Edukatif - Jurnal Ilmu Pendidikan
Not a member yet
1689 research outputs found
Sort by
Perbandingan Pembelajaran Matematika di Indonesia dan Amerika Serikat Berdasarkan Kurikulum dan Metode Pembelajarannya
Pembelajaran matematika memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis dan keterampilan pemecahan masalah siswa, yang sangat dipengaruhi oleh kurikulum dan strategi pengajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pembelajaran matematika antara Indonesia dan Amerika Serikat dengan meninjau kurikulum serta metode yang diterapkan di masing-masing negara. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah library research, yaitu kajian pustaka yang dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai literatur ilmiah, termasuk dokumen kurikulum resmi dan artikel jurnal yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum Indonesia cenderung bersifat sentralistik dengan cakupan materi yang luas dan padat, sedangkan kurikulum di Amerika Serikat lebih fleksibel dan menekankan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Dari segi metode, pembelajaran di Indonesia umumnya masih bersifat teacher-centered dengan pendekatan konvensional, sementara di Amerika Serikat lebih banyak menerapkan pendekatan student-centered seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi, dan eksplorasi mandiri. Evaluasi pembelajaran di Indonesia masih dominan berbasis ujian akhir, sedangkan di Amerika Serikat lebih bervariasi dan berorientasi pada proses pembelajaran. Kesimpulannya, perbandingan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan pendidikan matematika di Indonesia agar lebih adaptif dan berorientasi pada kebutuhan siswa masa kini
Penggunaan Scrapbook sebagai Media Reflektif untuk Mengembangkan Literasi Visual Siswa dalam Pembelajaran Sosiologi di Tingkat SMA
Pembelajaran sosiologi di sekolah masih didominasi pendekatan tekstual sehingga belum mengoptimalkan pengembangan literasi visual dan kemampuan reflektif siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan media scrapbook sebagai media reflektif untuk meningkatkan literasi visual dalam pembelajaran sosiologi di SMA Negeri 2 Temanggung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui angket terbuka, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen hasil karya scrapbook siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan scrapbook meningkatkan motivasi, kreativitas, dan kemampuan analisis sosial siswa. Persentase keterampilan mengorganisasi informasi sosial meningkat dari 44,4% menjadi 88,9%; menafsirkan fenomena sosial secara visual dari 50% menjadi 91,7%; kreativitas visual dari 52,8% menjadi 91,7%; dan refleksi kritis dari 41,7% menjadi 86,1%. Scrapbook juga mendorong keterlibatan aktif dan kolaboratif siswa dalam mengaitkan konsep sosiologi dengan pengalaman nyata. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa scrapbook efektif sebagai media reflektif untuk mengembangkan literasi visual dan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sosiologi
Optimalisasi Fungsi Perencanaan Pendidikan untuk Penguatan Kebijakan dan Program Peningkatan Mutu Pendidikan
Mutu pendidikan di Indonesia masih menghadapi banyak kendala akibat perencanaan pendidikan yang lebih berfokus pada pemenuhan administratif saja bukan sebagai instrumen strategis peningkatan mutu.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana fungsi perencanaan dapat dioptimalkan melalui kajian literatur mengenai teori perencanaan, manajemen pendidikan, dan kebijakan yang berbasis bukti. Temuan utama menunjukkan bahwa : (1) praktik penyusunan RKS/RKAS masih belum memanfaatkan data asesmen secara memadai akibat dari rendahnya literasi data di tingkat sekolah, (2) proses perencanaan kurang partisipatif karena keterlibatan pemangku kepentingan, dan kepemimpinan strategis masih lemah. Penelitian ini menegaskan bahwa Penguatan kapasitas perencana sekolah, integrasi data Rapor Pendidikan Satuan Pendidikan dan ARKAS sebagai dasar pengambilan keputusan serta upaya peningkatan kolaborasi menjadi strategi utama untuk menghasilkan dan memperbaiki perencanaan yang efektif. Kajian ini memberikan manfaat praktis bagi pembuat kebijakan dan sekolah dengan menawarkan model perencanaan yang lebih adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada outcome sehingga program peningkatan mutu dapat lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada pembelajaran
Media Sosial sebagai Alat Pemasaran Jasa Pendidikan
Media Sosial saat ini bukan sekedar platform hiburan, tetapi menjadi salah satu media yang dapat digunakan untuk memasarkan pendidikan karena saat ini penggunaan media sosial sangat tinggi dikalangan masyarakat serta meningkatnya persaingan lembaga pendidikan dalam meningkatkan minat calon peserta didik. Selain itu, dengan media social jangkauan pelanggan jasa pendidikan akan semakin luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media sosial dalam meningkatkan branding sekolah dan bagaimana media sosial dapat menjadi alat promosi yang efektif dan optimal untuk mencapai target pemasaran yang telah ditentukan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat dijadikan sebagai alat pemasaran karena terbukti dapat meningkatkan jangakaun pelanggan jasa pendidikan. Adapun media sosial yang digunakan oleh sekolah terdiri dari Instagram, tiktok, youtube. Media social tersebut. Dari platform tersebut Instagram dan tiktok efektif dalam menjangkau pelanggan, mampu membangun interaksi dengan audiens juga memperkuat citra sekolah. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah minat calon peserta didik, engagement rate yang tinggi. Media sosial sebagai alat pemasaran jasa pendidikan memiliki efesiensi dari segi biaya dibandingkan dengan pemasaran secara konvensional. Adapun rekomendasi dari penelitian ini terkait optimalisasi strategi dalam pengembangan konten yang lebih kreatif lagi guna meningkatkan keberhasilan pemasaran pendidikan melalui media sosial
Pendekatan Sistematis dalam Perencanaan Jaminan Mutu Pendidikan: Studi Kasus di Sekolah Dasar
Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga sekolah atau madrasah. Sistem penjaminan mutu pendidikan memungkinkan para pemangku kepentingan untuk menilai kualitas lembaga pendidikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan Standar Pendidikan Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep perencanaan jaminan mutu di SD Al Husna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan jaminan mutu di SD Al Husna telah dilakukan secara baik dan sistematis. Hal ini terlihat dari pelaksanaan standar pendidikan yang terintegrasi mencakup kurikulum, pembelajaran, penilaian, serta sarana dan prasarana. Proses tersebut menjadi landasan penting dalam memastikan kualitas pendidikan yang tinggi dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan dampak penting terhadap pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan, khususnya dalam pengelolaan mutu di tingkat sekolah dasar. Temuan ini dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lainnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan perencanaan yang strategis dan kolaboratif. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti perlunya sinergi antara pihak sekolah dan pemangku kepentingan untuk mendukung keberlanjutan peningkatan mutu pendidikan sesuai standar nasional
Pendidikan Anak Usia Dini di New Zealand
Artikel ini menjelaskan bagaimana sistem pendidikan anak usia dini di New Zealand ramah anak. Studi ini merupakan studi pustaka dan literatur. Data dikumpulkan studi literatur yang dilakukan meliputi pengkajian artikel yang memiliki relavansi dengan judul, artikel ditelusuri pada database pencarian google scholar dan sumber relevan lainnya menggunakan kata kunci yaitu â€Pendidikan Anak Usia Diniâ€, â€Early Childhood Educationâ€, dan â€New Zealandâ€. Temuan dalam studi ini menunjukkan bahwa pendidikan untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun di New Zealand dikenal sebagai Pendidikan Anak Usia Dini (Early Childhood Education - ECE). Kurikulum ECE mengakui bahwa semua anak memiliki hak untuk perlindungan, kesehatan, kesejahteraan, akses yang adil, kesempatan belajar, pengakuan terhadap bahasa, budaya, dan identitas, serta hak untuk menentukan nasib sendiri. Ada dua jenis ECE, yaitu layanan yang dipimpin oleh guru dan layanan yang dipimpin oleh orang tua. Sistem pendidikan di New Zealand ramah anak karena memiliki standar bangunan, kurikulum yang disesuaikan, menerapkan sistem pembelajaran kontekstual, serta melibatkan keluarga dan komunita
Efektifitas Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Mata Kuliah Organik Fisik dan Elusidasi
Penelitian ini menyelidiki efektivitas penerapan model Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Kimia Organik Fisik dan Elusidasi Struktur di Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Militer, Universitas Pertahanan. Desain kuasi-eksperimental digunakan dengan melibatkan mahasiswa sarjana semester kelima. Model PBL diterapkan secara khusus pada topik radikal bebas dan dievaluasi melalui peningkatan keterampilan literasi, numerasi, serta kinerja akademik secara keseluruhan. Instrumen penelitian yang digunakan sudah memenuhi uji validitas dan reliabilitas sehingga layak digunakan. Analisis data dimulai dengan uji prasyarat dan dilanjutkan uji statistik parametrik. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji paired sample t-test untuk membandingkan hasil pretest dan posttest serta perbedaan antar kelompok, dengan signifikansi 0,05. Temuan menunjukkan bahwa PBL secara signifikan memengaruhi proses pembelajaran. Mahasiswa mengalami peningkatan bermakna dalam pemahaman konseptual, kemampuan memecahkan masalah, dan keterampilan numerasi dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Selain itu, PBL memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam terhadap masalah kontekstual dan representasi simbolis reaksi kimia. Hasil ini menunjukkan bahwa PBL merupakan strategi pedagogis yang efektif dalam meningkatkan literasi, numerasi, dan prestasi akademik di bidang pendidikan kimia
Faktor-faktor yang Memengaruhi Resiliensi Akademik Mahasiswa Kedokteran: Sebuah Systematic Literature Review
Resiliensi akademik memiliki peranan penting dalam menghadapi tekanan dan tantangan akademik yang dialami mahasiswa kedokteran selama menjalankan masa studinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi akademik mahasiswa kedokteran. Penelitian ini menggunakan metode Systematic literature review, analisis data menggunakan PRISMA (preferred reporting elements for systematic review and meta-analysis) dengan menyesuaikan kriteria inklusi, sehingga diperoleh 12 artikel yang dianalisis. Hasilnya ditemukan faktor personal seperti efikasi diri, harapan, strategi coping, optimisme, religiusitas, persepsi tentang kesehatan diri memberikan peranan internal yang memengaruhi resiliensi akademik. Sementara faktor eksternal seperti dukungan sosial, lingkungan belajar dan pelatihan berbasis keterampilan memberikan landasan pendukung yang memengaruhi faktor resiliensi akademik. Faktor demografis seperti usia, jenis kelamin serta tempat tinggal menjadi faktor lain yang dapat memperkuat resiliensi akademik mahasiswa kedokteran. Temuan dari penelitian ini memiliki implikasi penting karena dapat membantu mengoptimalkan resiliensi akademik, mengatasi beban kerja yang berat dan mempertahankan kinerja akademik mahasiswa. Selain itu, institusi pendidikan secara aktif dapat mengembangkan program yang bertujuan meningkatkan resiliensi akademik mahasiswa kedokteran
Analisis Hubungan Kepercayaan Diri dan Kecemasan Komunikasi Pegawai dengan Atasan di Lingkungan Birokrasi Dinas Pendidikan
Studi pendahuluan di Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi menunjukkan bahwa beberapa pegawai mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan atasan, terutama pegawai dengan kepercayaan diri rendah yang cenderung pasif dalam rapat dan enggan menyampaikan pendapat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi pegawai dengan atasan.Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis korelasi Pearson pada 177 pegawai yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pegawai memiliki tingkat kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi dalam kategori sedang. Terdapat hubungan negatif sedang antara kepercayaan diri dan kecemasan komunikasi (r = -0,43; p 0,05). Pegawai dengan pendidikan lebih tinggi dan pengalaman kerja lebih lama memiliki kepercayaan diri lebih tinggi serta kecemasan komunikasi lebih rendah. Hasil ini menekankan pentingnya peningkatan kepercayaan diri melalui pelatihan komunikasi dan bimbingan psikologis guna menciptakan interaksi kerja yang lebih efektif
Analisis Kesiapan Berwirausaha Siswa Kelas XII Sekolah Menegah Kejuruan
Penelitian ini menganalisis kesiapan berwirausaha siswa kelas XII SMK Negeri 3 Kabupaten Tangerang. Latar belakangnya mencakup tantangan lulusan SMK dalam mendapatkan pekerjaan akibat ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja dan peluang yang tersedia. Penelitian bertujuan memahami proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, serta faktor pendukung dan penghambat kesiapan berwirausaha siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif. Kebaruan penelitian ini adalah fokus pada pengembangan program kewirausahaan berbasis praktik nyata untuk menjawab tantangan lulusan SMK di era pascapandemi. Hasil menunjukkan perencanaan melibatkan Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa dengan dukungan kebijakan yang memadai. Pengorganisasian tugas dan alokasi sumber daya berjalan efektif, sementara pelaksanaan kegiatan berorientasi pada penerapan teori kewirausahaan dalam praktik seperti simulasi bisnis. Pengawasan memastikan program berjalan sesuai rencana, dan evaluasi digunakan untuk perbaikan program. Faktor pendukung meliputi motivasi siswa, pelatihan relevan, dan dukungan sekolah serta industri, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan sumber daya dan pengalaman praktik. Solusi yang diusulkan adalah peningkatan pelatihan berbasis praktik, pembinaan berkelanjutan, dan perluasan jaringan kerjasama. Survei internal menunjukkan 75% siswa merasa siap berwirausaha