Edukatif - Jurnal Ilmu Pendidikan
Not a member yet
1689 research outputs found
Sort by
Pengembangan E-Modul Flipbook Berbasis Aplikasi Canva dalam Pembelajaran Teks Puisi di Kelas XI Sekolah Menengah Atas
Para siswa dan Guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Jatinom masih menggunakan modul LKS Bahasa Indonesia konvensional yang menggunakan lembaran kertas buram (belum variatif) dan masih biasa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar E-Modul Teks Puisi Bahasa Indonesia yang akan digunakan pada KBM di Kelas XI E SMA Negeri 1 Jatinom tahun ajaran 2024/2025 dan mengetahui kemampuan serta keefektifan penggunaan produk E-Modul Teks Puisi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan atau RnD yang bertempat di SMA N 1 Jatinom dengan populasi siswa-siswi kelas XI yaitu kelas XI E sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data melalui hasil wawancara, angket, dan uji coba produk media E-Modul Flipbook Teks Puisi. Teknik analisis data secara deskriptif yaitu dengan mengolah hasil angket, waawancara dan uji coba. Terdapat perbedaan hasil skor yang signifikan antara pre-test dan post-test. E-Modul tersebut terbukti efektif dilihat dari hasil skor pre-test dan post-test yang telah dilakukan. Nilai p lebih kecil dari taraf signifikansi 5% (0,05). Hasil pengolahan data diperoleh persentase skor 85,34% dari validator ahli materi I. Kesimpulan dari penelitian dan pengembangan ini yaitu produk E-Modul Teks Puisi berbasis Canva Flipbook online layak digunakan secara praktis di Kelas XI E SMA Negeri 1 Jatinom tahun ajaran 2024/202
Studi Analisis Integrasi Pembelajaran Seni Tari dan Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Pengembangan Kreativitas Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Integrasi pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler seni tari merupakan pendekatan strategis dalam mengembangkan kreativitas siswa sekolah dasar, namun praktik integratif tersebut masih jarang dikaji secara mendalam dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi integrasi pembelajaran seni tari di kelas dan kegiatan ekstrakurikuler dalam mengembangkan kreativitas siswa kelas V sekolah dasar. Celah penelitian terletak pada minimnya kajian yang memadukan pembelajaran seni tari formal dan nonformal secara holistik sebagai satu kesatuan proses pembelajaran kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari di kelas berperan dalam membangun pemahaman konseptual, teknik dasar gerak, dan pola lantai. Kegiatan ekstrakurikuler memberikan ruang eksplorasi yang lebih luas melalui improvisasi, komposisi gerak, serta kolaborasi kelompok. Integrasi keduanya mendorong berkembangnya kreativitas siswa yang ditandai dengan kemampuan eksplorasi ide, ekspresi gerak, kerja sama, dan kepercayaan diri. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pembelajaran seni tari intrakurikuler dan ekstrakurikuler efektif dalam memperkuat kreativitas siswa serta meningkatkan kualitas pembelajaran seni di sekolah dasa
Peran Pendidikan Humanis dalam Membangun Harmoni Antara Agama dan Budaya di Sekolah
Pendidikan humanis memiliki peran penting dalam membangun harmoni antara agama dan budaya di lingkungan sekolah yang memiliki keanekaragaman budaya dan keyakinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan humanis dalam menciptakan keselarasan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan, serta pendekatan humanistik dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode literatur review, dengan cara mengumpulkan data dan informasi yang sesuai dengan judul penelitian ini baik melalui jurnal nasional dan internasional serta buku hasil penelitian, kemudian dianalisis dengan analisis konten, melalui suatu bacaan yang melahirkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan humanis mampu menumbuhkan sikap saling menghargai dan toleransi di kalangan peserta didik melalui pembelajaran yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Karena itu, perinsip humanisme dalam pendidikan dapat melakukan integrasi nilai-nilai agama dan budaya tanpa menimbulkan gejolak, dengan begitu tercipta suasana sekolah yang damai, sejahtera dan inklus
Pengembangan E-Modul Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Pada Siswa SMA kelas XI
Materi mengenai struktur dan fungsi jaringan tumbuhan adalah salah satu satu topik biologi yang sulit dipahami siswa karena bersifat abstrak dan memerlukan visualisasi yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan e-modul interaktif yang memenuhi syarat. digunakan sebagai media belajar alternatif untuk siswa SMA kelas XI. Pengembangan e-modul ini memadukan konten visual, video penjelasan, hingga evaluasi interaktif mandiri secara komprehensif untuk materi jaringan Oleh karena itu, hal ini memberikan pengalaman belajar yang lebih berarti. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang dibatasi pada tahap define, design, dan development. Hasil dari uji validasi menunjukkan bahwa e-modul memperoleh nilai kelayakan sangat baik dari ahli materi (86,84%) dan ahli media (79,16%). Aspek isi dan kebahasaan dinilai sangat baik, sedangkan penyajian, konsistensi desain, dan kebermanfaatan masih perlu ditingkatkan. E-modul ini dinilai mudah digunakan dan berpotensi mendorong pembelajaran mandiri yang efektif. E-modul ini juga dianggap bermanfaat sebagai referensi ajar bagi guru biologi dalam menerapkan pembelajaran berbasis teknologi. Secara keseluruhan, e-modul ini layak digunakan dan berpotensi meningkatkan pengetahuan siswa pada topik yang kompleks melalui pendekatan pembelajaran visual dan interakti
Analisis Kategori Literasi dan Numerasi pada Rapor Pendidikan di Sekolah Dasar
Penelitian ini menganalisis fluktuasi kemampuan literasi dan numerasi siswa SDIT Aqila Zahra Dumai berdasarkan data rapor pendidikan 2021–2024, dengan tujuan memahami kondisi, faktor pendukung dan penghambat, serta upaya peningkatan kualitas. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan literasi dan numerasi melalui evaluasi berkelanjutan dan keterlibatan aktif semua pemangku kepentingan. Faktor pendukung mencakup komunikasi intensif antara sekolah, orang tua, dan siswa, serta integrasi nilai agama. Namun, keterbatasan sumber daya dan pengelolaan data menjadi hambatan utama. Melalui kurikulum terstruktur dan evaluasi berkesinambungan, SDIT Aqila Zahra Dumai berhasil meningkatkan kualitas rapor pendidikan. Fokus pada literasi, numerasi, dan transparansi mencerminkan komitmen sekolah dalam memastikan perbaikan berkelanjutan untuk mendukung keberhasilan pendidikan siswa secara holistik
Systematic Literature Review : Faktor-faktor yang Mempengaruhi Self-Regulated Learning pada Siswa
Self-regulated learning memiliki peran penting dalam proses belajar siswa guna mencapai prestasi akademik. Zimmerman dan Schunk (2013) mengartikan self-regulated learning sebagai pembelajaran yang terjadi dengan adanya pemusatan pikiran, perasaan, dan tindakan yang dihasilkan sendiri oleh siswa, yang diarahkan untuk mencapai tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang memengaruhi self-regulated learning. Metode yang digunakan adalah systematic literature review. Artikel yang diulas berkisar tahun 2020 - 2025 yang ditelusuri melalui database semantic scholar, crossref research, dan google scholar dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Didapatkan kesimpulan bahwa faktor-faktor personal seperti kecerdasan spiritual, motivasi, tujuan belajar, dan orientasi masa depan merupakan penggerak internal self-regulated learning. Sementara itu, faktor eksternal seperti dukungan sosial (keluarga, guru, teman), lingkungan sekolah, dan interaksi akademik memberikan landasan pendukung yang memperkuat kemampuan self-regulated learning. Untuk meningkatkan self-regulated learning secara optimal, dibutuhkan pendekatan holistik yang mencakup intervensi pada aspek internal dan eksternal peserta didik. Dalam konteks implementasi pendidikan, guru dan institusi pendidikan dapat merancang intervensi yang bersifat multidimensi, misalnya pelatihan penguatan tujuan belajar, pembinaan spiritualitas, pengembangan keterampilan metakognisi, serta penciptaan lingkungan belajar yang mendukung secara emosional dan sosial
Liturgi Sebagai Pedagogi: Sinergitas Pendidikan Kristen dan Ibadah Gereja Masa Kini
Krisis formasi iman di tengah era pascapandemi dan digital menuntut Gereja untuk meninjau ulang cara umat dibentuk dalam kehidupan beriman. Artikel ini bertujuan merefleksikan ibadah Kristen sebagai praktik pedagogis lintas generasi yang membentuk komunitas iman. Penelitian ini mengisi kekosongan refleksi integratif antara liturgi dan pendidikan Kristen yang selama ini berjalan secara terpisah dalam praktik kelembagaan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan teologi konstruktif, mengacu pada teori pedagogic recontextualization (Kusanagi), hermeneutika liturgis (Benini), dan pedagogi performatif (Bradshaw). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah bukan sekadar ruang ritus, melainkan habitat teologis tempat sabda menjadi tubuh dan pembelajaran terjadi melalui simbol, afeksi, dan tindakan kolektif. Liturgi daring, bila ditata secara partisipatif, tetap mampu menjadi ruang pembentukan spiritual. Simpulan artikel ini menegaskan perlunya gereja membangun ibadah sebagai ruang belajar yang menyembah dan penyembahan yang membentuk, dalam kasih dan pengharapan eskatologi
Pengembangan Bahan Ajar Buku Saku Berbasis Kearifan Lokal DIY untuk Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa buku saku kearifan lokal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bagi siswa kelas IV Sekolah Dasar. Pengembangan bahan ajar ini didasarkan pada kebutuhan siswa dan guru terhadap sumber belajar yang lebih kontekstual, ringan, dan mudah diakses. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) berdasarkan model Borg & Gall yang telah dimodifikasi. Proses penelitian meliputi studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba terbatas, revisi, uji lapangan, dan finalisasi produk. Hasil validasi oleh ahli materi dan ahli media menunjukkan bahwa bahan ajar buku saku ini masuk dalam kategori sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Uji coba terbatas dan uji lapangan melibatkan siswa dan guru dari beberapa sekolah dasar di Gugus 3 Kapanewon Piyungan, Bantul. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penggunaan buku saku kearifan lokal DIY dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang budaya dan kearifan lokal, serta memberikan kemudahan dalam pembelajaran. Kesimpulannya, pengembangan bahan ajar ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan karakter dan pemahaman siswa mengenai nilai-nilai budaya lokal dalam pendidikan dasar. Kata kunci: Buku saku, Kearifan lokal, Pembelajaran S
Tantangan Implementasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di Sekolah Dasar (SD) di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang mengkaji berbagai sumber terkait AKM, termasuk artikel, laporan, dan kebijakan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru yang rendah, infrastruktur pendidikan yang tidak memadai, dan kurangnya pemahaman siswa serta orang tua tentang AKM merupakan tantangan utama. Selain itu, integrasi hasil AKM dalam kebijakan pendidikan masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan pelaksanaan AKM yang efektif. Dengan memperbaiki kesiapan guru, meningkatkan infrastruktur, dan memperkuat komunikasi dengan orang tua, diharapkan AKM dapat berfungsi sebagai alat yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesi
Faktor Penyebab Kesulitan Menulis Huruf Tegak Bersambung Pada Siswa Sekolah Dasar
Menulis huruf tegak bersambung merupakan suatu kegiatan menulis tanpa mengangkat alat tulis dan menggunakan media buku yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kesulitan menulis huruf tegak bersambung siswa SD Negeri Plumbungan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui hasil wawancara guru dan siswa, hasil observasi kegiatan pembelajaran dan dokumentasi tulisan siswa dengan menggunakan pendekatan purposive sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Faktor kesulitan ini mencakup faktor internal dan faktor eksternal. Hasil analisis faktor internal yang meliputi minat, perhatian dan motivasi siswa cukup baik. Hal ini dibuktikan bahwa dari keenam siswa hanya terdapat dua siswa yang kurang berminat, kurang memperhatikan guru dan kurang motivasi belajar. Kemudian faktor eksternal yang mencakup perhatian orang tua, kondisi lingkungan, fasilitas belajar dan penggunaan gadget pada setiap siswa berbeda-beda. Perhatian dan dorongan dari orang tua memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam menulis huruf tegak bersambun