaran rumah tangga pertanian Provinsi Papua
MODIFIKASI METODE RUNGE-KUTTA-KUNTZMANN BERDASARKAN RATA-RATA PANGKAT P = 1/2
Metode Kuntzmann merupakan salah satu bentuk khusus dari metode Runge-Kutta orde empat yang di gunakan untuk menyelesaikan persoalan nilai awal. Penelitian ini membahas modifikasi metode Kuntzmann berdasarkan rata-rata pangkat untuk memperoleh varian baru metode Kuntzmann. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan bahwa modifikasi metode Kuntzmann menggunakan rata-rata pangkat (MKunP) mempunyai galat pemotongan lokal sebesar . Simulasi numerik diberikan untuk menguji akurasi MKunP dengan menggunakan dua contoh persoalan nilai awal. Pada simulasi ini, galat mutlak MKunP dibandingan dengan metode Kuntzmann dan modifikasi metode Kuntzmann berdasarkan rata-rata harmonik (MKunH). Hasil simulasi numerik menunjukkan bahwa metode MKunP lebih baik dibandingkan dengan MkunH
Tahapan Dan Perbandingan Pemerolehan Bahasa Pada anak laki-Laki Dan Perempuan Usia 18 Bulan: Kajian Psikolinguistik
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pemerolehan Bahasa pada anak laki-laki dan perempuan usia 18 bulan yakni, berupa tahapan pemerolehan fonologi, morfologi, dan sintaksis. Penelitian ini juga membahas perbandingan pemerolehan Bahasa pada anak laki-laki dan perempuan usia 18 bulan serta faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode observasi bebas libat cakap dengan metode penyajian data deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan cara mengamati dan juga melakukan wawancara terhadap orang disekitar objek penelitian. Studi ini menunjukkan bahwa anak usia 18 bulan cenderung ada yang masih berada pada tahap pemerolehan morfologi dan ada yang sudah mulai memasuki tahap awal pemerolehan sintakis, Dari hasil pengamatan didapat data bahwa perbedaan pemerolehan Bahasa pada kedua subjek itu terlihat jelas dalam tahap pemerolehan morfologi yakni berada pada jumlah kosa kata yang diujarkannya dan hal tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lingkungan sang anak, interaksi social dan intelegensi.Kata Kunci: tahapan; perbandingan; pemerolehan bahasa; anak laki-laki; anak prempua