Edukatif - Jurnal Ilmu Pendidikan
Not a member yet
    1689 research outputs found

    Pengaruh Penggunaan Media Audio-visual terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa di Sekolah Dasar

    No full text
    Pembelajaran matematika yang dianggap sulit, monoton, serta kurangnya media pembelajaran membuat siswa memiliki motivasi belajar yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dan pengaruh media audio-visual terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas V SDN Winongo Bantul. Metode penelitian kuantitatif quasi-eksperimen digunakan dengan melibatkan 24 siswa kelas eksperimen (5A) yang belajar menggunakan media audio-visual dan 21 siswa kelas kontrol (5B) menggunakan e-book buku siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket. Observasi untuk melihat keterlaksanaan pembelajaran dan angket untuk melihat motivasi belajar siswa. Hasil analisis independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,008 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara kedua kelompok. Rata-rata motivasi belajar kelas eksperimen (76,31%) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (70,67%). Kesimpulan penelitian adalah media audio-visual memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas V SDN Winongo Bantu

    Pengaruh Fungsi Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Altruisme Guru dalam KKG terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh fungsi kepemimpinan kepala sekolah dan altruisme dalam kelompok kerja guru (KKG) terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Subjek penelitian berjumlah 181 guru sekolah dasar. Untuk menganalisa data hasil penelitian digunakan regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat pengaruh yang signifikan fungsi kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Hal ini dilihat dari nilai Fhitung>Ftabel (71,941>3,89) dengan signifikan (0,000Ftabel (35,520>3,89) dengan signifikan (0,000Ftabel (50,971>3,05) dengan signifikan (0,000<0,05). Dengan determinasi fungsi kepemimpinan kepala sekolah dan altruisme guru terhadap kinerja guru di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis yang dihasilkan dari penelitian yaitu sebesar 36,4% dan sisanya 63,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti

    Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)

    No full text
    Masalah utama yang terjadi dalam pembelajaran adalah siswa belum fokus dan kurang semangat dalam belajar matematika. Terlihat pada saat pembelajaran siswa tidak antusias dalam mendengarkan penjelasan guru dan merasa bosan serta tidak termotivasi dalam belajar matematika. Hal ini jelas berakibat pada rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa. Untuk itu, perlunya upaya untuk menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa seperti memberikan suatu tantangan berupa permainan atau perlombaan antar siswa atau dikenal dengan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model TGT terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan jumlah sampel sebanyak 64 siswa kelas VIII SMP N 12 Padang. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan angket motivasi dan tes hasil belajar. Data motivasi belajar dianalisis dengan menggunakan persentase perolehan, sementara itu data hasil belajar menggunakan uji t dua sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa berada pada kriteria tinggi dengan perolehan angka 81%. Selain itu, hasil uji statistik diperoleh nilai t sebesar 1,708 dengan nilai sig < nilai alpha (0,0465 < 0,05). Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan model pembelajaran TGT dapat meningkatkan motivasi belajar dan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika sisw

    Evaluasi Kritis Berbasis Studi Literatur terhadap Hambatan P5 dalam Pembentukan Karakter Siswa.

    No full text
    Penelitian ini mengkaji dampak dari kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam kurikulum merdeka terhadap karakter siswa, khususnya kemandirian, berpikir kritis, dan kemampuan bersosial. Tujuan kajian ini adalah menganalisis potensi P5 dalam membentuk karakter siswa yang berintegritas dan peduli sosial. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur untuk menganalisis berbagai sumber terkait sebanyak 20 artikel lima tahun terakhir yang membahas tentang program P5 dan dampaknya.Temuan menunjukkan P5 berpotensi signifikan dalam mengembangkan karakter siswa, namun pelaksanaanya terkendala oleh kurangnya tanggung jawab individu, plagiarism, rendahnya inisiatif, manajemen waktu yang buruk, dinamika sosial yang kurang harmonis, dan ketergantungan teknologi yang menghambat berpikir kritis.Pengembangan karakter siswa tidak hanya bergantung pada dukungan sekolah dan juga orang tua,akan tetapi juga di pengaruhi oleh kesiapan dan kesiapsiagaan siswa dalam mengikuti kegiatan program P5 yang berbasis proyek ini.Penguatan aspek terkait penggunaan teknologi dan literasi digital harus menjadi bagian dari proses agar siswa mampu menggunakan teknologi secara bijak tanpa ,mengorbankan kreativitas dan kemampuan analitis mereka.Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman guru, desain proyek inovatif, sistem penilaian berbasis proses, serta dukungan sekolah dan orang tua.Studi ini menawarkan solusi berharga bagi pembuatan kebijakan,kepala sekolah,dan guru untuk pengembangan pendidikan karakte

    How Microlearning Can Benefit Education: A Study of Factors and Trends in the Use of Microlearning

    No full text
    Microlearning has become one of the approaches that has become increasingly in demand in the last two decades along with the increasing need for flexible and digital technology-based learning. This research aims to define the concept of microlearning and identify research trends and factors that drive its implementation. The method used is a bibliometric analysis of microlearning-themed publications obtained from the ScienceDirect database from the initial appearance of the term until 2024. The analysis was carried out based on three main aspects, namely the frequency of publications, the number of citations, and the network of co-emergence and co-authorship. The results of the study show a significant increase in the number of microlearning-related publications over the past two decades. The publications with the highest citations were mostly from the pre-COVID-19 pandemic period, while 99% of documents did not show a strong pattern of authorship collaboration. In addition, microlearning is defined through three main factors, namely mobile device use, social connectedness, and time constraints. These findings confirm that research on microlearning remains relevant and has the potential to be an important foundation for the development of digital learning strategies in the futur

    Integrasi Pragmatisme dan Liberalisme dalam Perspektif Filosofis Pengembangan Sistem Pendidikan Kurikulum Merdeka

    No full text
    Artikel ini mengkaji relevansi Pragmatisme dan Liberalisme sebagai landasan filosofis dalam pengembangan sistem pendidikan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mneganalisis bagaimana prinsip-prinsip utama kedua aliran filsafat pendidikan tersebut dapat berkontribusi terhadap perancangan kurikulum dan praktik pembelajaran yang responsive terhadap tantangan pendidikan masa kini. Penelitian ini menggunakan kajian liraterur dengan pendekatan deskriptif filosofis, dengan menganalisis teks-teks filosofis klasik dan kontemporer serta dokumen kebijakan pendidikan nasioanl yang berkaitan dengan Merdeka Belajar dan Kurikulum Merdeka. Hasil kajian menunjukkan bahwa pragmatism, yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman, pemecahan masalah, dan praktik kontekstual, sejalan dengan pendekatan berbasis proyek dan pengalaman yang diusung dalam Kurikulum Merdeka. Sementara itu, liberalisme yang menekankan kebebasan individu, otonomi intelektual, dan pengembangan moral mendukung penerapan perbedaan belajar, otonomi guru, dan kebebasan akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai pragmatis dan liberal memberikan kerangka filosofis yang koheren untuk membangun sistem pendidikan yang lebih demokratis, humanis, dan adaptif. Temuan ini mengimplikasikan bahwa integrasi tersebut dapat menjadi landasan teoritis dan praktis dalam memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka

    Hubungan Peran Kepala Sekolah dan Partisipasi Guru MGMP terhadap Kompetensi Kepribadian Guru PJOK SMK

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran kepala sekolah dan partisipasi guru dalam MGMP terhadap kompetensi kepribadian guru PJOK SMK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif untuk menganalisis hubungan antar variabel. Pengujian statistik dilakukan menggunakan regresi, uji t, dan uji F untuk menguji hubungan dan signifikansi variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara peran kepala sekolah dengan kompetensi kepribadian guru, dengan nilai koefisien korelasi positif sebesar 0.527 dan uji signifikan parsial t hitung sebesar 4.205; (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara partisipasi guru dalam MGMP dengan kompetensi kepribadian guru, dengan nilai koefisien korelasi positif sebesar 0.847 dan uji signifikan parsial t hitung sebesar 9.024; (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara peran kepala sekolah dan partisipasi guru dalam MGMP secara bersama-sama dengan kompetensi kepribadian guru, dengan nilai koefisien korelasi berganda positif sebesar 0.878 dan uji signifikansi F hitung sebesar 63.661. Hasil ini menunjukkan bahwa kepala sekolah dan MGMP berperan signifikan dalam meningkatkan kompetensi kepribadian guru PJOK. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan peran kepala sekolah dan partisipasi aktif guru dalam MGMP untuk memperkuat kompetensi kepribadian guru

    Pentingnya Media dan Teknologi Pembelajaran untuk Kreativitas Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Seni

    Full text link
    Tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui pentingnya media dan teknologi pembelajaran untuk kreativitas belajar peserta didik pada pembelajaran seni di Sekolah Menengah Teologi Kristen Tarus Kabupaten Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang berkualitas memainkan peran penting dalam mendukung kreativitas peserta didik. Namun, masih terdapat beberapa masalah seperti resolusi gambar dan pembaruan konten yang dapat menghambat kreativitas peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas media dan perbaikan infrastruktur agar pembelajaran seni dapat berjalan secara efektif. Selain itu, teknologi seperti laptop dan internet juga memiliki peran penting dalam mengembangkan kreativitas peserta didik, dengan memperkaya pengalaman belajar dan mendorong mereka untuk bereksplorasi ide-ide baru. Namun, kesenjangan dalam akses teknologi juga perlu diperhatikan agar semua peserta didik dapat memanfaatkan teknologi secara setara. Integrasi media dan teknologi di dalam pembelajaran seni sangat mendukung perkembangan kreativitas peserta didik, sehingga mereka dapat menghasilkan karya seni yang inovatif. Oleh karena itu, peran guru dalam memanfaatkan media dan teknologi secara optimal sangat penting dalam merangsang kreativitas dan perkembangan artistik peserta didik

    The Effectiveness and Students’ Perception of Using Podcast in Students’ Listening Skill

    Full text link
    In modern times, technology is used in education as a means of instruction. Listening is one of the English abilities that Indonesian students find difficult to learn. Listening is regarded as the most fundamental of the four primary skills of language development, hence it must be acquired first. Podcasts are one of the tools that may be utilized effectively to educate children listening skills. Is it effective to use podcasts to improve 10th grade students' listening abilities at Binar Ilmu Boarding School? This study's design is a mixed methods approach. This study will employ a quantitative research method to determine the effectiveness of listening skills gained through podcasts. The result revealed that the mean of the two classes were increasing. The experimental class mean score had improved from 38,57 in pre-test to 55,71 in post-test, while the controlled class mean score had improved from 40.00 in pre-test to 50,00 in posttest. In the paired t test, a value of 0.02 was obtained for the experimental class, meaning the data was <0.05 so Ha was accepted and Ho was rejected. This means that podcasts are effective for students' listening skills. Students' perceptions of podcasts are that students find it difficult to try to understand and listen to podcasts, but students are able to overcome their difficulties and students really enjoy listening to podcasts

    Membentuk Karakter Peduli Lingkungan pada Siswa Sekolah Menengah Pertama melalui Pembelajaran IPA

    Full text link
    Kualitas hidup juga terlihat menurun seiring bertambahnya usia bumi. Bahkan di zaman modern ini, orang-orang masih melakukan tindakan yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Jika diberi kesempatan untuk terus muncul, karakter ini sungguh buruk. Untuk memperbaiki kehidupan kita di masa depan, kita harus mulai membentuk pribadi yang peka terhadap ekologi. Memberikan pendidikan lingkungan kepada siswa dapat membantu membentuk kepedulian mereka. Penelitian ini berupaya untuk menyelidiki bagaimana siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengembangkan kepribadian yang sadar lingkungan melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Program pendidikan karakter harus dimulai sejak usia muda sebagai respons terhadap semakin kompleksnya tantangan lingkungan; mengajarkan anak-anak tentang lingkungan melalui sains adalah salah satu cara untuk mencapai tujuan ini. Wawancara, observasi partisipan, dan catatan arsip dari SMP Muhammadiyah Megang Sakti melengkapi data untuk penelitian kualitatif ini. Membina perilaku dan tanggung jawab yang sadar ekologi dapat tertanam dalam kegiatan pembelajaran, menurut temuan penelitian. Menerapkan pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) adalah salah satu cara untuk meningkatkan sikap lingkungan melalui pembelajaran. Paradigma Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) memungkinkan integrasi sikap peduli lingkungan ke dalam paket pembelajaran tematik. Pembelajaran Mengajar Kontekstual (CTL) adalah metode pengajaran sains yang dapat membantu siswa berkembang menjadi warga negara yang peduli. Sumber daya pengajaran tidak hanya mencakup model pembelajaran tetapi juga elemen yang memengaruhi pengembangan karakteristik peduli lingkungan melalui pembelajaran ilmiah. Menyertakan media pembelajaran dalam rencana pelajaran merupakan cara yang bagus untuk membantu anak-anak mengembangkan kepribadian yang penuh kasih sayang saat mereka mempelajari sain

    1,534

    full texts

    1,689

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Edukatif - Jurnal Ilmu Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇