Jurnal Unswagati Cirebon (Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati)
Not a member yet
2652 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA CERPEN DIGITAL MENGGUNAKAN LINKTREE DALAM PEMBELAJARAN CERPEN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Belajar adalah kewajiban seluruh umat manusia di dunia, sebagaimana dinyatakan dalam hadits berikut “mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan” (HR. Ibnu Abdil Barr). Dikenal pula istilah ”long life education”, istilah tersebut juga sejalan dengan hadits “tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat”.Penelitian pengembangan ini penting dilakukan agar memudahkansiswa dan guru dalam proses pembelajaran denganmenggunakan aplikasi digital yang dapat diakses melalui internet dan dengantampilan yang menarik para siswa lebih tertarik lagi dalam belajar.Pengembangan ini dilakukan juga dalam mengefektifkan waktupembelajaran yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Desain uji coba pada penelitian ini dilakukan secara bertahap, uji coba validitas merupakan uji coba awal untuk mengetahui kelayakan produk yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Media pembelajaran yang dikembangkan berupa linktree yang ditautkan ke beberapa link media pembelajaran yang disimpan di dalam drive peneliti atau link yang ditautkan ke youtube. Sajian cerpen dalam bentuk digital dengan tulisan yang bergerak membuat santri lebih mudah dalam membaca ditambah dengan audio yang ditautkan dalam cerpen digital tersebut sangat mendukung pada latar suasana cerpen yang disajikan
MEDIA PEMBELAJARAN TEKS CERPEN BERBASIS POWTOON SEBAGAI PENUNJANG LITERASI DIGITAL
Penelitian ini bertujuan untuk mendesain media pembelajaran teks cerpen dengan menggunakan aplikasi berbasis powtoon sebagai penguatan literasi digital. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa lembar penilaian. lembar penilaian ini berupa pertanyaan yang dikumpulkan dengan menyesuaikan media dan materi yang dibahas dengan melakukan studi awal kepada guru bahasa Indonesia pada tingkat SMP kelas IX dengan materi teks cerpen. Berdasarkan data yang diperoleh dari praktisi media dan praktisi guru mendapatkan hasil rata-rata untuk praktisi media rata-rata 89,65% dan ahli materi 100% dengan perolehan media yang dikembangkan dapat digunakan dalam proses pembelajaran
KONFLIK SOSIAL TOKOH UTAMA DALAM LIMA CERITA PENDEK
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk-bentuk konflik sosial tokoh utama yang terdapat pada lima cerpen koran kompas tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Teknik analisis data yaitu dengan membaca cermat atau simak catat, menganalisis, menemukan dan menyimpulkan. Analisis konflik sosial yang terjadi pada tokoh utama merupakan bagian inti dari riset ini. Hasil analisis terhadap lima cerpen kompas tahun 2021 terdapat konflik sosial yang dialami tokoh utama. Konflik tersebut berbentuk konflik pribadi seperti yang tergambar dalam cerpen Perihal Menyederhanakan Cinta Karya Rika, Hantu Mbah Darmo Karya Ranang Aji SP, Ramai Karya Sasti Gotama dan Air Mata yang Sangat Tua Karya Mashdar Zainal dan konflik rasial seperti yang tergambar dalam cerpen Lelaki yang Menabur Rempah Karya Ramayda Akmal. Cerpen-cerpen tersebut diakhiri dengan sebuah penyesalan atau kepasrahan hingga harus mengalah atau menjauh untuk mengakhiri konflik
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Perkosaan Dan Tenaga Kesehatan Yang Melakukan Tindakan Aborsi Dengan Usia Kehamilan Lebih Dari 6 Minggu Dihubungkan Dengan Pasal 76 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
Latar Belakang : Pengaturan tentang praktek aborsi tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, dengan pengecualian pada keadaan tertentu salah satunya kehamilan akibat perkosaan. Salah satu syaratya dilakukan sebelum kehamilan berumur 6 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir. Tujuan : Mengetahui perlindungan hukum dan implementasi perlindungan terhadap korban perkosaan dan tenaga kesehatan yang melakukan tindakan aborsi dengan usia kehamilan lebih dari 6 minggu dihubungkan dengan pasal 76 undang-undang nomor 36 tahun 2009. Metode : Menggunakan data sekunder, deskriptif analitis. Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil : Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan memberikan perlindungan hukum kepada korban perkosaan dan tenaga kesehatan dalam tindakan aborsi, dengan memenuhi ketentuan batas usia kehamilan tidak lebih dari 6 minggu. Aborsi pada korban perkosaan yang dilakukan pada kehamilan lebih dari 6 minggu, merupakan tindakan pelanggaran undang – undang. Simpulan : Aborsi pada korban perkosaan yang dilakukan pada kehamilan lebih dari 6 minggu merupakan tindakan pelanggaran undang – undang yang mengakibatkan pelakunya terkena ancaman pidana dan tidak dilindungi secara hukum. Namun aborsi atas indikasi perkosaan di atas usia kehamilan 6 minggu perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan perlindungan secara hukum. Kata kunci : Perlindungan hukum, Aborsi, Korban Perkosaan, Tenaga Kesehata
IDENTIFIKASI POLIMORFISME A1298C GEN MTHFR PADA PASIEN HIPERTENSI ESENSIAL
Latar Belakang: Hipertensi adalah salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia, termasuk di Jawa Barat, dan khususnya Cirebon. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga menderita hipertensi akan memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk menderita hipertensi juga. Hal ini salah satunya disebabkan oleh adanya pewarisan polimorfisme A1298C gen MTHFR. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa adanya peran inflamasi dalam mekanisme terjadinya hipertensi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui polimorfisme A1298C gen MTHFR pada pasien hipertensi esensial.Metode: Penelitian observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan di Puskesmas Plumbon dan melibatkan 37 orang. Data diperoleh dengan cara pemeriksaan langsung menggunakan metode analisis gen, PCR-RFLP.Hasil: Terdapat 24 subjek (65%) dengan hasil polimorfisme positif dan 13 subjek (35%) dengan hasil polimorfisme negatif.Kesimpulan: Mayoritas subjek penelitian ini memiliki polimorfisme A1298C (65%). Kata Kunci: polimorfisme A1298C gen MTHFR, Hipertensi esensial, PCR-RFLP ABSTRACT Background: Hypertension is one of the main causes of mortality and morbidity in Indonesia, including in West Java, and especially in Cirebon. Person who has a family history of suffering from hypertension will have a higher chance of suffering from hypertension as well. This is partly due to the inheritance of the A1298C polymorphism of the MTHFR gene. Some research also shows that the role of inflammation in the mechanism of hypertension. Aim: This study aims to determine the polymorphism of the A1298C MTHFR gene with essential hypertension.Methods: An observational study with cross sectional design conducted at the Plumbon Primary Healthcare and involved 37 people. Data obtained by direct examination using the method of gene analysis, PCR-RFLP.Results: There were 24 subjects (65%) with positive polymorphism results and 13 subjects (35%) with negative polymorphism results.Conclusion: The majority of the subjects of this study had A1298C polymorphism (65%) Keywords: polymorphism A1298C MTHFR gene; essential hypertension, PCR-RFL
Konstruksi Spiritualitas Tokoh Utama dalam Adaptasi Novel ke Film Rembulan di Wajahmu (2019)
Abstrak. Spiritualitas sebagai sebuah kepercayaan sering kali sulit dipaparkan secara nyata bentuknya. Dalam upaya mengungkapkan spiritualitas, film sering dianggap sebagai media yang tepat karena memvisualisasikan sebuah kejadian yang hampir mirip dengan kehidupan nyata. Salah satu film yang bertema ajaran agama dan spiritualitas yakni film Rembulan Tenggelam di Wajahmu produksi Max Picture yang diadaptasi dari novel berjudul sama Tere Liye. Dalam proses adaptasi tersebut, terdapat perubahan latar yang dilakukan sutradara. Perubahan tersebut menimbulkan gambaran berbeda antara novel dan film dalam aspek spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kontruksi spiritualitas tokoh utama dalam merefleksikan keadilan takdir. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teori adaptasi J Dudley Andrew dan konsep spiritualitas Viktor Frankl. Hasil analisis menemukan bahwa perubahan variasi latar dari novel ke film memengaruhi kontruksi spiritualitas tokoh utama yakni membentuk perenungan diri. Perubahan tersebut membuat hadirnya spiritualitas tokoh utama tergambar dengan pencarian jati diri dan pemaknaan hidup. Proses adaptasi memberikan gambaran aspek spiritualitas membangun refleksi keadilan takdir sebagai wujud membimbing diri untuk menerima hidup serta aktualisasi diri terhadap kepercayaan yang dianut. Spiritualitas membangun refleksi keadilan takdir dengan kesadaran atas keberadaan diri tokoh utama yang tidak memiliki kuasa apapun atas kehidupannya.Kata kunci: adaptasi, spiritualitas, keadilan takdir, aktualisasi
Pengembangan Penggaris Mekanik untuk Pembelajaran Garis dan Sudut
Abstrak. Penggunaan alat peraga sebagai alat bantu saat proses pembelajaran menjadi instrument penting dalam membantu siswa dalam memahami sebuah konsep yang abstrak. Seiring berjalannya waktu, sebuah alat peraga perlu dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman demi meningkatnya nilai serta fungsi dari alat peraga tersebut. Penelitian dan Pengembangan ini berfokus pada sebuah alat peraga matematika yang bertujuan untuk membantu proses pembelajaran materi garis dan sudut dan mengetahui signifikansi kemampuan pemahaman konsep siswa setelah menggunakan alat peraga yang dikembangkan. Metode yang digunakan adalah metode yang diadaptasi dari Sugiyono, dimana proses pengembangan dimulai dari identifikasi masalah, desain produk, hingga uji kelayakan produk. Subjek dalam penelitian ini adalah tim ahli dan siswa kelas VII SMP. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket kelayakan media dan angket respon siswa serta tes soal pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian dan pengembangan menyimpulkan bahwa alat peraga penggaris mekanik dinyatakan layak oleh ahli dan baik digunakan untuk pembelajaran siswa. Hasil validasi ahli media dan ahli materi terhadap penggaris mekanik menunjukan nilai rata-rata 3,47, sehingga alat peraga penggaris mekanik masuk kriteria “sangat baik”. Selain itu, presentase ketercapaian indikator pemahaman konsep matematis siswa sebesar 84% dengan rata-rata hasil postest kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sebesar 84,71. Kata Kunci: Alat peraga, Garis dan Sudut, Pemahaman Konsep Matematis
DEVELOPMENT OF ECO-FRIENDLY MORTAR UTILIZING INDUSTRIAL WASTE
Introducing alternatives material on cement-based material manufacturing is the need for environmental sustainability due to the excessive mining of sand from quarry and river bed. At the same time, industrialization headed to an uncontrollable growth of waste. This fact encourages the researcher to enhance the utilization of recycled waste in construction practice. On one side, it affords a solution for waste management, and on the other hand, it contributes to an eco-friendly construction material that minimizes the environmental impact. This paper aims to investigate the usability of the iron waste obtained from the wrought iron industry, as natural fine aggregates replacement. In particular, it focused on studying the physical characteristic of waste aggregates and the effect of partial replacement of natural sand on mortar strength. Mortar cube specimen made with various levels of replacement (0%, 10%, 20% and 30 %) and also various cement-aggregates volumetric proportion, which are 1:3, 1:4, 1:5, 1:6, and 1:7. All of the measurement parameters are taken consecutively based on ASTM norms. The current work remarks that both waste aggregates and natural aggregates reveal complete fulfillment in the aggregate requirement of ASTM standard. Furthermore, the mortar cube test confirmed that the mortar passes the strength grade for N class and O class, which suitable for the above-grade and non-load bearing application
ANALISIS INFECTION CONTROL SELF ASSESSMENT TOOL (ICAT) MODUL 1-4 DI KLINIK PRATAMA PMI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY)
Pendahuluan: Infeksi nosokomial atau Healthcare Acquired Infections (HAIs) semakin meningkat. Di Indonesia untuk fasilitas layanan primer belum terdapat alat untuk mengukur risiko pengendalian infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah metode Infection Control Self Assessment Tool (ICAT) for Primary Health Care Facilities dapat digunakan sebagai penilaian risiko infeksi di Klinik pratama PMI DIY, serta mengetahui pengendalian infeksi di Klinik pratama PMI DIY. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan cara telusur dokumen, observasi dan wawancara berdasarkan ICAT modul 1-4 yaitu modul Informasi Fasilitas Kesehatan, modul kesehatan karyawan, modul membersihkan fasilitas kesehatan serta modul Kebersihan Tangan. Proses pengambilan sampling dengan Purposive Sampling dengan subyek pihak manajemen serta karyawan Klinik Pratama PMI Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilakukan pada 23 hingga 26 januari 2017. Hasil: ICAT Modul Fasilitas Kesehatan, Membersihkan Fasilitas Kesehatan serta modul Kebersihan Tangan dapat di aplikasikan dengan persentasi 100%, namun pada modul Kesehatan Karyawan hanya didapatkan persentasi 95%. Pengendalian infeksi bedasarkan ICAT pada klinik pratama PMI DIY total keseluruhan dengan persentasi 84.90%. Kesimpulan: Semua modul instrumen ICAT dapat digunakan sebagai penilaian resiko infeksi pada Klinik pratama PMI DIY dengan memerlukan sedikit modifikasi pada modul kesehatan karyawan. Pengendalian infeksi bedasarkan ICAT modul 1-4 pada klinik pratama PMI DIY dalam kategori sangat baik.Kata kunci: Infection Control Risk Assesment, Infection Control Self Assesment Tool,USAID,Pengendalian Infeksi, Primary Health CareABSTRACTBackground: Nosocomial infections or Healthcare Acquired Infections (HAIs) are increasing. in Indonesia, for primary care facilities there is no tool to measure infection control risk. This study aims to find out whether the method of Infection Control Self Assessment Tool (ICAT) for Primary Health Care Facilities can be used as the risk assessment of infection in the PMI DIY Pratama Clinic as well as to know infection control in Primary Clinic PMI DIY. Method: Quantitative research with a descriptive approach using document search, observation, and interview based on ICAT module 1-4 consisting Health Facility Information, Employee Health, Cleaning Health Facility and Hand Hygiene module. Sampling process with Purposive Sampling with subject of management side and employees of Primary Clinic PMI Daerah Istimewa Yogyakarta. The study was conducted on 23 to 26 januari 2017.Result: ICAT Health Facility, Cleaning Health Facility, and Hand Hygiene module can be applied to the percentage of 100%, but in Employee Health module only get percentage rate of 95%. Infection control based on ICAT at primary clinic PMI DIY overall with an average achievement of value with the percentage of 84.90%.Conclusions: All ICAT instrument modules can be used as an infection risk assessment at PMI DIY Primary Clinic with slight modifications on the employee health module. Infection control based on ICAT module 1-4 at PMI DIY pratama clinic in very good category.Keywords : Infection Control Risk Assesment, Infection Control Self Assesment Tool, Infection Control,Primary Health Care,USAI
WANPRESTASI PERJANJIAN SEBAGAI TINDAK PIDANA PENIPUAN
Penipuan adalah salah satu perbuatan hukum pidana yang diatur pada Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Wanprestasi dapat berubah menjadi tindak pidana penipuan apabila memenuhi unsur menggunakan tipu muslihat, rangkaian kebohongan, nama palsu, dan keadaan palsu dengan maksud menguntungkan diri sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan pelanggaran dalam suatu perjanjian berupa wanprestasi dapat menjadi suatu tindak pidana jika terdapat unsur kesengajaan dari salah satu pihak untuk tidak memenuhi prestasinya, selain itu wanprestasi dapat menjadi suatu tindak pidana apabila niat awal salah satu pihak dalam melakukan perjanjian yaitu untuk mendapatkan keuntungan untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain dengan cara melawan hukum, selanjutnya jika perjanjian tersebut dilakukan karena sudah ada niat, dan adanya usaha untuk memalsukan isi perjanjian maka perkara ingkar janji dapat masuk ke ranah pidana dengan dugaan penipuan, dalam kondisi seperti ini, aparat penegak hukum dituntut untuk jeli dalam membedakan apakah perbuatan tersebut masuk ranah hukum perdata atau hukum pidana. Untuk itu unsur-unsur tindak pidana penipuan dapat terjadi dalam pembentukan suatu perjanjian apabila sebelum membuat perjanjian salah satu pihak sudah beritikad tidak baik dengan sebelum membuat perjanjian salah satu pihak sudah beritikad tidak baik dengan memakai nama palsu, martabat palsu, melakukan kebohongan dan menggunakan tipu muslihat dengan maksud menguntungkan diri sendiri