Edukatif - Jurnal Ilmu Pendidikan
Not a member yet
1689 research outputs found
Sort by
Validasi Psikometrik Instrumen Kecemasan Statistik untuk Mahasiswa Psikologi di Indonesia Menggunakan Model Rasch
Kecemasan statistik merupakan secara signifikan mempengaruhi kinerja akademik, terutama di kalangan mahasiswa psikologi yang diharapkan dapat menguasai metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi validitas dan keandalan instrumen untuk mengukur kecemasan statistik, berdasarkan skala Statistical Self-Efficacy for Psychologists (SES-Psy). Sebanyak 373 mahasiswa psikologi dari enam perguruan tinggi di Jabodetabek yang telah menyelesaikan mata kuliah statistika dasar berpartisipasi dalam penelitian ini. Proses adaptasi mengikuti pedoman Beaton dengan empat orang ahli yang menilai validasi konten. Data dikumpulkan secara online dan dianalisis menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan model Rasch. Hasil CFA mengkonfirmasi beban faktor yang kuat dan indeks kesesuaian model yang sangat baik. Analisis Rasch memverifikasi bahwa instrumen tersebut memenuhi asumsi unidimensionalitas, independensi lokal, dan kesesuaian statistik. Semua kategori skala ditafsirkan dengan benar oleh responden dan tidak menunjukkan bias gender berdasarkan analisis DIF. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen yang diadaptasi secara psikometris valid untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan statistik di kalangan mahasiswa psikologi di Indonesia. Dengan standard setting berbasis Rasch, diketahui bahwa mayoritas responden penelitian ini diklasifikasikan mengalami kecemasan statistik sedang hingga tinggi. Instrumen ini dapat digunakan pada lingkungan pendidikan maupun dimanfaatkan untuk pengembangan intervensi kecemasan statistik
Kebiasaan Abnormal di Era Digital: Studi Kualitatif pada Kasus Judi Online dan Kecanduan Gadget Anak
Penelitian ini mengkaji pandangan masyarakat terhadap kebiasaan abnormal digital yang kian marak di era teknologi, khususnya kecanduan gadget pada anak dan praktik judi online. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali pemaknaan masyarakat secara mendalam terhadap dampak, penyebab, serta solusi yang diharapkan atas dua fenomena tersebut dalam konteks kehidupan sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami makna pengalaman subjektif partisipan yang berasal dari berbagai latar belakang sosial, pendidikan, dan ekonomi. Sebanyak 30 partisipan diwawancarai melalui teknik semi-terstruktur guna memperoleh narasi yang reflektif dan otentik. Data dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik dengan tahapan transkripsi, coding terbuka, axial coding, hingga konstruksi tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan gadget pada anak dipahami sebagai akibat dari lemahnya pengawasan orang tua dan rendahnya literasi digital, yang berdampak pada penurunan fungsi sosial, psikologis, dan akademik anak. Sementara itu, judi online dipersepsikan sebagai kebiasaan menyimpang yang mengakibatkan kerugian ekonomi, keretakan keluarga, serta kemunduran moral. Faktor utama yang memicu keduanya adalah akses digital yang tidak terkontrol dan kurangnya edukasi digital berbasis nilai. Sebagai respons, masyarakat menekankan perlunya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah melalui edukasi literasi digital dan regulasi konten daring. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam merumuskan strategi kebijakan sosial dan pendidikan yang lebih adaptif terhadap tantangan era digita
Assessment For Learning: Continuous Improvement dalam Pembelajaran
Asesmen merupakan salah satu bagian penting yang menjadi perhatian dalam kurikulum nasional (merdeka). Berdasarkan fungsinya, salah satu asesmen yang penting dilakukan adalah Assessment for learning. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam teori, prinsip, karakteristik, strategi, dan implementasi Assessment for learning sebagai bentuk perbaikan proses pembelajaran secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui telaah sistematis terhadap berbagai sumber ilmiah, seperti artikel jurnal, buku, dan dokumen lainnya yang relevan dengan asesmen dan Assessment for Learning. Hasil kajian menunjukkan bahwa Assessment for learning merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang berorientasi pada bagaimana murid belajar, bukan pada hasil akhir (skor), sehingga asesmen ini bertujuan memantau kemajuan belajar dan memperbaiki proses belajar secara berkelanjutan. Karakteristikk utama Assessment for learning adalah pemberian umpan balik yang cepat dan spesifik menyasar permasalahan dalam proses pembelajaran, serta melibatkan murid dalam proses pembelajaran dan asesmen agar pembelajaran menjadi bermakna. Implementasi Assessment for learning dalam pembelajaran matematika menunjukkan bahwa melalui asesmen, guru dapat memantau perkembangan pemahaman murid, serta memberikan scaffolding yang tepat sebagai umpan balik untuk membantu murid mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya secara mandir
Analisis Implementasi Model Project-Based Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Pembelajaran IPA
Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi model Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Tujuan spesifik dari penelitian ini meliputi identifikasi efektivitas PjBL dalam pembelajaran IPA, analisis pengaruhnya terhadap dimensi berpikir kreatif, serta penentuan komponen PjBL yang paling berdampak. Metode yang digunakan yaitu tinjauan pustaka sistematis (Systematic Literature Review) dengan menggunakan digital library yaitu Google cendekia. Berdasarkan analisis 27 artikel tentang penerapan model pembelajaran PjBL pada mata pelajaran IPA, hasil penelitian menunjukkan model PjBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan menumbuhkan sikap gotong royong dalam pembelajaran kolaboratif cocok digunakan di kurikulum merdeka. Kriteria inklusi mencakup artikel yang membahas penerapan PjBL dalam konteks IPA dan mengukur aspek kreativitas siswa, sedangkan kriteria eksklusi meliputi artikel yang tidak tersedia dalam teks lengkap atau tidak relevan dengan konteks pendidikan formal jenjang SMP. Hasil kajian menunjukkan bahwa PjBL secara konsisten meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, terutama dalam aspek kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi ide, untuk mengintegrasikan PjBL dalam kurikulum IPA secara lebih luas.
Pengembangan Kurikulum dan Desain Pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri Kota Tangerang Selatan
Kurikulum Merdeka memberikan ruang adaptasi yang luas bagi lembaga pendidikan untuk merancang kurikulum yang selaras dengan kebutuhan peserta didik dan konteks lokal. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) dan desain pembelajaran di SDN Serua Indah 02, Tangerang Selatan. Kajian ini mengisi celah penelitian yang masih terbatas dalam menggambarkan penerapan kurikulum kontekstual secara langsung di sekolah dasar urban multikultural pascapandemi. Kajian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Temuan dalam kajian ini mengungkapkan bahwa KOSP dikembangkan secara partisipatif dan sistematis, dengan mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek, penguatan karakter, serta penggunaan teknologi sederhana. Guru berperan aktif dalam merancang modul ajar tematik dan fleksibel, sementara keterlibatan orang tua turut memperkuat implementasi pembelajaran. Model pembelajaran aktif seperti Problem-Based Learning dan Discovery Learning terbukti meningkatkan partisipasi dan motivasi belajar siswa. Temuan ini menegaskan bahwa desain kurikulum yang adaptif dan kolaboratif dapat menciptakan proses belajar yang lebih bermakna dan yang relevan dengan konteks lokal pada jenjang pendidikan dasar
Internalisasi Nilai-nilai Al-Qur’an dalam Penanaman Karakter Kewirausahaan: Telaah Ayat Al-Qur’an
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan ayat al-Qur’an yang mengandung nilai atau karakter kewirausahaan. Disusun berdasarkan hasil telaah pustaka terbatas dari berbagai tulisan yang membahas tentang ayat al-Qur’an yang mengandung karakter kewirausahaan. Ayat yang mengandung karakter kewirausahaan meliputi: QS. Al-Jumu’ah/62: 10, QS. An Najm/53: 39, QS. An Najm/53: 40-42, QS. Al Layl/92: 4, QS. Az Zumar/39: 39, QS. Al-A’raf/7: 10, QS. Hud/11: 37, QS. Al Hashr/59: 18 dan QS. At Taubah/9: 105. Dari ayat tersebut nilai atau karakter kewirausahaan yang terkandung meliputi: kerja keras dan ketekunan; kemandirian; tanggung jawab dan akuntabilitas; disiplin; perencanaan dan visioner; integritas dan kejujuran; pemanfaatan peluang dan inovasi; orientasi pada hasil berkualitas; dan keberanian menghadapi risiko. Karakter kewirausahaan yang terkandung dalam al-Qur’an sebaiknya diinternalisasi ke dalam perilaku atau karakter individu sehingga menjadi wirausahawan yang handal seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw sebagai teladan terbaik dalam bidang kewirausahaan
Analisis Manajemen Kepemimpinan dan Lembaga dalam Sistem Pendidikan di Kemenag, Diktis, Dikbud, dan Kementerian Terkait
Kepemimpinan dalam manajemen pendidikan berperan penting dalam menentukan arah, kualitas, dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemimpinan dan manajemen dalam lembaga pendidikan serta peranannya terhadap keberhasilan organisasi pendidikan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah literatur, jurnal, dan kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan lembaga pendidikan sangat bergantung pada kemampuan pemimpin dalam mengintegrasikan gaya kepemimpinan visioner dengan manajemen yang efektif dan adaptif. Gaya kepemimpinan seperti transformasional, demokratis, dan karismatik terbukti mampu meningkatkan motivasi kerja, budaya organisasi, serta kualitas layanan pendidikan. Di sisi lain, penyalahgunaan otoritas dapat menghambat partisipasi dan inovasi tenaga pendidik. Restrukturisasi kelembagaan pendidikan nasional seperti pembentukan Kemendikdasmen, Kemendikti Saintek, dan Kemenbud RI mencerminkan upaya peningkatan tata kelola dan efektivitas manajemen pendidikan. Dengan demikian, kepemimpinan yang berkarakter, etis, dan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lembaga pendidikan yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjuta
Pendidikan Humanisme Berbasis Person Centered Therapy dalam Mengatasi Perundungan: Perspektif Al-Qur’an
Pendidikan humanisme berbasis PCT menekankan nilai-nilai tanggung jawab, kebebasan, dan kemampuan peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi diri, yang dianggap signifikan dalam mengatasi perundungan. Namun, penelitian sebelumnya belum secara komprehensif mengintegrasikan nilai-nilai humanisme dengan panduan moral dari Al-Qur’an untuk menciptakan model pendidikan yang efektif dalam mencegah perundungan. Penelitian ini bertujuan mengungkap konsep pendidikan humanisme dan pencegahan perundungan dalam perspektif Al-Qur’an serta menyusun model pendidikan berbasis nilai-nilai tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi pustaka dan pendekatan tematik (maudhui), yang diterapkan melalui analisis mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur’an terkait humanisme dan pencegahan perilaku negatif. Pendekatan ini dilakukan dengan mengelompokkan tema-tema kunci dari ayat-ayat yang relevan untuk membangun kerangka konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PCT Humanistik berbasis nilai-nilai Al-Qur’an berkontribusi secara signifikan dalam pencegahan perundungan dengan menanamkan empati, pengendalian diri, dan penghargaan terhadap keberagaman. Model ini juga memberikan implikasi penting bagi dunia pendidikan, yaitu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk membangun hubungan harmonis dan mengoptimalkan potensi peserta didik dalam konteks moral dan sosial
Peran Komite Sekolah dan Manajerial Kepala Sekolah dalam Transparansi Dana BOS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran komite sekolah dan kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap transparansi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOSP) di SD Negeri Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei sebagai metode utama, penelitian ini melibatkan 108 responden yang dipilih melalui tehnik proporsional random sampling dari komite sekolah di 27 SD Negeri. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisi melalui regresi linear sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran komite sekolah berpengaruh signifikan terhadap transparansi pengelolaan dana BOSP dengan koefisien korelasi 0,687, sedangkan kompetensi manajerial kepala sekolah memilikipenagruh signifikan dengan koefisien korelasi 0,676. Secara simultan, kedua variabel berkontribusi sebesar 62,9% terhadap transparansi pengelolaan dana BOSP. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas manajerial kepala sekolah dan peran aktif komite sekolah untuk mendorong akuntabilitas pengelolaan dana BOSP
Hubungan Kemampuan Psikolinguistik Terhadap Keterampilan Menyimak dalam Bimbingan dan Konseling Islam pada Peserta Didik
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan psikolinguistik terhadap keterampilan menyimak. Kemampuan psikolinguistik merupakan faktor penting dalam memahami dan mengolah informasi verbal yang berperan dalam meningkatkan keterampilan menyimak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis regresi sederhana. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden yang dinilai berdasarkan instrumen keterampilan psikolinguistik dan menyimak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan psikolinguistik dan keterampilan menyimak, dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,797, yang mengindikasikan hubungan positif yang kuat. Analisis regresi menunjukkan bahwa kemampuan psikolinguistik berkontribusi secara signifikan terhadap keterampilan menyimak dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,798 (p < 0,05). Selain itu, nilai R Square sebesar 0,636 menunjukkan bahwa 63,6% variasi dalam keterampilan menyimak dapat dijelaskan oleh kemampuan psikolinguistik, sementara 36,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan psikolinguistik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan menyimak. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan aspek psikolinguistik dalam pembelajaran, khususnya dalam mendukung kemampuan menyimak siswa. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang turut memengaruhi keterampilan menyima